cover
Contact Name
Rani Ismiarti Ergantara
Contact Email
ergantararani@yahoo.com
Phone
+62811729009
Journal Mail Official
jurnalrts.ft@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl Pramukan No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25414720     EISSN : 2549984X     DOI : ttps://doi.org/10.33024/jrets.v4i1
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains (JRETS) adalah media yang mempublikasikan naskah/tulisan ilmiah orisinil hasil penelitian dan kerekayasaan, ulasan atau komunikasi singkat (review), analisis kebijakan atau catatan penelitian singkat serta pikiran dan pandangan dalam bidang rekayasa, teknologi, dan sains. Terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Januari dan Agustus oleh Fakultas Teknik Universitas Malahayati. Naskah/tulisan yang masuk akan diseleksi oleh mitra bestari dan dewan redaksi.
Articles 144 Documents
Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas untuk Meminimalkan Momen Perpindahan Material pada UMKM Pentol Bakar Tunas Baru M Fahrul Ghifari Rosyadi; Arief Adha Kusuma; Hafiz Al Akram Fayyadhah
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v10i2.26690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merancang ulang tata letak fasilitas produksi pada UMKM Pentol Bakar Tunas Baru guna meminimalkan pemborosan jarak penanganan bahan (material handling). Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif melalui analisis perhitungan Momen Perpindahan. Pengumpulan data terdiri dari data primer melalui observasi langsung di lapangan untuk memetakan alur kerja, mengukur jarak lintasan aktual menggunakan roll meter, dan mencatat frekuensi perpindahan, serta data sekunder yang diperoleh dari wawancara dengan pemilik UMKM. Hasil analisis menunjukkan bahwa tata letak eksisting menghasilkan jarak lintasan sejauh 24 meter dengan total nilai momen perpindahan sebesar 480 m.kali/hari akibat tingginya pergerakan bolak-balik (backtracking). Melalui perancangan ulang tata letak usulan yang menyusun kelima stasiun kerja secara linier mengikuti urutan aliran material, total jarak lintasan berhasil dipangkas menjadi 10 meter dengan nilai momen perpindahan turun menjadi 200 m.kali/hari. Kesimpulannya, optimasi perancangan tata letak ini terbukti mampu memberikan tingkat efisiensi pemangkasan jarak yang signifikan sebesar 58,33% dan menciptakan aliran material yang sepenuhnya searah.
PENGARUH VARIASI UKURAN AGREGAT KASAR BATU PECAH TERHADAP KARAKTERISTIK BETON POROUS Ragil Abimanyu; Devi Oktarina; Yan Juansyah; Surya Sembayang
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v10i2.27449

