cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 272 Documents
PENGARUH DEEP LEARNING, KREATIVITAS, MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI MANAJEMEN PERKANTORAN LAYANAN BISNIS (MPLB) PADA MATA PELAJARAN MANAJEMEN PERKANTORAN DI SMK Lala, Meirliani; Tamboto, Henry J.D; Kandori, Iwan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.10813

Abstract

The purpose of this study is to examine the influence of deep learning, creativity, and learning interest on students’ learning outcomes in the Office Management subject at SMK Kristen 2 Tomohon. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 44 eleventh-grade students from the Office Management and Business Services (MPLB) program, with 40 respondents selected as the sample using the Slovin formula. Questionnaires and student academic records were used to collect data. The research instruments were checked for validity and reliability before data processing, and were found to meet the required assumptions. Multiple linear regression was used to analyze the data using SPSS software. The F-value of 7.814 with a significance level below 0.05 indicates that deep learning, creativity, and learning interest all have a substantial impact on student learning outcomes simultaneously. Partially, each variable also demonstrates a significant influence, namely deep learning (t = 3.200; sig = 0.003), creativity (t = 3.548; sig = 0.001), and learning interest (t = 2.868; sig = 0.007). The coefficient of determination (R²) is 0.568, indicating that 56.8% of the variation in learning outcomes can be explained by these three variables, while the remaining percentage is influenced by other factors not examined in this study. These findings suggest that enhancing students’ learning interest, fostering creativity, and improving the quality of instructional practices contribute positively to achieving better learning outcomes. Therefore, the implementation of innovative and student-centered learning strategies is essential to improve educational quality. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran siswa pada mata Pelajaran Manajemen Perkantoran di SMK Kristen 2 Tomohon dipengaruhi oleh pembelajaran mendalam, kreativitas, dan minat belajar. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dan metodologi kuantitatif. Algoritma Slovin digunakan untuk mengidentifikasi sampel sebanyak 40 responden dari 44 peserta didik kelas 11 program keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) yang menjadi populasi penelitian. Kuesioner dan pencatatan peringkat hasil belajar digunakan sebagai metode pengumpulan data. Sebelum pengolahan data, instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya dan ditemukan memenuhi asumsi tradisional. Regresi linier berganda digunakan dalam analisis data dengan SPSS. Nilai F sebesar 7,814 dengan ambang signifikansi kurang dari 0,05 menunjukkan bahwa faktor pembelajaran mendalam, kreativitas, dan minat belajar secara bersamaan memiliki dampak yang substansial terhadap hasil belajar siswa. Pembelajaran mendalam (t = 3,200; sig = 0,003), kreativitas (t = 3,548; sig = 0,001), dan minat belajar (t = 2,868; sig = 0,007) Adalah tiga variabel lain yang juga memiliki dampak signifikan. Dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,568, ketiga variabel ini menjelaskan 56,8% variasi dalam hasil belajar, dengan bagian yang tersisa dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meningkatkan minat belajar siswa, menumbuhkan kreativitas, dan meningkatkan kualitas pengajaran dan membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan penerapan teknik pembelajaran yang kreatif dan berpusat pada siswa.
IMPLEMENTASI DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PAI : ANALISIS INTERAKSI PESERTA DIDIK DI SMK Rizki, Habib Fathur; Akhmansyah, Muhammad; Rahmatika, Zahra
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.10814

