cover
Contact Name
Prasena Arisyanto
Contact Email
prasenaarisyanto@upgris.ac.id
Phone
+6285227258778
Journal Mail Official
wawasanpendidikanupgris@gmail.com
Editorial Address
Gedung Utama Lt.2, Jalan Sidodadi Timur no. 24 - Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Wawasan Pendidikan
ISSN : 28075714     EISSN : 28074025     DOI : https://doi.org/10.26877/wp.v1i1.9208
Core Subject : Education,
Jurnal Wawasan Pendidikan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan. Terbit dua kali setahun pada bulan Februari dan Agustus dengan fokus jurnal pada pembelajaran dan pendidikan di jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, dan pendidikan inklusi. Artikel yang dimuat merupakan hasil penelitian yang ditulis dalam bahasa Indonesia ataupun Inggris.
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2026)" : 37 Documents clear
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA KELAS II PADA SOAL CERITA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN SD NEGERI CISEUREUH 02 Ambiyah, Siti Nurul; Cahyadi, Fajar; Huda, Choirul
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.23812

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan literasi numerasi siswa kelas II pada penyelesaian soal cerita penjumlahan dan pengurangan siswa SD Negeri Ciseureuh 02. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu guru kelas II dan siswa kelas II. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah tes siswa, wawancara guru, wawancara siswa, dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 13 siswa yang diteliti, kemampuan literasi numerasi siswa kelas II SD Negeri Ciseureuh 02 dalam kategori sedang. Kemampuan siswa pada setiap indikator literasi numerasi meliputi; indikator konteks memperoleh persentase sebesar 67%, indikator konten memperoleh persentase sebesar 67%, sedangkan pada indikator proses kognitif memperoleh persentase sebesar 38%. Berdasarkan hasil penelitian, adapun saran yang dapat diberikan untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa, sebaiknya guru sering melatih siswa untuk mengerjakan soal yang mengarah pada kemampuan literasi numerasi seperti memberikan soal yang berbasis masalah, melatih siswa untuk membaca soal dengan cermat sebelum memulai menghitung dan meningkatkan level soal. Penggunaan media pembelajaran juga dianjurkan untuk membantu siswa dalam memahami soal berbasis masalah.
PENGARUH CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) BERBANTUAN MEDIA OCEAN LOMBAN GAME TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI JARING - JARING MAKANAN DI KELAS 5 SD NEGERI KAJEN Laily, Yulia Nisfiatul; Agustini, Ferina; Rofian, Rofian
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.26176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Culturally Responsive Teaching Berbantuan Ocean Lomban Game untuk meningkatkan hasil belajar pada materi jaring-jaring makanan kelas 5 SD Negeri Kajen. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif model experimental dengan jenis one group pretest-posttest design. Data diperoleh dengan wawancara, tes dan dokumentasi. Latar belakang penelitian ini dikarenakan rendahnya hasil belajar siswa pada materi jaring jaring makanan yang disebabkan penggunaan media PPT interaktif yang kurang menarik bagi siswa kelas 5 SD Kajen. Hasil analisis pretest menunjukkan bahwa nilai rata rata 68,85. Setelah diberi perlakuan denganCulturally Responsive TeachingBerbantuan Ocean Lomban Game  rata rata hasil belajar siswa meningkat, dibuktikan dengan rata rata postest adalah 83, 14. Kesimpulannya bahwa ada pengaruh yang signifikan Culturally Responsive Teaching Berbantuan Ocean Lomban Game untuk meningkatkan hasil belajar materi jaring jaring makanan kelas 5 SD Negeri Kajen.
ANALISIS SEMANTIK TERHADAP REPRESENTASI SIMBOLIK DALAM DONGENG PUTRI SALJU KARYA: YUDHISTRIRA IKRANEGARA Ananta, Firnanda Putria; Nirditaranti, Mita Marisa; Jayanti, Rani
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.25631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis simbol-simbol yang muncul dalam dongeng Putri Salju karya Yudhistira Ikranegara dengan menggunakan pendekatan semantik. Pendekatan ini membantu memahami makna kata-kata dan simbol yang terdapat dalam cerita tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dan teknik analisis isi, dengan fokus pada beberapa simbol seperti salju, pipi merah, kayu eboni, cermin, apel, serta tokoh seperti ratu dan kurcaci. Data diperoleh melalui pengumpulan dan pembacaan teks, kemudian dianalisis berdasarkan makna kata, makna tersirat, serta pesan moral yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap simbol memiliki arti yang dalam dan kaya. Salju melambangkan kebaikan dan kejujuran, pipi merah menunjukkan kehangatan dan semangat, kayu eboni mewakili kekuatan dan keanggunan, sementara cermin melambangkan kejujuran dan kewaspadaan terhadap diri sendiri. Apel beracun menjadi simbol dari godaan dan bahaya yang timbul dari kepercayaan yang tidak bijak, sedangkan kurcaci mewakili sikap ikhlas, kerja keras, dan persahabatan yang tulus. Secara keseluruhan, simbol-simbol dalam dongeng ini menyampaikan pesan moral bahwa kebaikan, kejujuran, dan kewaspadaan adalah cara terbaik untuk mengatasi kejahatan dan meraih kemenangan.
PENGEMBANGAN BUKU DIGITAL MELALUI DEEPLEARNING DI SEKOLAH DASAR Saputra, Henry Januar; Listyarini, Ikha; Basyar, Mohammad Aniq Khairul; Kiswoyo, Kiswoyo
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.23973

