cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 272 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Rohman, Syaifur; Irmawati, Irmawati; Al Ayubi, Sholahudin
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9538

Abstract

This study aims to examine the improvement of students’ learning outcomes through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model on the topic of Systems of Linear Inequalities in Two Variables. PBL emphasizes contextual problem-solving activities to encourage students’ active participation in the learning process. This research employed Classroom Action Research using a mixed descriptive-quantitative approach conducted in two cycles. The subjects were 15 tenth-grade students of MA Walisongo Gending. Data were collected through learning outcome tests, observation, and documentation. Quantitative data were analyzed descriptively to measure classical learning mastery, while qualitative data were used to describe students’ activities and responses during the implementation of PBL. The results showed that the application of PBL improved students’ learning outcomes. Classical mastery increased from 63.3% in Cycle I to 86.7% in Cycle II, categorized as excellent. In addition, students’ learning activities and engagement also improved significantly. These findings confirm that PBL is an effective learning model to enhance mathematics learning outcomes, particularly in the topic of Systems of Linear Inequalities in Two Variables. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (SPtLDV). PBL merupakan model pembelajaran yang menekankan pemecahan masalah kontekstual untuk mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan campuran deskriptif-kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MA Walisongo Gending sebanyak 15 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui ketuntasan belajar klasikal, sedangkan data kualitatif dianalisis untuk mendeskripsikan aktivitas dan respons siswa selama pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Ketuntasan klasikal meningkat dari 63,3% pada siklus I menjadi 86,7% pada siklus II dengan kategori sangat baik. Selain itu, aktivitas dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran juga meningkat. Temuan ini menegaskan bahwa PBL efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi SPtLDV.
MAKNA PROFESI GURU, PROFESIONALISME, DAN KOMPETENSI YANG HARUS DIMILIKI GURU Putri Rahmani, Sabrina; Arni Mutari, Najwa; Aulia, Wina
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.10150

Abstract

  ABSTRACT Education is a fundamental aspect of improving the quality of human resources, with teachers serving as the primary actors in the learning process. However, there remains a gap between the ideal demands of teacher professionalism and the realities in practice, particularly in terms of competence and performance. This study aims to examine the concepts of profession, professionalism, and the competencies that teachers must possess to enhance the quality of education. The method employed is library research using a qualitative approach through the analysis of relevant scientific literature. The research stages include data collection, literature selection, content analysis, and conclusion drawing. The results indicate that teacher professionalism is closely related to competence, performance, and student learning outcomes. Professional teachers not only master subject matter but are also capable of managing classrooms, utilizing technology, and fostering student motivation. In addition, continuous professional development is a crucial factor in addressing the demands of education in the digital era. The study concludes that teacher professionalism is a key factor in improving educational quality; therefore, systematic efforts are needed through training, performance evaluation, and supportive educational policies to optimize the role of teachers as professionals. ABSTRAK Pendidikan merupakan aspek fundamental dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dengan guru sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran. Namun, masih terdapat kesenjangan antara tuntutan profesionalisme guru yang ideal dengan kondisi nyata di lapangan, terutama dalam aspek kompetensi dan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna profesi, profesionalisme, serta kompetensi yang harus dimiliki guru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif melalui analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan dan seleksi sumber, analisis isi, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru berkaitan erat dengan kompetensi, kinerja, dan hasil belajar siswa. Guru profesional tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu mengelola kelas, memanfaatkan teknologi, serta membangun motivasi belajar siswa. Selain itu, pengembangan profesional secara berkelanjutan menjadi faktor penting dalam menghadapi tuntutan pembelajaran di era digital. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa profesionalisme guru merupakan kunci utama dalam peningkatan kualitas pendidikan, sehingga diperlukan upaya sistematis melalui pelatihan, evaluasi kinerja, dan dukungan kebijakan pendidikan.
MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN EFEKTIF MELALUI INTEGRASI STUDENT-CENTERED LEARNING DAN PENINGKATAN KETERLIBATAN PESERTA DIDIK Sulistia Dewi, Baiq; Nispiana, Sucita
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.10176

