cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi
ISSN : 27970590     EISSN : 27970140     DOI : https://doi.org/10.51878/edutech.v1i2.431
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan berbantuan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 359 Documents
TRUST DAN RESPONS PSIKOLOGIS TERHADAP ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL Inka Sukma Melati; Amanda Pasca Rini; Salsabila R.K Syaharani
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.10506

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) in digital learning has raised attention to aspects of trust and students' psychological responses. This study aims to systematically examine the relationship between trust and psychological responses to the use of AI in higher education using the Systematic Literature Review (SLR) method. A total of seven relevant articles were analyzed from systematic review, quantitative-qualitative, and experimental studies. The results show that trust plays an important role in increasing the frequency of AI use, learning motivation, student engagement, and perceptions of technology usefulness. High levels of trust are also associated with reduced technology anxiety and more positive attitudes toward AI, while low trust is related to resistance to use. Additionally, perceived benefits become the main predictor of AI usage intention, while trust serves as a supporting factor that strengthens technology acceptance. From a pedagogical perspective, AI does not replace the role of educators, but expands learning communication if designed in alignment with educational values and ethics. These findings emphasize the importance of strengthening trust, developing critical thinking, and reflective mechanisms so that AI integration in learning becomes more effective and meaningful.  ABSTRAK Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran digital memunculkan perhatian pada aspek kepercayaan (trust) dan respons psikologis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis hubungan trust dan respons psikologis terhadap penggunaan AI dalam pendidikan tinggi menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak tujuh artikel relevan dianalisis dari penelitian kajian sistematis, kuantitatif-kualitatif, dan eksperimen. Hasil menunjukkan bahwa trust berperan penting dalam meningkatkan frekuensi penggunaan AI, motivasi belajar, keterlibatan mahasiswa, serta persepsi kegunaan teknologi. Tingkat kepercayaan yang tinggi juga berkaitan dengan penurunan kecemasan teknologi dan sikap yang lebih positif terhadap AI, sedangkan rendahnya kepercayaan berhubungan dengan resistensi penggunaan. Selain itu, manfaat yang dirasakan menjadi prediktor utama niat penggunaan AI, sementara trust berfungsi sebagai faktor pendukung yang memperkuat penerimaan teknologi. Dari perspektif pedagogis, AI tidak menggantikan peran pendidik, tetapi memperluas komunikasi pembelajaran apabila dirancang selaras dengan nilai pendidikan dan etika. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kepercayaan, pengembangan berpikir kritis, dan mekanisme reflektif agar integrasi AI dalam pembelajaran lebih efektif dan bermakna.    
EFEKTIVITAS WEBINAR UNTUK PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI ERA DIGITAL Fitriana Marfu'atun Khasanah; Andika Putra Pututama; Zahrohtul Azihzah
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.10628

Abstract

This study aims to examine, analyze, and synthesize various literature related to the effectiveness of webinars in improving teachers’ competencies, including pedagogical, professional, personal, and social competencies in Indonesia. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method by adapting the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) guidelines. The literature search process was conducted through Google Scholar, Portal Garuda, and SINTA Kemdikbudristek databases, covering publications from 2020 to 2026. Based on the selection process using inclusion and exclusion criteria, 10 relevant articles were obtained and systematically analyzed. The findings indicate that webinars are considered effective, practical, and efficient in supporting the improvement of teachers’ competencies, particularly in professional and pedagogical aspects, such as mastery of digital learning technologies and scientific writing skills. However, webinar implementation still faces challenges, including limited internet infrastructure and low participant interactivity during training sessions. These findings provide important implications for governments and training providers in designing more interactive, adaptive, and sustainable webinar programs to support teacher competency development in the digital era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, menganalisis, dan menyintesis berbagai literatur terkait efektivitas webinar dalam meningkatkan kompetensi guru yang meliputi kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial di Indonesia. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadaptasi pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Proses pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, Portal Garuda, dan SINTA Kemdikbudristek dengan rentang publikasi tahun 2020–2026. Berdasarkan hasil seleksi sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 10 artikel yang relevan untuk dianalisis secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa webinar dinilai efektif, praktis, dan efisien dalam mendukung peningkatan kompetensi guru, terutama pada aspek profesional dan pedagogik, seperti penguasaan teknologi pembelajaran digital serta kemampuan penulisan karya ilmiah. Implementasi webinar masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur jaringan internet dan rendahnya interaktivitas peserta selama pelatihan berlangsung. Temuan penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pemerintah dan penyelenggara pelatihan dalam merancang program webinar yang lebih interaktif, adaptif, dan berkelanjutan guna mendukung pengembangan kompetensi pendidik di era digital.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PERUBAHAN DALAM PENINGKATAN KINERJA GURU: STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI SMPN Tyas Faizatul; Andika Cindy Nuryayantri
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.10630

