cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 289 Documents
ANALISIS MODUL AJAR UNTUK MENILAI PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) MAHASISWA CALON GURU KIMIA Apriliana Drastisianti; Lenni Khotimah Harahap
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11246

Abstract

In the context of ever-evolving education, a strong understanding of pedagogical content knowledge (PCK) is crucial for prospective chemistry teachers to teach effectively and innovatively. This study aims to determine the PCK of prospective chemistry teachers. The research method used is descriptive qualitative. The subjects of this study were 49 students of the Chemistry Education Study Program in the 2024/2025 academic year who were taking the Microlearning course. Data were collected through documentation analysis using qualitative descriptions of open modules created by prospective chemistry teachers for teaching practice. Based on the results of the data analysis, it was found that the content knowledge (CK) of prospective chemistry teachers was very good (81.55%), pedagogical knowledge (PK) was very good (83.19%), and PCK was good (77.20%). The results of this study indicate that although students have a strong understanding of CK and PK, there is room for PCK development. These findings provide opportunities for curriculum development and training for prospective chemistry teachers and encourage further research on the factors influencing PCK mastery. This study is expected to serve as a reference for educators and curriculum developers in improving the quality of education for prospective chemistry teachers. ABSTRAK Dalam konteks pendidikan yang terus berkembang, pemahaman yang kuat mengenai pedagogical content knowledge (PCK) menjadi krusial bagi calon guru kimia untuk dapat mengajar dengan efektif dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui PCK calon guru kimia. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 49 mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia tahun ajaran 2024/2025 yang menempuh mata kuliah Pembelajaran Mikro. Data dikumpulkan dengan dokumentasi menggunakan analisis secara deskriptif kualitatif terhadap modul ajar yang dibuat oleh mahasiswa calon guru untuk praktik mengajar. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa kemampuan content knowledge (CK) mahasiswa calon guru kimia termasuk baik sekali (81,55%), pedagogical knowledge (PK) termasuk baik sekali (83,19%), dan PCK termasuk baik (77,20%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa memiliki pemahaman yang kuat dalam CK dan PK, terdapat ruang untuk pengembangan PCK. Temuan ini memberikan kesempatan bagi pengembangan kurikulum dan pelatihan calon guru kimia, serta mendorong penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penguasaan PCK. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dan pengembang kurikulum dalam meningkatkan kualitas pendidikan calon guru kimia.
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI MELALUI TEKNIK LATIHAN TERBIMBING SISWA KELAS VII SMP Injilika Eunike Salasa; Oldie Stevie Meruntu; Viktory N. J. Rotty, M. Teol
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11318

Abstract

This research was conducted to determine the ability to write observational report texts through guided practice techniques to provide understanding with educator guidance in improving students’ writing skills in a more focused manner. This research was conducted with research sources, namely, seventh grade students of SMP Kristen 67 Immanuel Bahu to apply guided practice techniques in learning to write observational report texts. The purpose of this study is to describe the ability of seventh grade students of SMP Kristen 67 Immanuel Bahu in writing observational report through guided practice techniques. The method used in this study is a descriptive analytical method. The techniques used are observation and tests. The result of the observation showed active involvement of students in learning to write observational report texts with an average assessment of 3.3. Data analysis in this study used percentage data analysis. Based on the results of the study, the ability of seventh grade students of SMP Kristen 67 Immanuel Bahu in writing observational report texts through guided practice techniques is in the 83 category with a range of 70%-89%. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan menulis teks laporan hasil observasi melalui teknik latihan terbimbing guna memberikan pemahaman dengan bimbingan pendidik dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa yang lebih terarah. Penelitian ini dilakukan dengan sumber penelitian yaitu, siswa kelas VII SMP Kristen 67 Immanuel Bahu untuk menerapkan teknik latihan terbimbing dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VII SMP Kristen 67 Immanuel Bahu dalam menulis teks laporan hasil observasi melalui teknik latihan terbimbing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Teknik yang digunakan adalah observasi dan tes. Hasil observasi menunjukkan adanya keterlibatan aktif dari siswa dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi dengan penilaian yang diperoleh rerata, yaitu 3,3. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data persentase. Berdasarkan hasil penelitian, maka kemampuan siswa kelas VII SMP Kristen 67 Immanuel Bahu dalam menulis teks laporan hasil observasi melalui teknik latihan terbimbing berada pada kategori 83 dengan rentang 70%-89%.
PENGEMBANGAN E-LKM BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LIVEWORKSHEETS PADA MATERI SIFAT KOLIGTIF LARUTAN FASE F KELAS XII SMA/MA Feni Helmaliasari; Iryani Iryani
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11369

