cover
Contact Name
Nur Sahid
Contact Email
pengabdianseni@isi.ac.id
Phone
+6289649387947
Journal Mail Official
pengabdianseni@isi.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Seni Indonesia Yogyakarta Gedung Concert Hall ISI Yogyakarta Jalan Parangtritis KM. 6,5 Yogyakarta 55188 email: pengabdianseni@isi.ac.id HP/WA +62 818-270-415 atau +62 896-4938-7947
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Seni
ISSN : -     EISSN : 27744787     DOI : https://doi.org/10.24821/jps.v2i1
Jurnal Pengabdian Seni merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Dipublikasikan kali pertama pada tahun 2020, Jurnal Pengabdian Seni adalah jurnal hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya baik secara online maupun cetak. Jurnal Pengabdian Seni memiliki versi online dan cetak dengan jadwal publikasi dua kali setiap tahunnya yakni Mei dan November. Aim dan Scope jurnal ini adalah bidang Seni dan budaya.
Articles 80 Documents
Pelatihan Penulisan Cerpen Bertema Kebudayaan dan Kesenian Sulawesi Selatan bagi Mahasiswa di Kota Makassar Rijal, Andi Samsu; Aminah, Sri Nur; Rusadi, La Ode
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.13895

Abstract

Pelestarian nilai kebudayaan dan kesenian masyarakat sangat penting untuk dilakukan oleh siapa saja dan dengan cara apa saja, termasuk mendokumentasikannya dalam bentuk karya tulis seperti cerita pendek. Pelatihan kepenulisan cerita pendek (cerpen) bertema kebudayaan dan kesenian masyarakat Sulawesi Selatan merupakan upaya untuk mengajak mahasiswa di Kota Makassar dalam melestarikan nilai-nilai kebudayaan dan kesenian. Kegiatan pelatihan ini menjadi upaya untuk meningkatkan minat dan bakat mahasiswa dalam berliterasi dan berkesenian. Peserta yang terlibat dalam pelatihan adalah mahasiswa Universitas Islam Makassar dan mentor merupakan praktisi sastra, praktisi budaya, dan dosen. Bentuk kegiatan berupa pelatihan dengan model partisipatif. Peserta pelatihan melakukan langkah-langkah seperti mendengarkan ceramah dari pakar, mengikuti tutoring, melakukan observasi sederhana, studi literatur, kepenulisan, dan penyuntingan naskah. Kegiatan pelatihan dilakukan tiga tahap: tahap pertama adalah seminar dan workshop kepenulisan (September dan Oktober 2023), tahap kedua adalah pendampingan penulisan (Januari dan Februari 2024), dan tahap ketiga adalah diseminasi hasil pelatihan kepenulisan (Oktober 2024). Luaran pelatihan ini berupa karya cerita peserta pelatihan. Hasil dari pelatihan ini dapat menumbuhkan kreativitas mahasiswa dalam menulis cerpen bertema kebudayaan dan kesenian Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berimplikasi pada pendalaman karakter mahasiswa melalui pemahaman cerpen kebudayaan dan kesenian. Preserving the cultural and artistic values of the community is highly essential to do by anyone and in any way, including documenting them in the form of written works such as short stories. Short story writing training in the theme of culture and art of South Sulawesi is an effort to encourage students in Makassar City to preserve cultural and artistic values. This activity is also an effort to increase students' interest and talent in literacy. Participants involved in the training were students from Makassar Islamic University. The mentors involved in this program were literary practitioners, cultural practitioners and lecturers. The form of activity is training with a participatory model. Training participants carried out steps such as listening to lectures from experts, taking part in tutoring, making simple observations, studying literature, writing and editing manuscripts. The training activities were conducted in three stages, the first was seminars and writing workshops (September and October 2023), the second stage was writing assistance (January and February 2024), and the third stage was dissemination of the results of the writing training (October 2024). The output of this training was in the form of stories by the training participants. The result is this program can foster student creativity in writing short stories in the varied themes of South Sulawesi culture and art. As a result, this activity leads to an implication for deepening student character through understanding cultural and artistic short stories.
Pelatihan Foto Potret Untuk Peningkatan Kemampuan Pengambilan Gambar SMA Tarakanita Gading Serpong Sanjaya, William
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.13125

