cover
Contact Name
Mirnanda Cambodia
Contact Email
teknikasainssaburai@gmail.com
Phone
+6285345212300
Journal Mail Official
teknikasainssaburai@gmail.com
Editorial Address
LPPM Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Jl. Imam Bonjol No. 468 Langkapura, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Teknika Sains : Jurnal Ilmu Teknik
ISSN : 25486403     EISSN : 25486411     DOI : https://doi.org/10.24967/teksis
Core Subject : Engineering,
Journal of Teknika Sains aims to provide a forum for national and international academicians, researchers and practitioners on civil and mechanical engineering and related field to publish the original articles. All accepted articles will be published and will be freely available to all readers with worldwide visibility and coverage. The scope of the Journal of Teknika Sains is specific topics issues in civil and mechanical engineering and related fields such as (but not limited to): 1. Energy conversion, 2. Manufacture, 3. Power, 4. Structural Engineering, 5. Construction Engineering & Management, 6. Geotechnical Engineering, 7. Water Resources Engineering, 8. Transportation Engineering.
Articles 158 Documents
Analisis Pemetaan Tingkat Risiko Banjir Bandang pada Sub-DAS Air Betung, Kota Pagaralam Destania, Henggar Risa; Syarifudin, Achmad; Jamilah, Wardatul; Sabrina, Balqis
TEKNIKA SAINS Vol 10, No 2 (2025): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v10i2.4630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh peta sebaran kejadian banjir dan genangan di Sub-DAS Air Betung, Kota Pagar Alam. Kota Pagar Alam berada pada ketinggian 200–1500 meter di atas permukaan laut dengan karakteristik geografis berupa daerah pegunungan dan perbukitan, relief bergelombang hingga curam, kawasan hutan, perkebunan rakyat, permukiman, serta daerah aliran sungai (DAS). Rata-rata curah hujan tahunan berkisar 234,50 mm dengan kisaran suhu udara antara 14°C hingga 35°C. Berdasarkan Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) oleh BNPB untuk periode 2014–2019, terdapat lima kejadian banjir bandang yang menyebabkan kerusakan satu unit rumah, saluran irigasi sepanjang ± 50 meter, dinding penahan sepanjang ± 25 meter, serta area pertanian seluas ± 30 hektar. Pendekatan penelitian menggunakan pemetaan indeks risiko untuk menentukan tingkat risiko banjir bandang melalui analisis indeks bahaya, indeks kerentanan, dan indeks kapasitas. Indeks bahaya dihitung menggunakan metode Flash Flood Potential Index (FFPI), sedangkan indeks kerentanan dan kapasitas dianalisis menggunakan persamaan sesuai Perka BNPB No. 2 Tahun 2012 dan diolah menggunakan perangkat lunak ArcGIS versi 10.4. Hasil penelitian mengelompokkan indeks risiko ke dalam tiga kelas, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa Kecamatan Pagar Alam Selatan merupakan wilayah dengan nilai indeks risiko tertinggi dibandingkan kecamatan lain di kawasan Sub-DAS Air Betung, Kota Pagar Alam.
Analisis Kerentanan Tsunami Pada Pola Ruang Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Menggunakan Sistem Informasi Geografis Sasongko, Respati Anton; Zakaria, Ahmad; Persada, Citra; Kusumastuti, Dyah I.; Wahono, Endro P.
TEKNIKA SAINS Vol 10, No 2 (2025): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v10i2.4551

