cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi
ISSN : 27970590     EISSN : 27970140     DOI : https://doi.org/10.51878/edutech.v1i2.431
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan berbantuan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 256 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DENGAN MEDIA E-LEARNING SAMS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS VIIA DI SMP PLUS ATTAQWA 12 DIYAH ANGGRAYNI
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v3i2.2354

Abstract

This study aims to improve science learning outcomes by applying the blended learning learning model to class VII A students on heat at SMP Plus Attaqwa 12. This research is a type of experimental class action research with the Kemmis and Taggart models. The subjects of this research were class VIIA students at SMP Plus Attaqwa 12. which totaled 38 students, consisting of 20 male students and 18 female students. Data collection techniques using observation, interviews, and tests. The data obtained in this study were then analyzed qualitatively. Based on the results of data analysis and discussion that has been carried out, it can be concluded that the application of the blended learning learning model with SAMS e-learning media can improve science learning outcomes for class VIIA students on heat at SMP Plus Attaqwa 12 for the 2022-2023 academic year. This is shown by the results of an increase in the average observation, classical mastery of learning outcomes and an increase in student response results from cycle 1 to cycle 2. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan penerapan model pembelajaran blended learning pada peserta didik kelas VII A materi kalor di SMP Plus Attaqwa 12. Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas eksperimental dengan model Kemmis dan Taggart. Subyek penelitian ini adalah Peserta didik kelas  VIIA SMP Plus Attaqwa 12. yang berjumlah 38 orang siswa, terdiri dari 20 orang siswa laki laki dan 18 orang siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Data yang diperoleh pada penelitian ini kemudian dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran blended learning  dengan media e-learning  SAMS  dapat meningkatkan hasil belajar ipa peserta didik kelas VIIA materi kalor  di SMP Plus Attaqwa 12 tahun pelajaran 2022-2023. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil peningkatan rata-rata observasi, ketuntasan klasikal hasil belajar dan peningkatan hasil  respon siswa dari siklus 1 ke siklus 2. 
PEMANFAATAN APLIKASI GOOGLE JAMBOARD DALAM PEMBELAJARAN DARING LATSAR CPNS NURUL DINIYATI; SUSI SUSANTI SINEDU
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v3i2.2355

Abstract

Entering the pandemic period, training institutions seemed to be forced to switch to using online learning methods. In fact, online learning is like off-line learning which requires discussions, brainstorming, sharing experiences between participants in order to attract participant interaction. Unfortunately, the facilitator often only relies on the main lecture if the material being studied is quite a lot, which results in the participants getting bored and not feeling involved in the lesson. This study aims to find out whether the Google Jamboard application can be used as an alternative learning media, assisting facilitators in attracting participant involvement in CPNS basic training learning and at the same time assisting facilitators in managing synchronous learning time. The research method used is qualitative research and data collection techniques are carried out using questionnaires and documentation. Based on the research results Google Jamboard can be used as an alternative learning media with various considerations including this media used in online learning methods, the target participants are all millennial so they are familiar with technology, media flexibility in systematics and presentation of material, learning objectives, the benefits of media in time management and no less important to attract the interaction of participants in learning. ABSTRAKMemasuki masa pandemi, lembaga diklat seolah dipaksa untuk beralih menggunakan metode pembelajaran dalam jaringan (daring). Sejatinya pemeblajaran daring tak ubahnya seperti pemebajaran luar jaringan (luring) yang membutuhkan diskusi, curah pendapat, berbagi pengalaman antar peserta agar menarik interaksi peserta. Sayangnya seringkali fasilitator hanya mengandalkan ceramah utamanya jika materi yang dipelajari cukup banyak yang berdampak pada peserta bosan dan tidak merasa terlibat dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah aplikasi Google Jamboard dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran, membantu fasilitator dalam menarik keterlibatan peserta dalam pembelajaran pelatihan dasar CPNS dan sekaligus membantu fasilitator dalam mengatur waktu pembelajaran syncronous. Metode penelitian yang diguanakan adalah penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian Google Jamboard dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran dengan berbagai pertimbangan diantaranya media ini digunakan dalam metode pembelajaran daring, target peserta yang keseluruhannya adalah generasi millenial sehingga telah akrab dengan teknologi, fleksibilitas media dalam sistematika dan penyajian materi, tujuan pembelajaran, manfaat media dalam pengaturan waktu serta tak kalah penting menarik interaksi peserta pada pembelajaran.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPS KELAS IX 3 DI SMPN 1 PARIAMAN EMI GUSTINA
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v3i2.2356

