cover
Contact Name
Agustiawan
Contact Email
lib@isi.ac.id
Phone
+6281578418927
Journal Mail Official
lib@isi.ac.id
Editorial Address
UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jalan Parangtritis KM. 6,5 Yogyakarta 55188
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan
ISSN : 28081641     EISSN : 2808151X     DOI : https://doi.org/10.24821/jap.v1i1
Jurnal Abdi Pustaka merupakan jurnal yang diterbitkan oleh UPT Perpustakaan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Dipublikasikan kali pertama pada tahun 2021, Jurnal Abdi Pustaka adalah jurnal hasil pemikiran, gagasan, dan penelitian bidang ilmu perpustakaan dan kearsipan. Sebelum diterbitkan setiap artikel yang masuk akan melalui proses penelaahan oleh reviewer yang mempunyai kompetensi di bidang perpustakaan dan kearsipan yang berasal dari berbagai institusi. Jurnal Abdi Pustaka terbit dua kali setiap tahunnya yakni Juni dan Desember.
Articles 62 Documents
Desain Komunikasi Dalam Ilmu Perpustakaan Dari Perspektif Teoritis Mustofa, Muhamad Bisri; Febrian, Muhamad Khadavi; Wuryan, Siti
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jap.v5i2.14669

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi desain komunikasi dalam perpustakaan dari perspektif teoritis. Fokusnya pada bagaimana teori komunikasi dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi di perpustakaan. Pendekatan yang dipakai literature review, penelitian ini menganalisis elemen-elemen penting dalam desain komunikasi, seperti komunikator, pesan, saluran, penerima, dan umpan balik. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pencarian berbasis website di Scopus, Google Scholar, Garba Rujukan Digital (Garuda), DOAJ, dan EBSCOHost. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan memiliki peran sentral sebagai komunikator utama, sementara pesan dan saluran komunikasi perlu dirancang sesuai dengan kebutuhan pemustaka untuk memastikan keberhasilan penyampaian informasi. Teori komunikasi seperti model Shannon-Weaver, paradigma Lasswell, dan teori media richness terbukti relevan untuk memahami dan meningkatkan proses komunikasi di perpustakaan. Selain itu, teknologi informasi seperti media sosial dan email perpustakaan, telah menjadi alat penting dalam mendukung desain komunikasi modern. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan pustakawan dalam keterampilan komunikasi dan penerapan strategi berbasis teori untuk menciptakan komunikasi yang lebih inklusif dan efektif. Dengan menawarkan kerangka konseptual yang kuat, studi ini berkontribusi pada pengembangan desain komunikasi perpustakaan di era digital.Communication Design in Library Science from a Theoretical Perspective. This research explores communication design in libraries from a theoretical perspective. It focuses on how communication theory can improve library communication effectiveness. Using a literature review approach, this research analyzes important elements in communication design, such as communicator, message, channel, receiver, and feedback. Data collection was done by conducting web-based searches on Scopus, Google Scholar, Garba Rujukan Digital (Garuda), DOAJ, and EBSCOHost. The results show that librarians have a central role as the main communicator, while messages and communication channels need to be designed according to the needs of the users to ensure the successful delivery of information. Communication theories such as the Shannon-Weaver model, Lasswell's paradigm, and media richness theory prove relevant to understanding and improving the communication process in libraries. In addition, information technologies such as social media and library email, have become important tools in supporting modern communication design. This research recommends training librarians in communication skills and implementing theory-based strategies to create more inclusive and effective communication. By offering a strong conceptual framework, this study contributes to the development of library communication design in the digital age.
Analisis Sistem Katalogisasi E-Book di UPA Perpustakaan Institut Seni Indonesia Yogyakarta Wahyuntini, Sugeng
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jap.v5i2.14641

