cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi
ISSN : 27970590     EISSN : 27970140     DOI : https://doi.org/10.51878/edutech.v1i2.431
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan berbantuan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 359 Documents
PEMETAAN TREN PENELITIAN GLOBAL DALAM SISTEM MANAJEMEN PEMBELAJARAN (LMS) UNTUK PEMBELAJARAN JARAK JAUH: SEBUAH ANALISIS BIBLIOMETRIK Naufal Muhammad Kautsar; Haryono
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.10934

Abstract

The rapid development of digital technology has encouraged the widespread adoption of Learning Management Systems (LMS) as a primary platform for distance learning. Although studies on LMS have increased substantially, comprehensive investigations mapping the global development, trends, and research focuses in this field remain limited. This gap has resulted in an incomplete understanding of the evolution of LMS research in supporting distance education. Therefore, this study is important to identify research patterns and dominant themes within the global LMS literature. The study aims to map global research trends on Learning Management Systems in distance learning and provide a comprehensive overview of the field's development. A quantitative descriptive design with a bibliometric analysis approach was employed using 100 Scopus-indexed journal articles published between 2015 and 2025. The analysis included co-authorship, keyword co-occurrence, citation analysis, and bibliographic coupling supported by bibliometric visualization tools. The findings reveal a significant increase in LMS-related publications, particularly during 2020–2021. Thematic analysis identified three major research focuses: distance learning, flexible learning models, and student engagement and learning outcomes. In addition, the results indicate a shift from technology-centered research toward more integrated and learner-centered approaches. This study concludes that Learning Management Systems have become a strategic component of modern education and play an essential role in supporting effective, flexible, and sustainable learning environments. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah mendorong pemanfaatan Learning Management Systems (LMS) sebagai platform utama dalam penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh. Meskipun penelitian mengenai LMS terus meningkat, kajian yang secara komprehensif memetakan perkembangan, tren, dan fokus penelitian global pada bidang ini masih relatif terbatas. Keterbatasan tersebut menyebabkan belum tersedianya gambaran menyeluruh mengenai arah perkembangan penelitian LMS dalam mendukung pembelajaran jarak jauh. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi pola perkembangan penelitian serta tema-tema yang mendominasi kajian LMS pada tingkat global. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren penelitian global mengenai Learning Management Systems dalam pembelajaran jarak jauh dan memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan bidang tersebut. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis bibliometrik terhadap 100 artikel terindeks Scopus yang diterbitkan pada periode 2015–2025. Analisis dilakukan melalui co-authorship, keyword co-occurrence, citation analysis, dan bibliographic coupling dengan bantuan perangkat visualisasi bibliometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi terkait LMS mengalami peningkatan yang signifikan, terutama pada periode 2020–2021. Analisis tematik mengidentifikasi tiga fokus utama penelitian, yaitu pembelajaran jarak jauh, model pembelajaran fleksibel, serta keterlibatan dan hasil belajar mahasiswa. Selain itu, ditemukan pergeseran orientasi penelitian dari pendekatan yang berpusat pada teknologi menuju pendekatan yang lebih terintegrasi dan berpusat pada pembelajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa LMS telah menjadi komponen strategis dalam pendidikan modern dan memiliki peran penting dalam mendukung lingkungan pembelajaran yang efektif, fleksibel, dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN PhET INTERACTIVE SIMULATION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Alisa Salsabila; Hasan Subekti
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.10942

