cover
Contact Name
Bellytra Talarima
Contact Email
ukimfakes2021@gmail.com
Phone
+6281247200128
Journal Mail Official
ukimfakes2021@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Kesehatan Lantai 2 Jln Ot Pattimaipauw RT.003/RW.003 Talake, Kel Wainitu, Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Moluccas Health Journal
ISSN : -     EISSN : 26861828     DOI : https://doi.org/10.54639/mhj.v2i2
Core Subject : Health,
Moluccas Health Journal is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health especially nursing and public health. This journal contains a script on Health Sciences that includes: 1. Nursing 2. Midwifery 3. Public health 4. Environmental Health 5. Mental health 6. Community nursing 7. Critical care nursing 8. Medical nursing 9. Pediatric nursing 10. Medical-surgical nursing 11. Maternity nursing
Articles 213 Documents
Pengaruh Edukasi Terhadap Mekanisme Koping Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Pre Hemodialisa di RSUD Dr. M. Haulussy Kota Ambon Vernando Yanry Lameky; Alisye Siahaya
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 1 (2021): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i1.690

Abstract

Coping mechanism is an active process which uses internal resources and develops new behaviors that aim to grow strength in the individual, reduce the impact of anxiety and even stress in life. The purpose of this study was to determine the effect of education on the coping mechanisms of chronic renal failure patients with pre hemodialysis. This research method is a quasi-experimental design with one group pretest-posttest. The sampling technique used was the accidental sampling method, as many as 60 respondents. The results of the Wilcoxon test showed that the P value = 0.004 = 0.05, which means that there is an effect of education on the coping mechanisms of patients with chronic kidney failure before and after being given education. Suggestions for patients are to continue to increase knowledge and be active in health education activities. Suggestions for health agencies are to provide optimal counseling so that patients are able to use adaptive coping mechanisms.Keywords: Education; Chronic renal failure; Hemodialysis; Coping mechanism
Breastfeeding Practices and Prevention of HIV Transmission from Mother to Child: Literature Study Yersi Ahzani
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 4, No 3 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v4i3.970

Abstract

This study aims to describe the breastfeeding practices of mothers with HIV and prevention of HIV transmission from mother to child. The method used in this study is a literature study using the Online Science Direct Database, Clinical Key, Wiley, Scopus, Google Scholar, and ProQuest. The results showed that most mothers living with HIV have a desire to breastfeed. Several factors influence breastfeeding practices including the mother's level of knowledge, history of ante-natal care visits, income, perceptions of exclusive breastfeeding, and experience of experiencing problems during breastfeeding. Although HIV transmission from mother to child can occur, the rate of transmission can be reduced by routine and regular consumption of ARVs (Antiretrovirals) before or during pregnancy. Adequate educational services are needed by mothers to convince themselves to be able to practice breastfeeding safely.
Atraumatic Care Dapat Menurunkan Tingkat Kecemasan Anak Di Ruang Ezra Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon Fricilia Noya; Grace Jeny Wakanno; Dene Fries Sumah
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v1i2.121

Abstract

Masuk rumah sakit dapat menyebabkan anak menjadi cemas, trauma dan takut.  Upaya untuk mengurangi kecemasan pada anak bisa dilakukan melalui atraumatik (atraumatic care). Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan atraumatic care dengan tingkat kecemasan anak di ruang Ezra Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon.  Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi. Pengumpulan data dengan cara responden diberikan kuesioner penerapan Atraumatic Care dan Hamilton Rating Scale Anxiety (HARS). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 30 responden. Analisis data menggunakan statistik Spearman rank. Berdasarkan hasil uji dengan melihat nilai significancy didapatkan nilai p α (0,0000,05), rs= - 0,725  yaitu arah korelasi negative dengan kekuatan korelasi kuat. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada hubungan atraumatic care dengan tingkat kecemasan anak di ruang Ezra  Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon (p=0,000). Bila penerapan Atraumatic care baik maka semakin kecil tingkat kecemasan yang dialami anak. Diharapkan perawat di ruang Ezra  Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon dapat menerapkan atraumatic care pada setiap intervensi keperawatan dengan kasih sayang dan lebih komunikatif sehingga terjadi penurunan  tingkat kecemasan anak.  Kata kunci : Atraumatic Care,  Kecemasan, Anak
Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan Ibu tentang Stunting di Desa Kamal Kabupaten Seram Bagian Barat Zasendy Rehena; Monike Hukubun; Andriana Ritje Nendissa
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i2.523

