cover
Contact Name
Andi Safitri Sacita
Contact Email
jurnalperbal@gmail.com
Phone
+6281213302660
Journal Mail Official
jurnalperbal@gmail.com
Editorial Address
https://journal.uncp.ac.id/index.php/perbal/about/editorialTeam
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan
ISSN : 23026944     EISSN : 25811649     DOI : https://doi.org/10.30605/perbal
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ketatawilayahan.
Articles 182 Documents
Tataniaga Rumput Laut Di Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Arhan Rajab
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.44 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v5i1.684

Abstract

Rumput laut merupakan komoditas unggulan yang dominan dibudidayakan oleh masyarakat pesisir di Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan Budidaya rumput laut menjadi mata pencaharian pokok masyarakat yang berada di wilayah pesisir di Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran tataniaga rumput laut di Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan selama bulan Oktober hingga Desember 2016. Responden penelitian terdiri dari responden petani yang berjumlah 18 orang dan 5 orang dari lembaga tataniaga (pedagang). Penarikan responden petani dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling sedangkan responden lembaga tataniaga dilakukan dengan metode snowball sampling. Hasil peneltian Saluran tataniaga I melibatkan kelompok tani, agen perantara dan eksportir (Bogor). Saluran tataniaga II melibatkan petani, agen perantara, pedagang pengumpul dan eksportir (Bogor). Kata Kunci: budidaya, rumput laut, saluran tataniaga
Pengaruh pemberian ekstrak akar tuba untuk mengendalikan hama kutu daun aphis gossypii pada tanaman kacang hijau (vigna radiata l.) Rahmawasiah rahmawasiah
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.063 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v5i3.746

Abstract

Rendahnya produksi dan produktivitas yang dicapai petani dalam pengembangan budidaya kacang hijau disebabkan oleh teknik budidaya yang belum optimal, pemupukan dan persediaan air kurang memadai, adanya serangan hama dan penyakit, serta adanya gangguan gulma yang merupakan pesaing dari kacang hijau. Pengaruh yang merugikan dari gulma terhadap tanaman budidaya dapat berupa persaingan dalam pemanfaatan unsur hara, air, cahaya serta ruang tempat tumbuh.. penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak akar tuba terhadap hama kutu daun (Aphis gossypii)pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.), Untuk mengetahui konsentrasi ekstrak akar tubayang efektif untuk mengendalikan hama kutu daun (Aphis gossypii) pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan. P0: Tanpa Perlakuan (kontrol), P1: Pemberian Pestisida Nabati Akar Tuba (konsentrasi 15 ml/liter air), P2: Pemberian Pestisida Nabati Akar Tuba (konsentrasi 30 ml/liter air), P3: Pemberian Pestisida Nabati Akar Tuba (konsentrasi 45 ml/liter air). Hasil penelitian menunjukkan Pemberian ekstrak akar tuba dengan dosis 45 ml/L air (P3) memberikan hasil tertinggi terhadap parameter mortalitas dan intensitas serangan kutu daun Aphis gossypii dengan rata-rata mortalitas 25,28%, dan pada parameter intensitas serangan dengan rata-rata 25,74%. Kata kunci: ekstrak akar tuba, hama kutu daun, kacang hijau.
Kajian Waktu Tanam Pada Pola Tanam Tumpangsari Jagung Dan Kacang Tanah Erse Drawana Pertiwi; Ervina Gosal
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.963 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v7i1.1216

Abstract

ABSTRAK Tumpangsari merupakan salah satu bentuk program intensifikasi pertanian alternatif yang tepat untuk melipatgandakan hasil pertanian. Penanaman dengan mengatur waktu tanam akan memperkecil kompetisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung dan kacang tanah. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yaitu waktu tanam, dengan empat taraf dan diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 16 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jagung ditanam 10 hari setelah kacang tanah (W1) memberikan respon terbaik pada variabel tinggi tanaman jagung (265,09 cm pada umur 42 HST), jumlah daun jagung (11,63 helai umur 56 HST), diameter batang jagung (2,23 cm umur 70 HST), berat segar brangkasan jagung (55,75 Kg/Petak), berat kering brangkasan jagung (27 Kg/Petak), bobot kering biji jagung (215,50 gram).
Evaluasi Penyaluran dana Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) Terhadap Ketersediaan Pangan Masyarakat Saliman Saliman; Sukimin Sukimin
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 2, No 3 (2013): .
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.492 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v2i3.58

Abstract

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah (a) Sebagai bahan informasi bagi gabungan kelompok tani sekaligus menjadi; (b) petunjuk teknis dalam pengelolaan bantuan pemerintah; (c) Sebagai bahan kajian bagi penulis dalam melakukan penelitian lapangan. Penelitian mi dilaksanakan di 3 Gapoktan Penerima Dana Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) yang disalurkan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Luwu Utara, dagan pertimbangan bahwa gabungan kelompok tani tersebut merupakan Gapoktan yang telah berpengalaman mengelola dana Bantuan Langsung Masyarakat yang sebelumnya dikenal dengan Lembaga Usaha Ekonomi Perdesaan. Maka dapat disimpulkan Pengelolaan Dana LDPM yang digulirkan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Luwu Utara dapat dikelolah dengan baik, serta mampu menjamin kctersediaan pangan sepanjang musim. Hal mi terbukti dengan masih adanya stok gabah pada gudang gapoktan.
Pengaruh Jarak Lahan Budidaya Dengan Pantai Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Melati (Jasminum Sambac L.) Sajuri Sajuri; Dinar Aryani
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.44 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v8i1.1513

