cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 130 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 3 (2026)" : 130 Documents clear
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORATIF SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS DI KELAS V SD Fenti Lahalo; Yulanti S. Mooduto; Yusraningsih H. Pongoliu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.10621

Abstract

ABSTRACT Collaborative skills are one of the essential competencies that students need to develop in 21st-century learning. However, students' collaborative skills in Science and Social Studies (IPAS) learning still need improvement. Therefore, this study aims to enhance students' collaborative skills through the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model in the Science and Social Studies (IPAS) subject for fifth-grade students at the Laboratory Elementary School of Gorontalo State University (UNG). In addition, this study also aimed to describe the implementation process of PJBL in creating active, creative, and student centered learning. This research employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, where each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this study were 22 fifth grade students. The data collection techniques used were observation and documentation. Data analysis was carried out on teacher activities, student activities, and students’ collaborative skills during the learning process. The results showed that the implementation of the Project Based Learning (PJBL) model was able to improve students’ collaborative skills. Based on these results, it can be concluded that the implementation of the Project Based Learning (PJBL) model can improve students’ collaborative skills in the IPAS subject for fifth grade students at SD Laboratorium UNG. ABSTRAK Keterampilan kolaboratif merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki siswa dalam pembelajaran abad ke-21. Namun, keterampilan kolaboratif siswa pada pembelajaran IPAS masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran IPAS di kelas V SD Laboratorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan PJBL dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan berpusat pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 22 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan terhadap aktivitas guru, aktivitas siswa, serta keterampilan kolaboratif siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa pada mata pelajaran IPAS di kelas V SD Laboratorium UNG.
METODE PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP OPERASI HITUNG DASAR PADA SISWA KELAS II SDN 3 GERUNG SELATAN Salsabila Maulida; Lisha Nurramdhani; Nabila Alfatien; Sabandi Sabandi; Mirah Rizki Wulandari; Djuita Hidayati
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.10632

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the limitations of mathematics learning methods and their implications for students’ understanding of basic arithmetic operation concepts in grade II at SDN 3 Gerung Selatan. Mathematics learning in elementary schools requires varied methods to help students understand addition, subtraction, multiplication, and division concepts effectively. However, classroom observations showed that the learning process was still dominated by lecture methods with limited use of instructional media, causing students difficulties in understanding the material. This study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of observation and interviews. The data were analyzed descriptively to describe the condition of mathematics learning in the classroom. The findings revealed that the limited variation of teaching methods and learning media affected students’ understanding of basic mathematics concepts, reduced their learning interest and motivation, and created differences in learning outcomes among students. Therefore, more interactive learning methods and the use of concrete learning media are needed to improve students’ understanding of basic arithmetic operations. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis keterbatasan metode pembelajaran matematika serta implikasinya terhadap pemahaman konsep operasi hitung dasar siswa kelas II SDN 3 Gerung Selatan. Pembelajaran matematika di sekolah dasar memerlukan metode yang bervariasi agar siswa dapat memahami konsep penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian secara optimal. Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih didominasi metode ceramah dengan penggunaan media yang terbatas sehingga siswa mengalami kesulitan memahami materi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi pembelajaran matematika di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan variasi metode dan media pembelajaran berdampak pada rendahnya pemahaman konsep dasar matematika, menurunnya minat dan motivasi belajar siswa, serta adanya perbedaan hasil belajar antar siswa. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan penggunaan media konkret untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep operasi hitung dasar.  
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMAHAMI NILAI TEMPAT DAN PROSES MENYIMPAN PADA OPERASI PENJUMLAHAN BERSUSUN KELAS II SD Nia Andriana; Firda Mardatillah; Eliza Najwa; Harkatul Hasani; Djuita Hidayati
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.10693

