cover
Contact Name
Prasetyo Adi Nugroho
Contact Email
prasetyo.adi@staf.unair.ac.id
Phone
+6231-5030826
Journal Mail Official
jpua@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Perpustakaan Universitas Airlangga Jl. Dharmawangsa Dalam, Surabaya - 60286 Telp.: (031) 5030826, 5055294 Fax.: 5020468
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan
Published by Universitas Airlangga
Core Subject : Science,
JPUA: Universitas Airlangga Library Journal: Information and Communication Media Librarianship is published by the Airlangga University Library. Focus: publish scientific articles from librarians, researchers, educators with an article focus on information and library studies. Scope: contains topics related to libraries, information literacy, information technology, librarian profession, and information management.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 137 Documents
Opportunities and Challenges of Women Librarians Continue Study Master in Yogyakarta Zuraida, Shinta Sisca; Suyono, Hanny Chairany; Aliwijaya, Araf
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 14 No. 1 (2024): JANUARI - JUNI 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v14i1.2024.35-44

Abstract

Introduction. Education is important for developing the competence and career of librarians, including women librarians. Currently, opportunities for continuing education are increasingly widespread for all professions. However, female librarians still often experience obstacles in continuing their Master's education both due to family and other factors. This study aims to determine the opportunities and obstacles of female librarians in continuing their Master's program studies to improve their competencies and careers. Method. This is qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques through interviews, observation, and documentation studies. Informants are 8 female librarians who are currently pursuing a Master's education in Yogyakarta. The collected data will then be analyzed descriptively, including data reduction, presentation, and conclusions. Discussion. Women librarians have opportunities for career advancement, academic skill development, and librarian competence improvement. In addition, female librarians face several challenges, including financial ability, adaptation to scientific standards, and family management. Conclusion. Increasing abilities and expertise is the main factor for female librarians to continue their master's education. The challenges faced come from internal and external factors of their environment. Keywords : Education; Master; Librarians; Opportunities; Challenge ABSTRAK Peluang dan Tantangan Pustakawan Perempuan Lanjut Studi Magister di Yogyakarta Pendahuluan. Pendidikan merupakan hal yang penting bagi pengembangan kompetensi dan karir pustakawan, termasuk pustakawan perempuan. Saat ini kesempatan melanjutkan Pendidikan semakin luas untuk semua profesi. Namun demikian, pustakawan perempuan masih sering mengalami kendala dalam melanjutkan pendidikan Magister-nya baik karena faktor keluarga maupun faktor lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peluang dan hambatan pustakawan perempuan dalam melanjutkan studi program Magister dalam meningkatkan kompetensi dan karir mereka. Metode. Ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan adalah 8 pustakawan perempuan yang sedang menempuh pendidikan Magister yang ada di Yogyakarta. Data yang dikumpulkan kemudian akan dianalisis secara deskriptif meliputi reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Pembahasan. Pustakawan perempuan memiliki kesempatan untuk peningkatan jenjang karir, pengembangan keahlian akademis, dan peningkatan kompetensi kepustakawanan. Selain itu, ada beberapa tantangan yang dihadapi pustakawan perempuan antara lain kemampuan finansial, adaptasi mengikuti standar keilmuan, dan manajemen keluarga. Kesimpulan. Peningkatan kemampuan dan keahlian menjadi faktor utama pustakawan perempuan melanjutkan pendidikan magister. Tantangan yang dihadapi berasal dari faktor internal dan eksternal dari lingkungan mereka. Kata kunci: Pendidikan; Magister; Pustakawan Perempuan; Peluang; Tantangan
Conceptual Framework of Innovative Library Services Based on Artificial Intelligence (AI) in Order to Accelerate Digital Transformation Subchan, Nur
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 14 No. 1 (2024): JANUARI - JUNI 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v14i1.2024.1-14

