cover
Contact Name
-
Contact Email
joveat.ivet@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
joveat.ivet@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV Nomor 17 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Published by Universitas IVET
ISSN : 27155765     EISSN : 27159922     DOI : -
Core Subject : Engineering,
This journal aims to publish the results of research studies, scientific studies, and studies on vocational education in automotive technology conducted by researchers, teachers, lecturers, practitioners in the field of vocational education, and automotive engineering.
Articles 181 Documents
PENGARUH KESIAPAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA KELENGKAPAN BENGKEL TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XI TKR SMK NEGERI 1 PETARUKAN TAHUN AJARAN 2017/2018 Ahmad Agus Wahid; Aunu Rofiq Djaelani; Yohanes Sarsetyono
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 1 No 1 (2019): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode penelitian dengan menggunakan penelitian kuantitatif, menguji teori (hipotesis) menggunakan metode kuesioner. Subjek penelitian ini adalah Siswa Kelas XI TKR di SMK Negeri 1 Petarukan yang berjumlah 99 anak. Data diperoleh dari kuesioner/angket dengan Skala Likert. Analisis data dengan Uji Deskriptif, Uji Validitas. Uji Reliabilitas. Uji Normalitas menggunakan Histogram, P-P Plot, dan Kolmogorov Smirnov. Uji Multikolinieritas. Uji Heterokedastisitas. Uji Linieritas. Uji Regresi. Uji Hipotesis. Uji Koefisien Determinasi, diuji dengan menggunakan program SPSS v.24. Penelitian menunjukkan praktik kerja industri dari total responden 99 anak, 26 responden (26,25%) mempunyai kategori tanggapan sangat setuju, 54 responden (54,78%) mempunyai kategori tanggapan setuju, 17 responden (16,97%) mempunyai kategori tanggapan tidak setuju, dan 2 responden (2%) mempunyai kategori tanggapan sangat tidak setuju. Sarana Prasarana dari total responden 99 anak, 36 responden (36,36%) mempunyai kategori tanggapan sangat setuju, 57 responden (57,53%) mempunyai kategori tanggapan setuju, 6 responden (6,11%) mempunyai kategori tanggapan tidak setuju, dan 0 responden (0%) mempunyai kategori tanggapan sangat tidak setuju. Kesiapan Kerja dari total responden 99 anak, 59 responden (60%) mempunyai kategori tanggapan sangat setuju, 36 responden (36%) mempunyai kategori tanggapan setuju, 4 responden (4%) mempunyai kategori tanggapan tidak setuju, dan 0 responden (0%) mempunyai kategori tanggapan sangat tidak setuju. Hasil penelitian Uji Hipotesis (Uji t) menunjukkan pengalaman praktik kerja industri dan sarana prasarana berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI TKR di SMK Negeri 1 Petarukan tahun ajaran 2017/2018 dengan nilai signifikan = 0,000 (< 0,05). Terdapat pengaruh antara praktik kerja industri dan sarana prasarana terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI TKR di SMK Negeri 1 Petarukan sebesar 31,9% dari adjusted R² sebesar 0,319. Kata Kunci : Praktik Kerja Insustri, Sarana Prasarana, Kesiapan Kerja.
