cover
Contact Name
Nur Sahid
Contact Email
pengabdianseni@isi.ac.id
Phone
+6289649387947
Journal Mail Official
pengabdianseni@isi.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Seni Indonesia Yogyakarta Gedung Concert Hall ISI Yogyakarta Jalan Parangtritis KM. 6,5 Yogyakarta 55188 email: pengabdianseni@isi.ac.id HP/WA +62 818-270-415 atau +62 896-4938-7947
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Seni
ISSN : -     EISSN : 27744787     DOI : https://doi.org/10.24821/jps.v2i1
Jurnal Pengabdian Seni merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Dipublikasikan kali pertama pada tahun 2020, Jurnal Pengabdian Seni adalah jurnal hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya baik secara online maupun cetak. Jurnal Pengabdian Seni memiliki versi online dan cetak dengan jadwal publikasi dua kali setiap tahunnya yakni Mei dan November. Aim dan Scope jurnal ini adalah bidang Seni dan budaya.
Articles 88 Documents
Penerapan Musik dan Bahasa Inggris dengan Kegiatan Drama Musikal dan Liturgi Bahasa Inggris Melalui Praktik Lapangan Tematik di Gereja HKBP Laut Dendang Jeli Elvira Mangaraja; Junita Batubara; Yoas Fajar Hosea Teturia Laia; Radeston Tanjung; Ronny Marusaha Situmorang
Jurnal Pengabdian Seni Vol 4, No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v4i1.9373

Abstract

Praktik Lapang Tematik (PLT) merupakan kegiatan pendidikan yang diikuti oleh setiap mahasiswa perguruan tinggi. Dengan bekerja secara langsung di dunia usaha atau industri, secara sistematik dan terarah dengan supervisi yang kompeten di bidangnya yang bertujuan memperoleh pengalaman dan kecakapan penguasaan keahlian di suatu bidang, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh saat belajar di Universitas HKBP Nommensen kepada anak Sekolah Minggu di Gereja HKBP Laut Dendang. Metode pelaksanaan PLT dilakukan secara tatap muka. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa anak sekolah minggu yang mengalami kesulitan saat membaca liturgi dalam bahasa Inggris dan dalam drama musikal ketika mendalami peran/karakter tokoh. Dengan demikian, mahasiswa melakukan pelatihan kepada anak Sekolah Minggu melalui metode pelatihan yang lebih mudah, yaitu dengan bermain games, seperti bernyanyi sambil melakukan gerakan, main tebak-tebakan seputar hal-hal tentang bahasa Inggris dan memberi contoh memainkan karakter tokoh dalam drama musikal di depan anak Sekolah Minggu. Hal ini sangat efektif dilakukan saat mengajari anak Sekolah Minggu mengingat usia yang masih kecil sangat aktif dalam bermain daripada belajar. Untuk itu, mahasiswa melakukan metode belajar sambil bermain agar memudahkan anak untuk lebih cepat memahami pembelajaran dan merasa nyaman selama mengikuti proses pembelajaran. Thematic Field Practice is an educational activity that is followed by every college student. By working directly in the business world or in the industrial world, in a systematic and directed manner with competent supervision in their field which aims to gain experience and skills in mastering expertise in a field, the students can transfer their knowledge gained while studying at HKBP Nommensen University to Sunday school children in HKBP Laut Dendang Church. The method for implementing Thematic Field Practice was face-to-face. In practice, there are some Sunday school children who have difficulty in reading the liturgy in English and in a musical drama. Some of children have difficulty understanding the roles of the characters. Therefore, students of HKBP Nommensen University conducted training for Sunday school children through easier training methods by playing games such as singing while making movements, playing guessing games about things about the English language and giving examples of playing the characters in musical dramas in front of the children. This method was very effective when teaching Sunday school children, considering that at a young age they are very active in playing rather than studying. The results of this activity is that it makes easier for the children to understand the material more and makes the children feel comfortable during the learning process.
Pengajaran Bahasa Inggris dan Pengiringan Musik kepada Anak Sekolah Minggu di HKBP Pertahanan Kevin Yvonnaha Harefa; Junita Batubara; Yesaya Purwandana Simorangkir
Jurnal Pengabdian Seni Vol 4, No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v4i1.9618

