cover
Contact Name
Retno Andriati
Contact Email
retno.andriati@fisip.unair.ac.id
Phone
+6289518900161
Journal Mail Official
biokultur@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Kampus C Universitas Airlangga, JL. Mulyorejo, Surabaya, Mulyorejo, Surabaya City, East Java 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Biokultur
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23023058     EISSN : 27462692     DOI : http://dx.doi.org/10.20473/bk.v10i1.27409
Biokultur receives manuscripts from both original articles which are field-work research and literature review in the field of Anthropology. The scope of the anthropology includes: Social Anthropology Physical Anthropology Political Anthropology Cultural and Society
Articles 58 Documents
Periodisasi Perubahan Potret Perjalanan Seni Tradisional Ludruk Mochammad Jalal
Biokultur Vol. 11 No. 2 (2022): Peningkatan Literasi Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v11i2.40352

Abstract

Artikel yang berjudul performansi seni pertunjukan ludruk Jawa Timur pada era new media ini bertujuan untuk menjabarkan potret keberadaan seni ludruk mulai periode kelahirannya hingga era new media. Metode kajian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mengeksporasi data pustaka. Data pustaka yang dimaksud adalah hasil penelitian serta buku referensi yang memiliki relevansi terhadap objek yang dikaji. Pola interaksi serta hubungan sosial yang makin kontraktual, berkembangnya proses komersialisasi, serta pengaruh modernisasi kehidupan masyarakat pada era new media, telah menyebabkan keberadaan serta tampilan seni pertunjukan ludruk mengalami perubahan dari masa ke masa. Seiring dengan perkembangan zaman, ludruk pernah mengalami masa kejayaan sebagai sarana hiburan rakyat, pernah menjadi seni yang dikenal luas oleh berbagai kalangan masyarakat sebagai sarana propaganda pada masa penjajahan Belanda, Jepang, serta sarana efektif dalam mendukung program pembangunan pemerintah Orde Lama maupun Orde Baru. Selain pernah berada pada puncak kejayaan popularitas sebagai sarana hiburan rakyat, dalam perjalanannya juga pernah mengalami era keterpurukan eksistensi sebagai seni tradisi yang mulai ditinggalkan. Situasi yang lebih memprihatinkan akibat dari proses modernisasi dan globalisasi, kesenian tradisional yang pernah jaya dan menjadi ikon Jawa Timur dan kota Surabaya ini tinggal menjadi paraphernalia, yaitu semacam hiasan sosial yang tidak lagi fungsional dalam kehidupan masyarakat. Pada era new media, ludruk mengalami transformasi menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Bentuk-bentuk pakem konvensional yang ada disesuaikan dengan mengakomodasi situasi kekinian, baik itu menyangkut media pementasan maupun situasi sosial kalangan para penikmat pertunjukan. Kata Kunci: performansi seni, seni tradisional (ludruk), era new media
Sinkretisme dalam Ritual Kirab Dewi MakCo di Kelenteng Tjoe Tik Kiong (慈德宮Cide Gong) Pasuruan Olivia
Biokultur Vol. 11 No. 2 (2022): Peningkatan Literasi Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v11i2.41256

Abstract

Artikel ini berfokus pada bentuk sinkretisme dalam Kirab Dewi Makco di Kelenteng Tjoe Tik Kiong (Cide Gong) Pasuruan. Sinkretisme dalam KBBI dapat berarti suatu paham (aliran) baru yang merupakan perpaduan dari beberapa paham (aliran) yang berbeda untuk mencari keserasian, keseimbangan, dan sebagainya. Masalah penelitian yang akan diteliti adalah sinkretime yang ada dalam ritual kirab Dewi MakCo di kelenteng Pasuruan ini? Metode dalam penelitian ini menggunakan metode etnografi dan pendekatan etnografi dengan melakukan observasi lapangan, dokumentasi visual, wawancara mendalam dengan pimpinan yang melakukan upacara dan mewawancarai peserta yang hadir. Temuan dari penelitian ini adalah tradisi ritual kirab Makco di Indonesia, telah mengalami banyak sinkretisme dengan budaya lokal setempat, serta saling mengambil dan meniru antar kegiatan kelenteng satu dengan yang lainnya. Kata kunci: Sinkretisme, Makco, Ritual, Tjoe Tik Kiong, Kelenteng, Pasuruan
Praktik Siniar dan Gerakan Literasi Perempuan Sulih Indra Dewi; Yuni Lasari; Dinar Primasti
Biokultur Vol. 11 No. 2 (2022): Peningkatan Literasi Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v11i2.41737

