cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas dikalangan praktisi dan akademisi di Indonesia sebagai 'The Indonesian Journal for the Science of Management' yang mencakup bidang-bidang antara lain: Knowledge and People Management, Operations and Performance Management, Business Risk, Finance and Accounting, Entrepreneurship, Strategic Business and Marketing and Decision Making and Strategic Negotiation. Jurnal Manajemen Teknologi ( ManTek ) sudah terakreditasi "B" berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 81/DIKTI/Kep/2011. Masa Berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. Dan terindeks oleh Indonesian Publication Index (IPI), Google Schoolar. Print ISSN: 1412-1700; Online ISSN: 2089-7928
Arjuna Subject : -
Articles 469 Documents
Analisis pengaruh internet marketing terhadap pembentukan word of mouth and brand awareness untuk memunculkan intention to buy Andriyanto, Richard Darmawan; Haryanto, Jony Oktavian
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 9, No 1 2010
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.825 KB)

Abstract

The purposes of this research are to prove whether internet marketing does give positive influence to the formation of brand awareness and word of mouth, then whether if  internet marketing is directly give positive  influence  to  formation  of  intention  to  buy.  Furthermore,  the  writer  wants  to  analyze  the relationship between brand awareness and word of mouth to create intention to buy.  The data was analyzed using structural equation modeling with Amos software. Sample of this research was 130 respondents who are taken by judgment sampling.This research found that internet marketing positively influence brand awareness and word of mouth, but it does not directly give positive influence to intention to buy. Brand awareness also does not give positive influence to word of mouth. Both brand awareness and word of mouth do influence positively to formation of intention to buy.Keywords: Internet Marketing, Brand Awareness, Word of Mouth, Intention to Buy
Pengembangan Platform Inovasi dan Kewirausahaan (IES) dengan menggunakan Perspektif Servis Sains: Studi Kasus LPIK ITB Novani, Santi; Suryana, Lisandy Arinta; Putro, Utomo Sarjono; Supangkat, Suhono Harso
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16198.838 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2017.16.1.2

Abstract

Abstract. The Institute for Innovation and Entrepreneurship (LPIK) is a hub to facilitate and bridge between ITB inventor and Entrepreneurial to interact with the Industry to co-create the value and to commercialize the technology. This institute is under Vice-rector of innovation and partnership of ITB. The study aims to analyze the current situation and propose a web-based platform to facilitate the interaction among the stakeholders in LPIK effectively and efficient. Service science perspective will be used in this study, start from the problem identification until solution development. The methodology was used is the qualitative approach, i.e., focus group discussion (FGD), survey and strategic assumption surfacing and testing (SAST). The finding is the assumption based on the importance, and the certain level of IES development is relevance (absolutely importance-very certain). The other assumption is considered as a factor which influence IES performance is accuracy, customization, content, timeliness, quality of interaction and also format.Keywords: IES (Innovation Entrepreneurship System) , platform, service science, strategic assumption surfacing and testing (SAST), value co-creationAbstrak. Lembaga pengembangan inovasi dan kewirausahaan (LPIK) adalah lembaga dibawah Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Kewirausahaan (WRIM) yang bertujuan sebagai hub dan fasilitator untuk menjembatani inovasi inventor ITB dan kewirausahaan untuk dapat berinteraksi dengan Industri (user) dalam menciptakan nilai (value co-creation) dan komersialiasi teknologi.  Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan platform yaitu aplikasi berbasis web yang bisa memfasilitasi interaksi antar pemangku kepentingan yang terlibat dalam aktivitas LPIK secara efektif dan efisien. Aplikasi yang dibuat berdasarkan kebutuhan dari para pengguna yaitu tenan inkubator LPIK dan juga inventor serta industri. Dalam studi ini menggunakan sudut pandang servis sains dalam keseluruhan proses penelitian, mulai dari identifikasi hingga pengembangan solusi dari permasalahan. Metodologi yang dipergunakan dalam studi ini adalah dengan pendekatan kualitatif, yaitu focus group discussion (FGD), survey serta pengolahannya menggunakan metode strategic assumption surfacing dan testing (SAST). Dari hasil dengan SAST diperoleh asumsi yang paling penting dan paling pasti dalam pengembangan IES kedepan yaitu relevansi, artinya informasi yg disediakan pada website IES harus relevan. Kemudian asumsi yang lainnya yang penting dan adalah akurasi, yaitu IES harus memiliki tingkat akurasi aplikasi yang tinggi, kustomisasi (IES harus menyediakan informasi yang menarik, dan tampilan yang familiar), konten (kelengkapan isi dan kualitas informasi web), ketepatan (timeliness, Informasi yang ditampilkan pada website IES tepat waktu dan sifatnya mutakhir), dan kualitas berinteraksi dengan pengelola web IES melalui forum kolaborasi, kemudahan dalam menggunakan IES serta layanannya dan kecepatan dalam menggunakan aplikasi. Untuk asumsi fitur lainnya adalah format yang mampu memberikan informasi sesuai format yang dibutuhkan adalah faktor yang dipertimbangkan dalam mempengaruhi performansi sistem IES.Katakunci: IES (Innovation Entrepreneurship System) , platform, service science, strategic assumption surfacing and testing (SAST), value co-creation 
Peran Modal lntelektual dalam Kerjasama Bisnis untuk Penciptaan Nilai Rantai Pasok (Supply Chain Values) Parung, Joniarto
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 7, No 1 2008
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.597 KB)