Abstract

Dengan perkembangan teknologi pada era digital yang semakin pesat, dibutuhkan pengembangan kualitas sumber daya manusia yang mengacu pada perkembangan industri kreatif. Salah satu bidang yang digemari generasi muda saat ini adalah fotografi. SMA Tarakanita Gading Serpong merupakan salah satu SMA yang memiliki peserta didik dengan berbagai peminatan, salah satunya adalah fotografi. Dengan pemahaman kemampuan pengambilan gambar yang baik dan benar, kualitas foto dapat meningkat sehingga dapat dimanfaatkan dalam penggembangannya, seperti dalam pembuatan karya untuk periklanan atau komersial, dan portofolio dalam bidang fotografi tertentu. Oleh karena itu, diperlukan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) pada SMA Tarakanita Gading Serpong. Pemaparan dilakukan dengan metode participatory action research (PAR) dengan penerapan siklus KUPAR, yaitu pelaksanaan diskusi, kesepakatan, strategi pelaksanaan, kegiatan pengabdian, hingga evaluasi. PKM dilaksanakan dengan sesi pemaparan materi tentang keterampilan pengambilan gambar foto potret dan sesi praktik. Dari kegiatan yang telah dilakukan, peserta didik SMA Tarakanita Gading Serpong memberikan antusiasme dan tanggapan baik terhadap materi yang telah diberikan oleh peneliti. Dengan terlaksananya PKM SMA Tarakanita Gading Serpong, peneliti berharap agar peserta didik dapat mengembangkan kemampuan pengambilan gambar pada tingkat genre fotografi tertentu sehingga dapat menghasilkan foto yang disesuaikan dengan kebutuhan industri kreatif. Due to the increasingly rapid development of technology in the digital era, it is highly essential to develop the quality of human resources referring to the development of the creative industry. One of the fields to which today younger generations are hugely exposed is photography. Tarakanita Gading Serpong High School is one of the high schools that has students with various specializations, such as photography. By understanding the good and correct techniques to take pictures, the quality of photos can improve. These skillfully taken pictures can be used in creating work for advertising or commercial purposes, as well as portfolios in certain fields of photography. Therefore, it is necessary to carry out community service activities at Tarakanita Gading Serpong High School. The presentation was carried out using the Participatory Action Research (PAR) method with the application of the KUPAR involving discussion, agreement, implementation strategy, service activity and evaluation. This community service was carried out through material presentation sessions on portrait photo shooting skills and practical sessions. The result indicates that the students at Tarakanita Gading Serpong High School showed enthusiasm and responded well to the material provided by the author. By conducting a community service at Tarakanita Gading Serpong High School students, the author hopes that the students can develop their photography skills at a higher level, leading them to produce photos that meet the creative industry standard.
Pelatihan Fotografi dan Videografi dengan Metode Teman Sebaya di SMKN 1 Enam Lingkung, Padang Pariaman Susanti, Indah
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i1.12571