Abstract

ABSTRAK Beton berpori (pervious concrete) merupakan jenis beton yang memiliki porositas tinggi sehingga memungkinkan air melewati struktur internalnya. Beton ini banyak digunakan pada perkerasan ramah lingkungan seperti jalur pejalan kaki, area parkir, dan sistem drainase berkelanjutan karena mampu mengurangi limpasan permukaan serta meningkatkan infiltrasi tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi ukuran agregat kasar (batu pecah) terhadap kuat tekan, penyerapan air (absorpsi), dan laju aliran air beton berpori menggunakan alat falling head permeameter, serta menentukan ukuran agregat yang menghasilkan karakteristik terbaik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental di laboratorium dengan tiga variasi ukuran agregat kasar, yaitu 5–10 mm, 10–20 mm, dan campuran 5–20 mm. Setiap variasi terdiri atas 15 benda uji, sehingga total benda uji yang digunakan sebanyak 45 sampel. Benda uji yang digunakan berupa silinder berukuran 15 x 30 cm untuk pengujian kuat tekan, silinder berukuran 9,5 x 15 cm untuk pengujian laju aliran air, serta kubus berukuran 5 x 5 cm untuk pengujian absorpsi. Seluruh pengujian dilakukan pada umur beton 28 hari dengan komposisi campuran yang terdiri dari semen, air, dan agregat kasar tanpa menggunakan agregat halus. Penentuan variasi optimum dilakukan menggunakan indeks kinerja berbobot yang mempertimbangkan kuat tekan, absorpsi, dan laju aliran air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran agregat memberikan pengaruh terhadap karakteristik beton berpori. Kuat tekan tertinggi diperoleh pada agregat 5–10 mm sebesar 10,012 MPa, sedangkan nilai absorpsi dan laju aliran air tertinggi diperoleh pada agregat 10–20 mm, masing-masing sebesar 27,254% dan 8,96 ml/detik. Berdasarkan evaluasi kinerja evaluasi berbobot, variasi agregat 5-10 mm ditetapkan sebagai variasi optimum karena memberikan keseimbangan kinerja terbaik berdasarkan parameter yang ditinjau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan ukuran agregat kasar merupakan faktor penting dalam menghasilkan beton berpori yang sesuai untuk kebutuhan perkerasan dan drainase berkelanjutan. Kata kunci: beton berpori, batu pecah, kuat tekan, absorpsi, laju aliran air. ABSTRACT The Effect of Varying Crushed Coarse Aggregate Sizes on the Characteristics of Pervious Concrete. Pervious concrete is a type of concrete characterized by high porosity, allowing water to pass through its internal structure. It is widely used in eco friendly pavement applications such as pedestrian walkways, parking areas, and sustainable drainage systems due to its ability to reduce surface runoff and enhance soil infiltration. This study aims to analyze the effect of varying coarse aggregate (crushed stone) sizes on the compressive strength, water absorption, and water flow rate of pervious concrete using a falling-head permeameter and to determine the aggregate size that yields the optimal characteristics. An experimental laboratory method was employed, utilizing three coarse aggregate size variations: 5–10 mm, 10–20 mm, and a 5–20 mm blend. Each variation comprised 15 specimens, resulting in a total of 45 samples. The specimens consisted of 15 x 30 cm cylinders for compressive strength testing, 9.5 x 15 cm cylinders for water flow rate testing, and 5 x 5 cm cubes for absorption testing. All tests were conducted at a concrete age of 28 days, using a mix composition of cement, water, and coarse aggregate, without the inclusion of fine aggregate. The optimal variation was determined using a weighted performance index that considered compressive strength, absorption, and water flow rate. The results indicate that aggregate size influences the characteristics of pervious concrete. The highest compressive strength (10.012 MPa) was achieved with the 5–10 mm aggregate, while the highest absorption (27.254%) and water flow rate (8.96 ml/s) were observed with the 10–20 mm aggregate. Based on the weighted performance evaluation, the 5–10 mm aggregate variation was identified as the optimum, as it provided the best balance of performance across the parameters examined. The study concludes that the selection of coarse aggregate size is a critical factor in producing pervious concrete suitable for pavement and sustainable drainage requirements. Keywords: pervious concrete, coarse aggregate, compressive strength, water absorption, water flow rate
Penerapan Metode Simpleks untuk Optimasi Produksi Bakso Kemasan (Studi Kasus: CV Lezatku Food Ambarawa) Amelia Febri Haryanti; Marcelly Widya Wardana; Emy Khikmawati
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v10i2.26090

