cover
Contact Name
Mirnanda Cambodia
Contact Email
teknikasainssaburai@gmail.com
Phone
+6285345212300
Journal Mail Official
teknikasainssaburai@gmail.com
Editorial Address
LPPM Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Jl. Imam Bonjol No. 468 Langkapura, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Teknika Sains : Jurnal Ilmu Teknik
ISSN : 25486403     EISSN : 25486411     DOI : https://doi.org/10.24967/teksis
Core Subject : Engineering,
Journal of Teknika Sains aims to provide a forum for national and international academicians, researchers and practitioners on civil and mechanical engineering and related field to publish the original articles. All accepted articles will be published and will be freely available to all readers with worldwide visibility and coverage. The scope of the Journal of Teknika Sains is specific topics issues in civil and mechanical engineering and related fields such as (but not limited to): 1. Energy conversion, 2. Manufacture, 3. Power, 4. Structural Engineering, 5. Construction Engineering & Management, 6. Geotechnical Engineering, 7. Water Resources Engineering, 8. Transportation Engineering.
Articles 158 Documents
ANALISIS STABILITAS STRUKTUR ABUTMENT PADA JEMBATAN WAY TALANG MULYA KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN Cahya Sujatmiko
TEKNIKA SAINS Vol 3, No 2 (2018): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v3i2.630

Abstract

Abutment merupakan salah satu bagian dari struktur bangunan bawah jembatan yang berfungsi untuk meneruskan beban dan gaya dari struktur bangunan atas jembatan ke pondasi. Dari pondasi, beban dan gaya tersebut disalurkan ke tanah. Mengingat pentingnya struktur Abutment, maka pada perencanaan jembatan desain Abutment harus bisa mengakomodir beban dan gaya yang bekerja dari struktur atas maupun abutment itu sendiri. Peraturan pembebanan yang digunakan dalam perhitungan stabilitas abutment ini mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) RSNI T-02-2005. Standar ini  membahas  masalah  beban  dan  gaya-gaya  lainnya  yang  dapat  menjadi petunjuk dalam merencanakan suatu konstruksi jembatan. Gaya guling dan gaya geser merupakan gaya utama yang bekerja pada abutment. Jika abutment tidak dapat menahan kedua gaya tersebut maka abutment akan mengalami keruntuhan. Setelah dilakukan perhitungan stabilitas dengan menggunakan kombinasi beban dan gaya yang bekerja, maka Jembatan Way Talang Mulya aman terhadap pengaruh gaya guling dan gaya geser melebihi nilai angka aman yang telah diisyaratkan, nilai yang disyaratkan untuk gaya guling adalah 2,2,  sedangkan  untuk  gaya  geser  adalah  1,1.  Stabilitas  guling  arah  x menghasilkan angka 2,47 lebih dari 2,2. Stabilitas guling arah y menghasilkan angka 8,75 lebih dari 2,2. Stabilitas geser arah x menghasilkan angka 1,81 lebih dari 1,1. Stabilitas geser arah y menghasilkan angka 4,14 lebih dari 1,1. Daya dukung tanah terhadap pondasi telapak abutment melebihi dari nilai tegangan izin, dengan nilai tegangan ijin 170,91 kN/m2, sedangkan nilai daya dukung tanah 416,78 kN/m2 . 
Kajian Sifat Mekanik Geopolimer dengan Penguat Serat Karbon untuk Aplikasi Pipa Muh Thohirin; Wisnaningsih Wisnaningsih
TEKNIKA SAINS Vol 5, No 2 (2020): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v5i2.1084

Abstract

PENGARUH ZAT ADITIF TERHADAP KUAT TEKAN BETON K-225 MENGGUNAKAN BATU BASALT SCORIA Cahya Sujatmiko
TEKNIKA SAINS Vol 3, No 1 (2018): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v3i1.607

