cover
Contact Name
Brina Oktafiana
Contact Email
brina@itats.ac.id
Phone
+6282257006656
Journal Mail Official
tekstur.journal@itats.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Jl. Arief Rahman Hakim No. 100 Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Tekstur (Jurnal Arsitektur)
ISSN : -     EISSN : 27222756     DOI : -
Tekstur (Jurnal Arsitektur), diterbitkan secara online, dalam setahun 2 (dua) kali terbitan, yaitu April dan Oktober oleh Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Jurnal ini merupakan media publikasi atau kumpulan artikel ilmiah, yang terkait dengan perancangan arsitektur, sejarah dan teori arsitektur, struktur dan sains bangunan serta permukiman dan perkotaan.
Articles 196 Documents
Kondisi Kenyamanan Termal Material Selubung Bangunan Ruang Masjid Jami’ Kabupaten Gresik Agustapraja, Hammam Rofiqi; Wafiq, Ainul
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.6269

Abstract

Kenyamanan termal merupakan salah satu aspek penting dalam perancangan masjid sebagai ruang ibadah yang digunakan dalam waktu lama oleh jamaah. Penelitian ini mengkaji efektivitas material selubung bangunan dalam menjaga kenyamanan termal di Masjid Jami’ Kabupaten Gresik. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana material selubung bangunan berkontribusi terhadap kondisi termal di dalam ruang masjid. Metode yang digunakan meliputi pengukuran suhu dan kelembapan di dalam dan di luar bangunan, serta analisis karakteristik material selubung bangunan. Analisis kenyamanan termal dilakukan menggunakan metode PMV (Predicted Mean Vote), dan diperoleh hasil rata-rata sebesar 1,00 yang menunjukkan sensasi termal Agak Hangat. Temuan ini mengindikasikan bahwa kenyamanan termal di dalam ruang masjid belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, rekomendasi diberikan untuk meningkatkan kinerja termal bangunan melalui pemilihan material selubung yang lebih efisien dan sesuai dengan iklim lokal.
Tinjauan Gaya Arsitektur Kontemporer Pada Kafe di Sepanjang Koridor Ryacudu Bandar Lampung Satria, Widi Dwi; Ricardo, David; Kurniawan, Guruh Kristiadi; Sigalingging, Roy Candra P; Ramadhanti, Safira; Sobirin, Muhammad Bima
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.6334

Abstract

Cafe, atau yang juga dikenal dengan sebutan coffeehouse, coffee shop, atau cafe, merujuk pada tempat yang menyajikan kopi dan minuman hangat lainnya. Kafe memiliki ciri khas mirip dengan bar atau restoran, namun berbeda dengan kafetaria. Studi ini bertujuan untuk meninjau gaya arsitektur pada kafe yang ada di sepanjang koridor Ryacudu serta memahami perkembangan dan ciri khas desain arsitektur yang ada karena desain arsitektur memiliki pengaruh besar terhadap pengalaman dan kenyamanan pengunjung. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi langsung, studi literatur, dan analisis visual terhadap gaya arsitektur kafe di koridor Ryacudu Bandar Lampung. Data-data ini kemudian dianalisis secara komprehensif dengan memperhatikan karakteristik gaya arsitektur yang meliputi bagian eksterior dan interior. Penelitian ini menggunakan lima objek kafe di Ryacudu, yaitu Kopi Soe, Janji Jiwa, Qalu, Adiksi, dan Tukamu. Dari kelima kafe tersebut, ada beberapa kafe yang menggunakan gabungan dari dua gaya arsitektur yang berbeda. Kesamaan dari gaya arsitektur yang digunakan oleh kafe-kafe tersebut yaitu menggunakan bahan alami, tampilan sederhana tidak terlalu berlebihan dalam dekorasi eksterior, dan selalu menekankan pencahayaan alami serta permainan tata letak pada interior
Eksplorasi Karakteristik Pecinan dalam Arsitektur Vernakular Ruko Jap Loen di Bandung: Warisan Budaya dan Adaptasi Lokal Aswanti, Coral; Larasati, Dewi; Pangestu, Roiswahid Dimas
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.7634