Abstract

ABSTRACT Science process skills are essential competencies in 21st-century science education because students are expected to think scientifically, solve problems, and conduct systematic investigations. However, students’ abilities in the topic of temperature and heat remain relatively low due to the abstract nature of the concepts and the limited implementation of experimental activities in learning. This study aimed to analyze the effectiveness of implementing the Problem Based Learning model assisted by PhET Interactive Simulation in improving the science process skills of seventh-grade students at SMP Negeri 3 Sidoarjo. The research employed a quantitative approach using a one-group pre-test post-test design. The participants consisted of 32 students selected through purposive sampling. Data were collected using science process skills tests administered before and after the learning treatment. The data were analyzed using descriptive statistics, N-Gain analysis, the Shapiro-Wilk normality test, and the Wilcoxon test. The findings indicated that the implementation of problem-based learning integrated with virtual simulations improved all indicators of students’ science process skills, particularly in interpreting data and drawing conclusions. Furthermore, the statistical analysis revealed a significant improvement in students’ abilities after the treatment. Therefore, the integration of Problem Based Learning and PhET Interactive Simulation effectively supports more active, contextual, and inquiry-based science learning. ABSTRAK Keterampilan proses sains merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran IPA abad ke-21 karena peserta didik dituntut mampu berpikir ilmiah, memecahkan masalah, dan melakukan penyelidikan secara sistematis. Namun, kemampuan tersebut pada materi suhu dan kalor masih tergolong rendah akibat karakteristik konsep yang abstrak serta terbatasnya aktivitas eksperimen dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan model Problem Based Learning berbantuan PhET Interactive Simulation terhadap peningkatan keterampilan proses sains peserta didik kelas VII-G SMP Negeri 3 Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pre-test post-test. Subjek penelitian berjumlah 32 peserta didik yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes keterampilan proses sains sebelum dan sesudah perlakuan pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, N-Gain, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah yang dipadukan dengan simulasi virtual mampu meningkatkan seluruh indikator keterampilan proses sains peserta didik, terutama pada kemampuan menginterpretasi data dan menyusun kesimpulan. Selain itu, hasil analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan kemampuan yang signifikan setelah perlakuan diberikan. Dengan demikian, integrasi Problem Based Learning dan PhET Interactive Simulation efektif mendukung pembelajaran IPA yang lebih aktif, kontekstual, dan berbasis investigasi ilmiah.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AL-QUR’AN BERBASIS DIGITAL DALAM MELANCARKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENGHAFAL AL-QUR’AN SISWA SDS IT TQ MIFTAHUL JANNAH MEDAN Muthia Naziroh Hutasuhut; Zulkipli Nasution
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.11008

Abstract

Al-Qur’an learning, such as Tahsin and Tahfizh at SDS IT Tahfizhul Qur'an Miftahul Jannah Medan is carried out to improve students’ ability to read and memorize the Al-Qur’an. However, conventional-based Al-Qur’an learning is considered less effective for implementation for all students, so that learning objectives are not fully achieved. Therefore, digital-based Al-Qur’an learning innovation is here to overcome these obstacles. This research aims to answer the problem formulation which focuses on studies related to the implementation of digital-based Al-Qur’an learning in improving the ability to read and memorize the Al-Qur’an of SDS IT Tahfizhul Qur’an Miftahul Jannah Medan students, its effectiveness, as well as supporting and inhibiting factors for its implementation. This research is descriptive qualitative research with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation as well as data analysis techniques using Miles and Huberman theory, including data reduction, data presentation, and drawing verification or conclusions. The research results showed that digital-based Al-Qur’an learning combined with the Ummi method was able to arouse students’ feelings of joy and enthusiasm, so it proved effective in improving the ability to read and memorize the Al-Qur’an for SDS IT Tahfizhul Qur'an Miftahul Jannah Medan students. ABSTRAK Pembelajaran Al-Qur’an, seperti Tahsin dan Tahfizh di SDS IT Tahfizhul Qur’an Miftahul Jannah Medan dilakukan untuk melancarkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an siswa. Namun, pembelajaran Al-Qur’an berbasis konvensional dinilai kurang efektif untuk diimplementasikan pada semua siswa, sehingga tujuan pembelajaran menjadi tidak tercapai sepenuhnya. Oleh sebab itu, inovasi pembelajaran Al-Qur’an berbasis digital hadir untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah yang berfokus pada pengkajian terkait implementasi pembelajaran Al-Qur’an berbasis digital dalam melancarkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an siswa SDS IT Tahfizhul Qur’an Miftahul Jannah Medan, efektivitasnya, serta faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an berbasis digital yang dikombinasikan dengan metode Ummi mampu membangkitkan rasa senang dan semangat siswa, sehingga terbukti efektif dalam melancarkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an siswa SDS IT Tahfizhul Qur’an Miftahul Jannah Medan.
INVESTIGATING EFL STUDENTS PERCEPTIONS OF PERPLEXITY AI FOR ARGUMENTATIVE WRITING Milda Anggia; Wahid Hasim; Ateng Kurnia
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.11011

