cover
Contact Name
JOKO SANTOSO
Contact Email
ps.johnsantoso@gmail.com
Phone
+6287836107190
Journal Mail Official
jurnalberitahidup@gmail.com
Editorial Address
Jl. Solo-Kalioso KM.7.Solo
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0
ISSN : 26564904     EISSN : 26545691     DOI : https://doi.org/10.38189/jtbh.v4i1.181
Core Subject : Religion,
Focus & Scope Jurnal Teologi Berita Hidup adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Pastoral Kepemimpinan Kristen Pendidikan Agama Kristen
Articles 293 Documents
Transformasi Pendidikan Futuristik Melalui Konstruksi Masyarakat Pancasila sebagai Implementasi Pendidikan Multikultural: Sebuah Perspektif Kristiani Swandriyani Hudianto; Kalis Stevanus; Carolina Etnasari Anjaya
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i2.375

Abstract

Kepesatan teknologi informasi saat ini membuka peluang selebar-lebarnya bagi pengadopsian nilai-nilai, pengajaran, dan ideologi yang tidak sesuai dengan kultur bangsa. Dampak sangat kuat terjadi pada kaum muda sebagai generasi yang sangat terbuka terhadap hal-hal baru. Mengatasi hal ini peran dunia pendidikan sangat dibutuhkan agar dapat mengantisipasi dan mengembalikan nilai-nilai yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Riset ini disusun dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Tujuan dari riset ini adalah memberikan deskripsi dan analisa tentang transformasi pendidikan yang futuristik melalui pembangunan masyarakat Pancasila. Hasil riset menunjukkan bahwa transformasi pendidikan futuristik dalam perspektif kristiani perlu mengedepankan pengembangan soft skills. Internalisasi nilai-nilai luhur Pancasila dapat dikontekstualisasikan dalam konteks pendidikan Kristen. Aktualisasi pembangunan masyarakat Pancasila dapat dilakukan dengan metode pembelajaran role play, berbasis proyek dan riset serta pembentukan kelompok atau komunitas sosial lintas agama, suku, budaya, status sosial dan generasi.
Pelayanan Pencegahan dan Penyembuhan Penyakit di Gereja Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19 Sony Kristiantoro
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i2.302

Abstract

So far, one form of service that is usually carried out by the Pentecostal-Charismatic Church (GP-K) is the Healing Ministry, although it still feels a bit foreign to the Mainstream Church (GM). Between the two, there are still quite sharp differences in understanding and practice, which often lead to serious problems. This was seen before and during the Covid-19 pandemic that hit Indonesia. The author will describe a comparison of understanding and practice that occurs in terms of healing services in between the two churches. In addition to conflicts that surfaced, through the Covid-19 Pandemic, churches were also taught to carry out a more complete and integrative type of service in the context of preventing and curing infectious diseases such as Covid-19. So far, in churches, this type of service in the health sector in the form of prevention and healing has not yet become a complete form of service and has not been well integrated. The church can make a good and planned Preventive Service, create or develop a responsible healing theology, form a Team and empower the talents of all members of the congregation to be involved, and how the church becomes a healing community. These things are believed to be an effective means for witnessing and strengthening each other among the congregation during the Covid-19 Pandemic and beyond.ABSTRAKSelama ini satu bentuk pelayanan yang biasa dilakukan oleh Gereja Pentakostal-Kharismatik (GP-K) adalah Pelayanan Penyembuhan (Healing Ministry), walaupun masih agak terasa asing bagi Gereja Mainstream (GM). Di antara keduanya, masih terjadi perbedaan pemahaman dan praktik yang cukup tajam, yang tidak jarang menimbulkan persoalan serius. Hal ini nampak sebelum dan saat Pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Penulis memaparkan perbandingan pemahaman dan praktik yang terjadi dalam hal pelayanan penyembuhan di di antara kedua gereja. Selain pertentangan yang muncul ke permukaan, melalui Pandemi Covid-19, gereja juga diajar untuk melakukan jenis pelayanan yang lebih utuh dan integratif dalam rangka pencegahan dan penyembuhan penyakit menular seperti Covid-19 ini. Selama ini di gereja-gereja, jenis pelayanan dalam bidang kesehatan berupa pencegahan dan penyembuhan ini belum menjadi sebuah bentuk pelayanan yang utuh dan belum terintegrasi secara baik. Gereja bisa membuat Pelayanan Pencegahan yang baik dan terencana, membuat atau menyusun teologi penyembuhan yang bertanggungjawab, membentuk Tim dan memberdayakan talenta semua warga jemaat untuk terlibat, dan bagaimana gereja menjadi komunitas penyembuh. Hal-hal tersebut diyakini bisa menjadi sarana efektif bagi kesaksian dan saling menguatkan di antara jemaat pada masa Pandemi Covid-19 dan sesudahnya.
Analisis Bibliometrik untuk Memetakan Diskursus Teologi dalam Percakapan Krisis Ekologis di Indonesia Bayu Kaesarea Ginting; Rinto Fransiskus Pangaribuan; Albungkari Albungkari
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i2.231

