cover
Contact Name
Andi Safitri Sacita
Contact Email
jurnalperbal@gmail.com
Phone
+6281213302660
Journal Mail Official
jurnalperbal@gmail.com
Editorial Address
https://journal.uncp.ac.id/index.php/perbal/about/editorialTeam
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan
ISSN : 23026944     EISSN : 25811649     DOI : https://doi.org/10.30605/perbal
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ketatawilayahan.
Articles 182 Documents
Komparasi Karakter Gelatinasi Pati Sagu Yang Berasal Dari Kab. Luwu Dan Kab. Luwu Utara Ulfa Zakiah Hamdani
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.765 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v7i1.1223

Abstract

Abstrak Studi komparasi suhu gelatinasi dua jenis pati sagu yang berasal dari Kab. Luwu dan Kab. Luwu Utara telah berhasil dilakukan. Pati sagu ditentukan kadar air dan suhu gelatinasi minimum dengan memvariasikan suhu pemanasan suspensi pati sagu dalam akuades. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kadar air pati sagu yang beredar di kedua kabupaten secara berturut-turut adalah 56,62% dan 62,23%. Suhu gelatinasi minimum pati sagu Kab. Luwu dan Kab Luwu Utara adalah 600C. Kecenderungan kecepatan gelatinasi kedua pati sagu tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Kata Kunci: gelatinasi, pati sagu, luwu, luwu utara
Respon Tanaman Bayam Merah (alternanthera amoena) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Urin Sapi Masluki Masluki
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 3, No 1 (2014): .
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.207 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v3i1.62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan dosis yang baik dari pemberikan pupuk organik cair urin sapi terhadap tanaman bayam merah. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tompotikka, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, pada bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2013. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Faktor perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut: P0 (kontrol), P1 (dosis 5 ml POC : 100 ml air), P2 (dosis 10 ml POC : 100 ml air) dan P3 (dosis 15 ml POC : 100 ml air). Hasil penelitian yang dilakukan menujukkan bahwa adanya pengaruh baik pada pemberian 15 ml POC : 100 ml terhadap tinggi serta berat basah dan 10 ml POC : 100 ml air terhadap jumlah daun serta panjang akar
Analisis Daya Saing Ternak Sapi Potong di Kabupaten Pohuwato Muhammad Nasrul
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.257 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v8i2.1537

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis daya saing ternak sapi potong di Kabupaten Pohuwato.Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan overall sample sizedan proportional allocation.Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pohuwato dengan responden sebanyak 89 petani ternak sapi potong.Data yang dikumpulkan merupakan data primer melalui wawancara dan kuisioner.Analisis data yang digunakan adalah RCA (Revelead Comparative Advantage), LQ (Location Question).Hasil dari penelitian yaitu hasil analisis RCA, analisis lokalisasi dan analisis basis ternak sapi potong memiliki memilki keunggulan di Kabupaten Pohuwato.Meskipun demikian berdasarkan analisis spesialisasi ternak sapi potong belum menjadi komoditi spesial. Kata Kunci : Daya saing, Ternak sapi, Revelead Comparative Advantage, Location Question
Respon pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (allium ascalonicum l.) Terhadap limbah padat dan limbah cair kelapa sawit serta ampas sagu Rahman Hairuddin; Nur Rahmah
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.872 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v4i3.599

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan bahan lokal yang mampu meningkatkan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) dan bersifat organik, mengetahui renspon pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dengan berbagai dosis limbah padat kelapa sawit dan limbah cair kelapa sawit serta ampas sagu pada pertumbuhan serta hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan To, Bulung, Kecamatan Bara, Kota Palopo pada bulan Maret-Juni 2016. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga jumlah ulangan terdapat 21 unit percobaan. P1 = Tanpa perlakuan (Kontrol), P2 = Dosis KS1 = 100 gr + KS2 = 100 ml dan ASC = 100 gr, P3 = Dosis KS1 = 200 gr + KS2 = 200 ml dan ASC = 200 gr, P4 = Dosis KS1 = 300 gr + KS2 = 300 ml dan ASC = 300 gr, P5 = Dosis KS1 = 400 gr + KS2 = 400 ml dan ASC = 400 gr, P6 = Dosis KS1 = 500 gr + KS2 = 500 ml dan ASC = 500 gr, P7 = Dosis KS1 = 600 gr + KS2 = 600 ml dan ASC = 600 gr. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk karakter pertumbuhan tanaman merah perlakuan P1 memberikan pertumbuhan rata-rata tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah umbi terbaik yaitu 19.35 cm, 4.92 anakan, dan 6,43 buah. Sedangkan untuk karakter produksi perlakuan P6 memberikan rata-rata jumlah daun dan bobot umbi yang terbaik yaitu 5.10 helai dan 43.94 gr. Kata Kunci: bawang merah, limbah cair kelapa sawit, limbah padat kelapa sawit, ampas sagu
UJI DAYA KEMBANG DAN UJI ORGANOLEPTIK KERUPUK IKAN CAKALANG DENGAN PATI YANG BERBEDA Nurul Mawaddah; Nurul Mukhlishah; Rosmiati Rosmiati; Faizah Mahi
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 9, No 3 (2021): PERBAL : Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.615 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v9i3.1590

