cover
Contact Name
Muhammad Natsir Kholis
Contact Email
ojsumb101016@gmail.com
Phone
+6282382141222
Journal Mail Official
jurnalsemah@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan Universitas Muara Bungo, kampus I, Lintas Sumatera, Sungai Binjai. Muara Bungo, Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Semah : Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Peraira
ISSN : -     EISSN : 25800736     DOI : 10.36355
Jurnal Pengelolaan Pengelolaan Sumberdaya Perairan mencakup kajian Ekonomi Perikanan, Budidaya Perikanan dan Pemasaran Hasil Peikanan, Kajian Konservasi sumberdaya Perairan, Reservat, Kearifan Lokal Lubuk Laranagan, Kawasan Konservasi Perairan, Bioekologi Perairan, Kajian Pengolahan Hasil Perikanan, Mutu Produk Perikanan, Kajian Exploitasi Perikanan, Alat tangkap Ramah lingkungan, Kontruksi alat tangkap dan hasil Tangkap
Articles 126 Documents
PERSEPSI PELAKU UTAMA PERIKANAN TERHADAP PENYULUH PERIKANAN DI KECAMATAN RIMBO TENGAH KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Harnani Harnani; Djunaidi Djunaidi; Rini Hertati
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i2.183

Abstract

ABSTRAK  Terbatasnya jumlah penyuluh perikanan Di Kabupaten Bungo dibandingkan dengan luasnya potensi perikanan yang ada menjadikan kinerja penyuluh perikanan kurang dapat dirasakan oleh pelaku utama. Sinergitas penyuluhan perikanan yang melibatkan penyuluh perikanan sebagai identitas penyampai pesan belum dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan pelaku utama perikanan.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi pelaku utama perikanan terhadap penyuluh perikanan di Kecamatan Rimbo Tengah Kabupaten Bungo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan kuisioner. Sampel dalam penelitian ini 60 orang anggota dan pengurus Pokdakan (Kelompok Budidaya Ikan) di Kecamatan Rimbo Tengah. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah Analisis Deskriptif dan kuantitatif, untuk mengintpresikan data-data yang diperoleh dari hasil kuisioner kemudian di  analisis menggunakan Skala likert.Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi pelaku utama perikanan terhadap penyuluh perikanan di Kecamatan Rimbo Tengah adalah berkategori tinggi dengan rata-rata tertimbang masing-masing untuk kategori perencanaan sebesar 3,21 terdiri dari perencanaan (penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), menyusun programa penyuluhan perikanan desa dan kecamatan, membuat Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Perikanan (RKTPP)), dan kategori pelaksanaan sebesar 3,04 yang meliputi pelaksanaan (penerapan metoda penyuluhan perikanan di wilayah binaan dalam bentuk demonstran/SL, Temu lapang. Wicara, teknis, karya dan temu usaha, Kunjungan/tatap dan Kursus, melakukan peningkatan kapasitas pelaku usaha perikanan terhadap akses informasi, menumbuhkan kembangkan kelembagaan ekonomi pelaku usaha perikanan dari aspek jumlah, dan kualitas, meningkatkan produksi komoditi unggulan di WKPP dan melakukan evaluasi pelaksanaan penyuluhan perikanan). Kata Kunci : Persepsi, Pelaku Utama dan Penyuluh Perikanan
PERKEMBANGAN PADANG LAMUN PADA MONITORING KE - IV DI LOKASI COREMAP CTI PERAIRAN SIBERUT (SELAT BUNGA LAUT) KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI Mohd. Yusuf Amrullah; Desi Warni Simbolon; Joni Mahmud
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.526

