cover
Contact Name
Muhammad Natsir Kholis
Contact Email
ojsumb101016@gmail.com
Phone
+6282382141222
Journal Mail Official
jurnalsemah@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan Universitas Muara Bungo, kampus I, Lintas Sumatera, Sungai Binjai. Muara Bungo, Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Semah : Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Peraira
ISSN : -     EISSN : 25800736     DOI : 10.36355
Jurnal Pengelolaan Pengelolaan Sumberdaya Perairan mencakup kajian Ekonomi Perikanan, Budidaya Perikanan dan Pemasaran Hasil Peikanan, Kajian Konservasi sumberdaya Perairan, Reservat, Kearifan Lokal Lubuk Laranagan, Kawasan Konservasi Perairan, Bioekologi Perairan, Kajian Pengolahan Hasil Perikanan, Mutu Produk Perikanan, Kajian Exploitasi Perikanan, Alat tangkap Ramah lingkungan, Kontruksi alat tangkap dan hasil Tangkap
Articles 126 Documents
PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN LOBSTER AIR TAWAR (Cheraxquadri carinatus) PADA WAKTU PENANGKAPAN SIANG DAN MALAM HARI DI DESA SANGKAL, DANAU TOBA KECAMATAN SIMANINDO KABUPATEN SAMOSIR PROVINSI SUMATRA UTARA Join Situmorang; Darmawan Darmawan; Filawati Filawati
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.523

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil tangkapan lobster air tawar (cheraxquadricarinatus) pada waktu penangkapan siang dan malam hari di Desa Sangkal, Danau Toba. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sangkal Danau Toba Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Provinsi Sumatra Utara pada tanggal 31 Juli – 1 September 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode experimental fishing, menggunakan 10 unit alat tangkap bubu kawat dengan ukuran panjang 1 meter dan diameter 20 cm. Peubah yang diamati meliputi jumlah hasil tangkapan, berat total hasil tangkapan, berat per ekor dan panjang per ekor hasil tangkapan dengan analisis data mengunakan uji- t. Hasil penelitian menunjukan bahwa waktu penangkapan siang dan malam hari berbeda nyata (P<0,05) terhadap jumlah hasil tangkapan lobster, dan berat total hasil tangkapan. Panjang dan berat per ekor lobster tidak berbeda nyata (P>0,05) antara waktu penangkapan siang dan malam hari. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil tangkapan lobster air tawar  pada malam hari lebih banyak dari pada siang hari.Kata Kunci : Danau Toba, Lobster, Hasil Tangkapan, Siang, MalamThe purpose of this study was to determine the comparison of the catch of freshwater crayfish (cheraxquadricarinatus) at the time of catching day and night in the village of Sangkal, Lake Toba. This research was conducted in Sangkal Danau Toba Village, Simanindo District, Samosir Regency, North Sumatra Province on July 31 - September 1 2020. The research method used was the experimental fishing method, using 10 units of wire trap fishing gear with a length of 1 meter and a diameter of 20 cm. The variables observed included the number of catches, total weight of the catch, weight per head and length per head of the catch with data analysis using the t-test. The results showed that the time of day and night catch was significantly different (P <0.05) on the amount of lobster catch, and the total weight of the catch. Length and weight per lobster were not significantly different (P> 0.05) between daytime and nighttime fishing. Based on this research, it can be concluded that the catch of freshwater crayfish at night is more than during the day.Keywords: Lake Toba, Lobsters, Catch, Day, Night.
STUDI KONTRUKSI ALAT TANGKAP TANGKUL (LIFT NET) DI ALIRAN SUNGAI BATANGHARI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR PROPINSI JAMBI Redi Rinanda; Rini Hertati; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i2.156