Abstract

Berbagai fakta telah dikemukan oleh para peneliti dan praktisi yang menekankan, bahwa perhatian terhadap modal intelektual merupakan hal penting bagi perkembangan bisnis.Pengendalian yang baik terhadap modal intelektual secara langsung dan tidak langsung diharapkan akan memberi manfaat signifikan dalam kerjasama bisnis. Namun pertanyaan yang seringkali muncul dalam kerjasama bisnis adalah seberapa besar peran faktor modal intelektual relatif terhadap sumberdaya lain dalam penciptaan nilai.Pertanyaan tersebut secara tersirat juga memunculkan pertanyaan baru, yaitu seberapa besar peran organisasi dengan modal intelektualnya dalam meningkatkan nilai atas kerjasama bisnis tersebut. Makalah ini menunjukkan bagaimana dan berapa besar peran modal intelektual dan sekaligus mendemonstrasikan cara menghitung peran atau kontribusi modal intelektual dalam kerjasama bisnis suatu rantai pasok. Kerjasama yang menjadi studi kasus pada makalah ini adalah kerjasama antara pemasok dan pemanufaktur penghasil produk rekayasa. Pengukuran menunjukkan, bahwa peran modal intelektual dalam kerjasama bisnis untuk organisasi yang berbasis teknologi sangat dominan terhadap peran sumberdaya fisik dan finansial. Katakunci: modal intelektual, nilai, manajemen rantai pasok, kerjasama bisnis
Back-Matter JMT Vol 14 No 2 2015 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.101 KB)

Abstract

Back-Matter JMT Vol 14 No 2 2015
Drama Theory sebagai Model dari dinamika konflik dalam permasalahan DAS Citarum Putro, Utomo Sarjono
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 4, No 2 2005
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5460.231 KB)

Abstract

Konflik adalah suatu yang selalu kita hadapi dalam hubungan antar manusia. Tidak bisa dihindari bahwa suatu ketika kita akan menghadapi konflik walaupun dengan konflik akan membuka peluang untuk berkolaborasi kalau kita mampu mengatasinya dengan baik. Demikian juga, kolaborasi bisa menjadi konfrontasi kalau kita tidak bisa mengelolanya dengan baik. Pertama-tama, paper ini akan menjelaskan tentang apa itu drama theory, dan untuk menjelaskannya dengan mudah adalah dengan membandingkannya game theory yang umum. Kemudian, artikel ini akan menjelaskan bagaimana drama theory bisa digunakan untuk menganalisis dinamika konflik yang muncul dalam kasus polusi sungai Citarum. Akhirnya, paper ini akan menunjukkan bagaimana seorang fasilitator (analis) dapat mengusulkan suatu penyelesaian untuk konflik tersebut yang mengarah kepada kolaborasi/kerjasama antar semua pihak yang terlibat. Katakunci: drama theory, dinamika konflik, analisis konfrontasi, negosiasi, polusi sungai Citarum.
The Protest of Tofu-Tempe Producers : A Content Analysis of Print Media hendarto, kresno agus; Dharmmesta, Basu Swastha; Purwanto, B M; Moeliono, Moira M.M
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 12, No 1 (2013)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tofu-tempe has been popular among the Indonesia people. Nearly all people have ever consumed them. However with the long draught in the last half century in United States of America, the price of soybean, the raw material of tofu-tempe, has increased significantly. Consequently, the producers of tofu-tempe in Jakarta protested. They stopped the production for 3 days from 25 to 27 July 2012. The relation between media and protest is transactional. On the one hand, the protesting group uses media to disseminate their activities. On the other hand, media needs news to report. The objective of this study is to describe the protest of tofu-tempe producers. Therefore, this study attempts to answer some questions: (i) what is the root caused and what have triggered the protest? (ii) what is the target and what is the objective of the protest? (iii) who is benefited by the protest? and (iv) why the producers participated in the protest? Data on the protest by tofu-tempe producers were collected from media and analyzed by content analysis. The results showed that the roots caused of the protest were: (a) inability of the government to provide self-sufficiency of soybean; and (b) inability of the government to control the supply of soybean at national level and the trigger of the protest was significant increase of soybean price. They have made the producers protested. The objective of the protest were: (a) taking over of soybean trade by the government; (b) elimination of import tariff for soybean; (c) socialization to the society that soybean price has increased so that the society can understand the increase of selling price; (d) subsidy to soybean price to the producers of tofu-tempe; and (e) showing to the government the suffering of producers of tofu-tempe after the soybean price increase. The targets of the protest were the government; and the people most benefited by the protest were soybean importers.  Keywords: protest, media, agenda setting, social dilemma theory, qualitative content analysis.
Pengaruh Mekanisme Corporate Governance terhadap Manajemen Laba dengan Pendekatan Conditional Revenue Model Asward, Ismalia; Lina, Lina
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1975.391 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2015.14.1.2