Abstract

Terdapat knowledge voids atau kekosongan pengetahuan tentang pemetaan produk ekoteologi di Indonesia. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan diskursus ekoteologi di Indonesia. Pemetaan ini berguna agar mengetahui tingkat produktivitas, efisiensi, dan efektivitas karya teologi dalam menjawab tantangan krisis ekologis. Variabel pemetaan meliputi model, pendekatan, jenis konstruksi, dan produk akhir dari ekoteologi. Penelitian ini menggunakan metode bibliometrik, yaitu pendekatan yang menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif terhadap media komunikasi ilmiah (literatur), seperti, jurnal, artikel, dan buku. Penelitian ini membatasi bahan literatur berdasarkan artikel yang diterbitkan oleh institusi pendidikan tinggi teologi yang terdaftar SINTA dalam kurun waktu 2016-2021. Hasilnya model konstruktif dan listening merupakan dua model dominan dalam ekoteologi. Pada bagian pendekatan, penggunaan pendekatan dengan motif spiritualitas tampak berimbang dengan motif ekologis. Dalam hal konstruksi teologi, biblika dan teologi konstektual menjadi metode yang terbanyak digunakan. Sementara, produk akhir ekoteologi menyebar secara merata pada isu etika, praktika dan spiritualitas. Kami menyimpulkan respons teologi terhadap problem kerusakan lingkungan mengalami tren naik selama lima tahun terakhir. Walau demikian, produk ekoteologi di Indonesia masih memiliki beberapa kekurangan karena proporsi yang belum berimbang dalam mempercakapkan persoalan ekoteologi di Indonesia. Kami juga merekomendasikan agar studi ekoteologi di Indonesia mau membicarakan problem kontemporer yang dekat dengan persoalan masyarakat Indonesia.
Tinjauan Teologis Hukuman Mati di Indonesia dan Relevansinya dengan Keadilan Penas Dionisius Manurung; Ferry Simanjuntak
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i2.333

Abstract

Sampai saat ini pidana mati masih diterapkan di negara Indonesia, yaitu untuk kasus-kasus kejahatan berat dengan hukuman yang maksimal. Kalangan yang menolak adanya pidana mati beralasan bahwa pelaksanaan pidana mati tidak sejalan dengan amanat konstitusi yang memberikan jaminan hak hidup bagi rakyatnya. Namun benarkah demikian? Hal ini tentu saja tidak dapat dipandang hanya dari satu sisi saja. Bagaimana dengan prinsip keadilan bagi korban-korban yang berjatuhan akibat si pelaku kejahatan tersebut. Ketegasan, kepastian hukum dan nilai keadilan hendaknya menjadi spirit dalam menerapkan praktik hukum di negara ini sehingga tujuan hukum yaitu ketertiban dan keadilan dapat tercapai. Penelitian ini akan menyoroti hukuman mati dalam pandangan teologi etika Kristen yang bersumber dari Alkitab. Penelitian ini adalah riset kepustakaan yaitu melakukan analisa terhadap beberapa  literatur yang berkaitan dengan konsep hukuman mati di Indonesia dan dalam lingkaran kontroversi etika Kristen yang bersumber dari Alkitab sehingga diperoleh pemahaman berdasarkan tinjauan teologi Alkitab.
The Role of Biblical Parenting In Minimizing Bad Behavior of Pastor's Children Henny Sukmawati; Yanto Paulus Hermanto; Guntur Hari Mukti
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i2.335

Abstract

Children born as pastor’s kids often face pressures from the church environment and its surrounding; as they grow and develop, they are often expected to be good and even role models to others. It is not an easy condition to live in, and pastor’s kids often find it burdensome. Moreover, the opposite also often happens in real life. Pastor’s kids often display destructive behaviors and cause many problems. The research aims to help parents who work as pastors find solutions to the problem of bad behavior in their children. This research uses the literature study method. This research presents biblical parenting as the primary key to solving pastors' kids’ problematic behaviors. This is marked by a balance between teaching and giving examples, including maintaining a harmonious husband-wife relationship, applying biblical discipline, and giving unconditional love and acceptance.
Iman akan Allah Bapa dalam Pengalaman Hidup Rohani Frater di Seminari Tinggi Giovanni Malang Antonius Denny Firmanto; Adry Yanto Saputra
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i2.111