Abstract

ABSTRAK Industri makanan olahan saat ini sangat kompetitif, sehingga perusahaan harus mengelola sumber daya produksi secara efisien agar bisa mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. CV Lezatku Food Ambarawa mengalami masalah dalam penggunaan bahan baku yang belum optimal dan ketidakseimbangan jumlah produksi di antara berbagai produk, sehingga laba perusahaan belum mencapai tingkat maksimal. Penelitian ini bertujuan menemukan kombinasi produksi terbaik agar keuntungan maksimal dengan menggunakan metode simpleks dalam model program linier, serta memanfaatkan perangkat lunak QM for Windows. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan mengacu pada data produksi, pemakaian bahan baku, serta kapasitas produksi selama periode Mei hingga Juli 2025. Fungsi tujuan dirumuskan sebagai Z = 900X₁ + 900X₂ + 1500X₃ + 1100X₄, di mana angka 900, 900, 1500, dan 1100 menunjukkan keuntungan per paket (rupiah/paket) untuk bakso ayam, bakso ikan, bakso PSW, dan bakso TN. Hasil optimasi menunjukkan produksi maksimal yang bisa dicapai adalah 188.464 pack per bulan, yang lebih sedikit dibandingkan produksi yang sebenarnya terjadi yaitu 193.596 pack per bulan. Produksi optimal mencakup 50.362 paket bakso ayam per bulan, 42.032 paket bakso ikan per bulan, 32.422 paket bakso PSW per bulan, serta 63.648 paket bakso TN per bulan. Produksi bakso ikan berkurang dari 47.164 menjadi 42.032 pak per bulan karena keuntungannya lebih kecil dibandingkan produk lainnya. Metode simpleks terbukti membantu meningkatkan penggunaan bahan baku secara lebih efisien dan memaksimalkan keuntungan yang diperoleh perusahaan. Kata Kunci: metode simpleks, optimasi, produksi bakso  ABSTRACT Application of The Simplex Method for The Optimization of Packaged Meatballs Production (Case Study: Cv Lezatku Food Ambarawa). The competition in the processed food industry requires companies to manage their production resources efficiently in order to achieve maximum profit. CV Lezatku Food Ambarawa is facing issues with inefficient use of raw materials and an imbalance in the production quantities of different products, which is preventing the company from achieving its maximum profits. This study aims to find the best production combination to maximize profit by using the simplex method in a linear programming model through the QM for Windows software. The study uses a quantitative approach based on production data, raw material usage, and production capacity from May to July 2025. The goal function is expressed as Z = 900X₁ + 900X₂ + 1500X₃ + 1100X₄, where the coefficients 900, 900, 1500, and 1100 represent the profit per pack (in rupiah per pack) for chicken meatballs, fish meatballs, PSW meatballs, and TN meatballs respectively. The optimization results show that the optimal total production is 188,464 packs per month, which is lower than the actual production of 193,596 packs per month. The optimal production includes 50,362 packs per month of chicken meatballs, 42,032 packs per month of fish meatballs, 32,422 packs per month of PSW meatballs, and 63,648 packs per month of TN meatballs. Production of fish meatballs decreased from 47,164 to 42,032 packs per month because the profit contribution from this product is lower compared to other products. The simplex method has been proven to improve the efficiency of raw material usage and help maximize the company's profits. Keywords: meatball production, optimization, simplex method
Implementasi Convolutional Neural Network (CNN) MobileNetV2 untuk Klasifikasi Motif Batik Klasik Ponorogo Berbasis Web Nerissa Nikmatul Qoiriyah; Indah Puji Astuti; Fauzan Masykur
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v10i2.27799

Abstract

Motif keberagaman Batik Klasik Ponorogo mencerminkan identitas budaya masyarakat Ponorogo melalui karakteristik visual dan nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Proses identifikasi motif batik umumnya masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu, ketelitian, dan pengalaman dalam membedakan motif yang memiliki kemiripan visual. Penelitian ini menghadirkan sistem klasifikasi motif Batik Klasik Ponorogo berbasis web dengan memanfaatkan Convolutional Neural Network (CNN) berarsitektur MobileNetV2. Pengembangan aplikasi mengikuti model Waterfall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Model klasifikasi diolah menggunakan dataset yang terdiri atas 2.000 citra dan mewakili sepuluh motif Batik Klasik Ponorogo. Setelah proses pelatihan selesai, model diintegrasikan ke dalam aplikasi berbasis Flask sehingga proses identifikasi dapat dilakukan melalui fitur unggah gambar. Model kinerja dianalisis menggunakan Confusion Matrix dan Classification Report , sementara pengujian fungsional aplikasi dilakukan dengan metode Black Box Testing . Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model mencapai tingkat akurasi sebesar 90,75%, sementara seluruh fungsi aplikasi berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan. Implementasi sistem ini menunjukkan bahwa penerapan MobileNetV2 mampu mendukung proses identifikasi Motif Batik Klasik Ponorogo secara lebih cepat, konsisten, dan mudah diakses, sekaligus memberikan kontribusi terhadap upaya pelestarian budaya melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.