cover
Contact Name
Muhammad Natsir Kholis
Contact Email
ojsumb101016@gmail.com
Phone
+6282382141222
Journal Mail Official
jurnalsemah@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan Universitas Muara Bungo, kampus I, Lintas Sumatera, Sungai Binjai. Muara Bungo, Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Semah : Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Peraira
ISSN : -     EISSN : 25800736     DOI : 10.36355
Jurnal Pengelolaan Pengelolaan Sumberdaya Perairan mencakup kajian Ekonomi Perikanan, Budidaya Perikanan dan Pemasaran Hasil Peikanan, Kajian Konservasi sumberdaya Perairan, Reservat, Kearifan Lokal Lubuk Laranagan, Kawasan Konservasi Perairan, Bioekologi Perairan, Kajian Pengolahan Hasil Perikanan, Mutu Produk Perikanan, Kajian Exploitasi Perikanan, Alat tangkap Ramah lingkungan, Kontruksi alat tangkap dan hasil Tangkap
Articles 126 Documents
PENGARUH HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP BUBU DASAR DENGAN MENGGUNAKAN UMPAN YANG BERBEDA DI SUNGAI TEMBESI KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Meiki Jeksen; Syafrialdi Syafrialdi; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.208

Abstract

Sungai Tembesi adalah Sungai yang terdapat di Kecamatan Jangkat, disepanjang aliran Sungai Tembesi terdapat aktivitas masyarakat seperti pemukiman penduduk, persawahan dan areal perkebunan, selain itu Sungai Tembesi merupakan salah satu sarana penerangan melalui pembangkit listrik tenaga air dan juga dimanfaatkan oleh masyarakat petani nelayan untuk usaha atau aktivitas penangkapan ikan. Salah satu alat tangkap yang banyak digunakan sebagai alat penangkapan di Sungai Tembesi adalah Bubu dasar. Keberhasilan penangkapan menggunakan bubu dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah umpan.Penelitian ini dilaksanakan di Sungai Tembesi Kabupaten Merangin Provinsi Jambi yang di mulai dari tanggal 03 Oktober 2018 sampai 21 Maret 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis umpan berbeda terhadap jenis ikan yang tertangkap, jenis umpan yang paling disukai oleh ikan serta untuk mengetahui jenis hasil tangkapan dengan menggunakan umpan yang berbeda pada alat tangkap bubu dasar.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi lansung ke lapangan dan metode penentuan stasiun sampel dilakukan dengan cara Purpoisive sampling sedangkan analisis data menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 Kelompok dan 3 perlakuan umpan yang berbeda yaitu dedak halus, jagung dan ubi. Parameter yang diamati adalah  pengaruh perbedaan umpan terhadap jumlah total ikan (ekor) dan berat total ikan (gram) hasil tangkapan serta jenis ikan yang tertangkap di Sungai Tembesi dengan alat tangkap bubu dasar yang  dioperasikan sebanyak 3 unit.Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis umpan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap berat total (gram) ikan dan jumlah total (ekor) ikan yang tertangkap bubu dasar di Sungai Tembesi Kabupaten Merangin (F hitung > F tabel) dan dedak halus merupakan umpan yang disukai ikan yang tertangkap dengan menggunakanan alat tangkap bubu dasar di Sungai Tembesi Kabupaten Merangin. Hasil tangkapan menggunakan bubu dengan umpan yang berbeda menghasilkan sebanyak 3 jenis ikan yaitu Semah, Pareh dan Seluang Kata Kunci : Umpan, Dedak Halus, Bubu Dasar dan Hasil Tangkapan
PENGARUH UKURAN MATA JARING (MESH SIZE) ALAT TANGKAP JARING INSANG (GILL NET) TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI SUNGAI LIRIK KECAMATAN JANGKAT TIMUR KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Ali Irpan; Djunaidi Djunaidi; Rini Hertati
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i2.181

