cover
Contact Name
Indra Fauzi Sabban
Contact Email
indra.fauzi@iik.ac.id
Phone
+6282225094691
Journal Mail Official
indra.fauzi@iik.ac.id
Editorial Address
Jalan. KH. Wahid Hasyim 65 Kediri Jawa Timur Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JOURNAL OF COMMUNITY ENGAGEMENT AND EMPOWERMENT
ISSN : -     EISSN : 27145735     DOI : -
JECC memiliki tujuan untuk dapat mendiseminasikan hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh instansi pendidikan maupun organisasi lainnya agar dapat menjadi bahan rujukan serta menjadi inspirasi untuk meningkatkan kegiatan pengabdian masyarakat. JECC berfokus pada bidang sebagai berikut: Pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Peningkatan nilai guna barang dan jasa.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019)" : 8 Documents clear
Pengaruh Intervensi Terhadap Pengetahuan Farmasis Remaja Tentang Swamedikasi Yunita, Erma; Qonitah, Fadilah; Khasanah, Kharismatul; Zulbayu, L.M. Andi; Mistriyani, Mistriyani; Pratama, Nofran Putra; Jannah, Nurul; Sayakti, Putri Indah; Wulandari, Septi; Nur, Syamsu; Hertiani, Triana
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Farmasis remaja memiliki peran dalam pembangunan kesehatan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah penerapan swamedikasi. Tujuan: Pentingnya peran farmasis remaja dalam swamedikasi mendorong dilakukannya kegiatan pengabdian dengan tema pengenalan peran farmasis remaja dalam swamedikasi. Metode: Peserta diberikan pretest dan selanjutnya diberi intervensi berupa materi umum terkait swamedikasi, diskusi dan praktek swamedikasi bersama tutor. Media yang digunakan berupa materi dalam bentuk power point, modul dan alat peraga. Kegiatan diakhiri dengan melakukan posttest pada peserta yang sama. Hasil: Hasil pretest menunjukan bahwa hanya 14 peserta (20,29%) yang memiliki pengetahuan baik, sedangkan 50 peserta (72,46%) berpengetahuan cukup dan 5 peserta (7,25%) memiliki pengetahuan kurang. Nilai rata-rata hasil pretest adalah 57,10. Setelah diberi intervensi, hasil posttest menunjukan bahwa 66 peserta (95,65%) memiliki pengetahuan baik, sedangkan hanya sejumlah 3 peserta (4,35%) yang masih memiliki pengetahuan cukup. Nilai rata-rata posttes adalah 85,60. Kesimpulan: Adanya peningkatan nilai ini menunjukkan bahwa pemberian intervensi dalam program pengenalan farmasis remaja dalam swamedikasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan siswa SMK Pelita Bangsa Yogyakarta tentang swamedikasi. Perlu dilakukan penelitian sejenis dengan jangka waktu antara pretest dengan posttest lebih dari 1 bulan.
Sosialisasi Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menggunakan D-Trash Pujiono, Fery Eko; Restuaji, Ibnu Muhariawan; Mulyati, Tri Ana; Lukis, Prima Agusti
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dusun Krampyang, desa Kalipang merupakan salah satu daerah paling barat di kecamatan Grogol, kabupaten Kediri. Warga desa ini berjumlah 639 orang, yang rata-rata berpendidikan hanya SD (53,57%) dan SMP (26,04%), masih belum memiliki kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya pengolahan dan pengelolaan sampah rumah tangga organik. Hal ini menjadi problem warga ketika musim hujan tiba.Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengenalkan teknik D-Trash sebagai cara alternatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga organik dan pemanfaatannya sebagai pupuk cair serta memberikan kesadaran warga akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan disertai diskusi, tanya jawab, pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman warga terhadap presentasi yang disampaikan. Hasil: Dari penyuluhan yang dilakukan, diketahui sebanyak 53,33% warga kurang memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan 13,33% warga tidak paham bagaimana mengolah sampah rumah tangga. Warga desa Kalipang sangat antusias dengan adanya kegiatan penyuluhan ini. Kesimpulan: Seluruh warga telah memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan bagaimana cara mengolah serta memanfaatkan sampah rumah tangga.
