cover
Contact Name
Setia Abikusna
Contact Email
setia.abikusna@polman.astra.ac.id
Phone
+6287881080722
Journal Mail Official
editor.technologic@polman.astra.ac.id
Editorial Address
Jalan Gaya Motor Raya No 8 Sunter II
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Technologic
ISSN : 20858507     EISSN : 27223280     DOI : http://dx.doi.org/10.52453/t.v12i1.306
TECHNOLOGIC adalah jurnal dengan p-ISSN 2085-8507 dan e-ISSN 2722-3280 yang diterbitkan oleh LPPM Politeknik Manufaktur Astra. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun pada bulan juni dan Desember. Publikasi berisi artikel yang berasal dari hasil penelitian terapan dan studi analisis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya meliputi teknologi mekanik, litrik, elektronika, industri, informatika, sipil. Artikel yang masuk ke redaksi diseleksi dengan sistem blind peer-review untuk menjaga obyektivitas. Adapun fokus dan ruang lingkup dari Jurnal Technologic adalah sebagai berikut: Teknik Mesin Teknologi manufaktur, Disain mekanis, Otomotif, Robotika dan Otomasi, Mekatronika, Teknologi lingkungan, Konversi energi, Teknik Listrik, Elektronika, dan Informatika Sistem tenaga, system instrumentasi dan control, telekomunikasi dan teknologi informatika, Aplikasi Elektronika, Aplikasi sensor dan actuator, Kecerdasan artifisial, Sistem Informatika, Elektronika Daya, Energi Terbarukan, Jaringan Komputer, Sistem Komunikasi Multimedia, Teknik Komputer, Sistem Telekomunikasi, Sistem Komunikasi Nirkabel, Jaringan Sensor Nirkabel Teknik industry Sistem produksi, optimisasi system industry, Planning and Production Control, manajemen kualtas, ergonomic, Disain produk Teknik Sipil Teknik Konstruksi dan bangunan Gedung
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2020): TECHNOLOGIC" : 12 Documents clear
MENINGKATKAN KEMAMPUAN HUMAN RESOURCES PORTAL DENGAN CERTIFICATION MANAGEMENT SYSTEM (CMS) SEBAGAI EFEKTIVITAS PROSES SERTIFIKASI (STUDI KASUS DI PT. MOTOR INDONESIA) Rida Indah Fariani; Dian Rahmawati; Fahmi Nur Salam
Technologic Vol 11, No 1 (2020): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.93 KB) | DOI: 10.52453/t.v11i1.286

Abstract

Abstrak--Paper ini membahas efektivitas dan improvement yang dilakukan pada proses bisnis pelatihan dan sertifikasi karyawan di PT. Motor Indonesia (PT MI). Efektivitas dirasa perlu dilakukan karena proses pelatihan dan sertifikasi seringkali tidak sesuai dengan kelas dan posisi karyawan dan kebutuhan organisasi. Selain itu proses paengajuan, persetujuan, pemetaan dan analisa pencapaian pelatihan dan sertifikasi memakan waktu lama. Untuk mewujudkan efektivitas tersebut, dibuatlah suatu aplikasi Certification Management System (CMS) dengan tujuan mengatasi masalah yang ada. Aplikasi CMS merupakan aplikasi berbasis web yang terintegrasi dengan Human Resources (HR) Portal. CMS dibangun menggunakan bahasa pemrograman ASP.NET dengan basis data SQL Server Management Studio 2012. Metodelogi yang digunakan adalah Metodologi Scrum. Dari pengujian dan implementasi aplikasi yang dilakukan, aplikasi CMS terbukti dapat mempermudah dalam pendataan dan pemetaan karyawan dengan kompetensi yang sesuai berdasarkan kelas, posisi, dan organisasi serta mempermudah karyawan dalam mengajukan sertifikasi untuk kompetensi yang dibutuhkan. Dalam hal reduksi sumberdaya, penggunaan CMS dapat mengurangi pemakaian kertas sebanyak 5.472 kertas A3 per tahun, mengurangi waktu penyetujuan sertifikasi dan pemetaan sertifikasi karyawan sebanyak 66% serta penurunan potensi kesalahan pemetaan karyawan dan sertifikasi sebanyak 70%. Kata Kunci : CMS, Certification Management System, Scrum, HRIS
MODIFIKASI MESIN DIESEL MENJADI MESIN AXLE BRACKET BERBASIS PLC OMRON CJ1M PADA AREA FOUNDRY DI PT XXX Lin Prasetyani; Ahmad Athoillah Sakandariy Azzakkiyy
Technologic Vol 11, No 1 (2020): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.494 KB) | DOI: 10.52453/t.v11i1.281