Abstract

Tsunami tahun 2018 yang melanda perairan Selat Sunda mengakibatkan kerusakan insfrastruktur, korban jiwa, dan trauma yang mendalam bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir pantai. Masyarakat yang terdampak bencana tsunami menjadikan kembali wilayah pesisir pantai sebagai lahan terbangun dan pusat kegiatan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola ruang berbasis bencana tsunami dengan kondisi eksisting, dan menentukan zonasi penggunaan lahan di Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan. Analisis spasial dengan metode weighted overlay menggunakan sistem skoring dan pembobotan berdasarkan aspek kerentanan fisik lingkungan berupa elevasi, jarak dari garis pantai, dan aspek kerentanan infrastruktur wilayah berupa penggunaan lahan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tingkat kerentanan tsunami tinggi 3,523%, kerentanan sedang 14,603%, dan kerentanan rendah 81,874% dari luas total. Tingkat kerentanan tinggi merupakan pemukiman penduduk yang berada di Garis Sempadan Pantai, sehingga keberadaan pola ruang Kecamatan Rajabasa belum sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lampung Selatan yang berbasis mitigasi bencana tsunami. Arahan penggunaan lahan sebagi bentuk mitigasi bencana tsunami berupa Zona Penyanga, Zona Akuatik, Zona Kepadatan Rendah, Zona Aman Terbangun.
Rekonstruksi Evolusi Geologi Daerah Banding Agung dan Sekitarnya Berdasarkan Analisis Stratigrafi, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan Kurniawan, Muhammad; Salni, Muhammad Alfath Salvano
TEKNIKA SAINS Vol 10, No 2 (2025): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v10i2.4552

Abstract

Daerah penelitian terletak pada Kecamatan Banding Agung dan Sekitarnya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kembali proses pengendapan batuan dan merekonstruksikan sejarah geologi pada daerah penelitian. Daerah penelitian secara geologis termasuk dalam Sub-Cekungan Palembang Selatan yang merupakan bagian dari Cekungan Sumatera Selatan dan mengalami pengaruh tiga fase tektonik utama, yaitu compression, transtension, dan transpression. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan analisis laboratorium, urutan stratigrafi daerah penelitian terdiri atas Formasi Kikim (Tpok), Formasi Talangakar (Tomt), Formasi Baturaja (Tmb), Formasi Gumai (Tmg), dan Formasi Ranau (QTr). Formasi Kikim diinterpretasikan terbentuk pada lingkungan fluvial berenergi rendah (floodplain) pada kala Paleosen Akhir–Oligosen Awal. Secara selaras di atasnya diendapkan Formasi Talang Akar yang mencerminkan lingkungan fluvial-deltaik pada akhir Oligosen hingga Miosen Awal. Formasi Baturaja yang tersusun atas batugamping karbonatan menunjukkan lingkungan pengendapan reef flat laut dangkal pada Miosen Awal–Tengah, sedangkan Formasi Gumai terbentuk pada lingkungan delta front laut dangkal dengan indikasi keberadaan fosil foraminifera planktonik dan bentonik yang berumur Miosen Tengah. Formasi termuda, yaitu Formasi Ranau, tersusun atas tuf hasil aktivitas vulkanik eksplosif Gunung Seminung pada Kala Pliosen–Resen. Berdasarkan hubungan stratigrafi dan data paleontologi, evolusi geologi daerah penelitian memperlihatkan transisi lingkungan pengendapan dari darat menuju laut dangkal yang dikontrol oleh dinamika tektonik, transgresi-regresi laut, serta aktivitas vulkanik. Proses erosi, denudasi, dan pelapukan pada kala Resen kemudian membentuk morfologi modern berupa perbukitan, lembah, dan punggungan. Hasil penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai interaksi antara proses sedimentasi, tektonik, dan vulkanisme dalam evolusi geologi wilayah selatan Cekungan Sumatera Selatan.
Analisis Pengaruh Penutupan Palang Rel Kereta Api Terhadap Aktivitas Jaringan Jalan (Studi Kasus: Jl. Urip Sumoharjo - Jl. Ki Maja - Jl. Pajajaran) Prayoga, Irfan Ahmad; Oktavia, Amelia; Dharmawan, Weka Indra; Febrina, Rina
TEKNIKA SAINS Vol 10, No 2 (2025): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v10i2.4471

