cover
Contact Name
Retno Andriati
Contact Email
retno.andriati@fisip.unair.ac.id
Phone
+6289518900161
Journal Mail Official
biokultur@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Kampus C Universitas Airlangga, JL. Mulyorejo, Surabaya, Mulyorejo, Surabaya City, East Java 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Biokultur
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23023058     EISSN : 27462692     DOI : http://dx.doi.org/10.20473/bk.v10i1.27409
Biokultur receives manuscripts from both original articles which are field-work research and literature review in the field of Anthropology. The scope of the anthropology includes: Social Anthropology Physical Anthropology Political Anthropology Cultural and Society
Articles 58 Documents
Family Communication in Indonesian Migrant Worker's Extended Family Hastasari, Chatia
Biokultur Vol. 12 No. 2 (2023): Indonesia's Society and Culture
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v12i2.52416

Abstract

This study aims to know what the communication orientation (conversation and conformity orientation) that occurs in the migrant workers' extended family is; and what the obstacles to communication orientation that occur in the migrant workers' extended family are. The lack of job opportunities for women who only graduated from elementary school and junior high school also directly influences the number of female migrant workers working abroad every year. For female migrant workers who already have children, the role of extended families such as the presence of their parents is very important in helping their spouses (husbands) in caring for their children. Using a qualitative approach, the data were gained through the process of interviewing informants. Informants in this study were selected purposively, they were: a woman who looks after her grandchild, aged 58 years (hereinafter referred to X1) and her daughter-in-law who works as a migrant worker, aged 30 years (hereinafter referred to X2); a woman who works as a migrant worker, aged 36 years (hereinafter referred to X3) and her son, aged 18 years (hereinafter referred to X4). X1 has been living with her granddaughter for about 3 years since her daughter-in-law (X2) became a migrant worker in Taiwan in 2018. After the data from the interviews are collected, then by using a triangulation table, the data will be selected based on the needs and similarities of the interview results between informants. From the same data, it is then adjusted to the existing conceptual framework and conclusions are drawn. The results show communication orientation for conversation that occurs in migrant workers' extended family consists of discussions to decide working abroad; when grandmother told her child about her granddaughter's growth, from conversations about school choices to parenting; giving freedom to the child to be able to express and convey their wishes and make decisions based on his own considerations. Meanwhile, the conformity orientation consists of giving advice for the child to be careful in making decisions (think before acting); and behave politely and always maintain health. The advice given is usually in the form of the cultivation of discipline, rules regarding politeness, attitude and also the cultivation of values. Subsequently, the obstacles to communication orientation that occur in migrant worker extended family consist of grandparents' health and grandparents' ability to use technology. Keywords: Extended Family, grand parenting, family communication, and migrant worker
Augmented Reality dalam Budaya Kontemporer Perspektif Simulacra dan Hiperreality Jean Baudrillard Thomas Rosario Babtista
Biokultur Vol. 12 No. 2 (2023): Indonesia's Society and Culture
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v12i2.52433

Abstract

Dewasa ini teknologi Augmented Reality (AR) berkembang pesat. AR mulai digunakan dalam berbagai kehidupan, seperti industri, kesehatan, transportasi dan militer. AR tidak hanya masuk ke dalam kehidupan, melainkan membawa manusia ke kemajuan teknologi. Di sisi lain, AR bisa menjebak manusia hidup dilema realitas. Jean Baudrillard berpandangan bahwa manusia modern hidup dalam simulasi. Bahkan manusia berupaya untuk hidup dalam hipereality yang membuat manusia hidup dalam dunia sesuai dengan imajinasinya. Maka dari itu muncul pertanyaan apakah AR membuat manusia hidup dalam sebuah simulasi atau sudah menjadi hiperrealitas? Bagaimana AR mempengaruhi budaya manusia kontemporer? Untuk menjawab ini, digunakanlah metode studi pustaka. Singkatnya ditemukanlah ada sebuah dilema antara yang riil dan yang maya. Dilema ini membuat hidup manusia menjadi mengambang. Di satu sisi, manusia kurang menerima realitas. Di sisi lain, hidup dalam maya tidak membuat diri menjadi otentik 100%. Yang riil dan maya memiliki kelebihannya masing-masing. Dengan memanfaatkan keduanya secara maksimal, hidup manusia menjadi lebih mudah dan segala permasalahan hidup dapat diselesaikan dengan lebih mudah.   Kata kunci: Augmented Reality; Jean Baudrillard; Simulasi; Realitas
Peningkatan Literasi Mekanisme Penempatan PMI Sebagai Upaya Penanggulangan Undocumented Migrants di Lombok Timur Wahyudi, Irfan; Ida, Rachmah; Kinasih, Sri Endah; Ramadhiansyah, Dimas; Fortuna, Edyna
Biokultur Vol. 12 No. 2 (2023): Indonesia's Society and Culture
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v12i2.52493