Abstract

Abstrak --PT.XXX merupakan perusahaan yang bergerak dibidang produksi piston. Saat ini perusahaan terdapat sebuah upaya peningkatan ragam produksi partisi komponen lain selain piston yaitu axle bracket. Untuk memproduksi komponen ini diperlukan mesin grafity axle bracket. Namun, mesin gravity axle bracket belum tersedia di perusahaan. Untuk pengadaan mesin baru akan membutuhkan dana yang cukup besar sehingga penulis dan tim mencari alternative lain yaitu dengan melakukan modifikasi mesin diesel casting yang terdapat pada area foundry yang sudah tidak terpakai. Usai menganalisa kondisi mesin ditemukan bahwasannya mesin tersebut memiliki konstruksi yang yang dibutuhkan sebagai mesin gravity axle bracket, maka diputuskan untuk melakukan modifikasi pada tiga bagian mesin yaitu, mekanik, elektrik dan program. Tujuan modifikasi ini adalah agar mesin dapat beroperasi dan memproduksi komponen baru selain piston. Pada paper ini dibahas pada dua bagian yaitu elektrik dan programan saja. Berdasarkan rancangan modifikasi sistem kontrol, perihal pemrograman menggunakan PLC OMRON CJ1M-CPU21 dengan tambahan modul SRM21 sebagai remote control serta mengenai pengkabelan electrical, terdapat penambahan komponen baru dan komponen reuse. Hasil akhir modifikasi mesin gravity axle bracket menunjukkan bahwa mesin mampu beroperasi dalam skala trial produk axle bracket jenis BS6 dengan waktu produksi selama 187 detik dari kondisi mesin sebelumnya yang sama sekali tidak dapat beroperasi untuk proses foundry axle bracket. Kata Kunci : PLC, Sistem kontrol, Mesin diesel casting, Mesin gravity axle bracket
METODE CEK ANTARA PRESSURE GAUGE UNTUK JAMINAN MUTU INTERNAL LABORATORIUM KALIBRASI Amalia Rakhmawati; Agung Triono
Technologic Vol 11, No 1 (2020): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.685 KB) | DOI: 10.52453/t.v11i1.287

Abstract

Abstrak-- Berdasarkan standar ISO/IEC 17025:2017 laboratorium pengujian dan kalibrasi perlu melakukan pengecekan antara peralatan standar untuk menjamin status peralatan yang digunakan. Penelitian ini membahas jaminan mutu internal hasil kalibrasi pressure gauge melalui cek antara yang wajib dilakukan oleh labroratorium. Pengambilan data dilakukan dengan pengulangan sebanyak 5 kali selama 10 hari di antara selang waktu interval kalibrasi. Penelitian ini mengambil data sebanyak 20 hari di awal dan di akhir untuk mendapatkan nilai Fhitung yang akan dibandingkan dengan nilai Ftabel metode uji F. Dari data awal didapatkan nilai µawal = 10,005 kgf/cm2 dan nilai σawal = 0,004137. Dari data akhir didapatkan nilai µakhir = 10,010 kgf/cm2 dan nilai σakhir = 0,004789. Dari data σawal dan σakhir didapatkan nilai Fhitung = 0,75, sedangkan nilai Ftabel dari tabel F yaitu 3,18 untuk total 100 data pada k = 2. Karena nilai Fhitung ≤ Ftabel maka alat ukur pressure gauge digital dinyatakan masih baik pada titik ukur 10 kgf/cm2. Dari evaluasi ketidakpastian didapatkan nilai U95 yaitu ± 0,0093 kgf/cm2 sehingga nilai rata-rata data akhir dan data awal 10,008 ± 0,0093 kgf/cm2 masih masuk dalam area keberterimaan pada titik ukur tersebut. Kata Kunci : Cek Antara, Pressure Gauge, Uji F, Control Chart, Ketidakpastian.
MEMPERCEPAT LEAD TIME PROSES PENGGANTIAN V-BELT MESIN NR TOYOTA DENGAN SST DI BENGKEL AUTO 2000 XXX Setia Abikusna; Rafli Ramdani
Technologic Vol 11, No 1 (2020): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.952 KB) | DOI: 10.52453/t.v11i1.282

