cover
Contact Name
Elfi Rahmadhani
Contact Email
lppm.iaintkn@gmail.com
Phone
+6281363118102
Journal Mail Official
lppm.iaintkn@gmail.com
Editorial Address
Jl. Yos Sudarso No. 10 Takengon, Aceh Tengah, 24552
Location
Kab. aceh tengah,
Aceh
INDONESIA
MUBEZA Pemikiran Hukum dan Ekonomi Islam
ISSN : 20894430     EISSN : 28084888     DOI : https://doi.org/10.54604/mbz.v11i1
MUBEZA Pemikiran Hukum dan Ekonomi Islam diterbitkan oleh LPPM IAIN Takengon dan terbit dua kali dalam satu tahun. fokus adalah bidang kajian islam, hukum dan ekonomi islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 80 Documents
Pemikiran Imam Abu Hanifah Dalam Ekonomi Islam Wira, Wiranda; Malahayatie
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.317

Abstract

Ekonomi Islam pada dasarnya telah dipraktikkan 14 abad silam oleh Nabi Muhammad Saw. Diantara praktik tersebut antara lain pelarangan baii' najasyy, talaqqii ruukbann, dan dan masih banyak ketentuan-ketentuan lainnya yang berbicara ekonomi Islam pada masa itu. Ulama yang menulis dan berbicara berkenaan ekonomi Islam dalam karyanya antara lain Abu Hanifah dengan  Al-Makharif fi AlFiqh, Abu Ubaid dengan Al-Amwal, Yahya bin Umar dengan Ahkam al-Suq dan masih banyak lagi yang lainnya. Penelitian ini, penelitian kepustakaan. Data  penelitian ini diperoleh melalui metode dokumenter untuk mencari informasi tentang pemikiran Imam Abu Hanifah tentang ekonomi Islam, antara lain melalui buku, majalah, internet, dan artikel. Untuk mengatasi permasalahan ekonomi tersebut, perlu adanya  penelitian yang mengkaji  konsep-konsep ekonomi menurut para ulama, khususnya para Imam yang pemikirannya dianut oleh umat Islam di seluruh dunia, seperti Imam Abu Hanifah. Abu Hanifah merupakan ulama yang berpikir positif rasional, ia tidak hanya berpedoman pada Al-Quran dan Sunnah saja namun memadukannya dengan rasionalitas berupa kaidah istiḥsan.
Hermeneutika Semiotika Al-Quran Mohammed Arkoun; Dekonstruksi Kritik Epistemologi Islam Rahayu, Rahayu Subakat
Mubeza Vol. 13 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i1.328

Abstract

Mohammed Arkoun di dalam teori pemikirannya menggunakan metodologi berbagai ilmu sosial, sejarah, politik, psikologi, sosiologi, mitologi, filsafat, semiotika, linguistik, untuk meninjau naskah-naskah keagamaan klasik. Menurutnya tidak ada “konsepsi” keberagamaan yang terlepas dari pertautan “Bahasa-Pemikiran-Sejarah” maka dimungkinkan adanya kritik terhadap pemikiran, pluralitas pemahaman, autentisitas dan dinamika pemikiran, kontekstualisasi ajaran, dan juga salah satu ide penting dari Arkoun adalah hermeneutika al-Quran dengan pendekatan teori semiotika dan fakta literatur yang mempelajari tentang Mohamed Arkounsecara , sehingga ini menjadi tujuan dari penulis untuk menelitinya lebih lanjut dalam pembahasan. Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan library research yang berupaya menemukan teori hermeneutika semiotic. Objek material dalam penelitian ini adalah literatur-literatur tentang Muhammad Arkoun. Penelitian ini  menggunakan data sekunder yaitu literature yang berkaitan dengan Arkoun. Objek formal digunakan dalam tulisan ini menggunakan konsep-konsep semiotika al-Quran. Hasil pembahasan dalam penelitian ini bahwa dalam penafsiran teks - teks agama, Arkoun melihat keterkaitan antara dimensi bahasa, pemikiran, dan sejarah. Sehingga seyogyanya perlu dilakukan penafsiran secara hermeunetis. Sebagaimana Arkoun menggunakan teori - teori sosial sebagai metode analisisnya seperti mitos (Ricoeur), wacana (discourse) dan episteme yang dikembangkan Focoult, Langue dan Parole oleh Saussure serta dekonstruksi Derrida dalam membaca teks al-Quran. Arkoun juga menawarkan konsep “Islamologi Terapan” yaitu dengan sadar menggunakan berbagai metode dan ilmu sosial yang modern untuk memahami, mencermati dalam menganalisis konstruksi keilmuan dan pemikiran keagamaan Islam secara lebih mendasar. Pemikiran Arkoun lebih bercorak historis, yaitu bentuk analisis terhadap struktur konstruksi keilmuan agama sangat erat hubungannya dengan sosio - historis tatkala keilmuan itu dibangun.
METODOLOGI PENULISAN TAFSIR AT-TANWIR MUHAMMADIYAH Ahmad Sudianto
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.335