Abstract

Background: The Fourth Industrial Revolution (4IR) refers to the transformation of traditional production processes that have been digitized into the real world, enabling total interconnectivity between suppliers and customers with the aim of creating smarter products. The rapid changes in technology brought about by the 4IR have made business operations unstable. This has led to organizations seeking new methods and strategies to gain a competitive advantage in this digital age. Institutions of higher education have responded to this challenge by strengthening the role of university libraries as core components of the educational institution. They have also introduced various digital technologies to improve the learning experience for students.Methods: qualitative content analysis.Purpose: organizations to seek new methods and strategies to gain a competitive advantage in the digital era.Findings: Artificial Intelligence (AI) is one of the technologies that can be integrated into university libraries to enhance the learning experience for students. AI is a discipline that involves computer science, linguistics, information science, neurophysiology, neuroscience, cognitive science, psychological control, and other fields. AI is not just a computer program that mimics human intelligence but can also be used to promote independent learning and meet the special needs of all categories of students. With the support of large amounts of data, AI can form patterns and provide meaning, making the university library an ideal environment to apply this technology to add value to higher education in the future.Conclusion: The integration of AI into university libraries can provide an opportunity for every library user to access new and exclusive educational services specifically designed to meet individual student needs. Assuming that the library is supported by AI technology, it can help improve learning skills through more personalized technical learning approaches. AI technology can also help librarians explore new ways to meet the needs of library users and support academic activities. By utilizing AI technology, the library can provide sustainable access to various online text resources that are rapidly expanding, and provide services that are not limited to conventional boundaries, accessible to anyone and from anywhere. ABSTRAK Kerangka Konseptual Layanan Inovatif Perpustakaan Berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam Rangka Mempercepat Transformasi Digital Latar Belakang: Revolusi Industri keempat (The Fourth Industrial Revolution - 4IR) merujuk pada transformasi proses kegiatan konvensional yang telah didigitalisasi ke dalam dunia nyata, memungkinkan interkoneksi secara total antara pemasok dan pelanggan dengan tujuan menciptakan produk yang lebih cerdas. Perubahan teknologi yang cepat yang dibawa oleh 4IR membuat operasi bisnis menjadi tidak stabil. Hal ini mendorong organisasi untuk mencari metode dan strategi baru untuk memperoleh keunggulan kompetitif di era digital ini. Institusi pendidikan tinggi telah menanggapi tantangan ini dengan memperkuat peran perpustakaan perguruan tinggi sebagai komponen inti dari lembaga Pendidikan. Perguruan Tinggi juga telah memperkenalkan berbagai teknologi digital untuk meningkatkan pengalaman belajar bagi mahasiswa. Metode: analisis konten kualitatif. Tujuan: organisasi untuk mencari metode dan strategi baru untuk memperoleh keunggulan kompetitif di era digital. Temuan: Kecerdasan Buatan (AI) adalah salah satu teknologi yang dapat diintegrasikan ke dalam perpustakaan perguruan tinggi untuk meningkatkan pengalaman belajar bagi mahasiswa. AI merupakan disiplin ilmu yang melibatkan ilmu komputer, linguistik, ilmu informasi, neurofisiologi, neurosains, ilmu kognitif, kontrol psikologis, dan bidang lainnya. AI bukan hanya program komputer yang meniru kecerdasan manusia, tetapi juga dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran mandiri dan memenuhi kebutuhan khusus semua kategori mahasiswa. Dengan dukungan data yang besar, AI dapat membentuk pola dan memberikan makna, menjadikan perpustakaan perguruan tinggi lingkungan yang ideal untuk menerapkan teknologi ini untuk menambah nilai pada pendidikan tinggi di masa depan.Kesimpulan: Integrasi AI ke dalam perpustakaan perguruan tinggi dapat memberikan kesempatan bagi setiap pengguna perpustakaan untuk mengakses layanan pendidikan baru dan eksklusif yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan individu mahasiswa. Hal tersebut dapat diasumsikan bahwa perpustakaan didukung oleh teknologi AI, dapat membantu meningkatkan keterampilan belajar melalui pendekatan pembelajaran teknis yang lebih personal. Teknologi AI juga dapat membantu pustakawan mengeksplorasi cara baru untuk memenuhi kebutuhan pengguna perpustakaan dan mendukung kegiatan akademik. Dengan memanfaatkan teknologi AI, perpustakaan dapat menyediakan akses berkelanjutan ke berbagai sumber teks online yang terus berkembang, serta memberikan layanan yang tidak terbatas dan dapat diakses oleh siapa saja dan dari mana saja.
Analysis of Library Management in Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta in Improving Prisoners Reading Interest Firdaus, Fadlan Agustina; Imam, Rahmat Khoirul
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 14 No. 1 (2024): JANUARI - JUNI 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v14i1.2024.24-34