Abstract

Abstrak-- Bengkel Auto 2000 XXX merupakan bengkel yang memiliki customer yang cukup banyak khususnya yang memiliki kendaraan Toyota bermesin NR, tetapi alat bantu penunjang perbaikannya ada yang masih sangat minim. Hal ini menyebabkan waktu pengerjaan proses penggantian v-belt membutuhkan waktu yang lama. Masalah yang terjadi dalam proses penggantian v-belt adalah konstruksi mesin memiliki celah yang sempit dan panas yang ditimbulkan dari mesin. Akibatnya, proses penggantian v-belt yang dilakukan oleh teknisi membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu 57 menit 04 detik. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan penelitian dengan membuat Special Service Tool (SST) untuk mempercepat proses perngerjaan. Prinsip kerjanya dengan menghilangkan proses pelepasan dan pemasangan under cover dan crankshaft position sensor (CPS). Perbaikan dengan fokus mempercepat proses penggantian v-belt menggunakan SST sesuai target yaitu 20 menit. Dalam proses penggantian v-belt hanya membutuhkan 19 menit 43 detik lebih cepat dari waktu sebelum dilakukan perbaikan, 100% lebih mudah setelah dilakukan perbaikan yang sebelumnya hanya 6,25 % mudah, dan 100% safe setelah dilakukan perbaikan karena telah dilengkapi pelindung tangan dalam prosesnya. Kata Kunci : Lead time, V-belt, Mesin tipe NR, SST
CEK ANTARA ALAT UKUR BURETTE UNTUK JAMINAN MUTU INTERNAL HASIL KALIBRASI Amalia Rakhmawati; Agung Triono
Technologic Vol 11, No 1 (2020): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v11i1.288

Abstract

Abstrak-- Pengukuran volume berperan penting dalam menjaga mutu dari produk yang dihasilkan. Salah satu alat ukur volume yang banyak digunakan adalah burette. Sesuai dengan standar ISO/IEC 17025:2017 laboratorium pengujian dan kalibrasi perlu melakukan pengecekan antara peralatan standar untuk menjamin status peralatan yang digunakan. Cek antara dilakukan dengan membandingkan berat isi yaitu berat cairan dalam gelas penampung yang dikeluarkan oleh valve burette dengan pembacaan standar electronic analytical balance ketelitian 0,0001 g. Data yang diambil sebanyak 5 kali selama 20 hari di awal dan di akhir untuk mendapatkan data perbandingan awal dan akhir yang akan digunakan untuk mendapatkan nilai Fhitung yang kemudian dibandingkan dengan nilai Ftabel pada metode uji F. Dari data awal didapatkan nilai µawal = 46,69108 g dan nilai σawal = 0,000109. Dan dari data akhir didapatkan nilai µakhir = 46,69110 g dan nilai σakhir = 0,000065. Dari data σawal dan σakhir didapatkan nilai Fhitung = 2,80, sedangkan nilai Ftabel dari tabel F yaitu 3,18. Karena data Fhitung ≤ Ftabel maka alat ukur burette dinyatakan masih baik pada titik ukur 10 mL. Dari control chart didapatkan nilai rata-rata masih berada pada wilayah UWL dan LWL sehingga alat ukur burette dinyatakan masih baik pada titik ukur tersebut. Kata Kunci : Cek Antara, Burette, Uji F, Control Chart.
MENINGKATKAN AVAILABILITY RATE DENGAN MENGURANGI DOWNTIME UNTUK PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) PADA AREA MIXING Nensi Yuselin; Edwar Rosyidi; Andika Yuda Pratama
Technologic Vol 11, No 1 (2020): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v11i1.283