Abstract

Indonesia is a developing country that is doing a lot of development in all areas such as: the construction of buildings, bridges, dams, canals, and others. Various studies and experiments in the concrete field are carried out as an effort to improve the quality of concrete, material technology and implementation techniques obtained from the results of research and experiments intended to answer the increasingly high demands on the use of concrete and overcome the obstacles that often occur in the implementation work at outdoor. The use of added materials (Admixture) can help solve these problems. The purpose of this study was to determine the extent of the influence of additives on the compressive strength of k-225 concrete using basalt scoria stone. The making of k-225 concrete used cuboid sized molds (15cm x 15cm x 15c) in research into the manufacture of concrete to produce high quality concrete. The research method used was an experimental method conducted at the laboratory of PT. Gig Polah Raya Jl. Lintas Sumatera KM 22 Sukabandung South Lampung, namely by carrying out or physically experimenting on concrete tests, which used additives, as many as 24 test objects, namely 6 without additives and 6 additives 0.45%, and 0.55% and 0.63% and normal compressive strength k-225. The aim is to know the average compressive strength between normal concrete and concrete using a mixture of additives as a reference.
PERENCANAAN PERKERASAN JALAN BETON SEMEN PORTLAND STUDI KASUS PENINGKATAN JALAN WAY SEKAMPUNG – SP. BAKAUHENI Ayu Herzanita; Farida Juwita
TEKNIKA SAINS Vol 5, No 1 (2020): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan perkerasan kaku di Indonesia menunjukkan kemajuan yang signifikan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Dari proyek yang ada, penggunaan perkerasan kaku tidak pernah terjadi kegagalan struktural, sangat berbeda dengan proyek yang menggunakan perkerasan jalan aspal (perkerasan lentur). Bahkan banyak, penggunaan struktur perkerasan kaku sebagai gantinya untuk mengatasi kegagalan struktur perkerasan lentur, di beberapa tempat, terutama di tempat-tempat di mana kondisi tanah pada dasarnya (tanah dasar) kondisi jelek, atau drainase. Beberapa proyek jalan yang menggunakan perkerasan jalan beton, skala besar, menggunakan peralatan konstruksi modern dengan tujuan untuk mencapai kualitas yang dibutuhkan, biaya lebih rendah dan waktu pelaksanaan yang lebih cepat. Metode penelitian yang dilakukan pada Perencanaan Jalan Beton Semen Portland Studi Kasus Peningkatan Jalan Way Sekampung - SP. Bakauheni. Dimana hasil perhitungan tebal perkerasan dalam hal daya dukung tanah menurut Analisis Terzaghi Mayerhof. Dari perhitungan perkerasan jalan beton yang telah dihitung dalam hal ketebalan dan pemuatan daya dukung tanah yang ada, ditemukan bahwa daya dukung tanah yang ada dapat mendukung beban yang ada pada area beban lapangan.
ANALISIS MODEL PERIODIK DITINJAU DARI CURAH HUJAN HARIAN DARI BEBERAPA STASIUN DI SUB DAS WAY KANDIS Farida Juwita
TEKNIKA SAINS Vol 1, No 1 (2016): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v1i1.123