Abstract

In the current educational world, many teachers are experiencing a decline in performance due to monotonous and stagnant school management, which leads to a decrease in teacher performance and student achievement. Therefore, change management is needed to identify what needs to be changed in school management to improve teacher performance thru the role of the principal. The purpose of implementing change management is to direct, coordinate, and ensure that the process of transitioning from the old condition to the new condition can proceed smoothly, effectively, and sustainably, as well as to analyze the role of the principal in the implementation of change management at SMP N 1 Sambirejo. The principal, as a change agent, holds a strategic position in initiating, managing, and successfully implementing the change process within the school environment. With this research, the researcher aims to analyze the role of the principal in the implementation of change management at SMP Negeri 1 Sambirejo in improving teacher performance and learning effectiveness. This study uses a descriptive qualitative method with the subject of research being the Principal of SMP Negeri 1 Sambirejo, Mrs. Ninuk Suryani, S.Pd., M.Pd. Data collection was conducted thru semi-structured interviews using an interview guideline as the research instrument. The research results show that the principal implements change management thru four integrated management functions, namely planning based on teacher needs assessment, organizing thru the formation of Learning Communities (Kombel) and Subject Teacher Discussion Groups (MGMP), mobilizing thru persuasive approaches and exemplary behavior, and supervising thru classroom supervision and reflective feedback. The implementation of these four management functions contributes to the improvement of teacher performance and the creation of a higher quality learning ecosystem at SMP Negeri 1 Sambirejo. ABSTRAK Di dunia pendidikan saat ini banyak guru yang mengalami penurunan kinerja dikarenakan manajemen sekolah yang monoton dan tidak berkembang sehingga menyebabkan tingkat kinerja guru menurun dan prestasi siswa berkurang, oleh karena itu dibutuhkanya manajemen perubahan untuk mengetahui apa saja yang harus di ganti dalam manajemen di sekolah untuk meningkatkan kinerja guru melalui peran dari kepala sekolah. Tujuan dilakukanya manajemen perubahan ini ialah untuk mengarahkan, mengoordinasikan, dan memastikan bahwa proses perubahan dari kondisi lama menuju kondisi baru dapat berjalan dengan lancar, efektif, dan berkelanjutan serta untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam implementasi manajemen perubahan (change management) di SMP N 1 Sambirejo. Kepala sekolah sebagai change agent memiliki posisi strategis dalam menginisiasi, mengelola, dan menyukseskan proses perubahan di lingkungan sekolah. Dengan adanya penelitian ini, peneliti ingin menganalisis peran kepala sekolah dalam implementasi manajemen perubahan di SMP Negeri 1 Sambirejo dalam meningkatkan kinerja guru dan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sambirejo, Ibu Ninuk Suryani, S.Pd., M.Pd. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur menggunakan pedoman wawancara sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah mengimplementasikan manajemen perubahan melalui empat fungsi manajemen secara terintegrasi, yaitu perencanaan berbasis evaluasi kebutuhan guru, pengorganisasian melalui pembentukan Komunitas Belajar (Kombel) dan MGMP, penggerakan melalui pendekatan persuasif dan keteladanan, serta pengawasan melalui supervisi kelas dan umpan balik reflektif. Implementasi keempat fungsi manajemen tersebut berkontribusi pada peningkatan kinerja guru dan terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih berkualitas di SMP Negeri 1 Sambirejo.
ACADEMIC GHOSTWRITING DI KALANGAN PELAJAR: TANTANGAN BARU INTEGRITAS AKADEMIK DI ERA DIGITAL Fachriana Fachriana; Vina Agustina; Insania Khairunnisa; Susantonius Selamat Hia
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.10638

