cover
Contact Name
Nanang Haryono
Contact Email
nanang.haryono@fisip.unair.ac.id
Phone
+628155026603
Journal Mail Official
jap@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Kampus B Universitas Airlangga Jl Dharmawangsa Dalam Selatan, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 602886
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jejaring Administrasi Publik (JAP)
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 20863101     EISSN : 28083989     DOI : http://dx.doi.org/10.20473/jap.v13i1.29351
Core Subject : Social,
Jejaring Administrasi Publik (JAP) adalah jurnal dengan akses terbuka dan peer-review jurnal. Tujuan dari JAP adalah untuk menerbitkan artikel-artikel kritis dan orisinal yang memajukan pemahaman teoritis, praktik administrasi negara/publik melalui penelitian. Jurnal JAP mendorong, dan terbuka pada makalah yang membahas menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif serta campuran kualitatif dan kuantitatif. Cakupan kajian diantaranya Public Policy, Governance, Administrative Reform, Collaborative Governance, Dynamic Public Service, Democracy dan Local Governance, e-governance, Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal JAP terbit dua kali dalam setahun Januari-Juni dan Juli-Desember. Jurnal JAP menerima artikel dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. p ISSN 2086-3101 dan e ISSN 2808-3989
Articles 55 Documents
The Use of ICT For Poverty Alleviation In Gubugklakah Village, Malang Regency Rachmad Gustomy; Ratnaningsih Damayanti; Rizqi Bachtiar
Jejaring Administrasi Publik Vol. 12 No. 1 (2020): Jejaring Administrasi Publik
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jap.v12i1.23302

Abstract

Information and Communications Technology (ICT) has become one of the influential instruments for poverty alleviation. The argument is based on the fact that currently technology has played an important role in relation to the lives of many people. There are several projects conducted by the government in Indonesia utilising ICT to reduce poverty rate, such as establishing telecenter in some remote areas. This paper aims to identify the extent and the impact of the ICT convergence process that is carried out as an effort to improve the welfare of the community, specifically at Gubugklakah village, Malang Regency. The village is chosen as the locus of the research because the area, which is relatively far from the city center, received telecentre procurement assistance by the central government. By using descriptive qualitative methods, this study finds that ICT has not been converged to the maximum and the impact is less than optimal. Internet connection is only limited to middle and upper economic groups. The use of the world-wide-web at the village has also experienced ups and downs. For example, there is an improvement in the utilisation of techonolgy in education, tourism and government sectors which impact on a more effective work culture. People also usually surf the internet to search and watch educational, entertainment or trading content. However, the connection has a slow network connection which is problematic when many people use it. Furthermore, there is a need for educating people as well as incremental approach so that the internet can be in line with local culture.Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah menjadi salah satu instrumen yang berpengaruh dalam pengentasan kemiskinan. Argumen tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa saat ini teknologi telah memainkan peran penting dalam kaitannya dengan kehidupan banyak orang. Ada beberapa proyek yang dilakukan pemerintah di Indonesia yang memanfaatkan TIK untuk mengurangi angka kemiskinan, seperti membangun telecenter di beberapa daerah terpencil. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dan dampak dari proses konvergensi TIK yang dilakukan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di Desa Gubugklakah Kabupaten Malang. Desa ini dipilih sebagai lokus penelitian karena wilayah yang relatif jauh dari pusat kota mendapat bantuan pengadaan telecentre oleh pemerintah pusat. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa TIK belum terkonvergensi secara maksimal dan dampaknya kurang optimal. Koneksi internet hanya terbatas pada kelompok ekonomi menengah ke atas. Penggunaan world wide web di desa juga mengalami pasang surut. Misalnya, peningkatan pemanfaatan teknologi di bidang pendidikan, pariwisata dan pemerintahan yang berdampak pada budaya kerja yang lebih efektif. Orang juga biasanya menjelajahi internet untuk mencari dan menonton konten pendidikan, hiburan, atau perdagangan. Namun, koneksi tersebut memiliki koneksi jaringan yang lambat yang menjadi masalah ketika banyak orang yang menggunakannya. Selain itu, perlu adanya edukasi kepada masyarakat serta pendekatan incremental agar internet dapat sejalan dengan budaya lokal.
Kajian Ekonomi Politik Transportasi Massa:Studi Kasus Kebijakan Transportasi Massa di DKI Jakarta Binti Azizatun Nafi’ah
Jejaring Administrasi Publik Vol. 12 No. 2 (2020): Jejaring Administrasi Publik
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jap.v12i2.29353