Abstract

Pemanfaatan media baru bagi perempuan menjadi kajian yang menarik untuk dibahas. Perkembangan internet sudah tidak bisa dibendung dan setiap orang bisa ikut berpartisipasi di dalamnya termasuk perempuan. Perempuan memanfaatkan platform siniar atau podcast untuk menyuarakan gerakan literasi digital bagi perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaiamana gerakan literasi perempuan dengan menggunakan media baru dalam praktik siniarnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus pada siniar Suara Puan yang dikelola oleh tiga orang perempuan, yaitu Stefany, Putri dan Idha. Suara Puan merupakan podcast exclusive Spotify yang berfokus pada literasi. Data penelitian diperoleh dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan mampu menunjukkan kemampuannya dalam industri siniar/podcast yang didominasi oleh laki-laki. Suara Puan mampu menjadi ruang literasi bagi perempuan. Tanpa disadari siniar Suara Puan secara aktif telah melakukan gerakan literasi bagi perempuan sebagai bentuk digital activism. Suara Puan mampu menjawab keraguan bahwa perempuan gagap terhadap teknologi dengan memunculkan konten yang menarik dan mendatangkan keuntungan secara finansial. Respon dari pendengar siniar inipun sangat positif karena mereka merasa diajak untuk mencintai literasi dengan memanfaatkan media baru yang lebih akrab bagi mereka dan memunculkan kesadaran-kesadaran baru sebagai perempuan. Sebagai sebuah aktifisme, meskipun tidak secara terang-terangan diakui oleh para pembuat, tapi dengan secara konsisten membangun kesadaran literasi menjadikan praktik siniar ini mampu menggerakkan pendengarnya. Kata Kunci: Podcast, Siniar, Perempuan, Literasi digital, media baru, digital activism
Peran Perempuan Pengusaha UMKM dalam Pemberdayaan Perempuan Nelayan di Desa Sejahtera, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu Irma Silvi
Biokultur Vol. 12 No. 1 (2023): Potret Nilai Sosial dan Ekonomi dalam Masyarakat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v12i1.40204

Abstract

Kebanyakan perempuan nelayan hidup dalam kemiskinan. Namun, di desa Sejahtera, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu banyak keluarga nelayan yang berdaya karena peran beberapa perempuan pengusaha UMKM dalam pemberdayaan perempuan nelayan. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang peranan perempuan pengusaha UMKM sebagai pemberdaya ekonomi perempuan dan keluarga nelayan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan telah diwawancarai sebanyak 5 informan yang ditentukan secara purposive. Penelitian ini menemukan bahwa peran perempuan dalam pemberdayaan perempuan nelayan dilakukan dalam tiga domain: (1) pada domain interpersonal, pengusaha UKM berperan sebagai motivator mereka untuk dapat bekerja dan meningkatkan kemampuan mereka agar mereka menjadi berdaya (2) pada domain interaksional, pengusaha UMKM menjadi instruktur bagi para perempuan untuk meningkatkan keterampilan mereka pada pengolahan hasil laut dan pengembangan usaha (3) pada domain perilaku mereka menjadi fasilitator bagi perempuan nelayan untuk dapat beraktivitas dan bekerja dalam industri pengolahan hasil laut dengan merekrut mereka dalam perusahaan mereka. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan berbagai program peningkatan pemasaran hasil produk usaha perempuan nelayan. Kata kunci: peran, perempuan, masyarakat nelayan, pemberdayaan
Pertarungan Simbolik Diatas Trotoar Area Pasar TP (Tugu Pahlawan) Pagi Surabaya Ferrani Delta Agustin
Biokultur Vol. 12 No. 1 (2023): Potret Nilai Sosial dan Ekonomi dalam Masyarakat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v12i1.40239

