cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 375 Documents
LATIHAN PASSING SEGITIGA DAN SEGIEMPAT MENINGKATKAN AKURASI PASSING FUTSAL Widya Citra Lestari; Soemardiawan Soemardiawan; Edi Kurniawan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10988

Abstract

ABSTRACT Passing accuracy is one of the most important technical components in futsal because the game is characterized by fast, dynamic play and requires precise decision-making in limited spaces. Based on observations of players at the MTs Negeri 1 Mataram Futsal Club, the players’ passing ability was still not optimal, particularly in terms of directional accuracy and passing consistency during play. This study aimed to analyze the effect of active triangle and quadrilateral passing drills on improving the passing accuracy of futsal players. The study employed an experimental method using a two groups pretest-posttest design. The sample consisted of 20 players divided into two groups using the ordinal pairing technique. The first group received triangle-pattern drills, while the second group received quadrilateral-pattern drills for 16 treatment sessions. Data were collected using a passing accuracy test and analyzed through descriptive statistics, normality tests, homogeneity tests, paired sample t-test, and independent sample t-test. The results indicated that both training models significantly improved the players’ passing accuracy. The quadrilateral drill showed a higher descriptive improvement than the triangle drill, although the final comparison test between groups revealed no significant difference. These findings indicate that active passing drills based on game patterns are effective for improving basic futsal technical skills among school-age players. ABSTRAK Akurasi passing menjadi salah satu komponen teknik yang sangat penting dalam permainan futsal karena karakter permainan berlangsung cepat, dinamis, dan menuntut pengambilan keputusan secara tepat dalam ruang yang terbatas. Berdasarkan hasil observasi pada pemain Club Futsal MTs Negeri 1 Mataram, kemampuan passing pemain masih belum optimal, terutama pada ketepatan arah dan konsistensi operan saat bermain. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan passing aktif pola segitiga dan segiempat terhadap peningkatan akurasi passing pemain futsal. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain two groups pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 pemain yang dibagi ke dalam dua kelompok menggunakan teknik ordinal pairing. Kelompok pertama memperoleh latihan pola segitiga, sedangkan kelompok kedua memperoleh latihan pola segiempat selama 16 kali perlakuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes akurasi passing, kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model latihan memberikan peningkatan signifikan terhadap akurasi passing pemain futsal. Latihan pola segiempat menunjukkan peningkatan deskriptif lebih tinggi dibandingkan pola segitiga, meskipun hasil uji perbedaan akhir antar kelompok tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan passing aktif berbasis pola permainan efektif digunakan untuk meningkatkan kualitas teknik dasar futsal pada pemain usia sekolah.
LATIHAN BOUNCE KICK BALL DAN JUGGLING MENINGKATKAN SEPAK SILA SEPAK TAKRAW Rizal Nugraha; Subakti Subakti; Nurdin Nurdin
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10990

Abstract

ABSTRACT The sepak sila ability of extracurricular sepak takraw participants still needs to be improved because this technique plays an important role in receiving the ball, controlling the game, providing passes, and maintaining rallies during matches. This study aimed to analyze the effect of bounce kick ball and juggling exercises on the sepak sila ability of sepak takraw extracurricular participants at SMA Islam Al-Ikhwan Sesait, Kayangan District, North Lombok Regency, in 2022. The study employed a quasi-experimental method using a pretest-posttest nonequivalent group design. The sample consisted of 20 participants divided into two treatment groups, with 10 participants in the bounce kick ball group and 10 participants in the juggling group. The measurement of sepak sila ability was conducted using a one-minute sepak sila test during the pre-test and post-test stages. The training program was carried out for six weeks with a frequency of three sessions per week. Data were analyzed using descriptive statistics, paired sample t-test, and independent sample t-test at a significance level of 0.05. The results showed that both groups experienced improvements in sepak sila ability after the treatment. The bounce kick ball group improved by 2.15%, while the juggling group improved by 5.51%. Statistical analysis indicated that both training methods significantly affected sepak sila ability, although there was no significant difference in improvement between the two groups. Therefore, bounce kick ball and juggling exercises can be used as alternative training variations to improve the sepak sila ability of sepak takraw extracurricular participants. ABSTRAK Kemampuan sepak sila peserta ekstrakurikuler sepak takraw masih perlu ditingkatkan karena teknik ini berperan penting dalam menerima bola, mengontrol permainan, memberikan umpan, dan mempertahankan reli selama pertandingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan bounce kick ball dan juggling terhadap kemampuan sepak sila peserta ekstrakurikuler sepak takraw SMA Islam Al-Ikhwan Sesait Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara tahun 2022. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan desain pretest-posttest nonequivalent group design. Sampel penelitian berjumlah 20 peserta yang dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan, masing-masing kelompok bounce kick ball dan juggling terdiri atas 10 peserta. Pengukuran kemampuan sepak sila dilakukan menggunakan tes sepak sila selama satu menit pada tahap pre-test dan post-test. Program latihan dilaksanakan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, paired sample t-test, dan independent sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan kemampuan sepak sila setelah perlakuan diberikan. Kelompok bounce kick ball mengalami peningkatan sebesar 2,15%, sedangkan kelompok juggling meningkat sebesar 5,51%. Hasil uji statistik menunjukkan kedua latihan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan sepak sila, tetapi tidak terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, latihan bounce kick ball dan juggling dapat digunakan sebagai variasi latihan untuk meningkatkan kemampuan sepak sila peserta ekstrakurikuler sepak takraw.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MEANS-ENDS ANALYSIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA ELEMEN DESAIN PEMODELAN KONSTRUKSI JALAN JEMBATAN KELAS XI Sem Yeremia Tarigan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.9111

