Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

DAMPAK BANTUAN ALAT TANGKAP GILLNET TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN DI KECAMATAN KUALA JAMBI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Lora Intana Putri; Muhammad Farhan; Darlim Darmawi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.727

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan variabel dampak pemberian bantuan alat tangkap gillnet terhadap penerimaan nelayan di Kecamatan Kuala Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metodologi penelitian menggunakan metode survei. Teknik penentuan responden adalah secara sensus, sehingga jumlah responden diperoleh sebanyak 27 Orang (100%) Kepala Keluarga KK yang menerima bantuan alat tangkap gillnet.  Alat pengumpul data menggunakan kuisioner. Teknik mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara berstruktur dan observasi langsung ke lapangan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif.  Hasil penelitian ditemukan bahwa, nelayan peserta bantuan alat tangkap gillnet berperan langsung sebagai subjek penangkapan ikan di laut dan masih Produktif, mempunyai pengalaman, wawasan pengetahuan. Kemudian bantuan alat tangkap mempunyai dampak positif terhadap produksi hasil tangkapan dengan rata-rata 7356,72 Kg (%) dan mempunyai dampak positif terhadap penerimaan dengan rata-rata 30186331,02 (%)Kata Kunci : Dampak Bantuan, Gillnet, Penerimaan Nelayan ABSTRACTThe research methodology uses a survey method. The technique of determining respondents is by census, so that the number of respondents obtained is 27 people (100%) Head of Households who received gillnet fishing gear assistance. The data collection tool uses a questionnaire. The technique of collecting data uses structured interview techniques and direct observations into the field. Data analysis using descriptive analysis. The results of the study found that: Fishermen participating in the gillnet fishing gear assistance have a direct role as the subject of fishing in the sea and are still productive, have experience, and insight into knowledge. Then the help of fishing gear have a positive impact on the production of the catch with the average 7356.72 Kg (%) and have a positive impact on revenues with the average 30,186,331.02 (%)Keywords: The Impact of Assistance, Gill Nets, Fisherman Reception,
PENGARUH WARNA CAHAYA LAMPU PADA HASIL TANGKAPAN IKAN DENGAN ALAT TANGKUL DI DANAU KERINCI KABUPATEN KERINCI PROVINSI JAMBI Hilman Madian Insani; Mulawarman Mulawarman; Syafril Hadi; Fauzan Ramadan; Lisna Lisna; Darlim Darmawi; Nelwida Nelwida; M Hariski
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v5i1.729

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of lamp color on the catch of lift net at Kerinci Lake. This research was conducted at Kerinci Lake, Kerinci Regency on June 4 - July 4 2020. The research method used was experimental fishing method and data analysis used in this study was statistical analysis completely randomized design.  The results showed the number of catches and the weight of the fish catch by using lift net with a fishing aid in the form of different lights, the results have a very significant effect on the number of catches. The average length of the catch of fish using lift net with the fishing aid in the form of different lights has no significant effect on the average length of the catch. Based on the results of the study, it can be concluded that the effect of light color on fish catches with lift net in Kerinci Lake, Kerinci Regency, Jambi Province obtained the highest yields and total weight of the catch in blue lights rather than white and red lights and for the length per fish. The catch is relatively the same length.Keywords: Influence, Light Color, Lift NetABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh warna lampu terhadap hasil tangkapan pada alat tangkap Tangkul di Danau Kerinci. Penelitian ini direncanakan dilaksanakan di Danau Kerinci Kabupaten Kerinci pada Tanggal 4 Juni – 4 Juli 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode experimental fishing dan analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukan jumlah hasil tangkapan dan berat hasil tangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap tangkul dengan alat bantu penangkapan berupa lampu yang berbeda mendapatkan hasil berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah hasil tangkapan. Rata-rata panjang perekor hasil tangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap tangkul dengan alat bantu penangkapan berupa lampu yang berbeda mendapatkan hasil tidak berpengaruh nyata terhadap rata-rata panjang perekor hasil tangkapan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh warna cahaya lampu pada hasil tangkapan ikan dengan alat tangkap tangkul di Danau Kerinci Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi memperoleh hasil dan berat total hasil tangkapan terbanyak pada lampu bewarna biru dari pada warna lampu putih dan merah dan untuk panjang per ekor hasil tangkapan memiliki panjang yang relatih sama.Kata Kunci : Pengaruh,Warna Cahaya Lampu ,Tangkul
The Carrying of Capacity of the Pangkal Babu Mangrove Forest on the Abundance of Fish Resources and the Economy of the People of Tungkal Satu Village, Tanjung Jabung Barat Tedy Azmi Nasution; Tedjo Sukmono; Rifli Rindes; Hutwan Syarifuddin; Darlim Darmawi; Ucop Haroen
Jurnal Natur Indonesia Vol 21, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.21.1.21-28