Abstract

Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan sebuah wilayah kepulauan bagian dari Propinsi Sumatera Barat yang terletak di Samudera Hindia. Padang lamun merupakan salah satu komponen penyusun ekosistem pesisir, selain mangrove dan karang. Melalui Program COREMAP-CTI yang telah masuk fase tahap III yang melakukan monitoring ekosistem terumbu karang dan ekosistem terkait, maka perlunya kajian ataupun penelitian mengenai perkembangan kondisi padang lamun di Perairan Siberut (Selat Bunga Laut) Kabupaten Kepulauan Mentawai. Metode yang digunakan pada kegiatan monitoring lamun di lokasi COREMAP - CTI adalah transek kuadrat (tegak lurus garis pantai) yang dimodifikasi dari metode Seagrass Watch. Nilai penutupan lamun per-jenis dengan rata-rata tutupan lamun sebesar 33,51% dengan 5 jenis lamun, yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halodule uninervis, Cymodocea rotundata dan C.serrulata yang didominasi Halodule uninervis dan Cymodocea serrulata dalam kategori sedang (30-49,9%) dengan kondisi padang lamunnya kurang kaya/kurang sehat 30-59,9%). Kata kunci: Lamun, Mentawai, COREMAP-CTI Mentawai Islands Regency is an archipelago part of West Sumatra Province which is located in the Indian Ocean. Seagress one of the components of the coastal ecosyctem from mangroves and corals. Through of COREMAP-CTI Programmers have entered phase III, which monitors coral reefs ecosytems and related ecosyctem, then the need for studies or research on the development of conditions seagrass ecosytems in Siberut waters (Selat Bunga Laut) Mentawai Islands Regency. The method used in monitoring seagrass activites at the site COREMAP-CTI is a quadratic transect (perdenpidicular to the coastline) mofified from Segrass Watch. Seagrass cover value per species with an average seagrass cover of 33,51% with 5th seagrass type that is Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halodule uninervis, Cymodocea rotundata and C.serrulata is dominated Halodule uninervis dan Cymodocea serrulata in the medium category (30-49,9%) with condition seagrass less rich/unwell (30-59,5%) Keyword: Seagrass, Mentawai, COREMAP-CTI
STUDI KONSTRUKSI ALAT TANGKAP BUBU LIPAT ( Traps ) DAN JENIS – JENIS KEPITING YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN MUARA SUNGAI JENGGALU PROVINSI BENGKULU Teddy Hariadi; Syafrialdi Syafrialdi; Yuddi Yuddi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i2.159

Abstract

Kecamatan Kampung Melayu adalah salah satu kecamatan yang terdapat di KotaBengkulu dengan luas wilayah ± 38,38 dengan jumlah penduduk sebanyak 33.945jiwa yang masing-masing mempunyai potensi yang berbeda baik dari segi luaswilayahnya, sumberdaya alamnya, maupun sumberdaya manusianya. Alat tangkap yangdigunakan masyarakat sekitar untuk menangkap kepiting bakau adalah bubu lipat.Penelitian ini dilaksanakan di perairan Muara Sungai Jenggalu dimulai daribulan Oktober 2015 sampai dengan bulan Februari 2016. Penelitian bertujuan untukmengetahui konstruksi alat tangkap bubu lipat dan jenis kepiting hasil tangkapan.Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda survey yaitumelakukan pengamatan langsung kelapangan guna untuk mendapatkan konstruksi alattangkap bubu lipat. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primermeliputi jumlah alat tangkap bubu lipat yang masih beroperasi di perairan Muara SungaiJenggalu, spesifikasi alat tangkap, metoda pengoperasian alat tangkap, daerahpenangkapan, jenis kepiting hasil tangkapan. Sedangkan data sekunder adalah data yangberhubungan dengan tujuan penelitian ini yang digunakan sebagai data pendukung dandiperoleh dari studi pustaka dan instansi yang terkait.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 12 unit alat tangkap bubu lipat danbubu lipat kerucut 1 unit dengan mesh size 13/4 inci, alat tangkap bubu lipat memiliki 3bagian yaitu rangka (frame), badan (body), dan mulut (funel). Bagian rangka terbuatdari besi baja sedangkan badan dan mulut terbuat dari tali berbahan Polyethylen.Ada 2 jenis kepiting yang tertangkap dengan menggunakan alat tangkap bubulipat di antaranya kepiting bakau (Scylla serrata) dan kepiting selasi (Scyllaparamamosain).Kata kunci : Konstruksi, Bubu Lipat, Kepiting, Rangka
ESTIMASI SELEKTIVITAS ALAT TANGKAP PANCING DI SUNGAI NILO KECAMATAN MUARA SIAU KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Roni Asmala Dewi; Muhammad Natsir Kholis; Syafrialdi Syafrialdi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v4i2.456

