cover
Contact Name
Andi Safitri Sacita
Contact Email
jurnalperbal@gmail.com
Phone
+6281213302660
Journal Mail Official
jurnalperbal@gmail.com
Editorial Address
https://journal.uncp.ac.id/index.php/perbal/about/editorialTeam
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan
ISSN : 23026944     EISSN : 25811649     DOI : https://doi.org/10.30605/perbal
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ketatawilayahan.
Articles 182 Documents
Uji Beberapa Konsentrasi Ekstrak Bawang Merah Sebagai Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Tanaman Kakao (Theobroma Cacao.L) Nining Triani Thamrin; Rahman Hairuddin; Andi Hasrianti
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.133 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v7i3.1418

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan dosis ekstrak bawang merah yang efektif terhadap keberhasilan sambung pucuk tanaman kakao. Penelitian dilaksanakan di Lahan Penelitian Agroteknologi Universitas Cokroaminoto Palopo, Kelurahan Rampoang, Kecamatan Bara, Kota Palopo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2019, dengan mengunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan sehingga terdapat 15 unit percobaan, setiap unit percobaan terdiri atas 3 sampel tanaman sehingga terdapat 45 unit sampel tanaman. P0: Tanpa perlakuan (kontrol), P1: Ekstrak bawang merah 100 ml/l, P2: Ekstrak bawang merah 200 ml/l, P3: Ekstrak bawang merah 300 ml/l, dan P4: Ekstrak bawang merah 400 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu kosnentrasi yang berpengaruh sangat nyata yakni hari muncul tunas dengan konsentrasi 100 ml/l (P1) sedangkan yang tidak memberikan pengaruh nyata yaitu parameter panjang tunas. Hari muncul tunas tercepat yakni pada konsentrasi P1 dengan rata-rata 7,17 hari dan panjang tunas terbaik yaitu pada konsetrasi P3 dengan rata-rata 13,65cm. Kata kunci : ekstrak bawang merah, entres, kakao.
Pengaruh perakaran terhadap penyerapan nutrisi dan sifat fisiologis pada tanaman tomat (lycopersicum esculentum) Baso Amir
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.731 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v4i1.286