Abstract

Background: Yogyakarta Class IIA Correctional Institution (Wirogunan Prison) provides a place for inmates to get reading materials in the form of a library, which consists of a main library, a mosque library and a literacy angkringan which is a development of the main library available to date, but none of these are available yet. can describe the management carried out by the prison towards the library. Method: The research explanation will be described descriptively using a qualitative approach. Purpose: This research aims to find out in depth about library management carried out, as well as prisoners' responses to the presence of libraries in increasing their interest in reading. This research uses special library management theory from Luther Gulick and is strengthened by an explanation of library management from Lasa H.S. Findings: the results of this research found that management in the Yogyakarta class IIA correctional institution library is not yet structured, because the library does not yet have written management guidelines, but several components in library management have been carried out well, including staffing, coordination, reporting and budget components. The directing component is running quite well, while the planning and organizing component is not running well. Despite this, prisoners responded positively to the existence of the library in increasing their interest in reading, but they regretted that the collection of reading books was limited and took too long so they became bored with borrowing books from the library. Conclusion: Based on this, the researcher provides recommendations to the person in charge of the library to create structured management, so that the implementation of activities in the library will run following the library's objectives. Keywords: Correctional Institutions, Library Management, Reading Interest, Special Libraries. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ABSTRAK Analisis Manajemen Perpustakaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIa Yogyakarta dalam Meningkatkan Minat Baca Narapidana Latar belakang: Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta (Lapas Wirogunan) menyediakan tempat bagi narapidana untuk mendapatkan bahan bacaan berupa perpustakaan, yang terdiri dari perpustakaan utama, perpustakaan masjid dan angkringan literasi yang merupakan pengembangan dari perpustakaan utama yang tersedia hingga saat ini, namun belum ada yang dapat mendeskripsikan mengenai manajemen yang dilakukan oleh Lapas terhadap perpustakaan tersebut. Metode: Penjelasan penelitian akan dijabarkan secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam tentang manajemen perpustakaan yang dilakukan, serta respons narapidana terhadap kehadiran perpustakaan dalam meningkatkan minat baca mereka. Penelitian ini menggunakan teori manajemen perpustakaan khusus dari Luther Gulick dan dikuatkan dengan penjelasan manajemen perpustakaan dari Lasa H.S. Temuan: hasil dari penelitian ini adalah ditemukan bahwa manajemen di perpustakaan lembaga pemasyarakatan kelas IIA Yogyakarta belum terstruktur, karena perpustakaan belum mempunyai pedoman manajemen secara tertulis, tetapi beberapa komponen dalam manajemen perpustakaan sudah dilakukan dengan baik, meliputi komponen  kepegawaian, koordinasi, pelaporan dan anggaran. Komponen pengarahan berjalan dengan cukup baik, sedangkan untuk komponen perencanaan dan pengorganisasian belum berjalan dengan baik. Meskipun demikian, narapidana memberikan respons yang positif terhadap keberadaan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca mereka, hanya saja mereka menyayangkan koleksi buku bacaan yang terbatas dan terlampau lama, sehingga ada kejenuhan bagi mereka untuk meminjam buku di perpustakaan. Kesimpulan: Berdasarkan hal tersebut, peneliti memberikan rekomendasi kepada penanggung jawab perpustakaan untuk membuat manajemen yang terstruktur, sehingga pelaksanaan kegiatan di perpustakaan akan berjalan sesuai dengan tujuan perpustakaan.
Study and Analysis of Docker Internal System Security From Docker Daemon Attack and DDOS on The Open Journal System Prabowo, Choirul Rio; Rohadi, Erfan; Irmanto, Dodo
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 14 No. 1 (2024): JANUARI - JUNI 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v14i1.2024.61-68