PENGARUH ON JOB TRAINING DAN BASIC SAFETY TRAINING TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA Ryan Aditra Gunawan; Aunu Rofiq Djaelani; Yohanes Sarsetyono
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 1 No 2 (2019): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMK adalah salah satu pendidikan sistem ganda yang bertujuan menyiapkan lulusanya agar siap bekerja. Tujuan penelitian adalah : (1) untuk mengetahui pelaksanaan on job training di SMK Wisuda Karya Kudus, (2) untuk mengetahui pelaksanaan Basic Safety Training di SMK Wisuda Karya Kudus, (3) untuk mengetahui Kesiapan Kerja Siswa kelas XI Teknik Pelayaran SMK Wisuda Karya Kudus, (4) untuk mengetahui pengaruh on job training terhadap kesiapan kerja siswa, (5) untuk mengetahui pengaruh basic safety training terhadap kesiapan kerja siswa, (6) untuk mengetahui ada pengaruh on job training dan basic safety training terhadap kesiapan kerja siswa. Penelitian ini termasuk dalam pelenitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan expost facto. Hasil penelian ini adalah: (1) On Job Training dari total 46 responden, menunjukan 32 responden (69.4 %) mempunyai kategori baik, (2) Basic Safety Training dari total 46 responden, 37 responden (80.4 %) mempunyai kategori baik. (3) Kesiapan Kerja Siswa kelas XI Teknik Pelayaran SMK Wisudha Karya Kudus dalam kategori baik, dari hasil data tersebut diperoleh, 37 responden (80.4 %). (4) Ada pengaruh positif antara On Job Training terhadap Kesiapan kerja siswa dari hasil Uji Hipotesis (uji t) yang menunjukan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. (5) ada pengaruh positif antara Basic Safety Training terhadap Kesiapan Kerja Siswa dari hasil Uji Hipotesis (uji t) yang menunjukan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. (6) Terdapat pengaruh antara On Job Training dan Basic Safety Training terhadap Kesiapan Kerja Siswa kelas XI Teknik Pelayaran SMK Wisudha Karya Kudus sebesar 68 % adjust R Square sebesar 0.680. Kata Kunci :On Job Training; Basic Safety Training; Kesiapan Kerja Siswa
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOMPETENSI PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIVE LEARNING PADA SISWA Nasi’in Samsul Huda; Yohanes Sarsetyono; Nuraedhi Apriyanto
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 2 No 1 (2020): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mendeskripsikan pelaksanaan Model Pembelajaran Generative Learning. (2) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran Generative Learning. (3) Mendeskripsikan peningkatan aktifitas belajar dan pemahaman siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran Generative Learning Pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor Kelas XI Teknik dan Bisnis Sepeda Motor SMK Al-Mubaarok Rembang Tahun Ajaran 2019/2020. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan model pembelajaran Generative Learning, penelitian tindakan kelas ini ada 4 tahapan yang dilakukan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Obyek penelitian ini adalah siswa kelas XI TBSM A SMK Al-Mubaarok Rembang Tahun Ajaran 2019/2020. Pelaksanaan penelitian ini dilangsungkan dalam 2 siklus,dan hasil belajar diukur dengan melaksanakan post-test pada akhir pertemuan setelah diberikan tindakan. Analisis data yang digunakan yaitu diskriptif percentage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Generative Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan pada pencapaian persentase nilai SKM kelas pada kondisi awal 18,1% atau 6 siswa tuntas dari 33 siswa yang mengikuti pre-test, sementara 63,6% atau sebanyak 21 siswa tuntas dari total siswa yang mengikuti post-test sebanyak 33 siswa pada siklus I, dan 81,9% atau sebanyak 27 siswa tuntas dari total yang mengikuti post-test sebanyak 33 siswa pada siklus II. Sehingga terjadi peningkatan sebesar 18,3% dari siklus I ke siklus II. Untuk nilai rata-rata kelas diperoleh nilai sebesar 65,6 pada kondisi awal, 73,2 pada siklus I, sedangkan nilai rata-rata kelas pada siklus II menjadi 78,0 atau meningkat 4,8. Aktifitas siswa juga mengalami peningkatan pada kondisi awal untuk kategori tinggi sebesar 18,2% atau 6 orang dari 33 siswa menjadi 30,3% atau 10 orang dari 33 siswa pada siklus I, pada siklus ke II terjadi peningkatan menjadi 70% atau 23 orang dari 33 siswa. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dengan model pembelajaran Generative learning, siswa dapat menyampaikan konsep, meningkatkan hasil belajar siswa yang terlihat dari prestasi belajar siswa, serta dapat meningkatkan aktifitas belajar. Kata kunci : model pembelajaran Generative learning, pemeliharaan kelistrikan, hasil belajar.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA Nela Indriana; Aunu Rofiq Djaelani; Toni Setiawan