Abstract

Akar sebagai organ vegetatif tanaman sangat bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, merupakan alat penyalur nutrisi dari tempat serapan kemudian disalurkan ke bagian tanaman lainnya yang membutuhkan sehingga berpengaruh pada proses fisiologis tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang sifat tanaman dengan akar yang berbeda dan kaitannya dengan kemampuan untuk menyerap nutrisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klorofil a, b dan total pada perlakuan pemupukan 100% cenderung lebih tinggi dibandingkan 50%, perlakuan tanpa pemotongan akar cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan pemotongan akar. Sementara pada Aktivitas Nitrat Reduktase perlakuan pemotongan akar baik pada pemupukan 50% maupun 100%.cenderung lebih tinggi dibandingkan perlakuan tanpa pemotongan akar
ANALISIS KEUNGGULAN BERSAING SECARA KOMPARATIF DAN KOMPETITIF KOMODITAS KAKAO DI PROVINSI SULAWESI BARAT Samsuddin Samsuddin
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.652 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v9i1.1566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis tingkat keunggulan bersaing komoditas kakao secara komparatif (Comparative Advantage) di Provinsi Sulawesi Barat. 2) menganalisis tingkat keunggulan bersaing komoditas kakao secara kompetitif (Competitive Advantage) di Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini dilakukan di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Polewali Mandar Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju. Pemilihan lokasi didasari pada potensi sumber daya perkebunan sentra penghasil biji kakao di Provinsi Sulawesi Barat. Adapun responden yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan dengan secara purpossive sampling dengan pertimbangan sampel merupakan key informan yang dapat memberikan data yang diperlukan. Data yang diperoleh dianalisis dan disajikan secara diskriptif kualitatif. Jumlah sampel adalah 70 orang, terdiri dari 45 petani kakao, diambil dari 15 orang setiap kabupaten, 5 orang pedagang kecil, 5 orang pedangan besar, 5 pedagang besar di kabupaten, seperti BT. Cocoa dan Tanamas Celebes Indah (TMCI) PT. Olam, PT. Bumisurya dan 5 Orang dari Instansi pemerintah dan lembaga-lembaga yang terkait dengan topik penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis kualitatif. Analisis kuantitatif untuk melihat sektor potensi basis keunggulan dan non basis, digunakan analisis Locational Qoutient (LQ) untuk mengukur angka indikator keunggulan bersaing komoditi kakao Provinsi Sulbar, berdasarkan angkatan kerja dan luas lahan di sektor perkebunan kakao di bandingkan dengan angkatan kerja secara nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis Locational Qoutient (LQ) sejak lima tahun terakhir tepatnya pada tahun 2014-2018, nilai LQ > 1 atau mencapai 7,00 pada tahun 2014 merupakan nilai LQ terendah dan cenderung mengalami peningkatan hingga pada tahun 2018 mencapai 11,0. Namun secara umum sejak lima tahun terakhir memiliki nilai LQ > 1 atau rata-rata mencapai 9,2 pada angkatan tenaga kerja di sektor perkebunan kakao di Provinsi Sulawesi Barat sehingga memiliki keunggulan atau basis keunggulan secara komparartif. Sementara hasil analisis Locational Qoutient (LQ) berdasarkan luas lahan kakao Provinsi Sulawesi Barat dengan perbandingan luas lahan kakao area Sulawesi mengambarkan bahwa pada tahun 2016 sampai tahun 2018 Provinsi Sulawesi Barat memiliki basis keunggulan komparatif, hal tersebut berdasarkan nilai LQ > 1, yaitu mencapai 1,0 pada tahun 2016 samapai 2018. Sedangkan kakao Provinsi Sulawesi Barat belum memiliki keunggulan kompetitif, hal tersebut disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan (SDM) petani 40 persen berpendidikan SD, akses bantuan pupuk SDA masih lemah 19 persen petani megandalkan bantuan atau subsisdi pupuk, akses dan keterbatasan permodal 60 persen petani mengandalkan akses permodalan melalui pinjaman pedagang pengumpul (tengkulak) dan transmisi harga juga belum kompetitif.
Strategi peningkatan produktivitas rumput laut di daerah pesisir pantai Kelurahan Songka Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo Dharma Fidyansari
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.683 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v3i3.718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan produktivitas rumput laut di daerah penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Songka, Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo. Metode yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif, dimana data-data kuantitatif diperoleh kemudian diolah menjadi data kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan pendekatan Simple Random sampling, dengan memilih 15 responden secara acak. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis lingkungan dan analisis SWOT untuk menentukan strategi yang tepat dalam meningkatkan produktivitas rumput laut. Hasil analisis matriks faktor internal diperoleh total skor terbobot 2,63 yang berada di atas rata-rata (titik tengah) 2,5. Hasil analisis matriks faktor ekternal diperoleh total skor terbobot 2,60 yang berada di atas rata-rata (titik tengah) 2,5. Setelah dilakukan pencocokan strategi menggunakan Analisis SWOT maka diperoleh Strategi SO (Strength-Opportunities) yaitu, memperluas areal budidaya, memberikan penyuluhan yang bertahap, mengembangankan pengolahan hasil budidaya. Strategi WO (Weakness-Opportunities) yaitu, memberikan pelatihan secara bertahap, memberikan bantuan modal dan bibit yang berkualitas. Strategi ST (Strengths–Threats) yaitu, mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada. Dan Strategi WT (Weakness-Threats) yaitu, peningkatan akses permodalan, memperluas dan mempertahankan jaringan pemasaran. Kata-kata kunci: strategi, produktivitas, strengths, weakness, opportunities, lthreats, rumput laut.
Peran Perempuan Pada Usaha Pembudidaya Rumput Laut Di Kabupaten Bantaeng (Studi Kasus Kelurahan Lamalaka Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng) Rahmawati Tahir
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.681 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v7i2.1377