Abstract

This research was motivated by the low learning activity of students in social studies semester 1 in class IX.3, which is around 30%. Therefore researchers are looking for a solution by using the picture and picture learning model to increase student learning activities. This research is a class action research / PTK with two cycles, each cycle consisting of 4 stages, namely planning, implementing, observing and reflecting. The research subjects were in class IX.3 of SMP Negeri 1 Pariaman for the 2022/2023 academic year with a total of 26 people consisting of 12 female students and 12 male students. Data collection was carried out by means of observation during the learning process of each cycle. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis technique. Based on the results of research using the picture and picture model can increase student learning activities in the first cycle by an average of 55.7% and the second cycle by an average of 70.8%, the results show that the use of the picture and picture learning model can increase the learning activities of class students IX.3 SMP Negeri 1 Pariaman ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS semester 1 di kelas IX.3 yaitu sekitar 30%. Oleh karena itu peneliti mencari solusi dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture tujuannya untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa. Penelitian ini merupakan penilitian tindakan kelas / PTK dengan dua siklus, tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamtan dan refleksi. Subyek penelitian di kelas IX.3 SMP Negeri 1 Pariaman tahun pelajaran 2022/2023 dengan jumlah 28 orang terdiri dari 14 siswa perepuan dam 14 siswa laki-laki. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi selama proses pembelajaran setiap siklus. Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Bedasarkan dari hasil penelitian dengan menggunakan model picture and picture dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa siklus I rata-rata 55,7% dan siklus II rata-rata 70,8% hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IX.3 SMP Negeri 1 Pariaman
PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA MELALUI PERMAINAN BARRIER GAME BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASH CARD MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA ANAK TUNARUNGU KELAS I SDLB B KARYA MULIA II SURABAYA SRIATI SRIATI
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v3i2.2357

Abstract

This research started with the vocabulary mastery of deaf students at SDLB-B Karya Mulia II Surabaya, which was still very minimal/little so it resulted in teaching and learning activities (teaching and learning activities). The subjects of this study were all 7 students in class I which were then analyzed using a classroom-based action research design. The indicator for increasing students' vocabulary mastery was marked by an increase in mastery of vocabulary mastery by 67.5% in cycle I to 100% in cycle II through a barrier game aided by flashcard learning media. Based on the results of this study, it shows that Increasing Vocabulary Mastery Through Barrier Games Assisted by Flashcard Learning Media for Indonesian Language Subjects in Class I Deaf Children at SDLB B Karya Mulia II Surabaya is very optimal. Therefore there is a need for better development of teachers in developing students well in developing learning. ABSTRAKPenelitian ini berawal dari penguasaan kosakata yang dimiliki siswa tunarungu di SDLB-B Karya Mulia II Surabaya, masih sangat minim/sedikit sehingga berakibat dalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Subjek penelitian ini adalah semua kelas I sebanyak 7 siswa yang kemudian dianalisis dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom - based action research). Indikator peningkatan penguasaan kosakata siswa ditandai dengan adanya peningkatan ketuntasan penguasaan kosakata sebesar 67,5% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II melalui permainan barrier game berbantuan media pembelajaran flashcard. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa Peningkatan Penguasaan Kosakata Melalui Permainan Barrier Berbantuan Media Pembelajaran Flashcard Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Anak Tunarungu Kelas I di SDLB B Karya Mulia II Surabaya sangat optimal. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan yang lebih baik pada guru dalam mengembangkan peserta didik dengan baik dalam mengembangkan pembelajaran.
MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM MENGIKUTI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN MEDIA TELEGRAM SITI KHORIYATUN
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v3i2.2358

