cover
Contact Name
Edo Frandika
Contact Email
Edofrandik@gmail.com
Phone
+6285768006624
Journal Mail Official
jeiljurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. ZA. Pagar Alam, Labuhan, Labuhan Ratu, Kec. Kedaton, Kota Bandar Lampung, Lampung 35132.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JEIL (Journal Educational of Indonesia Language)
ISSN : 27751996     EISSN : 27464083     DOI : https://doi.org/10.36269/jeil.v2i1.389
Core Subject : Education,
Jurnal JEIL fokus dalam pengembangan bahasa, kesastraan, dan pengajaran. Jurnal JEIL sebagai wadah bagi peneliti dalam menyampaikan gagasan dan pendapatnya tentang bahasa, sastra, dan pengajaran. fokus dan ruang lingkup tentang ilmu bahasa, sastra, dan pengajaran dalam jurnal ini diharapkan penelitian terbaru yang sesuai dengan perkembangan zaman saat ini, sehingga relevan dengan keadaan
Articles 50 Documents
ANALISIS NILAI MORAL DALAM FILM "SIKSA KUBUR" Lia, Adelia Del; Artieka, Lusyana
Journal Educational of Indonesia Language Vol 6, No 1 (2025): JEIL: Jurnal Educational of Indonesian language publishes
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v6i1.3488

Abstract

Film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan pesan moral yang mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai moral yang terkandung dalam film Siksa Kubur (2024), sebuah karya horor dari Joko Anwar yang mengangkat tema kehidupan setelah kematian, dosa, dan penebusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi, melibatkan pengamatan terhadap adegan dan dialog yang dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi nilai-nilai moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keimanan dan spiritualitas menjadi tema yang paling dominan dengan tujuh kemunculan, menggarisbawahi pentingnya hubungan manusia dengan Tuhan. Selain itu, nilai keluarga yang menekankan cinta, tanggung jawab, dan keharmonisan antaranggota keluarga muncul sebanyak enam kali. Nilai lain seperti kejujuran, kepedulian terhadap sesama, kesetaraan, dan keteguhan juga ditemukan, meskipun dengan frekuensi lebih rendah. Melalui elemen- elemen cerita yang menyentuh berbagai aspek moralitas, film ini berhasil menjadi media refleksi yang mengajak penontonnya untuk merenungkan nilai-nilai spiritual dan moral dalam kehidupan, sekaligus memberikan wawasan tentang bagaimana media populer dapat menjadi sarana edukatif yang efektif.
ANALISIS PESAN MORAL DALAM FILM “AIR MATA DI UJUNG SAJADAH” stiawan, winda maulida; Wanty, Resa; Marlisa, Desi
Journal Educational of Indonesia Language Vol 6, No 1 (2025): JEIL: Jurnal Educational of Indonesian language publishes
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v6i1.3468

Abstract

Film Air Mata di Ujung Sajadah menyajikan narasi yang menggambarkan konflik emosional dan moral dalam hubungan keluarga, dengan fokus pada dilema antara hak biologis dan hak pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan moral yang terkandung dalam film tersebut melalui pendekatan analisis wacana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis isi, yang memungkinkan penggalian pesan-pesan moral yang tersirat dalam setiap adegan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengandung berbagai pesan moral, seperti pentingnya komunikasi dalam keluarga, kejujuran, pengorbanan, serta kasih sayang tanpa syarat. Melalui analisis ini, dapat dilihat bagaimana film ini memengaruhi persepsi penonton mengenai isu-isu etis dan moral dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana media film dapat digunakan sebagai alat untuk menyampaikan nilai-nilai penting dalam masyarakat.
KRITIK NILAI SOSIAL DAN NILAI MORAL DALAM NASKAH DRAMA “MATAHARI DI SEBUAH JALAN KECIL” KARYA ARIFIN C. NOOR Afi Nuraida, Afi Nuraida; Wika Soviana Devi, Wika Soviana
Journal Educational of Indonesia Language Vol 6, No 1 (2025): JEIL: Jurnal Educational of Indonesian language publishes
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v6i1.1320