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low ability of second-grade students at SDN 3 Bajur to master basic mathematical arithmetic operations, particularly in column addition. The primary issue is that many students incorrectly place digits according to their place value (ones, tens, hundreds, and so forth) and do not yet have a proper understanding of the carrying process, resulting in inaccuracies in calculations. This research focuses on analyzing the types of difficulties experienced by students and the underlying causal factors. This study employs a descriptive method with a qualitative approach, where data collection was conducted through observation, interviews, and documentation involving teachers and students in the field. The results indicate that students face significant obstacles in distinguishing between units and tens and frequently fail to apply the carry technique when the addition result exceeds ten. The factors causing these difficulties include internal factors such as low interest, motivation, and a lack of understanding of basic concepts, as well as external factors including suboptimal use of learning media and a lack of systematic practice. The conclusion of this study emphasizes that mastering place value is a crucial foundation for students' arithmetic skills. Therefore, more concrete, gradual, and contextual learning strategies are required to strengthen conceptual understanding and increase students' confidence in solving column addition operations. ABSTRAK Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan siswa kelas II SDN 3 Bajur dalam menguasai operasi hitung matematika, khususnya pada materi penjumlahan bersusun. Permasalahan utama muncul karena banyak siswa yang melakukan kesalahan dalam menempatkan angka berdasarkan nilai tempat (satuan, puluhan, ratusan, dan seterusnya) serta belum memahami konsep menyimpan dengan benar, sehingga menyebabkan ketidaktelitian dalam proses perhitungan. Fokus penelitian ini adalah menganalisis jenis kesulitan yang dialami siswa serta faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru serta siswa di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami hambatan serius dalam membedakan nilai satuan dan puluhan serta sering kali gagal dalam melakukan Teknik menyimpan (carry) saat hasil penjumlahan melebihi angka sepuluh. Faktor penyebab kesulitan ini mencakup faktor internal seperti rendahnya minat, motivasi, dan pemahaman konsep dasar, serta faktor eksternal yang meliputi penggunaan media pembelajaran yang kurang optimal dan minimnya Latihan soal yang sistematis. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penguasaan nilai tempat adalah fondasi krusial bagi kemampuan aritmatika siswa. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih konkret, bertahap, dan kontekstual untuk memperkuat pemahaman konsep serta meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menyelesaikan operasi penjumlahan bersusun.
FLIPPED CLASSROOM BERBANTUAN VIDEO AI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR Kansha Aurel Honey Kayla; Wakhid Fitri Albar
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.10739

Abstract

This study is motivated by the low level of students’ mathematical problem-solving ability and the need for contextual and adaptive learning innovations through the use of technology. This study aims to determine the improvement of students’ mathematical problem-solving ability through the implementation of a flipped classroom model assisted by artificial intelligence (AI)-based video with an ethnomathematics approach, as well as to examine the role of learning motivation. This research employed a mixed methods approach with a sequential explanatory design. The quantitative phase used a one group pretest-posttest design involving 31 students of class VIII D at SMP Negeri 1 Randudongkal, while the qualitative phase was conducted through interviews and observations involving 9 students as interview subjects. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, normality test, one sample t-test, proportion test, paired sample t-test, N-gain, and simple linear regression, while qualitative data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed an improvement in students’ mathematical problem-solving ability, indicated by an increase in the average score from 68.83 to 83.83, with classical completeness reaching 100%. However, learning motivation did not have a significant effect on mathematical problem-solving ability, with a contribution of 1.4%. Qualitative findings revealed that learning motivation plays a role in enhancing students’ engagement in the learning process. Therefore, the implementation of a flipped classroom model assisted by AI-based video with an ethnomathematics approach is effective in improving mathematical problem-solving ability and creating more contextual and adaptive learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik serta perlunya inovasi pembelajaran yang kontekstual dan adaptif melalui pemanfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik melalui penerapan model flipped classroom berbantuan video berbasis artificial intelligence (AI) bernuansa etnomatematika serta mengkaji peran motivasi belajar. Penelitian menggunakan pendekatan mix methods dengan desain sequential explanatory. Tahap kuantitatif menggunakan desain one group pretest-posttest yang melibatkan 31 peserta didik kelas VIII D di SMP Negeri 1 Randudongkal, sedangkan tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan melibatkan 9 peserta didik sebagai subjek wawancara. Analisis data kuantitatif meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji one sample t-test, uji proporsi, uji paired sample t-test, perhitungan N-gain, dan regresi linear sederhana, sedangkan analisis kualitatif dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata dari 68,83 menjadi 83,83 dengan ketuntasan klasikal mencapai 100%. Namun, motivasi belajar tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dengan kontribusi sebesar 1,4%. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa motivasi belajar tetap berperan dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penerapan model flipped classroom berbantuan video AI bernuansa etnomatematika efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual serta adaptif.  
PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS VI Silvina Salsabila; Sari Yustiana
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.10847