Abstract

Indonesia sejak dahulu sudah dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Dengan demikian diperlukan pengelolaan yang baik untuk meningkatkan produksi pertanian tersebut. Salah satu faktor utama penunjang keberhasilan program tersebut adalah perbaikan sarana irigasi, pembangunan bangunan air seperti bendungan dan revitalisasi jaringan irigasi perlu ditingkatkan dan dikembangkan.Variasi perbandingan besarnya parameter periodik dan stokastik dapat ditentukan menggunakan pemodelan yang membutuhkan data masukan berupa data curah hujan. Model periodik dan stokastik curah hujan dihasilkan dengan menguraikan data curah hujan menjadi komponen-komponen periodik dan stokastik sebagai pembanding antara data curah hujan dengan pemodelan. Untuk membuktikan satu seri pencatatan dari data hujan adalah sangat sulit, sehingga terkadang untuk meramal atau menambah data pencatatan hujan, pembuatan simulasi data hujan sintetik diperlukan.Dengan melihat karakteristik curah hujan daerah Way Kandis yang dihasilkan dari model tersebut, dapat dilakukan simulasi curah hujan harian sintetik yang lebih akurat dari pada simulasi yang hanya mempergunakan model periodik curah hujan harian Way Kandis. Model ini bisa dipergunakan untuk menghasilkan data hujan buatan yang sangat akurat dan realistis dipergunakan untuk perencanaan irigasi atau proyek sumber daya air di masa yang akan datang untuk daerah Way Kandis.Dengan menggunakan metode transformasi dapat menghasilkan data curah hujan harian sintetik seri waktu yang hasilnya mendekati data curah hujan terukur.Spektrum curah hujan dari data curah hujan seri waktu digunakan sebagai masukan untuk menghasilkan program periodik stokastik curah hujan buatan untuk mensimulasikan data curah hujan sintetik. Dengan adanya komponen stokastik curah hujan, model curah hujan harian sintetik yang dihasilkan menjadi sangat akurat dengan koefisien korelasi rata-rata model periodik adalah 0,9165. Nilai koefisien korelasi yang dihasilkan hampir mendekati 1, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode FFT sangat akurat untuk menghasilkan curah hujan harian sintetik yang signifikan.Kata kunci : agraris, hujan, irigasi, periodik, stokastik, model.
DESAIN BELT CONVEYOR UNTUK PENCURAHAN MATERIAL DENGAN KAPASITAS 125 TON PER JAM, LEBAR SABUK 400 MM DAN VOLUME ANGKUT 96,154 TON PER JAM Farizal , Hamimi Farizal , Hamimi
TEKNIKA SAINS Vol 2, No 1 (2017): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v2i1.57

Abstract

Pesawat angkat jenis hoesting machine dipergunakan ntuk mengangkat atau memindahkan muatan yang berjumlah tertentu secara sekaligus. Jenis ini meliputi antara lain crane, wrench, dongkrak, dan sebagainya, sedangkan jenis conveying machine diperguakan untuk memindahkan atau mengangkat muatan dalam satuan unit dan berlangsung kontinyu atau terus-menerus.Berdasarkan hasil penelitian belt conveyor didapatkan data sebagai berikut: a. Kapasitas (kapasitas angkut (Q) 125 ton/jam, kapasitas per meter (g) 0,0434 ton/m, volume angkut per jam (v) 96,154 ton/jam; b. Sabuk (lebar sabuk (B) 400 mm, tebal sabuk (?) 6 mm, panjang sabuk 22.000 mm); c. Puli (diameter puli (Dp) 375 mm, panjang puli (Lp) 500 mm, putaran puli (np) 40 rpm; d. Rol penumpu (diameter (Dr) 108 mm, panjang (Lr) 500 mm; d. Frame (standarisasi SII.0233-79, baja canai bertepi bulat canai panas dengn simbol V-60, bahan BJ34); e. Motor penggerak (motor listrik merk HITACHI, tipe TFC, 3-phase 200-600V, 50/60 Hz IEC Standard, frame size TFOL 132 MF, daya output: 7,5 Kw - 4 pole, putaran 800 rpm); f. Reduction Gear (merk produksi bellpony, perbandingan transimisi 1/20, daya input 17,82 Kw, tipe PA 50, putaran input 800 rpm).Kata kunci: disain, belt conveyor, pencurahan material, kapasitas, lebar sabuk, volume angkut
ANALISIS KINERJA JARINGAN IRIGASI PADA PINTU AIR SALURAN SEKUNDER DAERAH IRIGASI BEKRI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Lilik Aryanto
TEKNIKA SAINS Vol 4, No 1 (2019): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v4i1.636