Abstract

Introduction: The growing use of data centers encourages virtualization technology to become an alternative solution in virtualization to provide a dense environment that can be adjusted according to needs. In hypervisor-based virtualization technology in managing servers in the Open Journal System data center, network administrators must allocate resources that are large enough so that when developing web or mobile systems takes a long time, and in hypervisor-based virtualization techniques, they must have access to the host kernel. Purpose: Research on the attack model and vulnerabilities of the Docker internal security system on the Open Journal System from the Docker daemon attack and DDoS attacks when building and managing the Docker internal system. Method: This research begins with a literature study, network scope, system design, and system implementation based on plans that have been made, as well as testing, analysis, and concluding the tests that have been carried out. Finding: At the testing stage, the results obtained were the success of the Docker system in handling DDoS attacks and the success of securing the Docker Daemon from Docker Daemon attacks. Conclusion: The Docker Daemon Attack can occur by misconfiguring containers. This flaw allows an unauthorised party to take control of a container that has already been created. By gaining root access, attackers can perform various malicious activities within the container. Therefore, it is important to have an understanding and implementation of proper security practices in the management and configuration of Docker containers to reduce the risk of these types of attacks. Keyword:  Docker, Container, DDoS, Attack. ------------------------------------------ Studi dan Analisis Keamanan Sistem Internal Docker dari Docker Daemon Attack dan Ddos Pada Sistem Open Journal System Pendahuluan: Berkembangnya penggunaan data center ini mendorong teknologi virtualisasi menjadi salah satu alternatif solusi dalam virtualisasi untuk menyediakan lingkungan yang padat agar dapat disesuaikan sesuai kebutuhan. Pada teknologi virtualisasi berbasis hypervisor dalam pengelolaan server pada data Open Journal System, center administrator jaringan harus mengalokasikan resources yang cukup besar, sehingga ketika dilakukan development sistem web atau mobile membutuhkan waktu yang lama, serta pada teknik virtualisasi berbasis hypervisor harus memiliki akses ke kernel host. Tujuan: Meneliti model serangan dan kerentanan sistem keamanan internal Docker pada Open Journal System dari ancaman Docker Daemon Attack dan serangan DDoS pada saat membangun dan mengelola sistem internal Docker. Metode Penelitian: Penelitian ini dimulai dengan studi literatur, ruang lingkup jaringan, perancangan sistem, implementasi sistem berdasarkan rancangan yang telah dibuat, serta pengujian, analisis dan penarikan kesimpulan dari pengujian yang telah dilakukan. Hasil Penelitian: Pada tahap pengujian dilakukan hasil yang didapatkan yaitu keberhasilan sistem docker dalam menangani serangan DdoS serta keberhasilan pengamanan docker daemon dari serangan docker daemon attack. Kesimpulan: Serangan Docker Daemon dapat terjadi karena kesalahan konfigurasi container. Kelemahan ini memungkinkan pihak yang tidak berwenang untuk mengambil kendali atas container yang telah dibuat. Dengan mendapatkan akses root, penyerang dapat melakukan berbagai aktivitas berbahaya di dalam container. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman dan penerapan praktik keamanan yang tepat dalam pengelolaan dan konfigurasi container Docker untuk mengurangi risiko jenis serangan ini. Kata Kunci: Docker, Container, DDoS, Attack.
Implementation and Effectiveness of The Simultaneous Reading Culture Program: A Case Study at Politeknik Teknik Kimia Industri (PTKI) Medan Library Sitanggang, Marianna; Tarigan, Sri Kumala Putri
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 14 No. 1 (2024): JANUARI - JUNI 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v14i1.2024.45-53