Abstract

ABSTRACT Learning The teaching of Natural and Social Sciences (IPAS) in elementary schools is still dominated by conventional teaching methods, which result in suboptimal student engagement and cognitive learning outcomes. Previous studies have shown that the experimental method can improve student engagement or learning outcomes; however, research examining the simultaneous impact of the experimental method on both aspects in IPAS instruction under the Merdeka Curriculum remains limited. Therefore, this study is important to provide empirical evidence regarding the effectiveness of the experimental method in improving the quality of IPAS instruction. This study aims to determine the effect of the experimental method on student learning engagement and cognitive learning outcomes in sixth grade regarding the topic of Earth’s rotation and revolution. This study employs a quantitative approach using a pre-experimental design of the One-Group Pretest-Posttest type. Data collection techniques were conducted through observation and testing, while data analysis utilized descriptive statistical tests and the Paired Sample T-Test. The results of the study on 11 students showed that the application of the experimental method was able to increase the average level of student learning activity from 66.66% to 85.22%, with the category changing from active to very active. In addition, students’ cognitive learning outcomes also showed an increase in the average score from 50.18% to 67.63%, moving from the “fairly good” to the “good” category. These results were supported by a Paired Sample T-Test, which showed a Sig. (2-tailed) value of 0.001 < 0.05; thus, Ho was rejected and H1 was accepted, indicating a significant effect. The findings of this study imply that the application of the experimental method can support the implementation of IPAS learning that is more active, meaningful, and student-centered in accordance with the characteristics of the Merdeka Curriculum. Thus, the experimental method has a significant effect on students’ learning activity and cognitive learning outcomes in IPAS learning. ABSTRAK Pembelajaran  Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar masih didominasi oleh metode pembelajaran konvensional yang menyebabkan keaktifan dan hasil belajar kognitif belum optimal. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa metode eksperimen mampu meningkatkan keaktifan belajar atau hasil belajar siswa, namun penelitian yang mengkaji pengaruh metode eksperimen terhadap kedua aspek tersebut secara simultan dalam pembelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan bukti empiris mengenai efektivitas metode eksperimen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode eksperimen terhadap keaktifan belajar dan hasil belajar kognitif siswa kelas VI pada materi rotasi dan revolusi bumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental jenis One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes, sedangkan analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian pada 11 siswa menunjukkan bahwa penerapan metode eksperimen mampu meningkatkan jumlah rata-rata keaktifan belajar siswa dari 66,66% menjadi 85,22% dengan kategori aktif menjadi sangat aktif. Selain itu, hasil belajar kognitif siswa juga mengalami peningkatan jumlah rata-rata dari 50,18% menjadi 67,63% dengan kategori cukup baik menjadi baik. Hasil tersebut diperkuat dengan uji Paired Sample T-Test yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) = 0,001 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa penerapan metode eksperimen dapat mendukung implementasi pembelajaran IPAS yang lebih aktif, bermakna, dan berpusat pada siswa sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, metode eksperimen berpengaruh signifikan terhadap keaktifan belajar dan hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran IPAS.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS PBL PADA MATERI ZAT DAN PERUBAHANNYA Nurahmi Nurahmi; M. Nasir
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.10905

