cover
Contact Name
Brina Oktafiana
Contact Email
brina@itats.ac.id
Phone
+6282257006656
Journal Mail Official
tekstur.journal@itats.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Jl. Arief Rahman Hakim No. 100 Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Tekstur (Jurnal Arsitektur)
ISSN : -     EISSN : 27222756     DOI : -
Tekstur (Jurnal Arsitektur), diterbitkan secara online, dalam setahun 2 (dua) kali terbitan, yaitu April dan Oktober oleh Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Jurnal ini merupakan media publikasi atau kumpulan artikel ilmiah, yang terkait dengan perancangan arsitektur, sejarah dan teori arsitektur, struktur dan sains bangunan serta permukiman dan perkotaan.
Articles 196 Documents
Penerapan Arsitektur Industrial Pada Perancangan Pusat Pengolahan Dan Perdagangan Besi Tua Dan Loak Di Surabaya Ramadhan, Zam Zami; Salisnanda, Randy Pratama; Widjajanti, Wiwik Widyo
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 1 (2025): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i1.6794

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemui masalah lingkungan seperti banyaknya sampah yang berserakan dan kerapkali tidak diperhatikan penanganannya. Salah satunya adalah barang rongsokan yang masih layak jual. Maka dari itu proyek ini bertujuan untuk menangani permasalahan pengelolaan dan pemasaran barang rongsok di daerah kota Surabaya dengan merancang pusat besi tua dan loak. Pasar ini dirancang menggunakan konsep desain Arsitektur Industrial bertujuan untuk menekankan pada fungsi, keamanan dan pertimbangan ekonomi/biaya. Tampilannya sederhana sebagai wadah aktivitas industri. Untuk memunculkan kesan industrial yang lebih kuat maka dibuat pemilihan bentuk geometrik dan garis-garis tegas, penyesuaian warna-warna asli material maupun warna monokrom, menggunakan material mentah, serta ekspos sistem utilitas tanpa plafon. Sebagai bentuk penerapan aspek fungsional dan efisien, elemen industri serta materialnya (Hamdani dan Hantono, 2021: 27). Dengan proyek ini diharapkan akan menjadi wadah bagi pengepul, pedagang dan pembeli rongsokan yaitu besi tua dan loak di Surabaya. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dan studi banding, hal tersebut dikarenakan butuhnya data identifikasi, studi lapangan dan studi literatur yang bersifat induktif guna menemukan sebuah konsep rancangan. Dalam hal ini pembangunan Pusat Besi Tua Dan Loak tersebut sebagai upaya mempertimbangkan kesehatan dan kelestarian lingkungan karena tidak selamanya barang rongsok harus berada di kotak sampah. arang rongsok bisa menjadi peluang untuk menjadi lahan pekerjaan bagi orang yang mampu melihat peluang bisnis, serta kreatifitas dan inovasi tinggi. Dibuatnya pusat besi tua dan loak ini diharapkan dapat mewadahi aktifitas pengepul, pengelola, pedagang dan pembeli, tentunya juga mengangkat ekonomi masyarakat sekitar dan mensejahterakan pengepul.
Analisis Kenyamanan Thermal pada Ruang Dalam Masjid Agung Tuban Menggunakan Simulasi Software Ecotect Analysis Anam, Hoirul; Agustapraja, Hammam Rofiqi
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 1 (2025): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i1.6452

Abstract

Indonesia memiliki iklim tropis lembap, yang menyebabkan suhu udara relatif tinggi dan kecepatan angin cenderung rendah. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya tingkat kenyamanan termal di dalam masjid. Kenyamanan ruang sangat berpengaruh terhadap kesehatan, kesejahteraan, dan produktivitas individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kenyamanan termal di dalam Masjid Agung Tuban yang berlokasi di Kabupaten Tuban serta mengevaluasi potensi perbaikan melalui simulasi modifikasi menggunakan Software Ecotect Analysis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup pengukuran langsung suhu dan kelembapan udara di lokasi. Selanjutnya, dilakukan modifikasi terhadap material dinding dan sistem ventilasi menggunakan Software Ecotect Analysis untuk menilai efektivitas perubahan tersebut dalam meningkatkan kenyamanan termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal masjid belum sepenuhnya memenuhi standar kenyamanan termal. Modifikasi dilakukan dengan menerapkan dua jenis material dinding alternatif, yaitu Timber Clad Masonry (dinding batu bata berplaster dengan lapisan marmer) dan Concrete Block Plaster (dinding beton dengan lapisan plester). Hasil simulasi menunjukkan bahwa penggunaan Timber Clad Masonry menghasilkan nilai Mean Radiant Temperature (MRT) sebesar 25,79°C. Selain itu, uji Predicted Percentage Dissatisfaction (PPD) menunjukkan tingkat kepuasan termal sebesar 94,52%, yang berarti mayoritas penghuni merasa nyaman dengan kondisi tersebut. Nilai solar gains dalam ruangan tercatat sebesar 87,25 watt, yang menunjukkan bahwa beban panas akibat radiasi matahari masih berada dalam batas yang memberikan sensasi hangat bagi penghuni.
Perancangan Rumah Singgah untuk Anak Marjinal dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku di Jakarta Utara Nadila, Salma; Ratnasari, Anisza; Kusuma, Adriyan
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 1 (2025): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i1.6309

