cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 34 Documents clear
PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP RESILIENSI AKADEMIK MAHASISWA FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN SUMATERA UTARA MEDAN salianto, Salianto; Alifah, Nisrina; Istianah, Istianah; Nasution, Dina Anggreyni
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4257

Abstract

ABSTRACT This study examines the influence of religiosity on academic resilience of students of the Faculty of Da'wah and Communication of UIN North Sumatra Medan. Low academic resilience often causes students to experience difficulties in facing academic challenges, which can lead to stress and mental health problems. Students often face challenges in completing college assignments, but these challenges are not always accompanied by maximum effort and seriousness to complete them.  The method used was an explanatory quantitative approach with a sample of 50 students, where data was collected through a questionnaire measuring religiosity and academic resilience using a Likert scale. Furthermore, data assumption tests and simple liner regression were carried out with SPPS version 25. The results of the analysis showed a significant positive relationship between religiosity and academic resilience, with a correlation coefficient of 0.639 and a coefficient of determination (R²) of 40.8%.  The significance value (p=0.000) is smaller than 0.05, so the alternative hypothesis (H1) is accepted. This confirms that there is a significant influence between religiosity and students' academic resilience partially. These findings indicate that an increase in religiosity contributes to an increase in students' academic resilience.   Penelitian ini mengkaji pengaruh religiusitas terhadap resiliensi akademik mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan. Rendahnya resiliensi akademik sering menyebabkan mahasiswa mengalami kesulitan dalam menghadapi tantangan akademik, yang dapat berujung pada stres dan masalah kesehatan mental. Mahasiswa sering menghadapi tantangan dalam menyelesaikan tugas-tugas kuliah, namun tantangan tersebut tidak selalu diiringi dengan upaya maksimal dan kesungguhan untuk menyelesaikannya.  Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan sampel 50 mahasiswa, di mana data dikumpulkan melalui angket yang mengukur religiusitas dan resiliensi akademik menggunakan skala Likert. dilakukan uji asumsi data dan regresi liner sederhana dengan SPPS versi 25. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dan resiliensi akademik, dengan koefisien korelasi sebesar 0,639 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 40,8%.  Nilai signifikansi (p=0.000) lebih kecil dari 0.05, sehingga hipotesis alternatif (H1) diterima. Hal ini mengonfirmasi bahwa terdapat pengaruh signifikan antara religiusitas dan resiliensi akademik mahasiswa secara parsial. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan religiusitas berkontribusi pada peningkatan resiliensi akademik mahasiswa.
PENGARUH PERCEIVED STRESS TERHADAP QUALITY OF LIFE PADA MAHASISWA DENGAN KUALITAS TIDUR SEBAGAI MEDIATOR Azra Kalandoro, Ardaffa; Yunithree Suparman, Meiske
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.3878