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sistem katalogisasi e-book di UPA Perpustakaan Institut Seni Indonesia Yogyakarta dengan pokok permasalahan tentang bagaimana sistem katalogisasi e-book dan kendala apa saja yang dihadapi dalam penerapan sistem katalogisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sistem katalogisasi dan mengetahui kendala yang dihadapi dalam penerapan sistem katalogisasi e-book. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi yang kemudian dilakukan analisis data menggunakan model Niles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem katalogisasi e-book secara umum telah memenuhi standar pedoman yang berlaku secara internasional, yaitu menggunakan pedoman AACR2 (Anglo-American Cataloguing Rules 2nd Edition) dengan standar deskripsi biblografi ISBD (International Standard Bibliographic Description). Dalam pengolahannya telah memanfaatkan teknologi informasi dengan menggunakan aplikasi SLiMS Bulian. Sedangkan kendala yang ditemukan adalah belum adanya Sumber Daya Manusia bidang teknologi informasi yang paham aplikasi otomasi sehingga ketika akan menambahkan menu pada aplikasi masih tergantung dengan pihak luar. Temuan lainnya adalah belum tersedianya pedoman tertulis tentang pengolahan e-book. Manfaat dari penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan dalam pengolahan dan pengelolaan e-book. Analysis of E-Book Cataloging System at UPA Library Institut Seni Indonesia Yogyakarta.  This research discusses the analysis of the e-book cataloguing system at the UPA Library Institut Seni Indonesia Yogyakarta, including the subject matter of how the e-book cataloguing system works and what obstacles are faced in applying the cataloguing system. The purpose of this research is to discover the cataloguing system and the barriers faced in applying the e-book cataloguing system. This research is a field research with descriptive qualitative research. Data collection used observation, in-depth interviews and documentation techniques, which were then analyzed using the Niles and Huberman model. The results showed that the e-book cataloguing system generally met the international standard guidelines, using the AACR2 guidelines (Anglo-American Cataloguing Rules 2nd Edition) with the ISBD bibliographic description standard (International Standard Bibliographic Description)—the processing utilized information technology through the SLiMS Bulian application. The obstacle found is the absence of human resources in the field of information technology who understand automation applications, so adding a menu to the application still depends on outsiders. Another finding is the unavailability of written guidelines on e-book processing. The benefits of this research are expected to be an evaluation and improvement material in processing and managing e-books.  
Gamifikasi Dalam Layanan Perpustakaan Untuk Menarik Minat Pembaca Muda Pratama, Bagas; Anwar, Rully Khairul; Djen Amar, Siti Chaerani; Rukmana, Evi Nursanti
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jap.v5i2.13286

Abstract

Gamifikasi adalah metode inovatif untuk menarik minat pembaca muda di era digital. Dengan elemen-elemen permainan, perpustakaan dapat menciptakan suasana yang lebih menarik dan interaktif. Penelitian ini menggunakan metode narrative literature review untuk menganalisis dua rujukan tentang gamifikasi dan layanan perpustakaan. Hasilnya menunjukkan gamifikasi berpotensi meningkatkan penggunaan layanan dan koleksi perpustakaan. Elemen permainan dapat menarik minat pembaca muda yang sebelumnya kurang tertarik. Gamifikasi juga meningkatkan partisipasi pemustaka dan masyarakat dalam menggunakan layanan perpustakaan dengan efisien dan menyenangkan. Penerapan gamifikasi menciptakan suasana interaktif dan menyenangkan di perpustakaan, meningkatkan keterlibatan, motivasi, kreativitas, dan keterampilan berpikir kritis pembaca muda. Dengan strategi yang tepat, perpustakaan bisa menjadi lebih menarik dan relevan bagi generasi muda di era digital. Gamifikasi diharapkan bisa meningkatkan partisipasi pemustaka dan masyarakat dalam memanfaatkan layanan perpustakaan dengan efisien dan menyenangkan. Gamification in Library Services to Attract Young Readers.  Gamification is an innovative method to attract young readers in the digital age. With game elements, libraries can create a more engaging and interactive atmosphere. This research uses the narrative literature review to analyze two references on gamification and library services. The results show that gamification can potentially increase the use of library services and collections. Game elements can attract young readers who were previously less interested. Gamification also efficiently and enjoyably increases user and community participation in library services. Implementing gamification creates an interactive and fun atmosphere in the library, increasing young readers' engagement, motivation, creativity and critical thinking skills. With the right strategy, libraries can become more attractive and relevant to the younger generation in the digital age. Gamification is expected to increase user and community participation in utilizing library services efficiently and enjoyably.  
Implementasi Pengolahan Bahan Pustaka Untuk Memudahkan Temu Kembali Informasi Zahro, Ummi; Zatadini, Galuh Indah
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jap.v5i2.14050