Abstract

Tangkul atau anco adalah sejenis jaring angkat (lift nets) yang dioperasikan dengantangan. Alat tangkap ikan ini terdiri dari jaring berbentuk persegi yang keempat ujungnyadiikatkan pada dua batang bambu atau kayu yang dipasang bersilang tegak lurus. Tujuanpenelitian adalah untuk mengetahui kontruksi alat tangkap Tangkul yang di operasikan diSungai Batanghari Desa Sabak Kecamatan Sabak Kabupaten Tanjung Jabung Timur PropinsiJambi dan untuk mengetahui jenis ikan yang tertangkap dengan alat tangkap tangkul di SungaiBatanghari Desa Sabak Kecamatan Sabak Kabupaten Tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Survei dilakukan kepada nelayan sebagai responden.Observasi dilakukan denganmenginventarisasi jumlah dan jenis alat tangkap yang digunakan di Sungai Batanghari, danmelakukan kegiatan konsultasi setiap alat tangkap Tangkul. Selain itu metode penangkapanikan juga diamati langsung ataupun wawancara kepada nelayan yang menggunakan alattangkap tangkul. Untuk penentuan lokasi penelitian berdasarkan tujuan penelitian dengan caraPurposive Sampling artinya lokasi pengambilan sampel penelitian diambil sesuai dengankebutuhan dengan pertimbangan pemanfaatan alat tangkap Tangkul di aliran SungaiBatanghari Kabupaten Tanjung Jabung Timur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran alat tangkap Tangkul yang di operasikandi Perairan Sungai Batanghari terdapat lima ukuran alat tangkap tangkul diantaranya, ukuran 2x 2 m, 3 x 3 m, 4 x 4 m, 6 x 6 m dan 8 x 8 m sedangkan konstruksi terdiri dari: bahan waringdengan mesh size ½ dan 1 mm, gagang dari bambu diameter 3-6 cm, panjang 3-6 m, kerangka(frame) cabang dari bambu diameter 1,5-2 cm berjumlah 4 buah, penyambung kerangkacabang, berjumlah 2 buah terbuat dari bambu diameter 1,50-3 cm cm panjang 20-30 cm. Daribeberapa ukuran alat tangkap tangkul tersebut ukuran 4 x 4 m merupakan ukuran yang tepat digunakan di aliran sungai Batanghari. Jenis hasil tangkapan Tangkul terdiri atas 11 (sebelas)spesies yang sebagian tergolong jenis ikan ekonomis penting yaitu ikan lais (Criptopteruslimpok (Blkr)), Lambak (Thinnicthys thynnoides), Sitam, Kalui (Osphronemus goramy lac),Piat (Puntius schwanefeldi), Patin, (Pangasius hypothalamus) Seburuk, Seluang (Rasbora,spp), Seluang Pipih (Rasbora argyrotaenia) dan udang. Ikan yang paling banyak tertangkappada alat tangkap Tangkul adalah ikan Lambak (Thinnicthys thynnoides) yaitu 143 sedangkanjumlah hasil tangkapan alat tangkap tangkul yang paling sedikit terdapat ikan Kalui dengan
STUDI AWAL KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA UDANG VANNAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI MUARA SUNGAI SIBUNDONG KABUPATEN TAPANULI TENGAH PROVINSI SUMATERA UTARA Arsanti Arsanti; Rodhi Firmansyah; Susi Mei; Nida Farah; Nur Ummi Sibuea
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v4i1.340