Penyuluhan Pengaruh Buruk Penggunaan Gadget pada Anak Setiyarini, Anggraini Dyah; Andarini, Anna Septina
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Masa kanak-kanak adalah masa emas yang tidak dapat terulang kembali, masa sensitif dan berkembangnya seluruh aspek perkembangan anak. Pada proses tersebut, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, yang didalamnya diperlukan stimulus-stimulus dari lingkungannya untuk mendukung perkembangan secara optimal.  Proses – proses tersebut mulai tergeser ke arah yang berbeda dari sebelumnya, seiringnya dengan berkembangnya zaman yang menyediakan segala bentuk peralatan yang memudahkan anak dalam belajar dan bermain. Salah satu teknologi yang memudahkan anak untuk belajar sekaligus bermain adalah gadget. Dari segi psikologis, masa kanak-kanak adalah masa keemasan dimana anak-anak belajar mengetahui apa yang belum diketahui. Jika masa kanak-kanak sudah tercandu dan terkena dampak negatif oleh gadget, maka perkembangan anakpun akan terhambat khususnya pada segi prestasi. Gadget dapat mengaganggu kesehatan karena efek radiasi dari teknologi sangat berbahaya bagi kesehatan terutama pada anak-anak yang berusia 12 tahun kebawah. Tujuan: untuk memberikan pengetahuan mengenai pengaruh buruk gadget bagi anak. Metode: wawancara, penyuluhan dan Tanya jawab. Hasil: Hasil wawancara dari 38 siswa menyatakan bahwa keseluruhan siswa selama di rumah menggunakan gadget. Sebanyak 52,6 % untuk bermain game, 26,3 % melihat video dan 21 % melihat film kartun yang disukai. Dan lama penggunaan gadget selama 2 jam sebanyak 78,9 % dan tidak lebih dari 1 jam sebanyak 26,6%. Setelah dilakukan tes wawancara, 38 anak mendapakan penyuluhan pengaruh buruk pemberian gadget pada anak. Pemberian penyuluhan ini menyesuaikan dengan pola bahasa yang mudah dipahami anak sesuai dengan usianya. Kesimpulan: Pada tahap akhir dilakukan sesi tanya jawab untuk mengetahui apakah yang disampaikan dipenyuluhan tersebut dapat dipahami anak. Dan didapatkan kesimpulan bahwa materi yang disampaikan terserap dengan baik.
Penyuluhan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Restuaji, Ibnu Muhariawan; Pujiono, Fery Eko; Mulyati, Tri Ana; Lukis, Prima Agusti
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat dilatarbelakangi oleh kesadaran dan perilaku masyarakat yang masih belum peduli terhadap kebersihan lingkungan. Dalam hal menjaga kebersihan lingkungan, perlu adanya kesadaran dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah rumah tangga. Dusun Krampyang, Desa Kalipang, Kec. Grogol, Kab. Kediri merupakan daerah yang memiliki masalah dalam mengelola sampah rumah tangga. Kurang pedulinya warga dalam mengelola sampah dan tidak adanya tempat pembuangan akhir mengakibatkan sering terjadi banjir dan longsor di beberapa titik di daerah tersebut. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah agar warga Dusun Krampyang memiliki kesadaran bahwa sangat penting mengelola sampah rumah tangga dengan cara membuang sampah pada tempatnya dan menyediakan tempat pembuangan sampah. Sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya banjir dan longsor di Dusun tersebut. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara memberikan penyuluhan tentang jenis-jenis sampah rumah tangga, pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan penyediaan tempat pembuangan akhir. Dalam penyuluhan warga juga diminta untuk mengisi kuisioner sebelum dan sesudah pemaparan materi untuk mengetahui tingkat pemahaman serta kesadaran warga. Hasil dari kegiatan menunjukkan sebelum penyuluhan, hanya 33,33% warga yang mengetahui jenis-jenis sampah rumah tangga dan hanya 53,33% warga yang memiliki kesadaran pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Setelah penyuluhan, seluruh warga menjadi tahu jenis-jenis dan menyadari pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga. Kesimpulan: Dari kegiatan tersebut, dapat disimpulkan bahwa warga Dusun Krampyang sangat antusias dan bertambah tingkat pemahaman serta kesadarannya terhadap pengelolaan sampah. Selain itu, perlu adanya kegiatan sosial seperti penyuluhan, pendampingan, maupun pemberian bantuan fasilitas tempat pembuangan sampah yang memadai dari pemerintah untuk mendorong kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungannya.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Sebagai Media Pertumbuhan Tanaman Hidroponik Sariwati, Atmira; Shofi, Muh; Badriah, Lailatul
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pemukiman penduduk yang semakin padat menyebabkan lahan pertanian semakin sedikit yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi stabilitas pangan nasional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya solusi cara bercocok tanam yaitu secara hidroponik dengan memanfaatkan limbah botol plastik sebagai media bercocok tanam. Tujuan: Untuk memperkenalkan cara bercocok tanam tanpa lahan yang luas, memberikan wawasan atau pengetahuan tentang tanaman hidroponik, membangun dan meningkatkan kepedulian terhadap limbah botol plastik bekas, menunjukan berbagai kemungkinan usaha bercocok tanam yang sehat, bersih, aman. Metode: Ceramah, tanya jawab, dan praktik langsung tentang cara cara budidaya secara hidroponik dengan menggunakan media botol bekas. Hasil: Masyarakat mitra sangat antusias tentang cara budi daya sayuran menggunakan hidroponik dengan menggunakan media botol platik. Kesimpulan: Berdasarkan hasil kuisioner tentang cara budidaya sayur dengan hidroponik menunjukkan adanya peningkatan yang signifikat sekitar 100% pengetahuan mitra pengabdian masyarakat tentang cara budidaya sayur dengan hidroponik.