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk melakukan penilaian, penafsiran atau kritik sastra dimana peneliti menjelaskan, mengklasifikasikan dan mendeskripsikan nilai-nilai sosial dan nilai moral pada kehidupan sehari-hari yang terkandung di dalam naskah drama “Matahari di Sebuah Jalan Kecil” karya Arifin C. Noor. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif serta menggunakan pendekatan sosiologi sastra yaitu dengan bertujuan menggambarkan kehidupan masyarakat. Pengumpulan data-data penelitian ini berupa, dialog antar tokoh (frasa, klausa, dan kalimat), narasi, dan perilaku tokoh yang ada di dalam naskah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara menganalisis, mendeskripsikan, membaca, dan mengklasifikasikan dengan data-data yang akan dikaji. Hasil analisis dan penelitian ini yaitu nilai-nilai sosial dan nilai-nilai moral yang terdapat atau terkandung di dalam cerita naskah “Matahari di Sebuah Jalan Kecil” Karya Arifin C. Noor, dimana nilai-nilai sosial dam moral bisa dijadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari
CITRA SOSIAL DALAM NASKAH DRAMA “BILA MALAM BERTAMBAH MALAM” KARYA PUTU WIJAYA Apriliani, Hani; Devi, Wika Soviana
Journal Educational of Indonesia Language Vol 6, No 1 (2025): JEIL: Jurnal Educational of Indonesian language publishes
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v6i1.975

Abstract

Penelitian ini didasari oleh ketertarikan penulis terhadap karya naskah drama Putu Wijaya pada judul “Bila Malam Bertambah Malam” yang mengandung tentang kritik sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi unsur intrinsik yang ada pada naskah drama tersebut. Unsur intrinsik dalam drama meliputi; tema, tokoh dan penokohan, alur, latar waktu dan tempat, serta amanat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menerapkan pendekatan sosiologi sastra. Penulis mengkaji kritik sosial pada naskah drama “Bila Malam Bertambah Malam” yang meliputi kondisi sosial, seperti pertentangan kelas sosial antara bangsawan dengan rakyat biasa yang menjadi masalah utama dalam kehidupan naskah drama ini. Hasil dalam penelitian ini adalah diketahui dalam berbagai aspek sosial yang meliputi kekayaan, kekuasaan, kehormatan, dan pendidikan.Kata kunci: sosiologi sastra; kesenjagan sosial; aspek-aspek; unsur intrinsik
ANALISIS NILAI MORAL DALAM FILM “KETIKA BERHENTI DISINI” KARYA SUTRADARA UMAY SHAHAB novelia, septia indrian; tamara, rani
Journal Educational of Indonesia Language Vol 6, No 1 (2025): JEIL: Jurnal Educational of Indonesian language publishes
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v6i1.3495