Abstract

Selektivitas merupakan salah satu indikator alat penangkapan ikan ramah lingkungan.  Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengestimasi selektivitas alat tangkap pancing yang dioperasikan di sungai nilo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data diambil dengan cara observasi langsung kelapangan menggunakan teknik eksperimental fishing. Semua ikan yang tertangkap dianalisis dengan menggunakan formula selektivitas Sparre and Venema (1999). Hasil penelitian menunjukan bahwa pancing yang dioperasikan di sungai nilo memiliki estimasi nilai selektivitas terhadap ikan ukuran mata pancing no. 1 pada panjang 16,537 cm dan ukuran mata pancing no. 3 pada panjang 20,691 cm. Panjang ikan hasil tangkapan yang memiliki panjang terluar di bawah dan diatas nilai perkiraan selektivitas kemungkinan tidak akan memakan umpan karena size ukuran mata pancing lebih besar dan lebih kecil dari bukaan mulut ikan. Kata Kunci : Estimasi Selektivitas, Jambi, Muara Siau, Pancing, Sungai Nilo
IDENTIFIKASI BIOFISIK PERAIRAN UNTUK PENGEMBANGAN BUDIDAYA PERIKANAN DI KABUPATEN BUNGO PROPINSI JAMBI Djunaidi Jun
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 1: Agustus 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i1.101

Abstract

ABSTRAK Salah satu kesalahan dalam pengembangan budidaya perikanan adalah dimanfaatkannya lingkungan perairan yang tidak  cocok. Agar budidaya dapat berkembang dengan baik diperlukan kondisi perairan yang sesuai dengan spesies ikan yang akan dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi biofisik perairan dari sisi parameter  fisika, kimia dan biologi untuk pengembangan budidaya perikanan pada zona pemanfaatan umum yang telah ada di Kabupaten Bungo dan sekitamya. Metode penelitian adalah metode qualitaitf yaitu mengevaluasi nilai parameter fisika, kimia dan biologi perairan yang kemudian dianalisis kelas kesesuaiannya mengacu pada Rekomendasi DKP (2002) dan Bakosurtanal (1996). Hasil penelitian dan pengujian terhadap parameter físika terdiri dari kedalaman sebesar 2.5 m – 4 m, kecerahan sebesar 2 m – 3.6 m, suhu perairan sebesar 27.6 ºC - 28.06 ºC, kecepatan arus sebesar 0.038 m/dt sampai 0.177 m/dt dan material dasar perairan  mempunyai jenis antara lain : pasir berlumpur, lumpur sedikit berpasir dan pasir berlembung. Parameter kimia oksigen terlarut sebesar  6.35 ppm sampai 7.30 ppm pH sebesar 6.5 sampai 7.5 fosfat sebesar antara < 0.02 mg/l sampai 0.021  mg/l,  dan nitrat sebesar 1.1 mg/l sampai 1.6 mg/l dan parameter biologi kelimpahan fitoplankton sebesar 157.000 sel/l sampai 221.033 sel/l. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil analisis kesesuaian perairan bagi pengembangan ikan kolam pada stasiun 1 di Kecamatan Tanah Tumbuh adalah sangat sesuai (S1) dengan luas 21.45 ha dengan 3.25 ha yang sudah dimanfaatkan dan 18.2 ha dapat dijadikan potensi pengembangan lebih lanjut, Stasiun 2 di kecamatan Tanah Sepenggal dengan luas 11.87 ha dengan 2.8 ha yang sudah dimanfaatkan dan 9.07 ha dapat dijadikan potensi pengembangan lebih lanjut dan stasiun 3 di Kecamatan Bathin II Babeko berada pada kelas sesuai  bersyarat (S3) dengan luas 22.64 ha dimana 1.82 ha sudah termanfaatkan dan 19.95 ha belum termanfaatkan. Kata Kunci : Identifikasi, Biofisik, Budidaya, Perairan
PENGELOLAAN LUBUK LARANGAN SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL DI SUNGAI BATANG JUJUHAN KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Sairun Sairun; Syafrialdi Syafrialdi; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 3, No 1: April 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v3i1.276