Abstract

Keberadaan masyarakat marjinal di tengah perkotaan menimbulkan permasalahan yang memprihatinkan, terutama anak-anak mereka yang juga terkena dampaknya. Permasalahan ini perlu mendapatkan perhatian khusus, guna mengembalikan hak-hak anak yang seharusnya mereka terima. Beberapa program yang disediakan sering kali tidak sesuai sasaran, misalnya program panti sosial yang menyasar pada disfungsi anak yang keberadaanya belum optimal. Menyikapi kondisi tersebut, diperlukan solusi komprehensif yang mampu menjawab permasalahan, yaitu perancangan rumah singgah. Perancangan yang menyasar lokasi paling rentan dengan angka kemiskinan tertinggi di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara ini bertujuan untuk menjangkau anak-anak marjinal, sehingga memudahkan mereka dalam mengakses fasilitas tersebut. Penerapan pendekatan arsitektur perilaku pada desain dilakukan untuk menyesuaikan kondisi dan kebutuhan anak-anak. Mengingat bahwa lingkungan mempengaruhi perilaku dan perkembangan anak, pendekatan perilaku ini relevan agar dapat menciptakan ruang beraktivitas yang aman, fleksibel, adaptif dan bermanfaat bagi anak-anak. Disamping itu, melalui keberadaan rumah singgah ini, lebih banyak anak yang dapat menikmati kehidupan dengan lebih baik dan membantu mengurangi permasalahan marjinalisasi di perkotaan. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi, dan analisa pengaruh ruang terhadap pola perilaku manusia didalamnya. Sehingga, menghasilkan konsep perancangan rumah singgah yang dapat memenuhi kebutuhan belajar, bermain, berketerampilan dan beraktivitas.
Konsep Adaptive Living Space dalam Perancangan Hunian Mahasiswa di Surabaya Timur Pitaloka, Ananda Kirana Dyah; Azizah, Siti; Salisnanda, Randy Pratama
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 1 (2025): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i1.7455

Abstract

Surabaya Timur menjadi tujuan utama mahasiswa dari berbagai daerah, namun hunian sementara yang tersedia belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan Generasi Z yang digital native, mandiri, dan kolaboratif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep hunian yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan mahasiswa generasi Z. Metode penelitian yang digunakan mencakup survei kuesioner kepada mahasiswa, analisis studi literatur, serta observasi langsung terhadap hunian mahasiswa yang sudah ada. Dari hasil penelitian, konsep makro Adaptive Living Space diterapkan untuk menciptakan hunian fleksibel dan adaptif. Desain hunian mencakup aspek efisiensi ruang, pencahayaan alami, penghawaan yang baik, serta penyediaan fasilitas sosial yang mendukung kehidupan mahasiswa.
Penerapan Sirkulasi Pengguna Dengan Konsep Ruang Interconnected pada Rumah Sakit Tipe C Lamongan Saputra, Revando Rizky; Oktafiana, Brina; Salisnanda, Randy Pratama
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 1 (2025): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i1.5798

Abstract

Rumah Sakit sebuah tempat pemberian solusi kesehatan, seperti pandemi COVID-19, influenza, kanker, dan sebagainya, serta pasien memerlukan penanganan segera seperti sirkulasi yg mendukung. Rumah sakit ini terletak di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dan fokus pada sirkulasi pasien di dalam rumah sakit. Tujuan penelitian ini memberikan desain bangunan rumah sakit dengan konsep sirkulasi Interconnected sehingga pengguna rumah sakit dapat didukung pelayanan medis yang cepat, dan penelitian ini bertujuan untuk menjamin pemerataan fasilitas kesehatan di Kabupaten Lamongan berupa rumah sakit tipe C. Penelitian ini mengumpulkan data primer berupa buku literatur, peraturan pemerintah, wawancara, studi banding, dan observasi lapangan dan dilakukan pada bulan Juni 2023 hingga Januari 2024. Hasil penelitian terfokus pada kajian Penerapan Sirkulasi Pengguna Dengan Konsep Ruang Interconnected Pada Rumah Sakit Tipe C Lamongan. Penerapan mikro konsep “interconnected” memanfaatkan seluruh fasilitas yang saling berhubungan untuk kecepatan pelayanan dan pengobatan,. Konsep ini diharapkan dapat diperkenalkan dalam desain rumah sakit sehingga pasien tidak kesulitan dalam mengakses fasilitas rumah sakit. Konsep ini didukung dengan penempatan zona dengan tingkat penularannya tinggi pada wilayah terpisah. Contohnya zona infeksi tinggi adalah ruang gawat darurat, kebidanan, operasi, kamar jenazah, ruang sterilisasi. Zona ini diletakkan sedeminikian rupa untuk menghindari penyebaran bakteri dan virus pada fasilitas lainnya. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, konsep ini perlu dikembangkan lebih lanjut untuk perancangan arsitektur yang lebih baik.
Penerapan Arsitektur Berwawasan Lingkungan Pada Bentuk dan Ruang Bangunan Olahraga Indoor Pada Pusat Kegiatan Komunitas Pekerja Industri di Kawasan Industri Gresik Firdausi, Fildza; Ratniarsih, Ika; Ramadhani, Suci
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.6475