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan yaitu dari tanggal 07 November 2017 sampaitanggal 06 Maret 2018 di Sungai Lirik Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin ProvinsiJambi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran mata jaring (mesh size) yang terbaikuntuk mengetahui hasil tangkapan dan jenis ikan yang tertangkap dengan ukuran mata jaring (meshsize) jaring insang yang berbeda di Sungai Lirik Kecamatan Jangkat Timur.Alat tangkap jaring insang (gill net) yang dioperasikan dalam penelitian ini sebanyak 3 unitdengan ukuran mata jaring yang berbeda yaitu mes size 1 inchi 1,5 inchi dan 2,5 inchi. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi lansung ke lapangan dan metodepenentuan stasiun sampel dilakukan dengan cara Purpossive dengan menggunakan Rancak AcakLengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan dan uji Anova. Parameter yang diamati adalahpengaruh perbedaan ukuran mata jaring (mesh size) terhadap ukuran total ukuran (berat, panjangdan Tinggi) hasil tangkapan, jumlah total (ekor) hasil tangkapan serta jenis ikan yang tertangkap diSungai Lirik.Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan mata jaring insang (gillnet) 1 inchi, 1,5 inchidan 2 inchi berpengaruh nyata terhadap ukuran ikan (berat (Kg), panjang (cm) dan tinggi (cm)ikan), jumlah total (ekor) ikan yang tertangkap (F Hit > F Tabel). Jenis ikan yang tertangkappengaruh perbedaan mata jaring insang (gillnet) di sungai Lirik di jumpai 3 jenis ikan yaitu semah(Labeobarbus tambra) sebanyak 128 ekor, ikan Kepyur (Barbodes lateristriga) 7 ekor dan ikanBaung (Hemibagrus nemurus) sebanyak 1 ekor serta ukuran mata jaring (mesh size) alat tangkapjaring insang (gill net) yang terbaik digunakan adalah : 2 Inchi Berdasarkan ukuran ikan (Berat,panjang dan tinggi) dan mata jaring (mesh size) 1 Inchi untuk hasil tangkapan.Kata Kunci : Mesh Size, Mata Jaring
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DI PERAIRAN SUNGAI BATANG ULEH KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Budiman Budiman; Syafrialdi Syafrialdi; Rini Hertati
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.524