Abstract

ABSTRACT The phenomenon of academic ghostwriting among students has increased alongside the rapid development of digital technology, particularly the use of artificial intelligence (AI) in academic activities. If left unaddressed, this practice risks undermining the foundations of intellectual honesty and the overall quality of educational graduates, making an integrated and in-depth examination an urgent necessity. This study aims to examine ghostwriting practices as a new challenge to academic integrity in the digital era. This research adopts a qualitative descriptive-exploratory approach through a conceptual review supported by semi-structured interviews, Likert-scale questionnaires, non-participatory observation, and document analysis. The findings reveal that AI provides considerable advantages, including assisting idea generation, improving writing structure, and enhancing task efficiency; however, its use without ethical awareness encourages ghostwriting, disguised plagiarism, and excessive technological dependency. These conditions impair students' critical thinking, creativity, and academic honesty, further worsened by low ethical literacy, academic pressure, and insufficient institutional oversight. The scientific contribution of this study lies in its integrative analytical framework linking the dimensions of ethics, cognitive change, and educational system responses to AI-based ghostwriting a nexus that remains underexplored in prior literature. ABSTRAK Fenomena academic ghostwriting di kalangan pelajar semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam kegiatan akademik. Apabila tidak segera mendapat perhatian serius, praktik ini berpotensi merusak fondasi kejujuran intelektual dan kualitas lulusan pendidikan secara menyeluruh, sehingga kajian yang bersifat terpadu dan mendalam menjadi sangat mendesak untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik ghostwriting sebagai tantangan baru terhadap integritas akademik di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif melalui kajian konseptual yang didukung wawancara semi-terstruktur, angket skala Likert, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI memberikan kemudahan dalam penyusunan ide, perbaikan struktur tulisan, dan peningkatan efisiensi tugas; namun penggunaan yang tidak disertai kesadaran etis mendorong munculnya praktik ghostwriting, plagiarisme terselubung, dan ketergantungan berlebihan pada teknologi. Kondisi ini berdampak pada penurunan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta melemahnya nilai kejujuran akademik, yang diperparah oleh rendahnya literasi etika, tekanan tugas, dan minimnya pengawasan institusional. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada kerangka analitik integratif yang menghubungkan dimensi etika, perubahan kognitif, dan respons sistem pendidikan terhadap fenomena AI-based ghostwriting, yang belum banyak dikaji secara terpadu dalam literatur sebelumnya.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS FLIPBOOK MATERI PEMANGKASAN RAMBUT TEKNIK GRADUASI Yumna Mufidah Qurotul ‘Ain; Sri Endah Wahyuningsih
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.10658

