cover
Contact Name
LA ODE ALIFARIKI
Contact Email
ners_riki@yahoo.co.id
Phone
+6285145272116
Journal Mail Official
ners_riki@yahoo.co.id
Editorial Address
Perumahan Pelangi Residence no D18, Kelurahan Anduonohu, Kota Kendari Prov.Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT)
ISSN : -     EISSN : 2798107X     DOI : -
Core Subject : Health,
Nursing Area, Environmental Health, Public Health, Epidemiology, Occupational Health, and Other aspect of health
Articles 242 Documents
Hubungan Usia, Lama Menderita Diabetes, dan Penyakit Penyerta dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSU Bina Kasih Medan Siti Raudah; Jentris Hellful Zebua; Jumarni Jumarni; Tania Aryodila; Evalatifah Nurhayati
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 7 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v7i1.331

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat mempengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan sosial sehingga berdampak terhadap kualitas hidup penderitanya. Karakteristik pasien seperti umur, durasi diabetes melitus, dan penyakit penyerta diduga memiliki hubungan dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik pasien dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus di RSU Bina Kasih Medan. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 70 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan aplikasi SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 50–59 tahun sebanyak 39 orang (55.7%), memiliki durasi diabetes melitus sedang sebanyak 47 orang (67.1%), tidak memiliki penyakit penyerta sebanyak 40 orang (57.1%), dan memiliki kualitas hidup kurang sebanyak 25 orang (35.7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara umur dengan kualitas hidup (p = 0.150), tidak terdapat hubungan antara durasi diabetes melitus dengan kualitas hidup (p = 0.359), dan tidak terdapat hubungan antara penyakit penyerta dengan kualitas hidup (p = 0.387). Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik pasien yang meliputi umur, durasi diabetes melitus, dan penyakit penyerta tidak berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus. Kualitas hidup penderita diabetes melitus dipengaruhi oleh berbagai faktor multidimensional seperti kemampuan adaptasi, dukungan keluarga, kepatuhan terapi, dan kondisi psikologis.
Efektivitas Media Leaflet dalam Meningkatkan Pengetahuan Deteksi Dini Kanker Serviks pada Wanita Usia Subur di PKK Padukuhan Kwarasan, Sleman Siska Dian Yolanda; Ismarwati Ismarwati
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 7 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v7i1.333

Abstract

Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan reproduksi perempuan dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi, terutama akibat rendahnya pengetahuan wanita usia subur (WUS) mengenai deteksi dini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tersebut adalah melalui promosi kesehatan menggunakan media leaflet. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media leaflet dalam meningkatkan pengetahuan deteksi dini kanker serviks pada wanita usia subur di PKK Padukuhan Kwarasan, Nogotirto, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Penelitian dilakukan pada Februari–Maret 2026 terhadap 37 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan deteksi dini kanker serviks yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s alpha = 0.812). Pengukuran dilakukan pada tahap pretest, posttest I segera setelah intervensi, dan posttest II satu minggu setelah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan p < 0.05 menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori pengetahuan baik meningkat dari 76% pada pretest menjadi 97% pada posttest I dan mencapai 100% pada posttest II. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pretest dan posttest I (Z = -4.076; p = 0.000) serta antara pretest dan posttest II (Z = -3.855; p = 0.000). Media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan dan mempertahankan pengetahuan wanita usia subur mengenai deteksi dini kanker serviks.
Hubungan antara Kebiasaan Sarapan, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi dengan Kejadian Anemia Pada Remaja di SMAN 12 Kendari Rahmawati Rahmawati; Wa Ode Salma; Syefira Salsabila
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.263

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri yang memiliki kebutuhan zat besi lebih tinggi akibat pertumbuhan dan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan, aktivitas fisik, dan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja di SMAN 12 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 119 responden remaja putri kelas X–XI yang dipilih melalui purposive sampling. Kebiasaan sarapan dinilai menggunakan kuesioner, aktivitas fisik menggunakan IPAQ, status gizi melalui pengukuran IMT (berat badan dan tinggi badan) , dan kadar hemoglobin menggunakan Hb-meter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29.4% responden tidak anemia dan 70.6% mengalami anemia. Terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan sarapan dengan kejadian anemia (p = 0.014), serta terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian anemia (p = 0.015). Sementara itu, status gizi tidak menunjukkan hubungan bermakna dengan kejadian anemia (p = 0.289). Kesimpulan penelitian ini adalah kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik berhubungan dengan kejadian anemia, sedangkan status gizi tidak berhubungan dengan anemia pada remaja putri di SMAN 12 Kendari sehingga dibutuhkan upaya edukasi gizi mengenai sarapan sehat dan pemenuhan kebutuhan zat besi dapat mencegah anemia.
Analisis Faktor Penurunan Akseptor Implan dan IUD Pada Wanita Usia Subur di Kabupaten Tangerang Acih Suarsih; Siti Haeriyah; Santika Santika
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.264