Abstract

Pembangunan saluran irigasi untuk menunjang penyediaan bahan pangan nasional sangat diperlukan, sehingga ketersediaan air di lahan akan terpenuhi walaupun lahan tersebut berada jauh dari sumber air permukaan (sungai). Hal tersebut tidak terlepas dari usaha teknik irigasi yaitu memberikan air dengan kondisi tepat mutu, tepat ruang dan tepat waktu dengan cara efektif dan ekonomis. Hasil kajian ini di harapkan dapat bermanfaat untuk memberikan informasi tentang kondisi Daerah Irigasi Bekri dan permasalahannya, memberikan gambaran kinerja jaringan irigasi melalui evaluasi kinerja pintu air pada salah satu saluran sekunder Daerah Irigasi Bekri serta memberikan kontribusi kepada pihak pemerintah dengan cara transfer ilmu dan teknologi peningkatan kinerja daerah irigasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survey dan pengukuran debit air secara simulasi per 5 cm, ini dimaksudkan untuk memperoleh akurasi data yang tinggi sehingga dalam plotting ke kurva,  regresi  yang dihasilkan  juga  baik.  Pengukuran  debit  menggunakan  alat pengukur kecepatan aliran (current meter). Berdasarkan dari hasil kajian dan analisis data diperoleh selisih perhitungan debit hasil pengukuran maksimum terjadi pada kondisi pintu air dibuka setinggi 15 cm dengan selisih nilai 0,041 m3/detik. Hasil perhitungan perkiraan dampak analisis ekonomi terhadap selisih debit yang  terjadi  pada  pintu  air  saluran  sekunder  BBK  7  tersebut  menimbulkan kerugian Rp. 830.250.000,00 (delapan ratus tiga puluh juta dua ratus lima puluh ribu rupiah). Hasil perhitungan tersebut hanya berlaku untuk pintu air sekunder BBK 7 Daerah Irigasi Bekri.
Kaji Eksperimen Pengaruh Variasi Temperatur Pemanasan dan Media Pendingin pada Proses Quenching terhadap Perubahan Kekerasan Sprocket Gear Sepeda Motor Non Original Tri Cahyo Wahyudi; Eko Nugroho; Eko Budiyanto; M Farikil Maktum
TEKNIKA SAINS Vol 6, No 1 (2021): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v6i1.1232

Abstract

Baja karbon merupakan logam yang banyak digunakan terutama untuk membuat alat-alat perkakas, alat-alat pertanian, komponen otomotif, kontruksi, perpipaan dan alat-alat rumah tangga. Dalam aplikasi pemakaiannya, semua baja akan terkena pengaruh gaya luar berupa gesekan, kekerasan, maupun tekan, sehingga menimbulkan deformasi atau perubahan bentuk. Usaha menjaga baja agar lebih tahan gesekan, kekerasan atau tekanan adalah dengan cara mengeraskan baja tersebut, yaitu salah satunya dengan perlakuan panas heat treatment. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur pemanasan dan pengaruh jenis media pendingin terhadap sifat mekanik sprocket gear, mengetahui temperatur ideal dan media pendingin yang paling optimal untuk meningkatkan sifat mekanik sprocket gear. Penelitian ini menggunakan sprocket gear non original (imitasi) tipe sepeda motor bebek dengan merk Suzuki Smash, menggunakan varian temperatur 800ºC, 850ºC, dan 900ºC dan ditahan (holding time) selama 45 menit dengan variasi Media sebagai pendingin menggunakan air, air garam, dan oli. Untuk pengujian kekerasan dilakukan menggunakan alat Rockwell skala B.  Setelah dilakukan pengujian nilai kekerasan pada material dengan variasi media pendingin dan variasi temperature pemanasan dapat diketahui temperature ideal dan media pendingin yang paling optimal adalah pada media pendinginn air garam dengan temperature 9000C  sebesar 84 HRB, sedangkan temperature pemanasan dan media pendingin yang kurang ideal adalah pada media pendingin oli pada temperature 8500C  sebesar 52 HRB.
PENGARUH HASIL PEMBAKARAN BASALT SCORIA SUHU 16000C SEBAGAI FILLER DALAM MORTAR MUTU TINGGI Ahmad Hidayat; Lilik Aryanto
TEKNIKA SAINS Vol 3, No 2 (2018): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v3i2.626