Abstract

ABSTRACT The low learning outcomes of students in the Road and Bridge Construction Modeling Design subject encouraged this study through the implementation of the Means-Ends Analysis (MEA) learning model to improve students’ learning achievement. This study was conducted as Classroom Action Research (CAR) carried out in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The subjects of this study were 31 students of class XI DPIB at SMK Negeri 5 Medan in the 2025/2026 academic year. Data were collected through observation, practical tests, and documentation, then analyzed using descriptive quantitative methods. The results showed that the implementation of the Means-Ends Analysis learning model significantly improved student learning outcomes. The average student learning outcome score in cycle I was 83, which had exceeded the minimum mastery criterion (KKM) of 75, but classical completeness had not yet been achieved, reaching only 70.97%. In cycle II, the average score increased to 88.74 with classical completeness reaching 93.55%. The increase in classical completeness from cycle I to cycle II was 22.58%. In addition, the median increased from 86 to 89, and the mode increased from 89 to 94. These results indicate an increase of 3 points in the median and 5 points in the mode. Therefore, the implementation of the Means-Ends Analysis learning model was proven effective in improving student learning outcomes in the Road and Bridge Construction Modeling Design subject for class XI DPIB students at SMK Negeri 5 Medan. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Elemen Desain Pemodelan Konstruksi Jalan dan Jembatan mendorong dilakukannya penelitian ini melalui penerapan model pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA) untuk meningkatkan capaian belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI DPIB SMK Negeri 5 Medan tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 31 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, tes praktik, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Means-Ends Analysis dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 83 telah melampaui KKM 75, namun belum memenuhi ketuntasan klasikal yaitu 70,97%. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 88,74 dengan ketuntasan klasikal sebesar 93,55%. Peningkatan ketuntasan klasikal dari siklus I ke siklus II mencapai 22,58%. Selain itu, median meningkat dari 86 menjadi 89, dan modus meningkat dari 89 menjadi 94. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan nilai median sebesar 3 dan modus sebesar 5. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Means-Ends Analysis efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada elemen Desain Pemodelan Konstruksi Jalan dan Jembatan di kelas XI DPIB SMK Negeri 5 Medan.
INSTRUMEN TES KEMAMPUAN VISUAL SPASIAL BERDASARKAN PELEVELAN GEOMETRI HASS SEBAGAI STRATEGI PENGUKURAN KEMAMPUAN GEOMETRI Puspita Maya Margaretha; Erfan Yudianto; Eko Yudi Febriyanto; Sasqia Ulimaz Maghfiroh
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.10356

