cover
Contact Name
LA ODE ALIFARIKI
Contact Email
ners_riki@yahoo.co.id
Phone
+6285145272116
Journal Mail Official
ners_riki@yahoo.co.id
Editorial Address
Perumahan Pelangi Residence no D18, Kelurahan Anduonohu, Kota Kendari Prov.Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT)
ISSN : -     EISSN : 2798107X     DOI : -
Core Subject : Health,
Nursing Area, Environmental Health, Public Health, Epidemiology, Occupational Health, and Other aspect of health
Articles 242 Documents
Hubungan Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dan Sikap Pasien dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Wara Kota Palopo Hera Heriyanti; Eva Kurniati; Lindriani Lindriani
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.294

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan tinggi untuk mencegah kegagalan terapi serta resistensi obat. Efek samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dan sikap pasien diduga menjadi faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan efek samping OAT dan sikap pasien dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB di Puskesmas Wara Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 75 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi ? = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek samping OAT kategori sedang paling banyak dialami responden (38.6%), diikuti ringan (30.7%) dan berat (30.7%). Sikap positif ditemukan pada 41.4% responden, sedangkan kepatuhan kategori patuh sebesar 38.7%. Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara efek samping OAT dengan kepatuhan minum obat (p = 0.000) serta antara sikap pasien dengan kepatuhan minum obat (p = 0.000). Disimpulkan bahwa efek samping OAT dan sikap pasien berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB di Puskesmas Wara Kota Palopo.
Pengelolaan Sampah di Pasar Tradisional Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh Suparmi Suparmi; Rina Fauziah; Sondang Siahaan; Selvy Helka Mutiara
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.295

Abstract

Sampah di Pasar Tradisional Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh berasal dari aktivitas kios dan toko dengan timbulan mencapai 4–5 ton per hari. Namun, pengelolaan sampah di pasar tersebut belum optimal, ditandai dengan tidak tersedianya Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang memadai serta keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan sampah di Pasar Tradisional Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional yang dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2023. Populasi penelitian terdiri dari 550 pedagang dan 7 petugas kebersihan. Sampel pedagang sebanyak 85 orang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling, sedangkan seluruh petugas kebersihan dijadikan sampel. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengumpulan sampah dalam kategori tidak baik sebesar 56.5%, pengangkutan sampah tidak baik sebesar 57%, sarana penampungan sampah tidak baik sebesar 77.6%, peran pedagang tidak baik sebesar 53%, dan peran petugas kebersihan tidak baik sebesar 57%. Dapat disimpulkan bahwa pengelolaan sampah di Pasar Tradisional Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh masih belum memenuhi standar pasar sehat. Diperlukan perbaikan sarana dan prasarana, peningkatan pengawasan, serta penguatan partisipasi pedagang dan petugas kebersihan guna mewujudkan lingkungan pasar yang bersih dan sehat.
Perbandingan Edukasi Kesehatan dengan Metode Gamifikasi dan Metode Ceramah Terhadap Pengetahuan Pencegahan Miopia Pada Siswa Ririn Putri Ahudyanti; Lisbet Octovia Manalu; Ahmad Arifin; M. Sandi Haryanto
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.298