Abstract

Ruko (rumah toko) adalah elemen arsitektur khas yang mendominasi kawasan Pecinan di berbagai kota Indonesia, menjadi simbol peran etnis Tionghoa dalam perkembangan ekonomi melalui perdagangan. Salah satu contoh bersejarah adalah Ruko Jap Loen di Jalan Pasar Andir, Bandung, yang didirikan pada 1923 oleh Jap Loen, seorang pengusaha tekstil dan properti. Awalnya, bangunan ini berfungsi sebagai pasar ikan asin dan telah menjadi saksi perkembangan sosial, ekonomi, dan budaya Tionghoa di Bandung. Secara arsitektural, Ruko Jap Loen mencerminkan perpaduan budaya Tionghoa dan pengaruh lokal, dengan elemen-elemen desain tradisional yang khas. Namun, seiring berjalannya waktu, kawasan Pecinan Bandung mengalami transformasi menuju arsitektur modern, mengurangi jumlah ruko tradisional yang tersisa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik arsitektur Pecinan pada Ruko Jap Loen, dengan fokus pada nilai-nilai budaya dalam desainnya serta adaptasi etnis Tionghoa terhadap lingkungan lokal. Menggunakan metode kualitatif dan studi kasus, penelitian ini mengandalkan wawancara mendalam dan analisis dokumen historis. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman komprehensif tentang pentingnya pelestarian warisan budaya untuk menjaga identitas kawasan Pecinan di tengah pesatnya perkembangan arsitektur modern.
Revitalisasi Pasar Harapan baru melalui Konsep Tatanan Lahan dan Arsitektur Hijau Palayukan, Evan Cristian; Ramadhani, Suci; Poedjioetami, Esty
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.8225

Abstract

Pasar tradisional masih menjadi pusat kegiatan ekonomi dan interaksi sosial masyarakat, khususnya di Kota Samarinda. Namun, kondisi fisik dan tata ruang yang kurang terkelola seringkali menimbulkan masalah lingkungan, seperti kepadatan area, pengelolaan limbah yang tidak optimal, serta keterbatasan ruang terbuka hijau. Penelitian ini berfokus pada tatanan lahan Pasar Harapan Baru dengan menggunakan pendekatan arsitektur hijau sebagai upaya mewujudkan kawasan pasar yang ramah lingkungan, efisien energi, dan berkelanjutan. Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur, analisis tapak, serta kajian komparatif dari pasar tradisional yang telah menerapkan konsep serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi zonasi fungsional, pengelolaan sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki, serta penyediaan ruang terbuka hijau mampu meningkatkan kualitas lingkungan pasar. Selain itu, penerapan sistem drainase ramah lingkungan, pemanfaatan energi terbarukan, dan desain fasad pasif turut mendukung keberlanjutan kawasan. Perencanaan ini diharapkan dapat menjadi model rujukan dalam revitalisasi pasar tradisional di Indonesia, sehingga mampu beradaptasi dengan tuntutan modernisasi tanpa menghilangkan nilai sosial-budaya yang melekat pada pasar sebagai ruang interaksi masyarakat.
Analisis Konsep Therapeutics Architecture Pada Rustic Market Graha Natura Surabaya Ramadhani, Defianty Nabilah; Agustin, Dyan
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.8174

Abstract

Banyaknya penduduk di perkotaan, khususnya kota besar Surabaya, memiliki kemungkinan penduduk yang terkena gangguan stress perkotaan dikarenakan kondisi kota yang ramai. Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018, terdapat lebih dari 19 juta penduduk Indonesia usia lebih dari 15 tahun memiliki gangguan mental emosional. Mengutuip laman Sehat Negeriku Kemenkes, Indoneisa memiliki pravelensi orang dengan gangguan jiwa kurang lebih 1 dari 5 orang. Jika dikaitkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa, jumlah mereka yang rentan mengalami masalah ganguan jiwa mencapai 20 persen dari populasi penduduk negeri ini. Permasalahan baru yang muncul yaitu bagaimana peran arsitektur dalam memberikan ruang relaksasi pikiran untuk membantu manajemen stress perkotaan. Pada hal ini, peran arsitektur dapat secara langsung terlibat dalam mendukung proses relaksasi pikiran dengan menerapkan konsep therapeutic architecture. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui konsep dan aspek therapeutic architecture, serta penerapannya pada Rustic Market by The Lake, Graha Natura, Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan mencari data dari observasi lapangan, wawancara pengguna, dan studi literatur yang terkait dengan penelitian. Analisis penelitian dilakukan dengan menggunakan dua teori, yaitu teori therapeutic space (Chrysikou) dan teori nature and psychotherapy (Jordan). Hasil analisis menghasilkan kajian bahwa Rustic Market Graha Natura, Surabaya menerapkan konsep therapeutic architecture dengan memenuhi kriteria teori therapeutic space dan teori nature and psychotherapy.
The Natural Lighting Performance Simulation in The Heritage Building: A Case Study of Gedung Singa Surabaya Wijaya, Elvina Shanggrama; Dharmatanna, Stephanus Wirawan; Tan, Novela Cleine
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.7884