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh mekanisme corporate governance terhadap manajemen laba. Mekanisme corporate governance dalam penelitian ini diproksikan dengan konsentrasi kepemilikan, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komposisi dewan komisaris dan ukuran komite audit. Manajemen laba dalam penelitian ini diukur dengan conditional revenue model yang dikembangkan oleh Stubben (2010). Penelitian ini menggunakan sampel dari perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2010-2012. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh 128 perusahaan yang digunakan sebagai sampel. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan multiple regression analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi kepemilikan dan komposisi dewan komisaris berpengaruh signifikan negatif terhadap manajemen laba. Mekanisme corporate governance yang lain tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen laba.Kata kunci: Corporate Governance, Manajemen Laba, Conditional Revenue Model, Purposive Sampling, Multiple Regression Analysis. Abstract. The purpose of this study is to get the empirical evidence regarding the influence of corporate governance mechanisms on earnings management. This research uses the proxies of ownership concentration, institutional ownership, managerial ownership, proportion of independent commissioner on the board, and audit committee size as corporate governance mechanisms. Earnings management was measured conditional revenue model (Stubben 2010). The research sample consists of 188 firm-year observations of listed manufacturing companies in Indonesia Stock Exchange during 2010-2012. The analysis method used is multiple regression analysis.The result reveals that ownership concentration and proportion of independent commissioner on the board have negative influence on earnings management. The rest of corporate governance mechanisms have no influence on earnings management.Keywords: Corporate Governance, Earnings Management, Conditional Revenue Model, Purposive Sampling, Multiple Regression Analysis.
Faktor Penghalang dan Faktor Pembangun Keinginan Berwirausaha Istiyanto, A Imam
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 1, Juni 2002
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1721.721 KB)

Abstract

Pada tahap awal dari proses menjadi wirausahawan calon wirausahawan merasakan sejumlah Faktor Pembangun dan Faktor Penghalang. Apabila dalam perkembangannya intensitas pengaruh Faktor Penghalang menurun dan intensitas pengaruh Faktor Pembangun meningkat maka orang lebih mudah mendirikan usaha. Penelitian dengan menggunakan faktor yang dikemukakan oleh P. Richardson dan L Clarke. Pengambilan sampel dilakukan di kodya Bandung dengan obyek yang dikaji adalah para entrepreneur yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok yang tidak pernah bekerja sebelumnya dan pernah bekerja sebelumnya. Hasil pengolahan data menunjukkan adanya kesesuaian antara model dan penelitian mengenai Faktor-Faktor Penghalang dan Faktor- Faktor Pembangun dalam berwirausaha. Kecenderungan profil yang dominan terhadap kepemilikan Faktor Penghalang dan Faktor Pembangun menunjukkan bahwa untuk kelompok yang tidak pernah bekerja sebelumnnya adalah: jenis kelamin pria, pekerjaan ibu wirausaha, dan tidak mempunyai pengalaman berorganisasi. Sedangkan untuk kelompok yang pernah bekerja sebelumnya adalah: usia 36-50 tahun, pekerjaan ibu wirausaha dan mempunyai pengalaman berorganisasi.Katakunci: Faktor Penghalang, Faktor Pembangun, Kecenderungan Profil
Investigating the Transcription and Translation's Issues for an Australian PhD Conducting Intervews in Bahasa Indonesia Thoha, Nurianna
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 8, No 2 2009
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2318.043 KB)

