cover
Contact Name
Muhammad Natsir Kholis
Contact Email
ojsumb101016@gmail.com
Phone
+6282382141222
Journal Mail Official
jurnalsemah@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan Universitas Muara Bungo, kampus I, Lintas Sumatera, Sungai Binjai. Muara Bungo, Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Semah : Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Peraira
ISSN : -     EISSN : 25800736     DOI : 10.36355
Jurnal Pengelolaan Pengelolaan Sumberdaya Perairan mencakup kajian Ekonomi Perikanan, Budidaya Perikanan dan Pemasaran Hasil Peikanan, Kajian Konservasi sumberdaya Perairan, Reservat, Kearifan Lokal Lubuk Laranagan, Kawasan Konservasi Perairan, Bioekologi Perairan, Kajian Pengolahan Hasil Perikanan, Mutu Produk Perikanan, Kajian Exploitasi Perikanan, Alat tangkap Ramah lingkungan, Kontruksi alat tangkap dan hasil Tangkap
Articles 126 Documents
KAJIAN PENERAPAN SANITATION STANDARD OPERATING PROCEDURES (SSOP) DAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PADA INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN PATIN(Pangasius sutchi) ASAP DI DESA KOTO MASJID KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR KABUPATEN KAMPAR-RIAU Sri Maryeni; Harry Sya'bandi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v4i2.455

Abstract

 Teknologi pengolahan ikan tradisional biasanya dicirikan dengan suatu gambaran yang kurang baik, keamanan pangannya tidak terjamin, usaha biasanya dikelola secara kekeluargaan dengan tingkat kemampuan manajemen yang kurang baik. Keadaan ini dapat diperbaiki dengan menggunakan cara pengolahan yang benar dan mengacu pada Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) dan mengacu pada Good Manufacturing Practices (GMP), melakukan rasionalisasi dan standarisasi mulai dari bahan baku, bahan pembantu, proses hingga produk akhir serta menerapkan prinsip sanitasi dan higienis yang baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa proses pengolahan ikan Patin (Pangasius sutchi) asap yang biasa dilakukan oleh pengolah serta menganalisa program kelayakan dasar (SSOP dan GMP) dan tingkat penerapannya di Desa Koto Masjid Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2018 sampai dengan Maret 2018 di Desa Koto Masjid Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar Propinsi Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriftif. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis kelayakan dasar di Unit Pengolahan Ikan UPTD Perikanan Kampar masih bersifat tradisional serta terdapat 6 tahapan titik kritis yaitu tahapan penerimaan bahan baku, penyiangan, pencucian, penirisan, penyusunan dan pengasapan. Kata Kunci : Ikan Patin (Pangasiussutchi), GMP, Kabupaten Kampar, Penerapan, SSOP
UJI PRIKSIMAT ABON IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DI KECAMATAN RIMBO ULU KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI Nurkhayati Nur; DJUNAIDI JUN; SYAFRIALDI SYAF
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 1: Agustus 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i1.100

Abstract

ABSTRAK Uji proksimat merupakan suatu metoda analisis kimia yang bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia, diantaranya kadar air, abu, lemak, dan protein. Teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui komposisi kimia abon ikan adalah analisis proksimat. Hasil analisis Proksimat yang dilakukan dua kali uji yaitu pada minggu pertama awal penyimpanan dan pada minggu ketiga akhir penyimpanan terdapat varian Proksimat abon ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dimana terjadi peningkatan pada kadar Air dan penurunan pada kadar abu, kadar lemak, dan kadar protein. Pada minggu pertama abon ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) memiliki kandungan gizi yaitu kadar air 8,38%, kadar abu 3,27%, kadar lemak 27,70%, dan kadar protein 37,81%, sedangkan pada minggu ketiga kadar air 9,45%, kadar abu 3,01%, kadar lemak 27,22%, dan kadar protein 27,62%. Hal tersebut dapat terjadi karena disebabkan oleh faktor suhu dan lama penyimpanan.
STUDI KEANEKARAGAMAN IKAN YANG TERTANGKAP MENGGUNAKAN ATRIBUT RUMPON BERBEDA DI SUNGAI MENTENANG KABUPATEN MERANGIN Renda Preniti; Syafrialdi Syafrialdi; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 3, No 1: April 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v3i1.275