Abstract

ABSTRACT The development of information technology in education encourages the use of digital media that can enhance the effectiveness of learning. However, there is a limitation in the teaching materials for the graduation haircut technique that does not yet support optimal visualization of the practice. Such a situation results in obstacles faced by students in understanding the sequence of hair cutting steps accurately and systematically. This research is designed to outline the stages of developing a flipbook-based e-module and to evaluate the feasibility and practicality of the resulting media. The method used in this research is Research and Development with the 4D development model as its framework. As many as 12 students from the XI Beauty Skin and Hair class were involved as subjects in the product trial. Data were collected thru two main instruments, namely validation sheets from experts and student response questionnaires, which were then processed and analyzed using percentage analysis techniques. The research results reveal that the developed e-module received validation ratings from media experts and subject matter experts with a classification of very feasible. Meanwhile, the responses given by the students toward the e-module were categorized as very practical. Based on these two findings, the flipbook-based e-module is deemed suitable for implementation as a learning medium for the hair trimming material using the graduated technique. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dalam pendidikan mendorong pemanfaatan media digital yang mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran. Namun ditemukan adanya keterbatasan bahan ajar pada pembelajaran pemangkasan rambut teknik graduasi yang belum mendukung visualisasi praktik secara optimal. Situasi demikian berdampak pada munculnya hambatan yang dialami peserta didik dalam memahami alur langkah kerja pemangkasan rambut secara tepat dan sistematis. Adapun penelitian ini dirancang untuk memaparkan tahapan pengembangan e-modul berbasis flipbook serta mengevaluasi tingkat kelayakan dan kepraktisan media yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development dengan model pengembangan 4D sebagai kerangka acuannya. Sebanyak 12 peserta didik kelas XI Tata Kecantikan Kulit dan Rambut dilibatkan sebagai subjek dalam pelaksanaan uji coba produk. Data dikumpulkan melalui dua instrumen utama, yaitu lembar validasi dari para ahli dan angket respons peserta didik, yang kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis persentase. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa e-modul yang dikembangkan memperoleh penilaian validasi dari ahli media dan ahli materi dengan klasifikasi sangat layak. Sementara itu, respons yang diberikan oleh peserta didik terhadap e-modul tersebut berada dalam kategori sangat praktis. Berdasarkan kedua temuan tersebut, e-modul berbasis flipbook dinyatakan layak untuk diimplementasikan sebagai media pembelajaran pada materi pemangkasan rambut teknik graduasi.
TRANSFORMASI DIGITAL PENILAIAN KINERJA GURU MELALUI SISTEM RUANG GTK Juliana Juliana; Leny Nurdiyaningsih; Noevandi Noevandi; Marnita Marnita
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.10659

Abstract

ABSTRACT Digital transformation in education has encouraged changes in teacher management and performance evaluation systems through technology-based platforms, one of which is Ruang GTK. However, the implementation of digital systems in teacher performance assessment still faces challenges related to implementation effectiveness, administrative procedures, and user readiness at the school level. In addition, empirical studies examining the implementation of Ruang GTK in teacher performance assessment remain limited. Therefore, this study is important to provide an overview of how digital systems support teacher performance evaluation in a more structured, transparent, and well-documented manner. This study aims to analyze the implementation of the Ruang GTK system in teacher performance assessment at UPTD SMP Negeri 1 Makmur, Bireuen Regency. The study employed a descriptive qualitative approach supported by simple quantitative data. The research subjects consisted of 20 teachers, including civil servant teachers, PPPK teachers, and regional honorary teachers. Data were collected through system documentation and observation using the Ruang GTK dashboard, which contained information on performance practices, work behavior, performance ratings, assessment completion status, and data submission status. The findings revealed that 95% of teachers had completed the performance assessment process, and 95% of the assessment data had been successfully submitted through the system. In addition, 95% of teachers obtained a “Good” performance rating based on the evaluation results in the Ruang GTK platform. These findings indicate that the Ruang GTK system is capable of supporting teacher performance assessment in a systematic, documented, and digitally integrated manner. Nevertheless, minor obstacles were still identified in several data submission and assessment completion processes, indicating the need for further assistance and optimization in the implementation of digital systems in schools. ABSTRAK Transformasi digital dalam pendidikan mendorong perubahan sistem pengelolaan dan penilaian kinerja guru melalui platform berbasis teknologi, salah satunya Ruang GTK. Namun, implementasi sistem digital pada penilaian kinerja guru masih menghadapi tantangan terkait efektivitas pelaksanaan, keterlaksanaan administrasi, dan kesiapan pengguna di tingkat sekolah. Selain itu, kajian empiris mengenai implementasi Ruang GTK pada proses penilaian kinerja guru di sekolah masih terbatas. Penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanaan sistem digital dalam mendukung penilaian kinerja guru secara lebih terstruktur, transparan, dan terdokumentasi. Penelitian bertujuan menganalisis implementasi sistem Ruang GTK dalam penilaian kinerja guru di UPTD SMP Negeri 1 Makmur Kabupaten Bireuen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dukungan data kuantitatif sederhana. Subjek penelitian terdiri atas 20 guru yang meliputi guru PNS, PPPK, dan honorer daerah. Data diperoleh melalui dokumentasi dan observasi sistem dengan memanfaatkan dashboard Ruang GTK yang memuat data praktik kinerja, perilaku kerja, predikat kinerja, status penyelesaian penilaian, dan status pengiriman data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95% guru telah menyelesaikan penilaian kinerja dan 95% data penilaian telah berhasil dikirim melalui sistem. Selain itu, sebanyak 95% guru memperoleh predikat kinerja “Baik” berdasarkan hasil evaluasi pada platform Ruang GTK. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem Ruang GTK mampu mendukung pelaksanaan penilaian kinerja guru secara sistematis, terdokumentasi, dan terintegrasi secara digital. Namun demikian, masih terdapat kendala pada sebagian kecil proses pengiriman dan penyelesaian data penilaian yang memerlukan optimalisasi pendampingan dan penguatan implementasi sistem digital di sekolah.
TRANSFORMASI ASESMEN MULTILITERASI: MENGUKUR CRITICAL THINKING DAN DIGITAL FLUENCY SISWA SEKOLAH DASAR DI ERA GENERATIVE AI Setianingsih Setianingsih; Intan Sari Rufiana; Sri Rahayuningsih
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.10888