Abstract

Berbicara tentang transportasi massa berkaitan erat dengan industri otomotif Indonesia. Kegagalan penyelenggaraan transportasi massa di DKI Jakarta mengimplikasikan eksistensi industri otomotif yang terus berkembang mengimplikasi dominasi alternatif berupa transportasi pribadi. Efek yang ditimbulkan sangat merugikan diantaranya kemacetan, inefisiensi waktu dan tenaga. Peran pemerintah dalam menyediakan kebijakan transportasi massa tidak luput dari “keberpihakan” menyediakan transportasi massa untuk masyarakat atau meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan industrialisasi otomotif. Paper berikut mengungkapkan “keberpihakan” pemerintah dalam penyelarasan kebijakan pertumbuhan ekonomi dan penyediaan transportasi massa DKI Jakarta. Kebijakan transportasi pemerintah provinsi DKI Jakarta lebih memihak pada politik transportasi industri otomotif
Analisis Peningkatan Kelembagaan Pengelola Air Limbah Domestik Era Otonomi Daerah: Studi Pada Kabupaten Sumenep Mike Yuanita; Nanang Haryono; Viktor Imanuel W. Nalle
Jejaring Administrasi Publik Vol. 13 No. 2 (2021): Jejaring Administrasi Publik
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jap.v13i2.32184

Abstract

AbstrakSumber air limbah dari kegiatan domestik seperti dari urin, limbah air mandi, limbah buang air besar, mencuci peralatan, mencuci pakaian dan kegiatan dapur lainnya sebelum dibuang ke saluran air harus diolah terlebih dahulu di instalasi pengolahan limbah. Upaya memaksimalkan layanan pada masyarakat perlu mengoptimalkan infrastruktur instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) yang telah terbangun. Isu strategis utama adalah belum optimalnya layanan IPLT Sumenep sehingga perlu memperkuat kelembagaan teknis pengelola infrastruktur IPLT agar prasarana IPLT yang ada fungsinya berjalan optimal. Prinsip dasarnya adalah air limbah yang dibuang ke lingkungan tidak berbahaya bagi kesehatan lingkungan.
Strategi “TAK – JEMPOL (Tertib Administrasi Kependudukan dengan Jemput Bola)” bagi umat Hindu di desa Kayukebek Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan M. Daimul Abror
Jejaring Administrasi Publik Vol. 13 No. 2 (2021): Jejaring Administrasi Publik
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jap.v13i2.29510

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan strategi aparatur Desa dalam meningkatkan kesadaran tertib administrasi kependudukan di Desa Kayukebek dengan mengacu pada tipe-tipe strategi menurut Jack Koteen meliputi: Corporate strategy, Program strategy, Resource support strategy, dan Institutional strategy. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Informan dari penelitian ini adalah Kepala Desa, Sekretaris Desa sebagai pemegang peranan penting dalam keputusan pemerintahan Desa, Kaur bagian pelayanan administrasi kependudukan dan kepala adat umat Hindu sebagai informan kunci yang mengetahui permasalahan yang terjadi, masyarakat sebanyak 1-2 orang sebagai perwakilan dari masing-masing Dusun. Hasil penelitian menunjukkan, pertama kondisi administrasi kependudukan di Desa Kayukebek khususnya kalangan umat Hindu saat ini sudah mulai tertib dimana masyarakat dulunya tidak respon sekarang sudah mulai mengerti dan sadar akan pentingnya administrasi kependudukan. Kedua terdapat beberapa faktor yang menyebabkan warga kurang tertib administrasi kependudukan salah satunya yaitu masyarakat mengeluhkan akan biaya yang mahal, jarak tempuh ke balai desa jauh dan masyarakat kurang memiliki kesadaran dari awal sehingga ketika ada keperluan mendadak saja mereka baru mengurusnya, seperti kebutuhan untuk persyaratan pendaftaran masuk sekolah, pernikahan dan lain sebagainya. Ketiga, strategi aparatur desa dalam meningkatkan kesadaran tertib administrasi kependudukan di kalangan umat Hindu upaya yang dilakukan antara lain dengan mengadakan sosialisasi administrasi kependudukan, pemanfaatan sumber daya manusia, meningkatkan kemampuan aparatur desa untuk melakukan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait administrasi kependudukan dan mendekatkan pelayanan secara langsung kepada masyarakat
Sinergitas Pemerintah Kota Surabaya dan Masyarakat dalam Mitigasi Pandemi Covid-19 Kusnarto Kusnarto; Dewi Puspa Arum; endang sholihatin
Jejaring Administrasi Publik Vol. 12 No. 2 (2020): Jejaring Administrasi Publik
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jap.v12i2.25623