Abstract

ABSTRACT Geometry is considered one of the most difficult topics in mathematics because it requires students to simultaneously master visualization skills, spatial representation, and abstract conceptual understanding. This condition indicates the need for an instrument capable of measuring students’ visual-spatial abilities more comprehensively. This study aimed to develop a geometry test instrument based on Hass theory, which includes conceptualization, imagination, problem solving, and pattern recognition. The study employed a qualitative approach through several stages, including indicator formulation, item development, expert validation, instrument revision, and finalization of the instrument. The validation process involved two validators consisting of one geometry lecturer and one mathematics teacher who assessed the appropriateness of the content, indicators, language, and item construction. The results showed that the developed instrument consisted of seven visual-spatial ability-based test items and achieved a very high validity level with an average validation score of 5. The resulting instrument was considered capable of measuring students’ geometry abilities more systematically, particularly in the aspects of visualization and spatial reasoning. The novelty of this study lies in the development of a geometry instrument based on Hass theory integrated into the measurement of students’ visual-spatial abilities. This study is expected to serve as a reference for the development of geometry learning evaluation based on spatial abilities and Higher Order Thinking Skills (HOTS). ABSTRAK Geometri merupakan salah satu materi matematika yang masih dianggap sulit oleh peserta didik karena menuntut kemampuan visualisasi, representasi ruang, dan pemahaman konsep abstrak secara bersamaan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya instrumen yang mampu mengukur kemampuan visual spasial peserta didik secara lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen tes kemampuan geometri berbasis teori Hass yang meliputi pengkonsepan, pengimajinasian, penyelesaian masalah, dan penemuan pola. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tahapan penyusunan indikator, pengembangan butir soal, validasi ahli, revisi instrumen, dan penetapan instrumen final. Proses validasi dilakukan oleh dua validator yang terdiri atas satu dosen geometri dan satu guru matematika untuk menilai kesesuaian materi, indikator, bahasa, dan konstruksi soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan terdiri atas tujuh butir soal berbasis kemampuan visual spasial dan memperoleh tingkat validitas sangat tinggi dengan rata-rata skor validasi sebesar 5. Instrumen yang dihasilkan dinilai mampu mengukur kemampuan geometri peserta didik secara lebih sistematis, terutama pada aspek visualisasi dan penalaran spasial. Novelty penelitian ini terletak pada pengembangan instrumen geometri berbasis teori Hass yang terintegrasi dalam pengukuran kemampuan visual spasial peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan evaluasi pembelajaran geometri berbasis kemampuan spasial dan Higher Order Thinking Skills (HOTS).
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD/MI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN: KAJIAN LITERATUR Nia Septiani; Siti Mehram; Ilma Hidayah; Diniati Diniati; Mar’atun Sholeha; Nabila Alfatien
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.10367

Abstract

ABSTRACT The quality of learning at the Elementary School (SD) and Madrasah Ibtidaiyah (MI) level in Indonesia still faces serious challenges. The Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 results released in December 2023 indicate that Indonesian students' scores in literacy, numeracy, and science have declined compared to previous periods. This situation demands an update of more effective, innovative, and contextual learning strategies. This study aims to examine and analyze various learning strategies relevant for application in SD/MI in order to improve learning quality, particularly in the context of Merdeka Curriculum implementation. The method used is library research, reviewing scientific journal articles, textbooks, and educational policy documents published between 2020 and 2024. The results of the study indicate that effective learning strategies in SD/MI include: (1) active learning centered on students; (2) project-based learning; (3) differentiated learning that adapts to students' needs and learning styles; (4) utilization of learning media and technology; and (5) conducive classroom management. The integrated application of these five strategies has been proven to increase learning motivation, critical thinking ability, and student learning outcomes in SD/MI. The conclusion of this study affirms that teachers play a key role as learning facilitators who must continuously innovate in implementing learning strategies appropriate to students' characteristics and 21st-century demands. ABSTRAK Kualitas pembelajaran di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan serius. Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang dirilis pada Desember 2023 menunjukkan bahwa skor literasi, numerasi, dan sains siswa Indonesia mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini menuntut adanya pembaruan strategi pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis berbagai strategi pembelajaran yang relevan untuk diterapkan di SD/MI dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan mengkaji berbagai artikel jurnal ilmiah, buku teks, dan dokumen kebijakan pendidikan yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang efektif di SD/MI mencakup: (1) pembelajaran aktif yang berpusat pada peserta didik; (2) pembelajaran berbasis proyek (project-based learning); (3) pembelajaran berdiferensiasi yang menyesuaikan kebutuhan dan gaya belajar siswa; (4) pemanfaatan media dan teknologi pembelajaran; serta (5) manajemen kelas yang kondusif. Penerapan kelima strategi tersebut secara terintegrasi terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa di SD/MI. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa guru memegang peran kunci sebagai fasilitator pembelajaran yang harus terus berinovasi dalam menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan tuntutan abad ke-21.
INVESTIGATING COMPENSATORY STRATEGIES IN YOUNG LEARNERS WITH MILD ADHD IN SECOND LANGUAGE ACQUISITION Kadek Jessica Ogilvy; Sylvia
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11001