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 2 No 2 (2020): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Metode Problem Based learning dengan Media Animasi sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Memahami Dasar-dasar Perawatan Sistem Pengisian pada Siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan 3 Smk Muhammadiyah 1 Kota Tegal. Skripsi. PVTM-O. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas IVET Semarang, 2019. Tujuan penelitian adalah 1).Untuk mengkaji peningkatan hasil belajar Memahami Dasar-dasar Sistem Pengisian melalui metode Problem Based Learning dengan Media Animasi pada Siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan 3 SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal. 2).Untuk mengkaji peningkatan keaktifan siswa dalam penerapan metode problem based learning dengan Media Animasi pada Siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan 3 SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal. 3).Untuk mengkaji peningkatan kinerja guru dalam penerapan metode problem based learning dengan Media Animasi pada Siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan 3 SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal. Jenis penelitian yang telah dilakukan adalah penelitian tindakan kelas tentang seberapa besar peningkatan hasil belajar Dasar-dasar Sistem Pengisian melalui metode problem based learning dengan Media Animasi pada Siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan 3 SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal. Kesimpulan: (1).Metode Pembelajaran problem based learning dengan Media Animasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan memahami Dasar-dasar Perawatan Sistem Pengisian, pada nilai pengetahuan siswa siklus I dengan presentase ketuntasan klasikal 43% dengan rata-rata 70.7 meningkat menjadi 89% dengan rata-rata 77.3 pada siklus II. Untuk nilai keaktifan pada siklus I nilai rata-rata sebesar 70,7 dengan ketuntasan klasikal 43% meningkat menjadi 89% dengan rata-rata 77,3 pada siklus II. (2) metode pembelajaran problem based learning dengan media animasi dapat meningkatkan keaktifan siswa pada siklus I persentase keaktifan siswa sebesar 43% meningkat menjadi 89% pada siklus II. (3) Pelaksanaan proses pembelajaran dengan metode problem based learning dengan media animasi dapat secara efektif meningkatkan kinerja guru, pada siklus I persentase peningkatan aktifitas guru sebesar 25% meningkat menjadi 87,5% pada siklus II. Kata kunci : Hasil belajar siswa, Metode Problem Based Learning, Media Animasi
MENINGKATKAN KOMPETENSI SISTEM TRANSMISI KENDARAAN RINGAN DENGAN MODEL PROBLEM BASSED LEARNING (PBL) Yasmanto Yasmanto; Yohanes Sarsetyono; Nuraedhi Apriyanto
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 3 No 1 (2021): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan observasi di SMK PGRI KUWU, masih banyak guru menggunakan metode pembelajaran yang kurang efektif seperti metode ceramah. Selama pembelajaran, siswa menjadi pasif. Siswa kurang terlibat dalam proses pembelajaran karena jarang diadakan kerjasama dalam kelompok untuk menemukan dan memahami materi yang diajarkan. Hal ini dapat menyebabkan hasil belajar siswa menjadi rendah. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam bekerjasama dan meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan meningkatkan kompetensi sistem transmisi kendaraan ringan dengan model Problem Bassed learning berbasis video pembelajaran pada kelas XI TKR 1 Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK PGRI KUWU Tahun Pelajaran 2019/2020. Kesimpulannya, dengan menggunakan metode pembelajaran model Problem Bassed Learning, prosentase dan kompetensi siswa dalam mata pelajaran sistem transmisi kendaraan ringan mengalami peningkatan. Selain itu, dengan adanya penggunaaan metode Problem Bassed Learning dapat membantu siswa menjadi lebih efektif dalam belajar sehingga siswa mampu mencapai kompetensi yang diharapkan. Kata kunci: meningkatkan kompetensi, Problem Bassed Learning, video pembelajaran.