Abstract

Keterbatasan ruang perkotaan yang tidak diiringi kebijakan pembagian ruang kota secara adil dan legal menjadikan kota sebagai arena kontestasi. Salah satu ruang publik perkotaan yang seringkali diperebutkan banyak pihak adalah trotoar, termasuk trotoar yang menjadi area Pasar TP (Tugu Pahlawan) Pagi. Di Pasar TP Pagi, masing-masing pihak saling bersaing untuk mendapatkan ruang sesuai kebutuhannya sehingga konflik perebutan ruang terus terjadi. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengkaji tentang bagaimana konstruksi ruang yang terbentuk diantara pihak-pihak yang berinteraksi di Pasar TP Pagi sehingga memunculkan hasrat untuk menguasai ruang. Untuk menjelaskan proses perebutan ruang di Pasar TP Pagi, studi ini menggunakan teori produksi ruang sosial Henry Lefebvre. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakselarasan antara konsep ruang yang digagas (representation of space) dengan ruang yang dirasakan berdasarkan keseharian penghuninya (representational space) memunculkan kontestasi penguasaan ruang yang seringkali berujung konflik. Namun kontestasi penguasaan ruang melalui simbol-simbol budaya yang diproduksi pihak-pihak yang terlibat tidak hanya sarat akan konflik, melainkan juga memunculkan negosiasi dan kompromi sebagai bentuk ekuilibrium atas ruang yang dikonsepsikan dengan persepsi atas ruang yang tersedia. Kata kunci: konflik, kompromi, kontestasi penguasaan ruang, praktik spasial, produksi ruang, representasi ruang, ruang representasi
Pewarisan Pengetahuan Maritim Pada Anak Nelayan di Desa Tanjung Luar Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Lalu Murdi; Muhammad Shulhan Hadi; Bambang Eka Saputra
Biokultur Vol. 12 No. 1 (2023): Potret Nilai Sosial dan Ekonomi dalam Masyarakat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v12i1.45476

Abstract

Pewarisan pengetahuan tradisional pada generasi muda baik dalam proses sosialisasi, internalisasi sangat efektif dilakukan pada anak-anak dan remaja. Penelitian ini berkaitan dengan  apa saja pengetahuan tradisional yang diwariskan oleh orang tua atau masyarakat pada umumnya pada anak atau remaja di Desa Tanjung Luar; selain itu bagaimana proses pengenalan pengetatahuan tradisional oleh orang tua dan masyarakat pada anak maritim di Desa Tanjung Luar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang menekankan sumber data pada hasil observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan pengetahuan pada anak nelayan di Desa Tanjung Luar Kabupaten Lombok timur dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam pengenalan lingkungan laut misalnya, sebagian besar anak-anak nelayan memahami lingkungan laut dari interaksi mereka dengan lingkungan laut tersebut, dan dalam hal-hal yang kurang dipahami baru mereka akan bertanya atau tanpa sengaja mengetahui dari interaksinya dengan orang tua dan masyarakat; begitu juga dengan pengetahuan mengenai pembuatan teknologi seperti cara memperbaiki jaring, cara membuat pancing, cara membuat perahu dari fiber dan lain sebagainya dipelajari langsung dengan bertanya dan secara tidak sengaja karena faktor lingkungan; sedangkan dalam pengenalan pengetahuan ekologi lebih banyak diwariskan dengan cara sosialisasi oleh orang tua maupun masyarakat. Berangkat dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa pola pewarisan pengetahuan pada anak maritim di Desa Tanjung Luar terjadi baik melalui proses sosialisasi, internalisasi, dan sosialisasi oleh orang tua, masyarakat dan kesadaran anak dengan lingkungannya.   Kata Kunci: Reproduksi Pengetahuan, Anak-Anak, Maritim
Konflik Dalam Pengembangan Nilai Bisnis Sampah Rumah Tangga Pada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Rejoagung Berseri di Desa Rejoagung Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang Mohammad Galih Fanani
Biokultur Vol. 12 No. 1 (2023): Potret Nilai Sosial dan Ekonomi dalam Masyarakat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v12i1.45479