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Sungai Mentenang Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin dan penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari 2018 sampai bulan April 2018. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis ikan dari penggunaan rumpon dengan atribut yang berbeda di perairan Sungai Mentenang Kabupaten Merangin serta untuk mengetahui Atribut Rumpon yang mana yang lebih disukai oleh ikan di Perairan Sungai Mentenang Kabupaten Merangin.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Keanekaragaman jenis Ikan yang tertinggi di temukan pada rumpon yang menggukan atribut Ranting Kayu, yaitu sebanyak 32 ekor dengan indeks keanekaragaman sebesar 0,3281 dan indeks keseragaman sebesar 0,950 yang terdiri dari 8 jenis ikan di Stasiun I dan di Stasiun II 6 jenis ikan diantaranya: Ikan Nalis (Labiobarbus lineatus), Senggiring, (Mystus nigreceps), Sebarau (Hampala macrolepidota) Bentulu (Barbichthys laevis)  Semah (Tor soro) Tana (Barbodes binotatus) Puyou (Osteochilus waandersii) dan Kepyur (Barbodes lateristiga). Atribut rumpon yang disukai oleh ikan yaitu menggunakan atribut rumpon Ranting Kayu dengan jumlah hasil tangkapan terbanyak dengan jumlah 8 jenis ikan dengan jumlah individu sebanyak 32 individu. Sedangkan pada atribut rumpon daun kelapa memperoleh tangkapan 6 jenis dengan jumlah 11 ekor dan diikuti oleh atribut lainnya. Kata kunci : Keanekaragaman, Jenis Ikan,  Rumpon Dan Sungai
ANALISA PROKSIMAT DAN ORGANOLEPTIK KERUPUK IKAN LELE (Clarias sp) TERHADAP STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) DI KECAMATAN RIMBO BUJANG KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI Hari Cahyono; Rini Hertati; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.205

Abstract

Kerupuk merupakan salah satu makanan ringan yang disukai oleh masyarakat, Sebagai sumber protein, padapengolahan kerupuk biasanya ditambahkan bahan daging ikan dan dikenal sebagai kerupuk ikan.Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilai proksimat dan nilai organoleptik kerupuk ikan lele (Clarias sp). Analisa proksimat dilakukan untuk mengetahui komponen utama dari suatu bahan. Untuk pengujian dalam penelitian ini terdiri dari kadar air, kadar abu tak larut dalam asam dan kadar protein. Sedangkan analisa organoleptik adalah pengujian yang didasarkan pada proses penginderaan manusia untuk menilai tingkatan mutu menggunakan lembar penilaian sensori berdasarkan kenampakan, bau, rasa (matang), tekstur dan jamur.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei langsung ke lokasi pembuatan kerupuk ikan lele (Clarias sp), kemudian hasil analisa proksimat dan organoleptik disajikan dalam bentuk tabel dan diinterpretasikan dalam bentuk grafik.Hasil uji proksimat yang dilakukan sebanyak dua kali yakni pengujian pertama (minggu pertama) dan pengujian kedua (minggu ketiga) menghasilkan nilai proksimat kerupuk ikan lele (Clarias sp) yang berbeda dan mengalami peningkatan. Pada pengujian minggu pertama memiliki nilai kadar air 7,2829 % kadar abu tak larut dalam asam 4,4383 % dan kadar protein 3,0000 %, sedangkan pada pengujian kedua memiliki nilai kadar air 8,6099 % kadar abu tak larut dalam asam 4,9140 % dan kadar protein 3,8629 %.Hasil akhir uji organoleptik kerupuk ikan lele (Clarias sp) dengan nilai kenampakan 6,0 bau 7,0 rasa (matang) 7,0 tekstur 7,0 dan jamur 9,0. Kata kunci : Uji Proksimat, Uji Organoleptik, Kerupuk Ikan Lele (Clarias sp)
PENGOLAHAN PEMBEKUAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DENGAN MENGGUNAKAN FREZEER KULKAS Basri Basri; Muh Suryono; Novaliah Novaliah
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.627

