cover
Contact Name
Rani Ismiarti Ergantara
Contact Email
ergantararani@yahoo.com
Phone
+62811729009
Journal Mail Official
jurnalrts.ft@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl Pramukan No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25414720     EISSN : 2549984X     DOI : ttps://doi.org/10.33024/jrets.v4i1
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains (JRETS) adalah media yang mempublikasikan naskah/tulisan ilmiah orisinil hasil penelitian dan kerekayasaan, ulasan atau komunikasi singkat (review), analisis kebijakan atau catatan penelitian singkat serta pikiran dan pandangan dalam bidang rekayasa, teknologi, dan sains. Terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Januari dan Agustus oleh Fakultas Teknik Universitas Malahayati. Naskah/tulisan yang masuk akan diseleksi oleh mitra bestari dan dewan redaksi.
Articles 135 Documents
Analisa Postur Kerja Dengan Metode Rapid Upper Lim Assesment (Rula) Pada Bagian Pengepakan Air Minum Dalam Kemasan Anissa, Dinda Rizky; Wardana, Marcelly Widya; Sidiq, Ahmad
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v8i1.13650

Abstract

ABSTRAK Ergonomi sebagai salah satu cabang ilmu keselamatan kerja sangat berguna untuk memungkinkan manusia bekerja dan melakukan aktivitas apapun dimanapun dan kapanpun. Bekerja di permukaan, bawah air, bawah tanah atau bahkan di udara. Tugas yang berbeda dapat dilakukan sendiri atau berkelompok, pekerja ringan, sedang dan berat, dengan ergonomi memainkan peran yang sangat penting. Dengan mengaitkan masalah tersebut, maka peneliti tertarik untuk memecahkan masalah pekerja pada bagian oprator pengisian air mineral dan bagian pengepakan dengan menggunakan metode RULA (Rapid Upper Limb Assesment. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui posisi pekerja pada saat proses pengepakan Air minum dalam kemasan, untuk mengetahui apakah pekerja berpotensi mengalami gangguan musculoskeletal disorder, untuk menganalisa posisi pekerja pada bagian pengepakan air minum dalam kemasan dengan menggunakan metode RULA. Berdasarkan hasil analisis data pada pembahasan sebelumnya, Postur tubuh pekerja pada saat proses pengepakan Air minum Dalam Kemasan (AMDK) terlihat tidak ergonomi, hal tersebut disebabkan karena adanya posisi kerja pada elemen tertentu seperti membungkuk, menunduk, dan melakukan gerakan berulang sehingga berpotensi menimbulkan gejala musculoskeletal disorders. perlunya usulan perbaikan untuk mengurangi potensi terjadinya gejala muculoskeletal disorders, serta membantu pekerja merasa aman dan nyaman saat bekerja khususnya pada bagian pengepakan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Kata Kunci: ergonomi, posisi kerja, rapid upper limb assesment (rula). ABSTRACT Work Posture Analisys Using The Rapid Upper Limb Assessment (RULA) Method In The Packing Section Of Bottled Drinking Water, Ergonomics as one branch of occupational safety science is very useful to allow humans to work and carry out any activity anywhere and anytime. Work on the surface, underwater, underground or even in the air. Different tasks can be performed alone or in groups, light, medium and heavy workers, with ergonomics playing a very important role. By relating these problems, the author is interested in solving the problems of workers in the mineral water filling operators and packing section using the RULA (Rapid Upper Limb Assessment) method. The purpose of this study is to determine the position of workers during the process of packing bottled drinking water, to find out whether workers have the potential to experience musculoskeletal disorders, to analyze the position of workers in the packing section of bottled drinking water using the RULA method. Based on the results of data analysis in the previous discussion, the posture of workers during the packing process of Bottled Drinking Water (AMDK) looks not ergonomic, this is due to the work position in certain elements such as bending, bowing, and doing repetitive movements that have the potential to cause symptoms of musculoskeletal disorders. the need for proposed improvements to reduce the potential for symptoms of musculoskeletal disorders, as well as help workers feel safe and comfortable while working, especially in the Bottled Drinking Water (AMDK) packing section. Keywords: ergonomics, rapid upper limb assessment (rula), work position
Analisa Kepuasan Pelayanan RS Bhayangkara Polda Lampung Terhadap Kepuasan Pasien Dengan Metode Fuzzy Servqual & IPA Susanti, Dasmi; Anggraini, Melani; Wibowo, Heri
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v7i2.10232

Abstract

ABSTRAK Rumah Sakit akan mampu menciptakan keunggulan bersaing apabila perusahaan menentukan strategi yang tepat. Dalam mencapai keunggulan bersaing harus memberikan pelayanan secara all out untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui tingkat  kepuasan  pelayanan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Metode yang dilakukan untuk pengujian validitas, reabilitas,fuzzyfikasi dan defuzzyfikasi. Hasil yang di dapat dari penelitian pada Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung yang memiliki nilai servqual rendah pada atribut waktu antri yang terlalu lama dengan nilai gap sebesar 0,1, sedangkan nilai servqual tertinggi terdapat pada atribut ruangan luas, bersih dan rapi dengan nilai gap sebesar 0,28. Atribut yang menjadi prioritas Rumah Sakit dalam melakukan perbaikan pada penelitian ini adalah berdasarkan tingkat kelemahan yang ada pada analisis gap 5 Servqual. Terdapat 4 atribut yang menjadi prioritas RS yaitu atribut 2 pada dimensi Bukti Fisik (Tangibles) dengan pertanyaan ”Bangunan Rumah Sakit indah dan bersih”, atribut 12 pada dimensi Jaminan (Asusurance) dengan pertanyaan “Obat yang diberikan mendapat jaminan tanpa rusak dan tepat waktu”, atribut 13 dimensi Perhatian (empaty)dengan pertanyaan “RS Bhayangkara Polda Lampung memberikan pelayanan tanpa memandang status sosial ”atribut 14 dimensi Perhatian (empaty)dengan pertanyaan “Perawat mudah ditemui dan dihubungi ketika sedang membutuhkan”. Kata kunci : fuzzy, kepuasan layanan, servqual, ipa ABSTRACT Analysis Of Service Satisfaction At Bhayangkara Regional Police Hospital In Lampung On Patient Satisfaction Using The Fuzzy Servqual And IPA Methods. Hospitals will be able to create competitive advantage if the company determines the right strategy. In achieving competitive advantage must provide all out services to improve service quality. The aim of the study was to determine the level of service satisfaction at the Bhayangkara Polda Lampung Hospital. The method used is to test the validity, reliability, fuzzification and defuzzification. The results were obtained from research at the Bhayangkara Polda Lampung Hospital which had a low servqual value on the attribute of queuing time which was too long with a gap value of 0.1, while the highest servqual value was found in the spacious, clean and tidy room attribute with a gap value of 0 ,28. Attributes that are a priority for the Hospital in making improvements in this study are based on the level of weakness that exists in the Servqual 5 gap analysis. There are 4 attributes that are a priority for the hospital, namely attribute 2 on the Physical Evidence (Tangibles) dimension with the question "Hospital buildings are beautiful and clean", attribute 12 on the Assurance dimension with the question "Medicines given are guaranteed without damage and on time" , attributes of 13 dimensions of attention (empaty) with the question "Bhayangkara Polda Lampung Hospital provides services regardless of social status", attributes of 14 dimensions of attention (empaty) with the question "Nurses are easy to find and contact when needed". Keywords: fuzzy, service satisfaction, servqual, ipa
Pengedalian Mutu Batubara Dengan Teknik Distribusi Normal Fatah, Kemas Muhammat Abdul; Wisnaningsih, Wisnaningsih
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v8i2.16306

Abstract

ABSTRAK Batubara jenis thermal coal paling banyak digunakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Batubara yang dipasok ke PLTU memiliki spesifikasi tertentu yang sesuai dengan spesifikasi boiler, pemilihan batubara yang tidak tepat akan menimbulkan masalah pada boiler. Pemasok batubara bagi PLTU harus melakukan pengendalian mutu untuk meminimalkan risiko berupa penyesuaian harga atau penolakan melalui analisis proksimat, analisis ultimat, dan analisis calorific value. Penelitian ini ditujukan untuk mengolah data hasil analisis sehingga diketahui kondisi batubara existing dan prediksi harga batubara. Dari hasil pengolahan data dengan teknik distribusi normal, mutu batubara existing termasuk spesifikasi medium calorific value ditinjau dari parameter Gross Calorific Value (GCV), Total Moisture (TM), dan Volatile Matter (VM). Ditinjau dari parameter GCV, batubara existing termasuk batubara bituminus yang sesuai dengan kebutuhan PLTU. Dengan asumsi harga dasar $308/ton, akibat mutu batubara existing pada parameter nilai GCV, diprediksi harga batubara existing lebih rendah dari harga dasar, 68.92% seharga $224.106/ton, 30.84% seharga $263.081/ton, dan 0.01% seharga $282.569/ton. Kata Kunci: batubara, distribusi normal, pengendalian mutu ABSTRACTCoal Quality Control with Normal Distribution. The thermal coal type is most widely used in Steam Power Plants (PLTU). The coal supplied to the PLTU has certain specifications that are in accordance with the boiler specifications. Improper coal selection will cause problems in the boiler. Coal suppliers for PLTUs must carry out quality control to minimize the risk, such as: price adjustments or rejection through proximate analysis, ultimate analysis and calorific value analysis. This research is aimed at processing data from the analysis so that the condition of existing coal is known and predictions of coal prices are known. From the results of data processing using normal distribution techniques, the quality of existing coal includes medium calorific value specifications in terms of the parameters Gross Calorific Value (GCV), Total Moisture (TM), and Volatile Matter (VM). Judging from the GCV parameters, the existing coal includes bituminous coal which is in accordance with the needs of the PLTU. Assuming a base price of $308/ton, due to the quality of existing coal in the GCV value parameters, it is predicted that the existing coal price will be lower than the base price, 68.92% at $224,106/ton, 30.84% at $263,081/ton, and 0.01% at $282,569/ton. Keywords: coal, normal distribution, quality control
Penerapan Metode DMAIC Produk Slice Nanas Kemasan Kaleng Dalam Upaya Mengurangi Produk Cacat Di PT. Great Giant Pineapple Lampung Tengah Apriyani, Risma; Wibowo, Herry; Anggraini, Melani
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v8i1.13902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Six Sigma serta bagaimana pelaksanaan pengendalian kualitas menggunakan metode Six Sigma. Dari hasil pengukuran data yang diperoleh pada bulan Januari 2022 bahwa untuk Critical to Quality (CTQ) kunci Bedasarkan data perhitungan dengan Peta kendali P didapatkan hasil CL sebesar 0,099, UCL sebesar 0,357, LCL sebesar -0,160 artinya jenis Defect masih berada dalam batas kendali perusahaan. Dan bedasarkan data perhitungan Level Sigma sebelumnya didapatkan hasil OP sebesar 105, TOP 1260, DPO 0,357 dan DPMO sebesar 357,145 dengan  rata-rata 3,4 sigma tingkat kesuksesannya yaitu 97,13% yg artinya nilai sigma berada di rata-rata industri indonesia. Bedasarkan diagram pareto, bahwa 54% untuk  Daun dan 39% untuk cacat Blemish. Untuk nilai sigma pada produksi bulan Januari adalah 3,4 sigma, Kemudian dilanjutkan dengan menganalisa penyebab cacat Daun dan Blemish dengan menggunakan diagram sebab akibat dan usulan rencana perbaikan. Dari analisis diagram sebab akibat bahwa faktor penyebab kecacatan berasal dari faktor lingkungan, material, dan  manusia. Setelah  itu dengan  usulan rencana perbaikan dapat diketahui bahwa penyebab kegagalan adalah  lingkungan, material, manusia pada saat proses produksi berjalan. Untuk upaya perbaikan dari permasalahan tersebut maka diperlukan pemeriksaan kondisi lingkungan, material dan manusia.
Analisis Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Peranan Kimia Dalam Kehidupan Menggunakan Pembelajaran Kontekstual di SMAN 1 Losarang Rahayu, Sri; Hadiansyah, Yudi; Dewi, Rahma; Nurmantoro, Arifin
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v8i2.16691

Abstract

ABSTRAKProses pembelajaran dan metode pembelajaran tatap muka pada umumnya menggunakan guru sebagai sumbernya. Berdasarkan penelitian relevan yang terdahulu ternyata pembelajaran yang menggunakan guru sebagai sumbernya dinilai kurang efektif dalam pembelajaran dikelas. Dan berdasarkan study pendahuluan ada 77,3 % (38 peserta didik) dapat mendeskripsikan lingkungannya, tapi saat dikaitkan dengan materi pembelajaran kimia, hanya 7 dari 38 peserta didik yang menjawab dengan contoh nyata bahwa ilmu pengetahuan itu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Sementara materi ilmu kimia menuntut untuk berpikir dalam tiga dimensi yaitu: makroskopis (hasil pengamatan), simbolik (persamaan reaksi), dan mikroskopis (unsur, senyawa, kimia).Untuk meningkatkan efektifitas dalam pembelajaran maka dapat dilakukan dengan berbagai metode yang di antaranya adalah dengan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan berpikir peserta didik baik sebelum atau sesudah menggunakan pembelajaran kontekstual, dan tentunya untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pembelajaran kontekstual terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA). Sehingga penelitian ini dapat memberikan manfaat baik pada guru (memberi sumber referensi untuk meningkatkan pengembangan metode pembelajaran), peserta didik (mengingat dan menyimpan materi tersebut dalam jangka waktu yang lama, sekolah (menambah referensi untuk pengembangan RPP yang lebih inovatif), dan peneliti (bahan pertimbangan untuk dikembangkan lebih lanjut, dan referensi pada penelitian yang sejenis). Penelitian ini adalah eksperimen pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimental design pola pretest posttest only control group design dengan menggunakan lembar tes tulis uraian berpikir kritis. Sampel dalam penelitian ini adalah 56 peserta didik. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi : tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap penyelesaian. Kelayakan instrumen penelitian dilakukan dengan uji reabilitas, validasi, dan tingkat kesukaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa N-Gain yang diperoleh adalah 0,40 dengan interpretasi “sedang”, yang bermakna pembelajaran kontekstual memiliki pengaruh sedang terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik SMA pada materi peranan kimia dalam kehidupan. Kata kunci: Berpikir Kritis, Pembelajaran Kontekstual, Peranan Kimia. ABSTRACT Analysis of Improving Students' Critical Thinking Ability on Material on the Role of Chemistry in Life Using Contextual Learning at SMAN 1 Losarang. The learning process and face-to-face learning methods generally use the teacher as the source. Based on previous relevant research, it turns out that learning that uses teachers as a source is considered less effective in classroom learning. And based on a preliminary study, 77.3% (38 students) could describe their environment, but when it was related to chemistry learning material, only 7 out of 38 students answered with concrete examples that science is related to everyday life. Meanwhile, chemistry material requires thinking in three dimensions, namely: macroscopic (observation results), symbolic (reaction equations), and microscopic (elements, compounds, chemistry). To increase effectiveness in learning, it can be done using various methods, including contextual learning. This research aims to determine the picture of students' thinking abilities either before or after using contextual learning, and of course to find out whether there is an influence of contextual learning on the critical thinking abilities of high school (SMA) students. So this research can provide benefits to both teachers (providing a reference source to improve the development of learning methods), students (remembering and retaining the material for a long period of time), schools (adding references for developing more innovative lesson plans), and researchers (materials considerations for further development, and references to similar research). This research is an experimental quantitative approach with a Quasi Experimental design with a pretest posttest only control group design pattern using a written test sheet describing critical thinking. The sample in this research was 56 students. The research stages carried out include: planning stage, implementation stage and completion stage. The feasibility of the research instrument was carried out by testing reliability, validation and level of difficulty. The results of data analysis show that the N-Gain obtained is 0.40 with the interpretation of "medium", which means that contextual learning has a moderate influence on students' critical thinking abilities. Thus, it can be concluded that contextual learning is quite effective in improving high school students' critical thinking skills on the role of chemistry. Keywords : Critical Thinking, Contextual Learning, The Role of Chemistry.
Analisis Persedian Stok Barang Dagang Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Pada Hybrid Computer di Kota Agung Juwita, Ratna Ika; Wardana, Marcelly Widya; Khikmawati, Emy
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v8i1.13854

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengendalian persediaan barang dagang dengan menggunkan metode Economic Order Quantity (EOQ) mampu meminimumkan biaya dalam pengadaan barang dagang dibandingkan dengan metode konvesional yang diterapkan oleh toko Hybrid Computer Kota Agung. Metode yang digunkan yaitu metode Economic Order Quantity (EOQ). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemesanan dengan cara EOQ diperoleh jumlah pesanan yang efisien sebesar 116 botol untuk 5 kali frekuensi pemesanan dalam setahun atau dengan interval waktu 2 hari perpesan, dengan total biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp 115.600, sedangkan dengan cara biasa mengeluarkan biaya sebesar Rp 165.300 dan mengalami penurunan sebanyak 24,85% dibandingkan metode konvensional. Sehingga terbukti bahwa dengan metode EOQ mampu menekan biaya dibandingkan menggunakan metode konvesional. Kata kunci : eoq, persediaan barang, stock ABSTRACT Analysis of Merchandise Stock Inventory Using the Economic Order Quantity Method on a Hybrid Computer in Kota Agung. This study aims to determine whether controlling merchandise inventory using the Economic Order Quantity (EOQ) method is able to minimize costs in procurement of trade goods compared to the conventional method applied by the Kota Agung Hybrid Computer store. The method used is the Economic Order Quantity (EOQ) method. The results of this study show that ordering by EOQ obtained an efficient order amount of 116 bottles for 5 times the order frequency in a year or with an interval of 2 days per order, with a total cost to be spent of IDR 115,600, while in the usual way it costs IDR 165,300 and decreased by 24.85% compared to conventional methods. So it is proven that the EOQ method is able to reduce costs compared to using conventional methods. Keywords : eoq, inventory, stock  
Identifikasi Penerapan Gaya Internasional Style Pada Bangunan Rumah Tinggal Bernanto, Fajar Ariesta; Alauddin, Harits; Harahap, Ivana Sekar Kinanti
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v7i2.11373

Abstract

ABSTRAK Istilah "Gaya International", diciptakan oleh Henry-Russell Hitchcock dan Philip Johnson pada tahun 1932, mencirikan ciri umum arsitektur modern seperti itu sedang diproduksi di Eropa oleh Le Corbusier dan anggota Bauhaus, diantara yang lain. International adalah mode operasi dalam dunia yang mengglobal, dan antar- arsitektur nasionalis - yaitu arsitektur tidak berakar pada tempat tetapi dapat ditransmisikan ke semua bagian dunia dan mewujudkan prinsip-prinsip modern dan universal mulai bertahan. Arsitektur modern adalah sebuah evolusi arsitektur dimana dekorasi dihilangkan dan menjadi bentuk geometri dengan mengutamakan pemikiran rasional. Tujuan diadakan penelitian ini untuk mengidentifikasi apakah bangunan sampel menggunakan teori arsitektur modern dan membandingkan antara ketiga bangunan tersebut apakah ada perbedaan atau tidak. Maka hasil identifikasi dari ketiga bangunan tersebut mengacu pada penggunaan style yang mengarah pada international style yang berkembang di Eropa, dimana dari ketiga bangunan tersebut menerapkan pengaplikasianya baik dari penggunaan prinsip Avoidance of Applied Decoration pada rumah Aw House, kemudian pada bukaan pada bangunan geometris pada bangunan An Urban Villa, serta penggunaan struktur pilotis, the free plan pada lantai pertama pada bangunan IF House. Kata Kunci: arsitektur modern, gaya internasional, perumahan ABSTRACT Identify The Application of International Style In Residental buildings. The term "International Style", coined by Henry-Russell Hitchcock and Philip Johnson in 1932, characterizes the general features of modern architecture as it was being produced in Europe by Le Corbusier and members of the Bauhaus, among others. International is the mode of operation in a globalized world, and inter-nationalist architecture - that is architecture is not rooted in place but can be transmitted to all parts of the world and embodying modern and universal principles begins to take hold. Modern architecture is an architectural evolution where decorations are removed and become geometric shapes by prioritizing rational thinking. The purpose of this research was to identify whether the sample buildings used modern architectural theory and to compare the three buildings whether there were differences or not. So the results of the identification of the three buildings refer to the use of styles that lead to the international style that developed in Europe, where the three buildings apply the application of both the use of the Avoidance of Applied Decoration principle to the Aw House house, then to the openings in geometric buildings in An building. Urban Villa, as well as the use of the pilotis structure, the free plan on the first floor of the IF House building. Keywords:  international style, modern architecture, residential
Perhitungan Kapasitas Angkut Bucket Elevator Penggilingan Jagung Dan Padi Marjuni, Teuku; Prastyo, Adi; Ibrahim, Fauzi
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v8i2.16395

Abstract

Elevator adalah sebagai alat transport material secara vertikal yang mengangkat material terutama yang berbentuk serbuk, granuar dan lumpy (padi dan jagung), permasalahan yang sering timbul pada elevator ini adalah putusnya pin dan slip pin yang terletak pada chain yang di akibatkan karena kecepatan chain yang terlalu tinggi serta mendapatkan beban yang berlebihan, dan masalah yang terjadi pada bucket dikarenakan chain dan sprocket yang sudah mulai aus sehingga posisi bucket sampai ke dasar lantai sehingga bucket bersentuhan dengan lantai yang mengakibatkan bucket menjadi rusak. Kapasitas angkut juga perlu diperhitungkan untuk memenuhi standar K3 pada perusahaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kecepatan bucket elevator pengangkut bahan baku jagung adalah sebesar 47,36 rpm. Kecepatan belt elevator adalah sebesar 0,619 m/s. Kapasitas angkut bucket elevator adalah sebesar 14,8176 ton/jam. Daya serap listrik bucket elevator sebesar 0,436 kw.
Pengaruh Jenis Tanaman Bambu Jepang (Dracena surculosa), Bougenville (Bougenville sp), dan Cemara Papua (Cupressus papuanus) Sebagai Media Peredam Kebisingan A.S, Vina Dwi Cahya; Marsad, Hardoyo; Sulastri, Sulastri
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v8i1.13808

Abstract

ABSTRAK Sarana penentu dalam kesuksesan kegiatan belajar mengajar adalah ergonomi lingkungan yang baik. Namun salah satu sarana yang kerap menjadi persoalan terbesar dalam kegiatan pembelajaran adalah kebisingan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mereduksi kebisingan bersifa alam dan buatan. Peredam kebisingan yang bersifat alam dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan vegetasi atau tanaman seperti Bambu Jepang (Dracena Surculosa), Bougenville (Bougenville sp,) dan Cemara Papua (Cupressus Papuanus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis ke-3 tanaman tersebut terhadap penurunan tingkat kebisingan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan barrier yang ditambahkan tanaman Bambu Jepang (Dracena Surculosa), Bougenville (Bougenville sp,) dan Cemara Papua (Cupressus Papuanus). Perhitungan kebisingan menggunakan rumus pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 dan nilai ambang batas kebisingan menggunakan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018. Transmission Loss oleh tanaman disesuaikan berdasarkan SNI No. 7231. Pengukuran tingkat kebisingan menggunakan alat Sound Level Meter. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulakan bahwa Media peredam kebisingan dengan memanfaatkan tanaman seperti tanaman Bambu Jepang (Dracaena Surculosa) dapat meredam kebisingan hingga 5,3 dB dan efektivitas tanaman Bambu Jepang dalam mereduksi kebisingan  setara dengan 0,061059908%. Efisiensi penurunan tingkat kebisingan oleh tanaman Bougenville (Bougenville sp,) sebesar 1,5 dB dan efektivitas tanaman Bougenville (Bougenville sp,) dalam mereduksi kebisingan setara dengan 0,017281106%. Efisiensi tanaman Cemara Papua (Cupressus Papuanus) dalam meredam kebisingan sebesar 0,4 dB. Efektivitas tanaman Cemara Papua (Cupressus Papuanus) dalam mereduksi kebisingan setara dengan 0,004608295%. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan ukuran, bentuk tanaman, dan ketidak setaraan jarak media tanaman pada barrier..Kata Kunci : bambu jepang, bougenville, bougenville sp, cemara papua, cupressus papuanus, dracena surculosa, ergonomi, kebisingan, reduksi ABSTRACT Effect Of Japanese Bamboo (Dracena Surculosa), Bougenville (Bougenville Sp), And Papuan Cypress (Cupressus Papuanus) Plants As Noise Reducing Media. The determining tool for the success of teaching and learning activities is good environmental ergonomics. However, one of the tools that often becomes the biggest problem in learning activities is noise. Efforts that can be made to reduce noise are natural and artificial. Natural noise reduction can be implemented by utilizing vegetation or plants such as Japanese Bamboo (Dracena Surculosa), Bougainvillea (Bougenville sp,) and Papua Pine (Cupressus Papuanus). This research aims to determine the effect of these 3 types of plants on reducing noise levels. This research was carried out using a barrier that was added with Japanese bamboo (Dracena Surculosa), Bougainvillea (Bougenville sp,) and Papua Pine (Cupressus Papuanus) plants. The noise calculation uses the formula in the Decree of the Minister of Environment No. 48 of 1996 and the noise threshold value uses the Regulation of the Minister of Manpower of the Republic of Indonesia Number 5 of 2018. Transmission Loss by plants is adjusted based on SNI No. 7231. Measurement of noise levels using a Sound Level Meter. Based on the results of research that has been carried out, it can be concluded that noise reduction media using plants such as the Japanese Bamboo plant (Dracaena Surculosa) can reduce noise by up to 5.3 dB and the effectiveness of the Japanese Bamboo plant in reducing noise is equivalent to 0.061059908%. The efficiency of reducing noise levels by Bougenville plants (Bougenville sp,) is 1.5 dB and the effectiveness of Bougainvillea plants (Bougenville sp,) in reducing noise is equivalent to 0.017281106%. The efficiency of the Papua Pine (Cupressus Papuanus) plant in reducing noise is 0.4 dB. The effectiveness of the Papua Pine (Cupressus Papuanus) plant in reducing noise is equivalent to 0.004608295%. This is due to differences in size, shape of plants, and unequal distance between plant media and barriers..Keywords : japanese bamboo, bougainvillea, bougenville sp, dracena surculosa, papua pine, cupressus papuanus, ergonomics, noise, reduction
Dampak Fisik dan ekonomi Bencana Banjir Rob Terhadap Sektor Perikanan dan Lingkungan Desa Lamarantarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu Dewi, Rahma; Ivo, A Pratama; Aninda, Sahda
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v7i2.10784

Abstract

ABSTRAK Bencana banjir rob yang melanda Desa Lamarantarung menimbulkan dampak kerugian yang cukup besar kepada petani tambak, baik pada aspek fisik maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak banjir rob terhadap aspek fisik dan ekonomi tambak ikan di Desa Lamarantarung, serta menentukan upaya penanganan dan pengendaluan bencana banjir rob terhadap sektor perikanan dan lingkungan di Desa Lamarantarung. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data primer (wawancara dan dokumentasi) dan sekunder (studi literatur). Metode analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan dengan mendeskripsikan kondisi fisik dan ekonomi dari hasil wawancara dan observasi. Metode kuantitatif dilakukan dengan membandingkan nilai produktivitas dan kerugian yang dialami petani tambak saat terjadi banjir. Hasil pembahasan yang ditemukan yaitu adanya kerusakan fisik seperti rusaknya properti, terputusnya akses jalan, rusaknya lahan tambak, rusaknya jaringan irigasi, dan rusaknya tanggul. Sedangkan dari hasil analisis ekonomi yang dilakukan mendapati hasil bahwa hasil panen jika tidak terjadi banjir mencapai 4.200 kwintal ikan dengan keuntungan mencapai Rp. 3.000.00.000, sedangkan untuk hasil panen ketika terjadi banjir hanya mencapai 1.260 kwintal ikan dengan keuntungan hanya Rp. 900.000.000 sekali panen. Kerugian setiap tahunnya menurun akibat beberapa petani tambak yang meninggalkan lahan tambak di Desa Lamaratarung karena khawatir akan terus mendapatkan kerugian akibat banjir rob.Kata kunci: banjir rob, dampak, ekonomi, fisik lingkungan, tambak ikan ABSTRACT The Physical and Economic Impacts of the Tidal Flood Disaster on the Fisheries Sector and the Environment of Lamarantarung Village, Cantigi District, Indramayu Regency. The tidal flood disaster that hit Lamarantarung Village caused quite a large impact on pond farmers, both physically and economically. This study aims to identify the impact of tidal floods on the physical and economic aspects of fish ponds in Lamarantarung Village, as well as determine efforts to handle and control tidal floods on the fisheries sector and the environment in Lamarantarung Village. The method of data collection in this study is the collection of primary data (interviews and documentation) and secondary (literature study). The method of analysis in this study was carried out using qualitative and quantitative methods. The qualitative method is carried out by describing the physical and economic conditions from the results of interviews and observations. The quantitative method is carried out by comparing the value of productivity and losses experienced by pond farmers during floods. The results of the discussion found that there was physical damage such as property damage, road access cut off, pond land damage, irrigation network damage, and embankment damage. While the results of the economic analysis carried out found that the yield if there was no flood reached 4,200 quintals of fish with a profit of Rp. 3,000,00,000, while the yield during the flood only reached 1,260 quintals of fish with a profit of only Rp. 900,000,000 once harvest. Losses decreased each year due to several pond farmers leaving their ponds in Lamaratarung Village because they were worried that they would continue to suffer losses due to tidal floods. Keywords: rob floods, impacts, economics, physical environtment, fish pond

Page 11 of 14 | Total Record : 135