cover
Contact Name
Prasetyo Adi Nugroho
Contact Email
prasetyo.adi@staf.unair.ac.id
Phone
+6231-5030826
Journal Mail Official
jpua@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Perpustakaan Universitas Airlangga Jl. Dharmawangsa Dalam, Surabaya - 60286 Telp.: (031) 5030826, 5055294 Fax.: 5020468
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan
Published by Universitas Airlangga
Core Subject : Science,
JPUA: Universitas Airlangga Library Journal: Information and Communication Media Librarianship is published by the Airlangga University Library. Focus: publish scientific articles from librarians, researchers, educators with an article focus on information and library studies. Scope: contains topics related to libraries, information literacy, information technology, librarian profession, and information management.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 137 Documents
Analysis of Author Productivity in Lentera Pustaka Journal: Library, Information, and Archival Studies, Diponegoro University 2016-2024 Wirayuda, I Made Indra
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 15 No. 2 (2025): JULI - DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v15i2.2025.63-69

Abstract

Background of the study: Bibliometric analysis can help researchers in knowing the trend of scientific works. There are several laws in bibliometric analysis such as Zipf's, Bradford's, or Lotka's laws. Lotka's law is used to analyze author productivity in journals. Lentera Pustaka Journal of Library, Information, and Archival Science Studies is a journal managed by the Faculty of Cultural Studies, Diponegoro University, which has currently published 120 articles by 101 authors. Author productivity analysis was carried out on the Lentera Pustaka journal published in 2016 to 2024 using the Lotka law. Purpose: This analysis was conducted to determine the productivity of authors during the 9 years of publication of the Lentera Pustaka journal. Methods: This analysis uses bibliometric analysis techniques with Lotka's law which focus on author productivity in the Lentera Pustaka journal. Finding: From the results of Lotka's calculations, a constant value of 0,878 was obtained, which means that the contribution of a particular author to a particular article in the Lentera Pustaka journal has a value of 87,8% of the total number of authors. From the exponent value of 3,289, an observation value of 85,15% was obtained, which is quite close to the Lotka value of 87,8%. The results of the Kolmogorov-Smirnov test show that the maximum deviation value is smaller than the critical value. Conclusion: Lotka's law in calculating author productivity in the Lentera Pustaka journal can be accepted both theoretically and in terms of observation, and means that there is good productivity from article authors. Keywords: bibliometric, Lotka’s law, author productivity, journal --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Analisis Produktivitas Penulis Pada Jurnal Lentera Pustaka: Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan, Universitas Diponegoro Tahun 2016-2024 ABSTRAK Latar Belakang: Analisis bibliometrik dapat membantu peneliti dalam mengetahui tren karya ilmiah. Terdapat beberapa kaidah di dalam analisis bibliometrik seperti kaidah Zipf, Bradford, ataupun Lotka. Kaidah Lotka digunakan untuk menganalisis produktivitas penulis pada jurnal. Jurnal Lentera Pustaka Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, yang saat ini telah menerbitkan 120 artikel oleh 101 penulis. Analisis produktivitas penulis dilakukan terhadap jurnal Lentera Pustaka terbitan tahun 2016 hingga 2024 dengan menggunakan kaidah Lotka. Tujuan: Analisis ini dilakukan untuk mengetahui produktivitas penulis selama 9 tahun terbitan jurnal Lentera Pustaka. Metode: Analisis ini menggunakan teknik analisis bibliometrik dengan kaidah Lotka yang berfokus terhadap produktivitas penulis pada jurnal Lentera Pustaka. Temuan: Dari hasil perhitungan Lotka didapatkan nilai konstanta sebesar 0,878 yang mengartikan bahwa kontribusi penulis tertentu terhadap artikel tertentu pada jurnal Lentera Pustaka memiliki nilai sebesar 87,8% dari total jumlah penulis. Dari nilai eksponen sebesar 3,289, kemudian didapatkan nilai pengamatan sebesar 85,15% yang cukup mendekati nilai Lotka 87,8%. Hasil uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai deviasi maksimum lebih kecil daripada nilai kritis. Kesimpulan: Kaidah Lotka dalam perhitungan produktivitas penulis di jurnal Lentera Pustaka dapat diterima baik secara teoritis maupun secara pengamatan, serta mengartikan bahwa terdapat produktivitas yang baik dari penulis artikel. Kata kunci: Bibliometrik, Kaidah Lotka, Produktivitas penulis, Jurnal
The Role of Information Workers' Self-Determination in Access to Information for the Hearing and Speech-Impaired Kurniawan, Adhi; Rahmi
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 15 No. 2 (2025): JULI - DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v15i2.2025.81-91