Abstract

Adanya patologi yaitu bahwa Kota Surabaya dibelakukan PSBB I dan PSBB II namun justru jumlah pasien positif corona naik dari 542 menjadi 2095 atau naik 386,5%. Keingintahuan peneliti adalah mengungkap gejala pertambahan pasien covid-19 yang pesat disurabaya. Tujuan penelitian adalah: (1) Mendeskripsikan upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam mitigasi pandemi covid-19; dan (2) Mendeskripsikan sinergitas Pemerintah Kota Surabaya dan masyarakat  dalam mitigasi pandemi covid-19. Urgensi penelitian ini untuk menjawab persoalan menekan laju pandemi covid-19 dengan studi kasus pada Kota Surabaya melalui Sinergitas Pemkot Surabaya dan Masyarakat dalam Mitigasi Pandemi Covid-19. Selanjutnya dapat tersusun rekomendasi kebijakan sinergitas Sinergitas Pemerintah Kota Surabaya dan Masyarakat  Dalam Mitigasi Pandemi Covid-19.Untuk menjawab permasalahan digunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Kota Surabaya. Penelitian dilakukan pada rentang waktu 1 Juli – 29 September 2020. Alasan memilih topik ini adalah rendahnya sinergitas Pemerintah Kota Surabaya dan masyarakat  dalam mitigasi pandemi covid-19. Pengumpulan data penelitian melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. individu masyarakat, birokrasi dan kebijakan. Tipe penelitian ini adalah deskriptif. Analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif model interaktif. Kesimpulan penelitian pelaksanaan PSBB I dan II, Kebijakan pemerintah Kota Surabaya terkait peningkatan kewaspadaan pada penyebaran virus corona tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Surabaya, Nomor 360/3324/436.8.4/2020 tertanggal 20 Maret 2020 dan surat edaran nomor 443.1/3687/436.8.4/2020 tertanggal 7 April 2020. Sinergitas Pemerintah Kota Surabaya dan Masyarakat  dalam Mitigasi Pandemi Covid-19 dengan membentuk “Kampung Wani Covid 19” pada semua RW di Kota Surabaya.
Kegagalan Inovasi Pertamina Dalam Mengembangkan Rantai Supply Pemasaran Dan Ketergantungan Terhadap Impor BBM Produksi Kilang Minyak Singapura Ratna Dewi Wuryandari
Jejaring Administrasi Publik Vol. 13 No. 2 (2021): Jejaring Administrasi Publik
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jap.v13i2.31829

Abstract

AbstrakInovasi seringkali menjadi tuntutan penting dalam mendukung sebuah terobosan perubahan yang akan berdampak pada nilai tambah perusahaan dan negara. Melalui inovasi sumber daya alam, maka diharapkan dapat menciptakan sumber daya produksi baru maupun pengolahan sumber daya. Namun demikian, sebuah inovasi yang pada awalnya dibangun sebagai terobosan pada akhirnya seringkali menyimpang pada pelaksanaan akibat system yang kompleks dan terkait dengan kepentingan praktis dari sekelompok golongan. Penulisan ini menggunakan studi kasus Pertamina Energy Trading Limited/Petral dalam kegagalan inovasi yang dilakukan untuk mengembangkan rantai supply pemasaran serta terkait ketergantungan Pertamina terhadap impor BBM produksi kilang minyak Singapura. Hasil penelusuran penulisan menyimpulkan, budaya merupakan fondasi mendasar dalam pemerintahan yang mendasari dalam berbagai bidang serta terobosan-terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah. Dari kegagalan Pertamina melalui Petral kita dapat belajar, dimana budaya dan kepemimpinan transformasional merupakan factor kunci yang akan membawa perubahan dan pengembangan inovasi dalam berbagai bidang di Indonesia. 
Reformasi Administrasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam Meningkatkan Petumbuhan Ekonomi dan Kesempatan Kerja Nanang Haryono
Jejaring Administrasi Publik Vol. 12 No. 2 (2020): Jejaring Administrasi Publik
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jap.v12i2.29360

Abstract

Reformasi administrasi pemerintah lokal era otonomi daerah sangat dipengaruhi kepemimpinan, kondisi politik lokal, birokrasi, dan hubungan negara-masyarakat. Tujuan paper ini adalah menjelaskan reformasi administrasi pemerintah lokal Kabupaten Banyuwangi periode 2016-2019 yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Implikasi praktis paper ini dapat menjadi informasi pemerintah lokal lain di Indonesia dalam melaksanakan reformasi administrasi untuk kesejahteraan masyarakat. Hasil yang diperoleh proses reformasi di Banyuwangi dominan peran kepemimpinan kepala daerah. Perubahan-perubahan terjadi pada aspek institusional, operasional pemerintah, dan prosedural pada pelayanan publik.  Manajemen sektor publik berorientasi pada masyarakat dengan penekanan peran civil society, peningkatan kualitas dan peningkatan produktivitas ekonomi. Kesimpulannya adalah reformasi administrasi pemerintah lokal Banyuwangi bersifat top-down dengan dominasi peran kepala daerah sebagai pengarah. Perubahan terjadi pada aspek institusional, operasional dan prosedur untuk meningkatkan pelayanan public. Kedudukan birokrasi pada proses inovasi sebagai implementator kebijakan
Strategi Peningkatan Kompetensi Dalam Menyiapkan ASN di Era Revolusi Industri 4.0 Devvy Pramasti Wulandari
Jejaring Administrasi Publik Vol. 13 No. 2 (2021): Jejaring Administrasi Publik
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jap.v13i2.31830