Abstract

Upaya untuk meningkatkan ruang kreativitas untuk peserta didik pada jurusan broadcasting danmultimedia sangat penting dilakukan karena berdampak langsung pada penguasaan di bidangfotografi dan videografi. Karena ttuntutan dunia industri yang menunggu SDM terampil dansiap kerja, penguasaan atau pemahaman di bidang fotografi dan videografi adalah hal yang sangatpenting. Kemampuan ini tidak terlepas dari bagaimana menata elemen visual. Penataan elemenvisual terkait masalah komposisi dan teknik fotografi. Kegiatan pengabdian bertemakanpelatihan fotografi dan videografi ini menekankan pada penataan komposisi foto dan videomelalui pembelajaran teman sebaya atau peer teaching dengan medium telepon genggam.Pengabdian ini bertujuan untuk menstimulasi kemampuan peserta didik dalam menghasilkanvisual yang berkualitas. Selain itu, pengabdian juga bertujuan untuk meningkatkan keaktifansiswa dan memotivasinya dalam proses pembelajaran di SMKN 1 Enam Lingkung. Pengabdianini menggunakan metode presentasi, praktik, observasi, dan pembelajaran teman sebaya. Hasildari kegiatan ini adalah peserta didik menjadi sangat kreatif, memahami dengan baik tentangkomposisi foto dan video untuk menciptakan karya visual, serta mampu memanfaatkanpenggunaan telepon genggam untuk berkarya. Enhancing the room for creativity of the students in Broadcasting and Multimedia department are highly essentialas creativity impacts the comprehension of photography and videography. Since students have to keep up with thedemands of the industry, mastery or understanding in the field of photography and videography, such as how toarrange visual elements, becomes such a necessary thing. The arrangement of visual elements is about compositionalissues and photographic techniques. Therefore, this activity emphasizes more on arranging photo and videocompositions through peer learning by using smartphones. It aims to stimulate the ability of students to producehigh-quality visuals, increase student activeness, and motivate them in the learning process at SMKN 1 EnamLingkung. During conducting the training, the authors implemented presentation, practice, observation and peerlearning methods. The results show that students are greatly creative, understand well about photo and videocomposition to create visual works, and are able to take advantage of the use of smartphone in taking photo andvideo.
Penciptaan Cenderamata Berbahan Limbah Industri Bambu dalam Program P3Wilsen di Wisata Puncak Sosok Kalurahan Bawuran, Pleret, Bantul Suharson, Arif; Nurs, Muhammad Akhrul; Dzikry, Bintang Antero
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.14096

Abstract

Kalurahan Bawuran terkenal sebagai sentra kerajinan industri bambu yang membuat aneka kerajinan berupa mebel bambu. Produk bambu di Kalurahan Bawuran tepatnya di Dusun Sanan merupakan warisan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang berupa lincak, kursi malas, kursi tamu, kursi taman, dan kursi santai. Eksistensi produksi industri bambu yang produksinya terus berlanjut sampai hari ini menjadi sumber kehidupan masyarakat. Kontinuitas industri bambu yang menghasilkan produk mebel juga berakibat pada melimpahnya limbah bambu berupa potongan-potongan bambu beraneka ukuran yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk digunakan sebagai produk alternatif lainnya. Limbah bambu disortir dengan hanya membedakan ukuran panjang pendeknya limbah bambu dan yang dirasa tidak dapat digunakan untuk produksi mebel kemudian dibakar atau digunakan untuk memasak. Program P3Wilsen di Dusun Sanan Kalurahan Bawuran ini menggunakan metode ceramah, diskusi, dan praktik demonstrasi dengan memberikan contoh pemanfaatan limbah industri bambu mengembangkannya bersama para perajin bambu menjadi produk yang lebih bernilai. Pelatihan dilaksanakan dari 28 Juli – 28 Agustus 2024 (satu bulan). Pemanfaatan limbah industri bambu tersebut dapat difungsikan menjadi cenderamata wisata khas Kalurahan Bawuran yang memiliki destinasi wisata Puncak Sosok. Puncak Sosok sudah terkenal sebagai tempat wisata kuliner tempat wisatawan bisa menyaksikan panorama Kota Yogyakarta dan sekitarnya pada malam hari dengan ditemani sajian live music. Produk cenderamata dari limbah industri bambu yang diciptakan berupa gantungan kunci dan aneka produk yang dapat digunakan sebagai vas bunga, tumbler, dan asbak. Bawuran is famous as a bamboo industry craft centre producing various crafts in the form of bamboo furniture. Those Bamboo products are precisely produced in Sanan in which the craftsmen’s skills are inherited from their ancestors. The bamboo crafts are in the form of a recliner, guest chair, garden chair, and lounge chair. The existence of that sustainable bamboo industry is the economic source for the community. As the bamboo industry produces furniture products, it results in an abundance of bamboo waste in the form of bamboo pieces of various sizes. However, the waste has not been optimally utilised as other alternative products. Bamboo waste is sorted by only distinguishing the length and shortness of the bamboo waste and those that are deemed unusable for furniture production are then burned or used for cooking. This program implemented several methods including lecture, discussion, and practice to provide examples of the use of bamboo industry waste to develop it into more valuable products. The training was conducted from 28 July - 28 August 2024 (1 month). The products of bamboo industrial waste can be used as a typical tourist souvenir of Bawuran Village as it has a distinguished tourism place named Puncak Sosok. These souvenir products are in the form of key chains and other various products that can be used as flower vases, tumblers, and ashtrays.
Diseminasi Keilmuan Fotografi dalam Mendukung Pengembangan Potensi Desa Canden, Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Widyantoro, Achmad Oddy; Yudisetyanto, Raynald Alfian; Kusrini, Kusrini
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i1.12520