Abstract

Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk Peran Perempuan dalam kegiatan budidaya rumput laut. Jenis Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara porposive. Kelurahan Lamalaka Kabupaten Bantaeng jumlah Sampel yang digunakan sebanyak 27responden yaitu minimal 10 persen dari jumlah perempuan pembudidaya sebanyak 115 orang. Berdasarkan hasil penelitian menggambarkan bahwa peran perempuan dalam usaha budidaya rumput laut di Kelurahan Lamalaka mulai dari proses para produksi, produksi hingga pasca panen seperti membuat bentangan, mengikat pelampung, mengikat bibit, panen dan penjemuran dikerjakan oleh perempuan. Implikasi dari kegiatan perempuan pada usaha pembudidaya rumput laut adalah kontribusi perempuan dalam pemenuhan ekonomi rumah tangganya. Adapun permasalahan yang dihadapi masyarakat pada kegiatan pembudidaya rumput laut adalah kurangnya modal usaha dan masih rendahnya keahlian yang dimiliki petani rumput laut di Kelurahan Lamalaka. Kata Kunci: Peran perempuan, usaha, rumput laut, budidaya
Penentuan Karakter Seleksi Sekunder di Dataran Menengah Menggunakan Path Analysis Mayasari Yamin
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 4, No 1 (2015): 2015
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.968 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v4i1.73

Abstract

Penelitian bertujuan memperoleh informasi mengenai aksi gen yang mengendalikan karakter agronomi di dataran menengah dan memperoleh informasi karakter-karakter agronomi yang dapat dijadikan sebagai karakter seleksi pada dataran menengah.Penelitian F4 dilaksanakan di dataran menengah lahan pertanianKecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor (± 600 m dpl) bulan Februari 2013 sampai Mei 2013menggunakan rancangan Augmented Design.Materi genetik yang digunakan yaitu 320 galur F4 yang diperoleh dari seleksi pedigree 1710 individu F3.Varietas Selayar, Dewata, Rabe, Basribey, Oasis, dan HP1744 sebagai varietas pembanding.Karakter tinggi tanaman, kehijauan daun bendera, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, jumlah spikelet, jumlah floret total, jumlah floret hampa per malai, persentase floret hampa per malai, jumlah biji malai utama, bobot biji malai utama, jumlah biji per malai, bobot biji per malai, jumlah biji per tanaman dan bobot biji per tanaman memiliki nilai heritabilitas dan koefisien keragaman genetik yang tinggi. Karakter jumlah anakan total dan persentase floret hampa per malai dikendalikan oleh sedikit gen, karakter jumlah biji per malai dikendalikan oleh banyak gen. Tetapi, karakter jumlah anakan total, persentase floret hampa per malai, dan jumlah biji per malai di pengaruhi oleh aksi gen aditif dan terdapat pengaruh epistasis komplementer. Karakter jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, jumlah biji malai utama, bobot biji malai utama, jumlah biji per malai, bobot biji per malai dan jumlah biji per tanaman memiliki koefisien korelasi yang tinggi, positif dan sangat nyata terhadap karakter bobot biji per tanaman. Karakter bobot biji malai utama dapat dijadikan sebagai indikator kriteria seleksi untuk memperoleh genotipe gandum yang berproduksi tinggi dan mampu beradaptasi pada dataran menengah
Keanekaragaman Makrofauna Tanah Pada Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) PT. Cinta Raja Victor Hasudungan Situmorang; Suratni Afrianti
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.863 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v8i3.1547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi jenis dan populasi makrofauna tanah, menghitung kepadatan populasi dan kepadatan relatif makrofauna tanah perkebunan kelapa sawit (Elais guineensis Jacq.) di PT. Cinta Raja. Metode yang di pakai dalam penelitian ini adalah pitfall trap dan Hand sorting dengan teknik purposive sampling dalam meletakkan jebakan untuk memperoleh data makrofauna tanah. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan ditemukan 1270 individu makrofauna tanah yang tergolong dalam 20 spesies, 20 genus, 17 Famili dan 13 Ordo yang terdapat pada perkebunan kelapa sawit PT. Cinta Raja . 2. Indeks keanekaragaman (H’) makrofauna tanah pada perkebunan kelapa sawit yang ditemukan sebesar 2,374729857. kemudian Indeks kemerataan (E’) makrofauna tanah sebesar 0,792704301, indeks kekayaan (Dmg) serangga sebesar 2,658542839. Dari hasil pengamatan Inventarisasi makrofauna tanah di perkebunan kelapa sawit PT. Cinta Raja, dapat dilihat bahwa filum Arthropoda merupakan filum yang mendominasi, yaitu terdiri dari 4 kelas, 11 ordo, dan 18 spesies. Sedangkan filum Annelida dan Molusca masing-masing terdiri dari 1 kelas dan 1 spesies. Kata Kunci: Makrofauna, tanah, Pitfall trap, Hand sorting
Analisis perilaku konsumen terhadap pembelian produk buah lokal di pasar modern kota Palopo Dian Trisna
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.947 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v5i2.689