Abstract

Praktik Lapangan Tematik (PLT) adalah program dari Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas HKBP Nommensen. Program tersebut adalah wujud pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di luar kampus dengan melakukan kegiatan sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajari oleh mahasiswa dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan mahasiswa di bidang yang ditekuni dan memberi dampak positif bagi masyarakat tempat pelaksanaan. Fakultas Bahasa dan Seni mengolaborasikan peran dari kedua program studi, yaitu Bahasa Inggris dan Seni Musik di dalam pelaksanaannya. Oleh karena peran yang berbeda dari setiap mahasiswa, metode yang digunakan dalam melakukan tugas tersebut tentu berbeda. Mahasiswa Sastra Inggris menggunakan metode belajar sambil bermain/metode fun learning, yaitu metode dengan memberikan kebebasan bagi anak untuk belajar agar tidak terbebani dengan apa yang diajarkan. Materi yang diajarkan adalah materi yang mudah dan umumnya diajarkan di sekolah sekolah dasar. Mahasiswa Seni Musik mengiringi musik bersama para pemain musik baik untuk Ibadah Sekolah Minggu maupun Ibadah Umum. Kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan dan permintaan dari pihak gereja HKBP Pertahanan. Thematic Field Practice is a program from the Faculty of Language and Art, University of HKBP Nommensen. The program is the community-based activity carried out outside the campus by conducting activities in accordance with the fields of knowledge studied by students. The aim of this activity is to increase the students' insights and skills in the field they are studying and emerge positive impacts on the community where it is implemented. The Faculty of Language and Art collaborated the roles of the two study programs, English Literature and Music Art in its implementation. Students from the two study programs were divided to carry out different assignments according to their fields. English Literature students taught English to Sunday School children, while Music Art students played music as accompaniment in both Sunday School or public worship. This activity was carried out based on the needs and requests of HKBP Pertahanan organizer.
Upaya Peningkatan Bernyanyi Paduan Suara untuk Remaja Gereja HKBP Taman Deli dalam Kegiatan Praktik Lapang Tematik Emmi Simangunsong; Ari G Parasian; Hizkia Lasro
Jurnal Pengabdian Seni Vol 4, No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v4i1.9409

Abstract

 Dalam kegiatan Praktik Lapang Tematik (PLT),  mahasiswa  Program Studi Seni Musik  melakukan   pelatihan paduan suara  untuk  remaja  Gereja HKBP Taman Deli, Medan Labuhan. Di Gereja HKBP Taman Deli anak remaja sangat berminat belajar bernyanyi dalam bentuk paduan suara. Permasalahan yang dihadapi pihak gereja/mitra adalah  anak remaja belum mampu membaca notasi dengan baik dan bernyanyi dengan benar. Oleh karena itu, anak remaja diberi pembelajaran teori dasar  musik dan  belajar lagu  “Ku Berbahagia” dalam bentuk paduan suara. Metode yang digunakan oleh tim pelatih metode pelatihan dan pendampingan. Dalam hal belajar bernyanyi, pengajar mempraktikkan langsung lagu “Ku Berbahagia” dengan menggunakan fasilitas yang ada di lingkungan Gereja HKBP Taman Deli seperti piano dan keyboard. Hasil pengajaran teori dasar musik telah meningkatkan pengetahuan  anak  remaja membaca not angka dan not balok,  membaca ritem dan melodi  lagu “Ku Berbahagia”, dan menampilkan lagu tersebut dalam perayaan Natal Gereja HKBP Taman Deli. In this Thematic Field Practice activities, students from the Music Arts Study Program conducted choir training for youth at the HKBP Taman Deli Church, Medan Labuhan. At Taman Deli HKBP Church, teenagers are very interested in learning to sing in the form of a choir. The problem faced by the church/partners is that teenagers are not yet able to read notation and sing properly. Therefore, teenagers were given basic music theory lessons and learned the song "Ku Berbahagia" in the form of a choir. The results  of the authors’ basic music teaching theory are the increasing of young singers’ abilities in reading numbers and musical notes, the ability to read the rhythm and melody of the song "Ku Berbahagia", and the performance of the choir in HKBP Taman Deli Church Christmas celebration.
Pelatihan Pembuatan Kain Ikat Celup Guna Membuka Peluang Usaha Baru Bagi Ibu-Ibu PKK Kelurahan Kutawaru, Cilacap Anung Chrispanjalu; Yayan Suherlan; Desy Nurcahyanti
Jurnal Pengabdian Seni Vol 4, No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v4i1.9647