Abstract

ABSTRACT The presence of Artificial Intelligence (AI) technologies such as Perplexity AI has transformed language learning, particularly in the way students access academic information quickly and interactively. This study aims to analyze English as a Foreign Language (EFL) students’ perceptions of the use of Perplexity AI in argumentative writing, particularly in terms of functionality, accessibility, and trust in the information sources generated by the platform. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through questionnaires and interviews involving students who actively used Perplexity AI in academic writing activities. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing to obtain a comprehensive understanding of students’ experiences in utilizing the AI technology. The findings revealed that Perplexity AI helped students obtain references more quickly, facilitated the development of argumentative ideas, and improved the efficiency of the writing process. However, the study also identified concerns regarding the potential for technological dependency and the decline of critical thinking skills when AI is used without appropriate academic supervision. Therefore, the use of Perplexity AI in English language learning should be accompanied by pedagogical guidance and the strengthening of academic ethics so that the technology can be utilized critically, responsibly, and in ways that maintain the originality of students’ work. ABSTRAK Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seperti Perplexity AI telah membawa perubahan dalam pembelajaran bahasa, khususnya dalam cara mahasiswa memperoleh informasi akademik secara cepat dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (EFL) terhadap penggunaan Perplexity AI dalam penyusunan tulisan argumentatif, terutama pada aspek fungsionalitas, kemudahan akses, dan tingkat kepercayaan terhadap sumber informasi yang dihasilkan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap mahasiswa yang aktif menggunakan Perplexity AI dalam kegiatan menulis akademik. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran mengenai pengalaman mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi AI tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perplexity AI membantu mahasiswa menemukan referensi secara lebih cepat, mempermudah pengembangan ide argumentatif, serta meningkatkan efisiensi proses penulisan. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya kekhawatiran terkait potensi ketergantungan teknologi dan menurunnya kemampuan berpikir kritis apabila penggunaan AI tidak disertai kontrol akademik yang tepat. Dengan demikian, penggunaan Perplexity AI dalam pembelajaran bahasa Inggris perlu disertai arahan pedagogis dan penguatan etika akademik agar teknologi dapat dimanfaatkan secara kritis, bertanggung jawab, dan tetap mendukung orisinalitas karya mahasiswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL OLEH MAHASISWA CALON GURU PADA MATERI BIOLOGI Dewi Amelia Widiyastuti; Alifya Henida Sasikirana; Nadilla Rica Italiana; Yuniza Nasywa Rini
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.11059