PEMBERDAYAAN ANGGOTA PKK MELALUI PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI Shofi, Muh
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat zaman sekarang tidaklah lepas dari budaya konsumtif, segala sesuatu biasa dinilai dengan uang, bahkan di zaman yang kini semakin krisis akan kreativitas dan apreasi masyarakat. Banyak sumber daya alam yang bisa diolah atau didaur ulang oleh masyarakat. Pada umumnya lilin hanya berfungsi sebagai pengganti lampu dan secara fisik tidak menarik. Oleh sebab itu perlu adanya inovasi berupa lilin aromaterapi yang berfungsi ganda, yaitu sebagai alat penerangan, media terapi, dan penyegar ruangan. Tujuan dari dilaksanakan program ini yaitu Ibu-Ibu PKK Desa Sonorejo Kecamatan Grogrol Kabupaten Kediri dapat mengetahui tentang manfaat lilin aromaterapi dan cara pembuatannya sehingga dapat digunakan untuk menambah penghasilan rumah tangga. Metode yang digunakan dalam proses pelatihan pembuatan lilin aromaterapi yang dilaksanakan di Desa Sonorejo Kecamatan Grogrol Kabupaten Kediri selama tanggal 1 – 30 Agustus 2017 yaitu dengan menggunakan tiga metode yaitu: metode ceramah, tanya jawab, dan praktik langsung tentang cara pembuatan lilin aromaterapi. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini yaitu masyarakat mengetahui manfaat dari lilin aromaterapi bagi kesehatan dan cara membuat lilin aromaterapi. Selama proses kegiatan berlangsung mulai dari penyampaian tujuan dan peragaan sampai dengan mempraktikkan sendiri, peserta sangat antusias melaksanakannya. Hal ini dapat dilihat dari banyak pertanyaan yang mereka sampaikan pada saat praktik. Berdasarkan hasil kuisioner tentang manfaat dan pembuatan lilin aromaterapi menunjukkan peningkatan yang signifikat sebesar 100% bila dibandingkan sebelum pelaksanaan pengabdian masyarakat. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa kegiatan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berhasil dilaksakan.
Budaya Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS) di Lingkungan Sekolah Humairoh, Durroh
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan suatu intervensi kesehatan yang sederhana dan murah dalam mengurangi penularan berbagai macam penyakit, utamanya penyakit berbasis lingkungan seperti: Flu burung, diare, typus, Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA), kecacingan, infeksi saluran pencernaan, Typoid, Hepatitis, dan Polio pada balita. Praktik CTPS juga dapat menurunkan insiden diare. Hal ini membuat Praktik CTPS dipandang efektif untuk pencegahan penularan penyakit menular secara langsung. Praktik CTPS ternyata belum menjadi perilaku yang biasa dilakukan sehari-hari oleh masyarakat pada umumnya dan lingkungan sekolah pada khususnya. Tujuan: Penyuluhan yang dilakukan pada siswa Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Huda memeiliki tujuan agar siswa dapat memahami dan mengaplikasikan praktik cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar. Metode: Ceramah dan praktik langsung dengan sasaran siswa-siswi MI Miftahul Huda Desa Bakalan Grogol Kediri kelas I dan kelas II. Fokus penyuluhan pada langkah-langkah mencuci tangan menggunakan sabun, fungsi cuci tangan pakai sabun, dan lama bertahannya kuman pada tangan tanpa sabun. Hasil: Berdasarkan hasil penyuluhan menunjukkan bahwa pemahaman siswa kelas I meningkat 61% dari 18% menjadi 79%, sedangkan kelas II pemahaman meningkat hingga 57% dari 42% menjadi 99%. Kesimpulan: Penyuluhan CPTS yang telah dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan siswa MI Miftahul Huda tentang buday cuci tangan dengan sabun.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Jamur Tiram melalui Pelatihan Budidaya Jamur dan Strategi Pemasaran Kurniawan, Muhammad Fariez
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Usaha budidaya jamur di Dusun Gungan, Wukirsari, Cangkringan mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi suatu usaha yang dapat memberikan peningkatan kesejahteraan kepada anggota kelompok wanita tani secara signfikan karena sudah tersedia fasilitas bangunan untuk budidaya yang cukup memadai. Hal ini didukung juga dengan status Dusun Gungan yang merupakan salah satu dusun wisata di desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman, sehingga akan memudahkan pemasaran produk olahan jamur tersebut dengan memberikan nilai kekhasannya. Tujuan: Untuk meningkatkan produktivitas dan kontinuitas budidaya jamur tiram serta memberikan peningkatan kualitas produk jamur tiram goreng yang diolah. Metode: Kegiatan pengabdian tersebut dilakukan melalui penyuluhan dan pengembangan budidaya jamur dan strategi pemasaran, pelatihan budidaya jamur, pengadaan hibah alat spinner, sealer plastik dan timbangan, pelatihan penggunaan alat spinner dan packaging produk jamur crispy. Hasil: Hasil yang didapatkan adalah berupa peningkatan volume kapasitas produksi, packaging dan kualitas produk yang lebih baik. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan produktivitas dan kontinuitas budidaya jamur di Dusun Gungan, Wukirsari dan peningkatan kualitas produk jamur tiram goreng yang diolah.

Page 1 of 1 | Total Record : 8