Abstract

Kerupuk ikan biasa digunakan sebagai pelengkap ketika bersantap ataupun sebagai makanan ringan. Bahkan untuk jenis makanan khas tertentu selalu dilengkapi dengan kerupuk. Makanan ini menjadi kegemaran masyarakat dikarenakan rasanya yang enak dan gurih. Salah satu pemanfaatan ikan cakalang agar daya simpan dapat bertahan lebih lama adalah kerupuk ikan. Kerupuk ikan dengan menggunakan jenis pati yang berbeda diharapkan dapat menjadi variasi makanan baru. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui daya kembang kerupuk ikan cakalang yang menggunakan pati yang berbeda, dan 2) Mengetahui tingkat kesukaan panelis melalui uji organoleptik kerupuk ikan cakalang yang menggunakan pati yang berbeda. Pembuatan Kerupuk Ikan Cakalang dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Indonesia Timur, Makassar pada bulan juli-Agustus 2021. Perbedaan perlakuan penelitian terdapat pada tepung tapioka, tepung sagu, dan tepung maizena. Analisis data menggunakan uji daya kembang dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerupuk yang menggunakan tepung tapioka mengalami daya kembang paling tinggi daripada kerupuk ikan cakalang yang menggunakan tepung sagu dan tepung maizena. Melalui uji organoleptik, panelis menyukai rasa dari kerupuk ikan cakalang yang menggunakan tepung tapioka, untuk aroma panelis menyukai kerupuk dengan menggunakan tepung sagu, untuk warna panelis menyukai warna kerupuk yang menggunakan tepung maizena, dan untuk kerenyahan panelis menyukai kerenyahan kerupuk yang menggunakan tepung tapioka.
Uji efektivitas ekstrak daun pepaya (carica papaya l). Terhadap aphis craccivara pada tanaman kacang tunggak ( vigan unguicuiala l.) Rahmawasiah rahmawasiah
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v4i2.733

Abstract

Penelitian lm bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pepaya dengan berbagai dosis terhadap hama kutu daun ( Ap/m' craccrvora) pada tanaman kacang tunggak (Vigna ungiculata L.). Dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Umversrtas Cokroammoto Palopo, di jalan Lamaranginang, Kelurahan Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. Waktu penelitian berlangsung mulai dari bulan April sampai Juli 2016. Penelitian ini mengunakan rancangan acak klompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan 4 ulangan dan setiap ulangan terdiri 3 tanaman jumlah keseluruhan 20 unit dan 60 tanaman. Setiap tanaman diberi hama 30 ekor kemudian di kendalikan dengan pemberian ekstrak daun pepaya yaitu P0: Kontrol, P 1: ekstrak daun pepaya lOO/ltr air, P2 : ekstrak daun pepaya 200/ltr air, P3: ekstrak daun pepaya 300/ltr air dan P4 : ekstrak daun pepaya 400 ml/ltr air. Hasil penelitian menujukan bahwa jumlah populasi teringgi yaitu P0 (kontrol) jumlah populali rata-rata 83,92% tanpa perlakuan dan Pl jumlah populasi rata-rata l4,5%, P2 jumlah populasi rata-rata 26,92%, P3 jumlah populasi rata-rata 33% dan perlakuan jumlah populasi rendah pada perlakuan P4 jumlah populasi rata-rata 9,5%. Sedangkan pada intensitas serangan hama tertinggi di terlihat pada P0 intensitas serangan rata-rata 92,19%, Pl intensitas serangan rata-rata 7,09%, P2 intensitas serangan rata-rata 2,49%, P3 intensitas serangan rata-rata l,32%, dan intensitas serangan yang terendah pada P4 intensitas serangan rata-rata 0,64 %. Kata kunci : daun pepaya, kutu daun, kacang tunggak.
Peran komunikasi intrapersonal dalam membentuk persepsi generasi muda terhadap dunia pertanian di Kabupaten Tapin Soleh Wahyudi
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.839 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v6i3.1093

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peran komunikasi intrapersonal dalam membentuk persepsi generasi muda terhadap dunia pertanian, dan bagaimana proses pembentukan persepsi serta persepsi generasi muda terhadap dunia pertanian. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Binuang dan SMKN 1 Tapin Selatan Kabupaten Tapin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kualitatif, dengan informan 5 siswa SMKN 1 Tapin, 6 siswa SMAN 1 Binuang. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa peran komunikasi intrapersonal pada proses pembentukan persepsi generasi muda terhadap dunia pertanian sangat tinggi karena menjadi titik tolak dalam pengambilan keputusan. Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi intrapersonal dalam pembentukan persepsi generasi muda terhadap dunia pertanian terdiri dari faktor dalam ( kondisi fisik, kecerdasan, motivasi, harapan, pengalaman masa lalu, kepercayaan diri) dan faktor luar terdiri dari seluruh objek yang berasal dari luar diri, seperti hal yang bisa didengar, dilihat, dirasakan. Terdapat persepsi positif dan negatif generasi muda terhadap dunia pertanian, namun sebagian besar berpersepsi negatif. Kata kunci: komunikasi intrapersonal, persepsi, generasi muda
Studi Adopsi Teknologi Tabela di Kel. Purangi kec. Wara Barat Kota Palopo Nurhilal Nurhilal
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 2, No 2 (2013): .
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.916 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v2i2.53