Abstract

ABSTRACT The transformation of technology-based learning in higher education has encouraged pre-service teachers not only to understand biological concepts but also to develop digital learning media aligned with the characteristics of the material and contemporary learning needs. This study was conducted to analyze the ability of pre-service biology teachers to develop digital learning media for abstract and complex biology topics. The study employed a quantitative descriptive approach involving 40 students of the Biology Education Study Program, FKIP Universitas Lambung Mangkurat, who were enrolled in the Biology Learning Media course during the even semester of the 2025 academic year. Data were collected through a self-assessment instrument evaluating the digital media products developed by the students based on aspects of content suitability, clarity of presentation, design creativity, language use, and media interactivity. The findings revealed that the students were able to produce various forms of digital learning media, including instructional videos, flipbooks, digital posters, interactive presentations, educational games, and augmented reality-based media. The assessment results also indicated that most of the developed media were categorized as good to very good, particularly in terms of content suitability and interactivity. The findings suggest that the experience of developing digital media provided opportunities for students to integrate technology, content presentation, and design creativity more effectively in biology learning. Therefore, the development of digital learning media can become an important component in strengthening the readiness of pre-service biology teachers to face technology-based learning in the modern educational era. ABSTRAK Transformasi pembelajaran berbasis teknologi di perguruan tinggi mendorong mahasiswa calon guru untuk tidak hanya memahami materi biologi, tetapi juga mampu mengembangkan media pembelajaran digital yang sesuai dengan karakteristik materi dan kebutuhan pembelajaran masa kini. Penelitian ini diarahkan untuk menganalisis kemampuan mahasiswa calon guru biologi dalam mengembangkan media pembelajaran digital pada materi biologi yang bersifat abstrak dan kompleks. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 40 mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Lambung Mangkurat yang mengikuti mata kuliah media pembelajaran biologi pada semester genap tahun akademik 2025. Data diperoleh melalui instrumen self assessment terhadap produk media digital yang dikembangkan mahasiswa berdasarkan aspek kesesuaian materi, kejelasan penyajian, kreativitas desain, penggunaan bahasa, dan interaktivitas media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menghasilkan berbagai bentuk media pembelajaran digital, meliputi video pembelajaran, flipbook, poster digital, presentasi interaktif, permainan edukatif, hingga media berbasis augmented reality. Hasil penilaian juga memperlihatkan bahwa sebagian besar media yang dikembangkan berada pada kategori baik hingga sangat baik, terutama pada aspek kesesuaian materi dan interaktivitas media. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pengalaman mengembangkan media digital memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengintegrasikan teknologi, penyajian materi, dan kreativitas desain dalam pembelajaran biologi secara lebih variatif. Dengan demikian, pengembangan media pembelajaran digital dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan calon guru biologi menghadapi pembelajaran berbasis teknologi di era pendidikan modern.
PERAN INSTAGRAM DALAM PENYAMPAIAN INFORMASI MAKEUP DI KALANGAN MAHASISWA TATA KECANTIKAN Faradicka Husnul Khuluq; Maria Krisnawati
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.11102

Abstract

ABSTRACT The development of social media, especially Instagram, has influenced the delivery of information in various fields, including beauty education. Instagram is widely used by students as a source of references for makeup techniques, beauty trends, and product usage because it is visually oriented and easily accessible. The platform provides various types of content such as makeup tutorials, product reviews, and beauty trend information that attract users. However, studies specifically examining the role of Instagram in delivering makeup information among beauty education students are still limited. In addition, not all information shared on Instagram can be fully understood because the platform often emphasizes visual aspects rather than detailed explanations. Therefore, this study aims to examine the role of Instagram in delivering makeup information among beauty education students. This study employed a quantitative descriptive approach involving 62 beauty education students from the 2022 cohort as respondents. Data were collected using a 4-point Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. The data were analyzed using mean scores and percentages. The findings showed that Instagram plays a positive role in delivering makeup information among beauty education students. The attractiveness of the content, usefulness of information, clarity of information, and ease of understanding were categorized as good to very good. Based on these findings, it can be concluded that Instagram functions not only as an entertainment platform but also as an effective medium for information and learning in the field of beauty. Nevertheless, improvements in the quality of information presentation are still needed to make the content clearer, more educational, and easier for users to understand. ABSTRAK Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, telah memengaruhi penyampaian informasi di berbagai bidang, termasuk tata kecantikan. Instagram banyak digunakan mahasiswa sebagai sumber referensi makeup, tren kecantikan, dan penggunaan produk karena bersifat visual dan mudah diakses. Platform ini menyediakan konten seperti tutorial, ulasan produk, dan informasi tren yang menarik. Namun, kajian tentang peran Instagram dalam penyampaian informasi makeup di kalangan mahasiswa tata kecantikan masih terbatas. Selain itu, tidak semua informasi di Instagram mudah dipahami secara mendalam karena lebih menekankan aspek visual daripada penjelasan rinci. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Instagram dalam penyampaian informasi makeup di kalangan mahasiswa tata kecantikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian 62 responden mahaiswa tata kecantikan angkatan 2022. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert 4 poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan nilai rata-rata (mean) dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram memiliki peran yang baik dalam penyampaian informasi makeup di kalangan mahasiswa tata kecantikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa daya tarik konten, manfaat informasi, kejelasan informasi, dan kemudahan pemahaman berada pada kategori baik hingga sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Instagram tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai media informasi dan pembelajaran yang cukup efektif dalam bidang tata kecantikan. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan dalam kualitas penyajian informasi agar lebih jelas, edukatif, dan mudah dipahami oleh pengguna.
PENERAPAN PRESENSI BERBASIS FACE RECOGNITION UNTUK MENINGKATKAN AKURASI DAN EFEKTIVITAS KEHADIRAN GURU Siti Nurhalisa A Saini; Muhammad Amir Arham; Agil Bahsoan; Meyko Panigoro; Rizan Machmud
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.11106