Abstract

Muhammadiyah secara umum diartikan sebagai umat atau pengikut Nabi Muhammad SAW, yakni setiap individu orang Islam yang mengakui dan meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan pesuruh Allah SWT yang terakhir. Praktis-idelogis ormas Muhammadiyah menjadikan tafsir At-Tanwir sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari referensi religiusitas. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui lebih jauh tentang tafsir At-Tanwir sebagai perwujudan dari tafsir jama’i, baik latar belakang penulisannya maupun sistematikanya. Tulisan ini bersifat analisis konseptual melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan menggunakan metode kajian kepustakaan (library research). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa tafsir At-Tanwir berhasil menghadirkan nuansa baru dalam dunia penafsiran Al-Qur’an. Penyusunan tafsir ini dilaksanakan secara kelompok (kolektif) dan disebut sebagai tafsir jama’i, sehingga penafsirannya berlainan dengan karya-karya tafsir sebelumnya yang disusun secara individu. Tafsir At-Tanwir berusaha melakukan interpretasi ayat-ayat Al-Qur’an dengan prinsip responsivitas, membangkitkan dinamika dan menggelorakan etos; etos ibadah, etos ekonomi, etos sosial dan etos keilmuan.
Penerapan Hybrid Contract Pada Produk Giro Di Perbankan Syariah Ikhsan, Muhammad Miftahul; Herdiana, Nana; Setiawan, Iwan
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.336

Abstract

Lembaga keuangan syariah terus berupaya mengimplementasikan inovasi yang relevan dengan tuntutan era saat ini. Salah satu aspek inovatif yang menjadi fokus adalah penggunaan hybrid contract, di mana dua akad digabungkan dalam satu kesepakatan. Penelitian ini bersifat kepustakaan dan menggunakan metode pengumpulan data melalui analisis literatur dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal, dan hasil penelitian terkait. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk mengkaji dan menganalisis informasi yang ditemukan. Perbedaan mendasar antara giro konvensional dan giro syariah terletak pada konsep operasional, di mana giro konvensional menggunakan bunga, sedangkan giro syariah menggunakan bagi hasil. Hybrid contract yang telah diterapkan dalam perbankan syariah adalah giro dengan kombinasi mudharabah dan wadiah. Simpanan nasabah diinvestasikan sesuai dengan prinsip Islam, menjadikannya pilihan yang sesuai dengan aturan dan memberikan alternatif terbaru. Inovasi semacam ini membantu lembaga keuangan syariah tetap mematuhi prinsip-prinsip syariah sambil tetap relevan dan dapat tumbuh di masa depan.
Studi Pemikiran Ekonomi Islam Ibnu Khaldun Hasan Syakri, wulan Gustina Putri; Malahayatie
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.337

Abstract

Ibnu Khaldun adalah seorang tokoh cendikiawan yang hidup pada abad ke-14, dikenal secara luas karena karyanya yang sangat luar biasa, yaitu “Muqaddimah”(Preolegomena). Karya ini menjadi landasan sangat penting dalam pemikiran sejarah dan ilmu sosial. Salah satu peran terbesar Ibnu Khaldun adalah pengembangan teori siklus sejarah. Ibnu Khaldun sangat memahami bahwa peradaban manusia mengalami sistem tertentu dalam perkembangannya. Contohnya kenaikan, puncak, kemunduran dan kemudian kembali lagi ke sistem lainnya. Teori ini juga memberikan wawasan yang sangat mendalam tentang peradaban. Karya-karya Ibnu Khaldun bukan tentang mempengaruhi pemikiran sejarah saja, tapi ada juga tentang ilmu sosial, ekonomi dan politik. Menurutnya konsep “Abbasiah” (Sosidaritas) menjadi salah satu yang sangat penting dalam memahami perubahan sosial dan politik dalam masyarakat. Ibnu Khaldun juga berpendapat bahwa keberlangsungan sebuah peradaban juga terkait pada tingkat “Asabiyyah” (Kesukuan) yang ada dalam masyarakat.
Edukasi Amil Zakat dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Amil Zakat di Baitul Mal Takengon Ainiah; Isara Abda Noka; Lailani Adlan
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.338