Abstract

Diversifikasi usaha perikanan dan kelautan, khususnya budidaya udang vanname (Litopenaeus vannamei) memerlukan perhatian dan studi yang intensif. Studi kesesuaian lahan untuk budidaya udang vanname dilakukan pada bulan Desember 2018-Februari 2019 yang dititikberatkan pada parameter fisika, kimia serta biologi perairan muara Sungai Sibundong yang nantinya akan menentukan tingkat keberhasilan budidaya. Studi dilakukan dengan pengukuran parameter secara in situ research kemudian dilakukan pembobotan dan perhitungan tingkat pengaruh dari setiap parameter terhadap daerah yang berpotensi untuk budidaya udang. Hasil studi menunjukkan bahwa muara Sungai Sibundong sangat sesuai untuk budidaya udang yang ditunjukkan dengan kisaran suhu antara 24,70oC-24,90oC, salinitas 0 ppt, kecerahan berkisar antara 40-59,16 m, kedalaman berkisar antara 1-1,5 m, pH berkisar antara 7,21-7,91, DO berkisar antara 6,18-6,68 mg/l, Ammonia berkisar antara 0,5-1 mg/l, dan fosfat berkisar antara <1mg/l. Dari wilayah muara Sungai Sibundong yang diteliti, kesemuanya tergolong kedalam kategori sesuai, memenuhi persyaratan minimal (S2). Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa secara umum adalah bahwa muara Sungai Sibundong, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara dapat mendukung pengembangan usaha budidaya udang vanname. Kata kunci: Kesesuaian Lahan Budidaya, Muara Sungai Sibundong, Sorkam, Udang vanname.
KARAKTERISTIK ALAT TANGKAP JARING INSANG (GILL NET) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) MUARA ANGKE JAKARTA UTARA Muhammad Natsir Kholis; Made Mahendra Jaya; Roma Yuli Hutapea; Tri Nanda Citra Bangun; Kedswin Gerson Hehanussa
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i2.237

Abstract

Karakteristi k alat tangkap sangat penting untuk  pengelolaan dan pengembangan perikanan tangkap yang berkelanjutan, dengan mengamati kontruksi, manajemen operasi penangkapan dan keramah lingkungan dari alat tangkap yang digunakan nelayan.Salah satu alat tangkap yang ada di PPI Muara Angke yaitu jaring insang (gill net).Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik alat tangkap jaring insang (gill net) dan menguji tingkat keramah lingkungan alat tangkap jaring insang (gill net). Metode analisis yang digunakan yaitu deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik alat tangkap jaring insang (gill net) di PPI Muara Angke yaitu: webbing memiliki mesh size 2 inci, webbing menggunakan pelampung mini purse seine, tidak memiliki ikan target tangkapan yang spesifik, nelayan gill net rata-rata telah mencapai usia produktif dalam bekerja, kapal yang digunakan berkisar 8-30 GTdan kualitas hasil tangkapan rata-rata dalam kondisi segar. Hasil analisis alat tangkap ramah lingkungan gill net di PPI MuaraAngke dapat dikategorikan alat tangkap yang ramah lingkungan dengan skor 30,5. KataKunci: Karakteristik, Gill net, Ramah lingkungan, MuaraAngke
PENGARUH PERBEDAAN UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN PADA ALAT TANGKAP PANCING TAJUR DI RAWA LEBAK JAUH KABUPATEN BUNGO M.Sargawi SK; Syafrialdi Syafrialdi; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i2.185