Abstract

Makalah ini membahas tentang implementasi pengolahan bahan pustaka dalam memudahkan temu kembali informasi di Perpustakaan Daerah Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Pengolahan bahan pustaka yang belum sesuai dengan ketentuan dapat menyebabkan temu kembali informasi terhambat, proses pengolahan bahan pustaka dengan baik dan sesuai panduan akan memudahkan temu kembali informasi. Proses pengolahan bahan pustaka di Perpustakaan Daerah Tulungagung dijalankan dengan sembilan tahapan, yaitu: registrasi di buku induk, pemberian stempel, inventarisasi, klasifikasi, input data bibliografi ke database, cetak label dan barcode, penempelan label dan barcode, katalogisasi, pemberian sampul buku, dan shelving. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan bahan pustaka di Perpustakaan Daerah Tulungagung sudah sesuai dengan tahapan tertentu yang telah ditetapkan, dan penataan koleksi di Perpustakaan Daerah Tulungagung sudah sesuai dengan nomor klasifikasi, sehingga  pemustaka dapat dengan mudah menemukan kembali informasi yang diinginkan. Implementation of Library Material Processing to Facilitate Information Retrieval. This paper discusses the implementation of library material processing in facilitating information retrieval at the Tulungagung Regional Library. This research uses a descriptive qualitative approach with observation, interview, and literature study methods. Processing library materials that are not by the provisions can cause information retrieval to be hampered. Processing library materials properly and according to the guidelines will facilitate information retrieval. The processing of library materials in the Tulungagung Regional Library is carried out in nine stages, namely: registration in the master book, stamping, inventory, classification, inputting bibliographic data to the database, printing labels and barcodes, pasting labels and barcodes, cataloguing, giving book covers, and shelving. The results showed that certain predetermined stages processed library materials in the Tulungagung Regional Library, and the arrangement of collections in the Tulungagung Regional Library was done by the classification number so that users could easily find the information they wanted.  
Peran Pustakawan Dalam Meningkatkan Literasi Informasi Mahasiswa Hartono, Agung
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jap.v5i2.14776

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang peran pustakawan dalam meningkatkan literasi informasi mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengapa mahasiswa ISI Yogyakarta yang sedang menyelesaikan tugas akhir sering kurang tepat dalam menggunakan acuan atau sumber rujukan. Intinya, ada keterbatasan jumlah referensi yang diacu dan ketidaktepatan meletakkan referensi dalam karya tugas akhir, baik dalam penyajian seni ataupun pengkajian seni. Selain itu perlu untuk mengetahui peran pustakawan dalam meningkatkan literasi informasi mahasiswa ISI Yogyakarta dan kendala apa saja yang dihadapi pustakawan dalam upaya meningkatkan literasi informasi di ISI Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan studi lapangan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan fakta bahwa jumlah referensi yang diacu mahasiswa masih terbatas dan ada ketidaktepatan meletakkan referensi dalam karya pengkajian maupun penyajian  tugas akhir.  Peran pustakawan dibutuhkan dalam  penyediaan koleksi literatur ilmiah yang selalu up to date dan sesuai perkembangan zaman, penyediaan sarana dan prasarana yang baik. Penyelenggaraan program seperti klinik penulisan skripsi, pendidikan pemakai sangat diperlukan mahasiswa tingkat akhir agar karya ilmiah yang dihasilkan lebih berkualitas. The Role of Librarians in Improving Student Information Literacy.  This study describes the role of librarians in improving the information literacy of students of Institut Seni Indonesia Yogyakarta. The problem in this study is why ISI Yogyakarta students completing their final project are often inaccurate in using references or reference sources. In essence, there is a limited number of references referred to and an inaccuracy in placing references in the final project work, both in art presentation and art study. In addition, it is necessary to know the role of librarians in improving the information literacy of ISI Yogyakarta students and what obstacles librarians face in their efforts to enhance information literacy at ISI Yogyakarta. This research uses a descriptive qualitative method. Data collection used field studies through observation, interviews, and documentation. The results showed that the number of references referred to by students was still limited, and there was an inaccuracy in placing references in the assessment work and presentation of the final project. The role of librarians is needed in providing a collection of scientific literature that is always up to date and, according to the times, offers good facilities and infrastructure. The implementation of programs such as thesis writing clinics and user education is needed by final-year students so that the scientific work produced is of higher quality.  
Preservasi Preventif Arsip Dinamis Inaktif Melalui Pemberkasan Arsip Di Record Center Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Putri, Alisa Amalia; Rodiah, Shaleha
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jap.v5i2.8156