ANALISA PEMBUATAN BIODIESEL MINYAK JELANTAH DENGAN KATALIS BASA Riandy Putra; Slamet Supriyadi; Suheli Suheli
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 3 No 1 (2021): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi pengolahan biodiesel dan mengetahui kualitas bahan bakar biodiesel dari bahan baku minyak goreng bekas. Minyak goreng bekas memiliki kandungan asam lemak bebas yang cukup tinggi sehingga bila diproses menjadi biodiesel melalui Degumming, Esterifikasi Dan transesterifikasi. Proses Degumming Bertujuan Untuk Menghilangkan kotoran atau gum yang ada didalam minyak Berbentuk kristal putih. Proses estrifikasi adalah Reaksi pengubahan suatu asam karboksilat dan alkohol menjadi suatu ester menggunakan katalis asam. Dan proses transesterifikasi yang mereaksikan Triglisirida dalam minyak nabati atau lemak harwani dengan alkohol rantai pendek seperti metanol.mendapatkan kondisi proses transesterifikasi terbaik, maka dikaji pengaruh variasi suhu (60oC, 70oC ) terhadap yield biodiesel yang dihasilkan, pengaruh variasi konsentrasi katalis NaOH(0,3%, 0,6%) terhadap yield biodiesel yang dihasilkan dan pengaruh variasi rasio molar Riset Fair 2021 metanol-minyak 8:1 terhadap yield biodiesel yang dihasilkan dari minyak goreng bekas. hasil penelitian menunjukkan pada suhu 60oC, konsentrasi katalis NaOH 1% dan rasio molar methanol-minyak 8 : 1 biodiesel 0,3% dan 0,6% dengan 60 oC Menghasilkan Yield 70,40% .0,3% dan 0,6% dengan suhu 70 oC meghasilkan 60,44% . Untuk hasil densitas yang dihasilkan 0,3% menghasilkan nilai 0,88 gram/cm3 dan 0,6% menghasilkan nilai 0,868 gram/cm3 dengan suhu 60 oC dan 0,3% dengan suhu 70 oC menghasilkan 0,887 gram/cm3 dan yang 0,6% menghasilkan 0,868 gram/cm3.Untuk hasil viskositas 0,3% meghasilkan nilai 3,69mm2/S dan 0,6% menghasilkan nilai 5,53mm2/S dengan suhu 60 oC dan 0,3 dengan suhu 70 oC menghsilkan nilai 4,35mm2/S dan yang 0,6% menghasilkan nilai 5,63mm2/S . Sedangkan nilai kalor 0,3% menghasilkan nilai Pada grafik nilai kalor memberikan hasil kalor yang dapat dihasilkan oleh biodiesel sebesar 18.080 btu/pounds sedangkan 0,6% menghasilkan nilai Pada nilai kalor diatas didapatkan data 18.090 dimana data tersebut menujukan nilai kalor sebesar 18.090 btu/pounds. Kata Kunci: Biodiesel,Katalis, Minyak Goreng.
PENINGKATAN KOMPETENSI PENGGUNAAN ALAT UKUR MENGGUNAKAN ANIMASI FLASH Didik Rohmad; Fuad Abdillah; Sena Mahendra
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 1 No 2 (2019): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kompetensi siswa pada materi pemeliharaan alat ukur menggunakan media Animasi Flash pada mata pelajaran PDTO siswa kelas X TBSM B SMK Muhammadiyah Rembang . Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. didasarkan atas dasar masalah dan tujuan penelitian yang menuntut adanya perbaikan atau peningkatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non random sampling. Adapun desain penelitian yang digunakan adalah model Keis & Mc.Taggert yang terdiri dari Plan,Acting & Observation dan Reflective. Penelitian dilakukan untuk melihat peningkatan kompetensi siswa sebelum dan sesudah diberikan treatment. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa (1) hasil nilai pengetahuan melalui metode Media Animasi Flash dengan menggunakan Software Macromedia untuk kompetensi alat ukur mengalami peningkatan ketuntasan klasikal dari 44,44% pada pra siklus meningkatkan menjadi 61,11% pada siklus I dan meningkat lagi sebesar 83,33% melebihi indikator yang ditetapkan sebesar 80 pada siklus II. (2) Metode Media Animasi Flash dengan menggunakan Software Macromedia dapat meningkatkan aktifitas siswa dengan adanya peningktan nilai persentase aktifitas siswa, dari 52,78% menjadi 86,11% dari 10 kategori yang dinilai.dapat dilihat dari perubahan semakin baik pada keaktifan siswa dalam berdiskusi, siswa menjadi lebih percaya diri dalam mengemukakan pendapat dan dalam mencoba ( praktik), ketertiban dalam mengikuti pelajaran, keaktifan dalam menarik kesimpulan (temuan). (3) Media Animasi Flash dengan menggunakan Software Macromedia dapat meningkatkan keberhasilan guru dengan adanya peningkatan nilai persentase keberhasilan guru dari 70% menjadi 80% dari 10 kategori yang dinilai. (4) penerapan Media Animasi Flash dengan menggunakan Software Macromedia mampu meningkatkan hasil belajar kompetensi dasar alat ukur pada kelas X TBSM B SMK Muhammadiyah Rembang tahun pelajaran 2018-2019. Kata Kunci : kompetensi Pemeliharaan Alat Ukur, Macromedia Flash.
