cover
Contact Name
LA ODE ALIFARIKI
Contact Email
ners_riki@yahoo.co.id
Phone
+6285145272116
Journal Mail Official
ners_riki@yahoo.co.id
Editorial Address
Perumahan Pelangi Residence no D18, Kelurahan Anduonohu, Kota Kendari Prov.Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT)
ISSN : -     EISSN : 2798107X     DOI : -
Core Subject : Health,
Nursing Area, Environmental Health, Public Health, Epidemiology, Occupational Health, and Other aspect of health
Articles 242 Documents
Asuhan Keperawatan Lansia Pada Ny. M dengan Stroke Non Hemoragik di Ruang Lavender RSUD Kota Kendari Mawar Marwati; Sri Susanty
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.283

Abstract

Stroke adalah salah satu masalah kesehatan yang penting dan perlu diperhatikan. Stroke merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah otak, yang menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Stroke pada setiap tahunnya meningkat dengan berdasarkan data pada RSUD Kota Kendari ditahun 2021 berjumlah 165, tahun 2022 berjumlah 245 dan tahun 2023 sebanyak 252 kasus. Tujuan dari Karya Ilmiah Akhir Ners ini yaitu mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pada lansia dengan Stroke Non Hemoragik Di Ruang Lavender RSUD Kota Kendari. Karya Ilmiah ini menggunakan pendekatan studi kasus. Subyek studi kasus ini adalah salah satu pasien perempuan berusia 63 tahun di Ruang Lavender RSUD Kota Kendari dengan diagnosa medis NHS. Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam studi kasus ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan pemeriksaan fisik. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa diagnosa keperawatan yang ditegakkan  sesuai dengan kondisi klien yaitu gangguan mobilitas fisik, defisit perawatan diri, risiko defisit nutrisi dan risiko jatuh. Intervensi keperawatan yang meliputi dukungan mobilitas, dukungan perawatan diri, manajemen nutrisi dan pencegahan jatuh. Implementasi dilaksanakan selama enam hari. Berdasarkan hasil pengkajian yang telah dilakukan didapatkan empat  masalah yang dialami klien dan diatasi dengan tindakan keperawatan selama enam hari perawatan dengan hasil evaluasi akhir masalah teratasi meliputi adanya peningkatan kekuatan otot, mampu melakukan perawatan diri (makan) dan risiko jatuh tidak terjadi.  
Hubungan Tingkat Depresi dengan Kualitas Hidup Lanjut Usia di Yayasan Al Azis Kendari dan Pesantren Lansia Habibie Ainun Nazila Nazila; Sri Susanty; La Ode Alifariki
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.284

Abstract

Peningkatan populasi lansia memicu masalah fisik dan psikis, terutama depresi. Di Kota Kendari, prevalensi gejala depresi lansia cukup tinggi 60.03%, jika tidak tertangani dapat menurunkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dengan kualitas hidup lanjut usia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan menggunakan metode cross sectional dengan variabel bebas adalah tingkat depresi dan variabel terikat adalah kualitas hidup. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini dilakukan tanggal 5-29 Desember 2025 dengan jumlah sampel 67 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen lembar kuesioner Geriatric Depression Scale (GDS) dan World Health Organization Quality of Life (WHOQOL)dan dianalisis menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian terhadap 67 responden diperoleh tingkat depresi dalam kategori normal, yaitu 40 orang 59.7%, depresi ringan 17 orang 25.4%, depresi sedang 8 orang 11.9%, dan depresi berat 2 orang 3.0%. Kualitas hidup kategori baik sebanyak 50 orang 74.6%, sementara 17 responden 25.4% lainnya memiliki kualitas hidup kategori buruk. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup lansia di Yayasan Al Azis Kendari dan Pesantren Lansia Habibie Ainun dengan nilai (p= 0.000). Kesimpulan penelitian bahwa semakin rendah tingkat depresi, maka semakin baik kualitas hidup lansia, begitupun sebaliknya, depresi yang berat merupakan prediktor utama rendahnya kualitas hidup lansia.
Hubungan Persepsi Penyakit dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi di Kecamatan Soropia Nur Aisyah; La Ode Alifariki; La Rangki
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.285

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Salah satu permasalahan utama dalam pengendalian hipertensi adalah rendahnya kepatuhan penderita dalam mengonsumsi obat antihipertensi, yang salah satunya dipengaruhi oleh persepsi penderita terhadap penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kecamatan Soropia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 72 penderita hipertensi. Persepsi penyakit diukur menggunakan Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ), sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi penyakit pada responden didominasi oleh persepsi ancaman sedang (52.8%), diikuti persepsi rendah (319%) dan tinggi (15.3%). Sebagian besar responden tidak patuh dalam minum obat antihipertensi (69.4%), sedangkan yang patuh hanya 30.6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kecamatan Soropia (p = 0.003; p < 0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kecamatan Soropia, di mana persepsi penyakit yang lebih positif berpotensi meningkatkan kepatuhan pengobatan.
Analisis Faktor Risiko Insomnia Pada Lansia di Indonesia: Literatur Review Sri Susanty; Ramadhan Tosepu; Shola Shobrina; Zurezki Yuana Yafie; Fauziah Ibrahim; Abdul Rafid
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.286