Abstract

ABSTRACT Science learning on the topic of Matter and Its Changes continues to face challenges related to students’ low engagement during the learning process. This condition is associated with the limited use of learning media and instructional models that are able to provide meaningful learning experiences and encourage active participation. In response to this issue, this study developed an interactive multimedia product integrated with the Problem-Based Learning (PBL) approach to support more contextual and student-centered learning.The product was developed using a Research and Development (R&D) approach through the ADDIE model, which consists of the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The development process involved media experts, subject-matter experts, and seventh-grade junior high school students to obtain feedback regarding the quality and usability of the developed product.The findings indicate that the interactive multimedia met the required feasibility standards based on expert evaluations and was considered practical for classroom implementation. The integration of visual elements, animations, and contextual problem-solving activities contributed to increased student participation, motivation, and engagement during learning activities. In addition, the multimedia facilitated a deeper understanding of concepts related to matter and its changes while supporting a learning environment that encouraged students to think critically and construct knowledge independently. These results suggest that PBL-based interactive multimedia can serve as an innovative instructional alternative for science education at the junior high school level and contribute to the implementation of more active, engaging, and meaningful learning experiences. ABSTRAK Pembelajaran IPA pada materi Zat dan Perubahannya masih menghadapi tantangan berupa rendahnya keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Situasi ini berkaitan dengan penggunaan media dan model pembelajaran yang belum sepenuhnya mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menarik serta mendorong peserta didik berpikir aktif. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini menghasilkan sebuah multimedia interaktif yang dirancang dengan mengintegrasikan pendekatan Problem Based Learning (PBL) sebagai sarana pembelajaran yang lebih kontekstual dan berpusat pada peserta didik.Pengembangan produk dilakukan melalui pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Proses pengembangan melibatkan ahli media, ahli materi, serta peserta didik kelas VII SMP sebagai pengguna produk untuk memperoleh masukan terkait kualitas dan keterpakaian media yang dihasilkan.Hasil kajian menunjukkan bahwa multimedia yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan berdasarkan penilaian para ahli dan dapat digunakan secara praktis dalam kegiatan pembelajaran. Kehadiran unsur visual, animasi, dan aktivitas pemecahan masalah mendorong meningkatnya partisipasi, motivasi, serta keaktifan peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Selain membantu memahami konsep zat dan perubahannya secara lebih mendalam, media ini juga mendukung terciptanya pembelajaran yang memberi ruang lebih besar bagi peserta didik untuk berpikir kritis dan membangun pengetahuan secara mandiri. Temuan tersebut menunjukkan bahwa multimedia interaktif berbasis PBL berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran IPA yang inovatif dan relevan untuk digunakan di tingkat SMP.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX Yohanes Ovaritus Jagom; Maria Sindi Klaudia Anu; Aloysius Joakim Fernandez
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11105

Abstract

The Low mathematics achievement among students remains a major issue in education, influenced by internal factors such as learning motivation. This study aims to determine the effect of learning motivation on the mathematics achievement of ninth-grade students at UPTD SMPN 6 Kupang Tengah Satu Atap. This study employs a quantitative approach using simple linear regression analysis. The study population consisted of 9th-grade students at UPTD SMPN 6 Kupang Tengah Satu Atap, and the sample comprised 48 students selected using saturated purposive sampling. Data collection was conducted through a learning motivation questionnaire and documentation of mathematics achievement scores. The results indicated that learning motivation has a positive effect on mathematics achievement, with a correlation coefficient of 0.374. The simple linear regression equation obtained is Y = 70.767 + 0.139X, meaning that a one-unit increase in learning motivation increases mathematics achievement by 0.139. The coefficient of determination of 14% indicates that learning motivation contributes 14% to mathematics achievement, while 86% is influenced by other factors outside the scope of this study. The results of the hypothesis test show a significance value of 0.009 < 0.05, so it can be concluded that learning motivation has a significant effect on mathematics achievement. Thus, the higher the students’ learning motivation, the he higher the mathematics learning achievement they attain. ABSTRAK Rendahnya prestasi belajar matematika siswa masih menjadi permasalahan utama dalam pembelajaran yang dipengaruhi oleh faktor internal yaitu motivasi belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IX di UPTD SMPN 6 Kupang Tengah Satap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear sederhana. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IX UPTD SMPN 6 Kupang Tengah Satap dan sampel penelitian berjumlah 48 siswa dengan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar dan dokumentasi nilai hasil belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,374. Persamaan regresi linear sederhana yang dipeoleh yaitu , yang berarti setiap peningkatan satu satuan motivasi belajar akan meningkatkan prestasi belajar sebesar 0,139. Koefisien determinasi sebesar 14% menunjukkan bahwa motivasi belajar memberikan kontribusi sebesar 14 % terhadap prestasi belajar matematika, sedangkan 86% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai yang signifikansi sebesar 0,009 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar matematika. Dengan demikian, semakin tinggi motivasi belajar siswa, maka semakin tinggi pula prestasi belajar matematika yang dicapai.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PENGARUH PEMBELAJARAN MENDALAM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA Ratnasari Ratnasari; E.I Pusta Siligar; Kusmita Sintia Ningrum
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11235