Abstract

ABSTRACT This study explores the use of compensatory strategies by junior high school students with mild Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) in the process of Second Language Acquisition (SLA). The primary focus of this research is to identify how executive function difficulties, particularly sustained attention and working memory, affect language fluency. Using a qualitative approach through case studies and task analysis, this study observes learners’ interactions when dealing with complex texts and communicative tasks.The preliminary findings indicate that learners with mild ADHD unconsciously develop unique compensatory mechanisms, such as intensive use of visual aids, breaking tasks into micro-units (micro-tasking), and utilizing Artificial Intelligence (AI) technology as an external cognitive regulator. However, these strategies often conflict with traditional language teaching methods that tend to be linear in nature. The critical analysis in this study emphasizes the importance of differentiated instruction and more flexible Task-Based Language Teaching (TBLT) approaches. The findings are expected to contribute to the development of more inclusive and neurodiversity-friendly syllabi, as well as provide practical guidance for language teachers in facilitating independent and effective learning strategies for learners with attention-related challenges.   ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan strategi kompensatori oleh siswa Sekolah Menengah Pertama dengan Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) tipe ringan dalam proses pemerolehan bahasa kedua (SLA). Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi bagaimana hambatan fungsi eksekutif, khususnya dalam hal atensi berkelanjutan (sustained attention) dan memori kerja (working memory), memengaruhi kelancaran berbahasa. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus dan analisis tugas (task analysis), penelitian ini mengamati interaksi pembelajar saat menghadapi teks kompleks dan tugas komunikatif.Temuan awal menunjukkan bahwa pembelajar dengan ADHD ringan secara tidak sadar mengembangkan mekanisme kompensasi yang unik, seperti penggunaan alat bantu visual yang intensif, pemecahan tugas menjadi unit-unit mikro (micro-tasking), serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai pengatur kognitif eksternal. Namun, strategi ini sering kali berbenturan dengan metode pengajaran bahasa tradisional yang bersifat linear. Analisis kritis dalam penelitian ini menekankan pentingnya instruksi berdiferensiasi dan pendekatan berbasis tugas (Task-Based Language Teaching) yang lebih fleksibel. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan silabus yang lebih inklusif dan ramah neurodiversitas, serta memberikan panduan praktis bagi pengajar bahasa dalam memfasilitasi strategi belajar yang mandiri dan efektif bagi pembelajar dewasa dengan tantangan atensi.
PEMANFAATAN ANIMASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN SASTRA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI PADA SISWA SMP Dinda Amara Putri; Desty Endrawati Subroto; Selly Opriyana; Santia Nengsih
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11029