Abstract

Introduction. It is hoped that the simultaneous reading culture program in tertiary institutions will encourage the academic community to better understand and appreciate the importance of a reading culture and raise awareness of the positive benefits derived from reading habits. A simultaneous reading culture program has been implemented at PTKI Medan which was initiated by the PTKI Medan Library and supported by the Director of PTKI Medan. Reading culture is an important aspect in the academic world, especially in the higher education environment. However, nowadays, the culture of reading in college is often ignored and even considered trivial. Research purposes. The purpose of this study was to find out how much interest, effectiveness and reading habits among the PTKI Medan academic community, encourage the entire academic community to read more, improve the quality of education on campus and introduce the academic community, especially students, to activities that are useful so as to build minds critical and creative. Research methods. This research uses a descriptive qualitative method, with a case study approach. Data collection was carried out using observation, survey and document search methods. Research result. The results of the study showed that the percentage of those who carried out a simultaneous reading culture in PTKI Medan was 77%. However, there are still 23% of users who have never carried out a reading culture simultaneously. Conclusion. From the simultaneous reading culture program that has been carried out within the PTKI Medan environment, it can increase interest in reading and knowledge of students, lecturers and staff as well as create a more cultured and knowledgeable academic environment. This can open opportunities and opportunities for the entire academic community to develop themselves. In addition, this program can also be a good example for other campuses in Indonesia to carry out similar activities.       A B S T R A K       Implementasi dan Efektivitas Program Budaya Membaca Serentak di PTKI (Politeknik Teknologi Kimia Industri) Medan: Studi Kasus di Perpustakaan PTKI Medan. Pendahuluan. Program budaya membaca serentak di perguruan tinggi, diharapkan mendorong civitas akademika untuk lebih memahami dan mengapresiasi pentingnya budaya membaca serta menumbuhkan kesadaran akan manfaat positif yang diperoleh dari kebiasaan membaca. Program budaya membaca serentak telah diimplementasikan di PTKI Medan yang diinisiasi oleh Perpustakaan PTKI Medan dan didukung oleh Direktur PTKI Medan. Budaya membaca adalah salah satu aspek penting dalam dunia akademis, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Namun, saat ini, budaya membaca di perguruan tinggi seringkali diabaikan bahkan dianggap sepele. Tujuan Penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tahu seberapa besar minat, efektivitas dan kebiasaan membaca di kalangan civitas akademika PTKI Medan, mendorong seluruh civitas akademika untuk membaca lebih banyak lagi, meningkatkan kualitas pendidikan di kampus dan memperkenalkan civitas akademika khususnya mahasiswa pada kegiatan yang bermanfaat sehingga membangun pikiran kritis dan kreativitas.  Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei. Responden adalah pemustaka Perpustakaan PTKI Medan seperti mahasiswa, dosen/pegawai PNS/pegawai non-PNS dan petugas keamanan/kebersihan. Hasil Penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase yang melakukan budaya membaca serentak di lingkungan PTKI Medan sebanyak 77%. Namun masih ditemukan 23% pemustaka yang tidak pernah melakukan budaya membaca serentak.  Kesimpulan. Dari program budaya membaca serentak yang telah dilakukan di lingkungan PTKI Medan dapat meningkatkan minat baca dan pengetahuan mahasiswa, dosen dan staf serta terciptanya lingkungan akademik yang lebih berbudaya dan berpengetahuan. Hal ini dapat membuka peluang dan kesempatan bagi seluruh civitas akademika untuk mengembangkan diri. Selain itu, program ini dapat menjadi contoh baik bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk melaksanakan kegiatan serupa.            
ChatGPT: Between Opportunities and Challanges in Increasing Academic Productivity Binti Rohaizam, Nursuhaida
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 14 No. 1 (2024): JANUARI - JUNI 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v14i1.2024.54-60

Abstract

Introduction: CHATGPT, one of Open AI's successful new innovations, has amazed people all over the world. ChatGPT helps scientific research in learning can be a beneficial educational innovation for students and higher education but also has promising potential and threats. Purpose: This research will provide an overview of the opportunities and challenges of using ChatGPT for students. Method: Literature Study, a qualitative approach. Finding: The main challenges and ethical implications of ChatGPT in higher education :1. Academic Integrity 2. Gender and Diversity 3. Accessibility. Navigating the Digital Shift: Enhancing Digital Competency in Education. Human-AI collaboration and advanced technology pedagogy: an opportunity for ChatGPT. Conclusion: ChatGPT can be used in higher education and training, to (i) assign individualized teaching resources and study plans based on each learner's needs and interests, (ii) guide learners through their education in a timely manner, (iii) produce learning materials that interesting things such as tests, interesting assignments, and interactive videos, (iv) supporting lecturers in evaluating student work and providing constructive criticism, and (v) organizing online discussions and collaboration between students and lecturers and librarians.   Keyword:  ChatGPT, Academic productivity, AI, Artificial Intelligence ------------------------------------- CHATGPT: ANTARA PELUANG DAN TANTANGAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS AKADEMIK ABSTRAK Pendahuluan: CHATGPT, salah satu inovasi baru Open AI yang sukses, telah membuat kagum banyak orang di seluruh dunia. ChatGPT membantu penelitian ilmiah dalam pembelajaran dapat menjadi inovasi pendidikan yang bermanfaat bagi pelajar dan perguruan tinggi namun ChatGPT memiliki potensi dan ancaman. Tujuan Penelitian: memberikan gambaran mengenai peluang dan tantangan penggunaan chat GPT bagi pelajar/mahasiswa. Metode Penelitian: Studi Literatur, pendekatan kualitatif. Hasil Penelitian: Tantangan utama dan implikasi etis ChatGPT di pendidikan tinggi :1. Integritas Akademik 2. Gender dan Keberagaman 3. Aksesibilitas. Menavigasi Pergeseran Digital: Meningkatkan Kompetensi Digital dalam Pendidikan Kolaborasi. Manusia-AI dan pedagogi teknologi canggih: peluang untuk ChatGPT. Kesimpulan: ChatGPT dapat digunakan dalam pendidikan tinggi dan pelatihan, untuk (i) menetapkan sumber daya pengajaran dan rencana studi individual berdasarkan kebutuhan dan minat masing-masing peserta didik, (ii) membimbing peserta didik melalui pendidikan secara tepat waktu, (iii) menghasilkan materi pembelajaran yang menarik hal-hal seperti tes, tugas menarik, dan video interaktif, (iv) mendukung dosen dalam menilai hasil karya mahasiswa dan memberikan kritik yang membangun, dan (v) menyelenggarakan diskusi online dan kolaborasi antara mahasiswa dengan dosen dan pustakawan.   Kata Kunci: ChatGPT, Produktivitas Akademik, AI, Kecerdasan Buatan  
Knowledge Sharing Activities Among Librarians at The National Research and Innovation Agency Library (BRIN) Romadona, Rizki; Rully Khairul Anwar; Saleha Rodiah
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 14 No. 2 (2024): JULI - DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v14i2.2024.108-117