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengembangan potensi desa melaluidiseminasi keilmuan fotografi di Desa Canden, Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.Melalui pelatihan fotografi dan pendekatan partisipatif yang intensif guna membantu masyarakatmemahami dan menerapkan teknik fotografi dalam mengembangkan dan promosi potensi wisata, budaya,dan ekonomi lokal di Desa Canden. Metode dalam pengabdian ini menggunakan penyuluhan denganbentuk ceramah, diskusi, praktik, dan evaluasi, dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakatsecara aktif dalam proses pembelajaran dan penerapan keterampilan fotografi. Hasil dari pengabdian iniadalah masyarakat Desa Canden dapat menggunakan fotografi sebagai medium untuk menggali identitaslokal, meningkatkan potensi desa, serta mempromosikan produk dan kegiatan ekonomi kreatif di DesaCanden. Pengabdian ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas hidupmasyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Desa Canden dan dapat menjadi model untukpengembangan potensi desa lainnya. The activity described in this article aims to enhance the development of Canden’s potential through thedissemination of photography knowledge. Implementing participatory approaches and photography training,the authors assisted rural communities in understanding and applying photography techniques whiledocumenting and promoting the tourism, cultural, and local economic potentials in Canden Village. Theauthors employed participatory methods to actively involve the community in the learning process andpracticing photography skills. The outcome of this activity is that the community are able to apply photographyas a medium to explore local identity, enhance village potentials, and promote products as well as activities ofcreative economy in Canden Village. This activity is expected to generate positive contributions, improve thequality of life for the community, and and sustain the development in Canden Village as it serves as a rolemodel for the other villages..
Pelatihan Seni Pertunjukan dan Seni Rupa di Desa Kembaran, Candimulyo, Magelang, Jawa Tengah Prasetyorini, Arjuni; Sukanadi, I Made; Vania, Venawa
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.13898