Abstract

Latar Belakang Perairan Sungai Batang Jujuhan merupakan salah satu  sungai utama  di Kabupaten Bungo dan merupakan bentuk perairan yang terbuka dan bermuara di sungai Batang Hari. Hasil observasi dilapangan bahwa bagi masyarakat petani nelayan sungai dimanfaatkan  untuk usaha penangkapan ikan, budidaya ikan dan sebagian masyarakat digunakan untuk mandi.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk pengelolaan lubuk larangan  sebagai bentuk kearifan lokal di Sungai Batang Jujuhan Kabupaten Bungo.Metode Deskriptif kualitatif, yaitu untuk memberikan gambaran dan penjelasan secara faktual dan akurat mengenai fakta – fakta dan gejala yang ada di lokasi penelitian, Eksperimen , yaitu melakukan survei, pengambilan data dan pengamatan langsung di lapangan dengan menggunakan data kuisioner atau wawancara langsung dengan responden. Sedangkan data sekunder meliputi inventarisasi kondisi sosial, ekonomi, lingkungan dan budaya masyarakat di kawasan lubuk larangan Hasil penelitian menyatakan bahwa bentuk – bentuk kearifan lokal masyarakat Dusun  Rantau Panjang, Dusun Pulau Batu dan Dusun Aur Gading dalam upaya mengelola lubuk larangan Hugo, Pulau  Batu dan lubuk larangan Beringin Jaya terdiri dari : 1) Merencanakan pembentukan lubuk larangan melalui musyawarah dalam upaya menyelamatkan lingkungan perairan sungai, 2) Terbentuknya aturan – aturan dan sanksi bagi lubuk larangan Hugo dan aturan – aturan saja tidak ada sanksi bagi lubuk larangan Pulau Batu dan Beringin Jaya,3)  Masyarakat Dusun Rantau Panjang, Dusun Pulau Batu dan Dusun Aur Gading  mempunyai kepercayaan bahwa yang mengambil ikan dilubuk larangan akan  meninggal, 4) Dapat mengubah prilaku masyarakat kearah yang lebih posistif dari aspek  ekologi dan sosial , seperti : Mengunakan alat panen yang ramah lingkungan seperti lukah, jala, jaring dll,  Melarang menangkap ikan di sepanjang lubuk larangan, Memelihara dan memanfaatkan lubuk sebagai tempat berkembangbiaknya   ikan – ikan. Kata Kunci :  Kearifan Lokal, Deskriptif kualitatif, Lubuk Larangan
SISTEM PENGELOLAAN LUBUK LARANGAN SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL DI SUNGAI BATANG TEBO KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Merry Handayani; Djunaidi Djunaidi; Rini Hertati
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.206

