cover
Contact Name
Muhammad Natsir Kholis
Contact Email
ojsumb101016@gmail.com
Phone
+6282382141222
Journal Mail Official
jurnalsemah@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan Universitas Muara Bungo, kampus I, Lintas Sumatera, Sungai Binjai. Muara Bungo, Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Semah : Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Peraira
ISSN : -     EISSN : 25800736     DOI : 10.36355
Jurnal Pengelolaan Pengelolaan Sumberdaya Perairan mencakup kajian Ekonomi Perikanan, Budidaya Perikanan dan Pemasaran Hasil Peikanan, Kajian Konservasi sumberdaya Perairan, Reservat, Kearifan Lokal Lubuk Laranagan, Kawasan Konservasi Perairan, Bioekologi Perairan, Kajian Pengolahan Hasil Perikanan, Mutu Produk Perikanan, Kajian Exploitasi Perikanan, Alat tangkap Ramah lingkungan, Kontruksi alat tangkap dan hasil Tangkap
Articles 133 Documents
PREFERENSI HABITAT DAN KEPADATAN KERANG LOKAN Batissa violacea Lamarck (1818) PADA MUARA SUNGAI BATANG ANAI KOTA PADANG Putri, Riska Eka; Bahtiar, Bahtiar
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i1.1372

Abstract

Kerang lokan sangat digemari oleh masyarakat Sumatera Barat dan diolah sebagai makanan favorit seperti rendang, sate, gulai. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai preferensi habitat dan kepadatan kerang Batissa violacea Lamarck (1818) di Muara Sungai Batang Anai Kota Padang. Penelitian ini dilaksanakan bulan Oktober – November 2022. Sampel kerang diambil pada 4 stasiun sebanyak 2 (dua) kali ulangan. Metode pengambilan kerang dilakukan pada saat pasang dan surut dengan menggunakan pencuplikan menggunakan tangan pada kuadran yang diletakkan sebanyak 4 (empat) kali pada setiap stasiun. Kuadran memiliki ukuran 1 m2. Kerang lokan yang didapatkan pada stasiun ST 3 memiliki kepadatan paling tinggi yaitu sebanyak 5,125 ind/m2, sedangkan ST 1 didapatkan nilai kepadatan kerang terendah yaitu 0,75 ind/m2. Dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan pada lokasi yang sama pada tahun 2005 terlihat penurunan jumlah yang tertangkap sebanyak 160 %. Untuk preferensi habitat kerang digunakan analisis multivariat yaitu analisis correspondence dan analisis kelompok yang menggunakan bantuan Xlstat. Hasil penelitian menunjukkan ST 2, ST 3 dan ST 4 memiliki kemiripan yang hampir sama. Sedangkan ST 1 dan ST 5 berbeda nyata dengan stasiun lainnya. Kecepatan arus, struktur sedimen jenis pasir, keberadaan C-organik memiliki keterkaitan dengan kepadatan kerang lokan yang ada di stasiun tersebut. ST 2 memiliki kepadatan kerang 3,5 ind/m2, ST 3 kepadatan kerang 5,125 ind/m2, dan ST 4 kepadatan kerang 2,625 ind/m2  dengan kecepatan arus 1,85 – 5 cm/dt, C-organik 1,224 – 1,711 %, sedangkan jenis struktur sedimen yang disukai kerang adalah struktur pasir 75,21 – 92,508 %. Kerang pada ST 2, ST 3 dan ST 4 ini lebih padat dibandingkan dengan kerang pada ST 1 dan ST 5. Faktor pembatas keberadaan kerang lokan pada Muara Sungai Batang Anai Kelurahan Padang Sarai Kecamatan Koto Tangah Kota Padang adalah adanya kecepatan arus yang optimum berkisar 3 – 6,5 cm/dt, struktur sedimen dengan jenis pasir berkisar antara 75,21 – 92,508 %, keberadaan c-organik 1,224 -1,711 %, kadar TSS optimum berkisar 2 -3 mg/l, salinitas 0,2 – 5 ppt.
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DI SUNGAI TABIR KECAMATAN TABIR LINTAS KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Amrullah, Mohd. Yusuf; Hertati, Rini; Jayanti, Etri
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v7i2.1238