Abstract

This action research was motivated by the fact that the face-to-face hour load in the madrasah curriculum was 53 hours per week, which closed the possibility for Guidance and Counseling teachers to enter class. This has an impact on the inactivity of students in participating in Guidance and Counseling services at madrasas, therefore it is necessary to innovate so that students can receive classical guidance services without face-to-face, namely by using telegram media which is expected to increase student activity in participating in Guidance and Guidance services. counseling. The application of this media is carried out in class 11 MIPA 2 MAN 1 Gunungkidul for the 2021/2022 academic year. By using telegram media students can learn happily, students respond well and students understand the material more easily and students have their own room to carry out personal guidance/consultation. There is an increase in student activity in participating in service activities by opening, reading and commenting in group notes and also being able to do private notes. Based on the research, students opened, read and commented on telegram chat in cycle 1 by 10% and in cycle 2 it increased to 60%. Students open and read the contents of telegram posts and respond briefly or by sending emojis in cycle 1 by 15% and in cycle 2 it increases to 30%. Students only open and read chat telegrams from the BK teacher in cycle 1 by 25% and in cycle 2 it drops to 10%. Students do not open telegram chat in cycle 1 by 50% and in cycle 2 it drops to 10%. From these data it can be concluded that tellegram media can increase student activity in participating in Guidance and Counseling service activities. ABSTRAKPenelitian tindakan ini di latar belakangi oleh suatu kenyataan bahwa beban jam tatap muka dalam kurikulum madrasah 53 jam per minggu sehingga menutup kemungkinan untuk guru Bimbingan dan Konseling bisa masuk ke kelas. Hal ini berimbas pada kurang aktifnya siswa dalam mengikuti layanan Bimbingan dan Konseling di madrasah, maka dari itu perlu dilakukan inovasi agar siswa bisa menerima layanan bimbingan klasikal tanpa melakukan tatap muka yaitu dengan menggunakan media telegram yang di harapkan bisa meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti layanan Bimbingan dan konseling. Penerapan media ini dilaksanakan di kelas 11 MIPA 2 MAN 1 Gunungkidul tahun pelajaran 2021/2022. Dengan menggunakan media telegram siswa bisa belajar dengan senang, siswa merespon dengan baik dan siswa lebih mudah memahami materi serta siswa mempunyai ruangan tersendiri untuk melakukakan bimbingan/konsultasi secara pribadi. Adanya peningkatan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan layanan dengan membuka, membaca dan berkomentar dalam cattingan group dan juga bisa melakukakn catting pribadi. Berdasarkan penelitian Siswa membuka , membaca dan berkomentar dalam chat telegram dalam siklus 1 sebesar 10 % dan di siklus 2 meningkat menjadi 60 %. Siswa membuka dan membaca isi kiriman telegram serta menanggapi dengan singkat atau dengan kirim emoji pada siklus 1 sebesar 15 % dan pada siklus 2 meningkat menjadi 30 %. Siswa hanya membuka dan membaca chat telegram dari Guru BK pada siklus 1 sebesar 25 % dan pada siklus 2 turun menjadi 10 %. Siswa tidak membuka chat telegram pada siklus 1 sebesar 50 % dan pada siklus 2 turun menjadi 10 %. Dari data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa media tellegram dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan layanan Bimbingan dan Konseling .
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TARI REMO MADYA BERBASIS APLIKASI ANDROID PADA MATERI SENI TARI KELAS IV SDN 114 GRESIK KARIEN PREVILYA; PARRISCA INDRA PERDANA
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v3i3.2378