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition problem caused by inadequate nutritional intake for children for a long time due to food intake that is not in accordance with nutritional needs which has an impact on stature height of children. Stunting in toddlers can be caused by the mother's knowledge of improper food selection. Increasing knowledge of mothers in choosing healthy foods for toddlers can be done through public health programs, one of which is by providing health education or nutrition education by means of extension which is an intervention to change knowledge and behavior as a determinant of health or public health. The purpose of this study was to determine the effect of nutrition education on maternal knowledge about stunting in Kamal Village, West Seram Regency. This type of research is a Quasi-experimental with a one group pretest - postest design. This research was conducted in February 2020 in Kamal village, West Seram Regency. Sampling was done by using the total sampling method. The T-Test results showed that the P value was 0.000 α 0.05, which means that there was a significant difference in maternal knowledge before and after receiving counseling, namely an increase in maternal knowledge about the meaning of stunting, a factor that causes stunting. , how to prevent and overcome it in children under five. Suggestions for mothers to be more involved in health education activities. For health agencies to be able to provide regular health education for mothers.
Pengalaman Clinical Instructor Dalam Proses Pembelajaran Praktik Mahasiswa Keperawatan Di Rumah Sakit Wilayah Jawa Barat Situmorang, Roganda
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v4i1.899

Abstract

Mahasiswa keperawatan merupakan calon generasi tenaga kesehatan terbesar dalam fasilitas pelayanan kesehatan sehingga memerlukan proses bimbingan praktik keperawatan terbaik dari Clinical Instructor. Cilinical Instructor merupakan perawat profesional sebagai pembimbing kegiatan pendidikan keperawatan dilahan praktik atau fasilitas pelayanan kesehatan memberikan tata kelola kesesuaian antara pembelajaran selama di institusi pendidikan dengan kenyataan dilahan praktik atau dunia kerja (fasiltas pelayanan kesehatan) yang masih mengalami kesenjangan dalam penerapan asuhan keperawatan yang dirasakan mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi pengalaman Clinical Instructor dalam proses pembelajaran praktik mahasiswa keperawatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan teknik indepth interview hingga mencapai saturasi data yang melibatkan 6 (enam) partisipan yang merupakan perawat pelaksana yang bekerja di ruang rawat inap dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode The Collaizi’s 7-step. Terdapat 5 (lima) tema besar yang diidentifikasi dari analisis tekstual yaitu tema rekruitasi, dampak peran, tanggung jawab, problem dan solving. Dapat disimpulkan bahwa dari pengalaman Cilinical Instructor tereksplorasi berbagai hal yang dihadapi yakni selain menjadi berperan sebagai perawat profesional dengan beban kerja yang sudah besar, harus berperan juga sebagai pembimbing mahasiswa dengan berbagai keterbatasan pelaksanaannya. Oleh karena itu direkomendasikan kebijakaan tata kelola ketenagakerjaan untuk setiap fasilitas kesehatan dengan kesediaan menerima praktik mahasiswa keperawatan melalui persiapan pembimbing Clinical Instructor yang teorganisir dan sinergisitas pembimbing akademik dari institusi pendidikan yang bekerja sama dengan Clinical Instructor.
Analisis Perbandingan Sensitivitas dan Spesifitas ICT dan Mikroskopis dalam menentukan Positif Malaria di Piru Seram Bagian Barat Matulessy, Elisabet
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i2.451

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang telah dikenal sejak lama, sejak manusia muncul di permukaan bumi, nyamuk anopheles telah berkembang biak. Penelitian paleolitik dan neolitik menunjukan bahwa manusia prasejarah – sedikitnya pada daerah hangat – mengalami demam dan mengigil malaria. Suatu hal yang sangat mungkin malaria berasal dari afrika, menurut antropologis yang meneliti susunan ras manusia ; migrasi mungkin membawa penyakit ini ke Mediterania, Mesopotomia, semenanjung  India dan Asia Tenggara (Shuler. 2016)          Penyakit malaria diduga berkaitan dengan keterbelakangan dan kemiskinan serta berdampak pada penurunan produktifitas kerja dan penurunan tingkat kecerdasan pada anak usia sekolah. Sampai saat ini malaria masih menjadi masalah utama dalam upaya kesehatan masyarakat dan menjadi focus perhatian utama dalam upaya penurunan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh penyakit menular, baik secara nasional maupun secara internasional. Hal ini terbukti dengan dimasikannya upaya pengendalian penyakit malaria sebagai isu penting dalam pencapai Tujuan Millenium Development Goals (MDGs) atau Pembangunan Millennium pada tahun 2015 (UNV-Indonesia, 2016).           Laporan Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) dan UNICEF menyebutkan bahwa angka kematian akibat malaria masih tinggi, mencapai satu juta jiwa pertahun. Penyakit tersebut telah ,membunuh satu anak setiap 30 detik di wilayah Sub Sahara Afrika. Padahal, upaya pencegahan dan perawatan sudah mengalami kemajuan sejak tahun 2010. Laporan WHO tersebut juga menyebutkan bahwa 300 sampai 500 juta penduduk di seluruh dunia tertular malaria setiap tahunnya. WHO menargetkan, dibutuhkan dana sebesar 3,2 miliar dolar AS untuk memerangi penyakit tersebut di 82 negara yang paling terkena dampaknya (Medikaholistik, 2015).
Uji Fisikokimia dan Mikrobiologi Air Minum Isi Ulang pada Depo Air Minum Di Kecamatan Sirimau Kota Ambon M Pentury; Adrianan Ritje Nendissa
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i1.437