Abstract

Ikan tongkol sebagai bahan baku, olahan daging tongkol termasuk jenis pangan yang mudah rusak, maka proses penyimpanan dengan suhu rendah merupakan cara paling cepat. Kesegaran ikan tongkol sebagai bahan baku utama perlu dijaga dengan cara menggunakan pola penanganan rantai dingin. Kebutuhan mesin pendingin yang digunakan untuk mengawetkan makanan ataupun untuk keperluan menyimpan bahan-bahan kimia mendorong terciptanya frezeer. Pada dasarnya prinsip kerja dari frezeer adalah menciptakan suhu yang sangat rendah yang memungkinkan bahan-bahan makanan, buah–buahan membeku. Tujuan penelitian ini adalah memahami proses pembekuan ikan tongkol (Euthynnus affinis) secara modern dan mengetahui analisa usaha dari pembekuan ikan tongkol. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Sumber data primer didapatkan dari hasil observasi, dan dokumentasi. Sumber data sekunder didapatkan dari lireratur yang terkait dengan bahan dan pengamatan. Adapun metode yang digunakan adalah dengan observasi dengan melakukan pengamatan langsung terhadap kegiatan pengolahan ikan tongkol. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif. Hasil penelitian  menunjukan bahwa pengolahan pembekuan ikan tongkol terdapat beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu penerimaan bahan baku, penimbangan, pencucian awal, pemotongan kepala, pencucian kedua, penimbangan, sortasi, penyusunan, pembekuan, dan pelabelan. Usaha pembekuan pengolahan ikan tongkol layak dilanjutkan dengan BEP harga adalah Rp.5000,- dan BEP produksi 1 packs.Kata Kunci : Analisa Usaha, Ikan Tongkol, Pembekuan, Riau
JENIS IKAN YANG TERDAPAT DIKAWASAN SUAKA PERIKANAN (RESERVAT) KASAI SUNGAI BATANG PELEPAT KABUPATEN BUNGO PROPINSI JAMBI Agusalim Agusalim
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 1: April 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i1.163

