cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,234 Documents
Mengkaji Peranan Alelokimia Pada Bidang Pertanian Kristiana, Riajeng
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.72 KB)

Abstract

Alelokimia merupakan metabolit sekunder yang diproduksi oleh tanaman, yang tidak terlibat langsung pada proses pertumbuhan tanaman. Alelokimia ditemukan di berbagai bagian tanaman dengan konsentrasi dan komposisi yang bervariasi, dan jalur untuk melepaskan senyawa ini kelingkungan tergantung dari spesies tanamannya.  Tanaman dapat menggunakan alelokimia untuk berkomunikasi dengan lingkungannya.  Tujuan dari artikel ini yaitu untuk mengkaji peranan alelokimia yang diproduksi oleh tanaman pada bidang pertanian.  Hasil yang diperoleh dari kajian artikel ini yaitu bahwa alelokimia yang diproduksi oleh tanaman dapat dikeluarkan melalui akar tanaman dan volatilisasi dari bagian tanaman lain.  Alelokimia memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar tanaman, sehingga dapat memberikan keuntungan bagi hasil produksi tanaman.  Dampak positifnya antara lain alelokimia dapat memanagement gulma, mengatur pertumbuhan tanaman, dan juga sebagai pestisida.  Keuntungan ini dapat terjadi jika alelokimia yang diproduksi oleh tanaman dalam konsentrasi yang rendah.  Alelokimia juga menjadi sinyal bagi mikroorganisme yang bersimbiosi dengan tanaman.
PERBEDAAN PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN PENDEKATAN GUIDED INQUIRY DAN MODIFIED INGUIRY TERHADAP PRESTASI BELAJAR BIOLOGI Widodo Widodo
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.63 KB)

Abstract

ABSTRAK   Pembelajaran biologi di kelas VII SMP N 2 Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri belum optimal disebabkan guru masih mendominasi proses pembelajaran dan kurang memberikan kesempaatan  kepada siswa untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupaan sehari-hari. Guru perlu mengubah penggunaan model pembelajaran agar prestasi belajar siswa meningkat.  Penggunaan model pembelajaran biologi harus sesuai dengan hakikat pembelajaran yang mengacu pada proses, produk dan sikap ilmiah serta karakteristik materi pembelajaran yang menekankan keterampilan proses sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan Guided Inquiry dan modified inqyury terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan dilaksanakan bulan Juli-Desember 2011. Populasi semua siswa kelas VII SMPN 2 Tirtomoyo Wonogiri. Sampel penelitian diambil dengan metode cluster random sampling terdiri dari 2 kelas.  Kelas eksperimen 1 menggunakan PBM dengan Guided Inquiry terdiri dari 32 siswa dan kelas  eksperimen 2 menggunakan PBM dengan modified inquiry terdiri dari 32 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk data prestasi belajar kognitif dan teknik observasi untuk data prestasi belajar sfektif dan psikomotor.  Analisis data menggunakan uji Anava menggunakan software komputer SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi kognitif, afektif dan psikomotor  lebih tinggi pada PBM dengan Guided Inquiry (rata-rata 84,31; 83,13; 81,19) dibandingkan PBM dengan modified inquiry (rata-rata 77,97; 79,01; 77,01).   Kata Kunci : Pembelajaran berbasis masalah, Guided Inquiry, modified inquiry, prestasi belajar
A Studi on High Plant Systems Course with Active Learning in Higher Education Through Outdoor Learning to Increase Student Learning Activities Anwari Adi Nugroho; Nur Rokhimah Hanik
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.642 KB)