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai proses preservasi preventif arsip dinamis inaktif melalui pemberkasan arsip di Record Center Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Informan dalam penelitian ini adalah kepala unit kearsipan Record Center Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Record Center Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran sudah melakukan kegiatan preservasi preventif arsip dinamis inaktif sesuai dengan pedoman dari Universitas Padjadjaran dan Perka ANRI. Pelaksanaan preservasi preventif di Record Center Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran dilakukan dengan cara membersihkan arsip dari debu, memberi kamper dan kapur barus pada lemari besi dua minggu sekali, serta melakukan pemberkasan arsip dinamis inaktif sehingga bisa ditentukan nasib akhir dari arsip tersebut. Hambatan dalam kegiatan preservasi preventif arsip dinamis inaktif adalah sarana dan prasarana yang belum lengkap dan kurangnya Sumber Daya Manusia yang ada. Preventive Preservation of Inactive Dynamic Archives through Archival Packing at the Faculty of Communication Sciences Record Centre, Padjadjaran University. This research discusses the preventive preservation process of inactive dynamic archives through archival filing at the Record Center of the Faculty of Communication Sciences, Padjadjaran University. The research method uses a descriptive qualitative approach with data collection through observation, interviews, and literature study. The informant in this research is the head of the archiving unit of the Record Center of the Faculty of Communication Sciences, Padjadjaran University. The research results found that the Record Center of the Faculty of Communication Sciences, Padjadjaran University has carried out preventive preservation activities for inactive dynamic archives per the guidelines of Padjadjaran University and Perka ANRI. The implementation of preventive preservation at the Padjadjaran University Faculty of Communication Sciences Record Center is carried out by cleaning the archives from dust, giving camphor and camphor to the vault every two weeks, and filing inactive dynamic archives so that the final fate of the archive can be determined. The obstacles to the preventive preservation activities of inactive dynamic archives are incomplete facilities and infrastructure and the lack of human resources.  
Manajemen Pengetahuan Dan Berbagi Pengetahuan Di Lingkungan Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar Era Global Ahmad Syafi'i; Daffis Aqil Abdurrafi; Lolytasari Lolytasari; Hesti Kusumaningrum
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan Vol 6, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jap.v6i1.16714