Abstract

Sungai Tabir adalah sungai yang terdapat di Kecamatan Tabir Lintas. Sepuluh tahun lalu sungai ini sangat alami dengan keadaan lingkungan yang bersih dan tanpa tercemar oleh aktivitas manusia, namun beberapa tahun belakang Sungai Tabir sudah mulai tersentuh oleh aktivitas manusia berupa adanya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang tersebar pada sempadan sungai dan anak sungai disepanjang sungai tersebut. Penelitian bertujuan untuk melihat keanekaragaman jenis ikan yang ada di Sungai Tabir.Penelitian dilaksanakan bulan Juli sampai Agustus 2021 yang dibagi menjadi 3 stasiun. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil identifikasi ikan yang didapat selama penelitian sebanyak 460 individu, yang diidentifikasi kedalam 15 spesies pada semua stasiun pengamatan. Indeks keanekaragaman pada seluruh lokasi pengamatan sebesar 2,28 (keanekaragam sedang), dengan keanekaragaman pada lokasi I sebesar 2,39, lokasi II sebesar 2,07 (keanekaragaman sedang), dan lokasi pengamatan III sebesar 1,83 (keanekaragaman rendah).
PEMETAAN ZONA POTENSIAL PENANGKAPAN LOBSTER BERBASIS BIO-EKOLOGI DI TELUK PALABUHANRATU Simbolon, Domu; Yusfiandayani, Roza; Sabila, Fathiha Rizki; Limbong, Mario
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i1.1390

Abstract

Produktivitas tangkapan lobster di Teluk Palabuhanratu cenderung menurun. Kondisi ini diduga sebagai akibat keterbatasan informasi zona potensial penangkapan ikan. Pihak pengelola perikanan lobster dan nelayan sebagai pelaku penangkapan membutuhkan informasi yang lengkap dan akurat terkait dengan kriteria zona potensial penangkapan ikan. Indikator penentu zona potensial ini tidak hanya mempertimbangkan aspek produktivitas tetapi juga aspek bio-ekologi karena usaha penangkapan yang hanya berorientasi pada peningkatan produksi semata dapat menyebabkan degradasi sumber daya lobster dan penurunan potensi daerah penangkapan lobster. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik daerah penangkapan lobster berdasarkan aspek bio-ekologi dan memetakan zona potensial penangkapan lobster. Data yang dibutuhkan meliputi produksi lobster, jenis lobster, ukuran berat dan panjang karapas, dan titik lokasi penangkapan lobster. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terhadap responden, dan studi literatur. Data selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan studi komparatif. Panjang karapas lobster pasir, lobster mutiara dan lobster bambu yang dominan tertangkap masing-masing berkisar 60-85 mm, 60-111 mm, dan 60-111 mm. Persentase jumlah tangkapan lobster antara ukuran layak tangkap dengan layak tangkap untuk lobster pasir, lobster mutiara dan lobster bambu masing-masing 80:20, 60:40, dan 68:32. Daerah penangkapan lobster kategori potensial terdapat sekitar kawasan Cimaja, Samudera Beach Hotel, dan PPN Palabuhanratu, sedangkan kategori tidak potensial terdapat di sekitar Sungai Citepus, Pantai Batu Bintang dan Pantai Loji.
STUDI KASUS: PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE MIN-MAX STOCK PADA PT. ABC Basri, Basri; Sumartini, Sumartini; Syahida, Nurul
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v7i2.1243

Abstract

Daya dukung proses produksi berjalan dengan baik, maka setiap perusahaan harus memiliki strategi dalam proses pengendalian bahan baku yang tepat. Perusahaan manufaktur perlu melakukan pengendalian persediaan karena berpengaruh terhadap kelancaran proses produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan pengendalian persediaan bahan baku yang digunakan oleh PT. ABC dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah persediaan bahan baku pada PT. ABC, mengetahui berapa perhitungan persediaan bahan baku minimal dan maksimal jika menggunakan metode min-max stock serta bagaimana penerapan metode min-max stock pada PT. ABC. Metode min-max stock menentukan berapa jumlah persediaan pengaman, persediaan minimum, persediaan maksimum, dan kuantitas pemesanan kembali. Setelah melakukan penelitian, ada beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah persediaan yang diadakan oleh perusahaan diantaranya adalah fluktuasi harga bahan baku, kebijakan pemesanan oleh perusahaan, waktu menunggu pemesanan, dan kapasitas gudang penyimpanan serta resiko penyimpanan. Perhitungan persediaan bahan baku menggunakan metode min-max stock didapatkan hasil paling maksimal adalah sebesar 482,5 ton sedangkan untuk persediaan bahan baku minimal adalah sebesar 330 ton. Aplikasi metode min-max stock dapat diterapkan secara efisien oleh perusahaan apabila perusahaan melakukan pemesanan kembali dengan stabil disetiap bulannya
PENDIDIKAN PARTISIPATIF SEBAGAI KUNCI DALAM MENYELAMATKAN SUMBERDAYA PERAIRAN SUNGAI BATANGHARI JAMBI Ainin, Dewi Tumatul; Hairunnisa, Hairunnisa; Syamsudin, Syamsudin
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i1.1373

