cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024)" : 15 Documents clear
MODEL DAN STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MUBAROK, MUSLIM
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i1.2763

Abstract

The main focus in thematic learning is on student understanding and the development of relevant skills along with understanding the concept. The article also discusses the importance of distinguishing between teaching and learning, where teaching refers to the teacher's efforts in facilitating the achievement of students' learning goals, while learning highlights the interactions between teachers and students. There are three main models in thematic learning: Connection Model, Spider Web Model, and Integration Model, each of which has advantages and disadvantages in integrating subjects. The Spider Web Model adopts a thematic approach by using themes as a link between subjects. The Integration Model seeks to create connections between concepts, skills, topics, ideas, and activities within a particular field of study, but requires greater collaboration between teachers and a mature curriculum. The Connectedness Model, basically, creates connections between concepts, skills, topics, ideas and activities in a particular field of study by utilizing themes as a link. ABSTRAKFokus utama dalam pembelajaran tematik adalah overpada pemahaman siswa dan perkembangan keterampilan yang relevan seiring dengan pemahaman konsep tersebut. Artikel juga membahas pentingnya membedakan antara pengajaran dan pembelajaran, di mana pengajaran merujuk pada upaya guru dalam memfasilitasi pencapaian tujuan pembelajaran siswa, sementara pembelajaran menyoroti interaksi antara guru dan siswa. Terdapat tiga model utama dalam pembelajaran tematik: Model Keterhubungan, Model Jaring Laba-laba, dan Model Keterpaduan, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dalam mengintegrasikan mata pelajaran. Model Jaring Laba-laba mengadopsi pendekatan tematik dengan menggunakan tema sebagai pengikat antara mata pelajaran. Model Keterpaduan berusaha menciptakan keterhubungan antara konsep, keterampilan, topik, ide, dan kegiatan dalam satu bidang studi tertentu, namun memerlukan kolaborasi yang lebih besar antara guru dan kurikulum yang matang. Model Keterhubungan, pada dasarnya, menciptakan keterkaitan antara konsep, keterampilan, topik, ide, dan kegiatan dalam satu bidang studi tertentu dengan memanfaatkan tema sebagai penghubung.
IMPLEMENTASI BUDAYA MADRASAH DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI MADRASAH ALIYAH PUTRA MIM MAKASSAR RAMADAN, RIZKI; RASYID, MUH. RUSYDI; MARDHIAH, MARDHIAH
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i1.2775

Abstract

Educational institutions are one of the places to build the character of students in order to become morally good people. Character education is a form of effort designed and implemented to improve behavior and speech. Therefore, to develop the desired character, it is necessary to build a positive culture in the madrasah environment. This research was conducted at Madrasah Aliyah Putra MIM Makassar and the research objectives were to analyze the planning process, and evaluation of madrasah culture in developing the character of students at Madrasah Aliyah Putra Markaz Imam Malik Makassar. The results showed that: 1) The planning stage consists of a process of determining goals, namely paying attention to the program that is formed must be in line with the vision and mission of the madrasah with the values developed based on the Qur'an and As-Sunnah by involving madrasah educators and education personnel in the process of preparing the program. 2) The implementation stage is in the form of program realization which consists of the implementation of daily worship that is individual or group in nature, compliance with discipline by using several strategies including exemplary, habituation, regular warnings, integrated in learning and supervision in developing religious values, discipline, environmental care, hard work and responsibility in students. 3) The evaluation stage consists of a written evaluation in the form of an assessment given by directly filling in the available format and a non-written evaluation, namely the assessment results obtained from supervision and observation by teachers in madrasah to students so that the value of character values continues to increase. ABSTRAKLembaga pendidikan merupakan salah satu tempat pembentukan karakter peserta didik agar menjadi insan yang berakhlakul karimah. Pendidikan karakter merupakan suatu bentuk upaya yang didesain dan dilaksanakan untuk memperbaiki perilaku maupun bertutur kata. Oleh karena itu, untuk mengembangkan karakter yang diinginkan perlu dibangun budaya positif di lingkungan madrasah. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Putra MIM Makassar dan tujuan penelitiannya adalah menganalisis proses perencanaan, dan evaluasi budaya madrasah dalam mengembangkan karakter peserta didik di Madrasah Aliyah Putra Markaz Imam Malik Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tahap perencanaan terdiri dari proses penentuan tujuan yakni memperhatikan program yang dibentuk harus sejalan dengan visi misi dan madrasah dengan nilai nilai yang dikembangkan berdasarkan Al-Qur`an dan As-Sunnah dengan melibatkan pendidik dan tenaga kependidikan madrasah dalam proses penyuusunan program. 2) Tahap pelaksanaan berupa realisasi program yang terdiri dari pelaksanaan ibadah harian yang sifatnya individu ataupun kelompok, kepatuhan terhadap tata tertib dengan menggunakan beberapa strategi diantaranya keteladanan, pembiasaan, peringatan secara rutin, terintegrasi dalam pembelajaran dan pengawasan dalam mengembangkan nilai nilai religius, disiplin, peduli lingkungan, kerja keras dan tanggung jawab pada peserta didik. 3) Tahap evaluasi terdiri dari evaluasi tertulis berupa penilaian yang diberikan dengan mengisi secara langsung format yang telah tersedia serta evaluasi non tulis yaitu hasil penilaian yang diperoleh dari pengawasan dan pengaamatan oleh guru di madrasah kepada peserta didik sehingga nilai nilai karakter terus mengalami peningkatan.
SINERGITAS KOMITE DENGAN MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MA MADANI ALAUDDIN, KAB. GOWA TRIFIRJAYANI, ANNISA; ACHRUH, ANDI; HASAN, MARDHIAH; MARDYAWATI, MARDYAWATI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i1.2776