Abstract

Rumusan masalah Bagaimanakah nilai moral dalam film Ketika Berhenti Disini karya Sutradara Umay Shahab?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai moral yang terdapat dalam film Ketika Berhenti Disini karya Sutradara Umay Shahab. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Sumber data adalah Film Ketika Berhenti Disini karya Sutradara Umay Shahab dan dari internet. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis nilai-nilai dan rekaman video (a) Menonton film Ketika Berhenti Disini karya Sutradara Umay Shahab secara berulang-ulang, (b) Mendengar percakapan dialog Ketika Berhenti Disini karya Sutradara Umay Shahab (c) Memahami poin-poin penting dalam Film Ketika Berhenti Disini karya Sutradara Umay Shahab yang berkaitan dengan nilai moral, (d) Mencatat dialog yang berkaitan dengan nilai moral pada fim Ketika Berhenti Disini karya Sutradara Umay Shahab. Teknik analisis data yang digunakan meliputi tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data berupa teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: dalam Film Ketika Berhenti Disini karya Sutradara Umay Shahab terdapat delapan nilai moral individu dan empat nilai moral social yang sangat bermanfaat bagi para pembaca dengan menghidupkan isi cerita di dalamnya film tersebut.
Tindak Tutur Ilokusi Pada Film “LAMPIR” Johan, Ernisa
Journal Educational of Indonesia Language Vol 6, No 2 (2025): JEIL: Jurnal Educational of Indonesian language publishes
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v6i2.4338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam film Lampir. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian berupa dialog antartokoh dalam film Lampir yang mengandung unsur tindak tutur ilokusi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan teori tindak tutur ilokusi yang dikemukakan oleh Searle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Lampir ditemukan berbagai jenis tindak tutur ilokusi, yaitu tindak tutur asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Tindak tutur direktif dan asertif merupakan jenis yang paling dominan digunakan oleh tokoh-tokoh dalam film, terutama dalam konteks konflik dan interaksi antartokoh. Temuan ini menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi berperan penting dalam membangun alur cerita, karakter tokoh, serta penyampaian pesan dalam film Lampir. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kajian pragmatik, khususnya dalam analisis tindak tutur pada karya sastra audiovisual.
HUBUNGAN PENGGUNA BAHASA DI MEDIA SOSIALDENGAN GAYA BAHASA MASYARAKAT PENGGUNA MEDIA SOSIAL Sabailaket, Alvianus Loisi
Journal Educational of Indonesia Language Vol 6, No 2 (2025): JEIL: Jurnal Educational of Indonesian language publishes
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v6i2.4339

Abstract

Indonesia memiliki banyak bahasa daerah, bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan identitas negara merupakan bahasa pemersatu bangsa Indonesia. Media sosial sebagai tepat pertukaran arus informasi, globalisasi dan sebagai media komunikasi menjadikan media sosial sebagai tempat pertukaran bahasa dan pembentukan gaya bahasa penggunanya. Artikel ini membahas hubungan antara bahasa di media sosial dengan gaya bahasa masyarakat penggunanya dengan cara deskriptif kualitatif, yaitu pendekatan yang bertujuan menggambarkan fenomena secara apa adanya berdasarkan data numerik yang telah tersedia. Hubungan penggunaan bahasa di media sosial dengan gaya bahasa masyarakat pengguna media sosial sangat dekat, dilihat dari jumlah pengguna media sosial dengan durasi penggunaan media sosial masyarakat Indonesia dan bahasa di media sosial menjadikan perubahan gaya bahasa masyarakat penggunanya sesuai dengan gaya bahasa di media sosial. 
ANALISIS NILAI MORAL DALAM FILM MY ANNOYING BROTHER (VERSI INDONESIA) Mustika, Suri Laili; junarita, leny
Journal Educational of Indonesia Language Vol 6, No 2 (2025): JEIL: Jurnal Educational of Indonesian language publishes
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v6i2.3724

Abstract

Film My Annoying Brother (versi Indonesia) menyajikan kisah mengharukan tentang transformasi hubungan antara dua saudara laki-laki yang berbeda karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai moral yang tersirat dalam film, khususnya mengenai pertumbuhan karakter, persaudaraan, dan pengorbanan. Menggunakan metode analisis isi, penelitian ini mengidentifikasi pesan-pesan moral yang disampaikan melalui alur cerita, perkembangan karakter, dan interaksi antar tokoh. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini secara implisit menggarisbawahi pentingnya dukungan keluarga, penerimaan diri, dan kekuatan ikatan persaudaraan dalam menghadapi tantangan hidup. Karakter utama yang awalnya terjerat dalam konflik pribadi dan kesulitan berhubungan dengan saudaranya, akhirnya mengalami perkembangan karakter melalui pengorbanan dan pemahaman diri. Nilai pengorbanan muncul saat salah satu tokoh rela mengorbankan kepentingannya demi kebahagiaan orang lain. Selain itu, film ini juga menekankan pentingnya saling mendukung dan menghargai perbedaan dalam keluarga. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa My Annoying Brother tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi penonton untuk menghargai hubungan keluarga, saling mendukung, serta terus berkembang sebagai individu. Dengan cara ini, film ini berhasil menyampaikan pesan moral yang relevan dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
PERAN KONTEKS SOSIAL DIGITAL TERHADAP PEMROSESAN BAHASA M: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Zahra, Shakira Az
Journal Educational of Indonesia Language Vol 6, No 2 (2025): JEIL: Jurnal Educational of Indonesian language publishes
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v6i2.4243