Abstract

This study was motivated by the limited research examining the contribution of face recognition-based attendance systems to improving the accuracy and effectiveness of teacher attendance management in schools. In addition, manual and fingerprint-based attendance systems still face several limitations, including data manipulation, inefficient recording processes, and limited real-time monitoring. Therefore, SMK Negeri 2 Paguyaman implemented a face recognition-based attendance system through the Mo’olohu application. This study aimed to analyze the implementation of the system in improving the accuracy and effectiveness of teacher attendance. A qualitative case study approach was employed, with data collected through observations, interviews, and documentation involving the principal, teachers, the operator, and administrative staff. The findings revealed that the system improved attendance accuracy through biometric identification, reducing the potential for attendance manipulation. It also enhanced attendance management effectiveness by enabling real-time recording, easier monitoring, and integrated attendance data for discipline evaluation. However, challenges related to internet connectivity, lighting conditions, and user adaptation were still encountered. Overall, the system contributed positively to improving teacher attendance management. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian yang mengkaji kontribusi sistem presensi berbasis face recognition terhadap peningkatan akurasi dan efektivitas pengelolaan kehadiran guru di sekolah. Selain itu, sistem presensi manual maupun fingerprint masih memiliki berbagai kelemahan, seperti potensi manipulasi data, kurang efisien dalam pencatatan kehadiran, dan keterbatasan pemantauan secara real time. Oleh karena itu, SMK Negeri 2 Paguyaman menerapkan sistem presensi berbasis face recognition melalui aplikasi Mo'olohu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem tersebut dalam meningkatkan akurasi dan efektivitas kehadiran guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, operator, dan staf tata usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu meningkatkan akurasi pencatatan kehadiran melalui identifikasi biometrik yang lebih valid sehingga meminimalkan potensi manipulasi absensi. Selain itu, sistem meningkatkan efektivitas pengelolaan kehadiran melalui pencatatan real time, kemudahan monitoring, dan penyediaan data terintegrasi untuk evaluasi kedisiplinan guru. Meskipun masih terdapat kendala berupa gangguan jaringan internet, pencahayaan, dan adaptasi pengguna, secara keseluruhan sistem memberikan kontribusi positif terhadap pengelolaan kehadiran guru.
EFEKTIVITAS NEUROPLAY SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS VIRTUAL REALITY UNTUK MENINGKATKAN LITERASI NEUROSAINS DAN KESADARAN TERHADAP DIGITAL BRAINROT Amabela Khairunisa Rapa; Nabilah Zahirah; Fakhira Khairunnisa Fahlepi
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.11109