Abstract

Pembelajaran di sekolah dasar mengutamakan pembelajaran yang tidak boleh membebani siswa sehingga materi yang disampaikan oleh guru dapat di kemas dengan menyenangkan.Hal tersebut sesuai dengan pendekatan Deep Learning bertujuan memberikan pengalaman belajar lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa. Selain itu pendekatan deep learning pendekatan pembelajaran yang tekanan pemahaman mendalam, berpikir kritis, dan pembelajaran yang lebih menyenangkan maka untuk membantu siswa dalam pembelajaran deep learning perlu adanya buku digital yang akan memudahkan siswa dalam memahami materi serta dengan senang mempelajarinya karena buku digital ini didesain yang menarik sehingga tidak membosankan di lengkapi dengan fitur-fitur yang bervariatif, tampilan yang lebih elegan dan menarik merupakan keunggulan tersendiri sebagai media pembelajaran.Hasil pengembangan buku digital melalui deep learning di sekolah dasar. Penelitian pengembangan Research and Development (RD) menggunakan metode pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate) dengan langkah pengumpulan data (studi pendahuluan), perencanaan, pengembangan produk, validasi ahli, pengujian produk, dan implementasi produk yang diujicobakan ke siswa dengan melihat nilai pretest dan posttest. Penelitian ini menghasilkan produk media pembelajaran buku digital untuk membantu dalam proses pembelajaran di kelas. Hasil validasi oleh Ahli materi pembelajaran yang memvalidasi media Buku digital adalah Kepala sekolah SD N Tambakrejo 01 yaitu Bapak Tri Sugiyono, S.Pd., M.Pd yang mendapatkan nilai 93,4 % dengan katagori sangat baik dan Bapak Choirul Huda, M.Pd mendapatkan nilai 96,7 % dengan katagori sangat baik.Untuk validasi ahli media oleh Kepala sekolah SD N Tambakrejo 01 yaitu Bapak Tri Sugiyono, S.Pd., M.Pd. yang memberikan nilai 95% dengan katagori sangat baik dan Bapak Singgih Adhi, S.Sn.,M.Pd memberikan nilai 98,4% dengan katagori sangat baik.Dari hasil implementasi media ke siswa di dapat nilai pretest dan posttest hasil yang telah di dapat siswa sejumlah 24 orang dengan KKMnilai 80 di dapat hasil 22 siswa lulus KKM sebesar 91,7% dan 2 siswa belum mencapai KKM sebesar 8,3%, maka bagi siswa yang belum mencapai KKM diberikan pendampingan berupa pengayaan dan remidial agar tercapai KKM. Nilai signifikan (2-tailed) 0,000 0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara variabel awal dengan variabel akhir. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna terhadap perbedaan perlakuan yang  diberikan pada masing-masing variabel. Analisis uji T Paired Sample T-test diperoleh thitung sebesar 9,326 sedangkan ttabel (N-1 = 23) 1,714 dan taraf signifikan 5%. karena thitung ttabel maka H0 ditolak Ha diterima.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LKPD TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATA PELAJARAN IPAS Azizah, Dita Sari Nur; Saputra, Henry Januar; Artharina, Filia Prima
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.23877

