cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
ISSN : 23027517     EISSN : 23027525     DOI : -
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan is a scientific journal, focused on Rural Sociological which refers to the key terminology of "Sodality" where the dynamics of the local structures (village/rural) and extra-local has created spaces of social disharmony, thus require the analysis and synthesis of multidisciplinary science to explain empirical facts dimensions of socio-economic-ecological in village/rural.
Arjuna Subject : -
Articles 412 Documents
MOBILITAS SOSIAL NELAYAN PASCA SEDIMENTASI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) (Studi Kasus: Desa Klaces, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah) Agusning Kuwandari, Septi; Satria, Arif
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 6 No. 3 (2012): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7306.467 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v6i3.8022

Abstract

The interaction between human and nature will cause many ecological impacts, such as declining environment quality. The relationship between inland and sea can not be separated each other. The inland damaged will affect coastal areas. Sedimentation in Watershed (DAS) make  ec ol ogi cal  changes , i t’ s accordingly. It can greatly affect the socio-economic conditions of coastal communities. This situation leads the communities to develop strategies adaptation which finally change stratification system and social mobility. Keywords: coastal, sedimentation, social mobility, strategies adaptation, Watershed (DAS)
DAMPAK REFORMA AGRARIA DARI BAWAH TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA GARONGAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Sokoastri, Valentina; Soetarto, Endriatmo
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 6 No. 3 (2012): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3508.996 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v6i3.8023

Abstract

Agrarian reform by leverage or commonly known as landreform by leverage is a peasant movements which is organized by peasant initiative to defend their land. This movement could be associated with social welfare and negative excess like criminalization that frequently take place in Garongan village. There, most people involved in conflict because of their persistence to keep their land. There is a strong relationship between agrarian reform by leverage and peasant welfare. Land which is frequently referred as crucial donation of life has a vital value for human survival. The function of land is not only considered as human nee ds but  al so as i dent it y t hat  al ways  t ri ggers  any c onfl i ct  nowadays . So, it ’s not  st range if  thi s condi ti on causes any negative impacts of criminalization including psychological, physical or both psychological and physical effects for those who involved. At the end of this description, farmers who have been sovereign from agriculture will be interferred by iron sand mining company which is supported by feudal forces and private corporations. This research examine more deeply about the relationship between agrarian reform by leverage and social welfare, the impact of agrarian reform by leverage to the criminalization and the differences of level of social welfare before and after agrarian reform in Garongan village. Keywords: agrarian reform by leverage, criminalization, social welfare.
Private Owned Timber Business In Peasant Household Livelihood Strategies (Case study : In the village of Curug, Jasinga Subdistrict, Bogor District) Aulia Arsyad, Ahmad
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 1 (2013): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.696 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v1i1.9385

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran usaha kayu rakyat dalam strategi nafkah rumahtangga petani, di Desa Curug, Kabupaten Bogor. Faktor penting yang diketahui dapat memengaruhi usaha kayu rakyat adalah kelembagaan. Oleh sebab itu perlu diketahui bagaimana peran kelembagaan dalam mendukung atau menghambat rumah tangga petani untuk mengakses usaha kayu kecil. Pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam digunakan sebagai pendekatan utama, pada pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner dan  tinjauan literatur  yang sesuai dengan kasus digunakan untuk mendukung data kualitatif. Usaha kayu rakyat tidak digunakan sebagai mata pencaharian utama disebabkan oleh berbagai alasan termasuk masa panen yang panjang, tidak dapat digunakan sebagai pendapatan harian, dan kepemilikan lahan yang sempit sehingga tidak bisa ditanam dalam skala besar. Petani cenderung untuk menjual kayu mereka masih dalam bentuk pohon, dan pembeli membeli secara borongan, atau membeli semua pohon berkayu di lahan publik menghiraukan umur pohon. Kata kunci : kelembagaan, sistem penghidupan, usaha kayu, usaha rakyat
The Role of Child Labour in Small Industry of Sandals for Their Household Income and Children’s Welfare Avianti, Annisa; Sihaloho, Martua
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 1 (2013): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.95 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v1i1.9386

