cover
Contact Name
Elfi Rahmadhani
Contact Email
lppm.iaintkn@gmail.com
Phone
+6281363118102
Journal Mail Official
lppm.iaintkn@gmail.com
Editorial Address
Jl. Yos Sudarso No. 10 Takengon, Aceh Tengah, 24552
Location
Kab. aceh tengah,
Aceh
INDONESIA
MUBEZA Pemikiran Hukum dan Ekonomi Islam
ISSN : 20894430     EISSN : 28084888     DOI : https://doi.org/10.54604/mbz.v11i1
MUBEZA Pemikiran Hukum dan Ekonomi Islam diterbitkan oleh LPPM IAIN Takengon dan terbit dua kali dalam satu tahun. fokus adalah bidang kajian islam, hukum dan ekonomi islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 80 Documents
KEBUDAYAAN DAN PENGANGKATAN MARTABAT BANGSA kartini, kartini
Mubeza Vol. 14 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v14i2.499

Abstract

Martabat atau derajat adalah suatu tingkatan yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada setiap manusia. Seseorang dikatakan bermartabat apabila ia memiliki kebaikan dan kemuliaan dalam hidupnya. Semakin tinggi kemuliaan dan kebaikan seseorang maka martabat/derajatnya di hadapan manusia yang lain akan semakin tinggi pula. Dengan adanya martabat tinggi yang dimiliki seorang manusia maka akan berpengaruh pada kemandirian sekaligus tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Tingkah laku inilah yang akan mencerminkan sebuah kebudayaan. Budaya merupakan kebiasaan yang disepakati dan dilakukan sekelompok orang secara terus menerus dan turun-temurun. Begitu pula dengan martabat bangsa Indonesia. Setinggi apa martabat bangsa ini dapat diukur dan dilihat dari sejauh mana kebudayaan dan tingkah laku yang berkembang di masyarakat. Bila masyarakat sudah tidak lagi saling menghargai antara hak dan kewajibannya tidak lagi mematuhi norma dan aturan yang berlaku tidak lagi menjalankan bahkan melupakan budaya dan adat istiadat maka semakin rendah pula martabat bangsa ini. Dengan demikian Hanya kebudayaan yang paling pantas sebagai jaringan pemersatu dan pembangkit utama kemajuan bangsa karena dengan nurani dan hati yang berpegang kepada tatanan yang di atur budaya maka semua perjalanan kenegaraan akan berjalan lancar yang juga akan berakibat pada baiknya perekonomian bangsa, pendidikan bangsa, dan terutama nilai gotong royong (sosial) bagi bangsa untuk menciptakan bangsa Indonesia menjad bangsa yang maju, dan bermatabat
Pengaruh Financial Atitude dan Lingkungan Sosial Terhadap Literasi Keuangan (Studi pada Mahasiswa Fakultas Syariah, Dakwah dan Ushuluddin IAIN Takengon) Noviardi, Ikhwan; Sylviana Maulidia
Mubeza Vol. 14 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v14i2.523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh financial attitude dan lingkungan sosial terhadap literasi keuangan (Studi pada mahasiswa/i Fakultas Syariah, Dakwah dan Ushuluddin IAIN Takengon). Penelitian ini dilatar belakangi oleh perilaku keuangan mahasiswa yang cenderung konsumtif kemudian menimbulkan berbagai perilaku keuangan yang tidak bertanggung jawab lainnya, seperti kurangnya kegiatan menabung, investasi dan penganggaran dana masa depan. Literasi keuangan merupakan kemampuan penting yang dibutuhkan mahasiwa dalam menghadapi berbagai keputusan keuangan. Mahasiswa berada pada tahap terpenting dalam hidupnya yang mengharuskan mahasiswa mandiri secara finansial dan membuat keputusan keuangan agar mahasiswa tidak lebih mementingkan gaya hidup dan mengikuti trending sehingga menjadi perilaku yang konsumtif.
Pengaruh Fasilitas dan Kualitas Pelayanan Jasa Pengiriman Barang Terhadap Loyalitas Konsumen (Studi Kasus pada JNE Kabupaten Aceh Tengah) Anggriawan, Ferdi; Mutia Rizky; Rahma Nurzianti
Mubeza Vol. 14 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v14i2.524