Abstract

Background: This research is motivated by the knowledge-sharing activities among librarians, which is an essential aspect for a special library to develop with various innovations and new ideas in the future according to user needs. Methods: The method used in this research is a qualitative method with a case study approach and uses the Knowledge Spiral theory with SECI Knowledge Management model. The research data were obtained from interviews, observations, and documentation review. The subjects or informants in this study consist of six individuals, including coordinators and librarians at the BRIN Library. Purpose: The study aims to understand the process of knowledge sharing among librarians that takes place in the BRIN Library as part of knowledge management. Findings: The research findings indicate that the process of knowledge sharing among librarians at the BRIN Library comprises four stages of knowledge conversion, which are socialization, externalization, combination, and internalization. Conclusion: The implementation of knowledge sharing activities at the BRIN Library begins with the disseminating of knowledge, conducted both in-person and online, absorbing and storing knowledge acquired from previous knowledge sharing activities, processing existing knowledge, and disseminating knowledge obtained and processed through knowledge sharing activities at the BRIN Library. Keywords: Knowledge Sharing, Librarian, National Research and Innovation Agency Library (BRIN). ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ABSTRAK Aktivitas Knowledge Sharing Antar Pustakawan di Perpustakaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi karena kegiatan knowledge sharing antar pustakawan merupakan aspek penting untuk perpustakaan khusus agar dapat mengembangkan perpustakaan khusus dengan berbagai inovasi dan gagasan baru kedepannya sesuai dengan kebutuhan user. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan teori Spiral Pengetahuan dengan model SECI Knowledge Management. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu koordinator dan pustakawan di Perpustakaan BRIN yang berjumlah enam orang. Tujuan: Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan memahami proses knowledge sharing antar pustakawan yang dilakukan di Perpustakaan BRIN dalam proses pengelolaan pengetahuan. Temuan: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa proses knowledge sharing antar pustakawan pada Perpustakaan BRIN meliputi empat tahap pengelolaan pengetahuan yaitu sosialisasi, eksternalisasi, kombinasi dan internalisasi. Kesimpulan: Kegiatan knowledge sharing yang diimplementasikan di Perpustakaan BRIN diawali dengan menyampaikan pengetahuan baik kegiatan ini dilakukan secara luring maupun daring, menyerap dan menyimpan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan knowledge sharing yang telah dilaksanakan, mengolah pengetahuan yang dimiliki dan menyebarluaskan kembali pengetahuan yang telah didapat dan diolah dari kegiatan knowledge sharing yang dilakukan di Perpustakaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kata Kunci: Knowledge Sharing, Pustakawan, Perpustakaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Analysis of the Impact of Artificial Intelligence on Information-Seeking Behavior Nahla, Febri; Masruri, Anis
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 14 No. 2 (2024): JULI - DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v14i2.2024.69-75