Abstract

Research development according to Sugiyono is research that produces a product and tests the effectiveness of the product.. The purpose of this study was to develop a valid, effective, and interesting Android application-based learning media for Remo Madya Dance for fourth grade students. This development research uses the ADDIE model. The data collection techniques used were questionnaires, observations, and interviews. Based on the results of the study, the validity of the Android application-based Remo Madya dance learning media was obtained from the validator of 85.1% (very valid). The effectiveness of the Android application-based remo madya dance learning media was measured from observing teacher activity with a percentage of 89.2% (very effective), observing student activity with a percentage of 74.8% (effective), and the percentage of students' dancing abilities at a score of 70-90. Based on these percentages, it can be concluded that the Android application-based Remo Madya dance learning media is effective in learning. Interestingness was measured from the results of the teacher's response questionnaire with a percentage of 91.4% (very interesting), and the results of the student response questionnaire with a percentage of 99% (very interesting). Based on the results of the research, the learning media for Remo Madya dance based on the Android application is very valid, effective, and very interesting to use in learning dance for class IV. ABSTRAKPenelitian pengembangan menurut Sugiyono adalah penelitian yang menghasilkan suatu produk dan menguji keefektifan produk tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran tari remo madya berbasis aplikasi android yang valid, efektif, dan menarik untuk siswa kelas IV. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Tenik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, observasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, kevalidan media pembelajaran tari remo madya berbasis aplikasi android diperoleh dari validator sebesar 85,1% (sangat valid). Keefektifan media pembelajaran tari remo madya berbasis aplikasi android diukur dari observasi aktivitas guru dengan persentase sebesar 89,2% (sangat efektif), observasi aktivitas siswa dengan persentase 74,8% (efektif), dan persentase kemampuan menari siswa pada nilai 70-90. Berdasarkan persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran tari remo madya berbasis aplikasi android efektif digunakan dalam pembelajaran. Kemenarikan diukur dari hasil angket respon guru dengan persentase 91,4% (sangat menarik), dan hasil angket respon siswa dengan persentase 99% (sangat menarik). Berdasarkan hasil penelitian maka media pembelajaran tari remo madya berbasis aplikasi android sangat valid, efektif, dan sangat menarik untuk digunakan dalam pembelajaran seni tari kelas IV.
MENINGKATKAN KATERAMPILAN BERBICARA (MAHARAT AL-KALAM) BAHASA ARAB MELALUI MEDIA POWERPOINT KELAS VIII-E MTsN 4 SIDOARJO KASRIATIN KASRIATIN
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v3i3.2435

Abstract

The purpose of this study was to determine the increase in students' Arabic speaking skills (maharat al-Kalam) after the application of PowerPoint learning media. This research uses quantitative descriptive research methods and a PTK assessment type (Class Action Assessment). The data collection techniques applied in this research were observation, interviews and administering questionnaires. The research results indicate that PowerPoint is an easy, interesting and effective medium. This research uses action research in two cycles. Each cycle consists of four stages, namely: planning, implementation, observation and reflection. The target of this research was students in class VIII-E MTsN 4 Sidoarjo. The data obtained is in the form of an assessment of speaking skills practice (maharat al-Kalam). From the results of the analysis it was found that students' Arabic maharat al-Kalam experienced an increase from cycle I to cycle II, namely, cycle I (31.25%), cycle II (81.25%). The conclusion of this study is that the Power Point learning media can improve the Arabic speaking skills (maharat al-Kalam) of class VIII-E students of MTsN 4 Sidoarjo, and the use of this PowerPoint learning media can be used as an alternative medium in learning Arabic. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan katerampilan berbicara (maharat al-Kalam) bahasa Arab peserta didik setelah diterapkannya media pembelajaran PowerPoint. Peneitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan jenis penilaian PTK (Penilaian Tindak Kelas). Teknik pengumpulan data yang diterapkan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan pemberian angket. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa PowerPoint merupakan salah satu media yang mudah, menarik, dan efektif. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.. Sasaran penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII-E MTsN 4 Sidoarjo. Data yang diperoleh berupa penilaian praktik katerampilan berbicara (maharat al-Kalam). Dari hasil analisis didapatkan bahwa maharat al-Kalam bahasa Arab peserta didik mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (31,25%), siklus II (81,25%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah media pembelajaran Power Point dapat meningkatkan katrampilan berbicara (maharat al-Kalam) bahasa Arab peserta didik kelas VIII-E MTsN 4 Sidoarjo, serta penggunaan media pembelajaran Power Point ini dapat digunakan sebagai salah satu media alternatif dalam pembelajaran bahasa Arab.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA FLASH CARD MUSDALIFAH MUSDALIFAH
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v3i3.2446