Abstract

Kebutuhan semen di Indonesia meningkat seiring dengan kemajuan pembangunan infrastruktur. Pemenuhan akan kebutuhan bahan baku pembangunan tersebut dibutuhkan sumber mineral yang cukup tinggi. Oleh karena itu perlu adanya inovasi terbaru guna memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan semen dari bahan batu basalt scoria. Pembakaran batu basalt bertujuan untuk mengurai partikel batuan dan menjadikan permukaan lebih halus. Kehalusan permukaan diharapkan dapat meningkatkan kekuatan mortar pada uji kuat tekan. Untuk mengetahui pengaruh pembakaran suhu tinggi batu basalt scoria terhadap kuat tekan maka dilakukan penelitian mengenai pengaruh hasil pembakaran basalt scoria suhu 1600oC sebagai filler dalam mortar mutu tinggi. Penelitian ini dilakukan di Laboraturium PT. Manggung Polah Raya yang beralamat di Jl. Lintas Sumatera KM 22 Sukabandung Lampung  Selatan,  pelaksanaan  penelitian  dilakukan secara ekperimental. Benda uji dalam penelitian ini adalah benda uji berbentuk kubus ukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm yang menggunakan abu batu hasil pembakaran batu basalt scoria suhu 1600°C dengan kandungan abu batu basalt scoria 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5% mengurangi penggunaan semen serta ditambahkan additive naptha 511 prime untuk mengurangi penggunaan air pada semen. Untuk waktu pengujian dilakukan pada umur 3, 7, dan 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pembakaran pada suhu 1600oC  berpengaruh  terhadap  tingkat  kehalusan  agregat  batu  basalt  scoria  hingga mencapai modulus kehalusan 0,13786%. Modulus kehalusan memberikan tingkat optimal untuk mendapatkan density dan kekuatan beton maksimum. Kehalusan atau kekasaran agregat dapat mempengaruhi kelecakan dari mortar beton. Penggunaan agregat halus batu basalt scoria pada komposisi penggunaan sebanyak 3% meningkatkan kuat tekan sebesar 200,73kg/cm2  dari beton normal (tanpa menggunakan agregat batu basalt scoria) atau sebesar 64,68%. Kuat tekan beton rata-rata mencapai 41,61 Mpa sehingga masuk pada katgori beton mutu tinggi sesuai standar yang ditetapkan ACI dan SNI.
PENGARUH RASIO REGANGAN TERHADAP PERILAKU LOW CYCLE FATIGUE (LCF) PADUAN AL 7075-T7 Ari Beni Santoso; Indriyani Indriyani
TEKNIKA SAINS Vol 5, No 1 (2020): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v5i1.703

Abstract

Paduan aluminium 7075 banyak digunakan di industri pesawat terbang untuk komponen pada spar depan, stabilizer, frame yang membutuhkan ragam kekuatan tinggi dan rasio kepadatan rendah. Industri kedirgantaraan dan otomotif perlu merancang material ringan, dimana paduan aluminium sering digunakan sebagai Komponen utama.Aluminum paduan memiliki sifat tahan korosi yang baik. Bahan ini digunakan di lapangan yang luas tidak hanya untuk peralatan rumah tangga tetapi juga untuk keperluan industri, misalnya konstruksi pesawat terbang, mobil, kelautan dan konstruksi lainnya. Fenomena daktilitas menurun karena deformasi pra-kelelahan, adalah yang paling signifikan untuk Kombinasi waktu pra-kelelahan yang lama, kelembaban tinggi, dan laju regangan yang rendah. Proses pembuatan bentuk dan dimensi spesimen disiapkan sesuai standar ASTM E8 untuk spesimen tarik dan standar ASTM E606 untuk uji LCF. Karakterisasi perubahan struktur material dan jenis kegagalan yang terjadi pada penggunaan OM, SEM dan EDX. Paduan aluminium 7075-T7 mengalami kelelahan secara sistematis pada pengujian kelelahan siklus rendah dengan rasio regangan (R) = -1, -0.05, 0.05, and 0.5,laju regangan = 4 × 10 3/s, dan amplitudo regangan = 0,006 mm / mm , 0,008 mm / mm, 0,010 mm / mm, 0,012 mm / mm, 0,014 mm / mm dan 0,016 mm / mm. Paduan alumunium menunjukkan stabilitas kontinu untuk siklus kegagalan, dan umur material tertinggi (umur kelelahan) ditemukan pada rasio regangan = 0,05 dengan amplitudo regangan = 0,016 mm / mm sedangkan umur kelelahan terendah adalah rasio regangan = -0,05 dengan amplitudo regangan = 0,006 Mm / mm, di mana material menunjukkan pengerasan siklik siklis pada siklus gagal pertama.

Page 2 of 16 | Total Record : 158