Abstract

Aktivitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) telah menjadi fenomena sosial yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Meningkatnya angka jumlah PMI di Indonesia tidak dibarengi dengan upaya persiapan yang matang terkait wawasan calon PMI terhadap mekanisme penempatan. Hasilnya, masih ditemukan beberapa PMI yang tidak berdokumen lengkap atau undocumented migrants. Tulisan ini adalah hasil kegiatan pengabdian masyarakat terkait wawasan mekanisme penempatan calon Pekerja Migran Indonesia di Kawasan Lombok Timur, Juni 2023. Pemilihan Lombok Timur sebagai lokasi pengabdian berdasarkan pada angka partisipasi PMI tertinggi kedua di Indonesia. Untuk memperkuat hasil pengabdian, penelitian kualitatif dilakukan dengan menggunakan indepth interview dan Focus Group Discussion (FGD) dengan warga desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur dan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa calon PMI masih tertarik untuk berangkat tanpa dokumen lengkap, salah satunya karena kurangnya pengetahuan dan wawasan. Calon PMI tidak tergerak untuk mencari sumber-sumber informasi terkait prosedur pemberangkatan mereka ke negara penempatan. Selain itu juga banyak dari calon PMI yang hanya sekedar percaya terhadap lembaga atau biro pelayanan dan perjalanan pekerja migran yang mereka ikuti tanpa mencari tahu kredibilitas yang bersangkutan.
Membangun Harmoni Melalui Komunikasi Antarbudaya Inklusif : Studi Kasus Aliran Kepercayaan Sapta Darma Wicaksono, Zola Panji; Setiawan, Benni
Biokultur Vol. 12 No. 2 (2023): Indonesia's Society and Culture
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v12i2.52513

Abstract

Isu agama merupakan salah satu dari faktor yang sering menimbulkan ketegangan dalam kehidupan sosial masyarakat Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika komunikasi antabudaya di Surokarsan kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu sekretaris umum kerokhanian Sapta Darma, ketua persatuan warga Sapta Darma (Persada) kota Yogyakarta, warga anggota penganut Sapta Darma. Hasil penelitian menujukkan bahwa Komunikasi antarbudaya yang dilakukan oleh Sapta Darma Yogyakarta menyajikan contoh bahwa eksklusivitas hanya akan menghambat terciptanya integrasi sosial. Sebaliknya, sikap terbuka dan menghomati perbedaan keyakinan merupakan kunci penting dalam memperkuat persatuan. Komunikasi antarbudaya yang inklusif dapat meredam potensi meletusnya konflik horizontal yang berbasis sentimen agama. Kata Kunci: Komunikasi Antarbudaya, Sapta Darma, Integrasi Sosial
Penggunaan Slang Words (Gaya Bahasa Slang) Melalui Aplikasi Tik Tok di Kalangan Mahasiswa Wiyanti, Dede Tresna; Setiawati, Neysa Putrianie; Zakaria, Saifulah; Soemarwoto, Rini Susetyawati; Indrawardana, Ira
Biokultur Vol. 13 No. 1 (2024): Transformations and Social Resistants in Indonesia
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v13i1.53986