Abstract

This study aims to analyze the implementation of a deep learning approach in Islamic Religious Education (PAI) to enhance student interaction at SMKN 5 Bandar Lampung. The research is motivated by the low level of student interaction in PAI learning, which is still dominated by conventional and rote-based approaches. This study employed a qualitative phenomenological design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques, with data validity ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that the application of deep learning through mindful learning, meaningful learning, and joyful learning significantly improves teacher–student and student–student interactions through reflective dialogue, collaborative discussions, and contextual learning experiences. Supporting factors include teachers’ pedagogical competence, student readiness, and institutional support, while inhibiting factors involve limited instructional time and varied student motivation. The implementation of deep learning in Islamic Education (PAI) not only enhances students’ cognitive understanding but also fosters reflective, social, and spiritual learning experiences through dialogic interaction as a socio-religious construct, while contributing theoretically by extending deep learning into spiritual learning and developing a spiritual pedagogy based on socio-religious interaction.. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk meningkatkan interaksi peserta didik di SMKN 5 Bandar Lampung. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya interaksi belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI yang masih didominasi metode konvensional dan berorientasi pada hafalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan deep learning melalui integrasi mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning mampu meningkatkan interaksi pendidik dengan peserta didik serta peserta didik dengan peserta didik, baik dalam bentuk dialog reflektif, diskusi kolaboratif, maupun keterlibatan aktif dalam mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata. Faktor pendukung implementasi meliputi kompetensi pedagogik pendidik, kesiapan peserta didik, dan dukungan lingkungan sekolah, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu dan heterogenitas motivasi belajar peserta didik. Implementasi deep learning dalam pembelajaran PAI terbukti tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif, tetapi juga membentuk pengalaman belajar reflektif, sosial, dan spiritual melalui interaksi dialogis sebagai konstruksi sosial-religius, sekaligus menghasilkan kontribusi teoritik berupa perluasan deep learning menjadi spiritual learning dan pengembangan konsep spiritual pedagogy berbasis interaksi sosial-religius.  
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS DEEP LEARNING DAN PROBLEM BASED LEARNING PADA KONFIGURASI ELEKTRON KELAS X-1 Mudjanto, Radityo Romadi; Rudi, La; Esnawi, Esnawi
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.10815

Abstract

Research on the development of deep learning-based teaching modules  with the Problem Based Learning model  on electron configuration materials aims to determine the feasibility, response of students and teachers, and its effectiveness on student learning outcomes. The method used is Research and Development (R&D) with a 4-D development model which includes the define, design, develop, and disseminate stages. However, this research is only limited to  the development stage  which includes product development and trials limited to 12 students. Data was collected through expert validation sheets, teacher and student response questionnaires, and learning outcome tests, then analyzed descriptively quantitative and the effectiveness of the modules were analyzed using N-Gain. Based on the results of the limited trial, it was shown that the teaching modules developed were feasible and practical to use, and the N-Gain analysis  showed that 75% of students were in the high category, 25% in the medium category, and there was no low category, with an average N-Gain of 0.77 (high category). This shows that deep learning-based teaching modules  with the Problem Based Learning  model are effective in improving student learning outcomes in electron configuration materials. ABSTRAKPenelitian pengembangan modul ajar berbasis deep learning dengan model Problem Based Learning pada materi konfigurasi elektron bertujuan untuk mengetahui kelayakan, respons peserta didik dan guru, serta efektivitasnya terhadap hasil belajar peserta didik. Metode yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Namun, penelitian ini hanya dibatasi sampai tahap develop yang mencakup pengembangan produk dan uji coba terbatas pada 12 peserta didik. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respons guru dan peserta didik, serta tes hasil belajar, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan efektivitas modul dianalisis menggunakan N-Gain. Berdasarkan hasil uji coba terbatas menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan layak dan praktis digunakan, serta analisis N-Gain menunjukkan bahwa 75% peserta didik berada pada kategori tinggi, 25% kategori sedang, dan tidak terdapat kategori rendah, dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,77 (kategori tinggi). Hal ini menunjukkan bahwa modul ajar berbasis deep learning dengan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi konfigurasi elektron.  
PENGARUH TEKNIK MODELING SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN EMPATI SISWA Putra, Aji Dupa Prita; Mustakim, Mustakim; Hartati, Aluh
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10961