Abstract

Banyaknya buah impor yang masuk di Kota Palopo membuat petani buah lokal untuk lebih bersaing agar buah lokal dapat lebih disukai oleh masyarakat. Namun, buah lokal masih menjadi pilihan konsumen karena jenisnya yang beragam dan rasa yang segar masih menjadi pilihan selera konsumen. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan yakni pada bulan Mei 2017, di pasar modern Kota Palopo. Tujuan penelitian ini adalah; (1) menganalisis perilaku konsumen dalam membeli buah lokal di pasar modern Kota Palopo, (2) menganalisis faktor-faktor yang mendorong pembelian buah lokal di pasar modern Kota Palopo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara accidental random sampling. Teknik pengambilan data dengan wawancara langsung dengan masyarakat yang sedang membeli buah-buah lokal di pasar modern Kota Palopo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Perilaku konsumen terhadap pembelian buah lokal di pasar modern Kota Palopo berpengaruh positif terhadap harga, kandungan zat, kesegaran, warna, manfaat bagi kesehatan dan kemudahan dalam memperoleh buah lokal. (2) Faktor yang mendorong pada pembelian buah lokal di pasar modern Kota palopo yaitu faktor sosial dan faktor pribadi. Kata kunci: Perilaku konsumen, buah local
Penundaan umur panen pengaruhnya terhadap daya berkecambah kedelai (glycine max l. Merill) selama penyimpanan Ramadhani Kurnia Adhi; Soleh Wahyudi
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.509 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v6i1.921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penundaan umur panen terhadap daya berkecambah benih kedelai selama penyimpanan. Percobaan dilakukan di Laboratorium Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, Kalimantan Selatan pada tanggal 27 Juni sampai 15 September 2017. Bahan penelitian berupa benih kedelai varietas Grobogan diperoleh dari hasil panen di lapangan praktek Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang. Uji Daya Kecambah dilakukan dengan teknik Uji Dalam Kertas Dalam Plastik Digulung (UDKPD). Uji Daya Kecambah dilakukan pada benih yang dipanen pada saat masak fisiologis, 7, 14 dan 21 hari setelah masak fisiologis dengan pengamatan setiap 2 minggu pada perkecambahan awal, penyimpanan 14, 28 dan 42 hari. Pengamatan menunjukkan penurunan daya berkecambah benih kedelai seiring dengan penundaan waktu panen dan lamanya penyimpanan. Waktu terbaik untuk memanen biji kedelai adalah pada saat masak fisiologis. Kata Kunci: Kedelai, Daya Berkecambah, Waktu Panen
Pengaruh Berbagai Konsentrasiatonik Terhadap Pertumbuhan Setek Lada (Piper Ningrum L.) Tri Septiani
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.686 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v7i1.1224

Abstract

Abstrak Usaha pengembangan tanaman lada di Indonesia telah banyak diusahakan di daerah Lampung dan Pulau Bangka sebagai sentra produksi yang diunggulkan, selain itu berkembang pula ke daerah lain seperti di Kalimantan, Sulawesi dan umumnya di seluruh kawasan Indonesia sudah mulai diusahakan karena kondisi tanah juga cocok ditanami lada. Khususnya Sulawesi Selatan pertanaman lada mulai menyebar ke beberapa daerah diantaranya Sinjai, Bulukumba, Tator, Palopo. Hal ini menunjukkan tidak rumitnya tempat persyaratan tumbuh yang dikehendaki oleh tanaman lada bahkan di Kabupaten Wajo sendiri sudah mulai dikembangkan oleh beberapa petani yang ada di kawasan bendungan Kalola sebagai tanaman sela diantara tanaman Kakao.Hasil penelitian menunjukkan perlakuan perendaman konsentrasi atonik 1 cc perliter air memberikan pengaruh terbaik terhadap waktu bertunas, panjang tunas, dan jumlah daun setek lada. Kata Kunci: Konsentrasi, Atonik, Lada