Abstract

Seorang Amil Zakat adalah petugas pengelolaan zakat, yang bertugas mengerjakan kegiatan yang berkaitan dengan penyaluran dan penerimaan zakat di Baitul Mal. Karena pentingnya tugas ini, Amil zakat harus mempunyai kapabilitas baik secara teori maupun praktek melalui berbagai kegiatan edukasi tentang ziswaf dan pengelolaannya. Penelitian ini mengkaji kegiatan edukasi amil zakat di Baitul Mal Aceh Tengah dan kendala-kendalayang dihadapi dalam proses tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa edukasi bagi amil zakat belum maksimal dilakukan. Kegiatan edukasi masih dalam bentuk kegiatan non formal dan insidental, diantaranya: sosialisasi tentang SOP pengelolaan Ziswaf di Baitul Mal Aceh Tengah, arahan-arahan dan edukasi secara spontan, arahan saat kegiatan lapangan, arahan dalam kegiatan apel pagi, mengadakan pembinaan, pelatihan, dan mengadakan studi banding keluar Kota. Diantara kendala yang dihadapi antara lain berupa kendala internal dan eksternal. Diantara kendala internal adalah para amil tidak mempunyai wawasan yang memadai tentang ziswaf, amil tidak pernah ikut diklat, budaya baca para amil masih sangat rendah, keahlian dari calon pegawai tidak terlalu menjadi prioritas utama, dan kurangnya pengetahuan staf Baitul Mal dalam mengikuti kegiatan edukasi amil zakat di Baitul Mal. Sementara kendala eksternal yaitu kurangnya minat masyarakat menjadi seorang Amil, kurangnya spesifikasi masyarakat yang menguasai amil zakat, kurangnya dukungan dari pemerintah, masih kurangnya minat masyarakat menjadi amil zakat, dan kesulitan beradaptasi dengan sistem keuangan daerah.
STUDI PEMIKIRAN IBNU TAIMIYYAH TENTANG EKONOMI ISLAM Imran, Nellideviana
Mubeza Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i2.342

Abstract

Dasar prinsip Ibnu Taymiyah, ulama syekh Islam, berkaitan dengan masalah ekonomi, Ibnu Taymiyah mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang ajaran Islam, gambaran ekonomi yang sangat jelas tentang apa yang diharapkan dan bagaimana melakukan sesuatu. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kebebasan untuk mencoba atau tidak memiliki. Adapun metode kajian yang digunakan dalam membahas permasalahan ini yaitu penelitian literatur yang berisi uraian tentang teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian. Uraian dalam literatur ini diarahkan untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas tentang pemecahan masalah yang sudah diuraikan dalam sebelumnya pada perumusan masalah. Data dalam penelitian ini didapat dengan menggunakan metode dokumenter, untuk mencari data-data tentang pemikiran Ibnu Taimiyah tentang ekonomi Islam. Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Taimiyah  merupakan produk dialog kritis terhadap fenomena sosial, ekonomi, dan politik pada masanya. Ia juga mengilhami peran negara  dalam pembangunan, namun Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa mekanisme pasar  tidak boleh terbatas pada urusan keuangan saja, yang mencakup banyak aspek kehidupan bernegara dan juga beragam.
Moderasi Beragama Bagi Kaum Minoritas Dalam Al-Qur’an Agustina, Risma; Fitria, Rahma
Mubeza Vol. 14 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v14i1.343