Abstract

ABSTRACT Empathy is an important aspect of students’ social development because it plays a significant role in building positive interpersonal relationships within the school environment. However, low levels of empathy among some students may affect their social interactions and daily behavior. This study aimed to determine the effect of the modeling technique on improving the empathy of eleventh-grade students at SMAN 1 Lingsar in the 2019/2020 academic year. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design. The sampling technique used was purposive sampling, with a population of 184 students and a research sample of 10 students. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, while observation, interviews, and documentation were used as supporting data. Data analysis using the t-test indicated that the calculated t value was higher than the t table value at the 5% significance level. The findings revealed that the modeling technique had a positive effect on increasing students’ empathy through the process of observing and imitating positive social behaviors. Therefore, the modeling technique can be used as an alternative guidance and counseling strategy to enhance students’ empathy in the school environment. ABSTRAK Empati merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan sosial siswa karena berperan dalam membangun hubungan interpersonal yang positif di lingkungan sekolah. Namun, rendahnya kemampuan empati pada sebagian siswa dapat memengaruhi interaksi sosial dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik modeling terhadap peningkatan empati siswa kelas XI SMAN 1 Lingsar Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah populasi sebanyak 184 siswa dan sampel penelitian sebanyak 10 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui angket sebagai instrumen utama, sedangkan observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Analisis data menggunakan uji t-test yang menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar dibandingkan t tabel pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik modeling memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan empati siswa melalui proses pengamatan dan peneladanan perilaku sosial yang baik. Dengan demikian, teknik modeling dapat digunakan sebagai salah satu strategi layanan bimbingan dan konseling untuk membantu meningkatkan empati siswa di lingkungan sekolah.
PENGARUH STORYTELLING UNTUK MENINGKATKAN SIKAP KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI Cintawati, Cintawati; Mustakim, Mustakim; Najamuddin, M.
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10962

Abstract

ABSTRACT Playing is an important activity in early childhood development because through play children learn to understand their environment, build social experiences, and develop independent attitudes in everyday life. However, in reality, there are still children aged 5–6 years who show a high level of dependence on teachers and parents in completing learning activities and simple tasks at school. This condition indicates the need for learning strategies that are able to stimulate the development of children’s independence more optimally. This study aims to determine the effect of storytelling techniques on the independence attitude of children aged 5–6 years at TK Hati Ceria in the 2019/2020 academic year. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental design through a one-group pre-test and post-test design. Data were collected through observation as the primary method, while interviews and documentation were used as supporting data. The findings showed that the application of storytelling techniques was able to improve children’s independence, as reflected in increased confidence, responsibility, and the ability to carry out learning activities independently. These findings indicate that storytelling techniques not only function as entertainment media but are also effective as learning strategies to instill independence values in early childhood. The novelty of this study lies in the use of storytelling techniques as an educational approach to develop children’s independence in a more contextual and communicative early childhood education setting. ABSTRAK Bermain merupakan aktivitas penting dalam perkembangan anak usia dini karena melalui kegiatan bermain anak dapat belajar memahami lingkungan, membangun pengalaman sosial, dan mengembangkan sikap mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pada kenyataannya masih ditemukan anak usia 5–6 tahun yang menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap guru maupun orang tua dalam menyelesaikan aktivitas belajar dan tugas sederhana di sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang mampu menstimulasi perkembangan kemandirian anak secara lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik cerita terhadap sikap kemandirian anak usia 5–6 tahun di TK Hati Ceria Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui one group pre-test dan post-test design. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi sebagai metode utama, sedangkan wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik cerita mampu meningkatkan sikap kemandirian anak, yang ditandai dengan meningkatnya keberanian, tanggung jawab, dan kemampuan anak dalam melakukan aktivitas belajar secara mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik cerita tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran untuk menanamkan nilai kemandirian pada anak usia dini. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan teknik cerita sebagai pendekatan edukatif dalam mengembangkan sikap kemandirian anak pada konteks pendidikan anak usia dini secara lebih kontekstual dan komunikatif.
PENGARUH ROLE PLAYING TERHADAP SIKAP PERCAYA DIRI ANAK USIA DINI Handriyani, Dewi; Mustakim, Mustakim; Kartiani, Baiq Sarlita
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10963