Abstract

Biology learning especially high plant system courses needs to be applied to active learning centered on the student (Active Learning In Higher Education) to enhance the students' learning activities so that the quality of learning for the better. Outdoor Learning is one of the active learning invites students to learn outside of the classroom by exploring the surrounding environment. This research aims to improve the students' learning activities in the course of high plant systems through the application of Outdoor Learning. The experiment was conducted on students of fourth semester Biology Education Program Faculty of Teacher Training and Education University of Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo Academic Year 2014/2015. This research is a measure that consists three cycles and each cycle consists of four phases: planning, action, observation, and reflection. The technique of collecting data through observation using observation sheet to measure students' learning activities. Data analysis was performed in a descriptive study using the technique of the percentage of students with an analysis of the level of activity in the learning process. Targeted research is an increase in activity score learn every cycle and meet the performance indicators that have been defined.The results showed that the Outdoor Learning can improve students' learning activities. The increase occurred in the learning activities of students from the first cycle to the second cycle of 4.5% and from cycle II to cycle III by 2.2%. Score each learning activity indicator also has met predetermined performance indicators.
POLA BUKU AJAR PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (PLH) SEBAGAI MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL SEKOLAH DASAR UNTUK MENDUKUNG IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK Susriyati Mahanal; Sugeng Utaya
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.47 KB)

Abstract

Environmental education (PLH) is important to give in elementary school (SD) early. PLH not only give knowledge and understanding, but also shaping behavior and forming positive attitudes of students on the environment. PLH’s textbook being an important tools to support the implementation of PLH’s learning. However, in some districts/ cities that have been declared as local content PLH (local content) in elementary education, haven’t PLH’s textbooks sufficiently and in accordance with the needs of the field until now. Therefore PLH’s textbook procurement must be realized. In accordance with the 2013 curriculum elementary school PLH’s textbooks is being developed to support scientific approach based learning that includes observing, questioning, associating, experimenting, and networking. The teaching materials is packed with features, “Let’s understand”. The learning activities is packed with features, “Let’s work together”, “Let’s try”, and “Let’s tell. The concept map is packed with features, “Let’s study”. The summary is packed with features, “Let’s summarize. The reflection is packed with features, “Let’s reflect”. This structures not only empower the thinking skill but also encourages the achievement of positive attitudes and behaviors towards the environment.     Keywords: Development, Text book, Environmental education
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Siswa Sekolah Dasar Suwardi, Suwardi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.195 KB)

Abstract

This study is a classroom action research that aims to describe the improvement of learning outcomes and activities of students of class V Elementary School 3 Komet Banjarbaru City on learning materials of water by using cooperative learning model. The subjects of this study are students of grade V Elementary School 3 Komet Banjarbaru City in the academic year 2016/2017 which amounted to 24 people. This study consists of 2 cycles with 2 meetings each cycle. Cycle 1 deals with water evaporation and water condensation and cycle 2 deals with melting and freezing water. The study was conducted for 6 months. The results of cognitive learning are obtained through pretest and posttest, character traits and social skills derived from observations during the learning process, as well as student activity obtained through observation during learning. Data were analyzed descriptively. The results showed that the classical learning completeness increased from cycle 1 to cycle 2 ie from 45.83% to 94%. Character behaviors and social skills increase from cycle 1 to cycle 2 of the category good enough to be good. Student activity has been well evenly in cycle 1 and cycle 2.
DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BATANG SAWO KECIK (Manilkara kauki L Dubard)TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Prayudhani, Maya Firdausi; Hastuti, Utami Sri; Suarsini, Endang
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.631 KB)