Abstract

This research aims to identify and examine perceived stress's effect on college student's quality of life, with sleep quality as a mediator. College students face numerous challenges, particularly changes and adjustments within the university environment, which become their primary sources of stressors. Additionally, poor sleep quality is a common issue among students. Previous studies have found that perceived stress and sleep quality affect students' quality of life. Using Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 25, the study revealed that, on average, participants exhibited poor sleep quality, high levels of perceived stress, and medium to low quality of life. Using linear regression analysis, the results showed a negative effect of perceived stress on quality of life (p < 0.01), a positive effect of perceived stress on sleep quality (p < 0.01), and a negative effect of sleep quality on quality of life. Multiple linear regression analysis also found that perceived stress and sleep quality directly affect quality of life (p < 0.01). The Sobel test also identified an indirect effect of perceived stress and sleep quality on quality of life (p < 0.01). It can be concluded that sleep quality plays a role as a partial mediator (partial mediation) in the effect of perceived stress on quality of life among college student ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mengetahui pengaruh perceived stress terhadap quality of life pada mahasiswa dengan kualitas tidur sebagai mediator. Mahasiswa dihadapkan dengan banyak rintangan, terkhususnya perubahan dan penyesuaian di ruang lingkup perguruan tinggi menjadi sumber stressor utama mahasiswa. Selain itu, tidur yang buruk merupakan hal yang cukup umum bagi mahasiswa. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, ditemukan jika perceived stress dan kualitas tidur memiliki memengaruhi qualityoflifedari mahasiswa.Melalui Statistical Productand Service Solution (SPSS) versi 25, ditemukan jika rata-rata dari partisipan memiliki tingkatan kualitas tidur yang cukup buruk dan tingkat perceived stress yang cukup tinggi serta partisipan juga memiliki tingkat quality of life yang tergolong menengah ke bawah. Dengan menggunakan uji regresi linear, didapatkan hasil bahwa pengaruh perceived stress terhadap quality of life yang negatif (p < 0.01), pengaruh perceived stress terhadap kualitas tidur yang positif (p < 0.01), dan pengaruh kualitas tidur terhadap quality of life yang negatif. Melalui uji regresi linear berganda, ditemukan juga adanya pengaruh langsung perceived stress dan kualitas tidur terhadap quality of life(p < 0.01). Dengan menggunakan uji Sobel, ditemukan juga adanya pengaruh tidak langsung perceived stress dan kualitas tidur terhadap quality of life (p < 0.01). Dapat disimpulkan jika kualitas tidur memiliki peran sebagai mediator secara parsial (partialmediation) dalam pengaruh perceived stress terhadap quality of life pada mahasiswa.
HUBUNGAN ANTARA WORK VALUE DENGAN WORK PLACE WELL-BEING PADA WARGA BINAAN YANG BEKERJA DI RUMAH TAHANAN Alfonsa Kene, Laurensiana; Angelina Br Barus, Debi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4545

Abstract

This study aims to examine the relationship between work values and workplace well-being among inmates working at Class IIB Maumere Detention Center. This phenomenon is particularly interesting to study because, although inmates also engage in work, their level of workplace well-being differs from that of regular employees, such as office workers or corporate partners, due to their status as inmates. The research employs a quantitative correlational method. Out of a total of 179 inmates at Class IIB Maumere Detention Center, 33 participants were selected as research subjects. Data was collected through manual questionnaire distribution and analyzed using Pearson Product-Moment correlation test with the assistance of SPSS 25.0 software. The correlation analysis results showed an r-value of 0.698 with a significance level of 0.000 (p < 0.05). Based on these findings, it can be concluded that there is a positive relationship between work values and workplace well-being. In other words, the more individuals apply work values in carrying out their duties and responsibilities, the higher their level of happiness and well-being in the workplace. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara nilai kerja (work value) dan kesejahteraan di tempat kerja (workplace well-being) pada warga binaan yang bekerja di Rumah Tahanan Kelas IIB Maumere. Fenomena ini menarik untuk diteliti karena meskipun warga binaan juga bekerja, tingkat kesejahteraan mereka di tempat kerja berbeda dengan karyawan pada umumnya, seperti pekerja di kantor atau mitra perusahaan, mengingat status mereka sebagai warga binaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional. Dari total 179 warga binaan di Rumah Tahanan Kelas IIB Maumere, sebanyak 33 peserta dipilih sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara manual, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS 25.0. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0,698 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara nilai kerja dan kesejahteraan di tempat kerja. Artinya, semakin seseorang menerapkan nilai kerja dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, semakin tinggi pula tingkat kebahagiaan dan kesejahteraannya di lingkungan kerja.
PERMAINAN EDUKATIF SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK USIA DINI Amalia, Kiki; Zati Baroroh, Ema; Hasanah, Golibatul; Aulia Yulianti, Savina
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4546