Abstract

Moderasi beragama merupakan suatu pemahaman agama yang moderat dan pengamalan ibadah sesuai ajaran agama, seimbang, tidak ektrem dan tidak berlebih-lebihan. Tidak jarang sering kali terjadi kesalah pahaman disebabkan perbedaan latar belakang, seperti perbedaan kepercayaan dan multikultural. Salah satu isu terpenting dalam multikulturalisme adalah persoalan mayoritas dan minoritas. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam Al-Qur’an terdapat ajaran kepada pemeluknya untuk melakukan kekerasan dan teror terhadap umat beragama lain, dan seperti apakah moderasi beragama bagi kaum minoritas yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Dalam penulisan artikel ilmiah ini penulis menggunakan metode penelitian kuliatatif dengan jenis penelitian pustaka (Library Research). Penulis menggunakan beberapa ayat dan beberapa tafsir untuk melihat bagaimana Al-Qur’an dan tafsir memandang moderasi beragama bagi kaum minoritas, serta penulis juga menggunakan jurnal-jurnal ilmiah sebagai pendukung pembuatan artikel. Adapun hasil penelitian yang di dapat adalah Al-Qur’an tidak mengajak umat Islam untuk melakukan kekerasan dan teror, dan bersikap ekstrem terhadap umat beragama lain. Al-Qur’an juga menjaskan terkait perlindungan dan hak bagi kaum minoritas itu sendiri. Kesimpulan yang didapat adalah Al-Qur’an mendorong rasa aman dan nyaman bagi agama minoritas dalam menjalankan kewajibannya sebagai umat beragama.
Kearifan Lokal Masyarakat Jawa Terhadap Tradisi Penggunaan Jimat Suwok Pada Bayi Dalam Konsep Moderasi Beragama Munira; Alwi, Muhammad Anil
Mubeza Vol. 14 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v14i1.344

Abstract

Pola pemikiran orang Jawa dan segala bentuk perilakunya memang kental dengan aspek kepercayaan pada hal ghaib dan dongeng-dongeng sakral. Penelitian ini membahas tentang moderasi beragama yang menyangkut dengan aqidah, filsafat dan tasawuf terhadap adat istiadat masyarakat Jawa Desa Penyandingan Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperkenalkan lebih luas kepada pembaca tentang bagaimana sebuah kebiasaan masyarakat yang masih menjunjung tradisi terdahulu di era zaman milenial sekarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode interview (wawancara) dan metode observasi dengan menganalisis dan mengkaji tradisi penggunaan jimat pada bayi dengan topik permasalahan bagaimana pandangan masyarakat yang lebih percaya jimat dibandingkan berobat ke dokter. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat Jawa Desa Penyandingan Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran. Hasil penelitian menunjukkan pandangan tokoh religious dalam menanggapi praktek suwok yang dijadikan landasan pandangan oleh si ibu kepada bayinya yang masih dipraktekkan di zaman era modern sekarang dengan beranggapan bahwa salah satu indikator dari moderasi beragama yaitu penerimaan terhadap tradisi lokal perlu dijunjung tinggi selama tidak menyeleweng dari aqidah.
PERILAKU MENYIMPANG DALAM PANDANGAN AKHLAK TASAWUF Syahputra ayri, Yoesril; Humaira, Adinda
Mubeza Vol. 13 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v13i1.346

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang Aktifitas menyimpang tentang akhlak tasawuf diawali dengan pengertian tasawuf, menjelaskan bahwa berbagai macam metode dalam melangkah dan juga harus menerima sebagian dari jalan itu tidak sesuai atau menyimpang dari yang sudah di ajarkan Nabi SAW. Sebagaimna mereka tetap ada yang berjalan di jalan yang lurus, selamat dari hal-hal yang dilarang. Jenis penelitian ini dengan menggunakan library research, yaitu mengumpulkan data yang diperoleh dari berbagai sumber referensi keperpustakaan, berkenaan dengan buku, jurnal, laporan-laporan, majalah dan sumber-sumber lainnya yang mendukung untuk pengumpulan berbagai referensi yang berkaitan penulisan artikel ini. Adapun metode analisis data yang digunakan dalam penulisan artike ini dengan mengkomparatifkan persamaan dan perbedann dari berbagai referensi, adapun hasil pembahasan bahwa adanya prilaku menyimpang dalam pandangan akhlak tasawuf merupakan perubahan yang menyentuh warna dan corak bagi perjalanan hidup manusia modern, sehingga muncul sifat hidonisme, individualisme dan materialism. Ajaran agama yang terbalut dalam perilaku tasawuf masih belum bisa memberikan kontribusi atas problem aktifitas yang terjadi. Pasalnya model yang ditawarkan hanya sebatas pada logika, sehingga tidak menyentuh persoalan yang mencakup aktivitas. Dengan demikian. Memformulasikan ulang doktrin-doktrin kesufian dengan memperhatikan gejolak yang menyimpang dan problem yang terjadi dengan tujuan dapat memberikan solusi atas persoalan yang menyimpang Karena tasawuf adalah ajaran tentang moralitas yang melingkupi aspek lahir dan batin, sehingga tasawuf merekonstruksi paradigma tasawuf adalah suatu kebutuhan mendesak untuk menjawab segala sesuatu yang kiranya menjadi landasan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.