Abstract

Excessive digital media exposure among adolescents can affect concentration, mental well-being, and cognitive functioning, highlighting the need for educational interventions that promote awareness of brain function and healthy technology use. This study aimed to analyze the effectiveness of NeuroPlay, a Virtual Reality (VR)-based learning tool, in improving neuroscience literacy and students’ awareness of digital brainrot. The study employed a pre-experimental method using a One Group Pretest-Posttest Design. The participants consisted of 31 high school students selected through purposive sampling. Data were collected through pretests, posttests, and were analyzed descriptively. The findings revealed that NeuroPlay positively contributed to students’ learning outcomes. The mean posttest score reached 85.14, with an average increase of 18.75 points compared to the initial scores. In addition to improving students’ understanding of brain structure and function, NeuroPlay enhanced awareness of the negative effects of excessive digital media consumption through immersive and interactive learning experiences. These findings suggest that Virtual Reality has strong potential as an innovative educational medium for promoting neuroscience literacy and digital health education among adolescents. ABSTRAK Paparan media digital yang berlebihan pada remaja dapat memengaruhi konsentrasi, kesehatan mental, dan kemampuan kognitif sehingga diperlukan upaya edukatif untuk meningkatkan pemahaman mengenai fungsi otak dan penggunaan teknologi secara sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas NeuroPlay, media pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR), dalam meningkatkan literasi neurosains dan kesadaran siswa terhadap fenomena digital brainrot. Penelitian menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah 31 siswa SMA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pretest, dan posttest, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan NeuroPlay memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Nilai rata-rata posttest mencapai 85,14 dengan peningkatan skor sebesar 18,75 poin dibandingkan dengan sebelum pembelajaran. Selain meningkatkan pemahaman mengenai struktur dan fungsi otak, NeuroPlay juga membantu siswa memahami dampak penggunaan media digital secara berlebihan melalui pengalaman belajar yang imersif dan interaktif. Temuan ini menunjukkan bahwa Virtual Reality berpotensi menjadi media pembelajaran inovatif untuk mendukung literasi neurosains dan edukasi kesehatan digital di kalangan remaja.
ANALISIS KOMPARATIF EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN SIMULASI JARINGAN DAN PRAKTIKUM LANGSUNG PADA MATA PELAJARAN JARINGAN KOMPUTER DI SMKS DHARMA BAHARI SURABAYA Mohammad Wildan Habibi; Nadya Atiqah Adha; Teresa Panggabean; Fairuz Salsabila; Mochammad Zakky Wildan Firdaus; Ainur Rofiq; Dennis Kiftirul Azis; Rafi Putra Bagus Riadi
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.11117