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Buntu Barana, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu, sebagai keterwakilan kasus. Dimana penelitian terhadap lokasi ini dilakukan dengan sengaja (purposive sampling) dengan dasar pertimbangan bahwa daerah tersebut masyarakatnya mayoritas bermata pencaharian utama sebagai petani padi. Waktu penelitian dilaksanakan selama satu bulan yaitu mulai pada bulan Juni sampai bulan Juli tahun 2011. Populasi pada penelitian ini adalah petani yang membudidayakan tanaman padi dengan sistem tanam benih langsung (Tabela). Dan jumlah populasi, tercatat ada 220 Kepala Keluarga yang membudidayakan padi dengan sistem tanam benih langsung (tabela) di Desa Buntu Barana, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling (acak sederhana). Berdasarkan hal tersebut maka junilah responden adalah sebanyak 22 orang atau sitar 10%. Penentuan responden im dilalaikan berdasarkan orientasi lapangan sthelumnya, dimana populasinya cukup homogen terutama dalam aktivitasnya, hingga dengan jurnlah 22 responden tersebut sudah dapat menggambarkan keadaan populasi secara umum. Untuk menjawab hipotesis maka diuji dengan menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian,, maka dapat disimpulkan bahwa faktor — faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi tanam benih langsung (tabela) di Desa Buntu Barana, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu menunjukkan bahwa variabel bebas faktor luas lahan secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap tingkat adopsi teknologi tanam benih langsung (tabela) sedangkan variabel umur, tingkat pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga, tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat adopsi teknologi tanam benih langsung (tabela).
Uji Efektivitas Atonik Dengan Berbagai Konsentrasi Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Tomat Apel (Lycopersicum esculentum L.) I Nyoman Arnama
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.808 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v7i3.1425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh atonik dengan berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Rampoang Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo, yang berlangsung dari bulan November 2013 sampai Februari 2014. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan yang di ulang sebayak 4 kali sehingga terdapat 16 unit percobaan, setiap unit terdiri atas 1 tanaman sehingga terdapat 16 tanaman yang diamati. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan berbagai konsentrasi Atonik berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Namun pada perlakuan P2 (20 ml/liter) menunjukkan pertumbuhan tinggi tanaman terbaik dengan rata-rata tinggi tanaman mencapai 91,75 cm dan jumlah tangkai 18,00. Sedangkan untuk rata-rata berat buah dan diameter buah terbanyak terdapat pada perlakuan P3 (15 ml/liter) dengan rata-rata berat buah mencapai 76,28 dan diameter buah 3,93. Kata kunci : atonik, pertumbuhan, tanaman tomat.
Respon pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (cucumis sativus l.) Pada berbagai lebar piringan dan dosis pupuk dari limbah kulit buah kakao Muhammad Yusuf Idris
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.891 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v4i1.290

Abstract

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) PADA BERBAGAI LEBAR PIRINGAN DAN DOSIS PUPUK DARI LIMBAH KULIT BUAH KAKAO yang dilaksanakan pada bulan Desember 2014 sampai Mei 2015 di Desa Sabbang, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (Rak) dan faktorial yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah lebar piringan (C) yang terdiri dari 2 taraf : 10 cm dari titik penanaman (c1), 20cm dari titik penanaman (c2). Faktor ke dua yaitu dosis pupuk (D) yang terdiri dari 5 taraf : 100 gram/tanaman (d1), 200 gram/tanaman (d2), 300 gram/tanaman (d3), 400 gram/tanaman (d4) dan 500 gram/tanaman (d5). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu (1). Lebar piringan 10 cm dari titk tanam (c1) cenderung memberikan pengaruh yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun dalam hal ini pada jumlah daun (60 helai), umur berbunga (30,8 hari), cabang produktif (2,3), jumlah buah (3,2), panjang buah (18,7 cm) dan berat buah (224,2 gram), (2). Dosis pupuk 400 gram/tanaman (d4) cenderung memberikan pengaruh yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun dalam hal ini pada jumlah daun (57,7 helai) , jumlah ruas (50), umur berbunga (31,5 hari) dan jumlah buah (3,5), (3). Interaksi (d4c1) antara dosis pupuk (400 gram/tanaman) dan lebar piringan (10 cm) cenderung memberikan pengaruh yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun dalam hal ini pada jumlah daun (67 helai), umur berbunga (22,3 hari), jumlah buah (4,3) dan panjang buah (20,7 cm).

Page 9 of 19 | Total Record : 182