Abstract

Potensi Sawo kecik (Manilkara kauki  L. Dubard) sebagai sumber obat alami untuk diare belum terbukti secara ilmiah.Sawo kecik mengandung flavonoid yakni senyawa yang bersifat sebagai antibakteri, sehingga sawo kecik diasumsikan dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare Escherichia coli. Tujuan dari penelitian ini ialah: 1) untuk menganalisis pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak etanol daun dan kulit batang sawo kecik terhadap penghambatan pertumbuhan Escherichia coli secara in vitro, 2) untuk menentukan kombinasi ekstrak etanol daun dan kulit batang sawo kecik dengan variasi konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan  Escherichia coli    secara  in vitro. Daya antibakteri ekstrak etanol daun dan kulit batang sawo kecik dalam konsentrasi 0%, 5%, 15%, 25%, 35%, 45%,  55%, 65%, 75%, 85%, 95% dan 100% diuji terhadap bakteri Escherichia coli secara in vitro dengan metode difusi agar dengan cara Kirby Bauer Test. Antibiotik Levofloxacin  digunakan sebagai kontrol positif.  Data yang diperoleh dibandingkan dengan kontrol positif dan  dianalisis menggunakan analisis varian ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) perbedaan konsentrasi ekstrak etanol daun dan kulit batang sawo kecik berpengaruh terhadap penghambatan pertumbuhan  Escherichia coli  secara in vitro, 2) ekstrak etanol kulit batang sawo kecik pada konsentrasi  55% merupakan kombinasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan  Escherichia coli  dengan rerata diameter zona hambat yang dihasilkan sebesar 12.3 mm (51% terhadap Levofloxacin). Kata kunci: Daya antibakteri, Metode difusi agar, Ekstrak etanol, Sawo kecik (Manilkara kauki  L  Dubard), Escherichia coli.
STUDI VARIASI MORFOLOGI DAN POLA PITA ISOZIM PADA VARIETAS BUAH NAGA (Hylocereus sp) Rahmawati, Banati; Suranto, Suranto; Mahajoeno, Edwi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.146 KB)

Abstract

ABSTRAKBuah naga mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan dan manfaatlainnya yang belum banyak diketahui oleh masyarakat sehingga perlu dilakukanpendataan.Penelitian ini bertujuan untuk Menguji keragaman variasi morfologi, danpola pita isozim pada buah naga berdaging super merah, merah, dan putih dariKabupaten Pasuruan, Sukoharjo, Klaten, dan Bantul.Analisis data morfologi tanaman diuaraikan secara deskriptif. Data polapita isozim dianalisis menggunakan program Numerical Taxonomy andMultivariate Analys System versi 2.02i (NTSYS). Data matrik dihitungberdasarkan koofisien DICE. Klusterisasi (pengelompokan) dilakukan denganUPGMA ( Unweighted Pair Group With Arithmatic Mean) yang dihitung melaluiSHAN.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Variasi morfologi terjadi pada warnabatang, warna kelopak bunga dan rasa daging buah yang ditunjukkan juga padapola pita isozim ketiga varietas pada keempat lokasi pengamatan. Enzim esterasemengekspresikan 18 pita yang membentuk empat kelompok berdasarkan jarakkemiripan 75%. Pita spesifik muncul pada Rf 0.633 pada varietas buah nagaberdaging merah Bantul dan pada Rf 0.755 dari Pasuruan. Pita spesifik jugadimiliki untuk buah naga putih pada Rf 0.347 dari Bantul serta Klaten pada Rf0.510 dan Rf 0.633. Untuk enzim GOT mengekspresikan 12 pita dan jugamemperlihatkan empat kelompok dengan sedikit berbeda untuk keanggotaannyadikelompok empat. Pita spesifik muncul pada Rf 0.321 pada varietas buah nagaberdaging merah dari Pasuruan. Pita spesifik juga muncul pada buah nagaberdaging putih dari Pasuruan pada Rf 0. 446 dan Rf 0.482. Terjadinya variasipada buah naga yang di uji dan di dukung oleh data isozim walaupun hanya 2macam enzim ini memberikan bukti bahwa data genetik mendukung karaktermorfologi.Kata kunci: Buah naga (Hylocereus sp), Morfologi, Isozim, Vitamin C.
STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT YANG DIMANFAATKAN OLEH MASYARAKAT DI KECAMATAN SINDANG KELINGI KABUPATEN REJANG LEBONG BENGKULU Kasrina Kasrina; Veriana Veriana
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.268 KB)