Abstract

Tujuan penelitian ini, yang pertama untuk mengetahui pengaruh fasilitas terhadap loyalitas konsumen, kedua untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan jasa pengiriman barang terhadap loyalitas konsumen, ketiga untuk mengetahui pengaruh fasilitas dan kualitas pelayanan jasa pengiriman barang terhadap loyalitas konsumen pada JNE Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa data primer pengisian kuesioner oleh konsumen jasa pengiriman barang JNE Kabupaten Aceh Tengah yang berjumlah 94 responden yang diambil melalui teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini yang pertama menunjukkan Variabel Fasilitas secara parsial tidak mempengaruhi variabel loyalitas konsumen yang di tunjukkan oleh Thitung < Ttabel (1,599 < 1,98638) yang berarti H0 diterima dan Ha ditolak, kedua Variabel Kualitas pelayanan secara parsial mempengaruhi variabel loyalitas konsumen yang ditunjukkan oleh Thitung > Ttabel (5,259 > 1,98638) yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima, ketiga Variabel Fasilitas dan kualitas pelayanan secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi loyalitas konsumen yang ditunjukkan oleh Fhitung > Ftabel (32,977 > 3,10.
Media dan Dampak Teknologi Komunikasi Jaya, Makmur
Mubeza Vol. 14 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v14i2.527

Abstract

Salah satu dampak lain dari perkembangan teknologi komunikasi adalah munculnya budaya konsumerisme. Saat ini masyarakat cenderung semakin konsumtif, dan salah satu penyebabnya adalah derasnya arus teknologi komunikasi yang setiap hari memengaruhi kehidupan mereka. Media massa yang terus-menerus menampilkan berbagai produk dan jasa membuat masyarakat, disadari atau tidak, terdorong untuk mengonsumsinya. Meskipun menimbulkan dampak negatif, teknologi komunikasi juga membawa banyak manfaat positif dalam perkembangan pola interaksi dan komunikasi masyarakat. Misalnya, kini informasi dari berbagai belahan dunia dapat diperoleh dengan cepat tanpa harus menunggu lama. Teknologi komunikasi telah mempermudah sekaligus mempercepat perkembangan manusia, serta berperan penting dalam membentuk peradaban yang dapat menunjang kehidupa
Revitalisasi Lembaga Adat sebagai Instrumen Pemberdayaan Masyarakat Aceh Studi Implementasi Pasal 98-99 UU Pemerintahan Aceh Buchari, Muhammad Al Akhyar; Qodir, Ibnu
Mubeza Vol. 15 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v15i1.540

Abstract

This research examines the implementation of Acehnese traditional institutions revitalization as an instrument of community empowerment based on the legal framework of Law No. 11/2006 on Aceh Governance. Employing a literature review approach with descriptive-qualitative methods, this study analyzes the normative foundation, implementation practices, and effectiveness of traditional institutions in performing community participation functions and social problem resolution. Primary data sources include Law No. 11/2006 and Qanun Aceh No. 10/2008, while secondary data encompasses journal articles, academic research, and literature related to traditional institution empowerment. Research findings indicate that the legal framework provides strong formal legitimacy for 13 types of traditional institutions, from Majelis Adat Aceh to syahbanda, with functions encompassing dimensions of democratic participation, conflict mediation based on restorative justice, community economic empowerment, and cultural preservation. Strengthening factors include traditional legitimacy, deeply-rooted social networks, and adaptive flexibility, while inhibiting factors encompass human resource limitations, coordination fragmentation, and cultural resistance. Recommended revitalization strategies include: (1) strengthening regulatory framework through differentiated standardization and integrated information systems; (2) integration into public policy cycles through collaborative budgeting and multi-stakeholder forums; (3) professionalization through competency certification and university partnerships; (4) domain-specific economic empowerment (panglima laot, keujreun blang, haria peukan); and (5) strengthening accountability and inclusivity of gender and youth. These findings contribute to developing hybrid governance models that integrate traditional wisdom with modern governance principles for sustainable community empowerment.
Ekonomi Kreatif dan Industri Halal: Analisis Model Bisnis Berkelanjutan di Indonesia Septiyani, Dwi Ayu; Hendri Hermawan Adinugraha
Mubeza Vol. 15 No. 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v15i2.531