Abstract

Abstrak--PT. XYZ adalah anak perusahaan dari Astra International di bawah naungan PT. Astra Honda Motor (AHM). Perusahaan yang berdiri sejak 1991 ini bergerak pada dalam bidang industri tire dan tube. PT. XYZ memproduksi dua merk ban, yaitu FDR yang dijual bebas dan Federal yang merupakan ban Original Equipment Market (OEM) sepeda motor Honda tire dan tube. dalam produksi nya proses awal dimulai dari pencampuran Material hingga menjadi bahan siap pakai yang disebut Compound, yang berada di area Mixing, dimana terjadi downtime tertinggi pada periode bulan Januari-Maret 2019. Berdasarkan penilaian MTBF (Mean time between failure) pada Area Mixing, Line BB#9 merupakan line dengan pencapaian nilai MTBF terendah yaitu 9.02 Hari (rata rata pencapaian dalam periode Januari - Maret 2019) berdasarkan hal tersebut penulis melakukan analisa pada data bulanan Line BB#9, dan ditemukan bahwa factor penyebab dan penyumbang downtime dominan terdapat pada mesin Batch Off di Line BB#9, dengan menyumbang downtime 2736 Menit atau 43% dari jumlah downtime yang ada pada line BB#9, lalu dilakukan breakdown masalah, dan diketahui bahwa sumber masalah dominan adalah Rantai incline putus dengan downtime 2556 menit atau 96% dari jumlah downtime yang ada pada mesin Batch Off. Lalu dilakukan perbaikan dengan Menerapkan Total Productive Maintenance (TPM) dan modifikasi Free roll pada mesin Batch Off sehingga dapat mengurangi Downtime sebanyak 98% dan meningkatkan pencapaian MTBF menjadi 25 Hari, jumlah downtime yang berkurang juga berdampak pada pencapaian Availability rate yang meningkat sebesar 3% selama periode perbaikan bulan April - Mei 2019. Kata Kunci : Total Productive Maintenance, Availability Rate, Mixing, Compound, Downtime.
MENINGKATKAN EFISIENSI LINE ASCD-01 DENGAN MENURUNKAN LOSS TIME PROSES GANTI MODEL PADA POS TORSIONAL CHARACTERISTIC DI PT AII Heri Sudarmaji; Gofar Julio Saputra
Technologic Vol 11, No 1 (2020): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v11i1.278