Abstract

ABSTRAKAbstrak Bahasa M merupakan fenomena linguistik digital yang berkembang di TikTok Indonesia melalui pola penambahan fonem /m/ pada setiap vokal sehingga menghasilkan bentuk ujaran yang menyimpang dari kaidah kebahasaan secara sintaksis dan fonologis. Meskipun bentuk-bentuk tersebut secara fonologis dan sintaktis menyimpang dari bahasa baku, penutur Gen Z mampu memproses dan memahami maknanya dengan cepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana konteks sosial digital berperan dalam mempermudah pemrosesan mental Bahasa M. Metode yang digunakan adalah deskriptif-psikolinguistik, dengan data berupa tuturan Bahasa M dari akun TikTok @ojildanhanoy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks digital membantu terjadinya top-down processing, memperkuat akses leksikal, dan mempermudah decoding fonologis sehingga bahasa M tetap dapat dipahami. Penelitian ini membuktikan bahwa pemrosesan Bahasa M didukung oleh mekanisme kognitif yang fleksibel dan bergantung kuat pada lingkungan digital.
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM FILM “PANTASKAH AKU BERHIJAB” Rahma, Marisa Antika
Journal Educational of Indonesia Language Vol 6, No 2 (2025): JEIL: Jurnal Educational of Indonesian language publishes
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v6i2.4335

Abstract

ABSTRAKPada dasarnya bahasa adalah alat komunikasi suara yang vital dalam kehidupan sehari-hari. Agar pesan baik lisan maupun tulisan, dapat tersampaikan dan dipahami sepenuhnya, kita perlu menganalisis lebih dalam apa yang sebenarnya dimaksud oleh penutur. Oleh karen itu, ini lah peran dari kajian tindak tutur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuannya adalah mendeskripsikan dan mengartikan dialog-dialog dalam film “Pantaskah Aku Berhijab” berdasarkan konteksnya. Data yang dikumpulkan berfokus pada tindak tutur ilokusi (yaitu fungsi atau niat dari ucapan, seperti memerintah, berjanji, atau menyatakan). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi tanpa terlibat langsung dan pencatatan. Dari analisis dialog ditemukan total 14 tindak tutur ilokosi, adapun terbagi dari beberapa jenis antara lain sebagai berikut. Tindak Tutur Asertif berjumlah 3, Tindak Tutur Direktif berjumlah 3, Tindak Tutur Ekspresif berjumlah 4, Tindak Tutur Deklaratif berjumlah 2, dan terakhir Tindak tutur Komisif berjumlah 2. Kata Kunci: bahasa, tindak tutur, ilokusi, filmABSTRACTLanguage is fundamentally a vital tool for vocal communication in daily life. For a message, whether spoken or written, to be fully conveyed and understood, we need to analyze more deeply what the speaker truly intends. Therefore, this is the role of the study of speech acts. This research uses a descriptive qualitative approach. The objective is to describe and interpret the dialogues in the film "Pantaskah Aku Berhijab" (Am I Worthy to Wear the Hijab) based on their context. The data collected focuses on illocutionary speech acts (i.e., the function or intention of the utterance, such as commanding, promising, or stating). Data collection was performed through non-participant observation and note-taking. The dialogue analysis found a total of 14 illocutionary speech acts, divided into several types including: 3 Assertive Speech Acts, 3 Directive Speech Acts, 4 Expressive Speech Acts, 2 Declarative Speech Acts, and finally, 2 Commissive Speech Acts. Keywords: language, speech act, illocution, film