Abstract

The rapid development of technology information affects the culture of society. Social media as a product of today's development has become a necessity. The need for social media has an impact on the need for la nguage which has led to the development of slang styles in cyberspace. Slang language styles have become part of the language used daily, including students. Tik tok as one of the most popular applications is one of the applications with the widespread use of slang language styles. This research will discuss how the use of slang words among Anthropology students at Padjadjaran University class of 2019. The study was carried out using the classification of slang language styles according to Alwasilah (1993), namely popular adaptation, expansion of meaning, new vocabulary, and reaction to serious diction. The method used in this research is qualitative with descriptive and content analysis. The findings from this study explain the style of slang in the tick tok accounts of Anthropology University of Padjadjaran students class of 2019 which have been classified. The use of slang in the tik tok account of Anthropology University of Padjadjaran students class of 2019 illustrates communication patterns that tend to have relatively the same verbal repertoire and social media culture so that users can understand one another.
Riding the Wave of Innovation: A Qualitative Analysis of Public Transport Drivers' Adaptation to Online-Based Transportation Services Romadhona, Mochamad Kevin; Oktafenanda, Rachmat Dimas; Kim, Seokkyu; Elkhashab, Noureldin Samy
Biokultur Vol. 13 No. 1 (2024): Transformations and Social Resistants in Indonesia
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v13i1.54162

Abstract

Transportation Moda growing with various innovations created by people who see business opportunities. Online application-based transportation makes it easier for people to order vehicles to reach their destinations. Such as Go-jek with motorcycle taxi services for two-wheeled vehicles that will take passengers anywhere according to regional boundaries, go-food services or ordering food, and go-car to take passengers with four-wheeled vehicles or cars. This study uses qualitative research methods by looking at reality not only in one meaning. Qualitative research in general can be used for research on people's lives, history, behavior, organizational functionalization, social activities, and others. The result of this study is that the survival mechanism among public transport drivers is by way of debt and maximizing the income earned.
Eksplorasi Daerah Dataran Tinggi: Studi Transformasi Pertanian di Desa Rejo, Jawa Timur Utama, Aji Prasetya Wahyu; Kumoro, Nindyo Budi; Al Hamid, Ahmad Farhan; Putri, Richita Camelia Mayne
Biokultur Vol. 13 No. 1 (2024): Transformations and Social Resistants in Indonesia
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v13i1.54360

Abstract

Desa di dataran tinggi, digambarkan oleh Hüsken (1998), sebagai wilayah yang kompetitif, dimana anggota masyarakatnya -petani- saling bersaing satu sama lain. Para petani saling berkompetisi untuk menjadi yang terkuat meski harus mengorbankan yang lain. Situasi ini menempatkan petani menjadi makluk yang sangat rasional, jauh dari anggapan umum roamantisme kehidupan desa yang penuh solidaritas dan saling tolong menolong. Tulisan ini berusaha untuk melihat transformasi ekonomi pedesaan yang belakangan ternyata, tidak hanya berkiblat pada industri pertanian, tapi juga pariwisata. Kami berangkat dari permasalahan, apakah transformasi mata pencaharian di pedesaan, dengan perluasan sektor usaha di desa, mampu mendorong keterlibatan lebih banyak petani, dan sekaligus mengurangi semangat kompetisi yang ada? Sekilas temuan lapangan memperlihatkan bahwa perluasan sektor usaha di desa tidak serta merta memberikan kesempatan bagi petani yang sudah tereksklusi untuk dapat ambil bagian dalam bisnis baru -pariwisata- ini. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi partisipasi dan wawancara di sebuah desa dataran tinggi, Desa Rejo, yang sedang mengalami transformasi dari sektor pertanian ke sektor pariwisata. Kata kunci: petani dataran tinggi, transformasi mata pencaharian, diversifikasi ekonomi.
Potensi dan Hambatan Transformasi Sistem Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) 3R Dalam Mengembangkan Perekonomian Desa (Studi Kasus Desa Kalimojosari) Ayu, Maryani; Adinugraha, Hendri Hermawan
Biokultur Vol. 13 No. 1 (2024): Transformations and Social Resistants in Indonesia
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v13i1.56964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa transformasi TPS 3R di Desa Kalimojosari efektif dalam mengembangkan perekonomian desa melalui penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. TPS 3R salah satu solusi sistem pengolahan sampah yang dapat menyelesaikan permasalahan sampah. TPS berbasis 3R merupakan pola pendekatan pengelolaan persampahan pada skala komunal atau kawasan, dengan melibatkan peran aktif pemerintah dan masyarakat. TPS 3R memiliki potensi dalam kontribusinya pada proses pengembangan perekonomian desa. TPS 3R memiliki manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar dari berbagai sektor. Sehingga transformasi TPS 3R dapat diterapkan di berbagai wilayah terutama Desa Kalimojosari. Kata kunci: Potensi; Transformasi Sistem; Pengelolaan Sampah; TPS 3R; Ekonomi Desa
Peran Paguyuban Pedagang Asongan Ikan Asin di Lokasi Obyek Wisata Pantai Pangandaran: The Role of Association of Salted Fish Vendors at The Pangandaran Beach Tourist Attraction Location Sakinah, Sani; Sa'diyah, Karimatus; Hermawati, Rina
Biokultur Vol. 13 No. 2 (2024): Relasi Kuasa, Identitas dan Pemberdayaan dalam Konteks Sosial-Budaya di Indone
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v13i2.60151