Abstract

Abstrak—Dengan meningkatnya permintaan konsumen dan semakin ketatnya persaingan pasar menuntut PT AII untuk selalu membuat produk yang berkualitas tinggi, tidak terkecuali pada produk Clutch Disc. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PT AII membuat kebijakan untuk meningkatkan efisiensi line produksi minimal 92%. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi keterlambatan dalam pengiriman produk ke konsumen. Namun aktualnya efisiensi Line ASCD-01 Clutch Disc masih di angka 89,5%. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan analisa efisiensi Line ASCD-01 dan ditemukan masalah utama, yaitu line stop tinggi yang disebabkan karena proses ganti model. Selanjutnya dilakukan analisa menggunakan Failure Tree Analysis (FTA) dan metode why-why untuk menemukan akar masalahnya. Dari hasil analisa didapatkan akar masalah, yaitu waktu pergantian backing plate lama. Hal ini karena backing plate tidak bisa digunakan untuk semua model Clutch Disc di Line ASCD-01 sehingga perlu penggantian backing plate setiap kali ganti model. Dari akar masalah tersebut dilakukan perbaikan yang diharapkan dapat mengurangi waktu ganti model yang berakibat pada peningkatan efisiensi Line ASCD-01. Setelah dilakukan perbaikan dan pengujian, waktu ganti model di Line ASCD-01 menurun dari 150 detik menjadi 102 detik. Selain itu, efisiensi Line ASCCD-01 meningkat dari 89,5% menjadi 91,7%. Kata Kunci : Ganti model, Efisiensi, Backing plate, Clutch Disc, Line stop.
METODE CEK ANTARA RULER CALIBRATOR UNTUK JAMINAN MUTU INTERNAL KALIBRASI Amalia Rakhmawati; Agung Triono
Technologic Vol 11, No 1 (2020): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v11i1.289

Abstract

Abstrak-- Salah satu standar panjang yang ada di laboratorium kalibrasi adalah ruler calibrator yang digunakan untuk mengkalibrasi alat ukur besaran panjang konvensional yaitu berupa batangan maupun pita panjang berskala umumnya terbuat dari bahan plastik, logam baja atau kuningan. Sesuai dengan standar ISO/IEC 17025:2017 General requirements for the competence of testing and calibration laboratories klausul 6.4 bahwa “pengecekan antara (intermediate check)” harus dilakukan sesuai prosedur tertentu bila diperlukan untuk menjamin kepercayaan terhadap unjuk kerjanya sehingga laboratorium kalibrasi perlu melakukan pengecekan antara peralatan standar untuk menjamin status peralatan yang digunakan. Penelitian ini akan membahas cek antara ruler calibrator untuk jaminan mutu internal kalibrasi. Ruler calibrator memiliki ketelitian 0,005 mm dengan kapasitas 2000 mm akan dilakukan cek antara menggunakan artefak steel ruler pada panjang 100 mm. Pengulangan pengambilan data sebanyak 5 kali selama 20 hari dengan data 10 hari di awal dan 10 hari di akhir. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan Fhitung perbandingan awal dan akhir dan Ftabel metode uji F. Dari data pengukuran didapatkan nilai µawal = 100,0059 mm dan nilai σawal = 0,006488, serta nilai µakhir = 100,0060 mm dan nilai σakhir = 0,006182. Dari data σawal dan σakhir didapatkan nilai Fhitung = 1,10, sedangkan nilai Ftabel dari tabel F yaitu 3,18. Karena data Fhitung ≤ Ftabel maka alat ukur ruler calibrator dinyatakan masih baik pada titik ukur 100 mm. Dari data tersebut didapatkan Control Chart yang dapat diambil kesimpulan bahwa bahwa nilai rata-rata masih berada di bawah batas UWL dan LWL sehingga alat ukur ruler calibrator dinyatakan masih baik pada titik ukur tersebut. Kata Kunci : Cek Antara, Ruler Calibrator, Uji F, Control Chart
PROTOTYPE PENGUNCI PINTU OTOMATIS MENGGUNAKAN RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION) BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO Manase Sahat H Simarangkir; Agung Suryanto
Technologic Vol 11, No 1 (2020): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v11i1.284