Abstract

Colligative properties of solutions are considered difficult by students because they are abstract and involve complex mathematical calculations. This study aims to develop a student electronic worksheet (E-LKM) based on Problem Based Learning (PBL) assisted by Liveworksheet on the material of colligative properties of F-phase solutions for grade XII of SMA/MA and to determine its validity. This study uses Educational Design Research (EDR) with the Plomp model, which includes the initial investigation stage, the development stage and the assessment stage. This study is limited to the initial investigation stage and the development stage. This study involved 7 validators, including lecturers and chemistry teachers, and 3 students of SMAN 8 Padang for One to One evaluation. The instruments used were a validity questionnaire sheet and a One to One evaluation interview sheet. The results showed high validity, with an average value of Aiken's V of 0.86-1.00 (content component), 0.96-1.00 (language component), and 0.89-0.96 (presentation component). One to One evaluation through interviews showed a positive response from students towards the E-LKM produced. Thus, the PBL-based E-LKM on the colligative properties of solutions material assisted by Liveworksheet is declared valid. ABSTRAK Sifat koligatif larutan dianggap sulit oleh murid karena sifatnya yang abstrak dan melibatkan perhitungan matematis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja elektronik murid (E-LKM) berbasis Problem Based Learning (PBL) berbantuan Liveworksheet pada materi sifat koligatif larutan fase F untuk kelas XII SMA/MA dan untuk menentukan validitasnya. Penelitian ini menggunakan Educational Design Research (EDR) dengan model Plomp, yang meliputi tahap investigasi awal, tahap pengembangan dan tahap penilaian. Penelitian ini dibatasi pada tahap investigasi awal dan tahap pengembangan. Penelitian ini melibatkan 7 validator, termasuk dosen dan guru kimia, dan 3 murid SMAN 8 Padang untuk One to one evaluation. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket validitas dan lembar wawancara One to one evaluation. Hasil penelitian menunjukkan validitas tinggi, dengan nilai rata-rata Aiken's V sebesar 0.86-1.00 (komponen isi), 0.96-1.00 (komponen bahasa), dan 0.89-0.96 (komponen penyajian). One to one evaluation melalui wawancara menunjukkan respons positif murid terhadap E-LKM yang dihasilkan. E-LKM berbasis PBL  pada materi sifat koligatif larutan berbantuan Liveworksheet dinyatakan valid.    
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS XI MAN SAMPANG Alfin Amrullah; Nur Qomariya Qorib; Diana Intan Fitriana; Qhusoyyin Qhusoyyin; Mahin Ainun Naim
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11370

