cover
Contact Name
JOKO SANTOSO
Contact Email
ps.johnsantoso@gmail.com
Phone
+6287836107190
Journal Mail Official
jurnalberitahidup@gmail.com
Editorial Address
Jl. Solo-Kalioso KM.7.Solo
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0
ISSN : 26564904     EISSN : 26545691     DOI : https://doi.org/10.38189/jtbh.v4i1.181
Core Subject : Religion,
Focus & Scope Jurnal Teologi Berita Hidup adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Pastoral Kepemimpinan Kristen Pendidikan Agama Kristen
Articles 293 Documents
Alkitab di Era Society 5.0: Soft Copy atau Hard Copy Melvin Berlianno Setiawan; Suhadi Suhadi
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i2.365

Abstract

AbstractPeople is currently in the era of society 5.0, which makes human life inseparable from digital technology. The influence of digitalization also occurs in the use of the Bible, which makes people less likely to bring physical Bible to church. Even Church’s Preachers also began to preach using gadgets rather than the physical Bible. Although the use of the digital Bible dates back decades, it is still a matter of debate among Christians today. Some people think that the hard copy Bible is holier than the soft copy Bible. This research is a library research of the sanctity of the Bible in relation to the medium of writing the Bible which is seen from a historical perspective. The soft copy Bible is the latest technological development, just as the hard copy Bible is also the development of modern printing technology. The sanctity of the Bible is not judged by the medium used, because both use a different medium from the original Bible which in its writing uses the medium of stone, clay, ostraca, papyrus, parchment and vellum. Rather it is the authority of the Bible that comes from the inspiration of God (theopneustos) that determines the sanctity of the Bible.Keywords: softcopy Bible; hardcopy Bible; Bible’s sanctityAbstrakMasyarakat saat ini sedang berada di era society 5.0, yang membuat kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dengan teknologi digital. Pengaruh digitalisasi juga terjadi dalam penggunaan Alkitab, yang membuat masyarakat cenderung tidak lagi membawa buku Alkitab ke gereja. Bahkan Pemberita Firman di gereja juga mulai meninggalkan Alkitab berbentuk buku dan menggunakan gawai (gadget) untuk berkhotbah. Walaupun penggunaan Alkitab digital sudah dimulai sejak beberapa dekade yang lalu, tetapi hingga saat ini hal ini masih menjadi perdebatan di kalangan Kristen. Sebagian orang menganggap bahwa Alkitab dalam bentuk buku (Alkitab hard copy) lebih suci dibandingkan dengan Alkitab digital (Alkitab soft copy). Penelitian ini merupakan studi kepustakaan mengenai kesucian Alkitab dalam kaitannya dengan media penulisan Alkitab yang dilihat dari aspek sejarah. Alkitab soft copy merupakan perkembangan teknologi mutakhir, demikian pula Alkitab hard copy juga merupakan perkembangan teknologi percetakan modern. Kesucian Alkitab tidak dinilai dari media yang digunakan, karena keduanya menggunakan media yang berbeda dengan Alkitab aslinya yang dalam penulisannya menggunakan media batu, tanah liat, ostraka, papirus, perkamen dan vellum. Melainkan otoritas Alkitab yang berasal dari ilham Allah (theopneustos) yang menentukan kesucian Alkitab.Kata-kata kunci: Alkitab softcopy; Alkitab hardcopy; kesucian Alkitab
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Dosen Berbasis TPACK Terhadap Kinerja Dosen PAK Prawiromaruto, Ian Griffin; Stevanus, Kalis
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i1.523

Abstract

Peran dosen sangat signifikan terhadap kualitas lulusan yang dihasilkan. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan dunia pendidikan dibarengi dengan peningkatan kinerja dosen. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui implementasi pengembangan perangkat pembelajaran dosen berbasis TPACK terhadap kinerja dosen Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Institut Teknologi dan Bisnis Kristen (ITBK) Bukit Pengharapan Tawangmangu tahun akademik 2022/2023. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan studi kepustakaan. Hasilnya adalah (1) desain pembelajaran dosen kurang inovatif dan kreatif terhadap karakteristik mahasiswa di era digitalisasi teknologi yang ada, (2) ada kecenderungan dosen dalam penyusunan rancangan pembelajaran semester (RPS) sekadar sebagai persyaratan administratif belaka tanpa memerhatikan kondisi dan keadaan mahasiswa yang diajarnya. Selain itu, dosen menghadapi tantangan dalam mengadakan pendekatan perkuliahan terutama dalam menjelaskan materi kepada mahasiswa karena latar belakang mayoritas mahasiswa berasal dari 3T (terdepan, terluar, tertinggal) yaitu dari Kalimantan, Nusa Tenggara dan Papua.
Sikap terhadap Kaum Liyan: Refleksi Teologis Penglihatan Rasul Petrus di Yope Santo, Joseph Christ
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i1.564