Abstract

ABSTRACT Self-confidence is an important aspect of early childhood social-emotional development that needs to be fostered from an early age through active and enjoyable learning processes. However, in reality, there are still children who lack the courage to perform, experience difficulties in interacting, and are unable to express themselves optimally during classroom activities. This study aimed to determine the effect of the role-playing method on the self-confidence of early childhood students at PAUD Al Hidayah Kopang in the 2019/2020 academic year. This study employed a quantitative approach with a simple experimental design. The research subjects consisted of 20 children selected as the research sample. Data were collected through observations of children’s self-confidence behaviors before and after the implementation of the role-playing method, while data analysis was conducted using the t-test. The findings revealed that the t-count value of 2.185 was higher than the t-table value of 2.103 at a 5% significance level with 19 degrees of freedom. These findings indicate that the role-playing method had a positive effect on improving children’s self-confidence, particularly in terms of communication skills, willingness to perform in front of the class, and interaction with peers. Therefore, the role-playing method can be considered an effective alternative learning strategy to support the optimal social-emotional development of early childhood learners. ABSTRAK Rasa percaya diri merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang perlu dikembangkan sejak dini melalui proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Namun, pada kenyataannya masih terdapat anak yang kurang berani tampil, sulit berinteraksi, dan belum mampu mengekspresikan diri secara optimal dalam kegiatan belajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bermain peran terhadap rasa percaya diri anak usia dini di PAUD Al Hidayah Kopang Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen sederhana. Subjek penelitian berjumlah 20 anak yang dipilih sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap perilaku percaya diri anak sebelum dan sesudah penerapan metode bermain peran, sedangkan analisis data menggunakan uji t (t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 2,185 lebih besar dibandingkan ttabel sebesar 2,103 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan 19. Temuan tersebut menunjukkan bahwa metode bermain peran memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan rasa percaya diri anak, terutama dalam keberanian berkomunikasi, tampil di depan kelas, dan berinteraksi dengan teman sebaya. Dengan demikian, metode bermain peran dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini secara lebih optimal.
DRILLING SHADOW MENINGKATKAN KETEPATAN SERVIS PENDEK BACKHAND BULUTANGKIS SISWA SMA Alhakim, Muhammad Roy; Syarifoeddin, Elya Wibawa; Adawiyah, Siti Robiatul
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10971

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low accuracy of backhand short serves among badminton extracurricular students at MAN 2 Mataram. The common errors observed included inappropriate racket grip position, unstable shuttlecock contact, and inconsistent serve direction over the net toward the target area. This study aimed to determine the effect of backhand short-service drilling with a shadow start on the accuracy of backhand short serves among badminton extracurricular students at MAN 2 Mataram in 2025. The research used an experimental method with a one-group pre-test post-test design. The sample consisted of 20 students selected through a population study. The research instrument was a backhand short-serve accuracy test consisting of 20 service attempts directed toward the target area. The treatment was conducted for six weeks with 18 training sessions through progressive backhand short-service drilling with a shadow start. The data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, Levene's homogeneity test, and the paired sample t-test. The results showed that the mean pre-test score of 37.00 increased to 71.40 in the post-test. The data were normally distributed and homogeneous, while the paired sample t-test showed a t-value of 22.05 with p < 0.001. Therefore, backhand short-service drilling with a shadow start significantly improved the accuracy of backhand short serves among badminton extracurricular students at MAN 2 Mataram. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya ketepatan servis pendek backhand siswa ekstrakurikuler bulutangkis MAN 2 Mataram. Kesalahan yang sering muncul adalah posisi pegangan raket kurang tepat, perkenaan shuttlecock tidak stabil, dan arah servis belum konsisten melewati net menuju bidang sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan drilling servis pendek backhand dengan awalan shadow terhadap ketepatan servis pendek backhand siswa ekstrakurikuler bulutangkis MAN 2 Mataram tahun 2025. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa yang diambil menggunakan studi populasi. Instrumen penelitian berupa tes ketepatan servis pendek backhand dengan 20 kesempatan servis ke bidang sasaran. Perlakuan diberikan selama enam minggu sebanyak 18 pertemuan melalui latihan drilling servis pendek backhand berawalan shadow dengan peningkatan set dan repetisi secara bertahap. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 37,00 meningkat menjadi 71,40 pada posttest. Data berdistribusi normal dan homogen, sedangkan hasil paired sample t-test menunjukkan t-hitung sebesar 22,05 dengan p < 0,001. Dengan demikian, latihan drilling servis pendek backhand dengan awalan shadow berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan servis pendek backhand siswa ekstrakurikuler bulutangkis MAN 2 Mataram.
GATED OBSTACLE DAN STAIR STEP ROLL DRILL MENINGKATKAN DRIBBLING FUTSAL Asshidiq, Rahman; Kusuma, Lalu Sapta Wijaya; Hulfian, Lalu
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10973