Abstract

This research is motivated by indications of weakening academic enthusiasm among students, characterized by a passive attitude in class discussions, procrastination of assignments, and low interest in reading. The focus of this research problem is directed towards a comprehensive analysis of the dominant factors underlying the low learning motivation of 11th grade students at MAN Sampang. This qualitative study applies a descriptive research type with a case study design to explore the psychopedagogical phenomenon in depth. The crucial steps of data collection were carried out directly through participatory observation techniques, in-depth interviews, and review of school documentation, followed by stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings reveal that the motivational degradation occurs due to a dualistic interaction between internal and external obstacles. Internal factors include low interest in the material, a crisis of self-confidence, and the lack of a clear orientation of ideals. External factors are triggered by the implementation of monotonous teacher learning strategies, minimal parental educational supervision at home, and the influence of peer groups that do not value achievement. The main conclusion emphasizes the need for cross-sectoral collaborative synergy to actualize Maslow and McClelland's theory of needs through reforming interactive teaching methods and creating a conducive madrasah climate. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh indikasi melemahnya semangat akademik peserta didik yang ditandai dengan sikap pasif dalam diskusi kelas, penundaan tugas, dan rendahnya minat membaca. Fokus masalah dalam riset ini diarahkan pada analisis komprehensif mengenai faktor-faktor dominan yang melandasi rendahnya motivasi belajar siswa kelas XI di MAN Sampang. Studi kualitatif ini menerapkan jenis penelitian deskriptif dengan desain rancangan studi kasus untuk mengeksplorasi fenomena psikopedagogis secara mendalam. Langkah penting pengumpulan data ditempuh secara langsung melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta penelaahan dokumentasi sekolah, yang dilanjutkan dengan tahapan reduksi, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa degradasi motivasi tersebut terjadi akibat interaksi dualistik antara hambatan internal dan eksternal. Sisi internal mencakup rendahnya ketertarikan materi, krisis kepercayaan diri, serta belum terbentuknya orientasi cita-cita yang jelas. Sisi eksternal dipicu oleh penerapan strategi pembelajaran guru yang monoton, minimnya pengawasan edukatif orang tua di rumah, serta pengaruh pergaulan teman sebaya yang kurang menghargai prestasi. Simpulan utama menegaskan perlunya sinergi kolaboratif lintas sektoral guna mengaktualisasikan teori kebutuhan Maslow dan McClelland melalui reformasi metode pengajaran yang interaktif dan penciptaan iklim madrasah yang kondusif.    
PENERAPAN CARD-BASED GAME DAN KEAKTIFAN MAHASISWA PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR MATEMATIKA TOPIK PEMECAHAN MASALAH Mila Handiyani; Sintya Widhiacarni Atmanastusti
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11374

Abstract

ABSTRACT Mathematics learning in higher education requires strategies that can enhance students’ engagement in understanding concepts and solving mathematical problems. However, learning practices that remain predominantly lecturer-centered often result in suboptimal student participation. One alternative strategy is the use of a card-based game as an active learning approach. This study aimed to describe the implementation of a card-based game and student engagement in the Basic Mathematics Concepts course on the topic of mathematical problem-solving. The study employed a descriptive qualitative approach involving 30 students from the Elementary School Teacher Education (PGSD) program at IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Data were collected through observations, questionnaires, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings revealed that the card-based game enhanced students’ cognitive, social, and affective engagement. Students became more active in discussions, expressing opinions, collaborating with peers, and developing strategies to solve mathematical problems. The novelty of this study lies in the use of a card-based game in a higher education Basic Mathematics Concepts course to simultaneously promote student engagement and mathematical problem-solving skills. The findings provide practical contributions for lecturers in designing more participatory learning environments and support students in developing critical thinking and collaborative skills. Therefore, the card-based game can serve as an alternative active learning strategy to support mathematics learning in higher education. ABSTRAK Pembelajaran matematika di perguruan tinggi memerlukan strategi yang mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam memahami konsep dan menyelesaikan masalah matematis. Namun, pembelajaran yang masih cenderung berpusat pada dosen sering menyebabkan partisipasi mahasiswa kurang optimal. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah card-based game sebagai bentuk pembelajaran aktif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan card-based game serta keaktifan mahasiswa pada mata kuliah Konsep Dasar Matematika dengan topik pemecahan masalah matematis. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 30 mahasiswa PGSD di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa card-based game meningkatkan keterlibatan mahasiswa secara kognitif, sosial, dan afektif. Mahasiswa menjadi lebih aktif berdiskusi, mengemukakan pendapat, bekerja sama, dan menyusun strategi penyelesaian masalah matematis. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan card-based game dalam pembelajaran Konsep Dasar Matematika di perguruan tinggi untuk mendorong keaktifan dan kemampuan pemecahan masalah secara bersamaan. Temuan penelitian memberikan kontribusi bagi dosen dalam merancang pembelajaran yang lebih partisipatif serta membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif. Dengan demikian, card-based game dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran aktif yang mendukung pembelajaran matematika di perguruan tinggi.
KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI MEDIA GAMBAR SISWA KELAS VIII SMP Frederika F. Kwaar; Wimse R. Palar; Nontje J. Pangemanan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11382