Abstract

Background of Study: Inclusive access and services of information for persons with disabilities are an absolute necessity that must be provided by information institutions and supported by information workers and policies. Purpose: To determine the background, perceptions, and efforts of information workers in various information institutions to create inclusive information access and services for people with disabilities. Method: This study used a community-based learning approach with the self-determination theory method, which was deemed appropriate in exploring the background of information workers in providing inclusive access and services for people with disabilities, especially hearing and speech-impaired. Findings: Information workers have a general awareness of providing information services and access to deaf-mute people with disabilities. In its development, motivation and institutional support play a major role in the success of ideas and concepts of inclusiveness in information access and services. However, it was also found that the initiative of information workers emerged before access and service policies were created. Conclusion: Information workers hold vital roles in both creating support and policies for inclusive access and services for people with disabilities. The background and efforts that drive this inclusivity stem from the efforts and endeavors of information workers to understand, create, and implement inclusivity into concrete projections and relevant policies. Keywords: self-determination, information workers, information access, deaf disability, digital inclusion ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Peran Self-Determination Pekerja Informasi dalam Akses Informasi bagi Disabilitas Rungu-Wicara Latar Belakang: Akses dan layanan informasi yang inklusif untuk kelompok disabilitas merupakan upaya mutlak yang perlu disediakan lembaga informasi dan didukung oleh pekerja informasi serta kebijakan yang menyertainya. Tujuan: Mengetahui latar belakang, persepsi, dan upaya pekerja informasi dalam berbagai macam lembaga informasi untuk menciptakan akses dan layanan informasi yang inklusif kepada kelompok disabilitas. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan community-based learning dengan metode self-determination theory yang dinilai sesuai dalam upaya penelusuran latar belakang pekerja informasi dalam memberikan akses dan layanan inklusif untuk kelompok disabilitias. Temuan: Pekerja informasi memiliki kesadaran umum dalam memberikan layanan dan akses informasi kepada kelompok disabilitas tuna rungu-wicara. Dalam perkembangannya, motivasi dan dukungan institusi memiliki peran besar dalam kesuksesan ide dan gagasan inklusivitas akses informasi dan layanan. Namun, juga ditemukan bahwa inisiasi pekerja informasi lebih dahulu muncul sebelum kebijakan akses dan layanan diciptakan. Kesimpulan: Pekerja informasi memiliki peran vital dalam menciptakan dukungan dan kebijakan akses dan layanan inklusif untuk kelompok disabilitas. Latar belakang dan upaya yang mendorong inklusivitas tersebut ditimbulkan dari upaya dan usaha pekerja informasi dalam memahami, menciptakan, dan mengimplementasi inklusivitas ke dalam proyeksi nyata dan kebijakan yang relevan.  Kata Kunci: self-determination, pekerja informasi, akses informasi, disabilitas rungu, inklusi digital  
The Impact of Using Instagram as Promotional Media to Attract Gen Z Interest in The Bekasi City Library Imran, Isnan Ali; Hidayatullah, Fauzan
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 15 No. 2 (2025): JULI - DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v15i2.2025.70-80

Abstract

Background: This research is motivated by the increasing use of social media, particularly Instagram, as a promotional tool by various public institutions, including libraries. Purpose: The purpose of this study is to analyze the promotional strategies implemented by the Bekasi City Archives and Library Service through Instagram, and their impact on public interest, particularly Gen-Z. Method: The research method used was qualitative, using interviews, observation, and documentation. Findings: The results indicate that promotional strategies through Instagram, particularly through the use of interactive content such as reels and stories, are able to attract the attention of the younger generation, particularly Gen-Z. User engagement also has a significant impact on the success of library promotion through social media. However, challenges remain in content consistency and user interaction management, which impact user perceptions and satisfaction. Conclusion: More strategic and creative social media management, personalized content creation, and increased posting frequency and consistency are highly recommended to increase public awareness and interest in library services. Keywords: Library Promotion, Social Media, Instagram, Gen-Z. ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Dampak Penggunaan Media Sosial Instagram Sebagai Media Promosi Untuk Menarik Minat Generasi Z Pada Perpustakaan Kota Bekasi   Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pemanfaatan media sosial, khususnya Instagram yang digunakan sebagai sarana promosi oleh berbagai lembaga publik, termasuk perpustakaan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis upaya strategi promosi yang dilakukan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bekasi melalui media sosial Instagram, serta dampaknya terhadap minat masyarakat, khususnya Gen-Z. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi melalui Instagram, terutama dengan penggunaan konten interaktif seperti reels dan stories, mampu menarik perhatian generasi muda, khususnya Gen Z. Keterlibatan pemustaka juga memberikan dampak yang cukup signifikan pada keberhasilan promosi perpustakaan melalui sosial media. Meskipun demikian, masih terdapat kendala dalam konsistensi konten dan pengelolaan interaksi dengan pengguna sehingga mempengaruhi persepsi dan kepuasan pemustaka. Kesimpulan: Pengelolaan media sosial yang lebih strategis dan kreatif, personalisasi dalam pembuatan konten, serta peningkatan intensitas dan konsistensi unggahan sangat disarankan agar layanan perpustakaan semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat luas. Kata Kunci: Promosi Perpustakaan, Media Sosial, Instagram, Gen-Z  
Comparative Analysis of Wilson, Ellis, and Kuhlthau's Information Search Models in The Digital Age Damayanti, Nilam; Fayyaza, Najwa; Melani, Sinta Tri; Amelia, Vita
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 15 No. 2 (2025): JULI - DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v15i2.2025.92-100