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam memahami materi IPAS, rendahnya keaktifan dalam pembelajaran, belum optimalnya penggunaan model pembelajaran yang efektif, serta hasil belajar yang belum maksimal, sehingga dirumuskan masalah mengenai pengaruh model Problem Based Learning berbantuan LKPD terhadap hasil belajar siswa kelas IV; dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model tersebut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe Nonequivalent Control Group Design, melibatkan seluruh siswa kelas IV SDN Pandean Lamper 05 tahun pelajaran 2024/2025 sebagai sampel menggunakan teknik Nonprobability Sampling, dengan data diperoleh melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi pada kelas eksperimen (pretest 51,57; posttest 84,57) dibandingkan kelas kontrol (pretest 48,57; posttest 76,71), dan berdasarkan uji Independent Sample T-test diperoleh thitung ttabel (3,902 2,005) yang mengindikasikan pengaruh positif penggunaan model Problem Based Learning berbantuan LKPD terhadap hasil belajar IPAS; sehingga disarankan kepada guru untuk menerapkan model ini dalam rangka menciptakan pembelajaran yang menarik dan mendorong kemampuan berpikir kritis siswa.
PENANAMAN SIKAP SOSIAL DAN EMOSIONAL MELALUI PEMBELAJARAN IPAS PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Arista, Eka; Mahananingtyas, Elsinora; Ritiauw, Leonid
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.26719

Abstract

Penanaman sikap sosial dan emosional merupakan bagian penting dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, khususnya dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik. Pembelajaran IPAS tidak hanya menekankan pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan sikap sosial dan emosional siswa melalui interaksi, kerja kelompok, dan pembiasaan nilai-nilai positif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penanaman sikap sosial dan emosional peserta didik kelas IV SD Negeri 2 Ambon melalui pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penndekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket (kuesioner) sebagai alat bantu untuk memperoleh gambaran sikap sosial dan emosional siswa, serta didukung dengan analisis deskriptif terhadap hasil respon peserta didik. Data dianalisis secara kualitatif dengan menafsirkan kecenderungan sikap yang muncul selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sikap sosial dan emosional peserta didik berada pada kategori baik. Pada aspek sikap sosial, siswa menunjukkan perilaku sopan santun, kerja sama, tanggung jawab dalam kelompok, sikap terbuka terhadap perbedaan, serta partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Sementara itu, pada aspek sikap emosional, siswa cukup mampu mengenali dan mengelola emosi, menunjukkan motivasi belajar, serta memiliki kepedulian terhadap perasaan teman. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS dapat menjadi sarana efektif dalam menanamkan sikap sosial dan emosional apabila didukung oleh keteladanan guru, pembiasaan, serta kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa.
TEACHERS’ STRATEGIES IN TEACHING READING COMPREHENSION FOR SLOW LEARNERS IN INCLUSIVE PUBLIC SECONDARY SCHOOLS Hariyati, Efa Nur; Seinsiani, Izzati Gemi
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.26331

Abstract

This study examines the strategies and challenges faced by teachers in teaching reading comprehension to slow learners in inclusive classrooms at a public secondary school in Semarang, Central Java. Utilizing a qualitative research design, data were collected through classroom observations using a checklist, as well as semi-structured interviews with two English teachers who teach inclusive classes in grades 7 and 8. Slow learners participated passively during the classroom observations. The data were analyzed thematically to identify patterns related to instructional strategies and challenges. The findings indicate that teachers implement various strategies to enhance reading comprehension for slow learners, including differentiated instruction through individualized lesson planning, the use of visual and audio media, vocabulary-focused instruction through drilling, scaffolding through step-by-step reading activities, and peer teaching. However, teachers also encountered several challenges, such as a lack of specific guidelines for inclusive education, limited time and class management issues, and students’ limited concentration and motivation. These findings contribute to the existing research on inclusive English language teaching and offer practical strategies for improving reading comprehension for slow learners in inclusive classrooms.

Page 4 of 4 | Total Record : 37