Abstract

Suaka Perikanan (Reservat) Kasai Batang Pelepat terletak di Desa Koto JayoKecamatan Pelepat Ilir dengan panjang sungai 400 m dan lebar 65 m dengan luas(26.000 m2) kedalaman sungai 6 m dan telah di beri papan merek daerah kawasanreservat dan pada bagian hulu/hilir reservat ditandai dengan bentangan tali daribahan besi baja yang diikatkan pada tonggak besi yang kokoh sebagai pembatasdaerah kawasan reservat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Jenis ikan yang terdapat dikawasan Suaka Perikanan (Reservat) Kasai, dan mengestimasi hasil tangkapannelayan terhadap alat tangkap yang digunakan nelayan.Tempat penelitian ini dilaksanakan di kawasan Suaka Perikanan BatangPelepat Kecamatan Pelepat Ilir, sedangkan waktu penelitian dilaksanakan selama(3) tiga bulan yakni bulan Nopember - Desember 2010 s/d Januari 2011.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif danbersifat eksploratif yang bertujuan untuk mendapatkan fakta yang ada. Penelitiandifokuskan untuk mengetahui Jenis ikan yang terdapat di kawasan Suaka Perikanan,dan mengestimasi hasil tangkapan nelayan terhadap alat tangkap yang digunakannelayan.Hasil Penelitian ini menemukan 10 jenis ikan yang tertangkap oleh nelayanyaitu ; 1) Ikan Lempam (Puntius schwanefeldi), 2) Lambak/lukas (Labio barbusfestivus), 3) Toman (Orheichepalus micropeltes ), 4) Baung (Macrones nemurus),5) Juaro (Pangasius2), 6) Lais (Cyptopterus micronema), 7) Tapah (Orheichepalussp), 8) Patin (Pangasius pangasius), 9) Tambakan (Helostoma temmintri) dan 10)Balido (Knife fishes), dll.Jenis alat tangkap yang digunakan oleh nelayan adalah jaring insang (gillnet), rawai tetap (battom longline), pancing dan jala tebar. Hasil produktifitas ratarata/unit/trip selama 3 bulan (1 trip) yakni rata-rata 2,7 kg/unit/trip. tatal produksi4.886,2 kg harga rata-rata Rp. 15.000,-/kg sehingga nilai produksi Rp. 73.293.000,-Selanjutnya, jika diestimasikan hasil tangkapan dalam 1 tahun 4.886,2 kg/trip x 4trip = 19.544,8 kg/tahun, maka nilai total produksi selama 1 (satu) tahun adalah Rp.293.172.000,-Kata Kunci : Jenis Ikan, Alat Tangkap, Reservat, Lubuk Kasai
KAJIAN LAJU EKSPLOITASI HASIL TANGKAPAN DI SEKITAR KAWASAN TAMAN WISATA PERAIRAN (TWP) PULAU PIEH Defra Monika; Arlius Arlius; Masrizal Masrizal
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v4i2.481

Abstract

The study is done at October to December 2018 in Tourist Waters Park Area Pieh Island.Choice of location for the Marine Park Area Pieh Island and the sea all around, located in two cities is Padang City and Pariaman city and one district Padang Pariaman doing by deliberately (purposive sampling). Research aims to known the exploitation of fish and aimed to know the state of resources fish in Marine Park Area Pieh Island.The research results show that the rate of the exploits of fish in Marine Park Area Pieh Island the longest wait with an average value of the the exploits of 0,75731 , the rate of the exploits of has the highest poverty rate is found in species of Stolephorus sp , Euthynnus sp, Rastrelliger spp, Sardinella spp, Selaroides sp, Leiognathus spp, Scomberoides sp, Caranx sp, Alectis sp, Sphyraena sp, Acanthocybium sp, Lutjanus  sp, Trihiurusavala sp, Katsuwonus sp, Epinephelus spp, Arius spp, Lolligo spp with the size of the taxes exploits of >0,5. The lowest exploitation is found in species of fish, Decapterus sp, Therapon spp , Thunnus sp still under the < 0,5, still can be used optimally. Instrument get used to have a low selektifitas where all of the size of fish arrested so that reduces the chance to the fish grow can indeed be resulted in excess catch (overfishing).Keyword : exploitation, Utilization, Marine Park Area Pieh IslandABSTRAK Kajian eksploitasi hasil tangkapan di sekitar Kawasan Taman Wisata Perairan Pulau Pieh berperan untuk mengetahui tingkatan eksploitasi. Tujuan penelitian ini adalahUntuk mengetahui Hasil Tangkapan ikan dan mengetahui hasil eksploitasi ikan. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan sengaja (purposive sampling) yakni pada TPI Pasie Nan Tigo Kota Padang, TPI Karan Aur Kota Pariaman, TPI Pasar Ulakan Kabupaten Padang Pariaman dan PPI Pasir Baru Kabupaten Padang Pariaman.Hasil penelitian menunjukkan Tingkat eksploitasi ikan di TWP Pulau Pieh dengan rata – rata nilai eksploitasi 0,75731, laju eksploitasi tertinggi terdapat pada jenis ikan Teri, Tongkol Kembung, Sarden, Selar, Peperek, Talang – Talang, Kuwe, Barakuda, Tenggiri, Kakap, Layur, Cakalang, Kerapu, Gole – Gole, Manyung dan Cumi – Cumi dengan besaran eksploitasi > 0,5. Laju Eksploitasi Terendah terdapat pada jenis ikan Layang, Tuna dan Kerong – kerong yang masih dibawah angka ketetapan < 0,5, sehingga masih dapat dimanfaatkan secara optimal. Kondisi sumberdaya ikan di TWP Pulau Pieh sudah mengalami overfishing atau kelebihan tangkap dikarenakan tingginya laju eksploitasi penangkapan. Alat tangkap yang digunakan memiliki tingkat selektifitas yang rendah sehingga dapat mengakibatkan kelebihan tangkap. Kata Kunci: Eksploitasi, Pemanfaatan, TWP Pulau Pieh
IDENTIFIKASI DAN KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN YANG TERTANGKAP DI SUNGAI BATANG BUNGO KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Oktawan Syaputra; Rini Hertati; Budiyono Budiyono
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i2.154