Abstract

Indonesia is a country with various diversity, one of which is the diversity of beliefs. The potential for blind fanaticism exists in every belief. Even in Christianity there can be blind fanaticism, thus viewing oneself exclusively towards people from other groups. It is recorded in the Bible that God gave a vision to the Apostle Peter in Joppa, so that he would welcome the arrival of Cornelius' messenger, a group that differed in nationality and creed. The idea of accepting others as a theological reflection of Peter's vision has never been reported in previous research and is interesting to examine to bring about diversity tolerance. With a qualitative approach that uses the hermeneutic method of the biblical text, theological principles are found from the vision of the Apostle Peter. The implication of these theological principles is the need for the proper attitude of Christians in welcoming others, that is, a church that converts, a church that continues to learn, and a church that accepts others without prejudice. Indonesia adalah negara dengan berbagai keragaman, salah satunya adalah keragaman keyakinan. Potensi terjadinya fanatisme buta ada pada setiap keyakinan. Bahkan dalam kekristenan pun dapat terjadi fanatisme buta, sehingga memandang diri eksklusif terhadap orang dari kelompok lain. Dicatat dalam Alkitab bahwa Tuhan memberikan penglihatan kepada Rasul Petrus di Yope, agar ia mau menyambut kedatangan utusan Kornelius, kelompok yang berbeda dari segi kebangsaan dan keyakinan. Gagasan penerimaan kaum liyan sebagai refleksi teologis dari penglihatan Petrus belum pernah dilaporkan dalam penelitian sebelumnya, dan menarik untuk diteliti dalam rangka mewujudkan toleransi keberagaman. Dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan metode hermeneutika terhadap teks Alkitab, ditemukan prinsip-prinsip teologis dari penglihatan Rasul Petrus tersebut. Implikasi dari prinsip-prinsip teologis ini adalah perlunya sikap yang tepat dari orang Kristen dalam menyambut kaum liyan, yaitu gereja yang bertobat, gereja yang terus belajar, dan gereja yang menerima kaum liyan tanpa prasangka. 
Reinterpretasi Teks Kekerasan dalam Teks Suci: Sebuah Interpretasi Emansipatoris melalui Kritik Ideologi Sihotang, Albert Parsaoran
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i1.448

Abstract

Kekerasan mengatasnamakan agama adalah fenomena sosial-politik yang masih terjadi hingga saat ini dalam konteks multi religius dan multi kultur di Indonesia. Jikalau ditelisik lebih jauh, dorongan maupun tindakan kekerasan ini dipengaruhi kuat oleh pemahaman dan pembacaan terhadap teks sucinya masing-masing, terutama terhadap teks-teks yang secara eksplisit (literer) berbicara mengenai isu-isu kekerasan. Pembacaan harfiah cenderung menjadi akar dari sikap eksklusif, dominasi, superioritas yang berujung pada aksi kekerasan. Teks tidak sekadar hadir sebagai otoritas terhadap suatu komunitas itu sendiri tetapi juga komunitas lain melalui klaim-klaim kebenaran yang sangat eksklusif. Untuk itu, diperlukan upaya reinterpretasi terhadap teks-teks suci yang bernuansa kekerasan. Salah satunya dalam konteks Indonesia, di mana hibriditas sosio-kultur atau keterhubungan identitas satu dengan yang lain menjadi dorongan untuk menafsir ulang teks-teks kekerasan dalam semangat pembebasan. Menafsir teks-teks kekerasan tidak lagi sekadar mengupayakan seorang insider yang kritis maupun seorang outsider yang terbuka, melainkan menghadirkan komunitas pembaca yang sadar, peka, dan kreatif dalam konteks kehidupan bersama. Maka, sikap bela rasa (solidaritas), kebersamaan, dan kepercayaan sosial adalah manifestasi dari semangat emasipatoris. Tulisan ini menguak bahwa sikap dan tindak kekerasan dalam agama adalah persoalan interpretasi terhadap teks-teks kekerasan (problematik) dalam teks suci. Melalui sumbangsih dari kritik ideologi, menafsir teks-teks kekerasan dalam teks suci adalah upaya untuk membangun makna (pemulihan makna) dalam konteks bersama yang dialogis, humanis, dan kreatif.
Pemuridan bagi Apologetika Kaum Awam di Era Digital Gultom, Patar Aprizal
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i1.419