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan teknik ikat dan pewarnaan kain ikat celup kepada ibu-ibu Kelurahan Kutawaru dengan tujuan meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka dalam menghasilkan produk kreatif yang dapat dijadikan sebagai peluang usaha baru. Pelatihan ini melibatkan kurang lebih 20 peserta perwakilan dari ibu-ibu PKK Kelurahan Kutawaru, Cilacap. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat diharapkan kegiatan PKK tidak hanya diisi dengan kegiatan arisan, tetapi juga bisa diisi dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa pembinaan pelatihan keterampilan bagi para anggotanya. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik. Oleh karena itu, pelatihan ikat celup diharapkan dapat menjadi alternatif peluang usaha bagi masyarakat desa yang membutuhkan peningkatan keterampilan dan ekonomi. Hasil dalam pelatihan ini peserta mampu memahami dan praktik langsung dalam pembuatan kain ikat celup. Peserta mampu membuat berbagai macam motif pada saat pelatihan sehingga terciptalah lembaran kain ikat celup yang sudah jadi. Diharapkan peserta dapat mengembangkan menjadi produk yang lebih kreatif dan inovatif. Produknya yang dihasilkan adalah masker, pakaian, seprai, dan produk lainnya yang berbahan dasar motif kain ikat celup. This activity aims to provide training on tieng and dyeing techniques of tie dye fabrics to the women of the Kutawaru Village in order to improve their abilities in producing creative products that can be used as new business opportunities. This workshop involved approximately 20 participants representing PKK members from Kutawaru Village, Cilacap. Through community service activities the authors consider that PKK activities will not only be restricted in lottery activities, but community empowerment activities in the form of skill development training for its members. The methods used in this activity were lecturing, discussion, question-answer, and practice methods. Therefore, tie dye training is expected to be an alternative business opportunity for rural communities who need skill and economic improvement. The result of this workshop is that participants are able to understand and practice directly in making tie dye fabrics.Moreover, participants are able to make various kinds of motifs during the training, so thet they are ready to make tie dye by themselves. The authors hope that participants can develop into more creative and innovative products. The products include masks, clothes, bed sheets, and other products made from  tie dye motifs.
Pelatihan Pembuatan Aksesori Berbahan Resin dan Bunga Kering Bersama Mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Chici Yuliana Nadi
Jurnal Pengabdian Seni Vol 4, No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v4i1.9524