Abstract

The Pangkal Babu Mangrove Forest has an important role in a fish habitat that is closely related to the livelihoods of fishermen so it has an overall economic relationship. This study aims to analyze the condition of mangrove forests, the triangulation relationship between mangrove forests and fish resources, and the community's economy as well as forms of local wisdom in protecting and preserving mangrove forests. This research was conducted in the Pangkal Babu Mangrove forest area, Tungkal Ilir District, West Tanjung Jabung Regency. The method in this study is a survey method. The sampling technique for the condition of the mangrove forest was using the Line Transect Plot method at 3 different stations. The data analyzed included the density of mangrove forests, fishery resources, the economy, and the local wisdom of the community. The results showed that at station I the condition of mangrove vegetation in Pangkal Babu was in moderate criteria with 1,467 trees/ha, station II was in very dense criteria with 3,367 trees/ha, and station III was in moderate criteria with 1,000 trees/ha. Fishery production for 5 years is 93,221 kg with many trips of 2,115 and a CPUE value of 44.13 kg/trip. Fishery production has exceeded the sustainable potential both biologically (MSY = 82,297 kg) and economically (MEY = 82,296 kg). The value of the coefficient of determination (R2) is 0.82 or 82%, which indicates that the fluctuation in fishery production is caused by the area of mangrove forests by 82%.
PENGARUH PERBEDAAN UMPAN PADA PANCING RAWAI TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN SENANGIN (Eleutheronema tetradactylum), MENDAHARA ILIR Egga Yolanda; Depison Depison; Lisna Lisna; Nurhayati Nurhayati; Darlim Darmawi; Fauzan Ramadan
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2911.787 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.13.37-45

Abstract

East Tanjung Jabung Regency, Mendahara Ilir hamlet is a fishing base to the majority of longline fishing operations. The primary bait that used by fishermen in Mendahara Ilir is golden snails, but the golden snails are currently scarce, therefore is a need for alternative baits. Crustaceans are the primary food source for Senangin fish, the alternative baits utilized in this study were kapur shrimp and loreng shrimp. This study aimed to determine the effect of different types of bait on long line fishing gear on the catch of Senangin fish (Eleutheronema tetradactylum) in Mendahara Ilir. This study was carried out from December 5 to January 5, 2021, in the Mendahara Ilir waters. Experimental fishing was used as the research method, with a completely randomized design, 3 treatments, and 15 repetitions. The results showed that a lot of Senangin fish were caught on loreng shrimp bait of 61 fishes, kapur shrimp bait of 51 fishes, and golden Snail bait of 46 fishes. According to the findings of the analysis of variance, the capture with the golden snail bait was not statistically different from the catch with the kapur shrimp and loreng shrimp bait (P>0,05). The study's findings suggested that kapur shrimp and loreng shrimp bait can be employed as golden snail replacement baits.
The Arrest of Mantis Shrimp (Harpiosquilla raphidea) Margin and Marketing Efficiency in Kampung Nelayan Firmansyah, Firmansyah; Tampubolon, Nancy Angeline; Darmawi, Darlim; Hariski, M.; Ramadan, Fauzan
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 14 No. 2 (2021): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1381.092 KB) | DOI: 10.52046/agrikan.v14i2.872