Abstract

Pengelolaan sumberdaya perairan menjadi krusial dalam menjaga keberlangsungan ekosistem dan kesejahteraan manusia. Tantangan kompleks seperti overfishing, pencemaran, dan perubahan iklim memerlukan solusi yang holistik dan partisipatif. Artikel ini bertujuan menganalisis peran pendidikan partisipatif dalam menyelamatkan sumberdaya perairan, dengan fokus pada masyarakat lokal. Melalui pendidikan partisipatif, masyarakat dapat lebih memahami nilai dan fungsi sumberdaya perairan, serta dampak dari tindakan mereka terhadap lingkungan. Pendidikan ini juga membangun pengetahuan lokal dan kearifan tradisional untuk pelestarian yang berkelanjutan. Dalam penelitian kualitatif dengan metode partisipatif, masyarakat komunitas nelayan sungai Batanghari di Desa Rantau Panjang Kabupaten Muaro Jambi menjadi subjek. Langkah-langkah melibatkan perencanaan bersama, pengumpulan data kolaboratif, analisis bersama, dan tindakan selanjutnya. Hasilnya diharapkan mencakup peningkatan kesadaran, pemberdayaan masyarakat, perubahan perilaku, dan pengembangan keterampilan berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini mencakup perlunya penguatan program pendidikan partisipatif, peningkatan kesadaran masyarakat, kolaborasi antar-pemangku kepentingan, pengembangan keterampilan berkelanjutan, dan perbaikan kebijakan. Dengan demikian, artikel ini memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pendidikan partisipatif dalam menyelamatkan sumberdaya perairan dan menawarkan arahan praktis untuk langkah-langkah selanjutnya.
INDEKS KESESUAIAN WISATA PANTAI TANJUNG SELAKI LAMPUNG SELATAN Cahyani, Galuh; Rahmani, Urip; F Telussa, Riena
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v7i2.1239

Abstract

Keelokan dan keaslian pada pantai perlu didukung dengan adanya kesiapan amenitas dan aksesibilitas untuk dapat mengembangkan kawasan wisata pantai. Untuk itu penilaian Indeks Kesesuaian Wisata perlu dilakukan untuk mengetahui kesesuaian kawasan wisata pantai untuk menjaga keselamatan pengunjung. Hasil pengukuran Indeks Kesuaian Wisata pantai menujukkan kategori sesuai dengan rata-rata IKW pada stasiun (S) 1, stasiun (S) 2, dan stasiun (S) 3 adalah sebesar 2,3. Saran yang dapat diberikan melakukan promosi secara terstruktur, terukur dan menjangkau semua lini masyarakat selain menambah reklame dengan gambar yang menarik dan informasi yang jelas.
IDENTIFIKASI DAN DISTRIBUSI SPESIES KEPITING BAKAU (SCYLLA SPP.) DI PERAIRAN MUARO GADANG, AIR HAJI, PESISIR SELATAN Fitriani, Ella; Syafrialdi, Syafrialdi; Maryeni, Sri
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 9, No 2 (2025): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v9i2.1938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis dan distribusi kepiting bakau (Scylla spp) yang tertangkap di perairan Muaro Gadang Air Haji Pesisir Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2024 ini adalah untuk mengetahui jenis spesies kepiting bakau yang tertangkap di kawasan mangrove dan kawasan luar mangrove dan sampling dilakuakan dengan menggunakan alat tangkap bubu. Adapun hasil penelitian ini yaitu kepiting yang tertangkap diidentifikasi dan dilakukan pengukuran marfometik kemudian menganalisa data yang didapatkan. Jumlah spesies kepiting bakau yang ditemukan adalah 3 spesies yaitu Scylla serrata, S. paramamosain, dan S. tranquebarica di stasiun I (Kawasan mangrove) sedangkan di stasiun II (Kawasan luar mangrove) terdapat 2 spesies yaitu Scylla serrata dan S. paramamosain
KAJIAN MORFOMETRIK DAN HUBUNGAN PANJANG–BERAT KERANG LOKAN (Polymesoda sp) DI SUNGAI BATANG MASANG Maldivaq, Alfira; Suparno, Suparno; Lubis, Amelia Sriwahyuni; Yuspardianto, Yuspardianto; Bukhari, Bukhari
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 9, No 2 (2025): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v9i2.1858