Abstract

Students of Elementary school are children who need direct experience in every lesson. In learning through direct experience, students do not just observe, but also involved in actions and are responsible for the results. Based on the results of observations during class 1B MIN 3 Demak, students had difficulty in understanding the material presented by the teacher. Because the grades obtained by students in class 1B MIN 3 Demak are still below the KKM, which is 6.5, while the class average is 63.68. Therefore, we need to use learning media that full of games to lead student activity. One of the things that can be done by the teacher is the use of flashcards as a learning medium. Data collection techniques were carried out by (1) observation (observation), and (2) tests. Furthermore, the data analysis techniques used in this study are critical analysis and descriptive comparative analysis. The results showed that there was an increasing in student learning outcomes through the use of flashcard media, which was indicated by the ability to read in the Pre-Cycle, the average score reached 63.68 to 71.00 in Cycle I and 82.16 in Cycle II. While the ability to write from 62.37 in the Pre Cycle to 67.05 in Cycle I and 80.74 in Cycle II. Students' mastery in learning to read also increased from 36.84% in the Pre-Cycle to 63.16% in Cycle I and 89.47% in Cycle II. For mastery learning to write from 36.84% (Pre-Cycle) to 57.90% (Cycle I) and 94.74% (Cycle II). ABSTRAKAnak sekolah dasar adalah anak yang membutuhkan pengalaman langsung dalam setiap pembelajarannya. Dalam belajar melalui pengalaman langsung yang dilakukan, peserta didik tidak sekedar mengamati, tetapi menghayati, terlibat langsung dalam perbuatan dan tanggung jawab terhadap hasilnya. Berdasarkan hasil observasi selama pembelajaran pada siswa kelas 1B MIN 3 Demak mengalami kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru. Karena nilai yang diperoleh siswa kelas 1B MIN 3 Demak masih di bawah KKM  yaitu KKM 6,5, sedangkan rata-rata kelas 63,68. Oleh karena itu, kami perlu menggunakan media pembelajaran yang penuh dengan permainan yang mengarah pada keaktifan siswa. Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh guru yaitu penggunaan flashcard sebagai media pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan (1) pengamatan (observasi), dan (2) tes. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kritis dan analisis diskripstif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik melalui penggunaan media flashcard, yang ditunjukkan oleh kemampuan membaca pada Pra Siklus rerata nilai mencapai 63,68 menjadi 71,00 pada Siklus I dan 82,16 pada Siklus II. Sedangkan kemampuan menulis dari 62,37 pada Pra Siklus menjadi 67,05 pada Siklus I dan 80,74 pada Siklus II. Ketuntasan belajar membaca siswa juga meningkat dari 36,84% pada Pra Siklus menjadi 63,16% pada Siklus I dan 89,47% pada Siklus II. Untuk ketuntasan belajar menulis dari 36,84% (Pra Siklus) menjadi 57,90% (Siklus I) dan 94,74% (Siklus II).
PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA FILM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PPKN WAHYUTI WAHYUTI
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v3i3.2465