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk:(1) Mengetahui pada jarak berapakah dari tepi pantai pertumbuhan yang terbaik tanaman melati,(2) Mengetahui apakah tanaman melati yang dibudidayakan tidak terganggu pertumbuhannya terhadap salinitas di wilayah pesisir. Percobaan dilaksanakan di wilayah pesisir Sigandu-Ujungnegoro, Kabupaten Batang pada bulan April 2019 sampai Agustus 2019.Metode percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 6 perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali.Perlakuannya yaitu jarak penanaman dengan tepi pantai yaitu (0-10 m); (>10-20 m); (>20-30 m); (>30-10 m); (>40-50 m); (>50 m), dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Hasil percobaan yang diperoleh menunjukkan bahwajarak lahan dari pesisir pantai tidak menentukan pertumbuhan dan hasil tanaman melati, akan tetapi perawatan yang baik merupakan penentu pertumbuhan tanaman. Tingkat salinitas air di lahan budidaya tanaman melati dari jarak 10 sampai 60 meter dari pesisir pantai masih pada batas aman bagi tanaman berkisar 0 sampai 3 ppt (air tawar). Kata Kunci : tanaman melati, pesisir pantai, salinitas, pertumbuhan
Tingkat serangan organisme pengganggu tumbuhan pada pertanaman kacang tanah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat Hishar Mirsam
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.602 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v4i3.594

Abstract

ABSTRAK Keberadaan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) merupakan salah satu kendala dalam upaya peningkatan produksi kacang tanah.Salah satu cara yang menunjang penerapan pengendalian hama terpadu (PHT), yaitu dengan melakukanmonitoring terhadap berbagai jenis OPT yang menyerang sehingga dapat ditentukan tindakan-tindakan pengendalian yang tepat untuk mengatasi OPT kacang tanah. Oleh karena itu, pengetahuan tentang pengenalan berbagai jenis OPT utama pada tanaman kacang tanah dan usaha pengendaliannya sangat diperlukan sebagai dasar dalam melakukan tindakan pengendalian terhadap OPT. Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang aspek biologi berbagai serangga hama dan penyakit penting sebagai langkah awal penentuan teknik pengendalian OPT dalam upaya dalam peningkatan produksi kacang tanah. Pengamatan dilakukan pada satu petakan lahan kacang tanah di Dusun Carang Pulang, Desa Cikarawang, Kecamatan Bogor Barat, Kabupaten Bogor yang berumur ±70 hari dengan luas lahan 1000 m2. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik systematic samplingdengan cara mengambil 50 sampel tanaman dengan interval dari satu sampel ke sampel lain yaitu 15 tanaman. OPT pada lahan pengamatan pertanaman kacang tanah kelompok hama adalah ulat grayak Spodoptera litura, ulat penggulung daun Lamprosema indicata, Empoasca kerri , danbelalang .OPT dari kelompok patogen terdiri dari golongan virus yaitu Peanut stripe virus (PstV) dan golongan cendawan yaitu bercak daun Cercsopora arachidicola dan Cercsopora personatum. Gejala kerusakan tertinggi disebabkan oleh ulat grayak S.litura dan L. indicate untuk kelompok hama dan penyakit belang yang disebabkan oleh PstV untuk kelompok patogen. Kata kunci: Arachis hypogaea, monitoring OPT, hama, penyakit
PEMANFAATAN TANAMAN PEKARANGAN UNTUK OBAT PADA MASYARAKAT DESA PULAU SANGKAR KECAMATAN BATANG MERANGIN KABUPATEN KERINCI Ade Adriadi; Nursanti Nursanti
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 9, No 3 (2021): PERBAL : Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.824 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v9i3.1586

Abstract

Etnobotani adalah pemanfaatan tumbuhan oleh suatu etnis untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari baik itu sandang, pangan atau obat-obatan. Desa Pulau Sangkar merupakan salah satu desa yang masih memanfaatkan tumbuhan sebagai obat tradisional yang diwariskan secara turun temurun. Tumbuhan yang digunakan untuk obat diambil dari tanaman pekarangan masyarakat. Data dari tumbuhan tersebut belum didokumentasikan maka sangat penting untuk didokumentasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis-jenis tanaman pekarangan yang dijadikan obat oleh masyarakat setempat. Penelitian ini dilakukan Mei 2019 bertempat di Desa Pulau Sangkar, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data dengan cara triangulasi (observasi, wawancara dan dokumentasi). Hasil Penelitian didapatkan 41 Jenis yang tergolong kedalam 23 Famili.
Analisls pendapatan petani kakao di Kelurahan Tokaseng Kecamatan Tellusiattingnge Kabupaten Bone Megawati Idris
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.551 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v4i2.729