Abstract

  ABSTRACT Learning is the core of the educational process that determines the achievement of educational goals; however, in practice, there remains a gap between ideal learning conditions and realities in the field, such as teacher-centered instruction, limited methodological variation, and low student engagement. This study aims to examine strategies for achieving effective learning through the integration of approaches, strategies, and instructional methods. The research employs a qualitative approach using a library research design by collecting relevant scientific literature published within the last ten years. Data were analyzed using content analysis techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that effective learning is a system consisting of instructional approaches, strategies, methods, and supporting factors such as motivation, learning environment, and classroom management. The implementation of student-centered learning and the enhancement of student engagement are key factors in creating effective learning. In conclusion, effective learning can be achieved through the systematic and sustainable integration of instructional components to produce innovative, relevant, and responsive learning practices aligned with contemporary educational needs.   ABSTRAK Pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan, namun dalam praktiknya masih terdapat kesenjangan antara kondisi ideal dan realitas di lapangan, seperti dominasi guru, kurangnya variasi metode, serta rendahnya keterlibatan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi dalam mewujudkan pembelajaran efektif melalui integrasi pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui pengumpulan literatur ilmiah relevan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran efektif merupakan suatu sistem yang mencakup pendekatan, strategi, metode pembelajaran, serta faktor pendukung seperti motivasi, lingkungan belajar, dan manajemen kelas. Penerapan pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered learning) dan peningkatan keterlibatan peserta didik (student engagement) menjadi faktor kunci dalam menciptakan pembelajaran yang efektif. Dengan demikian, pembelajaran efektif dapat diwujudkan melalui integrasi komponen pembelajaran secara sistematis dan berkelanjutan guna menghasilkan praktik pembelajaran yang inovatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
PENERAPAN TEKNIK KESINAMBUNGAN GAMBAR DALAM FEATURE WARISAN BUDAYA “TARI TOPENG PANCA WANDA PENUH MAKNA” Marwiyati, Marwiyati; Prasetyo, Lilik Jatmiko; Widirahayu , Margareth D.A.; Choirunnisa, Puteri
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.10193

Abstract

The application of editing techniques to ensure visual continuity is a crucial aspect in feature production. Inadequate continuity may result in discontinuity between shots, commonly referred to as jump cuts, which can reduce audience engagement and hinder the clarity of information delivery. This study aims to analyze the implementation of editing techniques in the feature “Warisan Budaya – Tari Topeng Panca Wanda Penuh Makna,” which presents the traditional Cirebon Mask Dance from West Java. The study employs a qualitative approach through library research and experimental methods in the editing process. The findings indicate that the application of cutting by narration, cutting by rhythm, and color correction effectively enhances visual coherence across scenes. These techniques contribute to smoother transitions, balanced visual composition, and improved synchronization between audio and visual elements. As a result, the information presented becomes clearer, more engaging, and easier for audiences to understand. ABSTRAK Penerapan teknik penyuntingan dalam menjaga kesinambungan visual merupakan aspek penting dalam produksi karya feature. Ketidaksesuaian antar shot berpotensi menimbulkan ketidakselarasan visual atau jumping, yang dapat menurunkan kualitas tontonan serta menghambat penyampaian informasi kepada penonton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknik editing dalam karya feature “Warisan Budaya – Tari Topeng Panca Wanda Penuh Makna” yang mengangkat seni tari tradisional dari Cirebon, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan eksperimen dalam proses penyuntingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik cutting by narration, cutting by rhythm, dan color correction mampu meningkatkan kesinambungan gambar antar shot. Teknik tersebut berperan dalam menciptakan transisi yang lebih halus, menjaga konsistensi visual, serta menyelaraskan unsur audio dan visual. Dengan demikian, informasi yang disampaikan menjadi lebih jelas, sistematis, dan mudah dipahami oleh penonton.
HUBUNGAN PERAN GURU DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMA Tendean, Delon; Kawulur, Arie Frits; Kandori, Iwan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.10197