Abstract

The concept of counting is an important basic concept to learn for early childhood as a form of effort in the development of cognitive abilities. However, there are still children who are reluctant or have difficulty in understanding the concept of counting or simple operations because of the perception of a scary counting concept that is dominated by numbers and formulas. So, it is necessary to provide interesting learning as a forum for early childhood so that they become more interested in learning the concept of counting with a more pleasant atmosphere, one of which is through educational games. Educational games are one of the efforts that can be used to provide stimulation related to counting concepts in a fun way. This research uses a quantitative approach with an experimental method that uses a pre-experiment design of one group pretest-posttest design. Researchers provide treatment in the form of educational games regarding the concept of counting to early childhood. Based on the comparison of the results of the pretest and posttest, there were significant changes in 3 subjects from before and after the treatment in the form of educational games. From this study, it was found that educational games have an influence and are effective for improving early childhood counting skills. ABSTRAK Konsep berhitung adalah konsep dasar yang penting untuk dipelajari bagi anak usia dini sebagai salah satu bentuk upaya dalam perkembangan kemampuan kognitifnya. Namun, masih terdapat anak yang enggan atau kesulitan dalam memahami konsep berhitung atau operasi sederhana karena adanya persepsi konsep berhitung yang menakutkan yang didominasi oleh angka dan rumus. Sehingga, perlu adanya pemberian pembelajaran menarik sebagai wadah bagi anak usia dini agar mereka menjadi lebih tertarik untuk mempelajari konsep berhitung dengan suasana yang lebih menyenangkan salah satunya melalui permainan eduakatif. Permainan edukatif menjadi salah satu upaya yang dapat digunakan untuk memberikan stimulasi terkait konsep berhitung dengan cara yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen yang menggunakan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest design. Peneliti memberikan perlakuan berupa permainan edukatif mengenai konsep berhitung kepada anak usia dini. Berdasarkan perbandingan dari hasil pretest dan posttest, terjadi perubahan signifikan terhadap 3 subjek dari sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan berupa pemberian permainan edukatif. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa permainan edukatif memberikan pengaruh serta efektif untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak dini.  
PENGARUH KECERDASAN EMOSI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KECENDERUNGAN DEPRESI PADA IBU PASCA MELAHIRKAN Taufiqah, Hasna; Pranandari, Kenes
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4547

Abstract

Postpartum depression is a psychological disorder that can affect both maternal well-being and child development. This study aims to evaluate the influence of emotional intelligence and social support on postpartum depression. The method used in this research is a quantitative approach with a correlational design. Participants consisted of 60 mothers who had given birth within the last six months, selected using purposive sampling. Data were collected using postpartum depression, emotional intelligence, and social support scales. Data analysis was conducted using multiple regression. The results revealed that emotional intelligence and social support have a significant influence on postpartum depression (p < 0.05). Emotional intelligence has a negative effect on depression, with a significance value of 0.023 (p < 0.05), while social support has a significance value of 0.049 (p < 0.05). Both emotional intelligence and social support fall into the high category, whereas postpartum depression is in the low category. These findings highlight the importance of interventions focusing on enhancing emotional intelligence and social support in preventing and managing postpartum depression. ABSTRAK Depresi pasca melahirkan adalah gangguan psikologis yang dapat memengaruhi kesejahteraan ibu serta perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kecerdasan emosi dan dukungan sosial terhadap depresi pasca melahirkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan terdiri dari 60 ibu yang telah melahirkan dalam enam bulan terakhir, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui skala depresi pasca melahirkan, kecerdasan emosi, dan dukungan sosial. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosi dan dukungan sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap depresi pasca melahirkan (p < 0,05). Kecerdasan emosi memiliki pengaruh negatif terhadap depresi dengan nilai signifikansi 0,023 (p < 0,05), sedangkan dukungan sosial memiliki nilai signifikansi 0,049 (p < 0,05). Baik kecerdasan emosi maupun dukungan sosial berada dalam kategori tinggi, sementara depresi pasca melahirkan berada pada kategori rendah. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi yang berfokus pada peningkatan kecerdasan emosi dan dukungan sosial dalam pencegahan serta penanganan depresi pasca melahirkan.  
PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA LAPANGAN PT X Norviandy, Rayhan; Prastika, Netty Dyan
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4593