Abstract

This paper discusses the issue of interviewing in a language other than English for a PhD study in an Australian University. The particular case of interviewing in Bahasa Indonesia language is discussed. The research paradigm is interpretive and the methodology is qualitative. This leads to the key issue of interpreting interviewees’ constructed meaning within one language and then through a process of translation providing an interpretation of meaning in a second language which remains ‘true’ to the original meaning offered by participants. The date were collected from seven large Indonesian Companies by using semi-structured interview which gave respondent the opportunity to tell their stories based on their own experiences because this study follows the tradition of ‘giving voice’ to respondents. Eight-eight interviews were conducted in Bahasa Indonesia and were recorded. All Eight-eight interviews were personally transcribed by the researcher. This ensured confidentially and allowed the researcher to get close to the data which facilitated sorting, coding and analysis. The transcription process involved an interpretive translation process from Bahasa Indonesia to English requiring extensive local knowledge not easly available to western researchers. The focus of this paper is on the difficulties that emerged during the transcription process since it involved a translation from Bahasa Indonesia to English. Because of different language structure between Bahasa Indonesia and English, a conscious research decision was made to create the second language translations as what I have termed ‘Bahasa English’. This hybrid language used English but with the nuances and language flow of Bahasa Indonesia. Other challenges were encountered during the analysis stage, with include not all Bahasa Indonesia word’s can be translated to English, and there are some terms that are used differently in Bahasa Indonesia and in English. The need to develop a sound basis with English-only speaking supervisors led to the development of some analysis strategies which will be reported in this paper.Keywords: transcription, translation, English, Bahasa Indonesia
Pengembangan Model Peningkatan Kompetensi Pekerja Domestik Indonesia di Malaysia Ananda, Muna Siva; Sukmawati, Anggraini; Syamsun, Muhammad; Ali, Noor Azman
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9226.138 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2016.15.3.4

Abstract

Abstrak. Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan suatu bentuk integrasi dalam sistem perdagangan bebas di seluruh Negara ASEAN. Indonesia sebagai anggota dari ASEAN memiliki peran yang cukup bersaing diantara Negara lainnya, akan tetapi salah satu persoalan yang dihadapi adalah permasalahan rendahnya tingkat daya saing. Pekerja domestik tidak terampil dari Indonesia menjadi latar belakang permasalahan komunikasi, kekerasan dan banyak kriminalitas lainnya di Malaysia. Faktanya, penempatan pekerja domestik Indonesia di Luar Negeri merupakan solusi terbaik dari pemerintah untuk mengatasi masalah pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan problematis dan menciptakan suatu model pengembangan untuk peningkatan kompetensi pekerja domestik Indonesia di Malaysia. Data akan dianalisis menggunakan metode Rich Picture dan The House Model. Hasil menunjukkan bahwa untuk membuat perencanaan visi dalam jangka waktu lima tahun ke depan, maka sangat diperlukan peningkatan relevansi wewenang pemerintah pusat, memperbaiki reputasi individu pekerja domestik dan bekerja sama antara pemerintah dengan agensi tenaga kerja. Hasil penelitian ini dapat menjadi implikasi bagi pemerintah maupun lembaga lainnya yang terkait dalam pelaksanaan model Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Pemerintah juga dapat menjadikan penelitian ini sebagai referensi dalam pengembangan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) kepada pekerja domestik Indonesia dengan adil dan efektif untuk meningkatkan strategi daya saingnya.Kata Kunci: Kompetensi, Pekerja Domestik Indonesia, Pelatihan, Rich Picture, The House Model Abstract. ASEAN Economic Community is an ASEAN Economic Integration in free trade system all around ASEAN. Indonesia as one of ASEAN Country has a role to compete with other countries, but one of the problems is competitiveness issues. Unskilled domestic workers from Indonesia being the background of miscommunication, workers abuse and many criminality problems in Malaysia. But in fact, placing Indonesian domestic workers in other countries is the best solution to unemployment issues in Indonesia. This study aimed to analyze the problematic situations and create a model that may affect the competency strategies to increase the competitiveness of Indonesian domestic workers in Malaysia. Data from the experts was analyzed using Rich Picture and The House Model. The result showed that in planning the vision for five years term is needed to Enhancing the relevant Governmental Authorities, Establishing the individual reputation and Collaborating between Government and agencies involved. This strategies had been formulated to increase the human resource competencies with Competency-Based Training (CBT). Training and development conducted in Indonesia before placement in abroad is the ways to build workers' quality and then could compete with domestic workers from the Philippines and other countries in Malaysia. The research findings are expected to have implications on government and institutions in the process competency based training models. The government was expected to make the findings as a reference for the Competency-Based Training (CBT) to Indonesian domestic workers fairly and effectively to support its competitiveness strategies.Keywords: Competency, Indonesian domestic workers, Rich Picture, The House Model, Training