Abstract

AbstrakEra digitalisasi dalam penyelenggaraan pemerintah harus mempunyai sumber daya aparatur yang berkualitas, berintegritas dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan publik untuk masyarakat. Di Indonesia khususnya Kabupaten Lamongan terkait dengan permasalahan rendahnya kualitas sumber daya aparatur dan pengembangan kompetensi yang sedang dihadapkan oleh era digitalisasi. Tujuan dari penelitian ini agar bagaimana aparatur sipil negara di Kabupaten Lamongan dapat mampu mengembangkan kompetensi nya untuk meningkatkan kualitas dalam diri aparatur sipil negara. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk menuju sumber daya aparatur yang berkualitas maka dapat dilakukan dengan membentuk generasi aparatur sipil negara yang unggul untuk menuju Smart ASN di tahun 2024. 
Tantangan Administrasi Publik di Dunia Artificial Intelligence dan Bot Adi Nuryanto
Jejaring Administrasi Publik Vol. 12 No. 2 (2020): Jejaring Administrasi Publik
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jap.v12i2.30882

Abstract

Pada beberapa dekade menuju abad ke-21, terdapat transformasi sosial dan ekonomi yang akibat gelombang teknologi yang mendisrupsi tatanan masyarakat. Saat ini kita melihat pengambilalihan pekerjaan oleh robot, machine learning, dan kecerdasan buatan (AI).  Perubahan besar ini menimbulkan tantangan besar bagi administrator publik untuk bertindak lebih cepat dan mengurangi dampak negatifnya.
Strategi Interkultural dan Kebutuhan Pelatihan Kompetensi Komunikasi Antar Budaya Bagi Ekspatriat Untuk Pengembangan Sumber Daya Manusia Imam Busthomi
Jejaring Administrasi Publik Vol. 13 No. 2 (2021): Jejaring Administrasi Publik
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jap.v13i2.31831

Abstract

AbstrakDi era global seperti ini sudah menjadi hal yang lumrah bahwa setiap negara berkembang membutuhkan jasa ekspatriat untuk membangun sebuah perusahaan menjadi lebih berkembang. Persaingan global telah tiba dan diperlukan kerjasama antar negara dalam hal tenaga kerja. Tidak mudah bekerja di negara yang bukan negara asal. Setiap negara tentunya memiliki karakter dan budaya yang berbeda-beda. Perbedaan budaya membuat para ekspatriat mengalami kesulitan dalam berinteraksi, serta menghambat produktifitas kerja bagi para ekspatriat. Komunikasi, interaksi, dan perjumpaan antarbudaya terjadi setiap saat. Keberdaan teknologi memperluas kemampuan orang di seluruh dunia untuk terhubung satu sama lain kepentingan Bisnis atau kebutuhan liburan. Seorang ekspatriat bekerja sebagai tenaga kerja multikultural dan berinteraksi dengan orang-orang dari budaya lain, sehingga keterampilan komunikasi dan kemampuan berinteraksi yang efektif menjadi salah satu kunci keberhasilan seorang ekspatriat yang ditugaskan di luar negeri. Artikel ini menyoroti pentingnya kesadaran interkultural dan kebutuhan akan pelatihan kompetensi komunikasi antar budaya untuk perusahaan lokal dan multinasional. Selain itu kerjasama dan sinergi antarbudaya menjadi aspek penting. Perusahaan yang memiliki kompetensi interkultural akan mampu mensukseskan dan mempertahankan kesuksesan dalam bisnis global. Budaya berperan penting dalam mengaktualisasikan kemampuan terbaik karyawan dan membuat mereka tetap betah berada di organisasi dimana mereka bekerja. Ekspatriat yang berasal dari suatu negara ketika bekerja di negara lain belum tentu dapat berhasil, ini karena adanya perbedaan budaya, oleh karenanya, para ekspatriat membutuhkan adaptasi. Artikel ini membahas tentang bagaimana ekspatriat Cina dengan rekan kerjanya dari Pakistan, bagaimana ekspatriat Amerika beradaptasi dengan budaya kerja di Sekolah Internasional di Salatiga. Tujuan artikel ini untuk menggali apa saja permasalahan dan kesulitan yang dihadapai para ekspatriat baik ekspatriat Cina di Pakistan maupun Ekspatriat Amerika di sekolah Internasional di Salatiga, serta bagaimana cara mengatasi ekspatriat perbedaan budaya tersebut.