Abstract

This study aims to analyze the effect of job satisfaction on the productivity of field workers at PT X. The decline in the level of job satisfaction among field workers is the main focus because of its potential impact on the decline in the company's overall production output. This study applies a quantitative correlational approach to determine the relationship between variables. Sampling was carried out through a purposive sampling method, by setting specific criteria such as a minimum of one year of work experience and direct experience in the company's main projects, resulting in 70 field workers as participants. The data collection instrument used a structured questionnaire that measured the level of job satisfaction and productivity. The results of the linear regression analysis showed a positive and significant relationship between job satisfaction and work productivity (R² = 0.266, p < 0.001). This finding indicates that the higher the perceived job satisfaction, the higher the individual's performance and work results. Therefore, PT X is advised to develop a comprehensive strategy that includes improving the work environment, providing fair compensation, and career development opportunities to maintain and improve employee job satisfaction, which in turn will encourage optimal productivity. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap produktivitas pekerja lapangan di PT X. Penurunan tingkat kepuasan kerja di kalangan pekerja lapangan menjadi fokus utama karena potensi dampaknya terhadap penurunan output produksi perusahaan secara keseluruhan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif korelasional untuk mengetahui hubungan antar variabel. Pengambilan sampel dilakukan melalui metode purposive sampling, dengan menetapkan kriteria spesifik seperti masa kerja minimal satu tahun dan pengalaman langsung dalam proyek-proyek utama perusahaan, menghasilkan 70 pekerja lapangan sebagai partisipan. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat kepuasan dan produktivitas kerja. Hasil analisis regresi linear menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara kepuasan kerja dan produktivitas kerja (R² = 0,266, p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan, semakin meningkat pula kinerja dan hasil kerja individu. Oleh karena itu, PT X disarankan mengembangkan strategi komprehensif yang mencakup peningkatan lingkungan kerja, pemberian kompensasi yang adil, serta peluang pengembangan karir guna memelihara dan meningkatkan kepuasan kerja karyawan, yang pada gilirannya akan mendorong produktivitas optimal.
PENERAPAN METODE CARD SORT PADA PEMBELAJARAN FIKIH KELAS IV MIS FATHUL IMAN PALANGKA RAYA Jailani Alkadri, Muhammad; Hidayati, Sri; Rahmad, Rahmad
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4600

Abstract

This study was conducted because of problems that emerged in class IV MIS Fathul Iman Palangka Raya. Problems that often occur are that many students still feel bored in class, students do not pay attention, and lack of interaction between students and teachers during the learning process. The study was conducted to minimize class fatigue by modifying learning methods that attract students' attention, namely the application of the Card Sort method in Fiqh learning for class IV MIS Fathul Iman Palangka Raya. This study used a qualitative approach with the subjects of Fiqh subject teachers and students of class IV MIS Fathul Iman Palangka Raya and the homeroom teacher for class IV as informants. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study showed that the application of the Card Sort method in Fiqh learning can increase student participation, facilitate understanding of the material, and create a more interactive and enjoyable learning atmosphere. Thus, it can be concluded that the Card Sort method is one of the effective methods that can be applied in Fiqh learning to improve the quality of the teaching and learning process at MIS Fathul Iman Palangka Raya.      ABSTRAK Penelitian ini dilakukan karena adanya masalah yang muncul di kelas IV MIS Fathul Iman Palangka Raya. Masalah sering terjadi ialah  masih banyak ditemukan siswa yang merasa jenuh di dalam kelas, siswa menyimak tidak fokus, kurangnya interaksi siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian dilaksanakan untuk meminimalisir kelas yang kelelahan dengan cara memodifikasi metode pembelajaran yang  menarik perhatian siswa  yaitu penerapan metode Card Sort pada pembelajaran Fikih kelas IV MIS Fathul Iman Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek guru mata pelajaran Fikih dan siswa kelas IV MIS Fathul Iman Palangka Raya dan wali kelas IV sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Card Sort dalam pembelajaran Fikih dapat meningkatkan partisipasi siswa, mempermudah pemahaman materi, serta menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode Card Sort merupakan salah satu metode efektif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Fikih untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di MIS Fathul Iman Palangka Raya.                                     
PROFIL MEMORY DIGIT PADA ANAK KELAS V SEKOLAH DASAR DI SURAKARTA Dwi Puspa Zahira, Nabilla; Resina Putri, Anggi; Setyaningsih, Wiwik
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4601