Abstract

Ikan merupakan  organisme penghuni perairan yang rentan terhadap perubahan lingkungan  sebagai habitatnya. Salah satunya Sungai Batang uleh  sebagai perairan tak lepas dari penangkapkan yang desruktif dan degradasi habibat.   Tujuan penelitian adalah untuk  menilai  keanekaragaman jenis ikan di Sungai Batang Uleh.    Sampel dikoleksi selama  dua bulan dengan bantuan nelayan setempat dengan menggunakan alat tangkap jala Lempar, Pancing Tajur dan Rawai di Batang Uleh pada tiga lokasi atau stasiun  yaitu Hulu (Stasiun I), Tengah (Stasiun II) dan Hilir (Stasiun III).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman jenis menunjukkan  berkisar antara 2,41 hingga 2,46. Indeks keanekaragaman tertinggi di jumpai di Stasiun I Dusun Bukit Kemang dengan  total ikan sebanyak  158 ekor yang terdiri dari 13 jenis ikan.  Nilai indeks dominansi pada masing-masing stasiun memiliki nilai yang sama yaitu antara 0,09 dan nilai indeks keseragaman pada masing-masing stasiun memiliki nilai  antara 0,94 sampai dengan 0,99.  Hasil studi ini  memberikan data dasar yang sangat penting  untuk  penggelolaan dan Konservasi perairan sungai Batang UlehKata Kunci : Keanekaragaman, Jenis Ikan, Sungai Batang Uleh, Tanah TumbuhFish are aquatic inhabitants that are vulnerable to changes in the environment as their habitat. One of them is the Batang Uleh River as water that cannot be separated from destructive capture and degradation of habibat. The research objective was to assess the diversity of fish species in the Batang Uleh River. Samples were collected for two months with the help of local fishermen using cast net, fishing rods and mini longline in Batang Uleh at three locations or stations, namely upstream (Station I), middle (Station II) and downstream (Station III). The results showed that the index of species diversity ranged from 2.41 to 2.46. The highest diversity index was found at Station I Bukit Kemang Village with a total of 158 fish consisting of 13 fish species. The dominance index value at each station has the same value, namely between 0.09 and the uniformity index value at each station has a value between 0.94 to 0.99. The results of this study provide basic data that is very important for the management and conservation of the Batang Uleh river watersKeywords : Diversity, Fish Species, Batang Uleh River, Tanah Tumbuh.
POTENSI SUAKA PERIKANAN (RESERVAT) KASAI DAN DAMPAKNYA TERHADAP HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI BATANG PELEPAT KABUPATEN BUNGO PROPINSI JAMBI Agusalim Agusalim
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i2.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Potensi Suaka Perikanan di SungaiBatang Pelepat, dan mengestimasi hasil tangkapan nelayan terhadap alat tangkap yangdigunakan pada zona ekonomi Suaka Perikanan.Tempat penelitian ini dilaksanakan di kawasan Suaka Perikanan Batang PelepatKecamatan Pelepat Ilir, sedangkan waktu penelitian dilaksanakan selama (3) tiga bulanyakni bulan Nopember - Desember 2010 s/d Januari 2011.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda deskriptif dan bersifateksploratif yang bertujuan untuk mendapatkan fakta yang ada. Penelitian difokuskanuntuk mengetahui Potensi Suaka Perikanan dan dampak terhadap hasil tangkapan nelayan.Hasil Penelitian menunjukan potensi kawasan Suaka Perikanan memilikisumberdaya yang cukup besar, baik perikanan tangkap maupun budidaya perikanan. Luassungai pelepat 325 Ha. Suaka Perikanan terdiri dari zona inti, zona penyangga dan zonaekonomi dengan luas 13,025 Ha. Kualitas air sungai batang pelepat cukup bagus biladibandingkan dengan klasifikasi dan kriteria mutu air kelas II dan memenuhi persyaratanbaik secara fisika, kimia dan biologi. Jenis ikan yang berada di daerah zona inti adalah ;1). Juaro (Pangasius2), 2). Gurami (Osphronemus gouramy) 3). Jelawat (Leptobarbushoeveni) 4). Gabus (Channa striatus) 5). Baung (Macrones nemurus), 6). Tapah(Orheichepalus sp), pada umumnya berukuran besar dengan berat 2 kg sampai dengan 7kg/ekor, sedangkan pada zona penyangga terdapat ikan-ikan berukuran kecil, bahkan adayang masih dikategori ukuran anak-anak ikan yakni ; 1). Tambakan (Helostomatemmintri), 2). Lais (Cyptopterus micronema), 3). Lempam (Puntius schwanefeldi), 4.Gurami (Osphronemus gouramy), kebanyakan ukuran 50 gr sampai dengan ukuran 100gr/ekor. Pada zona ekonomi jenis ikan yang tertangkap oleh nelayan adalah ; 1) Lempam(Puntius schwanefeldi), 2) Lambak/lukas (Labio barbus festivus), 3) Toman(Orheichepalus micropeltes ), 4) Baung (Macrones nemurus), 5) Juaro (Pangasius2), 6)Lais (Cyptopterus micronema), 7) Tapah (Orheichepalus sp), 8) Patin (Pangasiuspangasius), 9) Tambakan (Helostoma temmintri) dan 10) Balido (Knife fishes),Jumlah nelayan 270 RTP, jumlah alat tangkap 8.655 unit. Hasil produksi ratarata/unit/trip selama 3 bulan (1 trip) yakni rata-rata 2,7 kg/unit/trip. tatal produksi 4.886,2kg harga rata-rata Rp. 15.000,-/kg sehingga nilai produksi Rp. 73.293.000,- Selanjutnya,jika diestimasikan hasil tangkapan dalam 1 tahun 4.886,2 kg/trip x 4 trip = 19.544,8kg/tahun, maka nilai total produksi selama 1 (satu) tahun adalah Rp. 293.172.000,-Kata Kunci : Suaka Perikanan, Reservat, Zona Inti, Nelayan
KONDISI IKAN KARANG FAMILI CHAETODONTIDAE DI KAWASAN ZONA INTI DAN ZONA PEMANFAATAN TERBATAS TAMAN PULAU KECIL KOTA PADANG Mohd Yusuf Amrullah; Wahyuni Rahmadani
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v4i1.341