Abstract

Pelatihan pembuatan aksesori berbahan dasar resin dan bunga kering di Program Studi S-1 Pendidikan Kimia, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta merupakan salah satu upaya pendidik untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk berbagi pengetahuan dan praktik langsung bersama praktisi resin, yang juga merupakan dosen di Prodi Kriya, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Peserta pelatihan berjumlah 27 orang yang merupakan mahasiswa semester ganjil tahun ajaran 2022/2023 yang telah mengikuti mata kuliah Kewirausahaan dan memiliki ketertarikan untuk belajar tentang resin. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah metode presentasi, demonstrasi, dan praktikum. Peserta pelatihan antusias bertanya dan praktik bersama praktisi untuk membuat aksesori berbahan resin dan bunga kering. Melalui pelatihan ini, selain menjadi bekal pengetahuan dan pengalaman bagi para peserta pelatihan, diharapkan pengetahuan tentang resin dapat menjadi pemantik bagi prodi untuk menyisipkan materi resin ke dalam salah satu mata kuliah praktik di Program Studi S-1 Pendidikan Kimia, UNS. Accessories-making workshop with resin and dried flowers in Bachelor of Chemistry Education Study Program, Sebelas Maret University, Surakarta is one of the educator’s efforts to provide the students with direct experience in knowledge sharing and practicing with resin practitioners, who are also lecturers in Craft Study Program, Indonesia Institute of The Art Surakarta. There were 27 participants in the training who were odd semester students of 2022/2023 academic year. They have taken Entrepreneurship course and have an interest in learning about resin. The methods used in the training were presentation, demonstration, and practicum methods. The training participants enthusiastically asked questions and practiced with practitioners to make accessories made from resin and dried flowers. Through this training, apart from being a provision of knowledge and experience for the students, the authors hope that knowledge about resin can be a trigger for study program to include resin material into one of the practical courses in Chemistry Education Study Program, Sebelas Maret University.
Optimalisasi Potensi Desa Preuner Sriharjo, Imogiri, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Melalui Desiminasi Literasi Visual Fotografi Yohanes Baptista Baud Priambodo; Raynald Alfian Yudisetyanto
Jurnal Pengabdian Seni Vol 4, No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v4i1.9525

Abstract

Literasi visual dewasa ini memiliki peranan penting dalam pola pengembangan masyarakat. Desa Preuuer Sriharjo memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, baik dari sisi ekonomi kreatif masyarakat maupun wisata alamnya. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menambah literasi visual khususnya di bidang fotografi sehingga memberikan keterampilan tambahan bagi masyarakat desa, memberikan nilai tambahan produk atau jasa, dan meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode pengabdian yang diterapkan berupa ceramah, diskursi, praktik, dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini adalah meningkatnya literasi visual masyarakat Desa Sriharjo khususnya di bidang fotografi.   Today's visual literacy has an important role in the pattern of community development. Sriharjo Village has economic potential that can be developed, both in terms of creative economy of the community and also tourism. The purpose of this activity is to increase visual literacy, especially in the field of photography so as to provide additional skills for village communities; provide additional value to products or services; and improve the economy of the people of Sriharjo Village, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta. The methods applied by the authors were lecturing, discussions, practices, and evaluations. The result of this activity is an increase in the visual literacy of the people of Sriharjo Village, especially in the field of photography.
Manajemen Upacara Adat Jumudhuling Maesa Sura sebagai Festival Seni Berbasis Desa Purwanto, Tambak Sihno; Pangestu, Jangkung Putra
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i1.12513

Abstract

Upacara Adat Jumudhuling Maesa Sura adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh KelompokSeni Bregada Lombok ijo yang berada di Padukuhan Tegalrejo, Srigading, Sanden, Bantul, DaerahIstimewa Yogyakarta. Namun, keterlibatan masyarakat masih dirasa sangat kurang. Rasa memilikimasyarakat terhadap upacara adat ini masih tergolong rendah. Ditambah lagi dengan minat generasi mudasemakin menurun. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengembangkan manajemenUpacara Adat Jumudhuling Maesa Sura sebagai festival seni berbasis desa. Metode yang digunakan adalahasset based community development (ABCD). Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara.Hasil pengabdian, dengan penerapan metode ABCD dalam Upacara Adat Jumudhuling Maesa Sura,berhasil menemukan nilai penting kegiatan upacara adat ini, yaitu pelestarian budaya gotong-rotong danmakna cerita Jumudhuling Maesa Sura sebagai perwujudan harapan serta rasa syukur terhadap TuhanYang Maha Esa. Langkah strategis untuk melestarikannya adalah dengan menerapkan manajemen festivaldengan baik meliputi perencanaan, pengelolaan sumber daya, dan pengukuran risiko yang akan dialami.Dampaknya, pengelola memiliki kerangka kerja, pemanfaatan sumber daya, dan risiko lebih terukur.Pembagian kerja yang lebih merata memicu peningkatan rasa memiliki terhadap Upacara AdatJumudhuling Maesa Sura. Jumudhuling Maesa Sura Traditional Ceremony is an annual ritual carried out by Bregada Lombok IjoArt Group located in Padukuhan Tegalrejo, Srigading Village, Sanden, Bantul Regency, DIY. Even thoughthe event has been conducted since a long time, the community is not still thoroughly involved owing to thelack of their sense of belonging. Additionally, the interest of the younger generation is continuously decreasing.Therefore, the aim of this activity is to develop Jumudhuling Maesa Sura Traditional Ceremony as a villagebasedart festival. The authors applied asset-based community development (ABCD) method. Data collectionwas carried out using interview. The results show that the application of ABCD method at JumudhulingMaesa Sura Traditional Ceremony event has succeeded in finding the essential value of ceremony. It isrelated to the preservation of the culture of mutual cooperation and the function of Jumudhuling Maesa Surastory as an embodiment of hope and gratitude towards Almighty God. The strategic step of the preservationis implementing good festival management, including planning, resource management, and measuring thefuture risks. As a result, managers have organized framework, controlled resources, and measurable risks. Amore even distribution of workload encourages a higher sense of belonging of community towardJumudhuling Maesa Sura Traditional Ceremony.
Pelatihan Karawitan dan Tari di Sekolah Dasar Negeri Mlese, Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah Nurvijayanto, Ribeth; Apriyani, Winarsi Lies
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.14097