Abstract

Quality education is the key to building competent and civilized learners in the sense of producing outputs that are in accordance with the needs of society. Education management is the responsibility of all parties within the scope of madrasah, one of which is the madrasah committee. But in reality, this is not in accordance with the reality that occurs today, the Madrasah Committee is only limited to being a complement to the Madrasah structure. This research was conducted at MA Madani Alauddin with the aim of researching the synergy of the committee with the madrasah in improving the quality of education at MA Madani Alauddin. The results of this study showed: (1) MA Madani Alauddin committee can be seen from the activeness, existence and implementation of all its roles; as a consideration giver, supporter, controller, and mediator (2) The quality of education in MA Madani Alauddin Makassar can be seen based on educational standards, namely input; content standards, process ; process standards and infrastructure standards, output; (3) The synergy of the committee with madrasah in improving the quality of education , it can be seen that there is coordination and communication that is established as well as cooperation in improving the quality of education (4) Supporting factors are, high cooperation and solidarity, cooperative relationships, communication and coordination that are in harmony, as well as achievements, outputs, good madrasah. The inhibiting factors are the lack of discipline from the madrasah management, supervision from the committee, and the busyness of the profession owned by the committee so that the lack of more intense meetings between the committee and the madrasah. The implications of this study are maximizing the implementation of various madrasah work programs, consistency in various madrasah activities that have been running, building a more programmed and intense association forum, participation of parents of students in various existing fields. ABSTRAKPendidikan bermutu merupakan kunci untuk membangun peserta didik yang kompeten dan beradab dalam arti menghasilkan output yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pengelolaan pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak yang berada dalam lingkup madrasah salah satunya adalah komite madrasah. Namun pada kenyataannya, hal tersebut tidak sesuai dengan realita yang terjadi pada masa kini, Komite Madrasah hanya sebatas menjadi pelengkap struktur Madrasah. Penelitian ini dilakukan di MA Madani Alauddin dengan tujuan penelitiannya sinergitas komite dengan madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di MA Madani Alauddin. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) komite MA Madani Alauddin dapat dilihat dari keaktifan, eksistensi dan pelaksanaan seluruh perannya; sebagai Pemberi pertimbangan, pendukung, Pengontrol, dan Mediator (2) Mutu Pendidikan yang ada di MA Madani Alauddin Makassar, dapat dilihat berdasarkan standar pendidikan yakni input; standar isi, proces; standar proses dan standar sarana prasarana, output; standar kompetensi lulusan dan outcome, yang berjalan dengan baik (3) sinergitas komite dengan madrasah dalam Meningkatkan mutu pendidikan, terlihat adanya koordinasi dan komunikasih yang terjalin serta Kerjasama dalam meningkatkan mutu Pendidikan (4) Faktor pendukung yaitu, Kerjasama dan solidaritas yang tinggi, Hubungan yang kooperatif, komunikasih dan koordinasi yang selaras, serta prestasi, keluaran, madrasah yang baik. Faktor penghambatnya yaitu kurangnya kedisiplinan dari pihak pengelola madrasah, pengawasan dari komite, dan kesibukan dari profesi yang dimiliki komite sehingga kurangnya pertemuan yang lebih intens antar komite dengan pihak madrasah. Implikasi dalam penelitian ini, memaksimalkan pelaksanaan berbagai program kerja madrasah, konsistensi dalam berbagai kegiatan madrasah yang telah berjalan, membangun forum perkumpulan yang lebih terprogram dan intens, keikut sertaan orang tua peserta didik diberbagai bidang yang ada.
ANALISIS BUTIR SOAL ASESMEN SUMATIF BIOLOGI MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN ANATES PADA KELAS X SMA YUSUF, FAUZIAH WAHYUNI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i1.2777