Abstract

Penurunan akseptor kontrasepsi jangka panjang seperti implan dan IUD masih menjadi tantangan nasional, terutama karena dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan, sikap yang kurang positif, keterbatasan akses layanan, serta minimnya dukungan sosial dalam pengambilan keputusan KB. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap, akses layanan KB, dan dukungan sosial terhadap penurunan penggunaan implan dan IUD pada wanita usia subur di Kabupaten Tangerang serta menentukan faktor dominan. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis melalui uji prasyarat, univariat, bivariat, dan regresi logistik multivariat. Keempat variabel terbukti berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi jangka panjang, dengan akses layanan muncul sebagai faktor paling dominan, sedangkan pengetahuan, sikap, dan dukungan sosial tetap memberikan kontribusi signifikan. Penurunan akseptor implan dan IUD dipengaruhi oleh faktor individu, psikologis, struktural, dan sosial, sehingga upaya peningkatan penggunaan LARC perlu dilakukan melalui edukasi, pembentukan sikap positif, penguatan dukungan sosial, dan terutama peningkatan kualitas serta keterjangkauan layanan KB.
Pengaruh Konseling dengan Bantuan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Penggunaan Antibiotik di Kalangan Mahasiswa Farmasi STIKes Keluarga Bunda Jambi Nurasiah Nurasiah; Novi Erviana Harahap; Nadia Raihana; Fefri Perrianty
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.276

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan yang dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga kefarmasian memiliki peran penting dalam penggunaan dan edukasi antibiotik yang tepat, sehingga diperlukan upaya peningkatan pengetahuan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling dengan bantuan media leaflet terhadap pengetahuan penggunaan antibiotik di kalangan mahasiswa Farmasi STIKes Keluarga Bunda Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 43 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah konseling, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 13 responden yang menggunakan antibiotik tanpa resep dokter, yang menunjukkan masih adanya praktik penggunaan antibiotik yang tidak rasional, sebagian besar responden telah memiliki pengetahuan yang baik mengenai pengertian antibiotik dan cara penggunaannya. Adanya peningkatan tingkat pengetahuan responden setelah diberikan konseling dengan bantuan media leaflet, dengan nilai p = 0.001 (p < 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa konseling berbantuan media leaflet berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan penggunaan antibiotik. Dapat disimpulkan bahwa konseling dengan bantuan media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai penggunaan antibiotik yang rasional.
Kualitas Fisik dan Angka Kuman Udara Pada Ruang Pelayanan dan Ruang Tunggu Puskesmas Nania, Kota Ambon Arfan Ohorella; Damayanti Sima Sima Sohilauw; M. Fadly Kaliky
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.277

Abstract

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dengan tingkat hunian dan aktivitas yang tinggi, sehingga berpotensi mengalami penurunan kualitas udara dalam ruangan dan meningkatkan risiko penularan penyakit berbasis udara. Perbedaan fungsi ruang, kepadatan penghuni, dan sistem ventilasi dapat memengaruhi kualitas fisik dan mikrobiologis udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kualitas fisik udara (suhu dan kelembaban) serta angka kuman udara pada ruang poliklinik umum, laboratorium, dan ruang tunggu di Puskesmas Nania, Kota Ambon. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan teknik grab sampling pada 13 titik pengukuran. Angka kuman udara diperiksa menggunakan air sampler dan dinyatakan dalam CFU/m³, sedangkan suhu dan kelembaban diukur menggunakan thermohygrometer. Hasil pengukuran dibandingkan dengan baku mutu kesehatan lingkungan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Hasil penelitian dikatahui Angka kuman udara tertinggi ditemukan pada ruang tunggu, diikuti ruang laboratorium, dan terendah pada ruang poliklinik umum. Suhu udara seluruh ruangan memenuhi baku mutu, namun kelembaban udara pada seluruh ruangan melebihi standar yang ditetapkan. Kualitas udara dalam ruangan di Puskesmas Nania berbeda berdasarkan fungsi ruang, dengan ruang tunggu dan laboratorium memiliki risiko mikrobiologis lebih tinggi. Kelembaban udara yang tinggi menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan angka kuman udara, sehingga diperlukan peningkatan ventilasi dan pengendalian kelembaban di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Hubungan Status Gizi, Kadar Hemoglobin, dan Aktivitas Fisik dengan Prestasi Belajar Siswa di SMA Negeri 2 Kendari Elma Elma; Wa Ode Salma; Irma Yunawati
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.278