Abstract

Computer network learning in vocational high schools requires methods that can develop both students' conceptual understanding and practical skills. Although network simulation and direct practicum methods have been widely studied separately, research that explicitly compares the effectiveness of both within a single comparative design in a vocational school context remains limited. This study aims to analyze the differences in effectiveness between network simulation and direct practicum learning methods in computer network subjects at SMKS Dharma Bahari Surabaya. The study employed a quantitative method with a comparative approach involving 55 respondents using validated and reliable questionnaire instruments. Hypothesis testing results indicate no significant difference in effectiveness between the two methods, demonstrating that both are equivalent in supporting students' conceptual understanding and practical skills. These findings imply that teachers can integrate network simulation and direct practicum in a complementary manner: simulation is optimized for concept introduction and virtual configuration practice, while direct practicum is focused on developing real technical skills and industry work readiness. This integrative approach is particularly relevant for schools with limited infrastructure, as network simulation has proven capable of producing equivalent learning effectiveness without depending on complete hardware availability. ABSTRAK Pembelajaran jaringan komputer di SMK membutuhkan metode yang mampu mengembangkan pemahaman konsep sekaligus keterampilan praktik siswa. Meskipun metode simulasi jaringan dan praktikum langsung telah banyak dikaji secara terpisah, penelitian yang secara eksplisit membandingkan efektivitas keduanya dalam satu desain komparatif pada konteks SMK masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas antara metode pembelajaran simulasi jaringan dan praktikum langsung pada mata pelajaran jaringan komputer di SMKS Dharma Bahari Surabaya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif terhadap 55 responden melalui instrumen kuesioner yang telah teruji valid dan reliabel. Hasil uji hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua metode, sehingga keduanya terbukti setara dalam mendukung pemahaman konsep dan keterampilan praktik siswa. Temuan ini berimplikasi bahwa guru dapat mengintegrasikan simulasi jaringan dan praktikum langsung secara terpadu: simulasi dioptimalkan untuk pengenalan konsep dan latihan konfigurasi virtual, sementara praktikum langsung difokuskan pada pembentukan keterampilan teknis nyata dan kesiapan kerja industri. Pendekatan integratif ini relevan khususnya bagi sekolah dengan keterbatasan sarana prasarana, karena simulasi jaringan terbukti mampu menghasilkan efektivitas pembelajaran yang setara tanpa bergantung pada kelengkapan perangkat keras.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES PERUBAHAN SISTEMIK: PERSPEKTIF DIFUSI INOVASI Ghefira Naziha Zahara; Ahsanti Najiya; Astriana Jihan Kusumawati
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.11169

Abstract

Digital transformation in education has accelerated the adoption of learning technologies across educational institutions. However, technology implementation does not always run optimally, as it is influenced by multiple interrelated components within educational systems. This study aims to analyze educational technology implementation through a systems thinking approach and the innovation diffusion perspective. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method using a simplified Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) approach. Literature was collected from Scopus, ERIC, ScienceDirect, Web of Science, and Google Scholar databases covering publications from 2017 to 2025. The initial search identified 97 articles, followed by screening based on topic relevance, publication quality, and research focus, resulting in 42 eligible articles for further analysis, with 26 core articles included in the final synthesis. The findings indicate that educational technology implementation is a systemic process shaped by interactions among individual, organizational, technological, policy, and environmental factors. The innovation diffusion perspective explains how technology is adopted within educational social systems, while systems thinking helps explain dynamic relationships among educational components as a whole. The integration of these two perspectives produces a more comprehensive conceptual framework for understanding both the success and barriers of educational technology implementation. ABSTRAK Transformasi digital dalam pendidikan mendorong peningkatan penggunaan teknologi pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan. Namun, implementasi teknologi tidak selalu berjalan optimal karena dipengaruhi oleh berbagai komponen dalam sistem pendidikan yang saling berinteraksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi teknologi pendidikan melalui pendekatan berpikir sistemik dan perspektif difusi inovasi. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) sederhana. Penelusuran literatur dilakukan melalui database Scopus, ERIC, ScienceDirect, Web of Science, dan Google Scholar pada artikel terbit tahun 2017–2025. Tahap awal memperoleh 97 artikel, kemudian setelah proses seleksi berdasarkan relevansi topik, kualitas publikasi, dan kesesuaian fokus penelitian, diperoleh 42 artikel untuk analisis lanjutan, dengan 26 artikel utama digunakan dalam sintesis inti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi teknologi pendidikan merupakan proses sistemik yang dipengaruhi oleh interaksi faktor individu, organisasi, teknologi, kebijakan, dan lingkungan pendidikan. Perspektif difusi inovasi menjelaskan proses adopsi teknologi dalam sistem sosial pendidikan, sedangkan pendekatan berpikir sistemik membantu memahami keterkaitan dinamis antar komponen pendidikan secara menyeluruh. Integrasi kedua perspektif tersebut menghasilkan kerangka konseptual yang lebih komprehensif untuk menjelaskan keberhasilan maupun hambatan implementasi teknologi pendidikan.