Abstract

Desa Kembaran adalah desa dengan sentra durian yang banyak dikunjungi oleh pengunjung yang menjadi kuliner durian. Namun, Desa Kembaran belum memiliki satu seni pertunjukan yang sesuai untuk disuguhkan kepada para pengunjung. Hal tersebut merupakan satu masalah yang perlu dipecahkan. Demikian juga, belum begitu banyak aktivitas pelatihan dan pementasan yang dilakukan di desa tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memecahkan persoalan-persoalan yang ada di komunitas seni di Desa Kembaran.  Pembinaan dan pengembangan potensi seni tradisi di masyarakat diharapkan dapat membuka peluang, mengembangkan, dan mewujudkan suatu bentuk seni pertunjukan khas Desa Kembaran yang dapat disuguhkan.  Kelompok seni yang menjadi sasaran pembinaan adalah Komunitas Swara Laras Budaya, Komunitas Seni  Warokan, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putri, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putra, Komunitas Batik Elok Sejati, dan Komunitas Seni Sablon Pemuda Opptima. Kegiatan ini  berlangsung pada Juli-Agustus 2024 yang mencakup kegiatan pengembangan dan kreasi inovasi dalam pengembangan gerak tari, gending atau lagu, dan kostum tari. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi demonstrasi, ceramah, dan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini mencakup pembuatan komposisi koreografi baru, musik pengiring,dan tata busana, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pertunjukan di Desa Kembaran. Kembaran Village is a distinguished village with its Durian production, inviting many visitors to visit this place. However, Kembaran Village does not have a performing art that is suitable to be presented to visitors as there have not been many training and staging activities carried out in the village. This program aims to develop the existence of both performing and visual art in Kembaran Village.  The development of the potential of traditional arts in the community is expected to open up opportunities and realize a typical form of performing arts in Kembaran Village.  The targeted participants of this program are several art groups in the village, such as Komunitas Swara Laras Budaya, Komunitas Seni Warokan, Komunitas Jathilan Turonggo Seta Karumpaka Putri, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putra, Komunitas Elok Sejati Batik, and Komunitas Seni Sablon Opptima. This activity was conducted in July-August 2024 involving coaching activities and innovation in the development of dance movements, gending or accompaniments, and dance costumes. The methods used in the implementation of this activity were demonstrations, lectures, and training. The result of this activity shows that the creation of new choreographic compositions, accompanying music, and fashion design ultimately enhance the quality of performances in Kembaran Village.
Pelatihan Produksi Video Promosi Operator Arung Jeram Kompas Adventure Desa Rambeanak, Mungkid, Magelang Kustanto, Lilik; Widyasmoro, Agnes; Hegar Elbaraja, Dafi Muhammad
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i1.12572

Abstract

Desa Rambeanak, Mungkid, Magelang merupakan desa yang terletak di wilayah Candi Borobudur. DesaRambeanak memiliki potensi-potensi yang banyak, di antaranya makanan khas, kerajinan tangan, danwisata arung jeram Sungai Elo. Wisatawan arung jeram sungai Elo sangatlah ramai, terlebih pada akhirpekan. Hal ini mengakibatkan bermunculannya banyak operator arung jeram sebagai jasa wisata arungjeram. Salah satu operator tersebut adalah “Kompas Adventure” yang anggotanya adalah anak-anak mudaDesa Rambeanak. Operator tersebut sudah memiliki pelanggan yang sebagian besar mendapatkaninformasi melalui media sosial Instagram dan Tik Tok. Namun, informasi tersebut perlu ditingkatkandengan video promosi wisata arung jeram yang lebih menarik dan informatif. Oleh karena itu, pengabdiankepada masyarakat ini memberikan penyuluhan atau pelatihan dalam pembuatan video promosi agar parakru operator di Desa Rambeanak semakin memiliki kemampuan dalam pembuatan video untukmeningkatkan promosi dan memberikan layanan dokumentasi wisatawan arung jeram. Metode pelatihandilakukan secara tatap muka dengan materi teori dan teknis yang dilakukan dengan berbasis proyek. Setelahmendapatkan materi teori dan pengetahuan teknis, peserta praktik langsung dengan mengerjakan sebuahproyek, yaitu produksi video promosi dengan pendampingan dari para penyuluh kegiatan.Rambeanak Village located in Mungkid, Magelang is a village near to Borobudur temple. RambeanakVillage has potentials continuously serve as tourist destinations. It has a lot of enchanting wood handicraftsand one of the favorite destinations for the tourists is rafting tour in Elo river. Elo river rafting has a hugenumber of visits, especially on weekends. Therefore, the number of rafting tour operators has been increasing.One of these operators is "Kompas Adventure" whose members are children from Rambeanak Village. Theoperator already has customers who mostly get information about the tour through Instagram and Tik Tok.However, the contents of Kompas Adventure’s social media need to be improved. The media are supposed to beinteresting, informative, and high;ly persuasive. Therefore, this activity provides counseling or training inmaking promotional videos so that the operator crew in Rambeanak Village increasingly has the ability tomake more creative and persuasive videos to improve promotion. Besides, they are also able to providedocumentation services for rafting tourists. The authors implemented face-to-face method during the training,involving theoretical and technical materials carried out on a project-based basis. After getting theoreticalmaterial and technical knowledge, then the participants were encouraged to direct practice by working on aproject. They were asked to create promotional videos assisted by the authors.
Metode Pembelajaran Teatrikal: Penerapan dalam Pelatihan Kesenian Srandul Octavia, Dilla; Siswanti, Putri Indah; Krisnawanto, Eko
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.13901