Abstract

Salah satu ikan yang hidup di terumbu karang adalah ikan famili Chaetodontidae. Ikan ini merupakan ikan indikator terumbu karang. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan data mengenai ikan karang Famili Chaetodontidae di Taman Pulau Kecil Kota Padang di area Zona Inti dan Zona Pemanfaatan terbatas. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Taman Pulau Kecil Kota Padang, untuk Zona Inti (Air Dingin dan Pulau Bindalang) dan Zona Pemanfaatan Terbatas (Pulau Pasumpahan bagian Timur dan Pulau Sikuai bagian Tenggara dan bagian barat). Penelitian berlangsung dari Bulan Maret-April 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Underwater Visual Sensus (UVC). Pada perairan zona inti “Air Dingin” ditemukan 4 jenis ikan dari family Chaetodontidae dengan jumlah individu sebanyak 33 ekor, sedangkan pada P. Bindalang ditemukan dengan jumlah 15 ekor dengan total jumlah individu ikan karang di Zona Inti sebanyak 48 ekor (individu). Pada zona pemanfaatan terbatas ditemukan jumlah individu ikan karang family Chaetodontidaer sebanyak 27 ekor di Pulau Pasumpahan bagian Timur, perairan P. Sikuai bagian Tenggara sebanyak 18 ekor dan P. Sikuai bagian Barat sebanyak 13 ekor dengan total jumlah individu ikan karang di Zona Pemanfaatan sebanyak 58 ekor (individu).Kata Kunci: Ikan Karang, Chaetodontidae, Taman Pulau Kecil, Kota Padang
STUDI PROTEIN IKAN KEMBUNG SEGAR DAN IKAN KEMBUNG ASIN (RASTRELLIGER SPP) DI PASAR BUNGUR KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI. NURHIDAYATI NUR; RINI HERTATI; DJUNAIDI JUN
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 1: Agustus 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i1.99

Abstract

Uji protein merupakan cara untuk menentukan berapa banyaknya kandungan protein yang terdapat pada ikan. Ikan kembung disukai karena bergizi tinggi, dagingnya lembut, mudah di peroleh, harga terjangkau dan tidak menimbulkan alergi (Santoso dkk. 1997). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui apakah terdapat perbedaan  kadar protein Ikan kembung segar dan ikan kembung asin (Rastrelliger spp) di Pasar Bungur Muara Bungo Provinsi Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode Purposive Sampling yaitu, penentuan sampel di lakukan berdasarkan tujuan penelitian. Pengambilan sampel di lakukan 1 kali untuk ikan kembung segar dan ikan kembung asin dari 3 pedagang ikan segar dan 3 pedagang ikan asin di ambil  secara acak untuk mengetahui kandungan protein. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji kandungan protein pada ikan kembung segar dan ikan kembung asin (Rastrelliger  spp) yang ada di Pasar Bungur Muara Bungo yaitu protein pada ikan kembung segar 25,32%  % sedangkan protein pada ikan kembung asin 28,73%. Terjadinya perbedaan ini disebabkan oleh  suhu , kadar garam,  penangan penyimpanan dan bakteri atau mikroorganisme. Kata kunci : Ikan Kembung, Asin, Segar, Uji Protein,
ANALISIS DAERAH PENANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI SEKITAR BACAN DAN OBI, HALMAHERA SELATAN Deni Sarianto
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.239