Abstract

This research was conducted in Kampung Nelayan Village, Tungkal Ilir Sub-district for mantis shrimp marketing institutions from April to June 21021. The purpose of this study was to analyze margins and marketing efficiency of mantis shrimp catches in Kampung Nelayan Village. The data collected in the form of primary data and secondary data with survey methods is then analyzed descriptively with quantitative methods. The results showed that there are 2 marketing channels for mantis shrimp in Kampung Nelayan Village, namely marketing channel I from fishermen to intermediary traders and then to agent traders. From fishermen to agent traders. Marketing channel I total margin of Rp. 35.796/head and marketing efficiency of 8,59% (inefficient). Marketing channel II total margin Rp. 32.088/head and marketing efficiency of 9,34% (inefficient).
TINGKAT KERAMAH LINGKUNGAN ALAT TANGKAP DI KELURAHAN MENDAHARA ILIR Agape Saragih; Nurhayati Nurhayati; Mairizal Mairizal; Lisna Lisna; Darlim Darmawi; Fauzan Ramadan
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i3.322

Abstract

Kelurahan mendahara ilir merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kabupaten tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi yang mayoritas masyrakatnya berprofesi sebagai nelayan, namum masyarakat nelayan belum mengetahui seberapa besar tingkat keramah lingkungan alat tangkap yang mereka gunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keramah lingkungan alat tangkap yang digunakan nelayan di Kelurahan Mendahara Ilir yang di lakukan pada bulan Juli–Agustus 2021. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan melakukan pengamatan dan observasi secara langsung. Adapun Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap jaring insang dasar memiliki skor 27,56, sondong memiliki skor 18,54 dan togok memiliki skor 26,66 sehingga masih dikategorikan ramah lingkungan, sedangkan alat tangkap bubu memiliki skor 32,5 dan rawai memiliki skor 28,86 sehingga dikategorikan sangat ramah lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penilaian terhadap tingkat keramah lingkungan alat tangkap menurut kriteria FAO, alat tangkap yang digunakan nelayan Kelurahan Mendahara Ilir ada 5 jenis alat tangkap yaitu sondong dengan skor 18,54, Jaring insang dasar 27,56, rawai 28,86, togok 26,66, dan bubu dengan skor 32,5. Hal ini menunjukkan bahwa yang mempunyai tingkat keramahan lingkungan paling tinggi adalah bubu dan yang paling rendah adalah sondong.
PENYULUHAN TENTANG MERAKIT JARING INSANG BERDASARKAN UKURAN MATA JARING DI DESA TELUK MAJELIS KUALA JAMBI TANJUNG JABUNG TIMUR Darmawi, Darlim; Lisna, Lisna; Nelwida, Nelwida; Hariski, M.; Ramdhan, Fauzan
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 3 No. 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kegiatan yang akan dilakukan dengan mitra para nelayan pengguna jaring insang di Desa Teluk Majelis Kecamatan Kuala Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Target luaran dari kegiatan ini adalah : 1. Nelayan dapat mengenal/memahami teknik merakit jaring insang, 2. Nelayan dapat menyusun komponen komponen jaring insang sesuai kebutuhan dan ukuran, 3. Nelayan dapat merakit secara mandiri jaring insang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metoda penyuluhan dan pelatihan. Program ini dilakukan terhadap nelayan yang mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan penggunaa jaring insang. Permasalahan utama adalah; nelayan pada umumnya belum memahami teknik merakit jaring insang yang benar. Nelayan belum memahami komponen-komponen dan kebutujan biaya untuk merakit menjadi konstruksi jaring insang, Sehingga hal tersebut menjadi salah satu kendala nelayan terhadap kelangsungan usahanya dalam meningkatkan produksi hasil tangkap. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan solusi peningkatan pengetahuan melalui penyuluhan dan pelatihan tentang: Penyuluhan Tentang Merakit Jaring Insang Berdasarkan Ukuran Mata Jaring di Desa Teluk Majelis Kuala Jambi Tanjung Jabung Timur
The Carrying of Capacity of the Pangkal Babu Mangrove Forest on the Abundance of Fish Resources and the Economy of the People of Tungkal Satu Village, Tanjung Jabung Barat Tedy Azmi Nasution; Tedjo Sukmono; Rifli Rindes; Hutwan Syarifuddin; Darlim Darmawi; Ucop Haroen