Abstract

ABSTRAK                Rawa Lebak Jauh merupakan tempat para nelayan untuk menambah penghasilan yang mana salah satunya menggunakan pancing tajur, namun hasil tangkapan sampai saat sekarang masih sangat rendah. Hal tersebut belum diketahui umpan apa yang paling efektif dan efisien untuk meningkatkan hasil penangkapan di rawa tersebut. Maka perlu dilakukan penelitian menggunakan umpan yang bebeda terhadap hasil tangkapan dengan menggunakan alat tangkap pancing Tajur dengan hipotesis awal (H0), tidak ada pengaruh jenis umpan yang berbeda terhadap hasil tangkapan ikan pada alat tangkap pancing tajur dan hipotesis alternatif (H1), ada pengaruh jenis umpan yang berbeda terhadap hasil tangkapan ikan pada alat tangkap pancing tajurPenelitian ini dilaksanakan selama selama 3 bulan yang dimulai dari tanggal 05 Maret sampai 05 Mei 2018 di Rawa Lebak Jauh Dusun Sungai Mancur Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas Kabupaten Bungo. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis umpan yang berbeda terhadap hasil tangkapan ikan dan mengetahui umpan yang terbaik dalam menghasilkan hasil tangkapan ikan di Rawa Lebak Jauh Dusun Sungai Mancur Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas.Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode Eksperimen yakni dengan langsung mengadakan penelitian dilapangan dan Rancangan yang di gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK ) dengan 5 ulangan dan 4 perlakuan umpan yang berbeda yaitu Cacing tanah, Katak, Usus ayam dan Ikan kecil, dengan alat tangkap berupa pancing Tajur dengan ukuran mata kail 10 dimana setiap jenis umpan ada 5 pancing. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisa sidik ragam terhadap jumlah (ekor) dan berat (gram). Dari hasil tangkapan kemudian di uji dengan menggunakan tabel ANOVA.Hasil penelitian menunjukan bahwa Jenis umpan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan (jumlah (ekor), total berat (gram) dan panjang (cm) ikan yang tertangkap pancing Tajur dan umpan katak merupakan jenis umpan yang terbaik dalam menghasilkan hasil tangkapan ikan di Rawa Lebak Jauh Dusun Sungai Mancur Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas Kata Kunci : Rawa Lebak, Jenis Umpan, Pancing Tajur dan Hasil Tangkapan
PEMBUATAN VALUE ADDED PRODUCT EKADO IKAN KEMBUNG DARI DESA SUNGAI RAWA KECAMATAN SUNGAI APIT KABUPATEN SIAK PROVINSI RIAU Basri Basri; Kurnia Sada; Nia Zuwandha
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v4i2.576

Abstract

Ikan kembung (Rastrelliger sp) merupakan ikan pelagis dengan volume produksi perikanan tangkap yang tinggi. Tingginya volume ikan kembung yang tertangkap mengharuskan nelayan maupun pedagang untuk menjaga mutu ikan. Pembuatan produk olahan lanjutan atau yang sering dikenal dengan sebutan value added product seperti pembuatan ekado ikan memiliki tujuan untuk memperpanjang daya awet dan masa simpan dari ikan. Ekado ikan adalah produk olahan hasil perikanan yang dibuat dari daging ikan cincang dengan penambahan tepung tapioka, telur dan bumbu-bumbu. Spesfikasi dari produk ini adalah adonan daging ikan dibungkus dengan kulit pangsit dan dibentuk seperti kantong yang diikat bagian atasnya dengan daun kucai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rendemen (hasil yang bisa dimanfaatkan) yang diperoleh sebesar 91,3 %, yang artinya banyak daging ikan kembung yang bisa dimanfaatkan. Proses pengolahan Ekado ikan terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu penerimaan bahan baku, penimbangan, pencucian, penggilingan, penambahan bumbu, pembentukan adonan, pengukusan, pengemasan dan pelabelan, serta pemasaran produk.Kata Kunci : Ekado Ikan, Ikan Kembung Kabupaten Siak, RiauABSTRACTMackerel (Rastrelliger sp) is a pelagic fish with a high volume of capture fisheries production. The high volume of mackerel caught requires fishermen and traders to maintain fish quality. The manufacture of advanced processed products or what is often known as value added products such as the manufacture of fish ekado has the aim of extending the shelf life and shelf life of fish. Fish ekado is a processed fish product made from minced fish meat with the addition of tapioca flour, eggs and spices. The specifications of this product are fish meat dough wrapped in wonton skin and shaped like a bag tied at the top with chives leaves. The results showed that the yield value (usable yield) obtained was 91.3%, which means that a lot of mackerel meat can be utilized. The process of processing fish Ekado has several stages that must be carried out, namely receiving raw materials, weighing, washing, grinding, adding spices, forming dough, steaming, packaging and labeling, as well as product marketing.Keywords : Fish Ekado, Puffed Fish, Siak Regency, Riau
STUDI KONSTRUKSI ALAT DAN HASIL TANGKAPAN PANCING GAWAI DI PERAIRAN BATANG BUNGO DUSUN RANTAU PANDAN KECAMATAN RANTAU PANDAN KABUPATEN BUNGO Dewi Julita; Bukhari Bukhari; Syafrialdi Syafrialdi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 1: April 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i1.161