Abstract

Program pelatihan karawitan dan tari di Sekolah Dasar Negeri Mlese, Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah memberikan materi tentang teknik tabuhan, vokal, dan sikap menari dalam konteks tradisi Jawa. Proses pelatihan dilakukan selama kurang lebih satu bulan dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi, imitatif, dan tabuh bersama. Luaran kegiatan pelatihan ini membuat karya kolaborasi antara karawitan dan tari yang disajikan dalam pertunjukan tari Gugur Gunung. Pelatihan ini bertujuan memberikan ruang untuk mengekspresikan diri, melatih kepekaan kognitif, afektif, dan psikomotorik melalui olah wiraga, wirama, dan wirasa yang bermanfaat  dalam proses belajar di sekolah. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menambah perbendaharaan materi karawitan dan tari di SDN Mlese, membangun kreativitas, kecerdasan kognitif, dan emosi, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan budi pekerti bagi siswa-siswi. Kegiatan pelatihan ini menjadi tawaran bagi pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat umum sebagai media untuk mengatasi permasalahan-permasalahan sosial yang muncul di masyarakat. Selain itu, pelatihan ini sebagai upaya preservasi dan transmisi budaya lintas generasi, meningkatkan minat siswa-siswi terhadap seni dan budaya khususnya karawitan dan tari tradisional Jawa. The karawitan and dance training program at  Mlese Gantiwarno State Elementary School, Klaten, Central Java provides material on instrument techniques, vocals, and Javanese dance techniques. The training process was carried out for approximately one month through lecturing, demonstration, imitative and music play together methods. The output of this training activity was a collaborative work between accompaniment and dance which was presented in the Gugur Gunung dance performance. This training aims to provide space to express oneself, train cognitive, affective and psychomotor sensitivity in the context of Javanese dance philosophy called wiraga, wirama and wirasa. The results of this community service are increasing the repertoire of musical and dance material at SDN Mlese, building creativity, cognitive and emotional intelligence, as well as instilling human values and manners in students. This training activity serves as a medium for the government, related agencies and the general public to overcome social problems that arise in society. Apart from that, this training is an effort to preserve and transmit across generations, increasing students' interest in art and culture, especially musical and traditional Javanese dance.
Pelatihan Kelompok Jathilan di Desa Argorejo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta Irawati, Eli; Astini, Ni Kadek Rai Dewi
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i1.12670