Abstract

Miopia merupakan salah satu gangguan penglihatan yang banyak terjadi pada anak usia sekolah dan berdampak pada proses belajar serta kualitas hidup, namun edukasi kesehatan yang selama ini lebih banyak menggunakan metode ceramah masih kurang melibatkan partisipasi aktif siswa, sementara penggunaan gamifikasi yang dinilai lebih interaktif belum banyak diteliti efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan miopia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas edukasi kesehatan dengan metode gamifikasi dan metode ceramah terhadap pengetahuan pencegahan miopia pada siswa. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pretest–posttest two group design. Penelitian dilakukan pada 78 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok gamifikasi dan kelompok ceramah dengan masing-masing 39 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan pencegahan miopia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok gamifikasi terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 53.33 menjadi 88.33 (p < 0.001). Pada kelompok ceramah terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 58.97 menjadi 7.46 (p < 0.001). Hasil uji independent t-test menunjukkan adanya perbedaan peningkatan pengetahuan yang signifikan antara kedua kelompok dengan nilai p < 0.001, dimana rata-rata peningkatan skor pengetahuan pada kelompok gamifikasi sebesar 35.00 sedangkan pada kelompok ceramah sebesar 19.49. Kesimpulan penelitian ini adalah metode gamifikasi lebih efektif dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan miopia.
Pengaruh Edukasi Media Booklet Perawatan Kaki terhadap Pengetahuan Pencegahan Ulkus Diabetik Pada Pasien DM Tipe 2 di RSUD Lembang Della Haifa Assari; Istianah Istianah; Arieni Ramadhan; Eny Kusmiran
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.300

Abstract

Ulkus diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis yang sering terjadi pada pasien diabetes melitus dan dapat meningkatkan risiko amputasi jika tidak ditangani dengan baik. Edukasi kesehatan menggunakan media booklet dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan pasien mengenai pencegahan ulkus diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media booklet perawatan kaki terhadap pengetahuan pencegahan ulkus diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Lembang. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Populasi penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Lembang sebanyak 135 orang, dengan sampel sebanyak 58 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan pencegahan ulkus diabetik yang terdiri dari 15 pertanyaan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi ? = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 52 responden (89.7%) dan pengetahuan cukup sebanyak 6 responden (10.3%). Setelah diberikan edukasi menggunakan media booklet terjadi peningkatan pengetahuan dimana sebanyak 55 responden (94.8%) memiliki pengetahuan baik dan 3 responden (5.2%) memiliki pengetahuan cukup. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0.001 yang menunjukkan adanya pengaruh edukasi media booklet terhadap pengetahuan pencegahan ulkus diabetik. Edukasi menggunakan media booklet perawatan kaki efektif dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan ulkus diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Krueng Barona Jaya Mujaddil Al Mandhar; Nurul Aulia Nisa; Lola Amelia; Ghina Khamisna; Karmila Br Kaban
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.304

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pasien DM tipe 2 di Puskesmas Krueng Barona Jaya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 50 pasien DM tipe 2 dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga yang mencakup dukungan emosional, penilaian, instrumental, dan informasional, serta instrumen WHOQOL untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2, yaitu dukungan emosional (p=0.002), penilaian (p=0.000), instrumental (p=0.009), dan informasional (p=0.000). Dukungan keluarga berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Krueng Barona Jaya. Semakin baik dukungan keluarga yang diterima, semakin tinggi kualitas hidup pasien.
“Tambal Retakan, Cegah Kerugian”: Perangi Kecurangan Jaminan Kesehatan dan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal Aceh sebagai Upaya Peningkatan Mutu di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rosa Galica Gita Gressia; Brury Apriadi Husaini
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.305

Abstract

Kelemahan pengawasan dan regulasi menyebabkan praktik kecurangan dalam sistem jaminan kesehatan semakin meningkat dan berdampak pada kerugian finansial serta penurunan mutu pelayanan kesehatan. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya pencegahan dan penanganan kecurangan yang terintegrasi dengan pendekatan lokal berbasis kearifan masyarakat Aceh. Penelitian ini menggunakan metode scoping review berdasarkan kerangka Arksey & O’Malley dengan penelusuran literatur tahun 2015–2025 melalui database PubMed, Scopus, Springer, Google Scholar, dan Web of Science. Dari 1.494 artikel yang ditemukan, sebanyak 11 artikel memenuhi kriteria inklusi. Literatur terkait inovasi berbasis kearifan lokal Aceh diperoleh melalui analisis artikel sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada strategi tunggal yang efektif untuk mengatasi kecurangan dalam sistem jaminan kesehatan. Pencegahan kecurangan memerlukan pendekatan berbasis bukti melalui integrasi teknologi, edukasi, regulasi, penegakan hukum, kolaborasi lintas sektor, penguatan data, serta pengawasan yang transparan. Pendekatan lokal seperti musyawarah gampong, peran tokoh adat, dan sistem pelaporan komunitas juga berpotensi memperkuat pencegahan kecurangan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem berbasis teknologi yang disesuaikan dengan konteks sosial lokal dan didukung regulasi yang memadai. Model kolaboratif ini berpotensi menjadi contoh dalam membangun sistem jaminan kesehatan yang adil, adaptif, dan berkelanjutan untuk menjamin mutu serta keselamatan pasien.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi Pada Lansia Penderita Hipertensi di Desa Siwalubanua II Desti Ratna Nasrani Gea; Elvin Agrisnawati Sarumaha; Elektra Cipta Harefa; Dian Herawati Hulu; Dwika Martina Nainggolan; Karmila Br Kaban
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.306