Abstract

Dalam menentukan tingkat keberhasilan suatu perusahaan industri, kinerja tenaga pekerja diharuskan dalam keadaan yang stabil dan baik, oleh karena itu diperlukan fasilitas kebugaran yang dianggap dapat mengurangi beban kerja yang timbul dari rutinitas kerja yang monoton, serta dapat membantu mengurangi tingkat stres yang mungkin dialami oleh pekerja industri dengan Bangunan Olahraga Indoor pada Pusat Kegiatan Komunitas Pekerja Industri di Kawasan Industri Gresik. Dalam proses perancangan, metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dengan mengumpulkan data primer yang diperoleh melalui pengamatan langsung objek dilapangan dan data sekunder yang diperoleh melalui akses daring studi kasus dari makalah, jurnal, dan buku. Metode ini memberikan gambaran dan solusi atas permasalahan dalam perancangan bentuk dan ruang. Penerapan tema Arsitektur Berwawasan Lingkungan terhadap bentuk Bangunan Olahraga Indoor ialah dengan memberikan bukaan-bukaan pada sekeliling bangunan dan penerapan void terbuka sedangkan pada Ruang Lapangan Indoor ialah dengan penggunaan bukaan dari roster dan jendela sebagai bentuk penerapan ruang yang mendukung hemat energi.
Penerapan Arsitektur Neo Vernakular pada Desain Pusat Kerajinan Rajut Surabaya Marhamah, Anis Fitri; Azizah, Siti; Ratniarsih, Ika
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.8196

Abstract

Kerajinan rajut adalah lebih dari sekadar kegiatan kreatif, tapi juga salah satu bentuk ekspresi budaya yang tetap berkembang di tengah-tengah masyarakat. Pada zaman sekarang, produk buatan tangan semakin populer karena ciri khas, nilai estetika, serta kesadaran konsumen yang meningkat mengenai isu keberlanjutan. Dalam dinamika kota metropolitan seperti Surabaya, permintaan akan tempat yang dapat menampung aktivitas kreatif, khususnya rajut, semakin mendesak. Dengan demikian, Pusat Kerajinan Rajut didesain untuk mendukung berbagai aktivitas mulai dari pelatihan, produksi, pameran, hingga interaksi komunitas yang bersifat kolaboratif. Perancangan ini menggunakan metode deskriptif melalui studi literatur dan studi kasus lapangan. Penerapan Arsitektur Neo Vernakular diwujudkan pada tatanan lahan yang mengadaptasi skema rumah Jawa, di mana pola hierarki dan keteraturan ruang diolah kembali agar sesuai dengan konteks tapak. Bentuk atap tradisional dimodifikasi dengan material modern untuk tetap mempertahankan identitas lokal sekaligus menjawab kebutuhan fungsional di iklim tropis. Selain itu, penerapan secondary skin bermotif rajut pada fasad bangunan berfungsi ganda, yakni memperkuat karakter budaya lokal sebagai identitas visual serta mengontrol cahaya dan panas matahari guna menciptakan kenyamanan termal di dalam ruang. Dengan demikian, hasil perancangan menunjukkan bahwa konsep Neo Vernakular tidak hanya menghadirkan nilai kearifan lokal, tetapi juga mampu beradaptasi dengan tuntutan fungsi, estetika modern, dan prinsip keberlanjutan.
Karakteristik Rumah Vernakular Sapo Tada: Adaptasi Arsitektur Hunian Masyarakat Pesisir Kaledupa Wakatobi Prayudi, Wahyu Triya; Larasati, Dewi
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.7620