Abstract

Abstract--A manual door security system that has many shortcomings including difficulty opening locks when used, easily broken and keys that tend to be duplicated thereby reducing convenience and security. To prevent this, a good and easy-to-use room security system is needed. At this time began to develop an electronic room safety system using RFID technology (Radio-Frequency Identification) to improve the security system at the door of the house. In this study discusses the design and prototype of an automatic room door lock using an RFID system. The research method used is research and development. This Automatic Door is programmed by the Arduino application by creating a security system using Radio Frequency Identification (RFID) as a radio wave of data carrier frequencies that will be received by the receiver. The results of this study are the creation of an automatic home door security system using RFID which has a better level of security compared to manual security, so that it can cope with acts of theft in homes that are often abandoned by residents. In addition, the use of RFID can also minimize the overall lock on the house, so that every family member needs only one tag card / key to open all the locks on the door in the house. Keywords: Arduino Uno, RFID, Servo Motor, Solenoi Abstrak--Sistem pengamanan pintu rumah yang bersifat manual memiliki banyak kekurangan diantaranya sulit membuka kunci ketika digunakan, mudah dibobol dan kunci yang cenderung dapat diduplikat sehingga mengurangi kemudahan dan keamanan. Untuk mencegah hal tersebut dibutuhkan sistem keamanan ruangan yang baik dan mudah digunakan. Saat ini mulai dikembangkan sistem pengaman ruangan yang bersifat elektronik dengan menggunakan teknologi RFID (Radio-Frequency Identification) untuk meningkatkan sistem keamanan pada pintu rumah. Dalam penelitian ini membahas mengenai desain dan prototype pengunci pintu ruangan otomatis menggunakan sistem RFID. Metode penelitian yang digunakan adalah riset dan pengembangan. Pintu Otomatis ini diprogram oleh aplikasi Arduino dengan membuat sistem keamanan menggunakan Radio Frequency Identification (RFID) sebagai gelombang radio frekuensi pembawa data yang akan diterima receiver. Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya sistem keamanan pintu rumah otomatis menggunakan RFID yang memiliki tingkat keamanan lebih baik dibandingkan dengan pengamanan manual, sehingga dapat menanggulangi terjadinya tindak pencurian pada rumah-rumah yang sering ditinggalkan oleh penghuninya. Selain itu penggunaan RFID ini juga dapat meminimalis keseluruan kunci pada rumah, sehingga setiap anggota keluarga cukup membutuhkan satu tag card / kunci untuk membuka seluruh kunci pada pintu yang ada di rumah. Kata kunci: Arduino Uno, RFID, Motor servo, Solenoid
EVALUASI PARAMETER PEMANASAN MATERIAL TERHADAP PENURUNAN CACAT FIBER PADA BOX LUGGAGE Yohanes T Wibowo; Alditya A Kurniawan
Technologic Vol 11, No 1 (2020): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v11i1.279

Abstract

Abstrak--Box Luggage merupakan salah satu komponen kendaraan bermotor. Box tersebut merupakan komponen plastik hasil cetak injeksi. Seperti layaknya komponen hasil cetak injeksi, box luggage juga memiliki cacat. Dari 12 jenis cacat yang ditemukan, cacat fiber memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 40% dari total cacat. Jumlah cacat fiber yang ditemukan pada produksi box luggage dari September 2018 – Januari 2019 mencapai 577 unit. Dalam kurun waktu yang sama, box luggage diproduksi sebanyak 62.289 unit. Dengan demikian persentase cacat terhadap total produksi yang muncul sebesar 39%. Efek yang timbul karena adanya cacat adalah tidak tercapainya target produksi di samping memberikan efek banyaknya pemborosan karena cacat produksi. Dalam penelitian sebelumnya, perbaikan dilakukan pada aktivitas proses cetak injeksi yaitu dengan menurunkan kecepatan injeksi, dan sudah berhasil menurunkan cacat fiber tersebut. Penelitian ini menginvestigasi aktivitas pra proses cetak injeksi yang meliputi penyiapan material, persiapan proses cetak injeksi, perbaikan parameter pemanasan material dan prosedur pengosongan barrel saat akan istirahat. Bersama tim engineering setting aktivitas perbaikan-perbaikan dilakukan. Dengan melakukan pemanasan material plastik secara lebih lama dan tanpa terputus, diperoleh moisture content sebesar 0.15%. Dengan perbaikan yang sudah dilakukan, jumlah cacat fiber menurun sebesar 70%. Kata Kunci : Cetak Injeksi, Cacat Fiber, Pemanasan Material, Moisture Content.

Page 1 of 2 | Total Record : 12