Abstract

Lansia dengan hipertensi harus mengonsumsi obat sesuai resep untuk menghindari konsekuensi yang serius. Salah satu aspek internal yang secara signifikan memengaruhi perilaku kepatuhan pasien selama terapi jangka panjang adalah pengetahuan. Tujuan utama penelitian ini adalah menilai dan memetakan tingkat pengetahuan peserta dan kepatuhan pengobatan antihipertensi saling berhubungan di kalangan lansia di Desa Siwaluabanua II, wilayah operasional Puskesmas UPTD di Kabupaten Gunungsitoli Idanoi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metodologi cross-sectional dan desain korelasi. Tiga puluh responden lansia dengan hipertensi menjadi sampel penelitian. Uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis data satu variabel dan dua variabel. Mayoritas responden adalah perempuan (63.3%), telah menyelesaikan sekolah dasar (40%), dan telah menderita hipertensi selama lebih dari lima tahun (56.7%). Tingkat pengetahuan yang memadai (50%) dan kepatuhan dalam kategori tidak patuh (63.3%) terungkap dari hasil analisis univariat. Tingkat pengetahuan dan kepatuhan terhadap pengobatan antihipertensi berkorelasi signifikan, menurut hasil uji Chi-Square, yang menunjukkan nilai p sebesar 0.004 (p < 0.05). Kepatuhan pengobatan pada lansia berkorelasi signifikan dengan tingkat pengetahuan. Penghentian pengobatan sendiri ketika merasa sehat dan kelupaan merupakan faktor yang berkontribusi terhadap kepatuhan yang buruk. Diharapkan bahwa pusat kesehatan masyarakat akan meningkatkan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan lansia terhadap pengobatan.
Hubungan Signifikansi Dukungan Keluarga dengan Kedisiplinan Diet Penderita Diabetes Melitus: Studi di Puskesmas Sogaeadu Setiaman Hura; Martinus Lombu; Ester Ampriani Gulo; Desty Wiyata Madyanti Gulo; Hotliannadana Estika Sinaga; Evalatifah Nurhayati
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.307

Abstract

Dukungan keluarga sebagai salah satu faktor sosial diduga berperan dalam meningkatkan kemampuan pasien untuk mempertahankan perilaku diet yang dianjurkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet pada pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Sogaeadu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 24 pasien Diabetes Mellitus yang memenuhi kriteria inklusi direkrut menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kepatuhan diet yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan p<0.05. Besarnya asosiasi dinyatakan dalam Prevalence Ratio (PR) dan 95% Confidence Interval (95% CI). Sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang baik (66.7%) dan kepatuhan diet yang baik (58.3%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet pada pasien Diabetes Mellitus (p=0.032). Responden yang memperoleh dukungan keluarga yang baik memiliki prevalensi kepatuhan diet 3 kali lebih tinggi dibandingkan responden dengan dukungan keluarga yang kurang baik (PR=3.00; 95% CI: 0.89–10.08). Dukungan keluarga berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Sogaeadu. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterlibatan keluarga berpotensi mendukung pelaksanaan diet pada pasien DM dan perlu dipertimbangkan dalam program edukasi serta pengelolaan penyakit kronis di tingkat pelayanan kesehatan primer. Namun, hasil penelitian perlu diinterpretasikan secara hati-hati mengingat ukuran sampel yang relatif kecil dan desain cross-sectional yang tidak dapat menjelaskan hubungan kausal.
Analisis Kepadatan dan Identifikasi Jentik Aedes spp. Berdasarkan House Index, Container Index, dan Breteau Index sebagai Indikator Risiko Demam Berdarah Dengue di Kota Ambon Kornelis Urbanus Rumselly; Arfan Ohorella; Anastasya Nurue
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.308