Abstract

Rumah panggung Sapo Tada merupakan salah satu bentuk arsitektur vernakular khas masyarakat pesisir Kaledupa, Kepulauan Wakatobi. Rumah ini dibangun dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan tropis, keterbatasan sumber daya, serta nilai-nilai budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, arus modernisasi dan perubahan sosial telah mendorong pergeseran preferensi masyarakat terhadap gaya dan material bangunan, yang berpotensi mengancam keberlanjutan warisan arsitektur ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik utama rumah Sapo Tada, sekaligus menganalisis perubahan pada aspek geometris, struktur, dan konstruksi akibat pengaruh modernisasi. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan metode pengumpulan data berupa observasi lapangan, dokumentasi visual, dan wawancara dengan warga lokal serta tukang bangunan tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah terjadi modifikasi, terutama pada penggunaan material seperti beton dan penyederhanaan sambungan struktur, rumah Sapo Tada tetap mempertahankan bentuk dasar dan fungsi utamanya sebagai rumah panggung. Perubahan tersebut merupakan bentuk adaptasi terhadap keterbatasan bahan baku, terutama kayu, serta kebutuhan praktis masyarakat saat ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa arsitektur vernakular tidak harus dipertahankan secara kaku, tetapi dapat berkembang melalui adaptasi yang tetap menghargai nilai-nilai budaya. Implikasinya, pelestarian rumah Sapo Tada memerlukan pendekatan yang dinamis, yang mengakui bahwa inovasi dapat berjalan seiring dengan pelestarian identitas lokal.
Penerapan Healthy dan Efisiensi Sumber Daya pada Perancangan Kamar Sewa Eksklusif di Pekanbaru Amelia, Annisa Zahra; Firzal, Yohannes; Susilawaty, Mira Dharma
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.7410

Abstract

Pertumbuhan pesat Kota Pekanbaru, khususnya di Kecamatan Marpoyan Damai, mendorong meningkatnya kebutuhan hunian sementara bagi pendatang, pekerja migran, dan pasangan muda. Permintaan terhadap kamar sewa eksklusif melonjak signifikan seiring perubahan pola permukiman urban dan perkembangan sektor jasa serta pariwisata. Di balik tren ini, muncul persoalan krusial seperti keterasingan sosial akibat gaya hidup digital dan meningkatnya konsumsi energi di sektor hunian. Keduanya berdampak terhadap kesehatan mental penghuni serta kualitas lingkungan. Oleh karena itu, tema healthy & efisiensi sumber daya diangkat sebagai pendekatan strategis dalam perancangan kamar sewa eksklusif. Konsep ini tidak hanya menjawab kebutuhan fungsional, tetapi juga menekankan pentingnya ruang hidup yang mendukung keseimbangan fisik, emosional, dan ekologis. Integrasi nilai kesehatan dan keberlanjutan menjadi fokus utama untuk menciptakan hunian urban yang adaptif terhadap tantangan masa kini. Studi ini menunjukkan urgensi transformasi paradigma hunian dari sekadar tempat tinggal menjadi ruang hidup yang sehat dan efisien secara sumber daya, sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan kota yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Penerapan Konsep Ekspresif pada Bentuk Bangunan Pusat Pameran dan Pengembangan Seni Lukis Di Ponorogo Deswiarto, Vitto Istighfaren; Poedjioetami, Esty; Laksono, Sigit Hadi
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.8191

Abstract

Ponorogo, yang terkenal sebagai Kota Reog, sering dianggap sebagai pusat seni, dengan banyak seniman berbakat di berbagai bidang, terutama dalam seni lukis yang sering melahirkan bakat-bakat luar biasa. Agar potensi ini dapat berkembang dengan baik, dibutuhkan fasilitas yang memadai untuk menampung, mengembangkan, dan memamerkan karya seni secara profesional. Agar memberikan daya Tarik, perlu menerapkan konsep ekspresif pada bentuk bangunan untuk memperkuat identitas arsitektural yang mampu menggambarkan karakter seni lukis. Eksplorasi bentuk massa bangunan yang dinamis, asimetris, dan tidak konvensional menjadi wujud dari konsep ekspresif, dipadukan dengan elemen fasad bermotif bulu merak yang melambangkan kebebasan berekspresi dan keindahan estetika. Metode studi ini menggunakan analisis visual untuk menilai elemen bentuk, komposisi, dan hubungan antara desain dan fungsi ruang. Berdasarkan penelitian, penerapan bentuk ekspresif terbukti mampu menciptakan daya tarik visual yang kuat, meningkatkan pengalaman pengunjung dalam menikmati karya seni, serta memperkuat citra kawasan sebagai pusat aktivitas seni di Ponorogo. Sehingga, konsep ekspresif dalam bentuk bangunan tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, melainkan juga sebagai strategi desain yang komunikatif dan berorientasi pada fungsi