Abstract

Pelaksanaan penelitian ini adalah di Perairan Batang Bungo Dusun RantauPandan, Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Bungo, Propinsi Jambi. Penelitian inidilakukan pada bulan Desember 2012 sampai dengan Januari 2013. Penelitian inidilakukan untuk mengetahui kontruksi gawai yang di operasikan di wilayah perairanbatang bungo khususnya di Dusun Rantau Pandan serta mengetahui jenis ikan yangtertangkap dengan alat tangkap gawai di perairan Batang Bungo, Dusun Rantau Pandan,Kabupaten Bungo Propinsi Jambi.Penelitian dilaksanakan di Dusun Rantau Pandan, dengan menggunakan duamacam gawai yaitu gawai yang pertama panjang 8 meter dengan panjang cabang 24 cm,jarak antara cabang 1 meter, ukuran mata pancing 10,5, panjang tali pancing 16 cmterbuat dari bahan monofilament sedangkan yang kedua panjang gawai 9 meter, denganpanjang cabang 24 cm, jarak antara cabang 1 meter, ukuran mata pancing 8,25,panjangtali pancing 10 meter yang terbuat dari bahan multifilament.Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah observasi yaitulangsung melakukan penangkapan dengan alat rawai (gawai) dasar di perairan BatangBungo. Pengoperasian alat ini dilaksanakan mulai seting sampai dengan hauling yaitupada malam hari dimulai dari jam 18.00 sampai jam 06.00 pagi pada kedalaman 1sampai 2 meter. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah pengambilan dataprimer yang dilakukan dengan cara observasi lansung terhadap operasi penangkapanpancing rawai (gawai) dan melakukan pencatatan hasil tangkapan, jenis dan jumlah ikanyang tertangkap.Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap jenis-jenis ikan yangtertangkap dengan pancing gawai yang dioperasikan di perairan Batang Bungo denganwaktu operasi selama 12 jam setiap pengoperasian alat tangkap selama 5 haripenangkapan menghasilkan ikan sebanyak 14 ekor dengan berat 2,3 kg dengan jenisikan yang berbeda baung, lais, kapiat,sangiring, tampang ayam, tilan dan tampangduren.Jenis ikan hasil tangkapan alat tangkap gawai merupakan jenis ikan yangmempunyai nilai ekonomi tinggi yaitu : Baung (Mystus Nemurus), Tampang Ayam(Mastacembelus), lais (cryptopterus Macrocepholus), Sengiring (Mystuss Microchatus),dan lampam (Puntius Schwanefeldi).Kata Kunci : Pancing, Gawai, Konstruksi, Jenis Ikan
STUDI BIODIVERSITAS IKAN DI PERAIRAN SUNGAI BATANGHARI DESA BEDARO RAMPAK KECAMATAN TEBO TENGAH KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI Beby J aga Paramudita; Rini Hertati; Syafrialdi Syafrialdi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v4i2.458