Abstract

Pelatihan kelompok jathilan di Desa Argorejo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta merupakan upaya untukmentransfer keterampilan dalam komposisi musik dan koreografi tari kepada kelompok Jathilan yang sedangdibina. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas berbagai elemen seperti variasi musikpengiring, tata rias, pola lantai, dan kostum, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan kreativitasseniman lokal. Kelompok jathilan yang sedang dibina antara lain Kelompok Jathilan Taruno Mudo di DesaKepuhan dan Kelompok Jathilan Sindu Kidul di Desa Sindu Kidul. Kegiatan ini mencakup pengembangangending atau lagu, pola tabuhan, pola lantai, gerak tari, tata rias, dan kostum. Pendekatan yang digunakandalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi pendekatan personal seperti demonstrasi, ceramah, latihan, danpengembangan. Hasil dari kegiatan ini termasuk pembuatan komposisi iringan musik dan pola lantai tarian,serta penataan tari dan rias busana. Training for Jathilan groups in Argorejo Village, Sedayu Subdistrict, Bantul Regency, Yogyakarta,aims to effective;y impart music composition and dance choreography skills to this group. This activity isemphasized in improving the quality of musical accompaniment, floor patterns, make-up, and costumesin order to enhance their performances. It is also automatically in line with the improvement of productivityand creativity of local artists in the future. The targeted groups of the training were Jathilan TarunoMudo Group in Kepuhan Village and Jathilan Sindu Kidul Group in Sindu Kidul Village. Theactivities involved enhancing musical compositions, drum patterns, floor designs, dance techniques,make-up, and costumes. The authors applied personal approach methods such as demonstrations,lectures, training sessions, and skill development. The outcomes of this program are the development ofmusical compositions for accompaniment, refinement of dance floor patterns, choreography creation,and redesignation of costumes and make-up.
Strategi Branding Community Desa Wisata Giriasih Gunungkidul Sebagai Destinasi Ekowisata dan Budaya Indrayana, Andika; Febriyantoko, Danang; Pradita Putra, Trisna
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.14081

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membuat strategi branding community di desa wisata Giriasih, Gunungkidul Yogyakarta agar dapat menjadi destinasi wisata berbasis ekowisata dan budaya. Kegiatan ini penting untuk dilakukan karena masyarakat Desa Giriasih memiliki keinginan, semangat, dan berbagai potensi wisata baik alam maupun produk, namun belum memiliki perencanaan yang baik, sistematis, dan minimnya teknologi penunjang produksi. Pengembangan destinasi ekowisata dan budaya terdiri dari tiga agenda utama: (1) mengajak masyarakat untuk mengidentifikasi potensi wisata di wilayah dan membuat perencanaan branding baik tempat dan media, (2) mengolah potensi alam yang ada menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dengan menggunakan teknologi tepat guna, (3) meningkatkan produktivitas UMKM sebagai support system desa wisata. Metode yang digunakan dalam program pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan partisipasi aktif warga Desa Giriasih, khususnya pengelola kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan pelaku usaha perajin UMKM, dalam pelaksanaannya program ini menggunakan metode participatory rural appraisal (PRA), yaitu pendekatan partisipasi aktif warga dalam proses disimilasi informasi yang dilakukan dari tahap awal berupa persiapan hingga tahap akhir berupa evaluasi kegiatan yang bermuara penerima manfaat bagi masyarakat. This program aims to create a community branding strategy in Giriasih tourism village, Gunungkidul, Yogyakarta, enhancing its future role as ecotourism and cultural destination. It is highly essential to conduct this program since Giriasih community are eager and enthusiastic about their varied tourism potentials, including nature and local products. However, they have not organized proper and systematic planning yet. Besides, they are still minimally exposed to more advanced production technology. The development of ecotourism and cultural destination in this village consists of three main agendas: (1) inviting the community to identify tourism potentials and make branding plans for both places and media, (2) Processing existing natural potential into products resulting economic value using appropriate technology, (3) Increasing the productivity of MSMEs as a support system for the tourist village. The method used in this community service program involved active participation of Giriasih villagers, especially the members of tourism village management (POKDARWIS) and MSME craftsmen. The authors implemented the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, an approach to active participation of residents in the information dissimilation process carried out from the initial stage (preparation) to the final stage (evaluation) of activities that benefit the society.