Abstract

ABSTRACT The increasing demands of 21st-century education have positioned mathematical critical thinking as an essential competency that deserves greater attention in mathematics learning. Despite the growing implementation of various innovative instructional approaches, studies specifically examining the relationship between deep learning and mathematical critical thinking remain relatively limited. Therefore, this study was conducted to provide a more comprehensive understanding of research trends, implementation characteristics, and the contribution of deep learning to students’ mathematical critical thinking skills. This study employed a Systematic Literature Review approach guided by the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework. The literature search was carried out across various national and international scientific publication sources using keywords relevant to the research focus. Of the 55 articles initially identified, 20 met the established selection criteria and were included in the synthesis process. The findings indicate that deep learning is consistently associated with the development of students’ mathematical critical thinking skills across different educational levels. Learning practices characterized by exploration, reflection, active engagement, and conceptual understanding emerged as the most frequently reported features in the reviewed studies. These findings suggest that deep learning has considerable potential to foster higher-quality thinking through learning experiences that are meaningful, reflective, and oriented toward mathematical reasoning. ABSTRAK Perkembangan tuntutan pembelajaran abad ke-21 menempatkan kemampuan berpikir kritis matematis sebagai salah satu kompetensi yang perlu mendapat perhatian dalam pendidikan matematika. Di tengah meningkatnya penggunaan berbagai pendekatan pembelajaran inovatif, kajian yang secara khusus menelaah hubungan antara pembelajaran mendalam (deep learning) dan kemampuan tersebut masih belum banyak ditemukan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan kajian, karakteristik implementasi, serta kontribusi pembelajaran mendalam terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Kajian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Proses penelusuran dilakukan melalui berbagai sumber publikasi ilmiah nasional dan internasional menggunakan kata kunci yang relevan dengan fokus penelitian. Dari 55 artikel yang teridentifikasi pada tahap awal, sebanyak 20 artikel memenuhi kriteria seleksi dan digunakan sebagai sumber utama dalam proses sintesis. Sintesis yang dilakukan memperlihatkan bahwa pembelajaran mendalam secara konsisten berkaitan dengan berkembangnya kemampuan berpikir kritis matematis pada berbagai jenjang pendidikan. Karakteristik pembelajaran yang menekankan eksplorasi, refleksi, keterlibatan aktif, dan pembangunan pemahaman konseptual menjadi unsur yang paling sering ditemukan dalam berbagai penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran mendalam berpotensi mendukung pengembangan kualitas berpikir siswa melalui proses belajar yang lebih bermakna, reflektif, dan berorientasi pada penalaran matematis.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MATEMATIKA PESERTA DIDIK MADRASAH IBTIDAIYAH DI ACEH UTARA Ulfa Nabila; Jumat Barus; Rosimanidar Rosimanidar
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11415