Abstract

This study aims to describe students’ ability in writing narrative essays through the use of picture media among eighth-grade students at Rosa Delima Catholic Junior High School Tondano. The study employed a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques included observation, interviews, and narrative writing tests. The research subjects consisted of seven eighth-grade students at Rosa Delima Catholic Junior High School Tondano. The focus of the study was directed at students’ ability to organize narrative structure, develop story ideas, use language features, and utilize picture media as a stimulus in narrative writing activities. The results showed that the students’ narrative writing ability achieved an average score of 71 and was categorized as fair. The use of picture media helped students develop ideas, organize story plots more coherently, and improve the use of temporal conjunctions and descriptive expressions in their writing. In addition, the learning atmosphere became more active and interactive because students could more easily understand the sequence of events through the pictures provided. However, several obstacles were still found, such as limited vocabulary, inaccurate spelling, and less optimal story development. Therefore, picture media can be used as an alternative learning medium to improve students’ narrative writing skills in Indonesian language learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis karangan narasi melalui penggunaan media gambar pada siswa kelas VIII SMP Katolik Rosa Delima Tondano. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan tes menulis narasi. Subjek penelitian terdiri atas tujuh siswa kelas VIII SMP Katolik Rosa Delima Tondano. Fokus penelitian diarahkan pada kemampuan siswa dalam menyusun struktur narasi, mengembangkan ide cerita, menggunakan unsur kebahasaan, serta memanfaatkan media gambar sebagai stimulus dalam menulis teks narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis karangan narasi siswa memperoleh nilai rata-rata sebesar 71 dan termasuk dalam kategori cukup. Penggunaan media gambar membantu siswa mengembangkan ide, menyusun alur cerita secara lebih runtut, serta meningkatkan penggunaan konjungsi temporal dan deskripsi dalam tulisan. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih aktif dan interaktif karena siswa lebih mudah memahami urutan peristiwa melalui gambar yang diberikan. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan kosakata, penggunaan ejaan yang kurang tepat, dan pengembangan isi cerita yang belum optimal. Dengan demikian, media gambar dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia.
PEMENTASAN DRAMA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI SARANA MENGENALKAN KEBERAGAMAN INDONESIA Said Agil; Roihan Ali; Evi Mauliatul H; Fendi Pradana; Mahin Ainun Naim
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11493

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the importance of Indonesian language learning that not only focuses on mastering language skills but also plays a role in improving students’ understanding of Indonesia’s cultural diversity. However, Indonesian language learning in schools still tends to use conventional methods, resulting in limited student involvement in understanding multicultural values. This study aims to describe the implementation of drama performances in Indonesian language learning and their influence on students’ communication skills and understanding of cultural diversity. This study employed a descriptive qualitative method with data collection techniques consisting of observation, interviews, and documentation. The research subjects were students participating in drama performance activities in Indonesian language learning. The results showed that the implementation of drama performances was conducted through the stages of delivering drama materials with cultural diversity themes, group discussions in preparing drama scripts, and rehearsal and performance activities in front of the class. These activities created active, contextual, and participatory learning because students were directly involved in role-playing and character interpretation. In addition to improving students’ speaking skills, expression, intonation, and self-confidence, drama performances also helped students understand the values of tolerance, empathy, cooperation, and appreciation for Indonesia’s cultural diversity. This study contributes to strengthening multicultural-based Indonesian language learning through the use of drama performances as a contextual learning medium and a strategy for character building. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran Bahasa Indonesia yang tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan berbahasa, tetapi juga berperan dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap keberagaman budaya Indonesia. Namun, pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah masih cenderung menggunakan metode konvensional sehingga keterlibatan siswa dalam memahami nilai multikultural belum optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pementasan drama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta pengaruhnya terhadap keterampilan komunikasi dan pemahaman keberagaman budaya siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa yang mengikuti kegiatan pementasan drama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pementasan drama dilakukan melalui tahap penyampaian materi drama bertema keberagaman budaya, diskusi kelompok dalam penyusunan naskah, serta latihan dan pementasan drama di depan kelas. Kegiatan tersebut mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan partisipatif karena siswa terlibat langsung dalam bermain peran dan interpretasi tokoh. Selain meningkatkan keterampilan berbicara, ekspresi, intonasi, dan rasa percaya diri siswa, pementasan drama juga membantu siswa memahami nilai toleransi, empati, kerja sama, serta penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa penguatan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis multikultural melalui pemanfaatan pementasan drama sebagai media pembelajaran kontekstual
PENGARUH KEAKTIFAN BELAJAR DAN DISIPLIN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA Josua Rumeen; Devyano V.F. Ranti; Herman Philips Dolonseda; I Kadek Satria Arsana
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11505