Abstract

Perairan Halmahera selatan telah lama menjadi pusat penangkapan ikan cakalang. Penentuan daerah penangkapan ikan dapat diperkirakan dari kondisi perairan yang merupakan habitat hidup. Klorofil-a  dan suhu permukaan laut (SPL)  merupakan parameter oseanografi yang penting untuk mengetahui keberadaan ikan cakalang dan mempermudah dalam menganalisis daerah penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran ikan cakalang yang tertangkap dan menentukan sebaran klorofil-a serta SPL di perairan Bacan dan Obi. Hasil penelitian menunjukkan Hasil tangkapan cakalang di dominasi pada ikan ukuran layak tangkap pada golongan dua dan tiga dengan persentase 48% dan 23% sedangkan ikan tidak layak tangkap atau berukuran kurang dari 43cm dengan presentase 28%. Sebaran Klorofil-a di perairan Bacan dan Obi pada bulan Mei berkisar 0,163 – 0,652 mg/m3 sedangkan klorofil-a pada bulan Juni berkisaran 0,142 – 0,575 mg/m3. Sebaran SPL pada bulan Mei berkisaran 27,65 – 32,31 oC sedangkan  SPL  pada bulan Juni berkisaran  27,65 – 31,58 oC. Musim Peparlihan  barat-timur dan musim timur tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil tangkapan , tetapi daerah front memberikan pengaruh yang besar terhadap penbentukan Feeding graund serta memberi penghalang buat mingarsi ikan karna pergerakan air yang kuat.Kata Kunci: Klorofil-a dan Suhu Permukaan laut (SPL)
JENIS-JENIS IKAN YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) CAROCOK TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATERA BARAT Mohd Yusuf Amrullah
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.731

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan adalah salah satu dari tiga pelabuhan perikanan yang ada di Propinsi Sumatera Barat. Selama ini sumberdaya ikan yang didaratkan pada Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Carocok Tarusan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan masyarakat diluar Carocok Tarusan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan dijual kembali sebagai penunjang perekonomian rumah tangga. Data dan informasi mengenai jenis ikan yang didaratkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam melihat sumberdaya perikanan yang ada disekitar perairan Carocok Tarusan agar tujuan pelestarian dalam pemanfaatan sumberdaya berkelanjutan dimasa yang akan datang dapat tercapai. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2021. Adapun jenis–jenis ikan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan dikelompokkan menjadi 4 (empat) kelompok, yaitu ikan pelagis kecil, ikan pelagis besar, ikan karang dan ikan demersal. Jenis-jenis ikan yang didaratkan pada waktu penelitian didapatkan 18 jenis ikan, yang mana terdiri atas 15 family yang didominasi oleh family Scombridae, sedangkan untuk komposisi jenis ikan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan didapatkan ikan pelagis kecil (33%), ikan demersal (28%), ikan karang (22 %) dan ikan pelagis besar (17%). Kata Kunci: Jenis Ikan, Pelabuhan Perikanan Pantai, Carocok Tarusan ABSTRACTCarocok Tarusan Fishing Port is one of three fishing ports in West Sumatra Province. So far, fish resources landed at the Coastal Fishing Port Carocok Tarusan widely used by the surrounding community and people outside Carocok Tarusan to meet household needs and resell to support the household economy. Data and information about the types of fish that landed can be used as a reference in viewing the existing fisheries resources around the waters of Carocok Tarusan so that the goal of conservation in the use of sustainable resources in the future can be achieved. This research was conducted in December 2021. The types of fish landed at the Carocok Tarusan Beach Fishing Port are grouped into 4 (four) groups, namely small pelagic fish, large pelagic fish, reef fish and demersal fish. The types of at the time of the study found 18 fish species, which consisted of 15 families dominated by the Scombridae family, while for the composition of fish species landed at the Carocok Tarusan Beach Fishing Port, small pelagic fish ( 33%), demersal fish (28%), reef fish (22%) and large pelagic fish (17%). Keyword: Types of Fish, Coastal Fishing Port, Carocok Tarusan
DAMPAK BANTUAN ALAT TANGKAP GILLNET TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN DI KECAMATAN KUALA JAMBI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Lora Intana Putri; Muhammad Farhan; Darlim Darmawi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.727

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan variabel dampak pemberian bantuan alat tangkap gillnet terhadap penerimaan nelayan di Kecamatan Kuala Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metodologi penelitian menggunakan metode survei. Teknik penentuan responden adalah secara sensus, sehingga jumlah responden diperoleh sebanyak 27 Orang (100%) Kepala Keluarga KK yang menerima bantuan alat tangkap gillnet.  Alat pengumpul data menggunakan kuisioner. Teknik mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara berstruktur dan observasi langsung ke lapangan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif.  Hasil penelitian ditemukan bahwa, nelayan peserta bantuan alat tangkap gillnet berperan langsung sebagai subjek penangkapan ikan di laut dan masih Produktif, mempunyai pengalaman, wawasan pengetahuan. Kemudian bantuan alat tangkap mempunyai dampak positif terhadap produksi hasil tangkapan dengan rata-rata 7356,72 Kg (%) dan mempunyai dampak positif terhadap penerimaan dengan rata-rata 30186331,02 (%)Kata Kunci : Dampak Bantuan, Gillnet, Penerimaan Nelayan ABSTRACTThe research methodology uses a survey method. The technique of determining respondents is by census, so that the number of respondents obtained is 27 people (100%) Head of Households who received gillnet fishing gear assistance. The data collection tool uses a questionnaire. The technique of collecting data uses structured interview techniques and direct observations into the field. Data analysis using descriptive analysis. The results of the study found that: Fishermen participating in the gillnet fishing gear assistance have a direct role as the subject of fishing in the sea and are still productive, have experience, and insight into knowledge. Then the help of fishing gear have a positive impact on the production of the catch with the average 7356.72 Kg (%) and have a positive impact on revenues with the average 30,186,331.02 (%)Keywords: The Impact of Assistance, Gill Nets, Fisherman Reception,
REPRODUKSI INDUK DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) HASIL PEMIJAHAN SECARA BUATAN MENGGUNAKAN OVAPRIM SYNDEL Ihwan Ihwan; Ardana Kurniaji; Zainal Usman; Siti Aisyah Saridu; Andi Sulistiawati
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.732

Abstract

Ikan patin (Pangasius hypophthalmus) merupakan salah satu ikan komoditas air tawar di Indonesia yang banyak digemari masyarakat. Budidaya ikan patin adalah alternatif mengantisipasi pola pemijahan ikan patin yang terjadi sekali setahun di alam. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi aspek reproduksi induk dan pertumbuhan larva ikan patin siam (P. hypophthalmus) yang diperoleh dari hasil pemijahan secara buatan menggunakan ovaprim. Penelitian dilaksanakan di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, Sulawesi Utara. Tahapan penelitian meliputi persiapan induk, pemijahan induk dan penetasan telur, pemeliharaan dan pengukuran pertumbuhan larva serta kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan aspek reproduksi induk berupa fekunditas 297.500 butir, derajat pembuahan 71,4% dan derajat penetasan 8,60%. Laju pertumbuhan spesifik pada larva ikan diamati 4,80% dengan kelangsungan hidup ikan adalah 95,83%. Kualitas air teramati normal sesuai dengan kebutuhan ikan. Pembenihan ikan patin secara buatan menggunakan ovaprim dapat dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar.‎Kata Kunci: ikan patin, ovaprim, pembenihan, reproduksiABSTRACTCatfish (Pangasius hypophthalmus) is one of the freshwater commodity fish in Indonesia that is very popular in public. Catfish farming is an alternative to anticipate catfish spawning patterns that occur once a year in nature. The aim of this study to evaluate the reproductive aspec of broodstock and larval growth of catfish (P. hypophthalmus) produced from artificial spawning using ovaprim. The research was conducted in Center of Freshwater Aquaculture (BPBAT) Tatelu, North Sulawesi. The research stages include broodstock preparation, breeding and hatching eggs, maintenance and measurement of larval growth and water quality. The results showed that the reproductive aspec of broodstock such as fecundity of 297,500 eggs, fertilization rate 71.4% and hatching rate 8.60%. The specific growth rate of fish larvae was observed to be 4.80% with fish survival rate 95.83%. The water quality was observed to be normal according to culture fish. Catfish artificially breeding using ovaprim can be conducting according to the correct procedure.Keywords: artificial breeding, catfish, ovaprim, reproductive

Page 6 of 13 | Total Record : 126