Abstract

Perikanan adalah salah satu usaha untuk memanfaatkan sumber daya hayati perairansalah satu wujud nyata dari pemanfaatan sumber daya perikanan yang cukup besardilakukan baik di perairan laut maupun perairan umum. Penelitian ini dilaksanakan padatanggal tanggal 1 Januari sampai dengan 5 Februari 2017, bertempat di Sungai BatangBungo, Kelurahan Sungai Pinang Kecamatan Bungo Dani, Dusun Tebat Kecamatan MukoMuko Bathin VII dan Muaro Buat Kecamatan Bathin III Ulu Kabupaten Bungo PropinsiJambi dengan kedalaman 1-6 meter dan luas 5000 m2.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis ikan yang sengajaditangkap dan Untuk mengetahui Indeks Keanekaragaman jenis ikan, Kepadatan Populasi,Kepadatan Relatif dan Frekuensi Kehadiran pada 3 stasiun yang telah ditentukan yaitu diKelurahan Sungai Pinang Kec. Bungo Dani, Dusun Tebat Kec. Muko-Muko Bathin VII danDusun Muaro Buat Kec. Bathin III Ulu Kabupaten Bungo Propinsi Jambi.Metode yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode PurposiveSampling yaitu penentuan stasiun penelitian dilakukan berdasarkan tujuan denganmemperhatikan berbagai pertimbangan kondisi dan keadaan tempat penelitian ataukarakteristik seperti kondisi dominan aktivitas penambangan pasir dan lain-lain. Populasidalam penelitian ini adalah semua jenis ikan yang tertangkap di Sungai Batang Bungo.Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah perwakilan setiap jenis ikan yang tertangkappada masing-masing stasiun yang telah ditentukan dengan luas areal lebih kurang 5.000 m2.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ikan yang tertangkap selama penelitiandari Tiga Stasiun di Sungai Batang Bungo ditemukan sebanyak 156 ekor, terdiri dari 16jenis yang mewakili 5 Ordo, 9 Famili dan 15 Genus dan hasil analisis indekskeanekaragaman jenis menunjukkan indeks keanekaragaman berkisar antara 0,58 hingga1,46 Indeks keanekaragaman tertinggi di jumpai di Stasiun I Dusun Buat, Stasiun IIIKelurahan Sungai Pinang, dan terendah terdapat pada Stasiun II di Dusun Tebat. KepadatanPopulasi (KP) tertinggi dari tiga stasiun yaitu, Tilan (Microphis brachyurus ) sebesar0.0042 (individu) / m2, Kepadatan Relatif (KR) tertinggi terapat pada Tilan (Mastcembetusunicdar), Seluang (Rasbora argyrotaenia), sedangkan untuk Frekuensi Kehadiran (FK)tertinggi yaitu Tilan (Microphis brachyurus ), Lampam (Puntius schwanepeldi), Lais(Criptopterus limpok (Blkr)), Gurami (Osphronemus gouramy), Baung (Mystus nemurus)masing-masing 100% .Kata Kunci : Identifikasi, Keanekaragaman, Kepadatan Populasi, Jenis Ikan
STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS-JENIS IKAN DI SUNGAI BATANG PELEPAT KABUPATEN BUNGO PROPINSI JAMBI Tita Sari; Rini Hertati; Syafrialdi Syafrialdi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v4i1.338