Abstract

The emergence of Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) in elementary education has introduced the Pseudo-Digital Fluency phenomenon, a condition in which students appear technically proficient with digital tools but lack depth in critical thinking and information validation. This study aims to develop and validate a Multimodal-Based Multiliteracy Assessment Model capable of authentically measuring Critical Thinking and Digital Fluency among elementary school students in the Gen-AI era. This study employed a mixed methods approach integrating Research and Development (R&D) procedures using the ADDIE model with qualitative analysis. A limited field trial was conducted with 28 Phase B students (Grade 4) at SD Negeri 1 Sukosari in the 2025/2026 academic year. Content validity was assessed by two expert validators using Aiken's V index, while reliability was measured through inter-rater Percentage of Agreement. The results indicate that the developed assessment model achieved a highly feasible validity coefficient (Aiken's V = 0.89). Field trials revealed that students' ability to independently cross-check AI-generated information was the most critical weakness (71.50%), while their digital ethical resilience scored in the very high category (85.75%). The multimodal portfolio rubric demonstrated high reliability with an inter-rater agreement coefficient of 89.28%. As a transformative solution, this study produced the Digital Sandwich Strategy, integrating Scenario-Based Assessment, Digital Portfolio, and Metacognitive Reflection to ensure human reasoning remains central to the learning process amid advancing AI technology. ABSTRAK Munculnya Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) di lingkungan pendidikan dasar memunculkan fenomena Pseudo-Digital Fluency, yakni kondisi di mana siswa tampak mahir secara teknis dalam mengoperasikan alat digital, namun mengalami defisit dalam kemampuan berpikir kritis dan validasi informasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji Model Asesmen Multiliterasi Berbasis Multimodal yang valid dan reliabel untuk mengukur Critical Thinking dan Digital Fluency siswa sekolah dasar secara autentik di era Gen-AI. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang mengintegrasikan prosedur Research and Development (R&D) model ADDIE dengan analisis kualitatif. Uji coba terbatas dilakukan pada 28 siswa Fase B (Kelas 4) di SD Negeri 1 Sukosari tahun ajaran 2025/2026. Validitas isi instrumen diuji oleh dua pakar menggunakan indeks Aiken's V, sedangkan reliabilitas diukur melalui Percentage of Agreement antar-penilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model asesmen yang dikembangkan memperoleh koefisien validitas sangat layak (Aiken's V = 0,89). Uji coba lapangan mengungkap bahwa kemampuan validasi silang (cross-check) siswa terhadap luaran AI merupakan titik lemah yang paling kritis (71,50%), sementara ketahanan etis digital siswa berada pada kategori sangat tinggi (85,75%). Reliabilitas rubrik portofolio multimodal terbukti tinggi dengan koefisien kesepakatan antar-penilai sebesar 89,28%. Sebagai solusi transformatif, penelitian ini menghasilkan Strategi Digital Sandwich yang mengintegrasikan Scenario-Based Assessment, Digital Portfolio, dan Refleksi Metakognitif untuk memastikan nalar manusiawi tetap menjadi pusat proses belajar di tengah dominasi teknologi AI.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK ELEKTRONIK (E-LKPD) MELALUI PENDEKATAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN Miftahul Mardiah; Suraida Suraida
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.10889