Abstract

Pekerja anak merupakan salah satu fenomena sosial yang ada bahkan menjadi kompleks. Pekerja anak merupakan suatu hal yang tidak dapat dielakkan di negara berkembang termasuk di dalamnya Indonesia. Anak-anak yang bekerja berperan dalam menyumbang pendapatan keluarga, baik secara langsung maupun tidak langsung. Terlibatnya anak-anak dalam dunia kerja juga memiliki dampak terhadap kesejahteraan anak. Permasalahan ini terjadi di Desa Parakan, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong munculnya pekerja anak dan peranan dari anak yang bekerja terhadap pendapatan rumahtangganya serta kesejahteraan anak tersebut. Kata kunci : kesejahteraan anak, pekerja anak, pendapatan rumahtangga
Analysis of Household Livelihood Structure and Strategies of Farmers In Conservation Forest Areas, Case In The Village of Cipeuteuy, District Sukabumi Fridayanti, Novia; Dharmawan, Arya Hadi
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 1 (2013): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.507 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v1i1.9388

Abstract

Penduduk Desa Cipeuteuy masih menggantungkan kehidupan mereka dari kegiatan pertanian. Lahan yang digunakan adalah Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan menggunakan prinsip pinjam pakai. Strategi nafkah warga yang tinggal di desa ini tidak hanya dari sektor pertanian, tapi juga sektor non pertanian. Terdapat berbagai cara penerapan struktur strategi penghidupan, mulai dari intensifikasi satu sektor, diversifikasi pendapatan atau pola nafkah ganda, rekayasa spasial atau migrasi. Namun, semua sektor  pendapatan tetap menggunakan modal. Kelima modal yaitu modal sumberdaya alam, modal sosial, modal manusia, modal finansial, dan modal fisik digunakan sebagai cara untuk mendukung keberlanjutan strategi nafkah mereka. Bahkan semakin lama, warga cenderung lebih bergantung pada sektor non petanian. Namun basis nafkah mereka adalah sebagai petani. Hal ini dapat disimpulkan bahwa telah terjadi transformasi sosial dimana nilai pertanian terhadap masyarakat telah menurun. Kata kunci : rumahtangga petani, strategi nafkah, struktur agraria
The Effectiveness of Awig-awig in Livelihood Arrangements of Fishing Community in Kedonganan Beach Widyastini, Tyas; Dharmawan, Arya Hadi
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 1 (2013): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.328 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v1i1.9389

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menganalisis efektivitas Awig-awig pengaturan kehidupan masyarakat nelayan. Awig-awig merupakan pranata sosial di Bali dan suatu peraturan yang dijalankan, awig-awig dibentuk oleh penduduk lokal sebagai pedoman untuk berperilaku dalam interaksi sosial. Awigawig terdiri dari sekumpulan aturan, tertulis atau tidak tertulis berlandaskan filosofi hindu Tri Hita Karana. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui te ntang pengetahuan, pemahaman dan implementasi nelayan terhadap awig-awig yang mengatur kehidupan masyarakat nelayan. Responden penelitian ini adalah nelayan lokal dan pendatang. Efektivitas awig-awig dapat diketahui dari jumlah pelanggaran aturan, saksi yang tegas, sosialisasi yang intensif, petugas yang melakukan kontrol, dan penghargaan terhadap nelayan. Kata Kunci : awig-awig, efektivitas, peraturan kehidupan
Diaspora Madura : Social Capital Analysis in The Business in Informal Sector of Madura Migrants in Tanah Sareal Subdistrict, Bogor District, West Java Arfin Tyas Sasongko, Yakob; Wahyuni, Ekawati S
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 1 (2013): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.73 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v1i1.9390