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the suboptimal variation in students’ learning motivation, which is presumed to be closely related to the teacher’s role in the learning process. Learning motivation is a crucial factor influencing students’ engagement and academic achievement. This study aims to analyze the relationship and contribution of the teacher’s role to students’ learning motivation at SMA Negeri 1 Motoling Timur. The method employed was a quantitative approach with a descriptive correlational design. The sample consisted of 51 students selected through random sampling. The instrument used was a closed-ended questionnaire that had been validated and proven reliable (α = 0.819 and α = 0.799). Data were analyzed using Pearson correlation and simple linear regression with the assistance of SPSS. The results revealed a positive and significant relationship between the teacher’s role and learning motivation (r = 0.775; p < 0.05), categorized as strong. The teacher’s role contributed 60.1% to students’ learning motivation (R² = 0.601), while the remaining variance was influenced by other factors. These findings highlight the importance of optimizing the teacher’s role as a key factor in enhancing students’ learning motivation in a measurable and sustainable manner. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh variasi motivasi belajar siswa yang belum optimal dan diduga berkaitan langsung dengan peran guru dalam proses pembelajaran. Motivasi belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi keterlibatan dan capaian akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dan kontribusi peran guru terhadap motivasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Motoling Timur. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 51 siswa yang dipilih melalui random sampling. Instrumen berupa kuesioner tertutup yang telah valid dan reliabel (α = 0,819 dan α = 0,799). Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan regresi linear sederhana berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara peran guru dan motivasi belajar (r = 0,775; p < 0,05) dengan kategori kuat. Peran guru memberikan kontribusi sebesar 60,1% terhadap motivasi belajar siswa (R² = 0,601), sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi peran guru sebagai faktor kunci dalam meningkatkan motivasi belajar siswa secara terukur dan berkelanjutan.
PENGGUNAAN WORDWALL DALAM MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI FAKTORISASI PRIMA Handayani, Sri Retno; Sutriningsih, Naning; Cahyadi, Rahman; Khasanah, Binti Anisaul
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.10302

Abstract

Mathematics learning outcomes at the SMP level, especially prime factorization, show low achievement levels. According to preliminary data, most students did not meet the KKM. Therefore, more creative teaching models and materials are needed. One possible learning option is the use of Wordwall within the PBL model. The purpose of this study is to determine how students’ mathematics learning outcomes differ when they learn using Wordwall in a PBL model and when they learn without using Wordwall in a PBL model. All seventh-graders at SMP Negeri 2 Gadingrejo who started school in the 2025–2026 academic year participated in this study. Class VII E served as the control group and Class VII B as the experimental group using a cluster random sampling technique. Data was collected through learning outcome tests and analysed using an independent t-test at a significance level of 0.05. The research findings indicate that there is a difference in the average mathematics learning outcomes between PBL instruction utilizing Wordwall and PBL instruction not utilizing Wordwall. The average mathematics achievement of students who participated in PBL using Wordwall was found to be higher than that of students in PBL without Wordwall. According to the study's findings, the experimental class's learning achievement rate was 65.63%, which was considerably greater than the control group's 28.13%. Therefore, it can be said that using Wordwall in PBL improves math learning outcomes. ABSTRAK Hasil belajar matematika di tingkat SMP, terutama materi faktorisasi prima, menunjukkan tingkat pencapaian yang rendah. Data awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak mencapai KKM. Maka dibutuhkan media dan model pembelajaran yang lebih kreatif. Salah satu opsi pembelajaran yang bisa diterapkan adalah penggunaan media Wordwall dalam model PBL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil dari pembelajaran matematika berbeda ketika mereka belajar menggunakan media Wordwall dalam model PBL dan ketika mereka belajar tanpa menggunakan media Wordwall dalam model PBL. Populasi seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Gadingrejo yang memulai tahun ajaran 2025–2026 turut serta dalam penelitian ini. Dengan menggunakan teknik pengambilan cluster random sampling, Kelas VII B ditetapkan sebagai kelas eksperimen dan Kelas VII E sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, yang kemudian dianalisis pada tingkat signifikansi 0,05 menggunakan uji-t independen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa rata-rata berbeda antara pembelajaran model PBL yang memanfaatkan media Wordwall dan pembelajaran model PBL yang tidak memanfaatkan Wordwall. Rata-rata hasil belajar matematika yang mengikuti pembelajaran yang menggunakan Wordwall dalam PBL terbukti lebih tinggi dibandingkan pembelajaran tanpa Wordwall dalam PBL. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat ketuntasan belajar siswa kelas eksperimen mencapai 65,63%, dan angka tersebut terbukti secara substansial lebih besar daripada kelas kontrol yang hanya mencapai 28,13%. Karena itu, kesimpulan yang di dapat ialah penerapan media Wordwall dalam PBL memberikan dampak yang lebih optimal terhadap hasil belajar matematika.
PENGARUH KONSELING KELOMPOK TERHADAP PRESTASI BELAJAR DALAM MASA PANDEMI COVID-19 Nurung, Yohana; Nuraeni, Nuraeni; Jaswandi, Lalu
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10328