Abstract

The utilization of digital learning media at the secondary school level is still not optimal, particularly in environmental pollution material, which actually requires a more contextual and applicable learning approach. Based on this condition, this study aims to develop a Project Based Learning (PjBL)-based E-LKPD for eleventh-grade senior high school students on environmental pollution material. This study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, with the implementation limited to the Development stage. The trial subjects were eleventh-grade students of SMA Negeri 4 Kota Jambi, and the developed product utilized the Fliphtml5 platform. The validation results by experts showed highly satisfactory outcomes: the language expert gave a score of 92%, the material expert 91%, and the design expert 94%, all of which were categorized as very good. The practicality test conducted by teachers resulted in a score of 90%, while students’ responses demonstrated a positive trend, increasing from 80% in the small-group trial to 93% in the large-group trial. This increase indicates that the product was not only easy to use but also well accepted by students. Furthermore, the effectiveness test produced an N-Gain Score of 0.415, which falls into the moderate category, indicating a measurable improvement in learning outcomes after the use of the E-LKPD. Overall, the PjBL-based E-LKPD developed in this study was considered valid, practical, and sufficiently effective as a supporting medium for biology learning in senior high schools. ABSTRAK Pemanfaatan media pembelajaran digital di jenjang sekolah menengah hingga kini masih belum optimal, khususnya pada materi pencemaran lingkungan yang sesungguhnya menuntut pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan mengembangkan E-LKPD berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk siswa kelas XI SMA pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang pelaksanaannya dibatasi hingga tahap Development. Subjek uji coba adalah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Kota Jambi, dengan produk yang dikembangkan menggunakan platform Fliphtml5. Hasil validasi oleh para ahli menunjukkan capaian yang sangat memuaskan: ahli bahasa memberikan nilai 92%, ahli materi 91%, dan ahli desain 94% ketiganya masuk dalam kategori sangat baik. Uji kepraktisan yang dilakukan oleh guru menghasilkan nilai 90%, sementara respons peserta didik menunjukkan tren yang menggembirakan, yakni meningkat dari 80% pada uji kelompok kecil menjadi 93% pada uji kelompok besar. Lonjakan ini mengindikasikan bahwa produk tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga diterima dengan baik oleh siswa. Adapun hasil uji keefektifan menghasilkan nilai N-Gain Score sebesar 0,415 yang tergolong dalam kategori sedang, menandakan adanya peningkatan hasil belajar yang terukur setelah penggunaan E-LKPD. Secara keseluruhan, E-LKPD berbasis PjBL yang dikembangkan dalam penelitian ini dinilai valid, praktis, dan cukup efektif sebagai media pendukung pembelajaran biologi di SMA.
PENGARUH KUALITAS SISTEM DAN KUALITAS LAYANAN AKADEMIK SIAKAD TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA PRODI S1 PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN UNESA Derra Febrilia Dwi Rahma Sokhib; Durinta Puspasari
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.10903