Abstract

Ekonomi kreatif dan industri halal memiliki potensi besar untuk mendukung terciptanya model bisnis berkelanjutan di Indonesia. Kombinasi keduanya dapat menjadi strategi penting dalam memperkuat daya saing nasional di pasar global, namun penerapannya masih menghadapi hambatan berupa regulasi yang belum optimal, keterbatasan pembiayaan, kesadaran halal yang rendah, serta ketidakteraturan standar sertifikasi. Tujuan penelitian ini yakni mengidentifikasi potensi, hambatan, dan rencana aksi pengembangan model bisnis halal yang mampu menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka sebagai sumber data. melalui analisis berbagai literatur, artikel ilmiah, dan dokumen kebijakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi ekonomi kreatif dengan industri halal dapat mendorong inovasi dalam desain produk, digitalisasi, dan branding, sekaligus memperkuat posisi UMKM serta membuka peluang kerja baru. Selain itu, sinergi kedua sektor ini berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi halal dan praktik usaha yang ramah lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan merupakan fondasi utama bagi terbentuknya model bisnis halal yang inklusif, adaptif, dan kompetitif, dengan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
Media Digital dan Kepercayaan Sosial dalam Pemilihan Perguruan Tinggi di Dataran Tinggi Gayo Pamuji, Kukuh
Mubeza Vol. 15 No. 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v15i2.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media digital dan kepercayaan sosial terhadap keputusan mahasiswa baru dalam memilih IAIN Takengon sebagai tempat melanjutkan studi di pendidikan tinggi Islam. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari 432 responden mahasiswa baru tahun akademik 2025 melalui kuesioner daring. Analisis dilakukan untuk menelaah karakteristik demografis, sumber media informasi, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam konteks sosial budaya di Dataran Tinggi Gayo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial digital seperti Instagram, Facebook, dan TikTok merupakan kanal utama pembentuk kesadaran calon mahasiswa (30,68%), sedangkan jejaring sosial interpersonal seperti teman, alumni, dan keluarga berperan penting pada tahap finalisasi keputusan (27,27%). Dari empat dimensi faktor motivasional, aksesibilitas dan ekonomi menempati proporsi tertinggi (34,09%), diikuti oleh akademik dan kualitas institusi (30,27%), sosial dan rekomendasi (22,27%), serta lingkungan kampus (13,36%). Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan mahasiswa dipengaruhi oleh kombinasi rasionalitas pragmatis (biaya dan lokasi) dengan nilai-nilai sosial dan religius yang kuat. Secara kualitatif, hasil ini menegaskan bahwa media digital berfungsi sebagai pemicu kesadaran awal (awareness driver), sementara kepercayaan sosial dan konteks budaya keluarga menjadi penguat keputusan (decision enforcer). Dalam konteks daerah semi periferal seperti Dataran Tinggi Gayo, pilihan pendidikan bukan hanya tindakan individual, tetapi juga manifestasi dari nilai kolektivitas, moralitas, dan spiritualitas lokal. Implikasi penelitian ini merekomendasikan agar perguruan tinggi keagamaan, termasuk IAIN Takengon, mengintegrasikan strategi komunikasi digital berbasis nilai komunitas untuk memperkuat kepercayaan publik dan efektivitas rekrutmen mahasiswa di daerah. Kata Kunci: media digital, kepercayaan sosial, keputusan pendidikan, pendidikan tinggi Islam, Dataran Tinggi Gayo This study aims to analyze the influence of digital media and social trust on students’ decisions to choose IAIN Takengon as their preferred institution for Islamic higher education. Using a descriptive qualitative approach, data were collected from 432 new students for the 2025 academic year through an online questionnaire. The analysis explored demographic characteristics, information sources, and motivational factors influencing educational decisions within the socio cultural context of the Gayo Highlands. The findings reveal that digital social media such as Instagram, Facebook, and TikTok serve as the primary awareness channels (30.68%), while interpersonal networks of friends, alumni, and family play a major role in the final decision stage (27.27%). Among the four motivational dimensions, Accessibility and Economy rank highest (34.09%), followed by Academic and Institutional Quality (30.27%), Social and Recommendation (22.27%), and Campus Environment (13.36%). These results suggest that student decisions are shaped by a combination of pragmatic rationality (cost and location) and deeply rooted socio religious values. Qualitative interpretation indicates that digital media function as an awareness driver, while social trust and cultural family context serve as decision enforcers. In semi-peripheral regions such as the Gayo Highlands, educational choice represents not only an individual act but also a collective cultural manifestation of morality and spirituality. The study recommends that Islamic higher education institutions, including IAIN Takengon, develop community based digital communication strategies to strengthen public trust and enhance the effectiveness of student recruitment. Keywords: digital media, social trust, educational decision, Islamic higher education, Gayo Highlands
Makanan Halal Dan Thayyib Dalam Perspektif Tafsir An-Nur aziz, Muhammad abdul; Muhammad Amrullah; Muhammad Mukharom Ridho
Mubeza Vol. 15 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v15i1.423