Abstract

As a prospective priest, this understanding is important as a preacher to teach the people. However, before teaching as a subject, a reporter needs to understand and live it well. The focus of this research theme is spiritual life. Spiritual life as a candidate for priest is very important because prospective priests (brothers) are preachers of the faith. The purpose of this research is to explore the extent of understanding and living faith in God the Father. why is the title of God as Father important to be understood by every prospective priest? Why is the living of faith in God the brothers important in the life of formation in the community? The focus of this research is for each class representative of the brothers at the Seminary Giovanni Malang. The brothers are increasingly aware that the title God the Father is not arbitrary, but has meaning and meaning for people who believe in Allah. Each class representative was asked to fill in the prepared questions. The modotology used in this study is to use the interview method. This model analysis uses the same answer classifications from each research subject. Presenting the summary result data and making preliminary conclusions. From the results of questionnaires and supported from books, articles and reflections. From the results of this study, it is found that knowledge about God the Father comes from the stories of the Bible, family and faith educators such as catechists and priests. The understanding of faith is also very influential in our appreciation. Almost all subjects answered the knowledge of God the Father from the Scriptures, some because of parental role models, priests' personal relationships in prayer. Spiritual life is also very influential in living faith. Personal prayer, worship, mass, reflection, meditation and the sacrament of penance are tools for building more personal relationships.
Implementasi Kepemimpinan Transformatif Berdasarkan Kitab Nehemia di Kalangan Hamba Tuhan Gereja Raja Kemuliaan Se-Bandung Raya David Ming
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i2.204

Abstract

Dalam perkembangan zaman pada era millennium ini segalanya telah mengalami perubahan, baik perubahan peradaban manusia maupun perubahan Ilmu pengetahuan dan Teknologi. Perubahan sudah begitu jelas dan radikal  oleh sebab itu para pemimpin harus selalu mengantisipasinya karena tanpa ini, maka mereka akan mengalami masalah ditelan oleh perubahan tersebut. Perubahan  ini selalu membawa pengaruh baik secara positif maupun negatif. Inilah yang disebut “dinamika perubahan”, bahwa dalam perubahan terdapat dinamika atau kekuatan yang menguntungkan ataupun merugikan. Antisipasi dan berjalan bersama perubahan akan membawa keuntungan dan pengaruh yang positif, sedangkan tanpa antisipasi maka perubahan akan mengakibatkan masalah yaitu kehancuran. Oleh sebab itu dengan memperhatikan rujukan rumusan pemasalahan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kepemimpinan Transformatif berdasarkan Kitab Nehemia dikalangan Hamba Tuhan GRK di Bandung dan secara terinci penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya dominan tingkat Implementasi Kepemimpinan Transformatif Nehemia Berdasarkan Kitab Nehemia Di Kalangan Hamba Tuhan GRK Di Bandung?
Sinergisitas Gereja dan Influencer Rohani dalam Pemulihan Gambar Diri Native Digital Joni Manumpak Parulian Gultom
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i2.245

Abstract

Digital natives face self-image problems due to the development of social media. They consider themselves spiritual but not spiritual and are not interested in the church. A foul value system, as well as “Godless”, immoral, unethical, violent, and disparaging content of religion, are spreading without a hitch. All of these things started at a young age. If not answered immediately, this generation can be lost from moral civilization and the correct self-image. So the question arises, what form of synergy is there between the church and spiritual influencers in restoring a native digital self-image? What concrete steps should be? And what is the form of a Biblical native digital self-image? The purpose of this study,[1] is to explain synergies between churches and Christian influencers in the recovery of digital natives. [2] to describe the steps to the restoration of the self-image of this digital generation. [3] Explaining the native digital self-image according to Bible. Church research arguments and spiritual influencers play a role in restoring the native digital self-image. It is by optimizing the synergistic character of the church and synergistic spiritual influencers based on the Bible. The construction of the approach used in maximizing the existing synergies, namely by [1] self-image restoration missions as the basis of spiritual service, [2] spiritual influencer acting as extensions of church services, and [3] methods that focus on transformation, actions to accommodate growth and evangelism. Descriptive qualitative research method with literature study. The practical contribution of expanding church services, stimulating the birth of spiritual influencers, and creating sustainable synergies.
Kelahiran Kembali dalam Memenuhi Panggilan Pelayanan Gereja Berdasarkan Perjanjian Baru Ayub Abner Mbuilima; Suhadi Suhadi
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i2.425