Abstract

Background of the study: Understanding information-seeking behavior has become increasingly essential n the digital age, characterized by cognitive information overload.Purpose: This study aims to describe and analyze information-seeking models developed by T.D. Wilson, David Ellis, and Carol Kuhlthau, and to evaluate their relevance in addressing current information needs.Method: A qualitative descriptive approach was used through a narrative literature review of eleven scholarly articles discussing the three models.Findings: The findings reveal that Kuhlthau’s model is predominantly applied in educational contexts, as it accommodates users' affective and cognitive experiences. Ellis’s model is commonly used in academic and professional settings to capture technical strategies in information seeking, while Wilson’s model is relevant for understanding the influence of social, psychological, and environmental factors in everyday information behavior. Although the models are complementary, none of the reviewed studies has explicitly integrated all three into a unified conceptual framework.Conclusion: Thus, this study recommends the development of an integrative model to provide a more comprehensive and contextual understanding of information-seeking behavior in the digital era.Keywords: Information-seeking models, Information behavior, Wilson, Ellis, Kuhlthau, Narrative literature review -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Analisis Komparatif Model Pencarian Informasi Wilson, Ellis, Dan Kuhlthau Dalam Era Digital   Latar belakang: Pemahaman terhadap perilaku pencarian informasi menjadi semakin penting di era digital yang ditandai oleh banjir informasi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis model-model pencarian informasi yang dikembangkan oleh T.D. Wilson, David Ellis, dan Carol Kuhlthau, serta mengevaluasi relevansinya dalam menjelaskan kebutuhan informasi pengguna saat ini.Metode: Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui metode narrative literature review terhadap sebelas artikel ilmiah yang membahas penerapan ketiga model tersebut.Temuan: Hasil kajian menunjukkan bahwa model Kuhlthau paling banyak digunakan dalam konteks pendidikan karena mengakomodasi aspek afektif dan kognitif pengguna. Model Ellis banyak diterapkan dalam lingkungan akademik dan profesional untuk menggambarkan strategi teknis pencarian informasi, sementara model Wilson relevan untuk menjelaskan pengaruh faktor sosial, psikologis, dan lingkungan dalam perilaku pencarian informasi sehari-hari. Temuan juga menunjukkan bahwa meskipun ketiga model saling melengkapi, belum ada pendekatan yang secara eksplisit mengintegrasikan ketiganya dalam satu kerangka konseptual terpadu.Kesimpulan: Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan model integratif untuk memahami perilaku pencarian informasi secara lebih komprehensif dan kontekstual di era digital.Kata Kunci: Model pencarian informasi, Perilaku informasi, Wilson, Ellis, Kuhlthau, Narrative literature review  
Application of Ranganathan's Five Laws in Collection Management at the Indonesian Academy of Pharmacy Library in Yogyakarta Al Ghiffary, Ghalib Muhammad Syukri; Zain, Labibah
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 15 No. 2 (2025): JULI - DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v15i2.2025.122-132