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik morfometrik dan hubungan panjang–berat kerang lokan (Polymesoda sp ) di Sungai Batang Masang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sampel dikumpulkan dari tiga lokasi, yaitu kawasan permukiman, sekitar jembatan, dan daerah muara. Parameter yang diamati meliputi panjang, lebar, dan tinggi cangkang, serta bobot tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerang dari stasiun muara (Stasiun III) memiliki ukuran rata-rata paling besar dengan panjang 54,39 ± 1,88 mm dan bobot 29,63 ± 1,59 g. Analisis regresi panjang–berat menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif (b 3) di seluruh stasiun, yang berarti pertumbuhan panjang lebih cepat daripada penambahan bobot. Faktor lingkungan, terutama kandungan oksigen terlarut dan jenis substrat, berperan penting dalam memengaruhi pertumbuhan kerang. Kajian ini menegaskan bahwa analisis morfometrik dapat dimanfaatkan sebagai indikator biologis kondisi ekosistem estuaria sekaligus sebagai dasar dalam pengelolaan berkelanjutan sumber daya kerang lokan.
KAJIAN MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN PEPEREK (Liognathus equulus) HASIL TANGKAPAN NELAYAN PUKAT TEPI DI PERAIRAN KOTA PADANG Wirman, Andi; Suparno, Suparno; Junaidi, Junaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 9, No 2 (2025): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v9i2.1859

Abstract

Ikan peperek (Liognathus equulus) adalah salah satu ikan demersal  ukuran kecil yang mempunyai ekonomi untuk ikan asin kering dan ikan rucah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakter morfometrik dan meristik ikan Peperek (Liognathus equulus) hasil tangkapan nelayan pukat tepi di perairan Kota Padang. Penelitian ikan peperek ini  menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif.  Pengambilan sampel di lakukan sebanyak 30 ekor ikan dari masing-masing lokasi, Pantai Purus dan Pasia Nan Tigo, dianalisis. Sebanyak 15 parameter morfometrik diukur dan dianalisis menggunakan uji t, sedangkan karakter meristik diamati secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 parameter morfometrik berbeda signifikan (p 0.05) antara kedua lokasi, sementara 3 parameter lainnya tidak berbeda signifikan (p ≥ 0.05). Karakter meristik yang diamati, yaitu D VIII 18; A III 14; P 15; V I.6; dan C 18 termasuk jenis Leiognathus equulus.
KONSTRUKSI DAN HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP PAYANG DI PERAIRAN KOTA PARIAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT Delfi, Muhammad Fahri; Amrullah, Mohd Yusuf; Syafrialdi, Syafrialdi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 9, No 2 (2025): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v9i2.1916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi dan hasil tangkapan alat tangkap payang yang dioperasikan oleh nelayan di perairan Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif melalui pengukuran langsung terhadap bagian-bagian alat, observasi lapangan, serta wawancara dengan nelayan. Data yang diperoleh mencakup ukuran jaring (sayap, badan, dan kantong), tali-temali, pelampung, pemberat, serta jenis ikan hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap payang memiliki panjang keseluruhan 230–240 m, terdiri dari sayap dengan panjang rata-rata 198,5 m, badan 29,5 m, dan kantong 9 m. Jaring terbuat dari benang polyamide dengan ukuran mata jaring bervariasi antara 0,3–110 cm. Perlengkapan alat meliputi 1 pelampung utama, 1 pelampung tanda, ±1.382 pelampung kecil, serta sekitar 1.288 buah pemberat timah yang dipasang merata pada tali ris bawah. Jenis ikan hasil tangkapan didominasi oleh ikan pelagis kecil hingga sedang, seperti tongkol (Euthynnus sp), kembung (Rastrelliger sp), layang (Decapterus sp), selar (Selaroides leptolepis), dan bawal hitam (Formio sp).