Abstract

Kebutuhan air minum di Indonesia semakin meningkat, seiring pertambahan jumlah penduduk dan semakin berkurangnya daerah tangkap air akibat berbagai aktivitas masyarakat. Berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan air minum dengan cara membuka depot-depot air minum isi ulang. Di Kota Ambon tercatat 65 depot air minum isi ulang yang telah memiliki ijin diantaranya 31 depot berlokasi di Kecamatan Sirimau. Produksi air minum oleh industri maupun oleh depot-depot air minum isi ulang (AMIU) harus memenuhi persyaratan air minum yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang persyaratan kualitas air minum, yang meliputi persyaratan bakteriologis, kimiawi, fisik, dan radioaktif. Beberapa parameter fisik, kimia dan mikrobiologi yang wajib diantaranya Total Dissolve Solid (TDS), kesadahan (CaCO3) dan Total Coliform. Kadar maksimum TDS yang diperbolehkan untuk dikonsumsi adalah 500 mg/L, untuk kesadahan (CaCO3) adalah 500 mg/L dan Total Coliform adalah 0 per 100 ml sampel.  Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kandungan Total Dissolve Solid, Kesadahan (CaCO3) dan Total Coliform dalam air minum pada depot air minum isi ulang di Kecamatan Sirimau. Metode yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan deskriptif dan analisa laboratorium dengan maksud melakukan pengamatan laboratorium untuk mendapatkan informasi tentang kandungan Total Dissolve Solid (TDS), kesadahan (CaCO3) dan Total Coliform dalam air minum pada depot air minum isi ulang yang dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku. Berdasarkan hasil pengujian parameter TDS, kesadahan (CaCO3) dan Total Coliform, terdapat 1 depot yang belum memenuhi baku mutu dengan kandungan Total Dissolve Solid (TDS), 510/100 ml. Pada pengujian terhadap kesadahan (CaCO3) seluruh depot masih dibawah standar baku mutu atau layak dikonsumsi, hal yang sama juga terjadi dengan pengujian Total Colifor, dimana semua depot air minum isi ulang memenuhi baku mutu total coliform. Semua depot memenuhi baku mutu kadar nilai total coliform yang terkandung adalah 0/100 ml sampel.Kata Kunci: Air minum isi ulang, analisa fisik, analisa kimia, analisa Mikrobiologi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA IBU BERSALIN MENGGUNAKAN JAMINAN PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RIJALI KOTA AMBON TAHUN 2020 Magdalena Paunno
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 1 (2021): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i1.608

Abstract

ABSTRACTMaternity insurance (Jampersal) is a program used to increase access to antenatal care, deliveries carried out by health workers to mothers by removing financial barriers for all deliveries from residents who do not have health insurance in order to reduce maternal mortality and infant mortality. The research design used was a cross sectional approach. This research was conducted from January to February 2020 in the working area of the Rijali Health Center with a sample of 86 respondents. The results showed that there was no relationship between knowledge and the use of jampersal with p value = 0.266. There is no relationship between access to information and the use of jampersal with p value = 0.021. There is a relationship between experience and use of jampersal with p value = 0.001. Suggestions are given to puskesmas officers to communicate educational information (KIE), counseling, counseling and motivation that creates mutual trust in order to create a sense of comfort, so that every pregnant woman during childbirth wants to follow, using the Jampersal program so that every delivery occurs in health facilities assisted by health workers. Keywords   : Knowledge, Access to Information, Experience, Use of Jampersal ABSTARKJaminan persalinan (Jampersal) merupakan program yang digunakan untuk meningkatkan akses pemeriksaan kehamilan, persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kepada ibu dengan menghilangkan hambatan finansial diperuntukkan bagi seluruh persalinan dari penduduk yang belum memiliki Jaminan Kesehatan dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan Cross sectional. Penelitian ini dilakukan dari bulan januari sampai bulan februari tahun 2020 di wilayah kerja Puskesmas Rijali dengan jumlah sampel 86 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan jampersal dengan nilai p value = 0,266. Tidak ada hubungan antara akses informasi dengan penggunaan jampersal dengan nilai p value = 0, 021. Ada hubungan antara pengalaman dengan penggunaan jampersal dengan nilai p value = 0,001. Saran disampaikan bagi petugas puskesmas untuk melakukan komunikasi informasi edukasi (KIE), penyuluhan, konseling serta motivasi yang menimbulkan saling percaya agar dapat menimbulkan rasa nyaman, sehingga setiap ibu hamil saat bersalin mau mengikuti, menggunakan program jampersal agar tiap persalinan terjadi di fasilitas kesehatan ditolong oleh tenaga kesehatan. Kata Kunci : Pengetahuan, Akses Informasi,  Pengalaman, Penggunaan Jampersal
Perilaku Hygiene Pedagang Makanan Kaki Lima di Area Pertokoan Batu Merah Kelurahan Rijali Kota Ambon gracia victoria souisa; gracesilya titahena; Wilma fransisca Mamuly; Helda de Jong
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 3 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v1i3.260