Abstract

Biodiversitas suatu spesies di habitatnya merupakan sumber plasma nutfah yang sangat berharga. Salah satu sumberdaya hayati perairan yang penting adalah jenis–jenis ikan. Sungai batanghari merupakan salah satu sungai besar yang terdapat di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kekayaan jenis-jenis ikan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominasi sungai batanghari desa bedaro rampak Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Pengambilan sampel ikan dilakukan selama Bulan Januari 2020 pada tiga stasiun pengamatan berbeda, dengan menggunakan alat tangkap jaring insang, jala tebar, dan pancing. Hasil penelitian didapatkan ikan berjumlah 226 dengan 24 species yang teridentifikasi. Indeks keseragaman 0,06 - 0,09, ikan yang mendominasi perairan sungai batanghari desa bedaro rampak yaitu ikan kepiat (pentus belinka blkr) dengan nilai indeks dominasi 0,0459 dan 0,0561 dan ikan limbat/lele (Clarias nieuhofii) dengan nilai indeks dominasi 0,0548 yang dikategorikan sebagai kategori dominasi sedang. Kata Kunci : Biodiversitas, Jambi, Kabupaten Tebo, Sungai Batanghari
PENGARUH MUSIM TERHADAP KOMPOSISI JENIS DAN STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DI PERAIRAN BATANG BUNGO KABUPATEN BUNGO, PROPINSI JAMBI Syafrialdi Syaf
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 1: Agustus 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i1.103

Abstract

ABSTRAK Sungai Batang Bungo merupakan perairan terbuka dengan tingkat pemanfaaatan relative tinggi.  Kondisi ini di duga juga akan menyebabkan keanekaragaman ikan dan kualitas perairan akan terdegradasi.  Keberlanjutan sumber perikanan dari ancaman  turunnya komposisi jenis dan keanekaragaman ikan sangat perlu diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musim terhadap terhadap komposisi jenis,  struktur komunitas  dan faktor lingkungan perairan yang pengaruhi keanekaragaman ikan  pada sungai Batang Bungo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Musim berpengaruh pada komposisi ikan  dengan  nilai keanekaraman dan keseragaman ikan sungai Batang Bungo berkategori rendah dan mengindikasikan ada tekanan lingkungan. Faktor  lingkungan kuat pengaruhi keanekaragaman ikan adalah TSS, DO bernilai negatif sedangkan kecerahan dan pH bernilai positip terhadap keanekaragaman ikan di sungai  Batang Bungo. Kata kunci. Komposisi jenis, Keaneka ragaman ikan, musim sungai Batangn Bungo.
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KAWASAN KONSERVASI PERIKANAN (RESERVAT) LUBUK MANIK KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI. Yuyun Sutia; Syafrialdi Syafrialdi; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 3, No 1: April 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v3i1.278

Abstract

Perairan Sungai Batang Bungo merupakan salah satu sungai utama di Kabupaten Bungo dan merupakan  bentuk perairan yang  terbuka dan panjang mencapai kurang lebih 50 km. Rantau Pandan, desa yang memiliki kawasan konservasi perikanan (Reservat) lubuk larangan salah satunya yaitu : Reservat Lubuk Manik. Waktu penelitian dilaksanakan selama 4 (empat) bulan, tahap persiapan dan survei dilakukan bulan September–Oktober 20017 dan dilanjutkan dengan pengolahan data bulan November-Desember  2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat Kecamatan Rantau Pandan terhadap keberadaan Kawasan Konservasi Perikanan (Reservat)  Lubuk Manik. Metode Penelitian Tingkat Partisipasi Masyrakat Terhadap Kawasan Konservasi Perikanan (Resevat) Kabupaten Bungo adalah metode survey dan wawancara langsung, dengan cara mengambil sampel secara acak, sampel atau reponden diambil secara acak dengan menggunakan SWOT terhadap Kawasan Konservasi Perikanan (Resevat).Hasil penelitian menunjukan bahwa Tingkat Patisipasi masyarakat umum dengan melibatkan 80 orang responden untuk pengelolaan Kawasan Konservasi kategori rendah dengan nilai 1685 dalam persentase (21,06 %), Tingkat partisipasi Pemangku Kepentingan dengan jumlah responden sebanyak 20 orang responden dimana tingkat partisipasi dalam kategori rendah  dengan nilai partisipasi sebesar 622 dengan persentase sebesar (31,1 %). Kata Kunci : Partisipasi dan Kawasan Konservasi perairan (Reservat)

Page 5 of 13 | Total Record : 126