Abstract

ABSTRACT The decline in students’ academic achievement during the COVID-19 pandemic reflects a gap between academic demands and students’ psychological readiness, highlighting the need for appropriate counseling-based interventions. This study aims to analyze the effect of group counseling on improving the academic achievement of eleventh-grade students at SMKPP Negeri Mataram in the 2021/2022 academic year. An experimental approach was employed using a one-group pre-test–post-test design focusing on students identified as having low academic achievement as the intervention subjects. Data were collected through pre-test and post-test measures of academic achievement, and analyzed using a t-test. The results indicate that the calculated t-value (5.474) is higher than the t-table value (2.447) at a 5% significance level with 6 degrees of freedom, demonstrating a significant improvement in students’ academic achievement after the implementation of group counseling. Substantively, this improvement suggests that group dynamics, social interaction, and emotional support within the counseling process contribute to enhanced student motivation and learning engagement. Therefore, it can be concluded that group counseling has a significant effect on improving students’ academic achievement. The findings imply the importance of optimizing group counseling services as an adaptive intervention strategy to address learning challenges during crisis situations and provide practical guidance for school counselors in designing more effective and contextual services. ABSTRAK Rendahnya prestasi belajar siswa selama pandemi COVID-19 mencerminkan adanya kesenjangan antara tuntutan akademik dan kesiapan psikologis siswa, sehingga diperlukan intervensi yang tepat dan berbasis layanan bimbingan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling kelompok terhadap peningkatan prestasi belajar siswa kelas XI di SMKPP Negeri Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022. Pendekatan yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pre-test–post-test yang difokuskan pada siswa dengan prestasi belajar rendah sebagai subjek intervensi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes prestasi belajar sebelum dan sesudah perlakuan, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji t (t-test). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t-hitung sebesar 5,474 lebih besar dibandingkan t-tabel sebesar 2,447 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (db) = 6, yang mengindikasikan adanya peningkatan prestasi belajar setelah diberikan layanan konseling kelompok. Secara substantif, peningkatan ini menunjukkan bahwa dinamika kelompok, interaksi sosial, serta dukungan emosional dalam proses konseling berkontribusi terhadap peningkatan motivasi dan keterlibatan belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok berpengaruh signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya optimalisasi layanan konseling kelompok sebagai strategi intervensi yang adaptif dalam mengatasi dampak pembelajaran pada masa krisis, serta dapat menjadi rujukan bagi guru BK dalam merancang layanan yang lebih efektif dan kontekstual.
STRATEGI PEMBELAJARAN SANTRI MUALAF PEDALAMAN MENTAWAI DI PONDOK PESANTREN ALWAFA Oktavianus, Oktavianus; Herawan, Rizal Saepulloh
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.10390