Abstract

Prestasi belajar merupakan indikator penting keberhasilan pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi kesehatan siswa. Status gizi, kadar hemoglobin, dan aktivitas fisik merupakan faktor internal yang berperan dalam fungsi kognitif dan konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi, kadar hemoglobin, dan aktivitas fisik dengan prestasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Kendari. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 226 siswa kelas XII yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Status gizi diukur menggunakan IMT/U, kadar hemoglobin diukur dengan alat Easy Touch, aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner IPAQ, dan prestasi belajar diperoleh dari nilai akademik siswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi, kadar hemoglobin, dan aktivitas fisik dengan prestasi belajar siswa (p < 0.05). Siswa dengan status gizi baik, kadar hemoglobin normal, dan aktivitas fisik sedang hingga berat memiliki prestasi belajar yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan status kesehatan dan aktivitas fisik siswa berperan penting dalam mendukung prestasi belajar.
Gambaran Sanitasi Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi Tahun 2024 Sondang Siahaan; Rina Fauziah; Emilia Chandra; Ari Valentino
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.279

Abstract

Sanitasi pasar adalah usaha pengendalian melalui kegiatan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pengaruh yang ditimbulkan oleh pasar yang erat dengan merebaknya suatu penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran sanitasi Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi yang meliputi penyediaan air bersih, toilet, pengelolaan sampah, pengelolaan limbah, tempat cuci tangan, serta pengendalian vektor penyakit di Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey deskriptif untuk melihat gambaran sanitasi Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi. Objek penelitian ini adalah kondisi sanitasi yang ada di Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 6 item penilaian penyediaan air bersih tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 100%, sebanyak 8 item penilaian toilet perempuan tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 100% dan 8 item penilaian toilet laki-laki tidak memenuhi persyaratan 100%, sebanyak 6 item penilaian tempat pembuangan sampah tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 100%, 8 item penilaian pada saluran pembuangan limbah atau drainase tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 87.5%, sebanyak 5 item penilaian tempat cuci tangan tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 60%, serta 5 item penilaian pengendalian vektor penyakit tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 80%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi memiliki sanitasi dengan kriteria tidak memenuhi persyaratan sanitasi Pasar sehat karena jumlah skor memenuhi syarat <70%.
Persepsi Akseptor dalam Pengambilan Keputusan Tidak Menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Dampaknya terhadap Hipertensi Sitti Aisa; Wahida Wahida; Nuryanti Multy
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.280

Abstract

Penggunaan metode kontrasepsi hormonal jangka pendek seperti pil dan suntik masih mendominasi dibandingkan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), meskipun MKJP memiliki efektivitas yang lebih tinggi dan tingkat keberlanjutan yang lebih baik. Persepsi negatif akseptor terhadap MKJP serta kurangnya pemahaman mengenai risiko kesehatan jangka panjang, khususnya hipertensi, menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan tidak menggunakan MKJP. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi akseptor dalam pengambilan keputusan tidak menggunakan MKJP serta dampaknya terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Mokoau Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan dipilih secara purposive sampling, terdiri dari empat wanita usia subur pengguna kontrasepsi hormonal jangka pendek yang mengalami hipertensi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi negatif terhadap MKJP dipengaruhi oleh rasa takut terhadap proses pemasangan, kurangnya informasi yang benar di masyarakat, serta rendahnya pemahaman mengenai risiko penggunaan kontrasepsi hormonal jangka pendek dalam jangka panjang. Keputusan untuk tidak menggunakan MKJP mendorong akseptor memilih kontrasepsi hormonal jangka pendek yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko hipertensi. Kesimpulan penelitian bahwa persepsi akseptor berperan penting dalam pengambilan keputusan kontrasepsi.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Laparatomi: Appendisitis di Ruang Anggrek RSUD Kota Kendari Ketrin Ketrin; Sri Susanty
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.281

Abstract

Appendisitis adalah satu penyebab nyeri pada perut bagian kanan bawah yang sering di temukan. Penyebab yang paling sering adalah adanya obstruksi lumen yang berlanjut pada kerusakan dinding appendik dan terjadi pembentukan abses. Apendisitis dapat mengenai laki-laki dan perempuan, namun 1.3-1.6 kali lebih sering mengenai laki-laki usia 10 hingga 30 tahun. Rancangan karya ilmiah ini menggunakan rancangan eksploratif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subyek studi kasus ini adalah salah satu pasien di Ruang Anggrek RSUD Kota Kendari yang berjenis kelamin Laki-Laki. Tehnik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam studi kasus ini adalah observasi, wawancara, dokumntasi dan pemeriksaan fisik. Tujuan umum dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien post laparatomi: appendisits dengan terapi relaksasi benson di Ruang Anggrek RSUD Kota Kendari. Diagnosa keperawatan yang diangkat merujuk pada SDKI. Diagnosa keperawatan sesuai dengan kondisi klien. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik, risiko infeksi dengan faktor risiko efek prosedur invasif, gangguan pola tidur berhubungan dengan kurang privasi. Intervensi keperawatan merujuk pada SLKI dan SIKI, intervensi yang diangkat adalah manajemen nyeri, pencegahan infeksi, perawatan luka dan dukungan tidur. Implementasi di laksanakan selama tiga hari. Berdasarkan hasil pengkajian yang telah dilakukan didapatkan tiga masalah yang dialami oleh pasien. Ketiga masalah tersebut teratasi setelah di lakukan tindakan keperawatan