Abstract

Keanekaragaman sumberdaya perikanan memiliki potensi yang besar, namun rentan terhadap aktifitas antropogenik (aktivitas manusia) dan penangkapan ikan secara besar-besaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ikan yang tertangkap di Sungai Batang Pelepat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi dan mengetahui tingkat indeks keanekaragaman jenis ikan, Indeks keseragaman dan indeks dominasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juli 2019 di Sungai Batang Pelepat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ikan yang tertangkap berjumlah 120 ekor, terdiri dari 9 jenis yang mewakili 3 famili. Indeks keanekaragaman tertinggi di jumpai pada Stasiun III dengan nilai 2,11 serta terendah terdapat pada Stasiun I dengan nilai sebesar 2,07. Nilai indeks dominansi tertinggi terdapat pada stasiun 1 dan II dengan masing-masing nilai 0,29 dan terendah terdapat pada stasiun III dengan nilai 0,23. Nilai indeks keseragaman  tertinggi terdapat pada stasiun III dengan nilai 0,91 dan terendah ditemukan pada stasiun I  dan stasiun II dimana nilai masing-masing yaitu 0,90. Kata Kunci:  Keanekaragaman, Jenis Ikan, Sungai Batang Pelepat, Muara Bungo
STUDI PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN DAM BETUK KABUPATEN MERANGIN Setiyati Rahayu; Rini Hertati; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.210

Abstract

Partisipasi sebagai suatu konsep dalam pengembangan masyarakat, digunakan secara umum dan luas. Partisipasi Masyarakat adalah keikutsertaan masyarakat dalam proses pengidentifikasi masalah dan potensi yang ada di masyarakat,pemilihan dan pengambilan keputusan tentang alternatif solusi untuk menangani masalah,serta keterlibatan masyarakat dalam mengevaluasi perubahan. Permasalahan utama dalam rangka pengelolaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Perairan Dam Betuk dalam pengembanganya mengalami hambatan baik internal maupun eksternal. Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah : Untuk Mengetahui Tingkat Partisipasi Masyarakat Terhadap Keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Dam Betuk di Kabupaten Merangin .Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan wawancara. Kemudian menggunakan Analisis SWOT berkaitan dengan Tingkat Partisipasi Masyarakat Terhadap Keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Dam Betuk Kecamatan Tabir Lintas Kabupaten Merangin. Dengan menilai setiap faktor internal dan eksternal. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa tingkat partisipasi masyarakat di Tiga Desa/Stasiun yang berada di kawasan Perairan Dam Betuk terhadap keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Perairan Dam Betuk yang melibatkan 98 Responden pada kategori Tinggi. dengan nilai 5469 (55,8%)Berdasarkan uraian Analsis SWOT dapat dijelaskan bahwa terdapat 4 (Empat) alternatif strategi yang merupakan hasil Analisis SWOT, pendekatan terhadap masyarakat Pengelola,masyarakat umum dan pemangku kepentingan menjadi alternatif strategi utama untuk meningkatkan pengelolaan Organisasi Pembudidaya ikan di Keramba Jaring Apung KJA, agar maju dan berkembang, serta mandiri dan berkesinambungan.Kata Kunci : Pengelolaan Keramba Jaring Apung di Kabupaten Merangin

Page 2 of 13 | Total Record : 126