Abstract

The ‘Gedung Singa’ in Surabaya is one of the first buildings in Indonesia, designed by renowned Dutch Architect, Hendrik Petrus Berlage in 1901. Despite having historical significance equal to that of the surrounding historical building, Gedung Singa appears to be vacant and ill-maintained. In recent years, the Surabaya City Government has already made efforts to revive Surabaya's old city area. Aligning with this attempt, this research aims to model the Gedung Singa via digital architecture software and do simulation to picture the daylight potential use of the building. This research found that the Gedung Singa is well adapted to the tropical climate, which results in reducing the amount of direct natural light penetrating the indoor area of the building, which further, will also reduce the heat load. Then, a more intensive simulation was carried out to optimize the existing bounced natural light to spread the illumination more evenly throughout the indoor areas of the building.
Adaptasi Konsep Tata Massa Arsitektur Tradisional Sasak pada Resort di Gili Trawangan Tristanto, Kartika; Nopianti, Putri; Sari, Chalsi Mala
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.7970

Abstract

Kearifan lokal dalam arsitektur tradisional Suku Sasak memiliki nilai filosofis yang mendalam dalam penataan ruang permukiman. Penelitian ini mengkaji penerapan tata massa ruang arsitektur Sasak pada tata massa resort di kawasan wisata Gili Trawangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif, penelitia menganalisis empat resort (Aston Sunset Beach Resort, Santorini Beach Resort, Gili One Resort, dan Jambuluwuk Oceano Resort) untuk memahami implementasi dan adaptasi tradisional Sasak dalam konteks pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan penerapan arsitektur tradisional terjadi secara selektif dan adaptif berdasarkan viabilitas komersial dan kendala geografis. Konsep hierarki berbasis aktivitas berhasil diadaptasi dengan mempertahankan fasilitas publik sebagai focal point. Ruang tengah (berugaq) bertransformasi dari bangunan sakral-komunal menjadi ruang rekreatif (kolam renang dan taman) namun tetap mempertahankan fungsi pengikat sosial. Sementara itu, orientasi kosmologis mengalami modifikasi signifikan, bergeser dari orientasi sakral Timur-Barat yang tidak membelakangi Gunung Rinjani menjadi orientasi view laut untuk daya tarik komersial. Pola tata massa tradisional bertransformasi dari grid menjadi konfigurasi linear menyesuaikan topografi pantai.Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman adaptasi warisan arsitektur dan memberikan panduan praktis pengembangan pariwisata yang menyeimbangkan pelestarian budaya dengan kebutuhan komersial
Penerapan Konsep “Healing Environment” pada Perencanaan dan Perancangan Rumah Sakit Mata di Gresik Pramesti, Sheila Oktaviani; Radityaningrum, Arlini Dyah; Widjajanti, Wiwik Widyo; Salisnanda, Randy Pratama
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.7538

Abstract

Kabupaten Gresik merupakan kabupaten yang terletak berdampingan dengan kota Surabaya. Kabupaten Gresik memiliki jumlah penduduk yang sangat pesat. Banyaknya kegiatan penduduk gresik dapat mempengaruhi faktor kesehatan dan menjadi masalah utama. Mayoritas penduduk Gresik yang berusia lansia mengalami gangguan kesehatan pada penglihatannya. Akan tetapi mayoritas lansia tersebut tidak berkenan untuk periksa kesehatan mata di rumah sakit, karena mayoritas lansia tersebut merasa tegang dan takut ketika memasuki area rumah sakit. Berdasarkan pada hasil survey penduduk di area sekitar Gresik serta belum adanya fasilitas kesehatan khusus penyakit mata di Gresik, maka dari itu perlu adanya Penerapan “Healing Environment” pada Perancangan Rumah Sakit Mata di Gresik agar para lansia dan penduduk sekitar tidak merasakan suasana tegang dan takut ketika memasuki area rumah sakit. Serta dengan adanya Perancangan Rumah Sakit Mata di Gresik ini dapat mengurangi penduduk sekitar yang mengalami penyakit kesehatan mata. Manfaat dari penerapan konsep “Healing Environment” adalah membantu pasien merasa aman dan nyaman, mengurangi stress atau depresi pada pasien, membantu pasien merasa lebih optimis dan yakin bisa sembuh, serta dapat membantu para pasien merasa lebih ceria dan tidak sedih. Pada Perencanaan dan Perancangan Rumah Sakit Mata di Gresik menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif membantu dalam hal pengumpulan data berupa fakta. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Hasil penerapan Healing Environment pada Rumah Sakit Mata di Gresik adalah sekitar rumah sakit diberi musik yang berfungsi sebagai penenang agar suasana di dalam rumah sakit tidak tegang, terdapat juga unsur elemen kayu di beberapa area yang berfungsi untuk membawa unsur alam ke dalam bangunan sehingga dapat menciptakan suasana asri, ramah lingkungan. Selain itu terdapat area Healing Garden yang berfungsi agar para pasien tidak jenuh saat berada di dalam rumah sakit, dapat menikmati udara yang sejuk, suasana alam yang asri, dan dapat menenangkan pikiran.
Pedoman dan Kriteria Rancang Desain Pasar Fleksibel Ramadiansyah, Faiz; Abidah, Darini Yusrina; Santoso, Dian Kartika; Junita, Sovie Nurmalia
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.8025