Abstract

Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan akan infrastruktur transportasi yang andal dan efisien semakin mendesak. Titik pertemuan antar moda transportasi, seperti perlintasan sebidang, sering kali menjadi sumber konflik lalu lintas. Di Kota Bandar Lampung, permasalahan tersebut terjadi pada perlintasan sebidang kereta api di ruas Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Ki Maja, dan Jalan Pajajaran yang merupakan kawasan perkotaan dengan intensitas kendaraan tinggi setiap hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis volume lalu lintas dan kinerja jaringan jalan di sekitar perlintasan tersebut secara komprehensif menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan selama tujuh hari pada jam sibuk di empat titik sekitar ruas jalan utama. Hasil penelitian menunjukkan volume lalu lintas tertinggi sebesar 1.915,4 SMP/jam, derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0,77 dengan tingkat pelayanan D yaitu arus mendekati tidak stabil, tundaan tertinggi sebesar 174 detik/kendaraan dengan tingkat pelayanan F, dan panjang antrian tertinggi sebesar 255 meter. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya volume kendaraan, keterbatasan dimensi jalan, serta frekuensi penutupan palang pintu kereta api. Rekomendasi yang diberikan meliputi menerapkan sistem informasi lalu lintas berbasis teknologi untuk memberi informasi real-time kepada pengendara, serta mengatur ulang jadwal perjalanan kereta api khususnya babaranjang, dari jam sibuk ke malam hari guna mengurangi durasi penutupan palang.
Analisa Kinerja Jalur Kereta Api Segmen Tanjung Karang – Kotabumi Menggunakan Metode Indonesia Yandaru, Arifian Fahmi; Oktavia, Amelia; Dharmawan, Weka Indra
TEKNIKA SAINS Vol 10, No 2 (2025): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v10i2.4546

Abstract

Analisis kapasitas lintas jalur kereta api untuk menentukan jumlah maksimum kereta yang dapat dioperasikan pada infrastruktur dan interval tertentu dalam kondisi operasional saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kapasitas lintas jalur kereta api dan mengevaluasi tingkat pelayanan (Level of Service) pada segmen Tanjung Karang–Kotabumi menggunakan Metode Indonesia. Penelitian dilakukan melalui survei visual untuk menilai kondisi fisik jalur rel, kemudian dianalisis menggunakan Metode Indonesia, yaitu metode yang diterapkan oleh PT KAI untuk menghitung kapasitas lintas jalur kereta api di Indonesia. Hasil analisis kapasitas lintas dan Level of Service pada kondisi eksisting (full single track) menunjukkan bahwa kapasitas teoritis rata-rata mencapai 120 kereta per hari, kapasitas praktis 84 kereta per hari, kapasitas terpakai 58 kereta per hari, dan kapasitas tersisa 26 kereta per hari. Dari total petak jalan, enam petak memiliki Level of Service C (cukup baik, jadwal masih stabil), tiga petak Level of Service D (cukup padat dan sensitif terhadap gangguan), serta empat petak Level of Service E (padat dan rawan keterlambatan). Lebih lanjut, hasil perhitungan kapasitas lintas setelah rencana pembangunan full double track berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api tahun 2025 menunjukkan kapasitas praktis rata-rata sebesar 90 kereta per hari, dengan kapasitas terpakai 58 kereta per hari dan kapasitas tersisa 136 kereta per hari.
Analisis Biaya dan Waktu Pembangunan Lapangan Bola Voli Pantai Kota Malang dengan Metode Earned Value Irfan, Mukhamad; Sucipto, Sucipto
TEKNIKA SAINS Vol 10, No 2 (2025): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v10i2.4396

Abstract

Pelaksanaan proyek pembangunan Lapangan Bola Voli Pantai Kota Malang direncanakan dengan total anggaran sebesar Rp 1.095.646.000,00 (satu miliar sembilan puluh lima juta enam ratus empat puluh enam ribu rupiah) dan waktu penyelesaian selama 84 hari. Dengan keterbatasan dana dan waktu, dibutuhkan perencanaan yang baik agar proyek dapat diselesaikan sesuai rencana. Penelitian ini menggunakan metode Earned Value (nilai hasil) sebagai pendekatan dalam pengendalian biaya dan waktu proyek. Metode ini mampu memberikan gambaran mengenai kinerja proyek pada periode pelaporan serta membandingkan antara rencana dan realisasi pekerjaan untuk menilai pencapaian biaya maupun jadwal. Hasil analisis menunjukkan nilai kinerja jadwal proyek (Schedule Performance Index/SPI) sebesar 1,14463, yang mengindikasikan percepatan sebesar 8,13% dari target rencana 56,21% dengan realisasi pekerjaan 64,34%. Dari sisi biaya, nilai Cost Performance Index (CPI) sebesar 1,05 menunjukkan bahwa pengeluaran masih berada di bawah anggaran. Berdasarkan tren kinerja hingga minggu ke-10, perkiraan total biaya penyelesaian proyek adalah sebesar Rp 1.041.597.526,03, lebih rendah dari nilai anggaran (BAC) sebesar Rp 1.095.646.000,00. Waktu penyelesaian akhir proyek diperkirakan 74 hari, lebih cepat dari jadwal yang direncanakan selama 84 hari.
Pengaruh Pemanfaatan Bahan Tambah Fly Ash dan Admixture Tipe F Terhadap Pengurangan Penggunaan Semen Portland dari Kuat Tekan Beton Ayuddin, Ayuddin
TEKNIKA SAINS Vol 10, No 2 (2025): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v10i2.4620