Abstract

Lubuk Larangan merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang merupakan salah satu warisan budaya yang ada di masyarakat (tradisional) dan secara turun-menurun dilaksanakan oleh Masyarakat yang bersangkutan. Kearifan lokal tersebut umumnya berisi ajaran untuk memelihara dan memanfaatkan sumberdaya alam (hutan, tanah, dan air) secara berkelanjutan.          penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan lubuk larangan sebagai bentuk kearifan lokal di Perairan Sungai Batang Tebo, Kabupaten Bungo Provinsi Jambi.          Metode penelitian yang di gunakan adalah porposive sampling yaitu penentuan stasiun penelitian sesuai dengan tujuan penelitian, survey dan wawancara langsung kepada Masyarakat yang terlibat di dalam proses Sistem Pengelolaan Lubuk Larangan sebagai bentuk kearifan lokal di Perairan Sungai Batang Tebo Kabupaten Bungo.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan,  bahwa sistem pengelolaan lubuk larangan di :       Dusun Tanah Tumbuh Kecamatan Tanah Tumbuh sudah menggunakan  sistem pengelolaan yang sesuai dengan kearifan lokal baik dari sistem perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.        Sistem pengelolaan  lubuk larangan Dusun Tuo Lubuk Mengkuang dan Dusun Muara Tebo Pandak  Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang belum terkelola secara baik hal ini dibuktikan tidak adanya sistem pengawasan terhadap lubuk larangan. Kata Kunci : Sistem Penegelolaan, Lubuk Larangan, kearifan lokal dan konservasi. 
STUDI IDENTIFIKASI DAN KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DIPERAIRAN SUNGAI ALAI KABUPATEN TEBO Nurmela Nurmela; Rini Hertati; Budiyono Budiyono
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 1: April 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i1.164

Abstract

Perairan Sungai Alai merupakan salah satu perairan sungai yang ada diKabupaten Tebo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bungo. Berbagai aktifitasterjadi disekitar perairan Sungai Alai, seperti , penangkapan ikan yang sudah menjadikegiatan sehari-hari nelayan di Desa Sungai Alai, Penambangan Emas Tanpa Izin(PETI), dan juga terdapat aktifitas seperti kegiatan pertanian.Akibat dari dampak kegiatan seperti penambangan emas yang telah di lakukanmasyarakat sekitar pada perairan tersebut, dan masih adanya penangkapan ikan dengansetrum listrik, diduga telah terjadi penurunan jumlah dan jenis keanekaragaman jenisikan yang terdapat diperairan tersebut, sehingga dapat menimbulkan jumlah hasil daripenangkapan nelayan dan berpengaruh terhadap ekonomi nelayan. Disamping itu jugamasih terbatasnya data dasar jenis-jenis ikan yang ada di sungai alai.Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui jenis-jenis ikan apa saja yangtertangkap di perairan Sungai Alai, untuk mengetahui deskripsi jenis ikan yangtertangkap di perairan Sungai Alai dan untuk mengetahui Indeks Keanekaragaman,kepadatan populasi, kepadatan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode purposive sampling,yaitu dimana penentuan stasiun dilakukan berdasarkan tujuan dan mempertimbangkankondisi dan karakteristik perairan tempat untuk melakukan penelitian. Populasi Sampelikan dari setiap stasiun ditangkap dengan menggunakan beberapa jenis alat tangkapantara lain: Pancing tajur, Jaring Ingsang, Bubu, dan Jermal. luas area pengambilansampel yaitu 7000 m2/ Stasiun. Identifikasi Ikan dilakukan dilaboratorium FakultasPerikanan Universitas Muara Bungo dengan mengamati ciri-ciri marfologi pada ikanyang tertangkap.Hasil penelitian menunjukan bahwa Jenis ikan yang tertangkap di PerairanSungai Alai yaitu : ikan tilan, betutu, janggut, senggiring, berngit, layang, kepras,palau, lais, keli, selincah, kapiat, danseluang pimping,baung dan beterung.Keanekaragaman Jenis ikan hasil penelitian dari Tiga Stasiun di Sungai Alai ditemukansebanyak 15 jenis Ikan dari 15 Genus 11 Famili dan 7 Ordo. Nilai Indekskeanekaragaman jenis ikan pada masing-masing stasiun yakni : pada Stasiun I sebesar2,2378. Stasiun II sebesar 1,2739. Stasiun III sebesar 1,4099. Yang berarti tingkatKeanekaragaman (Hi) jenis Ikan dalamtigastasiuntermasuk dalam kategori sedang KPtertinggi yaitu : sebesar 0,0060(individu)/ , KR tertinggi yaitu : sebesar 13,08 % danFK tertinggi yaitu :sebesar 100%.Kata Kunci : Identifikasi, Keanekaragaman, Sungai Alai, Ikan Betutu
PENANGANAN IKAN TUNA SIRIP KUNING (THUNNUS ALBACORES) DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BUNGUS KOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT Sri Maryeni; Muhammad Natsir Kholis; Dicky Kurniadi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.522