Abstract

Desain pasar dewasa ini hanya dipakai untuk jual beli. Pasar yang dipakai untuk jual beli cenderung memiliki fungsi yang statis. Salah satu penyebabnya adalah adanya los dan lapak yang didesain secara permanen. Pasar seharusnya dapat dirancang secara fleksibel seperti pada masa lalu. Desain pasar dimasa lalu merupakan Agora atau Tempat Bersua yang merupakan tempat paling fleksibel. Agora atau Tempat Bersua dapat dipakai untuk kegiatan lain seperti hiburan di hari sabtu dan kampanye di hari minggu. Desain pasar seharusnya dirancang agar dapat dipakai untuk kegiatan lainnya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mencari Pedoman rancang atau kriteria rancang dari Pasar yang fleksibel. Metode untuk mencari kriteria perancangan pasar yang fleksibel adalah kerangka kerja berbasis konsep. Penggunaan kerangka ini hanya dibatasi dari proses pencarian data dan fakta, hipotesis dan Pemurnian. Secara garis besar, proses pencarian data dan fakta adalah untuk mencari tahu kondisi yang ada pada pasar. Proses ini dibantu dengan metode survei dan observasi. Selanjutnya, hipotesis dan pemurnian adalah untuk mencari kriteria perancangan dari pasar yang akan dirancang. Proses ini dibantu dengan metode sintesis data yang ada. Hasil dari kerangka kerja ini berupa kriteria perancangan dari sebuah pasar yang memiliki resiliensi dan fleksibilitas terhadap perubahan yang akan terjadi di masa depan. Implikasi dari penelitian ini secara teoritik adalah terciptanya kriteria baru untuk perancangan tipologi pasar. Sedangkan secara praktis, kriteria ini dapat dipakai untuk merancang pasar kedepannya.
Manfaat Metode Fenomenologi dalam Mengkaji Isu Sosiospasial Permukiman di Indonesia: Telaah Literatur dan Perspektif Teoretis Prabawa, Made Suryanatha; Widjaja, Robert Rianto; Ardiyanto, Antonius; Muljadinata, Albertus Sidharta; Tarigan, Riandy
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.7014

Abstract

Penelitian ini mengkaji manfaat metode fenomenologi dalam memahami isu-isu sosiospasial permukiman di Indonesia melalui telaah literatur. Pendekatan ini meninjau berbagai sumber teoretis dan empiris untuk menganalisis penerapan fenomenologi dalam konteks lokal. Metode ini memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap pengalaman subjektif individu dan kolektif, memberikan wawasan tentang makna ruang, praktik sosial, serta nilai-nilai budaya yang membentuk lingkungan binaan. Fenomenologi terbukti efektif dalam memahami hubungan dinamis antara manusia dan ruang, terutama dalam mengatasi isu-isu seperti gentrifikasi, konflik ruang, dan transformasi budaya. Pendekatan ini menawarkan perspektif unik dibandingkan metode positivistik dengan menyoroti makna subjektif dan intersubjektif. Hasil kajian menunjukkan bahwa fenomenologi mampu mengungkap dimensi tersembunyi dari interaksi sosial-spasial yang sering terlewatkan. Telaah literatur ini juga mengidentifikasi tantangan fenomenologi, seperti bias peneliti dan keterbatasan generalisasi. Oleh karena itu, integrasi dengan metode kuantitatif atau spasial direkomendasikan untuk menghasilkan analisis yang lebih holistik. Penelitian ini memperkaya pemahaman teoretis dan menawarkan panduan praktis bagi arsitek serta perencana dalam merancang permukiman yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.