Abstract

ABSTRACT The diversity of cultural, educational, and religious backgrounds among convert (muallaf) students necessitates a learning approach that is flexible and responsive to learners’ individual conditions. This study aims to examine and describe the instructional strategies employed to enhance understanding of Islamic teachings among convert students at Pondok Pesantren Alwafa, Padang City. The research adopts a qualitative approach with a descriptive design, utilizing data collection techniques such as observation, in-depth interviews, and documentation conducted in a systematic manner. The findings reveal that learning effectiveness is supported by the implementation of integrated strategies, including role modeling by educators, strengthening emotional connections, delivering materials in a simplified and gradual manner, fostering positive thinking patterns, and organizing learning based on students’ needs. These strategies contribute to increased learning motivation, improved comprehension of Islamic concepts, and the development of more consistent religious attitudes and behaviors. Therefore, this study affirms that a learning model integrating pedagogical, emotional, and contextual dimensions constitutes an effective approach in supporting the success of Islamic education for convert students. ABSTRAK Keragaman latar belakang budaya, pendidikan, dan pengalaman keagamaan pada santri mualaf menuntut adanya pendekatan pembelajaran yang mampu menyesuaikan dengan kondisi peserta didik secara lebih fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji serta menjelaskan strategi pembelajaran yang diterapkan dalam meningkatkan pemahaman ajaran Islam pada santri mualaf di Pondok Pesantren Alwafa, Kota Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif melalui pengumpulan data yang dilakukan secara bertahap menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa efektivitas pembelajaran didukung oleh penerapan strategi yang terintegrasi, meliputi pemberian contoh langsung oleh pendidik, penguatan hubungan emosional, penyajian materi secara sederhana dan bertahap, pengembangan pola pikir positif, serta pengelolaan pembelajaran berbasis kebutuhan santri. Penerapan strategi tersebut berdampak pada meningkatnya motivasi belajar, pemahaman konsep keislaman, serta pembentukan sikap religius yang lebih stabil. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa model pembelajaran yang mengintegrasikan aspek pedagogis, emosional, dan kontekstual merupakan pendekatan yang efektif dalam mendukung keberhasilan pendidikan agama Islam bagi santri mualaf.
PENGEMBANGAN GAME EDUKASI PISIBO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERPIKIR SIMBOLIK PADA ANAK USIA 4–5 TAHUN Novi Safitriana Risqi; Winda Sherly Utami
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.10402

Abstract

ABSTRACT Symbolic thinking is a child’s ability to understand and use symbols, such as numbers, letters, or images, to represent objects or concepts. This ability serves as a fundamental basis for cognitive development in early childhood. However, preliminary studies conducted in five kindergartens in Jambi Luar Kota District indicate that the symbolic thinking ability of children aged 4–5 years is still relatively low, particularly in recognizing, distinguishing symbols, and understanding basic numerical concepts. This study aims to develop the PISIBO educational game as an interactive and engaging learning medium tailored to early childhood characteristics. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The results show that the PISIBO educational game is highly feasible, with media expert validation reaching 92.92% and material expert validation 91.6%, both categorized as very valid. The practicality test yielded a score of 89%, categorized as very good. Additionally, children’s interest levels were very high, reaching 91% in small group trials and 98.2% in large group trials, indicating that the media is effective for learning. ABSTRAK Berpikir simbolik merupakan kemampuan anak dalam memahami dan menggunakan simbol, seperti angka, huruf, atau gambar, untuk merepresentasikan objek atau konsep tertentu. Kemampuan ini menjadi dasar penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini. Namun, hasil studi pendahuluan yang dilakukan di lima taman kanak-kanak di Kecamatan Jambi Luar Kota menunjukkan bahwa kemampuan berpikir simbolik anak usia 4–5 tahun masih tergolong rendah, khususnya dalam mengenali dan membedakan simbol serta memahami konsep bilangan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan game edukasi PISIBO sebagai media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game edukasi PISIBO dinyatakan sangat layak berdasarkan validasi ahli media sebesar 92,92% dan ahli materi sebesar 91,6% dengan kategori sangat valid. Uji kepraktisan memperoleh persentase 89% dengan kategori sangat baik. Selain itu, tingkat ketertarikan anak juga sangat tinggi, yaitu 91% pada uji coba kelompok kecil dan 98,2% pada kelompok besar, sehingga media ini efektif digunakan dalam pembelajaran.
STRATEGI MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA DINI MELALUI VIDEO COCOMELON DI ALMIRA DAYCARE PALEMBANG Choirun’nisa, Febra Mayora; Sartika, Indah Dwi; Handayani, Tutut
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.10501