Abstract

Hygiene penjamah makanan merupakan hal yang penting dalam menentukan kualitas makanan, dimana pedagang makanan kaki lima sebagai salah satu pelaku hygiene harus memperhatikan aspek hygiene penjamah makanan agar tidak menyebabkan timbulnya masalah kesehatan akibat kualitas makanan yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku hygiene pedagang makanan kaki lima di Area Pertokoan Batu Merah Kelurahan Rijali Kota Ambon, Tahun 2019. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 40 responden. Penelitian dilakukan dari 19 Agustus-19 September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki praktik hygiene kategori tidak dengan tingkat pengetahuan baik yaitu, 21 responden (56.8%) dan responden yang memiliki praktik hygiene kategori ya dengan tingkat pengetahuan kurang yaitu, 0 (0%). Sedangkan responden yang memiliki praktik hygiene kategori tidak dengan sikap positif yaitu, 21 responden (58.3%) dan responden yang memiliki praktik hygiene kategori ya dengan sikap negatif yaitu, 1 responden (25%), dan untuk responden yang memiliki praktik hygiene kategori tidak dengan tingkat ekonomi rendah yaitu, 22 responden (62.9%), sedangkan praktik hygiene kategori tidak dengan tingkat ekonomi tinggi yaitu, 2 responden (40%). Meskipun pengetahuan serta sikap responden terkait hygiene secara umum sudah baik, akan tetapi praktik hygiene yang dilakukan oleh responden masih buruk. Oleh karena itu pengetahuan serta kesadaran pedagang makanan perlu ditingkatkan dengan cara memberikan penyuluhan atau pengawasan yang memenuhi persyaratan hygiene penjamah makanan oleh para petugas kesehatan.
Analisis Pelaksanaan Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Di SD Kristen Tananahu Kecamatan Teluk Elpaputih Lea Janwarin; Helda Maahaly Maahaly; Feni The
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i2.725

Abstract

SHU is a government program to improve health services, health education, and foster a healthy school environment or the ability to live a healthy life for school residents. The SHU program is very important to improve the harmonious and optimal growth and development of children so that they become quality human resources. This study aims to describe the implementation of the SHU program at SD Kristen Tananahu, Teluk Elpaputih Subdistrict in 2021. The type of research used in this study was a qualitative research using a qualitative descriptive research design which obtained in-depth data from informants. The total informants in this study were 7 informants. Data collection was carried out through in-depth interviews and observations from Friday - July 2021. The results of the study found that the preparation of the SHU plan at Tananahu Christian Elementary School had been going well, and in accordance with the SHU guidance and development guidelines, the SHU program was carried out in accordance with the three SHU main programs. namely, health education, health services, and fostering a healthy school environment, but there are still shortcomings in facilities and infrastructure and activities that have not been achieved. Keywords: Implementation, program, SHUUKS adalah program pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat atau kemampuan hidup sehat bagi warga sekolah. Program UKS sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak yang harmonis dan optimal agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program UKS di SD Kristen Tananahu Kecamatan Teluk Elpaputih. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dimana mendapatkan data yang mendalam dari informan. Total informan dalam penelitian ini yaitu 7 informan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi dari bulan Juni sampai Juli tahun 2021 . Hasil penelitian didapatkan bahwa penyusunan rencana UKS di SD Kristen Tananahu sudah berjalan dengan baik, serta sesuai dengan pedoman pembinaan dan pengembangan UKS, program UKS dilaksanakan sesuai dengan tiga program pokok UKS yaitu, pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat, akan tetapi masih ada kekurangan di sarana dan prasarana serta kegiatan yang masih belum tercapai. Kata kunci :Pelaksanaan, Program, UKS