Abstract

The use of the problem based learning model assisted by film media is expected to increase students' self-confidence and curiosity while making learning more enjoyable. In this way, students will easily understand learning concepts and have an impact on improving learning outcomes. This classroom action research aims to improve the quality of the learning process and improve PPKn learning outcomes on human rights material as well as evaluating whether teachers have carried out innovative learning. The application of the problem based learning model with the help of film media can improve the quality of the learning process and learning outcomes for students at SMK Negeri 2 Wonogiri. This is shown by the increase in the average class score and the level of learning completion of students. The average classical score increased from 74.43 at the end of the Cycle I learning action, to 79.37 at the end of the Cycle II learning action. Learning completeness also increased from 68.57% in Cycle I, increasing to 91.43% in Cycle II. This research concluded that the application of the Problem Based Learning model assisted by films can improve the quality of the learning process and PPKn learning outcomes on human rights material for students in class ABSTRAKPenggunaan model problem based learning berbantuan media film diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri dan rasa ingin tahu peserta didik sekaligus membuat pembelajaran lebih menyenangkan. Dengan demikian peserta didik akan mudah memahami konsep pembelajaran dan berdampak pada peningkatan hasil belajar. Penelitian tindakan kelas ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar PPKn materi hak asasi manusia serta mengevaluasi guru apakah sudah melakukan pembelajaran secara inovatif. Penerapan pembelajaran model problem based learning dengan berbantuan media film dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar pada peserta didik SMK Negeri 2 Wonogiri. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata kelas dan tingkat ketuntasan belajar peserta didik. Nilai rata-rata klasikal mengalami peningkatan dari 74,43 pada akhir tindakan pembelajaran Siklus I, menjadi 79,37 pada akhir tindakan Siklus II. Ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 68,57% pada Siklus I, meningkat menjadi 91,43% pada Siklus II. Penelitian ini disimpulkan bahwa Penerapan Pembelajaran Model Problem Based Learning berbantuan film dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar PPKn materi hak asasi manusia pada peserta didik kelas XI DPIB C SMK Negeri 2 Wonogiri semester 1 tahun pelajaran 2022/2023.
PENERAPAN AKTIFITAS BELAJAR DARING DENGAN MEDIA WHATSAPP VIDEO CALL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DI MASA PANDEMI PADA SISWA KELAS 1 SD NEGERI NGIJON 2 SRI HARYANTI
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v3i3.2503

Abstract

The low thematic learning outcomes during the pandemic for grade 1 students are low, requiring teachers to innovate. One of them is by implementing WhatsApp video call media to improve learning outcomes during the pandemic, the thematic learning process which is carried out actively. Online learning activities from home. requires active student learning during the learning process. Thematic learning is carried out by implementing WhatsApp video call media. Learning improves students' ability to think critically. This can be seen from the level of enthusiastic student participation in learning and responding to online thematic learning. This is evidenced by the increase in classical completeness and average student learning outcomes. Students' classical completion increased by 67%, namely from 83% to 100% actively participating in online learning. ABSTRAKRendahnya hasil belajar Tematik pada masa pandemi di siswa kelas 1 rendah, menuntut guru untuk melakukan inovasi. Salah satunya dengan menerapkan media whatsapp video call untuk meningkatkan hasil belajar di masa pandemi proses pembelajaran tematik yang dilakukan dengan menerapkan berlangsung aktif. Aktifitas pembelajan Daring dari rumah . megharuskan pembelajaran siswa aktif selama proses pembelajaran. Pembelajaran tematik yang dilakukan dengan menerapkan media Whatshapp Video call. Learning meningkatkan kemampuan meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis. Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi siswa antusias dalam belajar dan menanggapai pembelajaran Tematik secara Daring. Hal ini dibuktikan dari peningkatan ketuntasan klasikal dan rata-rata hasil belajar siswa. Ketuntasan klasikal siswa, meningkat sebesar 67,%, yaitu dari 83% menjadi 100% aktif mengikuti pembelajaran Daring.

Page 10 of 26 | Total Record : 256