Abstract

ABSTRACT Students' mathematical critical thinking skills remain low, partly due to learning practices that are still teacher-centered. In addition, studies examining the effectiveness of the learning model used in this research on students' mathematical critical thinking skills are still limited. Therefore, this study aims to determine the effect of the learning model on students' mathematical critical thinking skills..The study aimed to analyze the effect of the cooperative learning model of the group investigation type on the mathematical critical thinking skills of fifth-grade students at MIN 25 North Aceh. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design. The population consisted of 85 fifth-grade students, while the sample included 27 students from class V Madinah as the experimental class and 27 students from class V Mina as the control class selected through random sampling. Data were collected through pretest and posttest techniques. The data were analyzed using an independent t-test with the assistance of SPSS version 31 at a significance level of 0.05. The results showed that the significance value was 0.001 < 0.05, indicating that Ha was accepted and Ho was rejected. Therefore, the cooperative learning model of the group investigation type had a significant effect on students’ mathematical critical thinking skills. This learning model was able to improve students’ activeness, collaboration, and ability to analyze and solve mathematical problems. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis matematika peserta didik masih tergolong rendah, sementara proses pembelajaran yang berlangsung cenderung berpusat pada pendidik sehingga kurang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir secara aktif. Meskipun berbagai model pembelajaran telah dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, efektivitas model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini masih perlu dikaji lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematika peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran yang diterapkan terhadap kemampuan berpikir kritis matematika peserta didik.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation terhadap kemampuan berpikir kritis matematika peserta didik kelas V di MIN 25 Aceh Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis kuasi eksperimen. Populasi penelitian berjumlah 85 peserta didik kelas V, sedangkan sampel penelitian terdiri atas 27 peserta didik kelas V Madinah sebagai kelas eksperimen dan 27 peserta didik kelas V Mina sebagai kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest. Data penelitian dianalisis menggunakan uji-t independen berbantuan SPSS versi 31 pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematika peserta didik kelas V di MIN 25 Aceh Utara. Model pembelajaran ini mampu meningkatkan keaktifan, kerja sama, dan kemampuan peserta didik dalam menganalisis serta memecahkan permasalahan matematika.
PENERAPAN PROBLEM-BASED LEARNING BERBASIS ETNOMATEMATIKA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA Afriadin Afriadin; M. Habib Husnial Pardi; Baiq Rovina Arvy
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11441

Abstract

ABSTRACT Students’ low ability to understand mathematical concepts, particularly in translation geometry, remains a challenge in the learning process. Difficulties in understanding abstract concepts and relating them to everyday life are among the main causes of this problem. This study aimed to determine the effect of implementing an ethnomathematics-based Problem-Based Learning (PBL) model on the mathematical conceptual understanding ability of eleventh-grade students at MAS Al-Istiqomah Telagawaru in translation material. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a One-Group Pretest-Posttest design. The participants consisted of 22 eleventh-grade students selected through a saturated sampling technique. Data were collected through essay tests in the form of pretests and posttests and analyzed using descriptive and inferential statistics through the Paired Sample t-Test after fulfilling normality and homogeneity assumptions. The findings showed that the ethnomathematics-based Problem-Based Learning model assisted by the Subahnale woven fabric motif had a significant effect on students’ mathematical conceptual understanding ability (p < 0.05). The findings of this study may serve as a reference for developing mathematics learning materials based on Sasak local wisdom, particularly in other geometry topics. Future studies are recommended to employ a True Experimental design involving a control group and a longer research duration to obtain more comprehensive findings and improve the generalizability of the results. ABSTRAK Rendahnya kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika, terutama pada materi geometri translasi, masih menjadi tantangan dalam proses pembelajaran. Kesulitan siswa dalam memaknai konsep yang bersifat abstrak serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari menjadi salah satu penyebab utama permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem-Based Learning (PBL) berbasis etnomatematika terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas XI MAS Al-Istiqomah Telagawaru pada materi translasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain One-Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik sampel jenuh. Data diperoleh melalui tes uraian berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji Paired Sample t-Test setelah memenuhi syarat normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem-Based Learning berbasis etnomatematika dengan bantuan motif Kain Tenun Subahnale memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa (p<0,05). Temuan penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan perangkat pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal suku Sasak, khususnya pada materi geometri lainnya. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain True Experimental dengan melibatkan kelompok kontrol dan waktu penelitian yang lebih panjang agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif dan memiliki tingkat generalisasi yang lebih baik.

Page 1 of 13 | Total Record : 130