Abstract

Perencanaan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan bahan tambah mineral fly ash dan variasi dosis superplasticizer tipe F terhadap pengurangan penggunaan semen Portland berdasarkan kuat tekan beton. Fly ash digunakan sebagai bahan pengganti sebagian semen, sedangkan superplasticizer tipe F berfungsi meningkatkan workabilitas dan performa beton melalui pengurangan faktor air-semen. Variasi campuran yang digunakan meliputi penggantian semen dengan fly ash sebesar 15%, 20%, dan 25%, serta penambahan superplasticizer tipe F sebesar 0,25%, 0,45%, dan 0,65% dari berat semen. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur beton 7, 14, dan 28 hari untuk mengetahui perkembangan kekuatan beton terhadap waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi fly ash sebesar 20% dan superplasticizer tipe F sebesar 0,45% menghasilkan kuat tekan optimum yang mendekati bahkan sedikit melampaui kuat tekan beton normal. Penggunaan fly ash sebesar 15% memberikan peningkatan kuat tekan awal yang baik, sedangkan pada kadar 25% terjadi penurunan kuat tekan akibat berkurangnya reaksi pozzolanik pada tahap awal hidrasi. Penambahan superplasticizer sebesar 0,45% terbukti paling efektif dalam meningkatkan workability dan pemadatan beton, sedangkan dosis 0,65% cenderung menurunkan kekuatan akibat peningkatan kadar udara terperangkap. Secara keseluruhan, pemanfaatan fly ash hingga 20% dengan superplasticizer tipe F 0,45% dapat menurunkan kebutuhan semen Portland tanpa mengurangi kuat tekan beton, sekaligus mendukung pengembangan beton ramah lingkungan dan efisiensi material konstruksi.
Perencanaan Sistem Jaringan Pipa Transmisi Penyediaan Air Bersih di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran Sidiq, Maulana; Marsad, Hardoyo; Atmono, Atmono
TEKNIKA SAINS Vol 10, No 2 (2025): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v10i2.4245

Abstract

Krisis air bersih merupakan masalah global yang masih terjadi seperti di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran sehingga perlu dibangun sistem penyediaan air bersih guna memenuhi kebutuhan air masyarakat. Namun dalam sistem penyediaan air sering terjadi permasalahan teknis yaitu kehilangan tekanan (headloss) yang memengaruhi kualitas pipa dan tekanan air. Headloss terjadi akibat kesalahan pemilihan diameter pipa dan penggunaan aksesoris. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir permasalahan kehilangan tekanan air pada sistem penyediaan air bersih di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran dengan metode survey lapangan, pengukuran, observasi dan simulasi menggunakan aplikasi E-Panet 2.2. Unit pengolahan yang dipakai adalah Rapid Sand Filter. Perhitungan nilai headloss dilakukan pada diameter 6”, 5”, 4”, 3”dan 2½” dengan panjang lintasan 9 km. Berdasarkan hasil simulasi dan perhitungan didapatkan nilai headloss major secara berturut-turut adalah 0,768880 m/km, 1,529172 m/km, 5,40367 m/km, 15,83578 m/km dan 43,11295 m/km. Headloss minor dari penggunaan elbow adalah 0,18584379 m/km, 0,3294122 m/km, 0,94083418 m/km, 2,296958458 m/km dan 5,270595201 m/km. Headloss dari penggunaan valve 0,205041 m/km, 0,363439 m/km, 1,038019 m/km, 2,534227 m/km dan 5,81503 m/km. Diameter yang memenuhi baku mutu teknis dan bersifat lebih ekonomis adalah diameter 5” sehingga diameter tersebut dapat digunakan.