Abstract

Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Rejoagung Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang terdapat pengembangan nilai bisnis sampah rumah tangga, Namun proses operasionalnya tidak terlepas muncul konflik di setiap kepengurusan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kegiatan dan peran Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Rejoagung Berseri dalam pengembangan nilai bisnis sampah rumah tangga dan untuk mengetahui bagaimana konflik yang terjadi dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Rejoagung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam kepada 12 informan, dan dokumen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konflik dari Randhal Collins. Hasil penelitian menunjukkan peran penting TPS 3R terhadap pengembangan nilai bisnis sampah rumah tangga di Desa Rejoagung, mulai peluang kerja dan keuntungan uang. Manfaat dari pengangkutan, pemilahan, pemanfaatan sampah organik dan anorganik, pengelolaan bank sampah, serta manfaat lain yangdirasakan oleh masyarakat sekitar TPS 3R yakni dari segi ekonomi, lingkungan dan perubahan pola perilaku. Konflik muncul pada setiap periode kepengurusan. Namun, peneliti lebih fokus pada konflik yang terjadi pada periode keempat. Konflik ini adalah 1) konflik internal: gaji para pekerja yang terlalu kecil, tossa yang sering mogok, dan pengurus yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, 2) konflik eksternal: para pelanggan sampah yang tidak menjalankan kesepakatan dengan baik, protes dari masyarakat sekitar TPS 3R karena sampah mengeluarkan bau yang tidak sedap, adanya intervensi pemerintah terhadap pengurus TPS 3R untuk terlibat dalam BUMDes. Kata kunci: Konflik, Nilai Bisnis Sampah, Pengelolaan Sampah, TPS 3R
TRADISI REWANG : Potret Eksistensi Perempuan Jawa di Era Modernitas Nining Winarsih
Biokultur Vol. 12 No. 1 (2023): Potret Nilai Sosial dan Ekonomi dalam Masyarakat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v12i1.45720

Abstract

Di era modernitas, modernisasi dan globalisasi memiliki dampak yang signifikan terhadap budaya lokal, termasuk budaya Rewang. Praktik-praktik tradisional mengalami perubahan atau bahkan tergeser oleh pengaruh budaya luar. Pada sistem kapitalis yang komersial, budaya sering kali menjadi objek komodifikasi. Bahkan budaya adiluhung saling membantu dan bergotong-royong dapat diubah menjadi transaksi komersial yang lebih individualistik seiring menjamurnya Wedding Organizer dan bisnis catering. Penelitian budaya Rewang di era modernitas kapitalis dapat membantu memahami bagaimana globalisasi dan modernisasi mempengaruhi budaya Rewang, dan apakah ada upaya untuk menyesuaikan praktik-praktik tradisional dengan berbagai tantangannya. Oleh karena itu artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna secara filosofis maupun praktis dari tradisi Rewang pada masyarakat Jawa umumnya dan Jawa Timur khususnya. Penelitian ini juga akan memaparkan legitimasi perempuan jawa sebagai penentu suksesnya hajatan meski secara struktur berada dalam second class. Metode yang digunakan adalah etnografi dengan peneliti bertindak sebagai participant observer yang melakukan indepth interview dan kemudian menginterpretasinya dalam artikel. Dalam penelitian ditemukan bahwa masyarakat modern juga mencoba untuk merespons dan merevitalisasi tradisi yang terancam punah. Ada upaya untuk menghidupkan kembali praktik-praktik tradisional, mengadaptasinya dengan cara yang relevan dengan konteks modern. Maka, dengan menggunakan perspektif antropologi budaya tulisan ini memaparkan fakta sosial bahwa tradisi masih memiliki tempat dalam masyarakat modern. Meskipun ada perubahan dan tantangan yang dihadapi, diharapkan tradisi tradisi Rewang ini tetap hidup dan berfungsi sebagai cara untuk memperkuat identitas, mempertahankan warisan budaya, dan menciptakan ikatan sosial dalam masyarakat modern.   Kata kunci: tradisi Rewang, legitimasi perempuan jawa, hajatan
Peran Corporate Social Responsibility PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Boyolali dalam Pemberdayaan Keluarga Nelayan Waduk Kedung Omboh Alfiyansyah, Afiarta Akbar
Biokultur Vol. 12 No. 2 (2023): Indonesia's Society and Culture
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v12i2.49323