Abstract

ABSTRACT Dribbling ability is one of the essential skills in futsal because it is closely related to ball control, change of direction, and the player’s ability to create attacking space in fast-paced game situations. The problem identified among the futsal players of SMA Negeri 1 Gunungsari was that their dribbling ability was still not optimal, particularly in maintaining ball control and changing direction within limited space. This study aimed to analyze the effect of gated obstacle and stair step roll drill training on the dribbling ability of futsal players. The study employed a quantitative approach using an experimental method with a two-group pretest-posttest design. The sample consisted of 14 extracurricular futsal players selected through purposive sampling and divided into two treatment groups. The research instrument used was a dribbling ability test measured in seconds. The training program was conducted for four weeks with a frequency of three sessions per week. Data were analyzed using descriptive statistics and a paired sample t-test. The results showed that both gated obstacle and stair step roll drill training had a significant effect on improving the dribbling ability of futsal players. Obstacle-based training tended to be more effective in improving change of direction and movement efficiency, while sole roll-based training was more supportive of ball control and foot-touch coordination. These findings indicate that training methods specifically designed according to the characteristics of futsal can be used as alternative technical dribbling training programs at the high school level. ABSTRAK Kemampuan dribbling merupakan salah satu keterampilan penting dalam permainan futsal karena berkaitan dengan kontrol bola, perubahan arah, dan kemampuan pemain menciptakan ruang serangan pada situasi permainan cepat. Permasalahan yang ditemukan pada pemain futsal SMA Negeri 1 Gunungsari adalah kemampuan dribbling yang belum optimal, terutama dalam menjaga kontrol bola dan melakukan perubahan arah pada ruang sempit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan gated obstacle dan stair step roll drill terhadap kemampuan dribbling pemain futsal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain two group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 14 pemain ekstrakurikuler futsal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan. Instrumen penelitian menggunakan tes kemampuan dribbling dalam satuan detik. Perlakuan latihan dilaksanakan selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali pertemuan setiap minggu. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan gated obstacle dan stair step roll drill sama-sama memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan dribbling pemain futsal. Latihan berbasis rintangan cenderung lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan perubahan arah dan efisiensi gerak, sedangkan latihan berbasis sole roll lebih mendukung kontrol bola dan koordinasi sentuhan kaki. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa latihan yang bersifat spesifik terhadap karakter permainan futsal dapat digunakan sebagai alternatif program latihan teknik dribbling pada tingkat sekolah menengah.
BOLA BAKAR MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK SISWA SEKOLAH DASAR Febrian, Rizky; Kurniawan, Edi; Ikhsan, Muhammad
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10978