Abstract

Mutu dari ikan tuna yang didaratkan di PPS Bungus sangat tergantung dari proses penanganannya mulai dari penangkapan sampai didaratkan dan dibongkar untuk dijual ke agen atau perusahaan penampung.  Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui proses penanganan ikan tuna sirip kuning yang didaratkan di PPS Bungus Kota Padang Sumatera Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan melakukan pengamatan, wawancara dan observasi langsung ke lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses penanganan  ikan tuna sirip kuning di PPS Bungus melalui beberapa tahapan yaitu: 1) Penanganan diatas kapal 2) Penanganan saat bongkar muat dari dalam kapal 3) pemeriksaan oleh petugas 4) pengangkutan ke PT. Dempo 5) penanganan di PT DempoKata Kunci:  Padang, Penanganan, PPS Bungus, Tuna Sirip KuningThe quality of tuna landed at PPS Bungus is very dependent on the handling process, from catching to landing and unloading to be sold to agents or collection companies. The purpose of this study was to determine the handling process of yellowfin tuna landed at PPS Bungus, Padang City, West Sumatra. The method used in this research is a survey method by making observations, interviews and direct observations in the field. The results showed that the yellowfin tuna handling process at PPS Bungus went through several stages, that is: 1) Handling on board 2) Handling when loading and unloading from the ship 3) inspection by officers 4) transportation to PT. Dempo 5) handling at PT Dempo. Keywords:  Padang, Handling, PPS Bungus, Yellowfin Tuna
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN LUBUK LARANGAN DI PERAIRAN BATANG ULEH KABUPATEN BUNGO Sudarmawan Sudarmawan; Djunaidi Djunaidi; Syafrialdi Syafrialdi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i2.155

Abstract

Indonesia adalah Negara kaya akan budaya satu diantaranya kearifan lokal,kearifan lokal juga tidak lepas dari berbagai tantangan seperti bertambah jumlahpenduduk, teknologi moderen dan budaya luar, modal besar serta kemiskinan dankesenjangan. Permasalahan utama dalam rangka pengelolaan kearifan lokal LubukLarangan. Belum diketahuinya tingka partisipasi masyarakat, terhadap keberadaankearifan lokal Lubuk Larangan di Perairan Batang Uleh, Kecamatan Tanah Tumbuh.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pertisipasimasyarakat terhadap keberadaan kearifan lokal Lubuk Larangan di Perairan BatangUleh.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung kelapangan untuk memperoleh data Primer maupun Sekunder, menggunakankuisioner dan wawancara, kemudian di analisis menggunakan metode SWOT tentangtingkat partisipasi masyarakat terhadap keberadaan kearifan lokal Lubuk Larangan.Hasil Penelitian menunjukan bahwa tingkat partisipasi masyarakat umumterhadap keberadaan kearifan lokal Lubuk Larangan di 4 Dusun/Stasiun di PerairanBatang Uleh untuk masyarakat umum pada kategori Sedang, dan pemangkukepentingan juga pada kategori Sedang.Analsis SWOT faktor Internal dan Eksternal terdapat 8 faktor Internal terdiri 5indikator Kekuatan (S), 3 indikator Kelemahan (W) dan terdapat 5 faktor Eksternalterdiri dari 3 indikator Peluang Peluang (O), 2 indikator Ancaman(T).Kata Kunci : Kearifan lokal Lubuk Larangan Batang Uleh Partisipasi

Page 3 of 13 | Total Record : 126