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan gangguan onset tidur dan atau ganguan pemeliharaan tidur. Dalam keadaan normal apabila seseorang lansia tidak dapat tidur yang cukup untuk menjaga kesehatan dapat memberikan efek seperti pelupa, kebingungan dan disorientasi. factor risiko yang berhubungan dengan kejadian insomnia pada lansia yaitu usia, jenis kelamin, kecemasan, dan gaya hidup stress, faktor lingkungan, merokok dan tingkat kecemasan. Adapun tujuan dari penulisan literatur review ini adalah untuk mengetahui factor-faktor risiko apa saja yang paling berpengaruh terhadap kejadian insomnia pada lansia di Indonesia. Metode penelitian bahwa dalam tinjauan literatur ini pengumpulan artikel atau jurnal relevan yang didapatkan pada database Google Scholar dan Pubmed. Yang dilakukan secara sistematis dengan mengikuti tahapan yang benar dengan menggunakan format Prisma serta menentukan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh 19 jurnal yang menjelaskan mengenai faktor resiko insomnia pada lansia di Indonesia. Faktor resiko mencakup usia, status menikah, lingkungan, gaya hidup, merokok, aktivitas fisik, penyakit fisik, hipertensi, kecemasan, depresi, dan stress. Kesimpulan penelitian bahwa faktor yang paling berpengaruh berdasarkan berbagai jurnal yang di review oleh penulis adalah kecemasan, depresi, gaya hidup sehingga diperlukan pendampingan lebih bagi lansia dengan gangguan tidur khusunya Insomnia.  
Analisis Senyawa Larut Asam dalam Teh Herbal dari Kulit Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) dan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Zakia Alsafana; Fefri Perrianty; Hary Saputra; Novi Erviana Harahap
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.287

Abstract

Kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan daun kelor (Moringa oleifera) merupakan bahan alami yang berpotensi sebagai sumber antioksidan, namun pemanfaatannya sebagai produk pangan fungsional masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar senyawa terlarut dalam asam pada sediaan teh herbal berbahan kulit buah naga dan daun kelor sebagai indikator kualitas dan ketersediaan bioaktif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan post-test only design. Tahapan penelitian meliputi pembuatan simplisia, proses ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, serta analisis senyawa terlarut dalam asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar senyawa terlarut dalam asam pada kulit buah naga sebesar 23%, sedangkan pada daun kelor sebesar 14%. Hasil ini menunjukkan bahwa kulit buah naga memiliki kandungan senyawa yang lebih mudah larut dalam kondisi asam dibandingkan daun kelor. Senyawa terlarut dalam asam berkaitan dengan ketersediaan hayati, sehingga semakin tinggi nilainya menunjukkan potensi penyerapan yang lebih baik dalam tubuh. Dengan demikian, kombinasi kedua bahan ini berpotensi dikembangkan sebagai teh herbal fungsional yang memiliki nilai gizi dan aktivitas bioaktif yang baik.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan dan Pola Asuh Anak dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Waode Buri Dewi Purnama Shanty; Sri Susanty; Jafriati Jafriati
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.288

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Waode Buri. Kualitas pelayanan kesehatan dan pola asuh anak merupakan faktor penting yang diduga berperan dalam kejadian stunting pada anak balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas pelayanan kesehatan dan pola asuh anak dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Waode Buri. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 ibu yang memiliki anak balita usia 24–59 bulan, dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran tinggi badan anak, kemudian dianalisis menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,4% responden menilai kualitas pelayanan kesehatan berada pada kategori baik dan 48.6% pada kategori kurang. Berdasarkan karakteristik responden, mayoritas berpendidikan SMA (71.4%) dan memiliki pendapatan < Rp3.000.000 (54.3%). Analisis menunjukkan adanya hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dan pola asuh anak dengan kejadian stunting pada anak balita. Kualitas pelayanan kesehatan dan pola asuh anak berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Waode Buri, sehingga diperlukan upaya terpadu antara peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan penguatan peran keluarga dalam pengasuhan anak.
Hubungan Tingkat Kecemasan dan Literasi Kesehatan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Hipertensi di Kecamatan Soropia Nur Hikma Putri; La Ode Alifariki; Diah Indriastuti
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.289