Abstract

Manajemen pengetahuan dan berbagi pengetahuan erat kaitannya dengan perpustakaan di era digital. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen pengetahuan dan praktik berbagi pengetahuan di lingkungan perpustakaan. Selain itu, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam penguatan peran perpustakaan sebagai pusat sumber belajar. Penelitian ini menggunakan sejumlah jurnal nasional yang relevan dengan topik yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan tematik dan diintegrasikan untuk menemukan pemahaman komprehensif terhadap fokus penelitian. Hasil studi menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan berperan strategis dalam menghimpun, mengelola, dan menyebarluaskan pengetahuan agar dapat dimanfaat-kan secara optimal. Berbagi pengetahuan merupakan elemen kunci dalam keberhasilan implementasi manajemen pengetahuan. Pengetahuan dibagi menjadi dua jenis, yaitu tacit dan eksplisit. Keduanya dapat berubah melalui proses interaksi dan pendokumentasian. Penelitian ini juga mengungkap berbagai faktor yang mendorong maupun menghambat pelaksanaan knowledge sharing di perpustakaan. Knowledge Management and Knowledge Sharing in the Library Environment as a Learning Resource in the Global Era. Knowledge management and knowledge sharing are closely linked to libraries in the digital age. This paper analyzes knowledge management strategies and knowledge-sharing practices in library settings. Additionally, it seeks to identify the factors that support and hinder the strengthening of the library's role as a learning resource center. This study uses a selection of relevant national journals on the chosen topic, selected based on specific criteria. The collected data is analyzed using a thematic approach and integrated to achieve a comprehensive understanding of the research focus. The study's findings indicate that knowledge management plays a strategic role in gathering, managing, and disseminating knowledge to ensure its optimal utilization. Knowledge sharing is a key element in the successful implementation of knowledge management. Knowledge is divided into two types: tacit and explicit. Both can be transformed through processes of interaction and documentation. This study also reveals various factors that drive or hinder the implementation of knowledge sharing in libraries.  
Tantangan Dan Strategi Layanan Arsip Di Perguruan Tinggi: Studi Kasus Di Perpustakaan Universitas Islam Malang Azizma Lania Berliani; Cahyaning Intan Syaifa Putri; Rani Auliawati Rachman
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan Vol 6, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jap.v6i1.15594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan strategi layanan arsip di Perpustakaan Universitas Islam Malang pasca perpindahan dari BAUPK. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum adanya penyelenggaraan kearsipan yang resmi, keterbatasan sumber daya manusia, lokasi penyimpanan arsip yang masih terpisah, serta belum adanya standar operasional prosedur yang baru dan resmi karena masih dalam tahap review. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-struktur, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kendala dalam proses perpindahan adalah kelembagaan, infrastruktur, dan regulasi yang  sangat memengaruhi efektivitas layanan arsip. Sebagai respon terhadap tantangan tersebut, telah diterapkan beberapa strategi awal seperti penyusunan SOP baru, optimalisasi pelayanan pemustaka, serta penguatan kapasitas SDM dan monitoring layanan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penyelenggaraan kearsipan yang resmi serta percepatan pengesahan SOP baru guna menunjang layanan arsip yang efektif dan berkelanjutan sesuai dengan regulasi nasional maupun kebijakan instansi Challenges and Strategies for Archival Services in Higher Education: A Case Study at the University of Islam Malang Library. This study aims to analyze the challenges and strategies of archival services at the University of Islam Malang Library following its relocation from BAUPK. The main issues include the absence of a formal archival management system, limited human resources, the continued storage of archives in separate locations, and the lack of new, official standard operating procedures, as these are still under review. This study employs a qualitative case study approach, with data collection methods including observation, semi-structured interviews, and document analysis. The findings reveal that institutional, infrastructural, and regulatory challenges significantly impact the effectiveness of archival services. In response to these challenges, several initial strategies have been implemented, such as drafting new SOPs, optimizing library user services, and strengthening human resource capacity and service monitoring. This study recommends formal archival management and the accelerated approval of new SOPs to support effective and sustainable archival services in accordance with national regulations and institutional policies.  
Analisis Bibliometrika Terhadap Tren Riset Dalam Bidang Manajemen Pengetahuan, Berbagi Informasi Dan Perpustakaan Mutiara Chubbi; Indah Wijaya Antasari
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan Vol 6, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jap.v6i1.16719