Abstract

Background: Difficulties in mastering academic material among school-aged children are evident in their relatively low performance in memory-related subjects. One of the contributing factors to these difficulties is low working memory capacity. This study focuses on examining the digit memory profile of fifth-grade elementary school students in Surakarta. Methods: This study employs a descriptive quantitative cross-sectional design. A total of 112 children were selected using random sampling and directly responded to the Digit Memory Examination Form. Descriptive analysis was conducted using univariate analysis, while factor analysis was performed using the Mann-Whitney and Kruskal-Wallis tests. Results: The digit memory profile of 112 children from five elementary schools showed a total score of 2,391 (mean: 21.35, median: 21.00). The lowest score was 9 (0.9% of respondents), with the ability to recall 4 digits forward and 3 digits backward, while the highest score was 32 (2.7% of respondents), with the ability to recall 7 digits forward and 5 digits backward. Factors influencing children's digit memory indicated that gender (p = 0.146) and age (p = 0.123) had no significant effect. However, the primary language (p = 0.003) and class rank (p = 0.003) had a significant impact on children's digit memory. Conclusion: This study demonstrates that children's digit memory ability varies, with an average score of 21.35 and a score range of 9–32. Factor analysis revealed that gender and age do not significantly affect digit memory, whereas primary language and class rank have a significant influence on children's digit memory ability. ABSTRAKLatar belakang: Kesulitan menguasai materi pada anak usia sekolah dilihat dari kemampuan yang masih rendah dalam pelajaran mengingat. Salah satu faktor penyebab anak kesulitan dalam menguasai materi adalah kapasitas working memory yang rendah. Fokus kajian ini yakni guna mengkaji profil memory digit pada anak kelas V sekolah dasar di Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif cross-sectional. Sebanyak 112 anak diambil dengan sampel acak dan memberikan tanggapan langsung dengan Formulir Pemeriksaan Memori Angka. Analisis deskriptif menggunakan analisis univariat dan analisis faktor menggunakan uji Mann Whitney dan Kruskal Wallis. Hasil penelitian: Profil memori digit pada 1.12 anak dari lima sekolah dasar menunjukkan skor total 2.391 (mean 21.35, median 21.00). Skor terendah adalah 9 (0.9% responden) dengan kemampuan mengulang 4 digit maju dan 3 digit mundur, sementara skor tertinggi adalah 32 (2.7% responden) dengan kemampuan mengulang 7 digit maju dan 5 digit mundur. Faktor yang memengaruhi memori digit anak menunjukkan bahwa jenis kelamin (p = 0.146) dan usia (p = 0.123) tidak berpengaruh signifikan. Namun, bahasa utama (p = 0.003) dan peringkat kelas (p = 0.003) memiliki pengaruh signifikan terhadap memori digit anak. Kesimpulan: Studi ini menunjukkan bahwa kemampuan memori digit pada anak bervariasi, dengan skor rata-rata 21.35 dan rentang skor 9–32. Analisis faktor yang memengaruhi memori digit menunjukkan bahwa jenis kelamin dan usia tidak berpengaruh signifikan, sementara bahasa utama dan peringkat kelas berpengaruh signifikan terhadap kemampuan memori digit anak. Kata Kunci: Memory digit, Working memory, Anak  
PENGARUH SELF COMPASSION DAN CONSCIENTIOUSNESS TERHADAP PERILAKU NON SUICIDAL SELF INJURY PADA MAHASISWA DI JABODETABEK Nabila, Putri; Eka Putri, Dona
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4603