PENINGKATAN KOMPETENSI PRAKTIK SISTEM REM MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA TRAINER Muchammad Rizqi; Yohanes Sarsetyono; Akhmad Riszal
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 1 No 3 (2019): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model dan strategi pembelajaran sangat beragam yang mana masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangan.Salah satunya adalah model Metode Problem Based Learning karena dapat memecahkan suatu permasalahan yang nyata.Tujuan peneliti ini adalah (1) Untuk meningkatkan Kompetensi Praktik Sistem Rem Melalui Metode Problem Based Learning Dengan Media Trainer Di Kelas Xi Teknik Kendaraan Ringan Smk Tlogosari Semarang; dan (2) Untuk mengetahui sejauh mana penerapan metode problem based learning dapat meningkatkan kompetensi sistem rem pada kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Tlogosari Semarang.Hasil belajar siswa dalam pembelajaran materi sistem rem menggunakan metode problem based learning dinyatakan berhasil meningkatkan kompetensi sistem rem, pra siklus dengan ketuntasan klasikal 59%, pada siklus I mengalami kenaikan 9% dengan ketuntasan klasikal 68% karena siklus I belum memenuhi ketuntasan klasikal sebesar 80% maka penelitian dilanjutkan pada siklus II dengan mengalami peningkatan sebesar 14% dengan ketuntasan klasikal 82%. Sehingga dari hasil dinyatakan bahwa metode problem based learning dapat meningkatkan kemandirian dalam menyelesaikan masalah sehingga dapat meningkatkan hasil kompetensi peserta didik. Penelitian yang dilakukan meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar melalui model pembelajran (problem based learning) sehingga dapat meningkatkan hasil kopentensi siswa. Kata kunci: Meningkatkan hasil kompetensi siswa dalam Praktik Perawatan Sistem Rem
PENGARUH KINERJA GURU DAN PENGGUNAAN MEDIA SCANER BLUETOOTH TERHADAP HASIL BELAJAR TUNE UP INJEKSI Dicky Alif Fardana; Aunu Rofiq Djaelani; Yohanes Sarsetyono
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 2 No 1 (2020): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dicky Alif Fardana NPM : C3215110002 “Pengaruh Kinerja Guru & Penggunaan Media Scaner Bluetooth Pada Mata Pelajaran Otomotif Terhadap Hasil Belajar Tune Up Injeksi Siswa Kelas XI SMK Texmaco Semarang”. Semarang, PVTMO Universitas Ivet Semarang, 2020. Penelitian ini dibatasi pada dua variabel yang diduga mempunyai pengaruh yang lebih dominan terhadap hasil belajar yaitu penggunaan media scanner bluetooth dan hasil belajar tune up injeksi. Kinerja guru dibatasi pada pengamatan siswa terhadap kegiatan guru kejuruan mata pelajaran produktif selama melaksanakan pembelajaran teori dikelas. Dalam penelitian ini masalah dibatasi pada: 1. Prestasi belajar siswa secara keseluruhan yang menjadi indikator kompetensi dan derajat perubahan perilaku yang bersangkutan. Kompetensi yang harus dikuasai siswa perlu dinyatakan sedemikian rupa agar dapat dinilai sebagai wujud hasil belajar siswa yang mengacu pada pengalaman langsung.2.Ketersediaan media scanner bluetooth. Untuk ketersediaan media pembelajaran ini diharapkan siswa mampu mempelajari dan mempraktekan kegunaan dan fungsi scanner bluetooth yang digunakan untuk mengerjakan sesuatu dalam pelaksanaan kegiatan praktik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi praktik siswa dalam menggunakan media scaner bluetooth pada mata pelajaran otomotif siswa kelas XI TKR SMK Texmaco Semarang Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang bersifat ex post facto. Dalam ari luas penelitian ex post facto dapat diartikan sebagai pengamatan yang dilakukan pada sebuah peristiwa yang sudah berlalu, untuk menemukan fakta tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peristiwa tersebut. Penelitian kuantitatif merupakan sebuah penelitian yang memiliki karakteristik terencana,sistematis danterukur dengan jelas dalam penyusunan desain penelitiannya. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data baik data primer maupun data sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data primer didapat dari hasil angket yang disebar ke siswa sebagai responden, sedangkan data sekunder merupakan sumber data tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data,yaitu bisa lewat orang lain atau dokumen. Hasil analisis untuk kinerja guru SMK Texmaco Semarang diperoleh jumlah skor terendah 19 dan skor tertinggi 60. Siswa memberikan tanggapan bahwa kinerja guru di SMK Texmaco Semarang tinggi, sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja guru di SMK Texmaco tinggi. Media scaner bluetooh kelas XI TKR SMK Texmaco Semarang diperoleh jumlah skor terendah 19 dan skor tertinggi 60, Siswa memberikan tanggapan bahwa dalam media scaner bluetooth tinggi, sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI TKR SMK Texmaco dalam belajar melalui media scaner bluetooth adalah tinggi. Ada pengaruh positif knerja guru terhadap hasil belajar tune up injeksi yang mana dibuktikan dengan uji t yang menunjukan hasil signifikan t 0,004 lebih rendah dari 0,05 yang menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima. Ada pengaruh positif media scaner bluetooth terhadap hasil belajar yang dibuktikan dengan uji t yang menunjukan hasil nilai signifikansi t 0,000 lebih rendah dari 0,05 yang menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima dan nilai signifikansi F sebesar 0,000 lebih rendah 0,05 yang menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima. Kata kunci : Kinerja Guru, Media Scaner Bluetooth, Hasil Belajar Tune Up Injeksi
PENINGKATKAN KOMPETENSI DASAR EVALUASI KERJA SISTEM PENERANGAN MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA PANEL PERAGA MULTIFUNGSI Moh Maskuri; Nuraedhi Apriyanto; Toni Setiawan
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 2 No 2 (2020): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moh Maskuri, NPM C321611082 2020. Peningkatan Kompetensi Dasar Evaluasi Kerja Sistem Penerangan Melalui Model Problem Based Learning Dengan Media Panel Peraga Multifungsi Pada Siswa Kelas XI TBSM 2 SMK Bani Muslim Pati Skripsi. Pendidikan Vokasional Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Tehnologi Universitas Ivet Semarang. Latar belakang masalah : Banyak faktor yang berpengaruh terhadap kompetensi siswa, antara lain teknik dan strategi belajar mengajar, implementasi kurikulum serta evaluasinya. Berdasarkan pengalaman mengajar dari salah satu guru SMK Bani Muslim Pati selama ini khususnya pada setiap mata diklat produktif untuk materi Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor pada KD evaluasi kerja sistem penerangan pada siswa kelas XI TBSM 2 jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor selalu diperoleh hasil yang mengecewakan, nilai siswa rata-rata kurang dari 80. Di Kelas XI TBSM 2 SMK Bani Muslim terdapat 33 siswa, dalam mata pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor 66,7% siswa yang kompeten dan sisanya 33,3% belum kompeten. Kurang kompetennya siswa dikarenakan metode pembelajaran yang digunakan masih menggunakan ceramah dan diskusi (metode biasa). Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: 1. Untuk meningkatan kompetensi sistem penerangan pada siswa kelas XI TBSM 2 SMK Bani Muslim Pati melalui metode Problem Based Learning (PBL) dengan media panel peraga multifungsi . 2. Untuk meningkatan keaktifan siswa di kelas XI TBSM 2 SMK Bani Muslim Pati melalui metode Problem Based Learning (PBL) dengan media panel peraga multifungsi. 3. Untuk meningkatkan melalui metode Problem Based Learning (PBL) dengan media panel peraga multifungsi. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, yaitu Siklus I dan Siklus II. Dimana masing-masing siklus dilakukan dengan 4 tahapan, yaitu perencanaan, observasi, tindakan, dan refleksi. Sedangkan subjek penelitian adalah siswa kelas XI Tbsm 2 SMK Bani Muslim Pati Tahun Pelajaran 2019-2020 sebanyak 33 siswa. Kesimpulan : 1) Penerapan metode pembelajaran Problem based learning sangat efektif meningkatkan kompetensi evaluasi kerja sistem penerangan . Terbukti prestasi belajar peserta didik meningkat diliht dari ketuntasan klasikal Pra siklus 33,7%, Siklus I 66,7%, dan Siklus II 81,8%. Pada penelitian dari pra siklus sampai siklus 2 terjadi kenaikan sebesar 47 %. 2) Dalam Langkah peningkatan kompetensi evaluasi kerja sistem penerangan menggunakan pembelajaran Problem based learning dengan cara mengaktifkan peserta didik sehingga lebih aktif dalam mengerjakan proyek dan mendorong peserta didik untuk berfikir kreatif dalam merangkai wiring hearnes pada stand kelistrikan.3) Keaktifan guru pada saat pembelajaran menggunakan metode pembelajaran Problem based learning dari siklus ke siklus mengalami peningkatan. Kondisi pra siklus guru masih menggunakan metode pembelajaran ceramah (biasa). Kemudian pada keaktifan guru pada siklus dalam kategori baik. Hal ini mengindikasikan guru sudah berhasil dalam menggunakan metode pembelajaran Problem based learning. Kata kunci : Kompetensi, Evalusi Kerja Sitem penerangan, Metode Pembelajaran Problem based learning, Penelitian Tindakan Kelas.

Page 7 of 19 | Total Record : 181