Abstract

Pedagang asongan ikan asin, yang termasuk dalam kategori Pedagang Kaki Lima (PKL), adalah bagian dari ekonomi informal dengan karakteristik modal kecil, pendapatan rendah, dan ketergantungan pada ruang publik seperti pinggir jalan dan taman. Mayoritas dari mereka adalah perempuan, terutama ibu rumah tangga dewasa hingga lansia dengan tingkat pendidikan yang rendah. Paguyuban menjadi ruang kolektif yang penting, memungkinkan mereka berbagi pengalaman, strategi bisnis, dan menjaga keberlangsungan usaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, serta pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paguyuban Pedagang Asongan Ikan Asin yang bernama Poklasar (Kelompok Pengolah dan Pemasar) tidak hanya menjadi struktur formal dengan kepemimpinan, sekretariat, dan bendahara, tetapi juga sebagai jaringan sosial yang kompleks. Terdiri dari 22 kelompok paguyuban, struktur ini memainkan peran sentral dalam pemberdayaan anggota dengan memperkuat solidaritas, komunikasi, dan dukungan antaranggota. Selain itu, paguyuban ini berfungsi sebagai jembatan sosial dengan pihak eksternal seperti Dinas Perikanan dan Kelautan, universitas, LSM, serta aparat pemerintah (Satpol PP dan Satgas Jaga Lembur), yang memperkuat posisi sosial dan ekonomi para pedagang. Studi ini menyoroti pentingnya paguyuban sebagai wadah kolektif yang berfungsi tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga memperkaya dinamika sosial-budaya di kalangan anggotanya.
Identitas Diri Perempuan Pekerja Pijat Plus-Plus di Kota Surabaya: Personal Identity of FemaleCommercial Sex Workers in Massage Parlors in Surabaya Rosyada, Ayu Erina
Biokultur Vol. 13 No. 2 (2024): Relasi Kuasa, Identitas dan Pemberdayaan dalam Konteks Sosial-Budaya di Indone
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v13i2.63534

Abstract

Fenomena munculnya panti pijat plus-plus merupakan tempat hiburan yang mengarah pada prostitusi banyak ditemukan di kota Surabaya. Prostitusi berkedok panti pijat di Surabaya menyediakan sejumlah wanita dengan pakaian seksi untuk pelanggannya yang ingin menggunakan jasa layanan plus-plus dengan memberikan layanan aktivitas seksual. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana wanita pekerja pijat plus-plus mengkonstruksi identitas atas dirinya sehubungan dengan makna stigma yang dibangunnya, serta menjelaskan bagaimana bentuk eksploitasi dalam budaya patriarki wanita pekerja pijat plus-plus di kota Surabaya. Hasil data yang sudah diolah lalu data tersebut dianalisis dengan menggunakan teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann dan teori budaya patriarki Silvya Walby. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa identitas perempuan pekerja pijat plus-plus merupakan hasil dari interaksi kompleks antara faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya, yang mengakibatkan mereka sering kali terjebak dalam dinamika kekuasaan yang mengekspresikan ketidaksetaraan gender dan stigma sosial. Industri pijat plus-plus dapat dianggap sebagai produk dari budaya patriarki yang menempatkan perempuan dalam posisi yang rentan dan terpinggirkan. Terdapat kekuasaan dalam hubungan antara pekerja dengan pelanggan, antara pekerja dengan pemilik panti pijat. Ketidaksetaraan dalam pekerjaan terjadi dan dialami oleh perempuan pekerja pijat plus-plus.