Abstract

Abstract-This study aims to document the medical plants and their use for tradisional healing by people the people in Kelingi Rejang Lebong Bengkulu. A research has conducted in Januari-Maret 2014 using observation and purpose interview methods. Herbarium specimens has collected and determined. Result study documented 117 specieses from 53 families af plants were reported to be used by them as medicines for 78 diseases. Diseases such stomached, hypertention, cancer, defacate trouble, ulcerous, fertility, etc. Furthermore, a kind of plant such as Temu lawak (Curcuma xanthorizha/Zingiberaceae) is able to heal more then one diseases. Leaves are the most part of plant used for healing. Followed by fruit and stem. Dominance the medical plant put on gardens (62%) Keywords: ethnobotanical, traditional medicine, medical plant, bengkulu
Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Pendidikan Biologi melalui Penyelesaian Masalah Lingkungan Nuzulia Santi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.757 KB)

Abstract

Critical thinking ability is important to be possessed by every individual, especiallly in the era of globalization. The ability to think critically supports the individual to overcome the problems in life, among which are environmental problems. Individuals and environments can not be separated, the relationship between them is reciprocal. Solutions to environmental problems can be realized through critical thinking. Each individual's critical thinking ability varies, depending on the frequency of frequent exercises to develop that ability. Such exercises include frequently asking questions, posing assumptions, identifying information, making inferences, identifying impacts, and so on. It is therefore important to identify the critical thinking skills of individuals in a forum. Description of the ability to think critically about environmental problems is expected to be the basis for the design of development of learning plan set related to the subject of Environmental Knowledge. The description of students' critical thinking ability is obtained through questions prepared according to Polya problem solving syntax. The set of questions contains elements of reasoning that are judged based on the intellectual standards of reasoning by Paul and Elder.
KAJIAN FAUNA BURUNG SEBAGAI INDIKATOR LINGKUNGAN DI HUTAN GUNUNG SAWAL, KABUPATEN CIAMIS, JAWA BARAT Widodo, W.
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.628 KB)

Abstract

Burung dikenal sensitif terhadap perubahan lingkungan. Sebuah kajian fauna  burung sebagai indikator lingkungan dilakukan di hutan Gunung Sawal, Ciamis, Jawa Barat pada Maret 2012. Tujuan penelitian adalah mengkaji dapatkah spesies burung-burung yang ditemukan di hutan Gunung Sawal memberikan indikasi bahwa hutan di lingkungan Gunung Sawal termasuk masih baik. Parameter yang diteliti adalah distribusi spesies burung secara global melalui pendekatan sebaran geografis, sebaran vertikal, status menurut IUCN dan populasi. Metode penelitian yang digunakan adalah titik  penghitungan berjarak tetap. Total spesies burung ditemukan adalah 55 spesies dari 26 suku. Kepadatan populasi tertinggi adalah Zosterops palpebrosus (295.39 ekor/km2) dan Aethopyga mystacalis (101.54 ekor/km2). Persentase frekuensi perjumpaan kedua spesies burung tersebut juga tinggi, yaitu Aethopyga mystacalis (10.51%) dan Zosterops palpebrosus (8.70%). Secara vertikal burung-burung menyebar paling banyak pada altitude antara 801-1100 m dengan jumlah 24-26 spesies. Secara geografis, sebagian besar burung  menempati habitat hutan Megersela pada posisi 7o  12.18′ 39.23″ LS dan 108o  15′ 15.58" BT. Dengan diketemukannya spesies burung-burung migran, dilindungi, burung-burung hutan, endemik Jawa dan sebaran terbatas berarti kawasan G. Sawal pada hulu DAS  Citandui, Ciamis mengindikasikan masih baik. Jumlah spesies, jumlah individu dan kepadatan populasi burung antar blok-blok pengamatan dan berdasarkan penggolongan tipe pakan terdapat perbedaan signifikan (P<0.05).   Kata kunci: Burung, Spesies Indikator, Gunung Sawal, Ciamis, Jawa Barat.

Page 3 of 124 | Total Record : 1234