Abstract

Program Berdikari di Fuel Terminal Boyolali telah dilaksanakan sejak tahun 2017 dengan sasaran ibu-ibu rumah tangga dan para pemuda-pemudi untuk dapat memiliki usaha. Pada tahun 2022 ini meluaskan program ke Desa Sarimulyo Kecamatan Kemusu dengan sasaran perempuan nelayan waduk kedungombo. Permasalahan masyarakat nelayan yakni minimnya pengetahuan dalam pengelolaan ikan, sehingga ikan hasil tangkap langsung dijual ke tengkulak yang mengakibatkan harga ikan tidak menentu. Hal ini kemudian membuat PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Boyolali melakukan pendampingan dengan membentuk kelompok perempuan nelayan jajanan iwak (JAWAK). Program ini sebagai wujud tanggung jawab perusahaan dengan melakukan pemberdayaan perempuan nelayan guna meningkatkan kapasitas dan memandirikan keluarga nelayan dengan mengurangi tingkat ketergantungan ekonomi terhadap tengkulak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran program CSR dalam memberdayakan perempuan nelayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif dengan pengambilan data secara purposive sampling kepada aktor kunci, melakukan observasi dan studi literasi. Hasil penelitian ini yakni terdapat peran yang sangat besar dari kegiatan CSR FT Boyolali dalam mengurangi tingkat ketergantungan keluarga nelayan waduk dengan tengkulak. Peran tersebut meningkatkan nilai ekonomi ikan dengan kelompok Jawak menghasilkan produk turunan seperti ikan asap, kripik ikan dan lainnya. Kata kunci: Peran, CSR, Nelayan, Waduk Kedungomboh, Tengkulak
The Hydrosocial and Dwelling Perspectives of Telaga (Pond) in Gunungsewu Karst of Gunungkidul Martias, Irsyad
Biokultur Vol. 13 No. 1 (2024): Transformations and Social Resistants in Indonesia
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v13i1.52253

Abstract

Gunungsewu Karst is a representation of a harsh drought region. For generations, local people have relied on telaga (pond), the only karst surface feature that can harvest rainwater, to fulfill their water needs. This anthropological study adopts hydrosocial and dwelling perspectives to understand how local people perceive and respond to ecological changes surrounding telaga over time. Furthermore, it aims to demonstrate that the functions of telaga transcend its material benefits. By exploring myths, water rites (merti telaga), and people's memory, I argue that the telaga serves as a waterscape and cosmological inspiration where humans and nonhumans (in this discussion, trees and water) interact, protect, and provide life to each other. This study also reveals that environmental changes in the telaga strongly stimulate the community to reorganize its cosmological realm. In other words, the accumulation of intersubjective relationships between local communities and the telaga can also be perceived as a historical process that creates a "biocultural memory" where humans' "genetic, linguistic, and cognitive" experiences intersect. Keywords: Hydrosocial; Dwelling; Telaga