Abstract

Kakao sebagai komoditas perkebunan andalan Kabupaten Bone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani kakao yang menerapkan teknologi sambung samping dan petani kakao yang tidak menerapkan teknologi sambung samping, serta mengetahui tambahan keuntungan yang diperoleh petani dengan adanya teknologi sambung samping. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Tokaseng Kecamatan Tellusiattingnge Kabupaten Bone. Penentuan sampel dilakukan secara cluster, dimana jumlah responden sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 orang petani yang menerapkan teknologi sambung samping dan 30 orang petani yang tidak menerapkan teknologi sambung samping. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda dan partial budget. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan variabel yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani yang menerapkan teknologi sambung samping adalah pendidikan, luas lahan, jumlah tanggungan dan intensitas penyuluhan, dan variabel yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani yang tidak menerapkan teknologi sambung samping adalah umur petani, pendidikan dan luas lahan. Hasil analisis partial budget menunjukkan keuntungan tambahan yang diperoleh petani responden dari peralihan dari usahatani kakao tidak menerapkan teknologi sambung samping ke usahatani kakao yang menerapkan teknologi sambung samping sebesar Rp l.652.378,l7 per hektar. Kata Kunci : Pendapatan, Teknologi Sambung Samping, Kakao
Mutu kimia, organoleptik, dan mikrobiologi bumbu bubuk penyedap berbahan dasar ikan roa asap (hermihamphus far.) Fadlianto Botutihe; Nur Pratiwi Rasyid
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.607 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v6i3.1091

Abstract

Cita rasa yag terdapat pada ikan roa asap dapat dikembangkan menjadi olahan seperti bumbu penyedap masakanCita rasa dan aroma yang khas pada ikan roa asap disebabkan oleh adanya senyawa pada asap yang digunakan pada saat proses pengasapan. Tujuan penelitian ini adalahmendapatkan gambaran mutu proksimat (kadar air, protein, lemak, dan kadar abu), mutu mikrobiologi danorganoleptik (warna, rasa, dan aroma) yang disukai dari formulasibumbu bubuk penyedap berbahan dasar sagela. Prosedur pada penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu pembuatan bubuk ikan roa asap, pembuatan bumbu ikan roa asap, analisis proksimat (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat), analisis total mikroba, dan uji organoleptic (warna, rasa dan aroma) dengan metode hedonik. Data hasil pengujian kemudian dianalisis sidik ragam dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukan bahwa bumbu ikan roa asap terbaik terdapat pada perlakuan F40 dengan kadar air sebesar 8.86%, kadar abu sebesar 29.62%, kadar lemak sebesar 1.94%, kadar protein sebesar 31.96%, dan kadar karbohidrat 27.62%, Total Plate Count (TPC) sebesar 2.9 x 103 dengan tingkat kesukaan terhadap warna sebesar 4.2 (suka), rasa sebesar 4.1 (suka) dan aroma sebesar 4.16 (suka). Kata Kunci: Bumbu Penyedap, Ikan Roa Asap, Prosimat, Organoleptik, Mikrobiologi
Kajian penyerapan tenaga kerja pada industri kecil penyulingan minyak nilam Nurhilal Nurhilal; Sri Hastuty
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 2, No 2 (2013): .
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.629 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v2i2.49

Abstract

Besarnya peranan industri kecil penyulingan minyak nilam dalam menyediakan lapangan kerja, maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan produksi dan tenaga kerja yang digunakan pada Industri Kecil Penyulingan Minyak Nilam Di Desa Tarobok Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara dan untuk mengetahui peranan Industri Kecil Penyulingan Minyak Nilam Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Desa Tarobok Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara. Teknik penentuan responden yang digunakan adalah purposive, pada teknik ini responden yang diambil tidak ditekankan pada banyaknya responden melainkan lebih ditekankan pada kualitas pemahaman responden terhadap permasalahan yang diteliti. Responden dalam penelitian ini adalah pemilik dan pekerja karena dianggap tahu dan dipercaya sebagai sumber data. Sumber data yang digunakan dalam penulisan ini adalah Data primer, yaitu data yang diperoleh dengan cara mengadakan pengamatan langsung pada industri kecil penyulingan minyak nilam dan wawancara secara langsung dengan pemilik industri kecil tersebut beserta tenaga kerja yang ada kaitannya dengan penulisan skripsi ini. Dan Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari dokumen-dokumen dan data lainnya yang ada, khususnya dengan masalah yang akan dibahas khususnya jumlah tenaga kerja, prosedur seleksi dan lain-lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Industri kecil penyulingan minyak nilam di Desa Tarobok Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara merupakan industri kecil pedesaan yang masih bersifat tradisional. Sistem produksi yang dilakukan yaitu menggunakan sistem kukus, dengan menggunakan alat produksi yang sederhana dan dikerjakan oleh tenaga manusia dan Industri kecil penyulingan minyak nilam di Desa Tarobok Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara memiliki kemampuan untuk menyerap tenaga kerja hal ini dapat dilihat dari angka elastisitas lebih besar dari satu (E>1)

Page 11 of 19 | Total Record : 182