Abstract

Language acquisition during the golden age is a crucial stage, yet many children aged two to three still experience difficulties in articulating their thoughts. This study aims to evaluate the use of Cocomelon videos as a pedagogical strategy to improve speaking skills at Almira Daycare Palembang. The focus of the problem is directed at the effectiveness of audio-visual stimulation on expanding vocabulary and sentence structure in toddlers. This study applies a qualitative descriptive method involving five child subjects, the head of the foundation, educators, and parents. The research stages include systematic observation, in-depth interviews, and authentic documentation analyzed through data reduction and presentation techniques. The research findings indicate that the animated characters and songs in Cocomelon can stimulate children's interest in imitating sounds and words spontaneously. The results of identification of the five subjects revealed that three children reached the very good development category, one developed as expected, and one child required additional intensive stimulation. Teachers play a crucial role by repeating video material to build interactive and dynamic two-way communication. The main conclusion of the study confirms that the integration of educational audio-visual media is very effective as an instrument for enjoyable linguistic stimulation. This strategy successfully introduces new lexicon and increases children's speaking courage through real visualizations that are in line with the cognitive development of toddlers in the current preschool educational environment in Palembang city. ABSTRAK Pemerolehan bahasa pada masa keemasan merupakan tahapan krusial, namun banyak anak usia dua hingga tiga tahun masih mengalami hambatan dalam mengartikulasikan pikiran. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan video Cocomelon sebagai strategi pedagogis untuk meningkatkan kecakapan berbicara di Almira Daycare Palembang. Fokus masalah diarahkan pada efektivitas rangsangan audio-visual terhadap perluasan kosakata dan struktur kalimat balita. Studi ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan lima subjek anak, kepala yayasan, pendidik, dan orang tua. Tahapan penelitian mencakup observasi sistematis, wawancara mendalam, serta dokumentasi autentik yang dianalisis melalui teknik reduksi dan penyajian data. Temuan riset menunjukkan bahwa karakter animasi dan lagu dalam Cocomelon mampu memicu ketertarikan anak untuk meniru bunyi serta kata secara spontan. Hasil identifikasi pada lima subjek mengungkapkan bahwa tiga anak mencapai kategori berkembang sangat baik, satu berkembang sesuai harapan, dan satu anak memerlukan stimulasi tambahan secara intensif. Guru berperan penting dengan mengulangi materi video untuk membangun komunikasi dua arah yang interaktif dan dinamis. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa integrasi media audio-visual yang bersifat edukatif sangat efektif sebagai instrumen stimulasi linguistik yang menyenangkan. Strategi ini berhasil memperkenalkan leksikon baru dan meningkatkan keberanian berbicara anak melalui visualisasi nyata yang selaras dengan perkembangan kognitif balita di lingkungan pendidikan prasekolah di kota Palembang saat ini.