Abstract

Surveilans entomologi melalui pengukuran House Index (HI), Container Index (CI), dan Breteau Index (BI) diperlukan untuk menggambarkan potensi risiko penularan dengue pada suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepadatan dan identifikasi jentik Aedes spp. serta menghitung nilai HI, CI, dan BI di RT 030 RW 006 Desa Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan analisis bivariat. Sampel terdiri atas 20 rumah yang dipilih secara purposive dengan total 20 tempat penampungan air yang memenuhi kriteria observasi. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan langsung tempat penampungan air, pengambilan sampel larva, dan identifikasi morfologi menggunakan mikroskop. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 dari 20 rumah (50.0%) positif jentik dengan total 57 larva yang teridentifikasi, terdiri atas 46 larva (80.7%) Aedes aegypti dan 11 larva (19.3%) Aedes albopictus. Nilai HI, CI, dan BI masing-masing sebesar 50%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis tempat penampungan air dan keberadaan jentik (p=0.371). Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah penelitian memiliki kepadatan jentik yang relatif tinggi berdasarkan indikator entomologi dan didominasi oleh Aedes aegypti sebagai vektor utama dengue. Keberadaan jentik kemungkinan lebih dipengaruhi oleh pengelolaan tempat penampungan air dibandingkan jenis kontainer itu sendiri.
Efektivitas Intervensi Edukasi Gizi pada Ibu Hamil dengan Anemia dalam Pelayanan ANC: A Narrative Review Saida Saida
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.309

Abstract

Edukasi gizi merupakan salah satu intervensi yang berpotensi meningkatkan status gizi dan mencegah anemia selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi edukasi gizi pada ibu hamil dengan anemia dalam pelayanan antenatal care (ANC). Penelitian ini menggunakan pendekatan narrative review dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect untuk artikel yang dipublikasikan pada periode 2020–2025 menggunakan kombinasi kata kunci terkait edukasi gizi, anemia kehamilan, dan antenatal care. Kriteria inklusi meliputi studi eksperimental dan quasi-eksperimental yang melibatkan ibu hamil dengan intervensi edukasi gizi serta outcome terkait kadar hemoglobin, perilaku konsumsi zat besi, atau kepatuhan suplementasi. Sebanyak 135 artikel teridentifikasi dan setelah proses seleksi diperoleh 10 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa intervensi edukasi gizi secara konsisten meningkatkan kadar hemoglobin, memperbaiki pola konsumsi makanan kaya zat besi, serta meningkatkan kepatuhan konsumsi suplementasi zat besi pada ibu hamil. Efektivitas intervensi cenderung lebih tinggi pada program yang dilakukan secara berulang, terintegrasi dalam pelayanan ANC, dan menggunakan pendekatan behavior change communication (BCC). Variasi efektivitas antar studi dipengaruhi oleh intensitas intervensi, metode penyampaian edukasi, karakteristik peserta, serta faktor sosial dan budaya. Edukasi gizi merupakan strategi yang efektif dalam pencegahan dan penanggulangan anemia pada ibu hamil. Integrasi edukasi gizi berbasis perubahan perilaku dalam pelayanan ANC serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan perlu menjadi prioritas untuk meningkatkan keberhasilan program kesehatan maternal.