Abstract

AbstractOne of the fundamental doctrines of the church is the teaching of the Rebirth.  But many churches have not understood this teaching correctly, thus holding the wrong understanding.  Besides that, many churches do not emphasize the importance of this teaching in the church, resulting in the lack of clarity on the Christian identity status of church members, so that the size is only limited to coming to worship on Sundays and it is believed that they have become true Christians. On the other hand, many church administrators and ministers when they enter the ministry they carry out, sometimes there is no special personal training in terms of rebirth, as a result, many ministries while serving but continue to live in sin.  So the teaching and formation of rebirth is very important for the benefit of both the church and church administrators and ministers.  The method used in this research is descriptive qualitative method with a literature study approach.  It is hoped that through this research, every reader can be motivated to have the right perspective on the understanding of the concept of rebirth and that every church leader can apply coaching teaching about rebirth to church administrators, ministers, and congregations.  So that all can have a clear identity as true Christians because they already have confidence in accepting the Lord Jesus as their personal Savior.Keywords: rebirth; vocation; service; church; New TestamentAbstrakSalah satu doktrin gereja yang mendasar adalah pengajaran kelahiran kembali. Namun dalam kenyataannya banyak gereja belum memahami pengajaran ini secara benar, sehingga memegang pemahaman yang keliru. Di samping itu banyak gereja tidak menekankan akan pentingnya pengajaran ini di dalam gereja, mengakibatkan tidak adanya kejelasan status identitas kekristenan anggota gereja, sehingga ukurannya hanya sebatas datang beribadah hari minggu sudah diyakini bahwa sudah menjadi orang Kristen yang sejati. Di sisi lain, banyak pengurus dan pelayan gereja ketika masuk dalam tugas pelayanan yang diemban, kadang kala tidak adanya pembinaan pribadi secara khusus dalam hal kelahiran kembali, akibatnya banyak pelayanan sambil melayani tetapi terus hidup di dalam dosa. Maka Pengajaran dan pembinaan tentang kelahiran kembali sangat penting manfaatnya baik bagi gereja maupun pengurus dan pelayan gereja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Di harapkan melalui penelitian ini setiap pembaca dapat dimotivasikan untuk memiliki cara pandang yang benar terhadap pengertian konsep kelahiran kembali serta setiap Pemimpin gereja dapat menerapkan pembinaan pengajaran mengenai kelahiran kembali kepada para pengurus, pelayan dan jemaat gereja. Sehingga semua dapat memiliki identitas yang jelas sebagai orang Kristen yang sejati karena sudah memiliki keyakinan dalam menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi.
Strategi Guru PAK dalam Membangun Pancasila sebagai Paradigma Integrasi Bangsa terhadap Peserta Didik di Era Milenial Reni Triposa; Yonatan Alex Arifianto
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 4, No 1 (2021): September 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v4i1.166

Abstract

Abstract: Without realizing it, the millennial era with technological sophistication brings students to be influenced by wrong associations which will unconsciously bring about the disintegration of the nation. Therefore, teachers of Christian religious education can have strategies in bringing students to build their nationality through the paradigm of national integration based on Pancasila. through technological advances. and having used descriptive qualitative methods with a literature study approach, it can be concluded that the PAK teacher's strategy in building Pancasila as a paradigm of Nation integration towards students in the millennial era is to understand the degradation or moral decadence in the millennial era which continues to increase. For this reason, Christian Religious Education Teachers actualize the view of Pancasila as the basis for developing the integration of the Nation and also see that there is no theological debate on the value of Pancasila in the theological ethical perspective. From this, teachers have the basis to play a role in Guru Pak's strategy in the Actualization of National Integration in the millennial era, with the following steps: First, they are able to grow the faith of students who are increasingly mature. Second, it teaches to love each other and get rid of all bullying and improper behavior of students in respecting their nation's leaders. Third, provide an example in using social media and everything related to the internet of think. Abstrak: Tanpa disadari era milenial dengan kecanggihan teknologi membawa peserta didik terpengaruh dengan pergaulan yang salah yang secara tidak sadar akan membawa disintegrasi bangsa. Oleh karena itu guru pendidikan agama kristen dapat memiliki strategi dalam membawa peserta didik membangun kebangsaannya melalaui paradigma integrasi bangsa yang berlandaskan Pancasila. Melalui kemajuan teknologi dan memiliki menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka dapat disimpulkan bahwa strategi guru PAK dalam membangun Pancasila sebagai paradigma integrasi bangsa terhadap peserta didik di era milenial adalah memahami degradasi atau dekadensi moral di era milenial yang terus meningkat. Untuk itu Guru Pendidikan Agama Kristen mengaktualisasikan pandangan Pancasila sebagai dasar pembangunan integrasi bangsa dan juga melihat tidak ada perdebatan teologis dalam nilai Pancasila dalam perspektif  etis teologis. Dari hal tersebut guru memiliki dasar untuk berperan dalam strategi Guru Pak dalam aktualisasi integrasi bangsa di era milenial dengan langkah: Pertama, mampu menumbuhkan  iman peserta didik yang semakin  dewasa. Kedua, mengajarkan untuk saling mengasihi dan membuang segala perundungan, dan prilaku yang tidak benar peserta didik dalam menghormati pemimpin bangsanya. Ketiga, memberikan keteladan dalam mengunakan sosial media dan segala berhubungan dengan internet of things.