Abstract

Analysis of question items plays an important role in getting good question items to be used as a test tool. students and improve educators' skills in preparing questions. This research was conducted by providing a comprehensive picture of the quality of the questions in the biology summative assessment of environmental change material, as well as the relevance and effectiveness of these questions in measuring student understanding. This research aims to analyze the biology summative assessment questions on environmental change material for class X SMA. This research is quantitative research with descriptive methods. In this study, there were 25 questions given to 36 student respondents and analyzed using Anates ver 4.0. The test results show that the average test score is 18.97 with a standard deviation of 3.70. Based on the validity analysis, the results obtained were 0.67, the reliability was 0.80, which means the question items were declared valid and reliable and there were 4 levels of difficulty of the questions, namely very easy (5 questions), easy (17 questions), medium (2 questions), and difficult (1 question). Based on the discriminative power analysis, the results of the questions were very bad (4 questions), bad (6 questions), fair (7 questions), good (7 questions) and very good (1 question). The results of the item analysis have mostly poor distractor qualities. ABSTRAKAnalisis butir soal memegang peranan penting dalam mendapatkan butir-butir soal yang baik untuk dijadikan perangkat tes. peserta didik dan meningkatkan keterampilan pendidik dalam menyusun soal. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan gambaran yang komprehensif tentang kualitas butir soal dalam asesmen sumatif biologi materi perubahan lingkungan, serta relevansi dan keefektifan soal-soal tersebut dalam mengukur pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis butir soal asesmen sumatif biologi materi perubahan lingkungan kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Pada penelitian ini, terdapat 25 soal yang diberikan kepada 36 responden siswa dan dianalisis menggunakan Anates ver 4.0. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata nilai tes adalah 18,97 dengan simpangan baku sebesar 3,70. Berdasarkan analisis validitas didapatkan hasil sebesar 0,67, reliabilitas sebesar 0,80 yang berarti butir soal dinyatakan valid dan reliablel serta didapatkan adanya 4 tingkat kesukaran soal, yaitu sangat mudah (5 soal), mudah (17 soal), sedang (2 soal), dan sukar (1 soal). Berdasarkan analisis daya pembeda didapatkan hasil butir soal sangat buruk (4 soal), buruk (6 soal), cukup (7 soal), baik (7 soal) dan sangat baik (1 soal). Hasil analisis butir soal memiliki sebagian besar kualitas pengecoh yang buruk.
PENERAPAN COACHING DALAM MENINGKATKAN KINERJA TIM KESISWAAN DI SMK NEGERI 1 PURWOJATI SETIANINGSIH, EMY; SUHARTO, WAHID BUDI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i2.2860

Abstract

The aim of this research is to determine the improvement in student team performance through the implementation of coaching. The research was carried out at SMK Negeri 1 Purwojati, Banyumas Regency with all OSIS coaches and extracurricular coaches using qualitative research methods based on phenomenon research. Data sources were obtained from observations, interviews and literature review. The data analysis technique begins by describing the results of observations of the initial conditions of the student team's performance before implementing coaching, complemented by analysis of interview results and analysis of related literature reviews to draw conclusions from the research results. The research results showed that 54% of student teams felt the benefits of implementing coaching to improve their performance, 27% of student teams did not feel the difference before and after implementing coaching and 19% of student teams did not know that coaching was implemented. Coaching is an alternative in overcoming the problem of low performance of the student team at SMK Negeri 1 Purwojati which still has a high dependence on the leader or deputy principal for student affairs, practices one-way communication, and carries out its duties only as a routine activity. Through the implementation of coaching, changes can be seen in the performance of the student team which can be seen in the practice of two-way communication, creativity and innovation in carrying out their duties, and dependence on the leader or deputy principal is starting to decrease. From the research results, it can be concluded that the implementation of coaching brings positive changes to the performance of student teams. By increasing the performance of the student team, it is hoped that service to students can be improved in achieving the goals of the student affairs sector to develop interests, talents, academic and non-academic achievements and the formation of student character. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kinerja tim kesiswaan melalui penerapan coaching. Penelitian dilaksanakan di SMK negeri 1 Purwojati Kabupaten Banyumas kepada semua pembina OSIS dan pembina ektrakurikuler dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berdasarkan pada penelitian fenomena. Sumber data didapatkan dari pengamatan, wawancara dan kajian pustaka. Teknik analisis data dimulai dengan mendeskripsikan hasil pengamatan kondisi awal kinerja tim kesiswaan sebelum penerapan coaching, dilengkapi dengan analisis hasil wawancara dan analisis kajian pustaka yang berkaitan untuk mengambil kesimpulan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54% tim kesiswaan merasakan manfaat penerapan coaching untuk meningkatkan kinerjanya, 27% tim kesiswaan belum merasakan perbedaan sebelum dan setelah penerapan coaching dan 19% tim kesiswaan tidak tahu adanya penerapan coaching. Coaching menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi permasalahan rendahnya kinerja tim kesiswaan di SMK Negeri 1 Purwojati yang masih mempunyai ketergantungan yang tinggi kepada pemimpin atau wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, mempraktikkan komunikasi satu arah, dan melaksanakan tugasnya hanya sebagai kegiatan rutin saja. Melalui penerapan coaching terlihat perubahan dalam kinerja tim kesiswaan yang terlihat pada praktik komunikasi dua arah, Kreativitas dan inovasi dalam melaksanakan tugasnya, ketergantungan kepada pemimpin atau wakil kepala sekolah yang mulai berkurang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan coaching membawa perubahan positif pada kinerja tim kesiswaan. Dengan meningkatnya kinerja tim kesiswaan, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada peserta didik dalam mencapai tujuan bidang kesiswaan untuk mengembangkan minat bakat, prestasi baik akademik maupun non akademik dan pembentukan karakater peserta didik.

Page 2 of 2 | Total Record : 15