Abstract

Background of the study: The need for information in the era of globalization is rapidly growing, causing users to strategize to obtain information effectively. One of the strategies used in information retrieval is generative AI applications. Purpose: This study aims to discuss generative AI applications used in information retrieval and the impact of generative AI usage on information-seeking behavior. Methods: Library research is used to collect data from various relevant literature sources. Finding: The use of generative AI in information retrieval provides positive impacts, such as speeding up the search process and presenting concise and easily understood information. However, the use of generative AI also has negative effects, such as inaccurate data and potential dependence on technology. Conclusion: Although generative AI provides convenience in information retrieval, there are negative risks, such as data inaccuracy and overdependence on technology. Therefore, regulations and oversight are needed to prevent these negative impacts   ABSTRAK --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Analisis Dampak Artificial Intelligence terhadap Perilaku Pencarian Informasi Latar Belakang: Kebutuhan informasi di era globalisasi semakin berkembang pesat, yang menyebabkan para pengguna informasi harus mengatur strategi untuk mendapatkan informasi secara efektif. Salah satu strategi yang digunakan adalah dengan memanfaatkan AI generatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membahas aplikasi-aplikasi AI Generatif yang digunakan dalam pencarian informasi serta dampak dari penggunaan AI generatif terhadap perilaku informasi. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan pengumpulan data dari berbagai sumber literatur yang relevan. Temuan: Penggunaan AI generatif dalam pencarian informasi memberi dampak positif, seperti mempercepat proses pencarian dan menyajikan informasi yang ringkas dan mudah dipahami. Meskipun demikian, penggunaan AI generatif juga menimbulkan dampak negatif, yaitu data yang kurang akurat dan potensi ketergantungan pada teknologi. Kesimpulan: Meskipun AI generatif memberikan kemudahan dalam pencarian informasi, terdapat resiko negatif seperti ketidakakuratan data dan ketergantungan berlebihan pada teknologi. Oleh karena itu, diperlukan aturan dan pengawasan untuk mencegah dampak negatif tersebut.  
Utilize Google Drive as an Alternative Digital Libraries Farikha, Salma
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 14 No. 2 (2024): JULI - DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v14i2.2024.118-127

Abstract

Background: Digital libraries are an alternative form of libraries. The existence of digital libraries is a response from libraries and librarians to the community’s need for faster and more efficient access to information, unrestricted by space and time. However, in Indonesia, especially in small-scale libraries (such as school libraries, community reading houses, and others), many still struggle to provide digital library services. The primary challenge they face is related to the budget for creating digital libraries. One solution that libraries can implement to provide digital library services with minimal budget and without requiring a technology expert is to utilize Google Drive as a digital library. By leveraging Google Drive, libraries can effectively manage and distribute their digital collections. This alternative solution is expected to make libraries more relevant in the current digital era and aligned with community needs. Purpose: To explore the utilization of Google Drive as an alternative digital library that can be implemented with minimal costs. Methods: The method used is a literature review. Findings: Indicate that the use of Google Drive allows libraries to manage and distribute digital collections effectively, thereby enhancing information accessibility for users. Conclusion: The implementation of Google Drive as a digital library can make libraries more relevant in the digital era and better meet the needs of the community. Keywords: Digital Library; Google Drive   ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ABSTRAK Memanfaatkan Google Drive sebagai Alternative Perpustakaan Digital Latar Belakang: Perpustakaan digital merupakan bentuk lain dari perpustakaan. Adanya perpustakaan digital ini sebagai bentuk respon perpustakaan dan pustakawan terhadap kebutuhan masyarakat akan akses informasi yang lebih cepat dan efisien, yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Namun, di Indonesia terutama pada perpustakaan-perpustakaan skala kecil (perpustakaan sekolah, TBM, dan lainnya) masih banyak yang belum mampu menyediakan layanan perpustakaan digital. Kendala utama yang mereka hadapi adalah terkait anggaran untuk pembuatan perpustakaan digital. Salah satu solusi yang bisa dilakukan perpustakaan untuk menyediakan layanan perpustakaan digital dengan anggaran minim serta tidak membutuhkan seorang yang ahli dibidang teknologi adalah dengan memanfaatkan google drive sebagai perpustakaan digital. Dengan memanfaatkan google drive, perpustakaan dapat mengelola dan mendistribusikan koleksi digital mereka secara efektif. Diharapkan penerapan alternatif solusi ini dapat menjadikan perpustakaan lebih relevan dalam era digital saat ini dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tujuan: Untuk mengeksplorasi pemanfaatan Google Drive sebagai alternatif perpustakaan digital yang dapat diimplementasikan dengan biaya minim. Metode: Metode yang digunakan adalah studi literatur Temuan: Menunjukkan bahwa penggunaan Google Drive memungkinkan perpustakaan untuk mengelola dan mendistribusikan koleksi digital secara efektif, serta meningkatkan aksesibilitas informasi bagi pemustaka. Kesimpulan:  Penerapan Google Drive sebagai perpustakaan digital dapat menjadikan perpustakaan lebih relevan dalam era digital dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan lebih baik. Kata Kunci: Perpustakaan Digital; Google Drive
Collection Development Policy Analysis: Effort to Recent The Collection of The Darussalam Gontor University Library Desi Kholifah Fitriana; Ayuningrum, Tyas; Hidayat, Erdian; Wulansari, Ayu
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 14 No. 2 (2024): JULI - DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v14i2.2024.98-107