Abstract

Background of the study: Vocational academic libraries face challenges in implementing ideal collection development principles due to resource constraints, creating a gap between theory and practice. Purpose: To analyze the application of Ranganathan's Five Laws as an adaptive framework for collection management in the small-scale AFIYO Library. Method: A qualitative study with a single case design, using in-depth interviews, participant observation for 10 weeks, and document analysis. Data were analyzed through thematic analysis with source triangulation. Findings: (1) Collaboration with lecturers improved collection relevance by 71%; (2) Limited budget (IDR 10 million/year) triggered strict selection focused on D3 Pharmacy curriculum needs; (3) Multi-channel promotion strategies enhanced new collection visibility; (4) OPAC and personal service combination created contextual efficiency; (5) Networking served as alternative growth strategy replacing acquisition. Conclusion: This study recontextualizes Ranganathan's Five Laws for resource-constrained libraries and provides an adaptable collection policy framework for similar vocational libraries. Keywords: Collection Development, Ranganathan's Five Laws, Vocational Libraries, Collection Management, Information Access --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ABSTRAK   Penerapan Lima Hukum Ranganathan dalam Manajemen Koleksi di Perpustakaan Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta Latar Belakang: Perpustakaan akademik vokasional menghadapi tantangan implementasi prinsip pengembangan koleksi ideal akibat keterbatasan sumber daya, menciptakan kesenjangan antara teori dan praktik Tujuan: Menganalisis penerapan Lima Hukum Ranganathan sebagai kerangka kerja adaptif untuk manajemen koleksi di Perpustakaan AFIYO yang berskala kecil. Metode: Penelitian kualitatif dengan studi kasus tunggal, menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipan selama 10 minggu, dan analisis dokumen. Data dianalisis melalui teknik analisis tematik dengan triangulasi sumber. Temuan: (1) Kolaborasi dengan dosen meningkatkan relevansi koleksi hingga 71%; (2) Anggaran terbatas (Rp 10 juta/tahun) memicu seleksi ketat yang berfokus pada kebutuhan kurikulum D3 Farmasi; (3) Strategi promosi multi-saluran meningkatkan visibilitas koleksi baru; (4) Kombinasi OPAC dan layanan personal menciptakan efisiensi kontekstual; (5) Jejaring kerja sama menjadi strategi pertumbuhan alternatif pengganti akuisisi. Kesimpulan: Studi ini merekontekstualisasi Lima Hukum Ranganathan untuk perpustakaan terbatas sumber daya dan menyediakan kerangka kebijakan koleksi yang dapat diadaptasi oleh perpustakaan vokasional sejenis. Kata Kunci: Pengembangan Koleksi, Lima Hukum Ranganathan, Perpustakaan Vokasional, Manajemen Koleksi, Akses Informasi    
Development of Information Literacy from the Period of Rasulullah to Khulafaur Rasyidin Merdekawati, Nur Rahmah; Syam, Kadri Ariski; Mathar, Muh. Quraisy
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 15 No. 2 (2025): JULI - DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v15i2.2025.101-112