Abstract

This study was designed to examine how digital animation functions as a medium in folktale learning, while also portraying the extent to which the literary literacy of সপ্তম-grade students develops after the media is implemented in the teaching and learning process. Methodologically, this research was grounded in a qualitative descriptive approach using a classroom-based case study design. Data were collected through a series of instruments, including observations conducted at the beginning and end of the learning process, documentation of students’ work, and field notes that recorded changes in behavior as well as literacy capacity throughout the learning activities. The findings indicate improvements in several dimensions of literary literacy. These improvements include increased learning interest, greater student confidence in participating in discussions, enhanced ability to understand and reproduce storylines both orally and in writing, more accurate identification of intrinsic elements of literary works, and stronger interpretation and appreciation of the moral messages contained in folktales. Furthermore, the presence of digital animation appeared to encourage students to express opinions with more structured reasoning, which in turn contributed to the strengthening of their critical thinking skills. Equally significant was the students’ affective response toward animation-based learning, which consistently showed positive tendencies, marked by increased enthusiasm and active participation during the learning sessions. Based on these overall findings, it can be concluded that digital animation media has strong potential to be developed as an effective alternative learning medium to support the improvement of students’ literary literacy at the junior high school level. ABSTRAK Studi ini dirancang untuk menelaah bagaimana animasi digital difungsikan sebagai media dalam pembelajaran dongeng, sekaligus memotret sejauh mana literasi sastra siswa kelas VII berkembang setelah media tersebut diterapkan dalam proses belajar mengajar. Secara metodologis, penelitian ini berpijak pada pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus berbasis kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui serangkaian instrumen, yakni observasi pada tahap awal dan akhir pembelajaran, dokumentasi hasil kerja siswa, serta catatan lapangan yang merekam perubahan perilaku maupun kapasitas literasi sepanjang berlangsungnya proses pembelajaran. Temuan yang diperoleh mengindikasikan adanya kemajuan pada sejumlah dimensi literasi sastra. Peningkatan tersebut mencakup tumbuhnya minat belajar, meningkatnya keberanian siswa dalam berdiskusi, berkembangnya kemampuan memahami dan mereproduksi alur cerita secara lisan maupun tulisan, semakin tepatnya identifikasi unsur intrinsik karya sastra, serta meningkatnya daya interpretasi dan apresiasi siswa terhadap pesan moral yang terkandung dalam dongeng. Lebih dari itu, kehadiran animasi digital tampaknya turut mendorong siswa untuk menyampaikan pendapat dengan penalaran yang lebih terstruktur, yang pada gilirannya berkontribusi pada penguatan kemampuan berpikir kritis mereka. Hal yang tak kalah signifikan adalah respons afektif siswa terhadap pembelajaran berbasis animasi yang secara konsisten menunjukkan tendensi positif ditandai dengan meningkatnya antusiasme dan keterlibatan aktif selama sesi pembelajaran berlangsung. Berdasarkan keseluruhan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa media animasi digital berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif dalam menunjang peningkatan literasi sastra siswa di jenjang SMP.
STRATEGI MENINGKATKAN KINERJA BELAJAR MELALUI PROGRAM REMEDIAL DAN PENGAYAAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN Nia Andriana; Azima Rohatullayali; Siti Hardiyanti; Miftahul Najwa; Putri Nabila; Firda Mardatillah; Laysha Nuzzilla
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11101

Abstract

ABSTRACT Learning success is an important indicator in achieving educational goals. However, not all students are able to achieve optimal learning mastery due to differences in abilities and learning styles. Therefore, teachers need appropriate learning strategies through remedial and enrichment programs to accommodate students’ learning needs. This study aims to examine the role of remedial and enrichment programs in improving students’ learning success. This study employed a Literature Review method with a descriptive qualitative approach. Data were obtained from relevant journal articles and books through the Google Scholar, Garuda, and DOAJ databases. The research stages included identification, selection, and analysis of 15 literatures related to remedial programs, enrichment, and learning success. The results of the study indicate that remedial programs help students achieve learning mastery through improvements in the learning process, while enrichment programs help develop conceptual understanding, creativity, and students’ critical thinking skills. In addition, the implementation of remedial and enrichment programs supported by learning assessment can improve the effectiveness and quality of learning. Therefore, remedial and enrichment programs are important strategies in improving students’ learning success. ABSTRAK Keberhasilan dalam proses pembelajaran merupakan indikator penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Namun, tidak semua peserta didik mampu mencapai ketuntasan belajar secara optimal karena adanya perbedaan kemampuan dan gaya belajar. Oleh karena itu, guru memerlukan strategi pembelajaran yang tepat melalui program remedial dan pengayaan untuk mengakomodasi kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran program remedial dan pengayaan dalam meningkatkan keberhasilan belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari artikel jurnal dan buku yang relevan melalui database Google Scholar, Garuda, dan DOAJ. Tahapan penelitian meliputi identifikasi, seleksi, dan analisis 15 literatur yang berkaitan dengan remedial, pengayaan, dan keberhasilan pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa program remedial membantu peserta didik mencapai ketuntasan belajar melalui perbaikan proses pembelajaran, sedangkan program pengayaan membantu mengembangkan pemahaman konsep, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Selain itu, penerapan remedial dan pengayaan yang didukung asesmen pembelajaran mampu meningkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, program remedial dan pengayaan menjadi strategi penting dalam meningkatkan keberhasilan belajar peserta didik.
PARTISIPASI ANGGOTA EKSTRAKURIKULER MARCHING BAND TERHADAP PRESTASI DI SMA NEGERI 1 INDRALAYA Tamara Dwi Putri; Fitri Novita Sari; Syarifuddin Syarifuddin; Rani Oktapiani
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11139