Jurnal Natur Indonesia Vol. 21 No. 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The Pangkal Babu Mangrove Forest has an important role in a fish habitat that is closely related to the livelihoods of fishermen so it has an overall economic relationship. This study aims to analyze the condition of mangrove forests, the triangulation relationship between mangrove forests and fish resources, and the community's economy as well as forms of local wisdom in protecting and preserving mangrove forests. This research was conducted in the Pangkal Babu Mangrove forest area, Tungkal Ilir District, West Tanjung Jabung Regency. The method in this study is a survey method. The sampling technique for the condition of the mangrove forest was using the Line Transect Plot method at 3 different stations. The data analyzed included the density of mangrove forests, fishery resources, the economy, and the local wisdom of the community. The results showed that at station I the condition of mangrove vegetation in Pangkal Babu was in moderate criteria with 1,467 trees/ha, station II was in very dense criteria with 3,367 trees/ha, and station III was in moderate criteria with 1,000 trees/ha. Fishery production for 5 years is 93,221 kg with many trips of 2,115 and a CPUE value of 44.13 kg/trip. Fishery production has exceeded the sustainable potential both biologically (MSY = 82,297 kg) and economically (MEY = 82,296 kg). The value of the coefficient of determination (R2) is 0.82 or 82%, which indicates that the fluctuation in fishery production is caused by the area of mangrove forests by 82%.
PENYULUHAN TENTANG MERAKIT JARING INSANG BERDASARKAN UKURAN MATA JARING DI DESA TELUK MAJELIS KUALA JAMBI TANJUNG JABUNG TIMUR Darmawi, Darlim; Lisna, Lisna; Nelwida, Nelwida; Hariski, M.; Ramadhan, Fauzan
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 3 No. 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kegiatan yang akan dilakukan dengan mitra para nelayan pengguna jaring insang di Desa Teluk Majelis Kecamatan Kuala Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Target luaran dari kegiatan ini adalah : 1. Nelayan dapat mengenal/memahami teknik merakit jaring insang, 2. Nelayan dapat menyusun komponen komponen jaring insang sesuai kebutuhan dan ukuran, 3. Nelayan dapat merakit secara mandiri jaring insang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metoda penyuluhan dan pelatihan. Program ini dilakukan terhadap nelayan yang mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan penggunaa jaring insang. Permasalahan utama adalah; nelayan pada umumnya belum memahami teknik merakit jaring insang yang benar. Nelayan belum memahami komponen-komponen dan kebutujan biaya untuk merakit menjadi konstruksi jaring insang, Sehingga hal tersebut menjadi salah satu kendala nelayan terhadap kelangsungan usahanya dalam meningkatkan produksi hasil tangkap. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan solusi peningkatan pengetahuan melalui penyuluhan dan pelatihan tentang: Penyuluhan Tentang Merakit Jaring Insang Berdasarkan Ukuran Mata Jaring di Desa Teluk Majelis Kuala Jambi Tanjung Jabung Timur
Analisis Pendapatan Nelayan Togok Berdasarkan Karakteristik Di Kecamatan Kuala Jambi Hariski, M; Sibagariang, Febryanti; Darmawi, Darlim; Firmansyah, Firmansyah; Pramusintho, Bagus; Harahap, Afriani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Nelayan togok di Kecamatan Kuala Jambi memiliki hasil tangkapan utama berupa udang, tetapi nelayan sering dihadapkan pada permasalahan. Salah satunya adalah penggunaan alat tangkap togok ini memiliki sifat menunggu, sehingga hasil tangkapan tidak stabil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan nelayan togok dan pengaruh karakteristik nelayanterhadap pendapatan nelayan togok. Materi pada penelitian ini adalah data primer yang meliputidata pendapatan nelayan togok dengan metode penelitian menggunakan metode survey. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder dengan analisis data menggunakan persamaan pendapatan dan uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan utama dari togok adalah udang kuning, udang kapur dan udang peci, sedangkan hasil tangkapan sampingan berupa ikan sembilang dan ikan gulamah yang dikonsumsi sendiri oleh nelayan. Pendapatan nelayan dari hasil tangkapan utama togok sebesar Rp.15.667.041,- per tahun dengan rata-rata pendapatan per bulan sebesar Rp.  1.305.587,-dengan rata-rata pendapatan per trip sebesar Rp. 326.397,-. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel umur (X1) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,27 (P<0,05), variabel pendidikan 0,47 (P<0,05) dan pengalaman sebesar 0,008 (P<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa pendapatan nelayan Togok di Kecamatan Kuala Jambi dipengaruhi oleh umur, pendidikan dan pengalaman.