Abstract

Madura merupakan salah satu suku di Indonesia yang memiliki tingkat mobilitas yang tinggi. Ciri migrasi yang dilakukan orang madura yakni pola afiliasi saluran migrasi. Di tempat tujuan, Migran Madura mengembangkan usaha pada sektor informal, yakni usaha dagang barang bekas. Modal sosial berperan pada usaha tersebut, sehingga usaha tersebut berkembang hanya diantara migran madura. Modal sosial terdiri dari jaringan,kepercayaan dan norma. Jaringan sosial migran Madura tergolong sempit, namun simpul yang paling berperan dalam perolehan bahan baku dan modal adalah teman kerja dan perkumpulan migran Madura. Tingkat kepercayaan yang dimiliki migran Madura tergolong rendah, Hal ini dikarenakan kepercayaan yang dibangun baik hanya pada sesama migran Madura, sementara kepercayaan migran Madura terhadap masyarakat setempat tergolong rendah. Peraturan yang harus ditaati oleh sesama migran Madura dalam menjalankan usaha sektor informal adalah sikap saling menghargai usaha yang dimiliki oleh orang madura lainnya. Hal tersebut diperlukan untuk menghindari konflik yang dapat menurunkan solidaritas antar migran Madura. Namun walaupun migran Madura memilihi keterbatasan pada aspek keuangan dan modal manusia, usaha mereka tetap dapat tumbuh dan berkembang diantara sesama migran Madura dikarenakan modal sosial yang mereka miliki. Kata kunci : migrasi berantai, migran madura, modal sosial, sektor informal
Social Networks and Adaptation Strategy of Migrant From Lampung In The Village of Jayamukti, Center Cikarang Subdistrict, Bekasi District, West Java Marga Safitri, Yessi; Wahyuni, Ekawati S
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 1 (2013): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.675 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v1i1.9391

Abstract

Tingkat pertumbuhan penduduk meningkat secara cepat pada beberapa tahun terakhir menimbulkan permasalahan pada ketenagakerjaan. Pertumbuhan penduduk yang tidak didukung dengan peningkatan sumberdaya dan lapangan pekerjaan menambah jumlah pengangguran. Kondisi tersebut memacu penduduk untuk melakukan migrasi. Perpindahan penduduk dipengaruhi oleh faktor pendorong dari daerah asal, diantaranya yakni terbatasnya pekerjaan dan juga faktor penarik dari daerah tujuan, salah satunya lapangan pekerjaan yang lebih banyak. Fenomena perpindahan penduduk di Indonesia umumnya membentuk siklus dimana migran yang kaya secara ekonomi dan sosial akan memengaruhi keluarga mereka, saudara atau teman untuk ikut bermigrasi. Situasi yang berbeda dan kondisi pada daerah tujuan mendorong mereka untuk beradaptasi sebagai strategi bertahan hidup. Jaringan sosial sangat penting bagi para migran di daerah tujuan.
Livelihoods Strategies in Kasepuhan Sinar Resmi of Gunung Halimun Salak National Park Khoirun Niswah, Zuhaida; Adiwibowo, Soeryo
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 1 (2013): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.667 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v1i1.9392

Abstract

Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk melihat perubahan strategi nafkah pada masyarakat adat Kasepuhan Sinar Resmi sebagai akibat dari perubahan akses terhadap sumberdaya alam. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan data kuantitatif pendukung. Pendekatan kualitatif, diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber yang digunakan untuk mengetahui perubahan akses sumberdaya alam masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi sebelum dan sesudah perluasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Sebagai  upaya kolaboratif yang dibangun oleh pihak Taman Nasional Gunung Salak yang dapat menjadi peluang alternatif sumber nafkah bagi masyarakat adat Kasepuhan Sinar Resmi. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan metode survey dengan teknik purposive sampling dengan mengambil 30 rumahtangga sebagai responden. Kesimpulan dari penelitian ini, tidak terdapat perubahan pada strategi nafkah akibat berubahnya akses sumberdaya alam pada masyarakat adat Kasepuhan Sinar Resmi dikarenakan perluasan Taman Nasional Gunung Salak. Kata Kunci : akses sumberdaya alam, kasepuhan Sinar Resmi, strategi nafkah
Type Repong Damar and Correlation with Gender Analysis among Repong Damar Farmer Households (Case in Pemangku 3 hamlet, Pekon Penengahan, West Lampung) Kurniawan, Dedi; Sugiah Mugniesyah, Siti
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 2 (2013): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.747 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v1i2.9393