Abstract

Non-suicidal self-injury is a maladaptive coping mechanism aimed at intentionally damaging body tissue without the intention of ending one's life. This is manifested in actions such as slicing the skin, and banging the head. The respondents in this study were 201 people, selected through accidental sampling, consisting of 1 to 4 year university students in the Jabodetabek area, aged between 18 and 25 years, who had either engaged in or never engaged in self-injury (self-harm). The data analysis technique used is multiple linear regression with SPSS software. The results indicate that self-compassion has an influence on non-suicidal self-injury behavior among university students in Jabodetabek, with a significance value of 0.000 (p?0,05). Furthermore, conscientiousness also influences non-suicidal self-injury behavior among university students in Jabodetabek, with a significance value of 0.000 (p?0,05). Together, self-compassion and conscientiousness influence non-suicidal self-injury behavior in university students in Jabodetabek, with a significance value of 0.000 (p?0,05). and an R Square value of 0.183 or 18.3%, meaning that the non-suicidal self-injury variable can be classified by self-compassion and conscientiousness, while the remaining 81.7% is influenced by factors outside the scope of the study ABSTRAK Non suicidal self injury merupakan coping mechanism yang bersifat maladaptif yang bertujuan untuk melakukan pengrusakan tubuh dengan sengaja tanpa bertujuan untuk mengakhiri diri yang direalisasikan dengan beberapa tindakan yang seperti menyayat kulit, hingga membenturkan kepala. Responden dalam penelitian ini berjumlah 201 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling dengan kriteria mahasiswa dan mahasiswi tingkat 1 – 4 yang berada di daerah Jabodetabek dengan rentang usia 18-25 tahun, dan sudah pernah ataupun tidak pernah melakukan self injury. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh self compassion terhadap perilaku non suicidal self injury pada mahasiswa di Jabodetabek dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p?0,05). Selanjutnya, terdapat pengaruh conscientiousness terhadap perilaku non suicidal self injury pada mahasiswa di Jabodetabek dengan nilai signifikansi sebesar adalah 0.000 (p?0,05). Sedangkan secara bersama-sama terdapat pengaruh antara self compassion dan conscientiousness terhadap perilaku non suicidal self injury pada mahasiswa di Jabodetabek. dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p?0,05). dan nilai R Square sebesar 0.183 atau 18,3% yang berarti variabel non suicidal self injury mampu diklasifikasikan oleh variabel self compassion dan conscientiousness, sedangkan sisanya sebesar 81,7 dan dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian.
DINAMIKA TRAUMA PSIKOLOGIS PADA REMAJA PENYITAS ERUPSI GUNUNG MERAPI Nur Rahmawati, Laily; Triyono, Triyono
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4709

Abstract

Indonesia is one of the countries most vulnerable to natural disasters due to its unique geographical location at the convergence of four major tectonic plates Asian, Australian, Indian Ocean, and Pacific and the presence of the Pacific Ring of Fire. One of the most active volcanoes in the region is Mount Merapi, which has a long history of eruptions, including significant events in 2010, 2016, and 2018. Balerante Village in Kemalang District, Klaten Regency, is among the high-risk zones frequently affected by Merapi’s eruptions. The residents, including adolescents, often face repeated evacuations and severe disruptions to their daily lives. These experiences pose serious psychological challenges, particularly in the form of trauma. This study explores the psychological trauma experienced by adolescent survivors of Mount Merapi’s eruptions in Balerante Village. Using a qualitative research method with a phenomenological approach, the study involved three participants who were selected based on PTSD screening results. Data were collected through in-depth interviews and analyzed through coding and thematic interpretation. The findings reveal that all participants experienced significant traumatic effects, including flashbacks, avoidance behavior, anxiety, and varying perceptions of the disaster. While some showed resilience and readiness for future disasters, others expressed fear and a desire to relocate. Family support emerged as a key factor in psychological recovery, helping participants manage their emotional responses and develop adaptive coping strategies. This study highlights the importance of mental health interventions and family-based support systems in disaster-prone areas. ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang sangat rentan terhadap bencana alam, khususnya erupsi gunung berapi, akibat letak geografisnya yang berada di pertemuan empat lempeng tektonik dan berada pada jalur Cincin Api Pasifik. Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Desa Balerante di lereng tenggara Gunung Merapi, yang termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana III (KRB III). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika trauma psikologis pada remaja penyintas erupsi Gunung Merapi dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Tiga orang remaja dipilih sebagai informan melalui proses skrining PTSD. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik coding dan interpretasi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan mengalami berbagai bentuk trauma psikologis, seperti mimpi buruk, kecemasan, penghindaran terhadap ingatan bencana, serta perubahan cara pandang terhadap kehidupan dan bencana. Faktor penting yang membantu proses pemulihan trauma adalah dukungan keluarga serta pandangan positif terhadap pengalaman bencana. Temuan ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap aspek psikologis penyintas bencana, khususnya remaja, guna mendukung proses pemulihan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan.

Page 1 of 4 | Total Record : 34