Abstract

Background of the study: Islamic civilization underwent a significant transformation from an oral tradition society to a literate culture during the time of the Prophet Muhammad and the period of the Khulafaur Rasyidin. This transition represents a crucial development in information literacy that fundamentally shaped Islamic educational and scientific traditions, but comprehensive analysis of this historical evolution remains limited. Purpose: This study aims to examine the development of information literacy from the time of the Prophet Muhammad until the period of the Khulafaur Rasyidin, analyzing how Islamic civilization evolved from an oral tradition into a comprehensive literacy culture that values reading, writing, and the systematic dissemination of knowledge. Methods: The researcher uses qualitative literature research methodology, conducting a systematic analysis of historical sources and Islamic literature to understand the evolution of literacy practices and educational institutions in the early period of Islam. Finding: Re Research indicates that the initial revelation, "Iqra'," established the foundational framework for Islamic literacy culture, which subsequently facilitated the emergence of educational institutions such as Dar al-Arqam, Kuttab, Suffah, and mosques. The Prophet's era was marked by systematic literacy teaching, including an innovative approach that utilized prisoners of war from Badr as teachers. The period of the Khulafaur Rasyidin showed significant progress: the codification of the Quran by Abu Bakar, the expansion of the education system by Umar, the standardization of the language of the Quran by Usman, and the continuation of the scientific tradition by Ali. Islamic literacy culture includes comprehensive information processing skills that go beyond basic reading and writing abilities. Conclusion: The literacy movement initiated during the time of the Prophet and      systematically developed by the Khulafaur Rasyidin established the basic framework for Islamic golden age scholarship and knowledge preservation systems, creating a comprehensive educational culture that significantly influenced world civilization and demonstrated that Islamic information literacy played an instrumental role in developing scientific knowledge and civilizational progress. Keywords: Information Literacy, Islamic Civilization, Khulafaur Rasyidin. ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perkembangan Literasi Informasi Masa Rasulullah Sampai Khulafaur Rasyidin Latar Belakang: Peradaban Islam mengalami transformasi signifikan dari masyarakat tradisi lisan menjadi budaya literasi pada masa Nabi Muhammad hingga periode Khulafaur Rasyidin. Transisi ini merepresentasikan perkembangan krusial dalam literasi informasi yang secara fundamental membentuk tradisi pendidikan dan keilmuan Islam, namun analisis komprehensif terhadap evolusi historis ini masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan literasi informasi pada masa Nabi Muhammad hingga periode Khulafaur Rasyidin serta menganalisis bagaimana peradaban Islam berevolusi dari tradisi lisan menjadi budaya literasi komprehensif yang menghargai membaca, menulis, dan diseminasi pengetahuan secara sistematis. Metode: Penelitian menggunakan metodologi penelitian literature research melakukan analisis sistematis terhadap sumber-sumber sejarah dan literatur Islam untuk memahami evolusi praktik literasi dan institusi pendidikan pada periode awal Islam. Temuan: Penelitian mengungkapkan bahwa wahyu pertama "Iqra'" menetapkan kerangka dasar budaya literasi Islam, yang mengarah pada pengembangan institusi pendidikan termasuk Dar al-Arqam, Kuttab, Suffah, dan masjid. Masa Nabi ditandai dengan pengajaran literasi sistematis, termasuk pendekatan inovatif memanfaatkan tawanan perang Badar sebagai pengajar. Periode Khulafaur Rasyidin menunjukkan kemajuan signifikan: kodifikasi Al-Quran oleh Abu Bakar, ekspansi sistem pendidikan oleh Umar, standardisasi bahasa Al-Quran oleh Usman, dan kelanjutan tradisi keilmuan oleh Ali. Budaya literasi Islam mencakup keterampilan pemrosesan informasi komprehensif yang melampaui kemampuan membaca dan menulis dasar. Kesimpulan: Gerakan literasi yang diinisiasi pada masa Nabi dan dikembangkan secara sistematis oleh Khulafaur Rasyidin menetapkan kerangka dasar bagi keilmuan masa keemasan Islam dan sistem preservasi pengetahuan, menciptakan budaya pendidikan komprehensif yang secara signifikan mempengaruhi peradaban dunia dan mendemonstrasikan bahwa literasi informasi Islam berperan instrumental dalam mengembangkan pengetahuan ilmiah dan kemajuan peradaban. Kata Kunci: Literasi Informasi, Peradaban Islam, Khulafaur Rasyidin  
The Role of Librarians in Children's Digital Literacy in The Pekalongan District Public Library Qotrunnada, Alisha Ainaya; Azizah, Ika Nur
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 15 No. 2 (2025): JULI - DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v15i2.2025.113-121

Abstract

Background of the study: The use of digital devices such as computers in the library by children needs to be controlled and supervised so as not to have a negative impact on children. So the role of librarians is needed to carry out such control and supervision. Purpose: The aim of this study is to determine the role of librarians in children's digital literacy at the Pekalongan District Public Library. Method: The research method used is qualitative with a case study approach. Data collection through semi-structured interviews and documentation was carried out for 15 days in the period from January 24 to February 10, 2025.  Findings: Librarians at the Pekalongan Regency Public Library play a role as learning supporters through guidance on the use of digital devices, teaching through digital displays, controlling the use of digital devices in the form of computers in the library, and providing digital library recommendations to parents Conclusion: Although librarians play a role in supporting children's digital literacy in the library, it is necessary to develop their role through skills development by participating in broader training through collaboration with external parties.    Keywords: Children digital literacy, digital literacy, librarian, librarian role, public library --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- AbstrakPeran Pustakawan Dalam Literasi Digital Anak di Perpustakaan Daerah Kabupaten Pekalongan  Latar Belakang: Penggunaan perangkat digital berupa komputer di perpustakaan oleh anak-anak perlu dilakukan pengawasan agar tidak memberikan dampak negatif pada anak. Sehingga, dibutuhkan peran pustakawan untuk melakukan pengawasan tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pustakawan dalam literasi digital anak di Perpustakaan Daerah Kabupaten Pekalongan. Metode: Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi dilakukan selama 15 hari dalam rentang waktu 24 Januari-10 Februari 2025. Temuan: Pustakawan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Pekalongan melakukan peran sebagai pendukung pembelajaran melalui pembimbingan penggunaan perangkat digital, melakukan pengajaran melalui tayangan digital, mengontrol penggunaan perangkat digital berupa komputer di perpustakaan, dan memberikan rekomendasi perpustakaan digital kepada orang tua. Kesimpulan: Meskipun pustakawan melakukan peran untuk mendukung literasi digital anak di perpustakaan, perlu dilakukan pengembangan peran melalui pengembangan keterampilan dengan mengikuti pelatihan yang lebih luas melalui kerja sama dengan pihak eksternal. Kata Kunci: Literasi digital, literasi digital anak, perpustakaan umum, peran pustakawan, pustakawan