Abstract

Dengan menggunakan gender dan konsep pengembangan, teori dan pendekatan, dan dengan mengacu pada studi empiris tentang gender dan pembangunan dan repong damar, penelitian ini mengkaji analisis gender di antara repong damar rumah tangga petani di Pemangku 3, Pekon Penengahan, Lampung Barat. Penelitian ini menemukan bahwa sistem patricarchy di tanah kepemilikan pengaruh akses, kontrol, partisipasi dan manfaat yang diperoleh dari kegiatan repong damar. Dalam hal akses, perempuan menyumbang sekitar: sepertiga di setiap darak dan kebun Tanaman tahap muda, salah satu sebagainya dari kebun ketidak campuran, seperlima di damar muda dan sekitar sepersepuluh di produktif repong. Karena relatif kuat dari pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin pada kegiatan repong damar menyebabkan pola pengambilan keputusan yang dilakukan oleh suami sangat dominan, kecuali pada beberapa kegiatan budidaya padi dan hortikultura. Kecuali untuk program reproduksi domain (PKK dan Posyandu), secara umum, tidak ada lakilaki dan perempuan yang berpartisipasi dalam pengelolaan sumber daya alam. Manfaat tertinggi atau pendapatan yang diperoleh oleh petani repong damar berasal dari kebun Tanaman muda (sekitar Rp. 27,5 juta) dan pendapatan terendah berasal dari darak (sekitar Rp. 9,9 juta).Berdasarkan jenis kelamin, manfaat tertinggi yang diterima oleh perempuan berasal dari repong muda, sedangkan terendah berasal dari darak. Situasi ini sama dengan yang relatif tinggi pada rata-rata anggota rumah tangga (enam orang per rumah tangga) dapat menyebabkan kesejahteraan petani akan menurun di masa depan. Karena ketidakadilan gender dan ketidaksetaraan di repong damar kegiatan tidak tercapai lagi, adalah penting untuk melakukan pelatihan kesadaran gender dengan melibatkan semua stake holder, seperti desa, pemimpin adat (adat) institusi, pemerintah daerah serta organisasi non-pemerintah . Kata kunci: analisis gender, fase produktif repong, jenis tanah repong, patriarki.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Sosiologi: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 13 No. 1 (2025): Sosiologi: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 12 No. 3 (2024): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 12 No. 2 (2024): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 12 No. 1 (2024): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 11 No. 3 (2023): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 11 No. 2 (2023): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 11 No. 1 (2023): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 10 No. 3 (2022): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 10 No. 2 (2022): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 10 No. 1 (2022): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 9 No. 3 (2021): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 9 No. 2 (2021): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 9 No. 1 (2021): Sodality Edisi Khusus Tribute to Prof. Dr. SMP. Tjondronegoro Vol. 8 No. 3 (2020): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 8 No. 2 (2020): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 8 No. 1 (2020): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 7 No. 3 (2019): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 7 No. 2 (2019): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 7 No. 1 (2019): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 6 No. 3 (2018): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 6 No. 2 (2018): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 6 No. 1 (2018): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 5 No. 3 (2017): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 5 No. 2 (2017): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 5 No. 1 (2017): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 4 No. 3 (2016): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 4 No. 2 (2016): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 4 No. 1 (2016): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 3 No. 3 (2015): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 3 No. 2 (2015): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 3 No. 1 (2015): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 3 (2014): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 2 (2014): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 1 (2014): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 3 (2013): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 2 (2013): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 1 (2013): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 6 No. 3 (2012): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 6 No. 2 (2012): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 6 No. 1 (2012): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 5 No. 3 (2011): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 5 No. 2 (2011): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 5 No. 1 (2011): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 4 No. 3 (2010): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 4 No. 2 (2010): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 4 No. 1 (2010): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 3 No. 3 (2009): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 3 No. 2 (2009): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 3 No. 1 (2009): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 3 (2008): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 2 (2008): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 1 (2008): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 3 (2007): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 2 (2007): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 1 (2007): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan More Issue