Abstract

Kepatuhan minum obat merupakan kunci keberhasilan terapi hipertensi, namun dipengaruhi oleh faktor psikologis(Tingkat kecemasan) dan kognitif (literasi Kesehatan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dan literasi kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kecamatan Soropia. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 72 orang yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner MMAS-8 untuk kepatuhan, HARS untuk kecemasan, dan HLS-EU-SQ10-IDN untuk literasi kesehatan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 69.4% responden tidak patuh dan 30.6% patuh dalam minum obat. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan (p = 0.004) dan literasi kesehatan (p = 0.009) dengan kepatuhan minum obat. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah, tingkat kecemasan dan literasi kesehatan berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi.  
Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Pediculosis Capitis pada Santriwati di Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari Arqistia Chantika Abustam; Arfiyan Sukmadi; La Ode Alifariki
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.290

Abstract

Pediculosis capitis merupakan masalah kesehatan global yang endemik di lingkungan padat huni seperti pondok pesantren, dimana praktik personal hygiene yang buruk dan kebiasaan berbagi alat pribadi menjadi faktor risiko terjadinya penularan kutu rambut. Penyakit ini disebabkan oleh infestasi parasit pediculus humanus capitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara personal hygiene dengan kejadian pediculosis capitis pada santriwati di Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan menggunakan metode cross sectional dengan variabel bebas adalah personal hygiene dan variabel terikat adalah pediculosis capitis. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini dilakukan tanggal 19 Desember 2025 dengan jumlah sampel 69 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen lembar kuesioner personal hygiene dan lembar observasi pediculosis capitis dan dianalisis menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian terhadap 69 responden diperoleh personal hygiene kategori baik yaitu sebanyak 64 orang 92.8%, sementara 5 orang lainnya 7.2% tergolong dalam kategori personal hygiene kurang. Pada kejadian pediculosis capitis terdapat 57 orang yang menderita pediculosis capitis 82.6% dan 12 orang lainnya tidak menderita pediculosis capitis 17.4%. Hasil uji Fisher Exact Test menunjukkan bahwa nilai p-value < 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan kejadian pediculosis capitis pada santriwati di Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari dengan nilai (p = 0.034).
Pengaruh Diaphragmatic Breathing Exercise terhadap Saturasi Oksigen pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronis di Rumah Sakit Royal Prima Medan Lisnawati Lubis; Evalatifah Nurhayati
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.292

Abstract

Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) merupakan gangguan paru kronis yang ditandai oleh obstruksi aliran udara yang progresif, gangguan pertukaran gas, dan penurunan fungsi respirasi yang bersifat tidak sepenuhnya reversibel. Secara klinis, selain terapi farmakologis dan oksigen, pendekatan non-farmakologis seperti latihan pernapasan menjadi bagian penting dalam rehabilitasi PPOK. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah diaphragmatic breathing exercise atau latihan pernapasan diafragma. Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Diaphragmatic Breathing Exercise terhadap saturasi oksigen pada pasien PPOK. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang pasien PPOK yang dirawat inap di Rumah Sakit Royal Prima Medan (15 orang  kelompok intervensi dan 15 orang kelompok control). Variabel independent dalam penelitian ini adalah Diaphragmatic breathing exercise yaitu latihan pernapasan menggunakan diafragma yang dilakukan selama 10–15 menit, 2 kali sehari selama 5 hari. Sedangkan variabel dependen adalah saturasi oksigen yaitu persentase kadar oksigen dalam darah yang diukur menggunakan pulse oximeter (skala rasio, satuan %), data yang terkumpul diolah menggunakan SPSS for Windows versi 31. Berdasarkan hasil uji statistik terdapat perbedaan pada kelompok intervensi (p < 0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa diaphragmatic breathing exercise berpengaruh terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien PPOK.
Pengaruh Pemberian Edukasi Menggunakan Media Video Terhadap Pengetahuan Pola Makan Pada Lansia Prolanis Hipertensi di Puskesmas Ciwaruga Mila Maryani; Istianah Istianah; Arieni Ramadhan; Tonika Tohri
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.293

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak terjadi pada lansia dan dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu faktor penting dalam pengendalian hipertensi adalah penerapan pola makan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan pola makan pada lansia Prolanis hipertensi di Puskesmas Ciwaruga. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 51 lansia hipertensi yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan pola makan dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang sebanyak 26 orang (51.0%), cukup 19 orang (37.3%), dan baik 6 orang (11.8%). Setelah diberikan edukasi media video, terjadi peningkatan dimana mayoritas responden berada dalam kategori pengetahuan baik sebanyak 48 orang (92.3%) dan cukup 3 orang (5.8%), serta tidak terdapat lagi kategori kurang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0.001 (p < 0.05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Edukasi menggunakan media video berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pola makan pada lansia Prolanis hipertensi.