Abstract

Apologetika merupakan tanggungjawab setiap orang percaya termasuk generasi yang lahir di era digital. Sebagai kaum awam yang tidak belajar teologi secara formal, mereka tetap diharapkan mampu memberi jawaban secara memadai atas pertanyaan dari pihak luar terhadap apa yang ia imani, bahkan dari orang-orang yang mempolemikkannya. Tantangannya semakin terbuka karena digitalisasi membuka akses seluas-luasnya bagi kelompok siapa saja untuk mengkritisi dan berseberangan dengan orang dari kepercayaan yang berbeda. Untuk memperlengkapi kemampuan apologetika kaum awam khususnya kelompok digital native, penulis berpandangan bahwa sarana pemuridan yang terprogram untuk memenuhi elemen pembelajaran apologetik diperlukan. Hadirnya kelompok-kelompok pemuridan seperti Kelompok Tumbuh Bersama ( KTB) yang selama ini hanya berfokus pada persekutuan dan penelaahan Alkitab (PA) diyakini dapat ditingkatkan menjadi wadah pembentukan para apologis awam.  Dengan metode kualitatif deskriptif melalui kajian literatur yang berkenaan dengan apologetika dan pemuridan dan berdasarkan pengamatan fenomena apologetis di dunia virtual, penulis mencoba menganalisa peran pemuridan yang terprogram dengan baik dengan tujuan agar para murid memiliki 3 hal yang penting, yaitu pemahaman, karakter dan kapablitas yang sangat diperlukan dalam peran mereka sebagai para apologis awam. Dapat disimpulkan peran pemuridan dirasakan sangat signifikan bagi kemampuan apologetis kaum awam di era digital.  
Pengaruh Peran Orang Tua terhadap Kualitas Karakter Anak Sekolah Minggu Febrina, Grace; Stevanus, Kalis; Yulia, Tantri; Rombe, Eni
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i1.505

Abstract

Pembentukan karakter seorang anak tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan atau peran orang tua di dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang pengaruh peran orang tua terhadap kualitas karakter anak Sekolah Minggu. Untuk menjawab tujuan tersebut, peneliti menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,619 atau 61,9% berada pada kategori kuat. Sedangkan nilai persentase tingkat peran orang tua terhadap perubahan kualitas karakter anak adalah sebesar 86,7% (sangat tinggi). Hal ini membuktikan bahwa kualitas karakter anak kuat dipengaruhi oleh peran orang tua dalam mendidik anak baik melalui keteladanan hidup maupun pengajaran yang berpusat pada kebenaran firman Tuhan. Terbentuknya karakter positif anak, faktor peran orang tua dalam mendidik anak di dalam keluarga tetaplah faktor menjadi faktor yang dominan dan tidak dapat disepelekan.
Apakah Orang Kristen Boleh Bermeditasi? Tinjauan Teologis Pandangan New Age Movement Lumintang, Shendy Carolina; Padan, Stefanus; Kristian, Alvin Budiman
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i1.452

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meninjau tentang meditasi New Age Movement secara teologis, sehingga memberikan wawasan dan mendorong orang Kristen untuk memiliki sikap kritis terhadap meditasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian integratif (teologi integratif). Praktik meditasi bagi New Age Movement meniadakan wahyu dan penebusan Yesus Kristus, selain itu meniadakan fakta manusia berdosa. Orang Kristen yang memberlakukan meditasi dalam kekristenan perlu merekonstruksi pemahaman secara teologis.
Penafsiran Hubungan Manusia dengan Ciptaan dalam Kejadian 1:26-28 dan Tri Hita Karana bagi Pengembangan Ekoteologi Kontekstual Bali Elia, Natanael Budiman
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i1.415