Abstract

Background: This article discusses the analysis of collection development policies as an effort to update the existing collections at the University of Darussalam Gontor (UNIDA) library. Methods: This research method uses a descriptive qualitative approach, based on data sources through interviews, literature studies and observations, then analyzed according to the theme of the problems discussed. Purpose: The purpose of the study at the UNIDA library was to determine the consistency in implementing collection development in accordance with the collection development guidelines that were compiled and to determine the updates in the library material collection. Findings: The results of this study are an effort to determine whether the UNIDA Library has implemented a collection development policy in accordance with the guidelines and to determine the description of the updates in the library material collections at the UNIDA Library. At the UNIDA library, the available collections are not only printed but also electronic collections. In this article, the author discusses community analysis, collection policy formulation, selection stage, procurement process, weeding process. The problems faced by the UNIDA Gontor Library in implementing the collection development policy are obstacles in socialization to users and obstacles in attracting students to be more active in visiting the library. The library experiences obstacles in attracting users to be active in visiting the library. Conclusion: There are several efforts that UNIDA Gontor librarians have made to attract the interest of their students, one of which is by holding literacy classes in the library, creative prose for writing communities, but these activities have not had a big impact on students to go to the library more often Keywords: Collection; Policy; Development; Library ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ABSTRAK Analisis Kebijakan Pengembangan Koleksi: Upaya Kemutakhiran Koleksi Perpustakaan Universitas Darussalam Gontor Latar Belakang: Artikel ini membahas tentang analisis kebijakan pengembangan koleksi sebagai upaya kemutakhiran koleksi yang ada pada perpustakaan Universitas Darussalam Gontor (UNIDA). Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, berdasarkan sumber-sumber data melalui wawancara, studi literatur dan observasi kemudian dianalisis sesuai dengan tema permasalahan yang dibahas. Tujuan: Tujuan dari penelitian pada perpustakaan UNIDA untuk mengetahui konsistensi dalam melaksanakan implementasi pengembangan koleksi sesuai dengan pedoman pengembangan koleksi yang disusun dan mengetahui kemutakhiran dalam koleksi bahan pustaka. Temuan: Hasil dari penelitian ini sebagai upaya dalam mengetahui apakah Perpustakaan UNIDA sudah melaksanakan kebijakan pengembangan koleksi sesuai dengan pedoman dan untuk mengetahui gambaran mengenai kemutakhiran pada koleksi bahan pustaka yang ada di Perpustakaan UNIDA. Pada perpustakaan UNIDA koleksi yang tersedia tidak hanya tercetak melainkan ada koleksi elektronik. Dalam artikel ini penulis membahas tentang, analisis komunitas, perumusan kebijakan koleksi, tahap seleksi, proses pengadaan, proses penyiangan. Adapun masalah yang dihadapi Perpustakaan UNIDA Gontor dalam menerapkan kebijakan pengembangan koleksi adalah kendala dalam sosialisasi kepada pemustaka dan kendala dalam menarik minat pemustaka untuk lebih aktif dalam mengunjungi perpustakaan. Perpustakaan mengalami kendala dalam menarik minat mahasiswa untuk aktif dalam mengunjungi perpustakaan. Kesimpulan: Terdapat beberapa upaya yang pustakawan UNIDA Gontor lakukan untuk menarik minat mahasiswa mereka, salah satunya dengan mengadakan kelas literasi di perpustakaan, prosa kreatif untuk komunitas menulis, namun kegiatan ini belum terlalu memiliki dampak besar untuk mahasiswa agar lebih sering ke perpustakaan. Kata kunci: Koleksi; Kebijakan; Pengembangan; Perpustakaan