Abstract

ABSTRACT Student achievement in economics remains a concern as it is influenced by various factors related to the learning process, particularly learning activeness and learning discipline. Low student engagement in classroom activities and insufficient adherence to academic responsibilities can negatively affect learning outcomes. This study aimed to analyze the influence of learning activeness and learning discipline on students’ achievement in economics at SMA Negeri 1 Tompaso. The research employed a survey method with a quantitative approach. The population consisted of 145 twelfth-grade students of SMA Negeri 1 Tompaso, while the sample comprised 107 students selected through random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed through simple linear regression and multiple linear regression. The findings revealed that learning activeness and learning discipline each had a positive and significant effect on students’ learning outcomes. Furthermore, both variables simultaneously exerted a positive and significant influence on economics achievement. These findings indicate that improving students’ activeness and discipline in learning is an important factor in supporting academic success. This study contributes to the development of instructional strategies that encourage active participation and learning discipline to enhance students’ achievement in economics. ABSTRAK Hasil belajar ekonomi siswa masih menjadi perhatian karena dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari proses belajar peserta didik, terutama keaktifan dan disiplin belajar. Rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran serta kurangnya kepatuhan terhadap tanggung jawab akademik dapat berdampak pada pencapaian hasil belajar yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keaktifan belajar dan disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Tompaso. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 145 siswa kelas XII SMA Negeri 1 Tompaso, dengan sampel sebanyak 107 siswa yang ditentukan melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dianalisis melalui regresi linear sederhana serta regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan belajar dan disiplin belajar masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, kedua variabel secara simultan juga memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan keaktifan dan disiplin belajar merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan akademik siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif dan kedisiplinan siswa untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi.
ANALISIS STRATEGI UMPAN BALIK DAN KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM MEMBANGUN INTERAKSI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Andre Irawan; Baiq Gita Larasati; Novi Anggita; Istiqamah Istiqamah; Siti Fhadila Umaiya
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11533

Abstract

  ABSTRACT Quality learning interaction is an important factor in creating active and meaningful learning processes in elementary schools. However, the implementation of feedback strategies and effective communication in learning activities has not been optimal, causing interactions between teachers and students to remain largely one-way. This study aims to analyze feedback strategies in the learning process, examine effective communication strategies used by teachers, and understand the contribution of both strategies in developing meaningful learning interactions in elementary schools. This study employed a qualitative approach using a literature review method. Data were collected through documentation studies and literature reviews from scientific journals, books, and other relevant documents. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that feedback strategies such as direct, written, reflective, and technology-based feedback were able to improve students’ engagement, motivation, and understanding in learning activities. In addition, effective communication characterized by clear message delivery, understandable language, active listening skills, and two-way communication also contributed to improving the quality of learning interactions. The integration of these two strategies created a more interactive learning process, strengthened positive relationships between teachers and students, and supported the establishment of a conducive learning environment in elementary schools. ABSTRAK Interaksi pembelajaran yang berkualitas menjadi faktor penting dalam menciptakan proses belajar yang aktif dan bermakna di Sekolah Dasar. Namun, penerapan strategi umpan balik dan komunikasi efektif dalam pembelajaran masih belum optimal sehingga interaksi antara guru dan peserta didik cenderung berlangsung satu arah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi umpan balik dalam proses pembelajaran, mengkaji strategi komunikasi efektif yang digunakan guru, serta memahami kontribusi kedua strategi tersebut dalam membangun interaksi pembelajaran yang bermakna di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan studi pustaka yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku, dan dokumen relevan lainnya. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi umpan balik seperti umpan balik langsung, tertulis, reflektif, dan berbasis teknologi mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran. Selain itu, komunikasi efektif yang ditandai dengan kejelasan penyampaian pesan, penggunaan bahasa yang mudah dipahami, kemampuan mendengarkan aktif, dan komunikasi dua arah turut meningkatkan kualitas interaksi pembelajaran. Integrasi kedua strategi tersebut menghasilkan proses pembelajaran yang lebih interaktif, membangun hubungan positif antara guru dan peserta didik, serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif di Sekolah Dasar.