Abstract

Kerusakan lingkungan merupakan permasalahan yang sedang dihadapi oleh dunia, terutama oleh wilayah Bali. Pencemaran yang terjadi menjadi sebuah isu ekologis yang perlu diatasi. Dalam mengatasi permasalahan ekologi yang terjadi di Bali, Tri Hita Karana sebagai kearifan lokal masyarakat Bali dapat membantu gereja untuk berperan dalam isu ekologi secara kontekstual. Namun, Tri Hita Karana perlu dimaknai dalam konteks ajaran Kristiani. Oleh karenanya, pertanyaan penelitian yang diajukan dalam tulisan ini adalah bagaimana memaknai Tri Hita Karana dalam konteks ajaran Kristiani. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif-deskriptif tentang keterkaitan Tri Hita Karana dan doktrin Imago Dei dalam Kejadian 1:26-28. Temuan yang diperoleh adalah adanya keterkaitan dengan Imago Dei dengan Tri Hita Karana. Pengaplikasian penelitian ini adalah dengan merumuskan ekklesiologi ekologis dan misi yang berorientasi pada isu ekologi sebagai pengejawantahan spiritualitas ekologi yang kontekstual.
Apologetika Terhadap Pandangan Teologi Feminisme Tentang Otoritas Alkitab Hudianto, Swandriyani; Stevanus, Kalis; Lie, Tan Lie
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i1.504

Abstract

Salah satu doktrin penting dalam kekristenan yang sering mendapat serangan adalah soal otoritas Alkitab; apakah Alkitab adalah benar-benar Firman Allah. Tujuan artikel ini ialah untuk menanggapi pandangan teologi feminisme dengan menunjukkan bukti-bukti internal terutama  pernyataan Yesus Kristus sendiri. Melalui kajian pustaka dengan menggali informasi dari pelbagai sumber seperti buku maupun artikel dan juga melalui penyelidikan induktif dari Alkitab sendiri sebagai sumber utamanya, simpulannya adalah secara meyakinkan bahwa keseluruhan isi Alkitab baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru adalah hasil karya Allah atau bersumber dari Allah sehingga memiliki otoritas ilahi sebagai Firman Allah yang tanpa salah. Teologi feminisme merupakan pandangan yang keliru dan membahayakan bagi bangunan teologi Kristen dan bahkan berpotensi dapat menyesatkan umat Kristen.
Studi Eksegesis Habakuk 3:17-19: Implementasinya dalam Pendampingan Jemaat yang Menurun Hasil Usahanya pada Masa Pandemi Covid-19 Gea, Siti Dewi Sirbulan; Zai, Vinus
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i1.482

Abstract

Berbicara mengenai iman Habakuk ketika dalam pelayanan, maka ada banyak kesulitan yang dihadapi, ada banyak kekecewaan yang tidak menyenangkan hati Habakuk tapi Tuhan izinkan untuk Habakuk alami dan Tuhan memberinya kekuatan, hanya Dia yang menyelamatkan. Maka melalui apa yang dialami oleh Habakuk sebagai orang yang percaya, ada muncul pertanyaan kepada orang-orang percaya ketika dalam keadaan kesulitan atau tidak mengenakan, seberapa besar iman mereka untuk terus memuji Tuhan dan mengatakan bahwa hanya Allah saja penyelamat mereka, atau sebaliknya meninggalkan iman mereka. Begitu dahsyatnya cara Habakuk dalam menghadapi kesulitan meskipun pada awalnya ada banyak pertanyaan yang muncul dalam dirinya untuk diungkapkan kepada Tuhan, tatapi pada akhirnya Tuhan menyadarkannya di dalam Habakuk 3:17-19. Untuk mengetahui seperti apa iman Habakuk kepada Tuhan ketika menghadapi kesulitan, maka langkah yang tepat adalah melakukan eksegesis. Adapun hasil eksegesis Habakuk 3:17-19: 1). Orang beriman selalu bersorak-sorak di dalam Tuhan sekalipun dalam kesulitan; 2). Orang beriman percaya bahwa Allah sanggup menyelamatkan dari kesulitan; 3). Orang beriman percaya bahwa hanya Allah saja kekuatan dalam menghadapi kesulitan. Hasil eksegesis ini harus menjadi pemahaman dalam keteguhan iman sebagai orang-orang percaya ketika diperhadapkan kesulitan. Ketika kita memahami bahwa di dalam iman kita yang teguh kepada Tuhan, maka memiliki kepercayaan yang penuh kepada-Nya bahwa hanya Dia yang mampu menyelamatkan dan memberikan kita kekuatan.