Abstract

and to describe the accomplishments attained at SMA Negeri 1 Indralaya. Extracurricular activities play an important role in shaping character, improving discipline, and developing students’ teamwork skills. This study employed a descriptive quantitative approach, with data collected through questionnaires distributed to marching band members. The data were analyzed to determine the level of member participation and extracurricular accomplishments. The results indicate that the level of member participation is relatively high, as reflected in active involvement in practice sessions, discipline in arriving on time, willingness to participate in competitions, and the ability to work together effectively within the team. The SMA Negeri 1 Indralaya marching band also demonstrated notable competitive results in various events, such as the Mayor’s Championship, Regional Championship, and Musi Soundsport Competition. The findings of this study illustrate that the level of participation among marching band extracurricular members is relatively high and is accompanied by attaining competitive success in various competitions. Therefore, continuous support from the school and coaches is needed to improve the quality of activities and sustain the results that have been achieved. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat partisipasi anggota ekstrakurikuler marching band serta menggambarkan prestasi yang dicapai di SMA Negeri 1 Indralaya. Kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta mengembangkan kemampuan kerja sama siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui angket yang disebarkan kepada anggota marching band. Data dianalisis untuk mengetahui tingkat partisipasi anggota dan pencapaian prestasi ekstrakurikuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi anggota tergolong tinggi, yang ditandai dengan keterlibatan aktif dalam latihan, kedisiplinan hadir tepat waktu, kemauan mengikuti perlombaan, serta kemampuan bekerja sama secara efektif dalam waktu. Marching band SMA Negeri 1 Indralaya juga menunjukkan pencapaian prestasi dalam berbagai kompetisi, seperti Kejuaraan Wali Kota, Kejuaraan Daerah, dan Musi Soundsport Competition. Temuan penelitian ini memberikan gambaran bahwa tingkat partisipasi anggota ekstrakurikuler marching band tergolong tinggi dan diikuti dengan pencapaian prestasi dalam berbagai kompetisi. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah dan pembina untuk meningkatkan kualitas kegiatan serta mempertahankan prestasi yang telah dicapai. 
EFEKTIVITAS SENAM AEROBIK LOW IMPACT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN Tuti Alawiyah; Sukendro; Winda Sherly Utami
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11220

Abstract

ABSTRACT Gross motor skills are an important aspect of early childhood development because they are related to body movement coordination, balance, agility, and physical strength. The problem addressed in this study was the low level of gross motor skills among children, indicating the need for activities that can optimally stimulate their development. One of the efforts implemented was low-impact aerobic exercise. This study aimed to determine the effectiveness of low-impact aerobic exercise on the gross motor skills of children aged 5–6 years at TK Garuda, Pamenang District. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental design using the One Group Pretest-Posttest Design model. The research sample consisted of 24 children aged 5–6 years at TK Garuda, Pamenang District, selected through total sampling. Data were collected through observation using a gross motor skills assessment sheet. The data were analyzed using descriptive statistics and hypothesis testing through the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed an improvement in children’s gross motor skills after the treatment, indicating that low-impact aerobic exercise was effective in improving gross motor skills among children aged 5–6 years. The pretest results showed a score of 430 out of an ideal score of 576, with an average score of 17.92 and an achievement percentage of 74.65%. After the implementation of low-impact aerobic exercise, the posttest score increased to 473 out of 576, with an average score of 19.71 and an achievement percentage of 82.12%. The hypothesis test results showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, meaning that H₀ was rejected and Hₐ was accepted. ABSTRAK Kemampuan motorik kasar merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena berkaitan dengan koordinasi gerakan tubuh, keseimbangan, kelincahan, serta kekuatan fisik anak. Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan motorik kasar anak, sehingga diperlukan kegiatan yang dapat menstimulasi perkembangan tersebut secara optimal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan senam aerobik low impact. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam aerobik low impact terhadap kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di TK Garuda Kecamatan Pamenang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental design melalui model One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 24 anak usia 5–6 tahun di TK Garuda Kecamatan Pamenang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan lembar penilaian kemampuan motorik kasar anak. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik kasar anak setelah diberikan perlakuan sehingga senam aerobik low impact efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun. Pada hasil pretest diperoleh skor sebesar 430 dari skor ideal 576 dengan rata-rata 17,92 dan persentase ketercapaian 74,65%. Setelah diberikan perlakuan berupa senam aerobik low impact, hasil posttest meningkat menjadi 473 dari skor ideal 576 dengan rata-rata 19,71 dan persentase ketercapaian 82,12%. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima.