cover
Contact Name
Rani Ismiarti Ergantara
Contact Email
ergantararani@yahoo.com
Phone
+62811729009
Journal Mail Official
jurnalrts.ft@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl Pramukan No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25414720     EISSN : 2549984X     DOI : ttps://doi.org/10.33024/jrets.v4i1
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains (JRETS) adalah media yang mempublikasikan naskah/tulisan ilmiah orisinil hasil penelitian dan kerekayasaan, ulasan atau komunikasi singkat (review), analisis kebijakan atau catatan penelitian singkat serta pikiran dan pandangan dalam bidang rekayasa, teknologi, dan sains. Terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Januari dan Agustus oleh Fakultas Teknik Universitas Malahayati. Naskah/tulisan yang masuk akan diseleksi oleh mitra bestari dan dewan redaksi.
Articles 135 Documents
Analisis Tingkat Kepuasan Pejalan Kaki Terhadaptrotoar Di Pusat Kota Bandar Lampung (Studi Kasus: Di Sepanjang Trotoar Jalan Kartini) Hasbi, Irfan; Dirangga, Karlia; Fadilasari, Dewi
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v8i2.15344

Abstract

ABSTRAK Trotoar merupakan bagian ruang terbuka publik yang berfungsi sebagai jalur khusus pejalan kaki untuk dapat melakukan aktifitasnya dengan aman dan nyaman. Namun keberadaan trotoar tidak berfungsi sebagaimana mestinya, seperti pada Trotoar di Jalan Kartini Kota Bandar Lampung saat ini banyak terjadi penyalahgunaan, tidak hanya pedagang kaki lima (PKL) dan parkir kendaraan, serta keadaan trotoar juga dapat dikatakan kurang layak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat kepuasan pejalan kaki di Jalan Kartini Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data ini ialah melalui teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan (wawancara atau kuisioner) yang digunakan adalah metode Importance Performance Analysis (IPA) yang digunakan untuk mengukur kepuasan pejalan kaki ditinjau dari keamanan kenyamanan dan keselamatan dari seluruh aspek tersebut di buat kuesioner dengansebanyak 100 responden menunjukan tingkat kepuasan pejalan kaki di trotoar jalanKartini Bandar Lampung ialah sebanyak 55,67%, berdasarkan tabel CSI kualitas pelayanan trotoar dianggap cukup puas. Kata Kunci : pejalan kaki, kepuasan, trotoar      ABSTRACT Analysis Of The Level Of Pedestrian Satisfaction With Sidewalks In The City Center Of Bandar Lampung (Case Study: Along The Sidewalk Of Jalan Kartini). The sidewalk is a part of public open space that functions as a special path for pedestrians to carry out their activities safely and comfortably. However, the existence of sidewalks does not function as it should, such as on the sidewalks on Jalan Kartini, Bandar Lampung City, currently there is a lot of misuse, not only from street vendors (PKL) and vehicle parking, and the condition of the sidewalkscan also be said to be inadequate. This research aims to determine the level of pedestrian satisfaction on Jalan Kartini, Bandar Lampung City. The method used in collecting this datais through data collection techniquesby meansof observation(interviews or questionnaires) which is used is the Importance Performance Analysis (IPA) method which is used to measure pedestrian satisfaction in terms ofsecurity, comfort and safety from all these aspects in created a questionnaire with 100 respondents showing that the level of pedestrian satisfaction on the sidewalks of Jalan Kartini Bandar Lampung was 55.67%, Based on the CSI table, the quality of sidewalk service is considered quite satisfactory. Keywords: pedestrians, satisfaction, sidewalks
Identifikasi Karakter Desain Atap Bangunan Gaya Arsitektur Indische Empire Masa Kolonial Di Provinsi Jawa Timur Efan, Muhammad Rayhan Putra; Husain, Ahmad Labib; Vio, Eidel Riz; Brilianto, Muhammad Yafi
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v8i1.14048

Abstract

ABSTRAK Terdapat sangat banyak peninggalan arsitektur kolonial yang tersebar di seluruh kota-kota di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur. Gaya arsitektur kolonial yang banyak dijumpai akibat peninggalan masa penjajahan adalah gaya arsitektur Indische Empire. Gaya arsitektur Indische Empire yang terdapat pada arsitektur bangunan-bangunan kolonial biasanya dibangun pada pertengahan abad ke 18 sampai abad ke 19. Dari beberapa elemen arsitektural yang terdapat pada fasad bangunan bergaya Indische Empire, bagian atap merupakan salah satu elemen yang memiliki fungsi dan estetika yang penting terhadap bangunan. Atap yang terdapat pada bangunan-bangunan yang memiliki gaya Indische Empire memiliki ciri khas dan karakteristik dibandingkan dengan gaya Empire lain. Oleh karena itu, tulisan ini mencoba untuk mengidentifikasi berbagai macam karakteristik yang terdapat pada desain atap bangunan bergaya Indische Empire, khususnya di Provinsi Jawa Timur. Kata Kunci: atap, bangunan, kolonial, indische, jawa, timurABSTRACTIdentification Of Building Roof Design Characters Architectural Style Indische Empire In The Colonial Period In East Java Province. There are many colonial architectural remains scattered throughout cities in Indonesia, especially in East Java Province. The colonial architectural style that is often found as a result of the legacy of the colonial period is the Indische Empire architectural style. The Indische Empire architectural style found in the architecture of colonial buildings was usually built in the mid-18th to 19th centuries. Of the several architectural elements found on the facades of Indische Empire style buildings, the roof is one element that has an important function and aesthetics. towards buildings. The roofs on buildings that have the Indische Empire style have distinctive features and characteristics compared to other Empire styles. Therefore, this paper tries to identify the various characteristics found in the roof designs of Indische Empire style buildings, especially in East Java Province. Keywords: roof, building, colonial, indie, javanese, eastern
Pembuatan Biogas Secara Kontinu Dari Limbah Sayuran Dengan Campuran Kotoran Sapi Nasoetion, Panisean; Marsad, Hardoyo; Yupratama, Sopfanur
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v7i2.11123

Abstract

ABSTRAK Sampah  sayuran merupakan limbah yang sebagian besar  dihasilkan dari pasar tradisional setiap dalam jumlah besar. Sampah sayuran merupakan limbah organik yang berpotensi untuk diolah menjadi biogas. Pada penelitian ini digunakan kotoran sapi sebagai campuran sekaligus starter dari bakteri metanogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola produksi biogas dari limbah sayuran pada proses aneorobik secara kontinu. Penelitian ini dilakukan pada skala bioreactor anerob15,5 liter dengan waktu tinggal 15 hari. Proses dilakukan dengan menambahkan influen limbah sayuran sebanyak 2,0g liter/2 hari. Variabel yang di uji adalah COD, Rasio, C/N, tinggi tekanan pada manometer dan komposisi biogas. Hasil penelitian memperlihatkan tinggi tekan pada manometer yang tidak begitu signifikan perbedaannya yakni antara 1.925,7 – 1.938,9 cm/hari. COD influen dengan kisaran 11.833,77 – 12.302,53 mg/l tereduksi menjadi kisaran 3.906,05 – 4.2445,41 mg/l dalam efluen. Komposisi biogas yang dihasilkan yaitu N₂ sebesar 2,153 %, CH4 sebesar 40,641CO2 sebesar 57,206 %. Rasio C/N menurun dari 14,76 dalam influent menjadi 5,60 dalam efluent. Kata Kunci: biogas, kontinu, limbah cair, tapioka.  ABSTRACTContinuous Biogas Production From Vegerable Waste With Cow Manure Mixture. Vegetable waste is a waste that is usually produced in large quantites on a daily basis in traditional markets. Vegetable waste is organic waste that maybe processed into biogas. In this study, cow dung was used as both mixture or starter of methanogenic bacteria. The  pupose of the study was to determine the pattern of biogas production from vegetable waste in a contious anaerobic process. This reseach was conducted on a 15.5 liters anaerobic  bioreactor scale with a recidence time of 15 days. The process is carried out by adding an inflow of vegetable waste up to 2.06 liters/2 days. The variables tested were COD, C/N ratio, height of the press on the manometer and the composition of the biogas.   The results showed that the pressure level on the manometer was not significantly different, namely between 1925,7 and 1938,9 cm/day. The influence of the COD with a range of 11,833.77 – 12,302. 53 mg/l is reduced to a range of 3,906.05 – 4,2445.41 mg/l in the wastewater . The resulting biogas composition is N2 of 2.153%, CH4 of 40,461 % an COD of 57.206% the C/N ratio decreased from 14.76 in the  inflow to 5.60 in the outflow. Keywords: biogas, continuous, tapioca, liquid waste
Analisis Penyebab Produk Rusak Dengan Metode FMECA dan Memberikan Usulan Perbaikan Dengan Konsep Kaizen 5W 1H Pada Produk Air Demineral Kemasan 200 ml (Study kasus : CV. Gowinda Jaya Tirta Buana) Khikmawati, Emy; Anggraini, Melani; Pratiwi, Nanda Rianisa
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v9i1.18991

Abstract

ABSTRAK Dalam kegiatan produksi air demineral kemasan 200ml di CV. Gowinda Jaya Tirta Buana memungkinkann terjadi produk rusak, Menurut data jumlah produksi dan jumlah produk rusak pada bulan Mei 2024 didapat jumlah produk rusak yang sangat tinggi. Dimana batas toleransi produk rusak hanya 0,05% dari total jumlah produksi, namun total produk rusak pada bulan Mei 2024 bisa mencapai 59,002% dari total jumlah produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengidentifikasi mode kegagalan yang menyebabkan kerusakan pada produk air demineral kemasan 200 ml. Metode yang digunakan yaitu metode FMECA dan Kaizen 5W 1H. Hasil penelitian ini menunjukan Terdapat 5 mode kegagalan, yaitu bocor, kurang isi, cup pecah, rusak press, lid miring, dengan nilai RPN 57,7, 43,3, 22,5, 21, 7,5. Setelah menggunakan matriks kritikalitas maka mode kegagalan yang paling prioritas untuk dilakukan perbaikan yaitu Bocor. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Bocor merupakan mode kegagalan yang paling prioritas dengan nilai RPN tertinggi yaitu 57,7. Kata Kunci: kaizen 5w 1h, metode fmeca, produk rusak. ABSTRACT  Analysis Of The Causes Of Damaged Products Using The FMECA Method And Providing Recommendations For Improvements Using The Kaizen 5W 1H Concept In 200 ml Packaged Demineral Water Products (Case Study: CV. Gowinda Jaya Tirta Buana). In the production of 200ml bottled demineralized water at CV. Gowinda Jaya Tirta Buana allows damaged products to occur. According to data on production numbers and the number of damaged products in May 2024, it was found that the number of damaged products was very high. Where the tolerance limit for damaged products is only 0.05% of the total production quantity, however the total damaged products in May 2024 could reach 59.002% of the total production quantity. The aim of this research is to identify failure modes that cause damage to 200 ml bottled demineralized water products. The methods used are the FMECA and Kaizen 5W 1H methods. The results of this research show that there are 5 failure modes, namely leaking, underfilling, broken cup, damaged press, tilted lid, with RPN values of 57.7, 43.3, 22.5, 21, 7.5. After using the criticality matrix, the most priority failure mode for improvement is leaking. The conclusion from this research is that leaking is the most priority failure mode with the highest RPN value, namely 57.7. Keywords: kaizen 5w 1h, fmeca method, damaged products.
Perbedaan Efektivitas Cangkang Keong Sawah (Pila ampullaccea) dan Cangkang Bekicot (Achatina fulica) Sebagai Biokoagulan Untuk Menurunkan COD dan TSS Pada Pengolahan Limbah Cair Rumah Makan Selfiyana, Ajeng; Atmono, Atmono; Sulastri, Sulastri
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v9i1.19312

Abstract

ABSTRAK Air limbah merupakan bahan buangan yang berbentuk cair mengandung bahan-bahan pencemar yang sukar untuk dihilangkan dan berbahaya, sehingga air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan. Salah satu pengolahan air buangan yaitu proses koagulasi-flokulasi. Dengan meningkatnya kesadaran manusia akan kesehatan lingkungan, maka koagulan alami mulai banyak digunakan salah satunya biokoagulan kitosan yang berasal dari hewan keong sawah dan bekicot untuk pengolahan limbah cair. Tujuan dari penelitian ini mengetahui efektivitas biokoagulan dari cangkang keong sawah (Pila ampullaccea) dan cangkang bekicot (Achatina fulica) dalam penurunan konsentrasi COD dan TSS pada limbah cair rumah makan. Metode yang digunakan koagulasi-flokulasi dengan penambahan biokoagulan dari dari cangkang keong sawah (Pila ampullaccea) dan cangkang bekicot (Achatina fulica) dengan konsentrasi kitosan 1% dan variasi dosis 30ml, 60ml, 90ml. Pengujian konsentrasi awal limbah cair rumah makan menunjukan nilai COD sebesar 797,1 mg/l dan TSS sebesar 281 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan penurunan konsentrasi COD terbaik terjadi pada biokoagulan dari cangkang bekicot dengan persentase penurunan sebesar 55,8% menggunakan dosis 90ml. Sedangkan penurunan konsentrasi TSS terbaik sebesar 59,7% menggunakan dosis 90ml biokoagulan dari cangkang bekicot. pengolahan limbah cair secara koagulasi-flokulasi menggunakan biokoagulan cangkang keong sawah dan cangkang bekicot dapat menurunkan kadar COD dan TSS. Sehingga diharapkan bagi setiap industri usaha rumah makan dapat melakukan pengolahan limbah cair rumah makan dengan metode koagulasi-flokulasi menggunakan biokoagulan dari kedua jenis cangkang tersebut. Kata Kunci: biokoagulan, cangkang keong sawah, cangkang bekicot, cod, tss, koagulasi-flokulasi, limbah cair rumah makan. ABSTRACT Differences In The Effectiveness Of Rice Field Snail Shells (Pila ampullaccea) and Snail (Achatina fulica) As Biocoagulants To Reduce COD and TSS At The Restaurant Liquid Waste-Water.Waste water is waste material in liquid form containing pollutants that are difficult to remove and dangerous, so the waste water must be treated so that it does not pollute and does not endanger environmental health. One of the wastewater treatments is the coagulation-flocculation process. As human awareness of environmental health increases, natural coagulants are starting to be widely used, one of which is biocoagulant chitosan which comes from rice field snails and snails for processing liquid waste. The aim of this research is to determine the effectiveness of biocoagulant rice field snail shells (Pila ampullaccea) and snail as (Achatina fulica) biocoagulants in reducing COD and TSS concentrations in restaurant wastewater. The method used was coagulation-flocculation with the addition of rice field snail shells (Pilla ampullaccea) and snail as (Achatina fulica) biocoagulants with concentration 1% chitosan and doses of 30ml, 60ml, 90ml. Testing the initial concentration of restaurant liquid waste showed a COD value of 797,1 mg/l and TSS of 281 mg/l. The results showed that the best reduction in COD concentration occurred in snail shell biocoagulant with a reduction percentage of 55,8% using a dose of 90ml. Meanwhile, the best reduction in TSS concentration was 59,7% using a dose of 90ml of snail shell biocoagulant. Processing liquid waste by coagulation-floculation using biocoagulant rice field snail shells and snail shells can reduce COD and TSS levels. So it is hoped that every restaurant business industry can process restaurant liquid waste using the flocculation coagulation method using biocoagulants from these two types of shells Keywords: biocoagulant, rice field snail shells, snail shells as, cod, tss, coagulation-flocculation, restaurant liquid waste.
Analisis kemampuan proses pada industri pipa conduit PVC dengan menggunakan process capability indicates (PCIs) Fatah, Kemas Muhammat Abdul; Juansyah, Yan
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v9i1.18935

Abstract

ABSTRAK Kegagalan mutu dapat terjadi karena proses tidak mampu mencapai spesifikasi yang ditetapkan atau kalaupun mampu, proses tidak stabil atau berubah-ubah. Untuk memastikan proses mampu mencapai spesifikasi yang ditetapkan dan stabil, dapat dilakukan dengan mengevaluasi seberapa baik proses mencapai spesifikasi dengan cara mengetahui nilai-nilai process capability indicates (PCIs) yang terdiri dari nilai process capability ratio (Cp), nilai process capability index (Cpk), nilai Taguchi capability index (Cpm), dan indeks Cpm (Cpmk). Penelitian ini dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja mutu pada sebuah perusahaan pipa conduit PVC dengan pendekatan PCIs. Penelitian dimulai dengan menetapkan dimensi yang paling berpengaruh terhadap fungsi pipa, selanjutnya secara berturut-turut adalah mengumpulkan data pengukuran dimensi, melakukan analisis PCIs, dan rekomendasi tindakan perbaikan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dimensi dimeter luar dan tebal pipa berpengaruh terhadap fungsi pipa, dan dari hasil analisis PCIs dapat diketahui bahwa dimensi diameter luar pipa hasil proses produksi di MC 10, nilai Cpk sebesar -0,291 dan Cpmk senilai -0,041, keduanya bernilai negatif. Nilai ini menunjukkan rata-rata proses di luar batas spesifikasi. Sementara itu, terkait dengan dimensi tebal, walaupun dari nilai Cp proses pada semua mesin kecuali MC 3 dikatakan mampu, tetapi variasi proses tinggi. Penelitian ini merekomendasikan perusahaan untuk menghentikan proses produksi di MC 10 dan mencari akar permasalahan, dapat menggunakan diagram Ishikawa atau dengan pendekatan 5W1H. Rekomendasi yang lain adalah proses produksi pada MC 3 tetap bisa dilanjutkan dengan kontrol yang ketat. Kata Kunci: process capability ratio, process capability index, taguchi capability index ABSTRACT Process Capability Analysis in The PVC Conduit Pipe Industry Using Process Capability Indicates (PCIs). Quality failure can occur because the process cannot achieve the specified specifications or even if it is able, the process is unstable. Ensure that the process is capable of attaining the defined specifications and is stable, it can be done by evaluating how well the process achieves the specifications by knowing the process capability indicates (PCIs) which consist of the process capability ratio (Cp) value, process capability index (Cpk) value, Taguchi capability index (Cpm) value, and Cpm index (Cpmk). This study is aimed to improve quality performance in a PVC conduit pipe company with the PCIs approach. The study began by determining the dimensions that most influence the function of the pipe, then collecting dimensional measurement data, conducting PCI analysis, and recommendations for corrective actions. The results of this study found that the outer diameter and thickness of the pipe affect the function of the pipe, and from the PCI results it can be seen that the outer diameter dimensions of the pipe from the production process at MC 10, the Cpk value is -0.291 and Cpmk is -0.041, both negative. This value indicates that the average process is outside the specification limits. Meanwhile, related to the thick dimension, although from the Cp value the process on all machines except MC 3 is said to be capable, but the process variation is high. This study recommends the company stop the production process at MC 10 and find the root of the problem, using the Ishikawa diagram or the 5W1H approach. Another recommendation is that the production process at MC 3 can still be continued with strict control. Keywords: process capability ratio, process capability index, taguchi capability index
Pengaruh Kompos Limbah Kulit Nanas (Ananas Comosus) Dan Feses Ayam Terhadap Penurunan Total Petroleum Hidrokarbon (TPH) Pada Proses Bioremediasi Tanah Tercemar Oli Rahmawati, Fahra; Natalina, Natalina; Ergantara, Rani Ismiarti
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v9i1.19267

Abstract

Bioremediasi merupakan suatu metode yang berbiaya rendah dan dapat diterima secara lingkungan untuk memperbaiki tanah yang terkontaminasi limbah organik maupun anorganik dengan menggunakan organisme. Bioremediasi telah terbukti efektif dalam mengubah hidrokarbon minyak bumi dan polutan organik menjadi bahan kimia yang lebih sederhana yang tidak menimbulkan dampak negatif jangka panjang pada lingkungan yang rusak. Salah satu limbah berbahaya adalah oli bekas, yang menyebabkan tanah kehilangan nutrisi, mengubah struktur, fungsi dan komposisi tanah, serta membunuh hewan dan tumbuhan di dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana perubahan waktu dan penambahan nutrisi mempengaruhi pengurangan kadar TPH di tanah yang terkontaminasi limbah minyak bumi. Penelitian ini dilakukan secara artifisial di laboratorium selama 28 hari. Perbaikan tanah dengan mengkomposkan kotoran ayam dengan kulit nanas (ananas comosus). Jumlah unsur hara yang ditambahkan pada tanah tercemar limbah oli berkisar antara 20 g, 40 g dan 60 g, sedangkan pengujian sampel dilakukan pada hari ke 7, 14, 21 dan 28. Parameter yang diuji adalah TPH. Pada penelitian ini, penambahan unsur hara berupa kompos kulit nanas dan kotoran ayam sebanyak 60 gram massa kompos memberikan hasil terbaik dalam pengolahan biologis TPH dengan metode pengomposan.yaitu mampu menurunkan  TPH sebesar 61% dalam kurun waktu 28 hari.
Management of Agricultural Machinery Ibrahim, Fauzi; Apriyanto, Agus; Murti, Adam Wisnu; Putri, Novia Utami
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v9i1.19098

Abstract

The integration of intelligent machinery and autonomous vehicles into agricultural operations offers opportunities for enhanced efficiency and reduced environmental impact. Innovations in sensing, actuation, and information and communication technologies (ICT) present significant potential for advancing agricultural practices. However, fully leveraging these advancements requires revisiting traditional agricultural machinery management processes. Conventional planning methodologies, such as job-shop scheduling, must be augmented with modern approaches like route optimization and sequential task scheduling. This review highlights current advancements and future needs in agricultural machinery management, focusing on five key management tasks across strategic, tactical, operational, and evaluative levels. The study identifies the importance of integrating these tasks with advanced tools and models to enable efficient and sustainable agricultural operations. Future directions emphasize adaptive planning, real-time decision-making, and enhanced system integration to address location-specific and environmental challenges.
Analisa Postur Kerja Dan Fisik Guna Mengurangi Resiko Kecelakaan Kerja Dengan Metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), Rapid Upper Limb Assessment (RULA) Beserta Job Strain Index (JSI) Pada Bagian Pengisian Rasa Roti Prasetyo, Renaldhi; Sidiq, Ahmad; Lukman, Iing; Wardana, Marcelly Widya
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v9i1.19173

Abstract

ABSTRAK  Roti Al Amin memiliki kualitas serta kuantitas yang baik dari segi tekstur dan rasanya. Dalam hal pengisian rasa, roti Al Amin masih menggunakan cara manual yaitu menggunakan tangan dengan posisi berdiri. Pekerja pada bagian ini bekerja selama 8 jam per hari, pekerjaan dilakukan dengan gerakan yang berulang tetapi postur tubuh pekerja selalu berubah. Kondisi tersebut mengakibatkan pekerja mengalami pegal-pegal, cepat merasakan lelah yang dapat menimbulkan menurunnya performa dalam bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis posisi pekerja pada pengisian rasa roti, mengetahui apakah pekerja berpotensi mengalami gangguan musculoskeletal disorders (MSDs) dan mengetahui apakah pekerja berpotensi mengalami gangguan otot rangka pada bagian tangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah REBA, RULA, dan JSI. Dari hasil penelitian yang diperoleh, posisi pekerja pada bagian pengisian rasa menunjukkan skor REBA terbesar adalah 4, disebabkan oleh posisi leher dan batang tubuh tidak lurus serta posisi lengan atas yang diangkat terlalu tinggi. Hal tersebut mengakibatkan pekerja berpotensi mengalami rasa cepat pegal (gangguan MSDs resiko sedang). Skor RULA terbesar juga mencapai 4, hal ini disebabkan posisi pergelangan tangan yang tidak ergonomis ditambah dengan posisi pergelangan tangan yang ditekuk menjauhi garis tengah dan posisi leher dengan batang tubuh tidak sejajar, sehingga pekerja berpotensi mengalami nyeri pada persendian tangan, cepat pegal (risiko sedang gangguan MSDs). Untuk perhitungan JSI diperoleh skor 6 yang menunjukkan risiko ringan terhadap gangguan otot rangka pada tangan. Faktor penyebab nya adalah gerakan berulang dalam waktu cepat sehingga posisi tangan pada saat membentuk adonan roti yang siap diisi tidak ergonomis. Kata kunci: jsi, musculoskeletal disorders, reba, rula.  ABSTRACT Analysis of work posture and physical to reduce the risk of work accidents using the rapid entire body assessment (REBA) method, rapid upper limb assessment (RULA), and job strain index (JSI) in the bread filling section. Roti Al Amin has good quality and quantity regarding texture and taste. Regarding flavor filling, Al Amin bread still uses the manual method, namely using hands standing. Workers in this section work for 8 hours per day, the work is done with repetitive movements but the worker's posture always changes. These conditions cause workers to experience aches and pains, and feel tired quickly which can lead to decreased performance at work. The purpose of this study is to determine and analyze the position of workers in filling bread flavors, determine whether workers have the potential to experience musculoskeletal disorders (MSDs) and determine whether workers have the potential to experience skeletal muscle disorders in their hands. The methods used in this research are REBA, RULA, and JSI. From the research results obtained, the position of workers in the filling part of the flavor shows the largest REBA score of 4, caused by the position of the neck and torso that is not straight and the position of the upper arm that is raised too high. This results in workers potentially experiencing a sense of rapid soreness (moderate risk musculoskeletal disorders). The largest RULA score also reaches 4, this is due to the unergonomic position of the wrist coupled with the position of the wrist that is bent away from the center line and the position of the neck with the torso is not parallel, so workers have the potential to experience pain in the joints. Keywords: jsi, musculoskeletal disorders, reba, rula.
Perencanaan Tempat Pengolahan Sampah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Di Universitas Malahayati Bandar Lampung Abadi, Ananda Restu; Natalina, Natalina; Nasoetion, Panisean
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v9i1.20588

Abstract

Tempat pengolahan sampah berbasis 3R (TPS 3R) merupakan lokasi di mana dilakukan kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan kembali, dan daur ulang sampah yang dirancang untuk membantu mengolah sampah dalam skala kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana desain perencanaan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) berbasis 3R (Reuse, Reduce, Recycle) di Universitas Malahayati Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan yaitu SNI 19-3694-1994 mengenai metode pengambilan dan pengukuran sampel timbulan dan komposisi sampah perkotaan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, data timbulan sampah Universitas Malahayati Bandar Lampung yaitu sebesar 4,26 m3/hari, dengan berat 245,89 kg/hari. Untuk timbulan rata-rata sebesar 0,0034 kg/orang/hari dan dalam satuan volume yaitu sebesar 0,00058 m3/orang/hari. Sedangkan komposisi sampah di Universitas Malahayati Bandar Lampung terdiri dari plastik 40,30%, kertas 10,71%, logam 1,58%, sisa makanan 18,50%, B3 1,10%, halaman 12,50%, residu 2,91%, dan botol 12,42 %. Total kebutuhan ruang yang dibutuhkan dalam perencanaan TPS 3R Universitas Malahayati Bandar Lampung seluas 243,75 m2.