Abstract

ABSTRAK Makanan yang akan dikonsumsi harus dipilih dan dipersiapkan dengan memastikan nilai gizinya tetap terjaga dan dapat diterima, yang dalam istilah Islam disebut halal dan thayyib. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi manusia untuk memilih makanan dengan cermat agar tubuh dapat berfungsi optimal. Penelitian ini membahas penafsiran ayat-ayat tentang makanan halal dan thayyib serta implementasinya dalam kehidupan saat ini, merujuk pada Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nur karya Muhammad Hasbi As-Shiddieqy. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan metode deskriptif analitis dan pendekatan tematik atau maudhu’i. Tujuannya adalah menganalisis penafsiran Hasbi As-Shiddieqy mengenai ayat-ayat tentang makanan halal dan thayyib, mengidentifikasi implementasi konsep tersebut dalam kehidupan modern, serta menyediakan wawasan lebih dalam tentang pentingnya makanan halal dan thayyib bagi umat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penekanan pada konsumsi makanan halal dan thayyib meningkatkan kesadaran umat Islam untuk lebih selektif dalam memilih makanan, memastikan makanan tersebut bersih, sehat, dan bermanfaat. Temuan ini menunjukkan bahwa ajaran tentang makanan halal dan thayyib dalam Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nur berperan penting dalam membentuk perilaku konsumsi yang lebih sadar dan bertanggung jawab di kalangan umat Islam.
Reorientasi Aksiologi Hukum untuk Mewujudkan Etika, Keadilan Sosial, dan Kemanfaatan dalam Sistem Hukum Indonesia: Reorientasi Aksiologi Hukum untuk Mewujudkan Etika, Keadilan Sosial, dan Kemanfaatan dalam Sistem Hukum Indonesia Gusfira, Novil; Fatahillah
Mubeza Vol. 15 No. 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v15i2.551

Abstract

Penelitian ini mengkaji urgensi reorientasi aksiologi hukum dalam sistem hukum Indonesia yang selama ini cenderung didominasi oleh paradigma positivistik dengan penekanan berlebihan pada kepastian hukum formal. Dominasi tersebut berimplikasi pada terpinggirkannya nilai-nilai etika, keadilan sosial, dan kemanfaatan hukum yang sejatinya merupakan fondasi utama tujuan hukum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap sumber-sumber hukum primer dan sekunder, meliputi peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, jurnal ilmiah, dan karya akademik relevan yang terbit dalam rentang 2015–2025. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitik dan hermeneutik untuk menafsirkan konsep-konsep filosofis aksiologi hukum serta implementasinya dalam konteks pluralisme hukum dan teori hukum feminis di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hukum nasional membutuhkan pergeseran paradigma menuju pendekatan aksiologis yang mengintegrasikan nilai moral, keadilan substantif, dan kemanfaatan publik dalam proses legislasi maupun penegakan hukum. Pendekatan pluralisme hukum, sebagaimana tercermin dalam penerapan Qanun Syariat Islam di Aceh, serta koreksi kritis dari perspektif teori hukum feminis, memperlihatkan pentingnya hukum yang inklusif, humanistik, dan sensitif terhadap kelompok rentan. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi aksiologi hukum tidak hanya memperkuat legitimasi hukum, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum nasional sebagai instrumen keadilan sosial yang berorientasi pada kemaslahatan bersama.
GAYA KOMUNIKASI PEMIMPIN YANG EFEKTIF kartini, kartini
Mubeza Vol. 15 No. 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v15i2.602

Abstract

Gaya komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kepemimpinan. Pemimpin yang efektif tidak hanya memiliki visi dan keterampilan teknis, namun juga mampu berkomunikasi dengan baik. Seorang pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan baik dapat memberikan dampak positif bagi organisasi dan timnya. Keterampilan berkomunikasi sangat penting karena komunikasi merupakan jembatan makna antar manusia agar dapat berbagi apa yang diketahui dan dirasakannya. Jika komunikasi ditangani dengan tepat, komunikasi terbuka akan terjadi. Komunikasi terbuka terjadi ketika orang merasa bebas untuk mengkomunikasikan semua pesan yang relevan. Tanpa komunikasi terbuka, kerjasama hampir tidak mungkin terjadi karena orang tidak dapat mengomunikasikan kebutuhan dan perasaannya kepada orang lain. Itulah sebabnya Bill Grove sebagaimana dikutip oleh Kaswan menegaskan pentingnya komunikasi bagi para pemimpin dengan mengatakan, “Seorang pemimpin yang hebat akan menghabiskan banyak waktu untuk berkomunikasi.” (Kaswan 2022) Komunikasi yang baik memerlukan kesadaran diri, kepekaan terhadap orang lain, dan kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi. Dengan memperhatikan aspek-aspek tertentu, seorang individu dapat membangun hubungan yang kuat, memimpin secara efektif, dan mencapai tujuan bersama. Gaya komunikasi pemimpin itu penting karena menjadi dasar untuk membimbing tim, membangun kepercayaan, mendorong keterlibatan dan kolaborasi, serta menciptakan budaya organisasi yang positif dan produktif. Komunikasi yang efektif memastikan informasi tersampaikan dengan jelas, konflik terselesaikan dengan baik, dan semua anggota terdorong mencapai tujuan bersama.