Abstract

ABSTRACT Motor skills are an important aspect of physical education because they are closely related to movement ability, participation in physical activities, and the physical development of elementary school children. The lack of variation in learning activities may cause students to be less physically active, resulting in suboptimal motor skill development. This study aimed to analyze the effect of the slag ball game on improving the motor skills of students at SDN 3 Kebon Ayu in 2025. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 40 students divided into a control group and an experimental group, with 20 students in each group. The experimental group received slag ball game treatment for eight weeks with a frequency of three sessions per week, while the control group participated in regular learning activities without special treatment. Motor skill measurement was conducted using the Movement Assessment Battery for Children-Second Edition (MABC-2), which includes manual dexterity, aiming and catching, and balance components. Data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, paired sample t-test, and independent sample t-test. The results showed that the slag ball game significantly improved students’ motor skills compared to conventional learning activities. The game activities involving running, throwing, catching, hitting, and maintaining balance provided more active and structured movement experiences for elementary school students. ABSTRAK Keterampilan motorik merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan jasmani karena berkaitan dengan kemampuan gerak, partisipasi aktivitas fisik, serta perkembangan fisik anak sekolah dasar. Rendahnya variasi aktivitas pembelajaran dapat menyebabkan siswa kurang aktif bergerak sehingga perkembangan keterampilan motoriknya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan bola bakar terhadap peningkatan keterampilan motorik siswa SDN 3 Kebon Ayu tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental melalui desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, masing-masing terdiri atas 20 siswa. Kelompok eksperimen memperoleh perlakuan berupa permainan bola bakar selama delapan minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran biasa tanpa perlakuan khusus. Pengukuran keterampilan motorik menggunakan instrumen Movement Assessment Battery for Children-Second Edition (MABC-2) yang meliputi aspek manual dexterity, aiming and catching, dan balance. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan bola bakar mampu meningkatkan keterampilan motorik siswa secara signifikan dibandingkan pembelajaran biasa. Aktivitas permainan yang melibatkan gerak berlari, melempar, menangkap, memukul, dan menjaga keseimbangan memberikan pengalaman gerak yang lebih aktif dan terstruktur bagi siswa sekolah dasar.
VARIASI SERVIS DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP KETEPATAN SERVIS PUNGGUNG SEPAK TAKRAW Adryanzah, Rangga Juli; Yundarwati, Susi; Nurdin, Nurdin
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10982

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low accuracy of back serve skills among sepak takraw extracurricular participants at SMAN 1 Plampang, as indicated by inaccurate service direction, balls going out of bounds, and serves that were easily anticipated by opponents. The study aimed to analyze the effect of pecing pad training and peer-toss training, the effect of leg length, and the interaction between both variables on back serve accuracy in sepak takraw. The study employed a quasi-experimental method using a 2×2 factorial design. The sample consisted of 24 sepak takraw extracurricular participants who were divided into four treatment groups based on training model and leg length category. The research instruments included a leg length measurement test and a back serve accuracy test with 20 serving attempts. Data were analyzed using normality testing, homogeneity testing, two-way ANOVA, and Tukey’s post hoc test at a significance level of 0.05. The results showed that peer-toss training produced greater improvement in back serve accuracy compared to pecing pad training. Participants with longer legs also demonstrated better serve performance than those with shorter legs. In addition, there was a significant interaction between training model and leg length on back serve accuracy. These findings indicate that dynamic training methods are more effective in improving motor adaptation and serve accuracy when adjusted to participants’ anthropometric characteristics. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya ketepatan servis punggung peserta ekstrakurikuler sepak takraw SMAN 1 Plampang yang ditunjukkan melalui kesalahan arah servis, bola keluar lapangan, dan servis yang mudah diantisipasi lawan. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh latihan pecing pad dan lambungan teman, pengaruh panjang tungkai, serta interaksi kedua variabel terhadap ketepatan servis punggung sepak takraw. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan rancangan faktorial 2×2. Sampel penelitian berjumlah 24 peserta ekstrakurikuler sepak takraw yang dibagi ke dalam empat kelompok perlakuan berdasarkan model latihan dan kategori panjang tungkai. Instrumen penelitian menggunakan tes pengukuran panjang tungkai dan tes ketepatan servis punggung dengan 20 kesempatan servis. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, analisis varians dua jalur (two way ANOVA), dan uji lanjut Tukey pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan lambungan teman memberikan peningkatan ketepatan servis yang lebih baik dibandingkan latihan pecing pad. Peserta dengan tungkai panjang juga menunjukkan hasil servis yang lebih tinggi dibandingkan peserta bertungkai pendek. Selain itu, ditemukan adanya interaksi antara model latihan dan panjang tungkai terhadap ketepatan servis punggung. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan dengan karakter dinamis lebih efektif dalam meningkatkan adaptasi gerak dan akurasi servis apabila disesuaikan dengan karakteristik antropometri peserta.