Abstract

Perkembangan informasi yang sangat cepat mendorong perpustakaan untuk tidak lagi sekadar menyimpan koleksi, tetapi juga mengelola pengetahuan secara strategis. Penerapan manajemen pengetahuan menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi layanan sekaligus menjaga daya saing perpustakaan. Penelitian ini bertujuan mengkaji tren, pola, dan tema utama dalam literatur tentang manajemen pengetahuan dan berbagi informasi di perpustakaan. Pendekatan yang digunakan adalah analisis bibliometrika kuantitatif dengan data dari basis data Scopus. Metadata artikel diekspor dalam format CSV dan dianalisis menggunakan VOSviewer untuk menghasilkan visualisasi jaringan, overlay, kepadatan, serta pemetaan kluster. Hasil analisis menunjukkan bahwa istilah knowledge management, tacit knowledge, dan information sharing menjadi tema yang paling dominan. Visualisasi overlay memperlihatkan bahwa topik “development” dan “information sharing” telah muncul sejak awal, sementara “knowledge management” semakin menonjol pada tahun-tahun terakhir. Pada visualisasi kepadatan, istilah “tacit knowledge” dan “good practice” memiliki intensitas tinggi, menandakan fokus literatur pada praktik dan pengalaman dalam pengelolaan pengetahuan. Selain itu, terbentuk tiga kluster utama yang merepresentasikan pengelompokan tema dalam kajian ini. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa aspek inovatif seperti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan big data masih belum banyak dieksplorasi, sehingga membuka peluang riset lanjutan di bidang tersebut. A Bibliometric Analysis of Research Trends in the Fields of Knowledge Management, Information Sharing, and Libraries. The rapid pace of information development has prompted libraries to move beyond simply storing collections to strategically managing knowledge. Implementing knowledge management is key to improving service efficiency while maintaining the library's competitiveness. This study aims to examine trends, patterns, and key themes in the literature on knowledge management and information sharing in libraries. The approach used is quantitative bibliometric analysis with data from the Scopus database. Article metadata was exported to CSV and analyzed in VOSviewer to generate network visualizations, overlays, density plots, and cluster maps. The analysis results indicate that the terms "knowledge management," "tacit knowledge," and "information sharing" are the most dominant themes. The overlay visualization shows that the topics "development" and "information sharing" have been present since the beginning, while "knowledge management" has become increasingly prominent in recent years. In the density visualization, the terms "tacit knowledge" and "good practice” exhibit high intensity, indicating a focus in the literature on practices and experiences in knowledge management. Additionally, three main clusters have formed, representing the grouping of themes in this study. The research findings also indicate that innovative aspects such as the use of artificial intelligence (AI) and big data have not yet been extensively explored, thereby opening opportunities for further research in these fields.  
Strategi Preservasi Arsip Keluarga Sebagai Upaya Pelestarian Memori Kolektif Di Era Transformasi Digital Syaidatul Fiza Ma'arif; Hendro Margono
ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan Vol 6, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jap.v6i1.17560

Abstract

Transformasi digital telah menggeser cara keluarga mengelola arsip, dari yang semula berbasis fisik menjadi serba digital dan terintegrasi. Perubahan ini mencakup seluruh siklus kearsipan, mulai dari penciptaan, penyimpanan, pengelolaan, hingga preservasi, sehingga menuntut kemampuan baru dalam menjaga keberlanjutan informasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi preservasi arsip keluarga sebagai upaya mempertahankan memori kolektif di tengah derasnya arus digitalisasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah yang relevan mengenai praktik preservasi arsip keluarga dan pelestarian memori kolektif di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa preservasi arsip keluarga tidak lagi cukup dilakukan secara konvensional, tetapi perlu didukung oleh pendekatan digital yang sistematis. Strategi yang dominan meliputi alih media dari format fisik ke digital, digitalisasi arsip untuk meningkatkan aksesibilitas, penyimpanan berbasis cloud guna menjamin keamanan dan keberlanjutan data, serta pemanfaatan aplikasi kearsipan digital seperti AKAR (Arsip Keluarga). Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pelestarian arsip keluarga sangat bergantung pada kemampuan keluarga dalam mengadopsi teknologi sekaligus memahami prinsip dasar kearsipan digital. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi digital kearsipan di tingkat keluarga, sehingga arsip tidak hanya tersimpan, tetapi juga tetap bermakna dan dapat diwariskan lintas generasi. Strategies for Preserving Family Archives as an Effort to Preserve Collective Memory in the Digital Transformation Era. Digital transformation has shifted the way families manage their archives, from a physical system to a fully digital, integrated one. This change encompasses the entire archival lifecycle—from creation, storage, and management to preservation—thereby requiring new capabilities to ensure the sustainability of information. This study aims to identify strategies for preserving family archives to maintain collective memory amid the rapid tide of digitization. The method used is a literature review examining relevant scientific publications on family archive preservation practices and the preservation of collective memory in the digital age. The findings indicate that family archive preservation is no longer sufficient when conducted conventionally but must be supported by a systematic digital approach. Dominant strategies include converting media from physical to digital formats, digitizing archives to enhance accessibility, using cloud-based storage to ensure data security and sustainability, and utilizing digital archiving applications such as AKAR (Family Archive). These findings underscore that the success of family archive preservation heavily depends on families' ability to adopt technology while understanding the fundamental principles of digital archiving. Therefore, this study is expected to promote the enhancement of digital archival literacy at the family level, ensuring that archives are not only preserved but also remain meaningful and can be passed down across generations.