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan kesadaran agar masyarakat sekitar lebih mencintai kesenian daerahnya dan adanya peningkatan kualitas seni kelompok srandul. Rangkaian kegiatan pengabdian diawali dengan sosialisasi PPK Ormawa, seminar tentang pentingnya pelestarian kesenian, pelatihan dan pendampingan kelompok seni, serta pementasan hasil pelatihan. Hal ini dikarenakan Desa Srihardono memiliki potensi besar dalam mengembangkan kesenian, yang awalnya memiliki permasalahan masih rendahnya inovasi dalam pengembangan seni dan budaya yang digunakan untuk mengangkat citra budaya daerah, dan belum ada instruktur profesional sesuai kompetensinya untuk memberikan pelatihan. Keahlian utama yang dikembangkan dalam program ini adalah tentang keahlian dalam bermain peran dengan metode pembelajaran teatrikal yang diawali dengan proses reading naskah, dilanjutkan dengan teknik muncul, teknik latihan pengembangan, dan teknik improvisasi. Hal ini dilakukan untuk memberikan keterampilan kepada kelompok seni srandul. Setelah adanya program dari tim pengabdian PPK Ormawa, kesenian ini kembali aktif melakukan latihan dan anggota kelompok seni dapat memainkan kesenian Srandul dengan baik karena lebih menguasai teknik dalam memainkan kesenian srandul. The purposes of this community service activity are to raise awareness, leading the local community to develop a greater appreciation for their regional arts and to improve the quality of Srandul art group. The series of community service activities began with a socialization to the PPK Ormawa, a seminar on the importance of preserving the arts, training and mentoring for the art group, and a performance of the training results. Srihardono Village has great potential to develop the arts, but it initially faced issues such as a lack of innovation in the development of art and culture used to elevate the regional cultural image as well as the absence of professional instructors with the necessary expertise to provide training. The primary skill developed in this program is acting, using theatrical learning methods started with a script reading process. It was then  followed by techniques for performance, training development techniques, and improvisation techniques. The authors carried out all the sequences of activity to equip the Srandul art group with the necessary skills. The result shows that after participating in this program, the supporters of Srandul art have become more active in rehearsals and the members of the art group can perform Srandul much better since they have mastered the techniques of playing Srandul art.
Peningkatan Nilai Produk Limbah Kayu sebagai Elemen Dekoratif Interior untuk UMKM Furnitur di Desa Wisata Giriasih, Gunung Kidul Febriyantoko, Danang
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i1.12550