Abstract

The use of Academic Information Systems (SIAKAD) in higher education has become an essential part of supporting students’ academic activities. However, in practice, several issues are still encountered, such as slow system performance, system errors, and less responsive services, which may affect student satisfaction as users. This study aims to examine the effect of system quality and academic service quality of SIAKAD on student satisfaction. This research employed a quantitative approach using a survey method involving 120 students from the Undergraduate Program of Office Administration Education at Universitas Negeri Surabaya. Data were collected through a questionnaire that had been tested for validity and reliability, and were analyzed using multiple linear regression. The results show that both system quality and service quality have a significant effect on student satisfaction, both partially and simultaneously. This indicates that better system performance and service quality lead to higher levels of student satisfaction. Based on these findings, SIAKAD administrators are expected to continuously improve and develop the system as well as enhance service quality to better support students’ academic needs. ABSTRAK Penggunaan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) di perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan akademik mahasiswa. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, seperti sistem yang lambat, error, serta layanan yang belum sepenuhnya responsif, yang dapat memengaruhi tingkat kepuasan mahasiswa sebagai pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas sistem dan kualitas layanan akademik SIAKAD terhadap kepuasan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang dilakukan kepada 120 mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem dan kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kualitas sistem dan layanan yang diberikan, maka kepuasan mahasiswa juga akan meningkat. Berdasarkan hasil tersebut, pengelola SIAKAD diharapkan dapat terus melakukan perbaikan dan pengembangan sistem serta meningkatkan kualitas layanan agar dapat mendukung kebutuhan akademik mahasiswa secara optimal.
PENGARUH APLIKASI PEMBELAJARAN BERBASIS GAMIFIKASI MELALUI INTERACTIVE FLAT PANEL TERHADAP KOMPETENSI LITERASI DAN NUMERASI ANAK TAMAN KANAK-KANAK Nanda Maratul Husna; Azis Suroni; Bonda Sisephaputra
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.10918

Abstract

The development of digital technology in early childhood education encourages the use of more interactive learning media to improve children’s literacy and numeracy competencies. However, conventional learning in early childhood education still tends to be teacher-centered and less effective in creating optimal learning engagement. In addition, studies examining the integration of gamification through Interactive Flat Panel (IFP) technology in early childhood learning remain limited, particularly in literacy and numeracy instruction. This study aims to analyze the effect of gamification-based learning applications through Interactive Flat Panel on kindergarten children’s literacy and numeracy competencies. The study employed a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design. The participants consisted of 34 children aged 5–6 years who were divided into experimental and control groups. Data were collected through developmental assessments and learning engagement observations and analyzed using an independent sample t-test. The findings revealed that the experimental group showed significantly higher improvement in literacy and numeracy competencies compared to the control group (p < 0.001). In addition, gamification-based learning through IFP increased children’s motivation, attention, and collaborative interaction during the learning process. Therefore, the use of gamification-based Interactive Flat Panel was proven effective in supporting literacy and numeracy learning in early childhood education. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan anak usia dini mendorong penggunaan media pembelajaran yang lebih interaktif untuk meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi anak. Namun, pembelajaran konvensional di PAUD masih cenderung berpusat pada guru dan kurang mampu menciptakan keterlibatan belajar yang optimal. Di sisi lain, penelitian mengenai integrasi gamifikasi melalui Interactive Flat Panel (IFP) pada pembelajaran anak usia dini masih terbatas, khususnya dalam konteks literasi dan numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi pembelajaran berbasis gamifikasi melalui Interactive Flat Panel terhadap kompetensi literasi dan numerasi anak taman kanak-kanak. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Subjek penelitian terdiri atas 34 anak usia 5–6 tahun yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui asesmen perkembangan dan observasi keterlibatan belajar, kemudian dianalisis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh peningkatan kompetensi literasi dan numerasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi p < 0,001. Selain itu, pembelajaran berbasis gamifikasi melalui IFP juga meningkatkan motivasi, perhatian, dan interaksi kolaboratif anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan Interactive Flat Panel berbasis gamifikasi terbukti efektif dalam mendukung pembelajaran literasi dan numerasi pada anak usia dini.