Abstract

Desa Wisata Giriasih, dengan statusnya sebagai desa wisata di wilayah Kapanewon Gunungkidul, memilikipotensi besar dalam aspek sumber daya alam dan budaya serta keberadaan UMKM yang mendukungperekonomian masyarakat. Salah satu UMKM yang berkembang cukup pesat dan dapat stabil memenuhipesanan pasar adalah industri mebel dan furnitur. Industri mebel dan furnitur di Desa Giriasih menghadapipermasalahan banyaknya limbah kayu sisa produksi yang belum termanfaatkan. Limbah-limbah kayu sisaproduksi mebel sementara hanya digunakan sebagai kayu bakar, padahal limbah ini mempunyai nilaiekonomis apabila dapat diolah kembali dengan kreativitas yang lebih baik. Program penyuluhan seni iniberupaya menjawab permasalahan tersebut dengan mendesain aksesori interior berbahan limbah sisaproduksi dari UMKM di Desa Wisata Giriasih. Metode yang digunakan dalam program penyuluhan iniadalah melalui workshop yang dilalui melalui tahapan explosing, redefining, managing, prototyping, dantrandspoting. Sasaran dari program ini adalah para perajin kayu berbasis UMKM dan masyarakat umum diDesa Wisata Giriasih. Luaran dari program penyuluhan ini berupa dua buah desain produk asesoris interiorberbahan limbah kayu berupa desain produk mebel penyimpanan dan meja gambar portable. Dari hasilproduk olahan limbah tersebut kemudian dipromosikan di gerai unggulan produk ekspor dan kerajinankreatif di Kota Yogyakarta dengan harapan dapat berdampak positif terhadap pelaku UMKM di Desa WisataGiriasih. Giriasih tourism village, a tourism village in Gunungkidul, has great potentials in terms of natural resources,cultures, and MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises). One of the MSMEs which quite rapidly andstably meet the market demands is the furniture industry. The furniture industry in Giriasih village is facinga problem since a lot of wood waste has not been wisely utilized. So far, wood waste from furniture production isonly used as firewood even though the wastes have high value and potentially worthy to reprocess. By conductingthis activity, the authors attempt to tackle this problem by designing interior accessories made from woodproduction waste. The authors conducted workshop as a method that went through several stages: exploring,redefining, managing, prototyping, and trendspotting. The target of this program is MSME-based woodcraftsmen and the society. The output of this program is 2 interior accessory product designs made from woodwaste in the form of storage furniture product designs and portable drawing tables. The results of the processedwaste products were then promoted at leading export product and creative craft outlets in Yogyakarta.Keywords: waste, wood, decorative, interior, Giriasih Tourism Village
Penyuluhan Seni Pengembangan Motif dan Warna pada Kelompok Perajin Batik Ibu-Ibu PKK Desa Surojoyo Sukanadi, I Made; Angel, Birgitta
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i1.12519

Abstract

Desa Surojoyo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Candimulyo, KabupatenMagelang yang terkenal luas sebagai surganya durian. Desa Surojoyo tergabung dalam lembaga desatermasuk Pemberdayaan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kegiatan PKK yang dilakukanberupa produksi batik. Namun, teknik dan motif yang dihasilkan relatif harus dikembangkan danditingkatkan kualitasnya. Perlu adanya pengembangan motif yang menjadi ikon berkarakter khasDesa Surojoyo. Produk batik yang dikerjakan oleh ibu-ibu PKK hanya terbatas pada material utamakain mori dengan pewarnaan naptol. Selama ini belum ada pembaharuan teknik pewarnaan sehinggaperlu dikenalkan jenis pewarna lainnya seperti remasol. Penyuluhan ini bertujuan untukmeningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok perajin batik ibu-ibu PKK DesaSurojoyo sehingga mampu memproduksi kerajinan yang bervariasi. Selain itu, penyuluhan ini jugauntuk meningkatkan keterampilan dalam membuat desain produk serta bentuk motif yang khasSurojoyo. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini adalah denganmemberikan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Melalui kegiatan penyuluhan seni yangtelah dilakukan, para peserta mampu mengerjakan beberapa produk batik dan mampu memodifikasibatik menjadi souvenir. Berdasarkan hasil penyuluhan seni ini dipandang perlu perhatian dari instansiterkait untuk dilaksanakan lagi program lanjutan yang lebih intensif dan berkesinambungan. Surojoyo Village, located in Candimulyo District, Magelang Regency, is widely known as a durianparadise. The village is part of the Village Development Institution, including the Family WelfareEducation Empowerment (PKK). One of PKK's activities is batik production. However, the techniquesand motifs applied need to be developed and improved. There is a need to develop motifs that become theicons and characteristic of Surojoyo Village.The batik products made by PKK members are currentlylimited to using plain cotton as the main material and naphthol dyes. So far, there has been noinnovation in dyeing techniques. Therefore, it is highly essential to introduce other types of dyes such asremasol. This training activity e aims to improve the knowledge and skills of batik creators in order toproduce various handicraft products. It also aims to improve their skills in designing products andcreating distinctive Surojoyo motifs. The methods applied by the authors during conducting the trainingwere providing counseling, training, and mentoring. The results indicate that the participants are ableto make several batik products and modify batik into souvenirs. Based on the results, it is considerednecessary for relevant agencies to carry out a more intensive and sustainable follow-up program.